You are on page 1of 7

Home » Biologi Kelas X » Coelenterata dan Ciri-cirinya

Coelenterata dan Ciri-cirinya


Posted by Budiyanto | 25 Comments

Coelenterata dan Ciri-cirinya- Nama Coelenterata berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelos yang
berarti rongga dan enteron yang berarti usus sehingga coelenterata berarti hewan yang memiliki
rongga. Rongga pada Coelenterata tersebut digunakan sebagai ususnya dan sebuah mulut sebagai
alat untuk menelan mangsanya, serta tentakel sebagai alat penangkap mangsanya. Coelenterata
merupakan golongan hewan diploblastik yaitu mempunyai jaringan ektoderm dan endoderm serta
mempunyai simetri radial. Jadi, bila dibandingkan dengan Porifera, Coelenterata jauh lebih
kompleks. Pernahkah Anda melihat ubur-ubur? Hewan ini merupakan salah satu binatang karang
dan termasuk dalam anggota Coelenterata. Di Jepang, ubur-ubur dimanfaatkan untuk bahan
makanan dan bahan kosmetik. Kebanyakan Coelenterata hidup di air laut, tetapi ada juga yang
hidup di air tawar. Coelenterata hidupnya bisa secara berkoloni maupun soliter (menyendiri). Tubuh
Coelenterata umumnya melekat pada dasar perairan.

1) Ciri-Ciri Coelenterata. Anggota dari phylum Coelenterata adalah Hydra, ubur-ubur, anemon
laut, dan koral. Hewan dari phylum Coelenterata digolongkan kedalam hewan diploblastik dan
bersimetri tubuh radial. Cnidaria memiliki jumlah sekitar 10.000 spesies yang sebagian besar hidup
di perairan laut. Cnidaria dikenal juga sebagai hewan Coelenterata. Spesies anggota phylum
Coelenterata tubuhnya dikelilingi oleh lenganlengan halus yang disebut tentakel dan dalam
tentakel ini terdapatnematokist. Nematokist mengandung racun yang berguna untuk
melumpuhkan mangsanya. Phylum Coelenterata memiliki ciri khas, yaitu sebagai organisme, yang
selama hidupnya mengalami dua bentuk kehidupan (dimorfis). Bentuk hidup tersebut,
yaitu polip dan medusa. Polip adalah bentuk hidup Coelenterata yang menempel pada dasar
perairan, sedangkan medusa adalah bentuk hidup Coelenterata yang bergerak melayang bebas di
perairan. Reproduksi pada Phylum Coelenterata dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif.
Polip merupakan bentuk perkembangbiakan Coelenterata secaravegetatif dan medusa adalah bentuk
perkembangbiakan Coelenterata secara generatif yang menghasilkan sperma dan sel telur.

Gambar 8.10 Ubur-ubur (Hydra)


Bila kita memotong seekor Hydra dari kepala sampai pangkal, maka hewan ini tidak mempunyai
permukaan dorsal dan permukaan ventral, maupun sisi kanan dan sisi kiri sehingga akan
menampakkan tubuhnya yang simetris radial. Tubuhnya tersusun dari dua lapisan kulit
(diplobastik), yaitu ektoderm dan endoderm. Ingatlah ektoderm sebagai lapisan luar (epidermis)
untuk melindungi endoderm sedangkan endoderm sebagai lapisan dalam (gastrodermis) untuk
pencernaan. Di antara kedua lapisan ini terdapat rongga yang berisi bahan seperti jeli, yaitu zat
gelatin yang dinamakanmesoglea dan pada lapisan ini terdapat sel-sel saraf yang letaknya tersebar
dan karena tidak mempunyai kepala, maka tidak memiliki pusat susunan saraf pusat.

