You are on page 1of 10

Dicopas dari

:
Sarwono, (2005) Ilmu Kandungan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono

Sadler, TW (1987) Embriologi Kedoteran Longman, Edisi 07 (Terjemahan) Penerbit : EGC.

Fertilisasi, Nidasi, Implantasi, dan Perkembangan Fetus
Untuk terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum (konsepsi),
dan nidasi (implantasi) hasil konsepsi. Setiap spermatozoa terdiri atas tiga bagian yaitu
kaput atau kepala yang berbentuk lonjong agak gepeng dan mengandung bahan
nukleus, ekor, dan bagian yang silindrik (leher) menghubungkan kepala dengan ekor.
Dengan getaran ekornya spermatozoa dapat bergerak cepat.

Dalam pertumbuhan embrional spermatogonium berasal dari sel-sel primitif tubulus-
tubulus testis. Setelah janin dilahirkan, jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami
perubahan sampai masa pubenas tiba. Pada masa pubertas sel-sel spermatogonium tersebut dalam
pengaruh sel-sel interstisial Leydig rnulai aktif mengadakan
mitosis, dan terjadilah proses spermatogenesis yang sangat kompleks. Setiap sPermatogonium
membelah dua dan menghasilkan spermatosit primer. Spermatosit primer ini
membelah dua dan menjadi dua spermatosit sekunder; kemudian spermatosit sekunder
membelah dua lagi dengan hasil dua spermatid yang masing-masing memiliki jumlah kromosom
setengah dari jumlah yang khas untuk jenis itu. Dari spermatid ini kemudian tumbuh
spermatozoal,2.
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genial ridge
janin, dan di dalam janin jumlah oogoniurn bertambah terus sampai pada usia kehamilan enam
bulan. Pada waktu dilahirkan, bayi mempunyai sekurang-kur^ngnya 75O.O0O
oogonium. Jumlah ini berkurang akibat pertumbuhan dan degenerasi folikel-folikel. Pada
anak berumur 6-15 mhun ditemukan 439.000 oogonium dan pada umur 16 - 25 tahun
hanya 34.000 oogonium. Pada masa menopause semua oogonium menghilang.

Sebelum janin dilahirkan, sebagian besar oogonium mengalami perubahan-perubahan
pada nukleusnya. Terjadi pula migrasi dari oogonium ke arah korteks ovarium sehingga
pada waktu dilahirkan korteks ovarium terisi dengan folikel ovarium primordial. Padanya dapat
dilihat bahwa kromosomnya telah berpasangan, DNA-nya berduplikasi, yang
berarti bahwa sel menjadi tetraploid. Pertumbuhan selanjutnya terhenti-oleh sebab
yang belum diketahui sampai folikel itu terangsang dan berkembang lagi ke arah
kematangan. Sel yang terhenti dalam profase meiosis dinamakan oosit primer. Oleh
rangsangan FSH meiosis berlangsung tems. Benda kutub (polar body) pertama disisihkan dengan
hanya sedikit sitoplasma, sedangkan oosit sekunder ini berada di dalam
sitoplasma yang cukup banyak. Proses pembelahan ini terjadi sebelum orulasi. Proses

