You are on page 1of 8

Pengaruh Pelatihan Proses Keperawatan terhadap Dokumentasi

Asuhan Keperawatan di Puskesmas Kabupaten Agam Propinsi
Sumatera Barat
Fitra Yenia
aFakultas Keperawatan Universitas Andalas
Email : fitra.yeni@rocketmail.com

Abstract :Documentation of nursing care in health centers is very diverse and not according to appropriate
standards thus causing lower quality of care in health centers. The quality of nursing documentation can be
improved by training. This study aimed to determine whether training the family nursing process could improve the
ability of health center on family care nursing documentation. Quasi- experimental using a one group pre / post test
design was used as a research method. Documentation of family nursing care was assessed by using nursing care
checklist before and after intervention.The results showed that the family nursing care training could increased the
ability of nurses to perform family care nursing documentation family (p = 0.000 , p <0.05 ) . The average
documentation capability before training was 4.72 and increased to 8.63 after training. This training also showed
positive results for 3 months after the training, the average ability of the documentation is still high, at 8.21. The
results of the study can be recommended as a good input for educational institutions as well as the Health
Department of Health that oversees health centers.

Keyword : nursing training process , standard nursing care , family care nursing documentation

Abstrak: Pendokumentasian asuhan keperawatan di puskesmas sangat beragam dan tidak sesuai standar sementara
pendokumentasian yang tidak sesuai standar mengakibatkan rendahnya mutu pelayanan di puskesmas. Peningkatan
kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan dapat dilakukan melalui pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji apakah pelatihan proses keperawatan keluarga dapat meningkatkan kemampuan perawat puskesmas dalam
melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan keluarga. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan
menggunakan one group pre/post test design. Sampel penelitian adalah 44 perawat yang berasal dari 22 puskesmas
di Kabupaten Agam. Dokumentasi asuhan keperawatan keluarga dinilai dengan menggunakan checklist asuhan
keperawatan (nursing care checklist). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan proses keperawatan dapat
meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan (p=0,000;p<0,05). Rata-rata
kemampuan dokumentasi sebelum pelatihan adalah 4,72 dan meningkat menjadi 8,63 setelah pelatihan. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi dinas kesehatan kota dan institusi pendidikan dalam
menyusun model asuhan keperawatan di puskesmas.

Kata kunci: pelatihan proses keperawatan, standar asuhan keperawatan, dokumentasi asuhan keperawatan

Permasalahan kesehatan dan jenis terkait erat dengan kesehatan, yaitu;
penyakit yang dihadapi, serta semakin menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
tingginya angka kesakitan dan kematian dengan menurunkan angka kurang gizi pada
yang disebabkan oleh penyakit maka WHO balita; menurunkan angka kematian anak;
merumuskan tujuan program kesehatan meningkatkan kesehatan ibu; dan perlawanan
dunia yang disebut Millenium Development terhadap HIV/AIDS, malaria, tuberculosis
Goals (MDG’s) yang menjadi komitment dan penyakit menular lainnya (Depkes,
189 negara termasuk Indonesia. Program 2009).
MDG’s memiliki delapan sasaran yang harus Indonesia sebagai negara
dicapai dengan empat sasaran yang sangat berkembang dekade saat ini dan ke depan