Oleh beberapa ahli, mesoglea dianggap sebagai lapisan ketiga. Jika ada makanan maka bagian tubuh
yang dekat makanan akan masuk melalui lubang (mulut) dan masuk ke rongga dalam yang disebut
rongga gastrovaskular dan di dalam rongga ini proses pencernaan makanan terjadi. Coba Anda
pikirkan!

a) Fase Polip Coelenterata

Daur hidup Coelenterata mengalami fase polip dan fase medusa. Pada fase polip hidup Coelenterata
menempel di batuan perairan. Terlihat pada Gambar 8.11 (a) bentuknya seperti silinder dengan
ujung yang satu terdapat mulut yang dikelilingi tentakel dan ujung lain buntu untuk melekatkan diri.
Polip ini umumnya hidup secara soliter atau menyendiri, tetapi ada pula yang membentuk koloni,
karena dia melekat jadi tidak dapat bergerak bebas. Polip yang membentuk koloni mempunyai
beberapa macam bentuk menurut fungsinya, yaitu polip untuk makan yang disebut gastozoid. Polip
yang digunakan untuk pembiakan dengan menghasilkan medusa disebut gonozoid dan polip untuk
pertahanan. Koloni dari beberapa bentuk polip disebut polimorfisme.

b) Fase Medusa Coelenterata

Pada fase medusa, Coelenterata hidup melayang-layang di perairan. Bentuk tubuh Coelenterata
tampak seperti payung/lonceng dengan tantakel pada bagian tepi yang melingkar, tampak
transparan, dan berenang bebas. Di bagian tengah permukaan bawahnya terdapat mulut. Bentuk
tubuh lain Coelenterata seperti bunga mawar dan mendapat julukan “mawar laut”.

Fungsi dari medusa adalah untuk berkembang biak Coelenterata secara seksual, jadi pada fase
medusa ini akan menghasilkan sperma dan ovum. Tidak semua Coelenterata mempunyai bentuk
polip dan medusa, ada yang hanya mempunyai bentuk polip saja.
Gambar 8.11 (a) Bentuk polip (b) Medusa

2) Perkembangbiakan Coelenterata. Untuk memperbanyak diri, Coelenterata berkembang biak


secara aseksual dengan membentuk kuncup/tunas yang menempel pada hewan induknya, yaitu
pada kakinya dan akan membesar sehingga terbentuk tentakel kemudian terlepas sehingga dapat
menjadi individu baru. Ada juga Coelenterata yang tetap melekat pada induknya dan induknya tetap
membentuk kuncup yang lain sehingga terbentuklah koloni.

Selain secara aseksual, Coelenterata dapat juga berkembangbiak secara seksual, yaitu dengan
penyatuan sperma dan sel telur yang akan terbentuk zigot. Sperma yang telah masak dikeluarkan
dalam air dan akan berenang menuju ovum. Jika bertemu, terjadilah pembuahan dan zigot yang
akan dihasilkan tumbuh menjadi larva bersilia yang disebut planula. Zigot ini dapat berenang
meninggalkan induknya dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan makanan. Jika terdapat pada
suatu perairan yang cocok, maka akan tumbuh membentuk individu baru.

3) Jenis-Jenis Coelenterata. Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas,
yaituHydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Bagaimana ciri-ciri dari ketiga kelas tersebut?
Gambar 8.12 Beberapa hewan Coelenterata

a) Hydrozoa. Pernahkah Anda melihat Hydra, Obelia, atau Physalia. Ketiga jenis hewan ini
merupakan contoh dari Coelenterata. Perhatikan Gambar 8.12 agar lebih jelas!

(1) Hydra

Berdasarkan pengamatan dapat kita lihat bentuk Hydra seperti kantung, berongga, dan tidak
bersekat. Hidupnya secara soliter di air tawar. Makanannya berupa hewan-hewan kecil misalnya
jentik nyamuk, udang, kerang. Hydra bereproduksi secara aseksual dan seksual. Agar lebih jelas,
lihatlah Gambar 8.13!

Gambar 8.13 Hydra dengan alat perkembangbiakannya

(2) Obelia

Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. Tubuhnya
mempunyai rangka luar yang mengandung kitin. Hidupnya sebagai koloni polip, yaitu polip hidrant
yang berfungsi untuk makan dan polip gonangium yang berfungsi membentuk medusa dan dapat
menghasilkan alat reproduksi. Agar lebih jelas, amati daur hidupnya pada Gambar 8.14!
Gambar 8.14 Daur hidup Obelia

(3) Physalia

Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung, hidupnya sebagai koloni polip yaitu ada
polip untuk makan (gastrozoid), polip untuk reproduksi (gonazoid) dan polip untuk menangkap
mangsa (daktilozid).