Hal ini menyebabkan glikoprotein di zona pelusida berkaitan satu sama lain membentuk suatu materi yang keras dan tidak dapat ditembus oleh spermatozoa. Fertilisasi meliputi penetrasi spermarozoa ke dalam orum. Proses ini mencegah ovum dibuahi lebih dari satu sperma. yaitu dua lapisan yang menutupi dan mencegah ovum mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa. Jutaan spermatozoa ditumpahkan di forniks vagina dan di sekitar porsio pada waktu koitus. Hanya saru spermarozoalrang mempunyai kemampuan (kapasitasi) untuk membuahi. Di tengah-tengahnya dijumpai nukleus yang berada dalam metafase pada pembelahan pemarangan kedua. sehingga enzim di dalam granula-granula dikeluarkan secara eksositosis ke zona peIusida. Suatu molekul komplemen khusus di permukaan kepala spermatozoa kemudian mengikat ZP3 glikoprotein di zona pelusida. sehingga ovum hanya dilingkari oleh zona pelusida pada waktu berada dekat pada perbatasan ampula dan ismus tuba. Hanya beberapa ratus ribu spermatozoa dapat terus ke kavum uteri dan tuba. Untuk mencapai ovum. dan di dalamnya terdapat ruang perivitelina. spermatozoa harus melewati korona radiata (lapisan sel di luar ovum) dan zona pelusida (suatu bentuk glikoprotein ekstraselular).um (oosit sekunder) berfusi dengan membran plasma sel. dan kaputnya lebih mudah menembus dinding ovum oleh karena diduga dapat melepaskan hyaluronidase. Vitelus ini mengandung banyak zat karbohidrat dan asam amino. Jumlah sel-sel koronaradiata di dalam perlalanan ovum di ampula tuba makin berkurang. Pada saat spermatozoa menembus zona pelusida terjadi reaksi korteks ol. Pengikatan ini memicu akrosom melepaskan enzim yang membantu spermarozoa menembus zona pelusidaT.um. Harrya satu spermaf ozoayang telah mengalami proses kapasitasi mampu melakukan penetrasi membran sel ol'um. diakhiri dengan fusi materi genetik. rerapung-apung dalam sitoplasma yang kekuning-kuningan yakni vitelus. Ovum dilingkari oleh zona pelusida.ini disebut pematangan pertama ovum. tempat benda-benda kutub. Pada spermatozoa ditemukan peningkatan konsentrasi DNA di nukleusnya.1 mm). Orum ini mempunyai diameter 100 p (0. dan hanya beberapa ratus dapat sampai ke bagian ampula tuba di mana spermarozoa dapat memasuki ovum yang telah siap untuk dibuahi. . fusi spermatozoa dan ovum. Granula korteks di dalam or. rempat pembuahan umumnya terjadi. Di luar zona pelusida ini ditemukan sel-sel korona radiata. Bahan-bahan dari sel-sel korona radiata dapat disalurkan ke on:m melalui saluransaluran halus di zona pelusida. dan disalurkan terus ke arah medial. pemarangan kedua ovum terjadi pada waktu spermatozoa membuahi ovum Pembuahan Ovum yang dilepas oleh ovarium disapu oleh mikrofilamen-mikrofilamen fimbria infundibulum tuba ke arah ostium tuba abdominaiis. Fertilisasi (pembuahan) adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermarozoa yang biasanya berlangsung di ampula tuba.

dan dalam 3 hari terbentuk suatu kelompok sel yang sama besarnya. yang tinggal hanya pronukleusnya. besarnya hasil konsepsi tetap sama.Zigot sebagai hasil pembuahan yang memiliki 44 kromosom otosom serta 2 kromosom X akan umbuh sebagai janin perempuan. Dengan demikian. . pada seorang laki-laki satu X dan satu Y. Hal ini dapat berlangsung oleh karena sitoplasma olrrm mengandung banyak zat asam amino dan enzim. dan benda kuttb (pokr body) kedua menuju ke ruang perivitelina. zona pelusida rc:ap uruh. dan suatu spermatozoa mempunyai 22 kromosom otosom serta 1 kromosom X atau 22 kromosom otosom sena 1 kromosom Y. Itulah sebabnya seluruh mitokondria pada manusia berasal dari ibu (maternal). Segera setelah pembelahan ini terjadi. Pronukleus spermatozoa juga telah mengandung jumlah kromosom yang haploid. ialah 44 kromosom otosom dan 2 kromosom kelamin. sedang yang memiliki 44 kromosom otosom serta 1 kromosom X dan 1 kromosom Y akan tumbuh sebagai janin laki-laki1'2. sedangkan ekor spermatozoa dan mitokondrianya berdegenerasi. Pada manusia terdapat 46 kromosom. hingga volume vitelus makin berkurang dan terisi seluruhnya oleh morula. mulailah pembelahan zigot. Sesudah pembelahan kematangan. pembelahan-pembelahan selanjutnya berjalan dengan lancar. Kedua pronukleus dekat mendekati dan bersatu membentuk zigot yang terdiri atas bahan genetik dari perempuan dan laki-laki. Dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi. Masuknya spermatozoa ke dalam vitelus membangkitkan nukleus ovum yang masih dalam metafase untuk proses pembelahan selanjutnya (pembelahan meiosis kedua). Dalam ukuran yang sama ini hasil konsepsi disalur-kan terus ke pars ismika dan pars interstisialis tuba (bagian-bagian tuba yang sempit) dan terus disalurkan ke arah kavum uteri oleh arus serta getaran silia pada permukaan sel-sel tuba dan kontraksi tuba. atau dengan perkataan lain. maka olum matang mempunyai 22 kromosom otosom serta 1 kromosom X. Spermatozoa yang telah masuk ke vitelus kehilangan membran nukleusnya. Hasil konsepsi berada dalam stadium morula. Ollm sekarang hanya mempunyai pronukleus yang haploid. Sesudah anafase kemudian timbul telofase. Energi untuk pembelahan ini diperoleh dari vitelus.