20

Kegiatan puskesmas meliputi enam upaya contohnya seperti HIV (1983). Beban pertama yang bertempat tinggal di wilayah kerja dihadapi Indonesia adalah masih tingginya Puskesmas dalam rangka mewujudkan angka kesakitan penyakit menular “klasik”. pusat akibat penyakit tidak menular (non. keperawatan didokumentasikan sebagai Merujuk kepada Keputusan Menteri asuhan keperawatan (Potter & Perry. 2004). 21 .Dokumentasi yang efektif pembangunan kesehatan di suatu wilayah menjamin kesinambungan pelayanan. SARS (2003). wajib puskesmas dan upaya pengembangan Avian Influenza (2004). Tujuan pembangunan kesehatan yang menghemat waktu. meliputi pelayanan kesehatan perorangan Beban ketiga adalah munculnya penyakit dan pelayanan kesehatan masyarakat. dan meminimalisasi diselenggarakan oleh Puskesmas adalah resiko kesalahan (Potter & Perry. adalah perawatan kesehatan masyarakat atau Mendukung percepatan Millenium perkesmas (Depkes.Selanjutnya contohnya seperti Tuberkulosis (Tbc). 2009).mengarahkan tujuan pelaksanaan perkesmas. Maret 2014 : 20-27 diperkirakan akan berada pada fase tiga mendukung tercapainya tujuan pembangunan beban ganda kesehatan (The age of triple kesehatan nasional bagi setiap orang yang health burden). dinyatakan bahwa fungsi dari Puskesmas Diare dan Malaria. baru (new emerging infectious disease). pengkajian (pengumpulan data). Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang tindakan dan evaluasi bertanggung jawab menyelenggarakan keperawatan. No 1. Proses puskesmas (Sedyaningsih. Indonesia Sehat 2015.Salah satu indikator pembangunan kesehatan untuk penilaian perkesmas adalah adanya laporan meningkatkan kesadaran. Beban kedua adalah adalah sebagai pusat penggerak tingginya angka kesakitan dan kematian pembangunan berwawasan kesehatan. rencana tindakan keperawatan. 2006).Laporan ini dilakukan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan dengan menggunakan pendekatan proses yang optimal. Puskesmas sebagai fasilitas keperawatan. 2011). kemauan dan pelaksanaan pelayanan keperawatan keluarga kemampuan hidup sehat bagi setiap orang (Depkes. kerja. Proses keperawatan adalah pelayanan kesehatan yang memberikan suatu metode yang sistematis untuk mengkaji pelayanan kesehatan dasar kepada respon manusia terhadap masalah-masalah masyarakat memiliki peranan penting untuk kesehatan dan membuat rencana meningkatkan status kesehatan masyarakat keperawatan yang bertujuan untuk mengatasi lewat berbagai upaya yang dilakukan masalah-masalah tersebut. Diabetes Mellitus dan Kanker.NERS JURNAL KEPERAWATAN Volume 10. Kesehatan Republik Indonesia nomor Dokumentasi asuhan keperawatan 128/MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan mencakup pernyataan dan pelaporan tentang dasar Pusat Kesehatan masyarakat. Development Goal’s (MDGs) tahun 2015 Terlaksananya pengelolaan program dan untuk meningkatkan status kesehatan perkesmas dapat dilihat melalui observasi masyarakat di Indonesia. 2008). diagnosis Puskesmas merupakan Unit Pelaksana teknis keperawatan. puskesmas yang didasarkan pada Kondisi kesehatan yang memprihatinkan ini kemampuan puskesmas untuk sangat berpengaruh terhadap status kesehatan mengembangkan upaya tersebut. pemberdayaan masyarakat dan pusat communicable disease). dan H1N1 (2009). contohnya seperti pelayanan kesehatan strata pertama yang Hipertensi. Kementerian rutin dan berkala atau dapat juga melalui Kesehatan melalui visi “Masyarakat Sehat ketersediaan bukti fisik yang dapat yang Mandiri dan ditunjukkan oleh puskesmas sebagai hasil Berkeadilan”. Kusta. antara lain masyarakat Indonesia (Bappenas.

