You are on page 1of 4

BNN Gandeng Kementrian Kominfo

Ibarat pisau bermata dua, pertumbuhan teknologi memang menjadi sebuah


dilema. Di satu sisi, banyak manfaat yang didapat dari pesatnya teknologi, termasuk adanya penjualan online atau toko online
yang lebih ekonomis dan mempermudah cara transaksi antara pembeli dan penjual. Namun, berkaca dari kasus Raka
Widyarma, putra angkat Wakil Walikota Jawa Barat, Rano Karno, yang kedapatan menerima paket kiriman narkotika jenis
ekstasi, yang dipesannya via online, keberadaan teknologi dapat menjadi malapetaka jika digunakan tak semestinya.

Polisi masih menyelidiki transaksi penjualan narkoba via online. Satuan Cyber Crime Polda Metro Jaya ikut membantu
untuk mengungkap penjualan narkoba melalui Internet ini. Dari penelusuran awal polisi, sudah diketahui ada seseorang asal
Malaysia yang biasa diapanggil Mister Tan, dalam situs penjualan narkoba yang dipesan Raka.

1
Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat Dwityanto, mengatakan, transaksi narkoba melalui
Internet (online) merupakan modus yang telah lama ada. BNN sendiri menurutnya sudah cukup lama mencurigai adanya
aktivitas transaksi narkoba di dunia maya tersebut. Buktinya kasus serupa pernah terjadi dan dilakukan oleh warga
Samarinda, Anggara dan Aman yang ditangkap Satuan Reserse dan Narkoba Polresta Samarinda berikut barang bukti 50.000
butir pil koplo. Tersangka mengaku memesan barang haram itu melalui jejaring sosial Facebook.

Upaya yang dilakukan BNN terhadap modus tersebut, salah satunya melalui kerjasama
dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Kerja sama tersebut adalah dengan melakukan pemantauan
terhadap transaksi barang melalui Internet. “Untuk menindaknya, kita buth barang buktinya, karena belum tentu kata-kata
berbunyi narkoba di Internet itu betul, seperti kata ‘Nyabu’ itu ternyata ‘nyarap bubur’ jadi kita tindak ketika di lapangan
ternyata benar narkoba,” tandasnya.

Bahkan untuk mencegah pelanggaran tersebut, mulai tahun 2011 lalu, pihak Kementrian Kominfo mengerahkan ahli
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memberantas penyalahgunaan dan perdagangan narkoba. Langkah konkret
tersebut dilakukan dengan memonitoring dan analisis transaksi narkotika melalui pos, telekomunikasi, penyiaran, informasi,
dan transaksi elektronik. Untuk itu, Kementerian Kominfo menggandeng para ahli TIK termasuk saksi ahli TIK untuk
membantu praktik pemberantasan penyalahgunaan narkoba via internet.

2
No. Absen Nama Siswa Kelas Nilai Paraf