You are on page 1of 20

LAPORAN PRAKTIKUM

PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI


HAND TOOL

Kelompok : E-24 Tgl Praktikum :


Nama 1.: A. Cipto Darmawan Hari Praktikum :
(14522439) Dikumpulkan tgl :
2. Dwi Ariwibowo
(14522436)
Kelas : E Yogyakarta , , 2016
Asisten :
Asisten
Kriteria Penilaian
Format :
Laporan
Perhitungan :
Analisa : ( Auilya )
Rekomendasi : E-100
TOTAL :

LABORATORIUM DESAIN KERJA DAN ERGONOMI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2016
BAB I
HAND TOOL
1.1. Tujuan Pratikum
Tujuan dari pratikum hand tool ini adalah sebagai berikut :
1. Memperkenalkan kepada pratikum tentang work-tools design.
2. Memperkenalkan pentingnya work-design dalam pencegahan CTD.
3. Pratikum mampu mendesign work-tool berdasarkan teori yang diajarkan.
4. Pratikum mampu menghitung kekuatan tangan pada laki-laki dan
perempuan.

1.2. Tugas Pratikum


Tugas dari pratikum ini adalah mampu membuat sedain alat yang menggunakan
bantuan tangan dalam menggunakan dengan menerapkan bantuan antropometri.

1.3. Output
1.3.1 Data Operator
Pada penelitian ini akan dilakukan re-design pada alat keseharian yang
bernama gunting. Pada desain gunting ini diperlukan beberapa dimensi tubuh
yang harus diambil datanya, yaitu:
1. Panjang tangan (PT)
2. Panjang telapak tangan (PTT)
3. LKT
4. Lebar maksimum (LBMAX)
5. Diameter lingkaran tangan (DgMin)
Dalam penelitian hand tool ini menggunakan 30 data. Berikut
merupakan data operator yang didapat dari bank data:
Tabel 1.1 bank data
1.3.2 Uji normalitas
Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data
sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pengolahan Data
Normalitas dengan menggunakan software SPSS.
1. Hipotesis
Ho = data berdistribusi normal
Ha = data tidak berdistribusi normal
2. Probabilitas kesalahan sebesar (𝛼) = 5%
3. Kriterian Pengujian :
Jika signifikansi > 0.05 maka data berdistribusi normal
Jika signifikansi < 0.05 maka data tidak berdistribusi normal
4. Berikut ini hasil dari output software SPSS, yaitu :

Gambar 1.2 uji normalitas


Berdasarkan dari hasil Uji Normalitas diatas diketahui bahwa : PT
memiliki nilai signifikansi 0.200, PTT memiliki nilai signifikansi 0.200, LTM
memiliki nilai signifikansi 0.009, LBMAX memiliki nilai signifikansi 0.134,
LKT memiliki nilai signifikansi 0.200. Artinya pada kolom signifikan
(Kolmogorov-smirnov) probabilitas lebih dari 0,05 maka seluruh elemen Ho
diterima yang berarti populasi berdistribusi normal.

1.3.3 Uji kecukupan data


Uji kecukupan data adalah suatu pengujian yang dilakukan untuk
mengetahui apakah data operator yang kita gunakan sudah mencukupi semua
populasi atau belum. Data dikatakan cukup apabila jumlah N’ ≤ N. N adalah
jumlah data yang digunakan pada penelitian ini. Untuk menghitung kecukupan
data yang dapat digunakan dengan perhitungan sebagai berikut (Barnes, 1900):
2
k⁄ √(N ∑ x 2 ) − (∑ x)2
s
N′ =
∑X
[ ]
Keterangan:
N = jumlah data
K = tingkat kepercayaan
Bila tingkat kepercayaan 99%, maka k=2.58 = 3
S = derajat ketelitian 10% (0.1)
Pada uji kecukupan data ini dilakukan perhitungan hasilnya adalah sebagai
berikut :
Tabel 1.2 uji kecukupan data
DIMENSI PT PTT LKT LBMAX DgMin
Uji Kecukupan Data 2.156 4.79 11.503 16.898 27.122