dengan sel-sel desidua. Trofoblas yang mempunyai kemampuan menghancurkan dan mencairkan . Dengan demikian. proteksi imunitas bagi janin. suatu bentuk yang di bagian luarnya adalah trofoblas dan di bagian dalamnya disebut massa inner cell. Sejak trofoblas terbentuk. blastokista diselubungi oleh suatu simpai yang disebut trofoblas. Trofoblas ini sangat kritis untuk keberhasilan kehamilan terkait dengan keberhasilan nidasi (implantasi).iaringan menemukan endometrium dalam masa sekresi. Di satu sisi trofoblas mempunyai kemampuan invasif yang kuat. produksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dimulai. Keberhasilan nidasi dan . produksi hormon kehamilan. Nidasi diatur oleh suatu proses yang kompleks antara trofoblas dan endometrium. Sel-sel desidua ini besar-besar dan mengandung lebih banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas. dan kelairiran bayi.Nidasi Selanjutnya pada hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium blastula disebut blastokista (blastoqst). di sisi lain endometrium mengontrol invasi trofoblas dengan menyekresikan faktor-faktor yang aktif setempat (lokal) yaitu inhibitor cytohines dan protease. suatu hormon yang memastikan bahwa endometrium akan menerirna (reseptif) dalam proses implantasi en-rbrio. Massa inner cell ini berkembang menjadi janin dan trofoblas akan berkembang menjadi plasenta. peningkatan aliran darah maternal ke dalam plasenta.

Dalam perkembangan diferensiasi trofoblas. Trofoblas-trofoblasinvasif lain yang lepas dan bermigrasi ke dalam endometrium dan miometrium akan menghasilkan protease dan inhibitor protease yang diduga memfasilitasi proses invasi ke dalam jaringan maternale. sampai plasenta dapat membuat cukup progesteron sendiri. sitotrofoblas yang belum berdiferensiasi dapat berkembang dan berdiferensiasi menjadi 3 jenis. sehingga terjadi infark plasenta. Sebaliknya. Invasi trofoblas diatur oleh pengaturan kadar hCG.plasentasi yang normal adalah hasil keseimbangan proses antara trofoblas dan endometriums. Kadangkadang pada saat nidasi yakni masuknya orum ke dalam endometrium terjadi perdarahan pada luka desidua (tanda Hartman). Hormon korionik gonadotropin inilah yang khas untr. yaitu (1) sinsisiotrofoblas yang aktif menghasilkan hormon. Sinsisiotrofoblas menghasilkan hCG yang akan mengubah sitotrofoblas menyekresikan hormon yang noninvasif. Blastokista dengan bagian yang mengandung massa inner-cell aktif mudah masuk ke dalam lapisan desidua. Dalam tingkat nidasi. invasi trofoblas yang tidak terkontrol akan menimbulkan penyakit trofoblas gestasional seperti mola hidatidosa dan koriokarsinomal. Trofobias yang semakin dekat dengan endometrium menghasilkan kadar hCG yang semakin rendah. Bila sebaliknya dengan bagian lain blastokista memasuki . Diduga bahwa fungsinya ialah mempengaruhi korpus luteum untuk tumbuh terus. Hormon tersebut dapat ditemukan di dalam air kemih ibu hamil. dan menghasilkan terus progesteron. Kondisi ini juga akan menginduksi plasenta menyekresikan substansi vasoaktif yang memicu hipertensi maternal. Kenaikan tekanan darah ibu dapat merusak arteri spiralis dan tersumbat. dan luka pada desidua kemudian menutup kembali. trofoblas antara lain menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin Produksi human cborionic gonadotropin meningkat sampai kurang lebih hari ke-60 kehamilan untuk kemudian turun lagi. Dikemukakan bahwa hal inilah yang menyebabkan tali pusat berpangkal sentral atau parasentral. Pada umumnya blastokista masuk di endometrium dengan agian di mana massa inner-cell berlokasi. dan membuat trofoblas berdiferensiasi dalam sel-sel jangkar yang menghasilkan protein perekat plasenta yaitu tropbouteronectin. Kelainan dalam optimalisasi aktivitas trofoblas dalam proses nidasi akan berlanjut dengan berbagai penyakit dalam kehamilan. Apabila invasi trofoblas ke arteri spiralis maternal lemah atau tidak terjadi.fk menentukan ada tidaknya kehamilan. maka arus darah uteroplasenta rendah dan menimbulkan sindrom preeklampsia. (2) trofoblas jangkar ekstravili yang akan menempel pada endometrium. dan (3) trofoblas yang invasif8.