Gambar 8.15 Siklus hidup ubur-ubur

b) Schyphozoa

Anda tentu sudah mengetahui bentuk dari ubur-ubur (Aurelia aurita)! Ubur-ubur mempunyai
ukuran yang besar dan berbentuk medusa, hewan ini sering terdampar di pantai. Daur hidupnya
seperti yang terlihat pada Gambar 8.15. Coba Anda jelaskan fase-fase daur hidup ubur-ubur dengan
melihat gambar! Perlu Anda ingat Schyphozoa memiliki bentuk dominan sebegai medusa. Hati-hati
lagi jika menyentuh ubur-ubur karena tentakelnya mengandung sel penyengat dan mengeluarkan
racun yang sangat gatal, jika tidak tahan kulit akan melepuh.

c) Anthozoa
Pernahkah Anda melihat binatang berwarna-warni seperti bunga di dalam akuarium? Hewan itu
termasuk kelas Anthozoa. Berdasarkan asal katanya, Anthozoa memiliki arti bunga, sering disebut
sebagai mawar laut, bentuknya sangat indah. Hewan ini sebenarnya mempunyai tentakel. Termasuk
jenis hewan ini adalah anemon laut dan hewan karang. Kebanyakan hidup secara berkoloni yang
membentuk rumah dari kapur yang sering dinamakan “karang”.

Coba Anda lihat bentuk karang yang bervariasi dan sangat indah. Keindahan inilah yang banyak
dimanfaatkan oleh manusia hingga berlebihan dan mengakibatkan kerusakan sehingga sekarang ini
pelestarian terumbu karang menjadi suatu program yang harus digalakkan. Coba pikirkan, apabila
terumbu karang ini rusak, apakah berpengaruh pada ekosistem lainnya?

4) Peranan Coelenterata bagi Kehidupan.

Banyak sekali manfaat coelenterata ini dalam kehidupan. Ubur-ubur salah satu anggota filum
Coelenterata sering dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk bahan makanan dan sebagai bahan
kosmetik. Coelenterata ada yang membentuk karang yang bentuknya bervariasi dan sangat indah
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai objek yang berkaitan dengan pariwisata yang dibentuk dari
jenis hewan Anthozoa. Ada juga Coelenterata yang membentuk rangka dari zat tanduk yang sering
dikenal sebagai akar bahar (Euplexaura antipathes) yang kerangkanya dapat digunakan sebagai
gelang dari jenis Anthozoa.

Share This Post To :


Facebook | Twitter
Related Posts
 Pengertian Adaptasi
 Soal dan jawaban dunia tumbuhan

 soal dan jawaban uas biologi kelas x semester 1

 Ciri-ciri Jamur

 Pengelompokan Kingdom Monera

Terahir diubah January 24, 2013 | Tags: Anthozoa, Biologi X Bab 7 Kingdom Animalia, ciri-ciri
Coelenterata, contoh hewan Coelenterata, Daur hidup Coelenterata, Fungsi dari
medusa, Hydrozoa,Jenis Jenis Coelenterata, Peranan Coelenterata bagi Kehidupan, perbedaan
Bentuk polip dan medusa,Perkembangbiakan Coelenterata, Schyphozoa, struktur tubuh Ubur-
ubur Hydra
« Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Ciri-ciri Hewan Vertebrata »
25 Comments to “Coelenterata dan Ciri-cirinya”
1. pyta says:

25 January 2012 at 20:31

susah di donlot,waduh gmna nih…..?????? aq bingung…….

Reply
2. Budiyanto says:

25 January 2012 at 21:14

maksudnya mau copas? langsung aja diblok

Reply

3. bima says:

15 March 2012 at 09:16

perbedaan antara polip dan medusa apa?

Reply

o admin says: