You are on page 1of 8
KAJIAN GEODINAMIKA LOMBOK DAN MEKANISME GEMPA YANG TERJADI Pusat Survei Geologi , Badan Geologi, KESDM (JI. Diponegoro No. 57, Bandung) 1. KERANGKA TEKTONIK DAN KEGEMPAAN Berdasarkan analisis data gaya berat dan peta batimetri , Pulau Bali-Lombok dan Sumbawa secara tektonik berada pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia di bagian selatan dan Zona Patahan Naik Flores yang ada di bagian utara, dimana merupakan struktur geologi aktif berarah realtif barat- timur, Sclain zona patahan tersebut, selat-selat di antara pulau-pulau tersebut juga dipisahkan oleh adanya patahan-patahan mendatar (oblique) yang menyebabkan adanya segmen-segmen patahan pada daerah tersebut. Aktifitas struktur-struktur geologi di wilayah ini cukup intensif yang ditandai dengan seismisitas yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa kejadian gempa besar di P. Bali, Lombok, dan sekitarnya, te ag Btn cg 2) Gambar 1. Kerangka tektonik Pulau Bali, Lombok dan sekitamya berdasarkan aralisis peta anomaly gayaberat (residual) dan peta batimetr, Pandangan Beru Kerangka Tektonik Lombok dan Sekitarnya Beberapa indikasi dari tomografi (Widiyantoro, 2014), dan pemodelan gayaberat dan magnetik (Zobaidah, 2014) memperlihatkan adanya mikrolempeng samudaera. Hal ini jarang sekali dikaji mengenai geodinamika dan implikasinya terhadap kegempaan di wilayah tersebut. Berdasarkan sebaran pusat-pusat gempa yang ada, terlihat adanya aktivitas kegempaan pada zona subduksi mikrolempeng samudra Flores Oceanic Crust) tersebut, yang berada di sebelah utara P. Lombok-Bali menunjam ke arah seiatan sehingga menjadikan wilayah P. Lombok dan sekitarnya seperti “tergencet/terjepit” di antara dua subduksi (Double Subduction System). Gambar 1, Pandangan baru terkait kerangka tektonik P, Lombok yang mempertihatkan adanya Mikro Lempeng Sainudera yang meaunjam ke arah selatan 2. Mekanisme Gempa Lombok Rangkaian kejadian gempa yang dalam satu bulan terakhir diperkirakan disebabkan oleh aktifitas sesar naik yang berada di bagian utara P. Lombok yang merupakan bagian (detachment fault) dasi zona Patahan Naik Busur Belakang Flores (Gambar 3). Berdasarkan analisis mekanisme fokal dari gempa tersebut diperkirakan gempa utama pada 29 Juli dan 5 Agustus 2018 tersebut masih berada berada pada segmen bidang patahan yang sama namun berbeda (sub segmen) area asperitinya. Sedangkan Kejadian gempa pada tanggal 19 Agustus di bagian timur P. Lombok diperkirakan berkaitan dengan aktifitas patahan naik pada sub segmen patahan lain yang berada di sebelah timurnya. Dari hasil pemodelan 3D (Gambar 4), menunjukkan bahwa rangkaian gempa tersebut terjadi pada bidang segmen Sesar Naik Lombok Utara memiliki yang tingkat area asperiti tinggi yang menyebabkan banyak gempa dan terus menerus. Dari model-model yang ada asperiti tinggi berhubungan dengan (dekat sudut depan) subduksi, sehingga subduksi ke selatan mikrolempeng samudra di utara Lombok tampak berpengaruh, 19Ags.Betantng fi 930m ¥ 2 B i 2Ags'Semoaiunnts By SAgs Todo M5 925m SIR re sen i? Cc ey: Gambar 3. Kerangka struktur geologi di Pulau Lombok dan sckitarnya, struktur geologi yang berada di bagian utara Pulau Lombok berasosiasi dengan rangkaian kejadian gempabumi satu bulan terakhir.