yakni sel-sel ektoderm.janin yang bertumbuh dan berkembang dari serangan imunologik maternals. dan merupakan hubungan antara embrio dan dinding trofoblas. Bila nidasi telah terjadi.onal pkte yang dibentuk antara dua mangan. tetapi juga untuk melindungi. Kondisi ini kritis tidak hanya untuk pertukaran nutrisi. ruang amnion tumbuh dengan cepat dan mendesak eksoselom. yang dekat pada ruang eksoselom. Yolk. sac dan alantois pada manusia tidak tumbuh terus. yakni ruang amnion danyolk. selanjutnya hasil konsepsi akan bertumbuh dan berkembang di dalam endometrium. sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi ektoderm dan membentuk ruang amnion. sacl'2. . Setelah nidasi berhasil. dinamakan body stalk. Dengan ini di dalam blastokista terdapat suatu embr). Body stalh. akhirnya dinding mang amnion mendekati korion. dekat pada fundus uteri. Sel-sel yang lebih kecil.endometrium. dan sisa-sisanya dapat ditemukan dalam tali pusatl. Mesoblas antara ruang amnion dan embrio menjadi padat. barulah dapat disebut adanya kehamilan. menjadi tali pusat. maka terdapatlah tali pusat dengan insersio velamentosa. Embrio ini selalu terpisahkan dari darah dan jaringan ibu oleh suatu lapisan sitotrofoblas (mononuclear trophobkst) di sisi bagian dalam dan sinsisiotrofoblas (mwltinuclear trophoblast) di sisi bagian luar. Jika nidasi ini terjadi. Pertumbuhan embrio terjadi dari embryonal pkte yang selanjutnya terdiri atas tiga unsur lapisan. Sementara itu. IJmumnya nidasi terjadi di dinding depan atau belakang uterus. mulailah diferensiasi sel-sel blastokista. dan entoderm. mesoderm. membentuk entoderm dan yolk sac.

jari kaki. Organogenesis diperkirakan selesai pada minggu ke-12. dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. selei \flharton. Muncul tulang-tulang wajah.berat 1 gram. Panjang 2. 0-4 Minggu Pada minggu-minggu awal ini. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak. Di dalamnya terdapat jaringan lembek. mata. Dari perkembangan mang amnion dapat dilihat bahwa bagian luar tali pusat berasal dari lapisan amnion. 4-8 Minggu Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu.5 gram. dan tangan. jantung janin mulai berdetak. dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.1 – 2. yang berfungsi melindungi 2 arteria umbilikalis dan 1 vena umbilikalis yang berada di dalam tali pusat. sumsum tulang belakang yang masih sederhana. Sistem kardiovaskular janin dibentuk pada kira-kira minggu ke-10. 8-12 Minggu . rcrdapat pembuluh-pembuluh darah sehingga ada yang menamakannya aascular salb. Dalam tali pusat sendiri yang berasal dari body sulh. Kedua arteri dan satu vena tersebut menghubungkan satu sistem kardiovaskular janin dengan plasentall.kita melihat apa saja perkembangan dan perubahan yang terjadi pada bayi pada periode awal kehidupannya. Ciri-ciri tersebut di atas perlu diketahui jika pada abortus ingin diketahui tuanya kehamilan. Perkembangan bayi dalam kandungan akan menjadi salah satu hal yang sangat menyenangkan dalam proses kehamilan ini karena hampir semua apa yang kita lakukan berefek tehadap bayi dalam kandungan . dan disusul oleh massa fetal dan perinatal. janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm.

organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. hidung. sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk. Panjang 7 – 9 cm. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. berat 12 – 15 gram. 12-16 Minggu Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Panjang 14 – 17 cm. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. 16-20 Minggu Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Ia juga telah memiliki dagu. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya. Saat memasuki minggu-minggu ini. janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. 20-24 Minggu . berat 100 gram. Ujung- ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Berat 300 gram. Di dalam rahim. dan kelopak mata yang jelas.

dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. dan otaknya mulai aktif. namun jika saat ini ia terlahir ke dunia.berat 600 gram 24-28 Minggu Di bawah kulit. Berat 1700 gram dan panjang 42 cm. ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. 36-40 Minggu . Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Ia dapat mendengar sekarang. lemak sudah mulai menumpuk. namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. kini ia mulai memiliki waktu- waktu tertentu untuk tidur. sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan. Paru-parunya belum sempurna. baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Alat kelaminnya mulai terbentuk.panjang 42 cm. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Berat 1050 gram. cuping hidungnya terbuka. si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. 28-32 Minggu Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya. Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. kelopak matanya membuka. Pada saat ini. Selain itu.

5 cm . Ia kerap berlatih bernaPas. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia. dan menelan. Kepalanya telah berada pada rongga panggul. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.panjang 50 cm dan biparietal 9. mengisap. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Berat 2500 – 3500 gram.