1) uji kecukupan data PT


𝑘/𝑠√(𝑁𝛴𝑋 2 )–(𝛴𝑋)2
N’ =[ ]
𝛴𝑋

2/0,1√(30(9726.72)–(539)2
N’ =[ ]
539

N’ = 2.156

2) uji kecukupan data PTT


𝑘/𝑠√(𝑁𝛴𝑋 2 )–(𝛴𝑋)2
N’ =[ ]
𝛴𝑋

2/0,1√(30(3170.98)–(306.6)2
N’ =[ ]
306.6

N’ = 4.79

3) uji kecukupan data LKT


𝑘/𝑠√(𝑁𝛴𝑋 2 )–(𝛴𝑋)2
N’ =[ ]
𝛴𝑋

2/0,1√(30(2238.59)–(255.5)2
N’ =[ ]
255.5
N’ = 11.503

4) uji kecukupan data LBMAX


𝑘/𝑠√(𝑁𝛴𝑋 2 )–(𝛴𝑋)2
N’ =[ ]
𝛴𝑋

2/0,1√(30(11634.73)–(578.7)2
N’ =[ ]
578.7

N’ = 16.898

5) uji kecukupan data DgMin


𝑘/𝑠√(𝑁𝛴𝑋 2 )–(𝛴𝑋)2
N’ =[ ]
𝛴𝑋

2/0,1√(30(118.64)–(72.8)2
N’ =[ ]
72.8

N’ = 27.122

Pada uji kecukupan data, dilakukan perhitungan dengan


menggunakan Microsoft excel. N bernilai 30 karena pada penelitian ini
digunakan 30 data operator yang diambil dari bank data. Pada uji
kecukupan data untuk dimensi PT didapat nilai N’ sebesar 2.156, untuk
dimensi PTT didapat nilai N’ sebesar 4.79, untuk dimensi LKT didapat nilai
N’ sebesar 11.503, untuk dimensi LBMAX didapatkan nilai N’ sebesar
16.898 dan untuk dimensi DgMin didapat N’ sebesar 27.122. Karena semua
nilai N’ lebih kecil daripada nilai N maka didapat hasil bahwa pada semua
dimensi data yang digunakan sudah memenuhi uji kecukupan data.
1.3.4 Keseragaman Data
Dalam uji keseragaman data terdapat dua parameter yang digunakan
yaitu Batas Kontrol Atas (BKA) dan Batas Kontrol Bawah (BKB).
Sebelumnya kita harus mencari dahulu simpangan baku dari data tersebut
dengan menggunakan rumus :
2
∑(𝑋 − 𝑋𝑖)
𝜎 = [√ ]
𝑁−1

Keterangan:
σ = Standar deviasi / simpangan baku
1) Simpangan baku dimensi PT

𝛴(𝑋̅ − 𝑋𝑖)2
𝛿 = [√ ]
𝑁−1

42.68667
= [√ ]
30 − 1

42.68667
= [√ ]
29

= 1.471954
2) Simpangan baku dimensi PTT

𝛴(𝑋̅ − 𝑋𝑖)2
𝛿 = [√ ]
𝑁−1

37.528
= [√ ]
30 − 1

37.528
= [√ ]
29

= 1.294069

3) Simpangan baku dimensi LKT

𝛴(𝑋̅ − 𝑋𝑖)2
𝛿 = [√ ]
𝑁−1

62.58167
= [√ ]
30 − 1

62.58167
= [√ ]
29

= 2.157989
4) Simpangan baku dimensi LBMAX

𝛴(𝑋̅ − 𝑋𝑖)2
𝛿 = [√ ]
𝑁−1

88.97866667
= [√ ]
30 − 1

88.97866667
= [√ ]
29

= 3.068229885

5) Simpangan baku dimensi DgMin

𝛴(𝑋̅ − 𝑋𝑖)2
𝛿 = [√ ]
𝑁−1

11.97867
= [√ ]
30 − 1

11.97867
= [√ ]
29

= 0.413057

Setelah dilakukan perhitungan maka didapat hasil berikut:


Simpangan baku PT : 1.47

Simpangan baku PTT : 1.29

Simpangan baku LKT : 2.16

Simpangan baku LBMAX : 3.06


Simpangan baku DgMin : 0.42

Di dapatkan hasil tabel sebagai berikut :


Tabel 1.3 simpangan baku
No Dimensi Simpangan Baku

17.96667
1 PT 1.471954
10.22
2 PTT 1.294069
8.516667
3 LKT 2.157989
20.00667
4 LBMAX 3.06
2.426667
5 DgMin 0.413057

Dari hasil data simpangan baku tersebut maka kita bias menentukan BKA
dan BKB. Perhitungan BKA dan BKB dapat ditentukan dengan rumus sebagai
berikut ini (Montgomery, 2002) :
BKA = X + Kσ
BKB = X − Kσ
Hasil untuk BKA daan BKB adalah sebagai beikut :
1. Hasil BKA dan BKB dimensi PT
BKA = x̅ + k δ
= 17.96667 + 2(1.471954)
= 20.91
BKB = x̅ - k δ
= 17.96667 - 2(1.471954)
= 15.02

2. Hasil BKA dan BKB dimensi PTT


BKA = x̅ + k δ
= 10.22 + 2(1.294069)
= 12.80

BKB = x̅ - k δ
= 10.22 + 2(1.294069)
= 7.63
3. Hasil BKA dan BKB dimensi LKT
BKA = x̅ + k δ
= 8.516667 + 2(2.157989)
= 12.83

BKB = x̅ - k δ
= 8.516667 - 2(2.157989)
= 4.20

4. Hasil BKA dan BKB dimensi LBMAX


BKA = x̅ + k δ
= 20.00667 + 2(3.06)
= 26.12

BKB = x̅ - k δ
= 20.00667 - 2(3.06)
= 13.88

5. Hasil BKA dan BKB dimensi DgMin


BKA = x̅ + k δ
= 2.426667 + 2(0.413057)
= 3.5

BKB = x̅ - k δ
= 2.426667 - 2(0.413057)
= 1.18

Di dapatkan hasil tabel sebagai berikut :


Tabel 1.4 hasil BKA dan BKB

Dimensi
PT 20.91 15.02
PTT 12.80 7.63
LKT 12.83 4.20
LBMAX 26.12 13.88
DgMin 3.5 1.18

Untuk memperjelas hasil dari keseragaman data digunakan grafik sebagai


berikut:
1. Uji Keseragaman Untuk Dimensi PT

PT
25

20

15

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

bka pt bkb

Gambar 1.3 grafik uji keseragaman PT

Berdasarkan batas BKA dan BKB yang telah dihitung, grafik tersebut
berada diantara nilai BKA dan BKB, sehingga data dapat dikatakan seragam.

2. Uji keseragaman untuk dimensi PTT


PTT
14

12

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

bka ptt bkb

Gambar 1.3 grafik uji keseragaman PTT

Berdasarkan batas BKA dan BKB yang telah dihitung, grafik tersebut
berada diantara nilai BKA dan BKB, sehingga data dapat dikatakan seragam.

3. Uji keseragaman untuk dimensi LKT

LKT
14

12

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

bka ltm bkb

Gambar 1.5 grafik uji keseragaman LKT

Berdasarkan batas BKA dan BKB yang telah dihitung, grafik tersebut
berada diantara nilai BKA dan BKB, sehingga data dapat dikatakan seragam.
4. Uji keseragaman untuk dimensi LBMAX

LBMAX
30

25

20

15

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

bka lbmax bkb

Gambar 1.6 grafik uji keseragaman LBMAX

Berdasarkan batas BKA dan BKB yang telah dihitung, grafik tersebut
berada diantara nilai BKA dan BKB, sehingga data dapat dikatakan seragam.

5. Uji keseragaman untuk dimensi DgMin

DgMin
4
4
3
3
2
2
1
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

bka PJT bkb

Gambar 1.7 grafik uji keseragaman DgMin

Berdasarkan batas BKA dan BKB yang telah dihitung, grafik tersebut
berada diantara nilai BKA dan BKB, sehingga data dapat dikatakan seragam.
Dari grafik-grafik diatas dapat dilihat bahwa data masing-masing dimensi
yang digunakan tidak melewati batas BKB dan BKA. Hasil dari uji
keseragaman adalah data-data yang digunakan sudah seragam.

1.3.5 Persentil
Persentil adalah nilai dari suatu dimensi antropometri yang mewakili
presentase populasi yang memiliki ukuran dimensi tertentu atau lebih rendah.
Informasi ini sangat penting dalam tahap perencanaan karena dapat membantu
untuk memperkirakan presentase populasi pengguna yang dapat diakomodasi
oleh desain tertentu (wickens et al,2004).
Nilai persentil dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini
(purnomo,2013):
Px = X + 𝑍𝑥. 𝑆𝐵
Keteragan :
X = Nilai rata – rata X
SB = Simpangan Baku
Zx = Nilai Standar Normal
Berikut ini merupakan nilai standar normal dari setiap persentil yang
digunakan dalam pengukuran antropometri:
Tabel 1.5 Nilai Standar Normal
Nilai Standar Normal
0.5 1 2.5 5 10
Persentil
0.95 99 97.5 95 90
Zx 2.575 2.327 1.96 1.645 1.282

 P95 PT = X + 𝑍𝑥. 𝑆𝐵
= 17.96667 + 1.645 × 1.471954
= 20.38
 Allowance = 20.38 + (20% x 20.38) = 24.46

 P95 PTT = X + 𝑍𝑥. 𝑆𝐵


= 12.80 + 1.645 × 7.63
= 25.35
 Allowance = 25.35 + (20% x 25.35) = 30.42
 P95 LKT = X + 𝑍𝑥. 𝑆𝐵
= 12.83 + 1.645 × 4.20
= 19.74
 Allowance = 19.74 + (20% x 19.74) = 23.69

 P95 LBMAX = X + 𝑍𝑥. 𝑆𝐵


= 26.12 + 1.645 × 13.88
= 48.95
 Allowance = 48.95 + (20% x 48.95) = 58.74

 P95 DgMin = X + 𝑍𝑥. 𝑆𝐵


= 3.25 + 1.645 × 1.18
= 5.19
 Allowance = 5.19 + (20% x 5.19) = 6.23

1.3.6 Analisis Produk


Work-tools merupakan alat bantu yang cukup penting dalam kehidupan sehari-
hari dimana dalam penggunaannya bisa menimbulkan cidera/berbahaya. Meskipun
work-tool dibuat dengan design khusus untuk memudahkan pekerjaan dan dianggap
aman, akan tetapi tak jarang kecelakaan yang tidak disengaja terjadi dalam
penggunaan alat kerja tersebut. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan dalam design
produk agar suatu pekerjaan menjadi Ergonomic tanpa menyebabkan cidera bagi
penggunanya, dan dapat membantu dalam pengerjaan yang tidak bisa dilakukan
dengan tangan kosong. Work-tools digunakan dalam rangka meningkatakan
kemampuan/performansi kerja, sehingga pekerjaan tersebut menjadi lebih efisien.
Dalam pratikum hand tool ini operator yang di teliti adalah seluruh mahasiswa,
dengan mengukur antropometri pada tangan, setelah mendapatkan data hand tool
maka dapat dibuat sebuah produk yang berupa alat pemotong yang disebut gunting.
Dimensi yang digunakan untuk membuat alat berupa gunting ini meliputi : PT, PTT,
LKT, LBMAX, dan DgMin. Dengan menggunakan pengukuran persentil 95. Hal ini
dikarenakan agar alat yang dibuat berupa gunting ini biasa digunakan oleh tangan
yang berukuran besar atupun tangan yang berukuran kecil.
1.3.7 analisis penerapan ergonomi
1. Hindari design yang kaku dengan memberikan kontur pada alat sesuai dengan
bentuk jari.(menggunakan percentile 50)
2. Hindari penggunaan alat yang menuntut gerakan yang tidak dapat digunakan
secara efektif dengan postur normal dan tekanan rendah.
3. Hindari alat dengan ujung/pangkal yang tajam.
4. Permukaan pada genggaman nyaman dan tidak licin saat digunakan.
5. Pastikan ukuran dari alat yang digunakan pas (tidak terlalu kecil) karena alat
yang ukurannya tidak sesuai membutuhkan tenaga lebih besar dalam
penggunaannya.
6. Alat yang digunakan sebaiknya memiliki kapabilitas untuk digunakan baik
dengan tangan kanan ataupun tangan kiri.
7. Alat sebaiknya efektif untuk digunakan baik laki-laki maupun perempuan.
8. Alat sebaiknya memiliki tujuan khusus / alat hanya digunakan untuk kegiatan
tertentu.
9. Alat sebaiknya bisa digunakan diberbagai posisi tangan (minimalisasikan
terjadinya sudut agar tidak terjadi cidera)

1.3.8 Kesimpulan
Alat yang di desain oleh manusia terkadang masih tidak sesuai dengan
ukuran tubuh manusia sehingga alat tersebut tidak ergonomis dan efisien
dalam penggunaannya. Dengan adanya pengukuran hand tool ini maka alat
yang di desain dengan ukuran yang sesuai dapat membuat si pemakai gunting
ini dapat menggunakannya dengan baik dan ergonomic, karena pembuatan alat
ini disesuaikan dengan ukuran dimensi tangan manusia baik yang memiliki
ukuran kecil ataupun besar, kami membuatnya tidak menggunakan lubang
seperti pada gunting pada umumnya adalah agar bisa melakukan pekerjaan
dengan cepat , efisien dan ergonomic, yang outputnya manusia dapat
menggunakannnya dengan baik tanpa menanggung resiko cidera atau CTD.
Lampiran
Desain Produk