Fitra. peningkatan pelayanan keperawatan keluarga yang kualitas pendokumentasian asuhan menjadi salah satu indikator pencapaian keperawatan dapat dilakukan melalui perkesmas masih jauh dibawah indikator pelatihan-pelatihan atau kursus.Dokumentasi asuhan keperawatan Nasional II Ikatan Perawat Kesehatan yang baik dan berkualitas haruslah akurat. Pencapaian program (2003) menunjukkan bahwa peningkatan perkesmas di Kabupaten Agam sendiri pengetahuan melalui pelatihan berkorelasi belum terdata secara keseluruhan. Pendokumentasian pelaksanaan Menurut Lees (2010).Penelitian yang keperawatan merupakan suatu proses yang dilakukan Sulistyowati (2009) menyebutkan harus dilaksanakan oleh perawat pelaksana bahwa pendokumentasian yang tidak sesuai sebagai bagian dari standar kerja yang telah standar berkorelasi dengan rendahnya mutu ditetapkan (Nursalam.Pelatihan diharapkan dapat asuhan keperawatan tidak menggambarkan mengembangkan perawat bekerja secara apa yang dilakukan perawat secara lengkap efektif dan efisien. Pencapaian program perkesmas di Lees (2010) menjelaskan bahwa peningkatan Sumatera Barat baru mencapai 54. termasuk meningkatkan dan tidak sesuai dengan standar kemampuan dalam pendokumentasian pendokumentasian. namun dengan peningkatan ketepatan menurut laporan penanggung jawab program pendokumentasian dan kinerja perawat.7% dan pengetahuan/pemahaman yang diperoleh salah satu penyebabnya adalah kompetensi melalui pelatihan atau kursus akan perawat yang belum memadai dalam mendukung pendokumentasian yang lebih pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap. Gugerty. 2014).. (Daryanto & Bintoro.. dkk teknik pelaksanaan kerja tertentu.725/Menkes/SK/V/2003. profesionalisme dan perkesmas salah satunya dipengaruhi oleh atau menunjang karier tenaga kesehatan kurangnya frekuensi pelatihan untuk perawat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya puskesmas. di tingkat dinas kesehatan kota. pencapaiannya dibawah 35%. Berdasarkan KMK. Komunitas Indonesia (2013) melaporkan lengkap dan sesuai standar. rendahnya adalah proses pembelajaran dalam rangka cakupan dan mutu pelaksanaan pelayanan meningkatkan kinerja.Apabila asuhan bahwa pendokumentasian asuhan keperawatan tidak didokumentasikan dengan keperawatan di puskesmas sangat beragam akurat dan lengkap maka sulit untuk dan tidak sesuai standar sehingga kongres membuktikan bahwa asuhan keperawatan merekomendasikan salah satunya adalah telah dilakukan dengan benar (Hidayat dalam perlunya standar pendokumentasian asuhan Sari. Pelatihan Banyak penelitian menunjukkan dimaksudkan untuk memperbaiki bahwa kualitas pendokumentasian asuhan penguasaan berbagai keterampilan dan keperawatan masih rendah. College of Registered asuhan keperawatan di puskesmas. 2009). pelatihan Ramli & Kusnanto (2006). pelayanan di puskesmas. Kongres disimpulkan bahwa pelatihan asuhan 22 . 1996). 2007). terinci dan (2007) menyebutkan bahwa dokumentasi rutin. 2007). ditetapkan sebuah standar yang mengatur Berdasarkan uraian di atas dapat tentang pendokumentasian. Pengaruh pelatihan proses keperawatan Terhadap dokumentasi.Pelatihan Nurses of British Columbia (2013) dibidang keperawatan merupakan salah satu menyebutkan bahwa pendokumentasian kegiatan pengembangan staf yang bertujuan belum akurat menggambarkan tindakan yang untuk meningkatkan mutu sumberdaya telah dilakukan perawat sehingga perlu perawat (Gillies.. RI. Menurut No. Lebih lanjut target.. Pendokumentasian asuhan keperawatan di puskesmas. 2012). Penelitian yang dilakukan Tallaut (Septino.

ditetapkan oleh PPNI. Selengkapnya hasil Pelatihan proses keperawatan selanjutnya penelitian dapat dilihat pada table 1 (hal. masih tinggi.05). 2009). Format ini adalah 44 perawat yang berasal dari 22 mengukur kegiatan perawat di setiap tahap puskesmas di Kabupaten Agam. Dokumentasi asuhan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi keperawatan merupakan bagian dari pertimbangan bagi dinas kesehatan kota dan informasi kesehatan secara keseluruhan. institusi pendidikan dalam menyusun model harus dikelola sebagai satu kesatuan tanpa asuhan keperawatan di puskesmas.63 setelah dan keterampilan perawat puskesmas tentang pelatihan. penentuan membuktikan apakah pelatihan ptoses metode dan evaluasi tujuan. meliputi hasil yang positif karena 3 bulan setelah pengkajian. proses keperawatan (nursing proses training) diagnosis keperawatan.Penelitian bertujuan untuk kebutuhan. 23 .21. Maret 2014 : 20-27 keperawatan dapat meningkatkan akan disusun oleh peneliti mengacu pada kemampuan perawat dalam proses kegiatan pelatihan menurut Hariandja pendokumentasian asuhan & Hardiwati (2002) yang meliputi analisis keperawatan. Dokumentasi keperawatan dapat meningkatkan Asuhan Keperawatan adalah pernyataan dan kemampuan perawat dalam melakukan pelaporan perawat sesuai dengan standar dokumentasi asuhan keperawatan keluarga di lingkup praktik professional yang telah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. dirancang untuk 100 jam dengan implementasi dan evaluasi. harus meninggalkan informasi dari tenaga kesehatan lain (Dinarti. Masing-masing menggunakan modul yang disusun oleh tahap diberikan bobot dan penilaian Bagian Keperawatan Keluarga Fakultas disesuaikan dengan bobot yang telah Keperawatan. yaitu 8. diagnosis keperawatan. yaitu pengkajian.000. METODE Teknik Pengumpulan data dilakukan Desain penelitian ini adalah kuasi untuk variabel pendokumentasian asuhan eksperimen dengan menggunakan one group keperawatan dengan menggunakan format pre/post test design. 7). Pelatihan proses keperawatan (p=0. Pelatihan ini juga menunjukkan lima tahap proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel yang digunakan dalam pelatihan proses keperawatan dapat penelitian ini adalah Pelatihan proses meningkatkan kemampuan perawat dalam keperawatan dan dokumentasi asuhan melakukan dokumentasi asuhan keperawatan keperawatan. implementasi dan evaluasi. intervensi. Rata-rata kemampuan adalah sebuah kegiatan yang dimaksudkan dokumentasi sebelum pelatihan adalah 4. Sesuai dengan tujuan penelitian keperawatan keluarga dinilai dengan maka teknik analisis data yang digunakan menggunakan checklist asuhan keperawatan adalah paired-sample t-test. (nursing care checklist) dengan mengacu pada standar asuhan keperawatan yang HASIL DAN PEMBAHASAN ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).72 untuk memperbaiki penguasaan pengetahuan dan meningkat menjadi 8. penentuan tujuan.p<0. Pelatihan proses keperawatan. rata-rata kemampuan dokumentasi intervensi.NERS JURNAL KEPERAWATAN Volume 10. Dokumentasi asuhan ditetapkan. No 1. Sampel penelitian checklist asuhan keperawatan. pelatihan.

. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Dokumentasi asuhan kualitatif yang diadakan oleh Ramli & keperawatanmencakup pernyataan dan Kusnanto (2006) di Kabupaten Agam.72 0. 2007). Kongres Nasional II Ikatan Perawat 2009). Lebih lanjut Lees (2010) dan tidak sesuai standar. dan meminimalisasi Menyikapi hal tersebut di atas. bahwa Kesehatan Komunitas Indonesia (2013) peningkatan kualitas pendokumentasian melaporkan bahwa pendokumentasian asuhan asuhan keperawatan dapat dilakukan melalui keperawatan di puskesmas sangat beragam pelatihan-pelatihan.. yakni 4. merekomendasikan perlunya standar lengkap dan sesuai standar. Penelitian yang dilakukan Sulistyowati (2009) menyebutkan bahwa 24 .72.000 1 bulan Setelah 44 8. pendokumentasian dan kinerja perawat. rencana kesehatan masyarakatyang dinilai dari tindakan keperawatan. Rekomendasi ini juga didukung akurat dan lengkap maka sulit untuk olehCollege of Registered Nurses of British membuktikan bahwa asuhan keperawatan Columbia(2013) yang menyebutkan bahwa telah dilakukan dengan benar (Hidayat.Dokumentasi asuhan keperawatan Kesehatan Komunitas Indonesia (2013) yang baik dan berkualitas haruslah akurat. tindakan dan evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan keperawatan. Sebelum perlakuan 44 4. Pendokumentasian asuhan mengatur tentang pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan suatu proses yang keperawatan karena pendokumentasian yang harus dilaksanakan oleh perawat pelaksana dilakukan perawat belum akurat sebagai bagian dari standar kerja yang telah menggambarkan tindakan yang telah ditetapkan (Nursalam. targetprogram.. bahwa pelaporan tentang pengkajian (pengumpulan pencapaian target program perawatan data). perlunya ditetapkan sebuah standar yang 2004). Hasil Uji Beda Nilai test N Mean Sig. menghemat waktu. dilakukan. Pengaruh pelatihan proses keperawatan Terhadap dokumentasi. diagnosis keperawatan.63 perlakuan 3 bulan setelah 44 8.21 0. Hal Penelitian yang dilakukan Tanasale (2003) ini juga terlihat dari hasil penelitian yang juga menunjukkan bahwa peningkatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan melalui pelatihan berkorelasi dokumentasi asuhan keperawatan sebelum dengan peningkatan ketepatan pelatihan jauh dari standar.Dokumentasi yang efektif keluarga masih jauh dibawah indikator menjamin kesinambungan pelayanan.000 perlakuan Hasil penelitian ini sejalan dengan apa Kongres Nasional II Ikatan Perawat yang disampaikan oleh Lees (2010). sesuai dengan standar pendokumentasian.. Apabila asuhan pendokumentasian asuhan keperawatan di keperawatan tidak didokumentasikan dengan puskesmas. Fitra. Gugerty. Tabel 1. dkk (2007) menjelaskan bahwa peningkatan pengetahuan menyebutkan bahwa dokumentasi asuhan atau pemahaman yang diperoleh melalui keperawatan tidak menggambarkan apa yang pelatihan akan mendukung dilakukan perawat secara lengkap dan tidak pendokumentasian yang lebih lengkap. resiko kesalahan (Potter & Perry.

05). melakukan asuhan keperawatan keluarga. mengemukakan bahwa pelatihan adalah Sebagai langkah awal. Maret 2014 : 20-27 pendokumentasian yang tidak sesuai standar menjadi 8.72 25 . RI. dibidang keperawatan merupakan salah satu bahwa kegiatan pelatihan perlu dilakukan kegiatan pengembangan staf yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perawat untuk meningkatkan mutu sumberdaya puskesmas dalam melakukan perawat (Gillies. atau satu pendidikan kesehatan terkait masalah pekerjaan yang ada kaitan dengan kesehatan keluarga di puskesmas sehingga pekerjaannya. profesionalisme dan kesehatan terkait dengan masalah kesehatan atau menunjang karier tenaga kesehatan yang dialami keluarga. Dampak pelatihan terdapat peningkatan nilai rata-rata masih bermakna setelah tiga bulan berikutnya dokumentasi asuhan keperawatan yang karena nilai rata-rata dokumentasi asuhan dilakukan perawat puskesmas dari 4.NERS JURNAL KEPERAWATAN Volume 10. Sayangnya belum ada standar sedang menjadi tanggung jawabnya. Menurut peneliti. pelatihan adalah dari pengkajian sampai dengan evaluasi.72 menjadi 8. dimana nilai rata-rata dokumentasi asuhan Sejalan dengan penjelasan di atas.725/Menkes/SK/V/2003. memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja KESIMPULAN DAN SARAN tertentu. 2014). terinci dan rutin.63. meningkatkan kemampuan perawat dalam Menurut Ramli & Kusnanto (2006). Pelatihan diharapkan dapat mengembangkan perawat Berdasarkan hasil penelitian dapat bekerja secara efektif dan efisien.63. 1996). yaitu pelatihan bagi perawat puskesmas. pelatihan sama juga disampaikan oleh Prayogi (2013). termasuk disimpulakan bahwa terdapat pengaruh meningkatkan kemampuan dalam pelatihan proses keperawatan terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan di dokumentasi asuhan keperawatan (p<0. No 1.21. karena menggunakan sistem checklist mulai No. peningkatan Selanjutnya Prayogi (2013) menyatakan kemampuan dalam melakukan asuhan perlunya keterlibatan Persatuan Perawat keperawatan keluarga setelah pelatihan Nasional Indonesia (PPNI) dan institusi sangat terkait dengan model pendidikan keperawatan untuk merumuskan pendokumentasian yang lebih sederhana model pendokumentasian asuhan namun telah disesuaikan dengan standar. puskesmas. Pelatihan dimaksudkan untuk perlu adanya tim yang dapat menindaklanjuti. salah satu penyebab rendahnya Dampak pelatihan masih bermakna setelah pendokumentasian asuhan keperawatan tiga bulan berikutnya karena nilai rata-rata keluarga pada program perkesmas di dokumentasi asuhan keperawatan masih Kabupaten Agam adalah kurangnya frekuensi tinggi dibandingkan sebelum pelatihan. Menurut Gillies (1996). Hal yang 8. pendokumentasian asuhan keperawatan. keperawatan yang sesuai dengan standar. maka apa yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya disampaikan perawat dapat (Daryanto & Bintoro. proses pembelajaran dalam rangka Dilengkapi dengan booklet pendidikan meningkatkan kinerja. Artinya bahwa pelatihan proses berkorelasi dengan rendahnya mutu keperawatan yang dilakukan mampu pelayanan di puskesmas. model ini dapat setiap usaha untuk memperbaiki performansi mengkondisikan perawat untuk bekerja pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sesuai standar. keperawatan setelah pelatihan meningkat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4. Gomes (2003) dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Model ini memudahkan perawat puskesmas Berdasarkan KMK.

Dokumentasi Keperawatan. Nursing nasional kesehatan. keilmuan.bappenas. Tidak 17 Desember 2013.A & Perry. Pelaksanaan keperawatan kesehatan masyarakat. Hariandja. (2006). & Setiadi. Documentation.net pada tanggal Pelayanan Medik. Manajemen Jakarta: Intan Sejati Klien. Diakses dari masyarakat. Diakses dari Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas www. R. Improving the Quality of Depkes. Peningkatan Akses Produktifitas Pegawai. Y. kepada puskesmas agar membentuk tim Dinarti. Care dapat dipertanggungjawabkan secara Planning & Documentation Course. (2002).. Diklat. A. Penyusunan Skala Manajemen Sumber Daya Manusia: Psikologi..21. Yogyakarta: Gava Media Lees. P.distance-learning- dinas kesehatan agar dapat bekerjasama centre. Jakarta: masyarakat terhadap kesehatan yang Grasindo Widiasarana Indonesia. lebih baik. E. Teori diadakan baik di tingkat puskesmas maupun dan Praktek. pengkompensasian dan Peningkatan Bappenas.) kemampuan professional perawat perlu Keperawatan Keluarga: Riset.M & Bowden. P. sistem. (2004). Pedoman kegiatan sebelum pelatihan.. November 2014. Azwar. (2002). perawat kesehatan masyarakat di Hasil penelitian ini menyarankan puskesmas.ceufast. M. Pengembangan. 4. S. A.id pada tanggal 30 Indonesia. Alih Bahasa Estu Tiar. Hotel Sheraton Yogyakarta Seniati. Yulianto.go. R.G (2009).G..I.crnb. (2013). (2013). Ed. Pengaruh pelatihan proses keperawatan Terhadap dokumentasi. L. Fitra.T. Depkes Prayogi. Pelajar. dipublikasikan. Jakarta: EGC. B. www. untuk mempersiapkan pendidikan kesehatan Jakarta: Trans Indo Media.com pada DAFTAR PUSTAKA tanggal 30 November 2013. Yogyakarta: Pustaka Pengadaan. (2009). Jakarta: bahasa: Renata dkk. M.. Jakarta: EGC Hartley. Bandung: Yayasan IAPKD. Diakses dari www. 26 .I. Darnanto & Bintoro. Laporan teknis nursing documentation on an acute penerapan keperawatan kesehatan medicine unit. Diakses dari II. Depkes. untuk meningkatkan dan mempertahankan Friedman.A. (2007). Potter. yaitu 8. Direktorat Jenderal Bina www. Ed.E & Hardiwati.nursingtimes.co. (2006). 5. Kongres Nasional Documentation. (Terjemahan). Manajemen keperawatan model pendokumentasian asuhan sebagai sebagai suatu pendekatan keperawatan yang sesuai dengan standar. pendidikan keperawatan untuk menyepakati Gillies.Alih kesehatan masyarakat. Kebijakan dasar pusat Keperawatan Dasar. (2014). (2010.. (2010). keperawatan mandiri memperkuat College of Registered Nurses of British pelaksanaan sistem jaminan sosial Columbia. di tingkat dinas kesehatan. E. (2013). keluarga agar apa yang disampaikan perawat Distancelearningcentre. (2010). Makalah. R. Jakarta: Depkes. Praktek oktober 2013. keperawatan lebihtinggi dibandingkan Depkes. (2014). (2000). Saran berikutnya ditujukan kepada Diakses dari www.N.ca pada tanggal 3 L. Psikologi Eksperimen.I.uk pada tanggal 3 November dengan organisasi profesi dan institusi 2013. (2008). Penerjemah: Neng Hadi Pelatihan yang terencana dan terkoordinir Samiji.

H.uns. Tesis. 80-84. A. (2010). DEPKES: Target MDGs bidan. Pelaksanaan program perawatan kesehatan masyarakat keluarga miskin di Kabupaten Agam.D. no 2.ac. Jurnal Keperawatan Soedirman. Dampak Pelatihan Asuhan Keperawatan Terhadap Pendokumentasian Keperawatan di RSU Tual Kabupaten Maluku Tenggara. M. No 1. Maret 2014 : 20-27 Disampaikan pada Pertemuan Workshop Nasional pada tanggal 20- 22 November 2013. Universitas Indonesia. Sedyaningsih. & Kusnanto.R.id pada tanggal 17 Desember 2013. Ramli. Sulistyowati. Tesis. 5. Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pasien di Puskesmas Klaten Selatan. Nursing Diagnosis Reference Manual. diakses dari www. Diakses dari www.id pada tanggal 17 Desember 2014. E. (2006).ac. Sparks & Taylor’s. Tesis.ugm.R. Louis Tallaut. Vol.pasca. (2009). R. (2012). R. Tidak dipublikasikan. Makalah. Mosby: St.paca.wartapedia. Diakses dari www.com. Faktor-faktor manajemen sumber daya manusia yang mempengaruhi pelaksanaan perkesmas di puskesmas wilayah Kotamadya Jakarta Barat tahun 2012. (2011). 27 . (2003). Susanto. Tidak dipublikasikan. Universitas Gadjah Mada. I. Sari.NERS JURNAL KEPERAWATAN Volume 10. (2011). Penerapan Standar Proses Keperawatan di Puskesmas Rawat Inap Cilacap. pada tanggal 30 November 2013.