You are on page 1of 11

PEMERINTAH KABUPATEN PIDIE JAYA

DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
PUSKESMAS PANTERAJA
JL. Banda Aceh-Medan Km.145 Gampong Tu Panteraja. Hp/Wa: 082375979387
Email :puskesmas.panteraja@yahoo.co.id Kode Pos. 24185

PEDOMAN PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan sebenarnya bukanlah hal
yang baru.Pada tahun ( 1820 – 1910 ) Florence Ningtingale seorang perawat
dari Inggris menekankan pada aspek – aspek keperawatan pada peningkatan
Mutu Pelayanan.
Di Indonesia langkah awal yang sangat mendasar dan terarah yang telah
dilakukan Departemen Kesehatan dalam rangka upaya peningkatan yaitu
penetapan akreditasi untuk puskesmas.
Puskesmas Panteraja berkomitmen untuk menyediakan pelayanan
kesehatan yang bermutu tinggi yang berorientasi pada keselamatan pasien dan
salah satu caranya melalui implementasi standar akreditasi Puskesmas.
Dalam standar akreditasi agar puskesmas melakukan monitoring indikator
mutu klinis, manajerial,melakukan penyusunan standar pelayanan operasional,
melakukan monitoring pelaporan insiden dan melakukan pengkajian proaktif
untuk meningkatkan keselamatan pasien, oleh karena itu dalam program
peningkatan mutu dan kinerja Puskesmas Panteraja di fokuskan pada area –
area tersebut.

1. Profil Puskesmas

Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan,pusat pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian hidup
sehat,pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Untuk dapat melaksanakan
fungsi tersebut,maka perlu ditunjang sarana dan prasarana yang
memadai,berupa sarana fisik ( Bangunan gedung, pelaratan medis maupun
non medis ) serta sumber daya manusia. Selain itu agar dapat melaksanakan
fungsi puskesmas sebagaimana mestinya, harus di tunjang dengan
manajemen yang baik,dimana diperlukan perencanaan yang jelas, strategi
pelaksaan yang terarah. Demikian juga diperlukan
pengawasan,pengendalian,penilaian dan evaluasi terhadap semua kegiatan
Puskesmas.
Menghadapi tantangan era globalisasi dalam persaingan bebas dan ketat,
maka perlu peningkatan mutu dan kinerja puskesmas sebagai pusat
pelayanan kesehatan dipuskesmas agar bias memenuhi tuntutan sesuai
standar internasional. Pedoman mutu ini akan menjadi pedoman Puskesmas
Panteraja , Pedoman Mutu Puskesmas Panteraja tercermin dalam Visi, Misi,
tujuan dan tata nilai Puskesmas.

a. Gambaran Umum Puskesmas Panteraja
Pada awalnya Puskesmas Panteraja masih mengalami banyak
kekurangan baik fisik, program, dan pelayanan. Puskesmas Panteraja
adalah puskesmas rawat jalan yang melasanakan kegiatan rawat jalan
baik kegiatan dalam gedung maupan di luar gedung.Puskesmas Panteraja
memiliki wilayah kerja 4.000 Ha yang terdiri dari 10 desa (Tu, Keude,
Hagu, Mukablang, Mesjid, Teungoh, Tunong, Lhokpuuk, Reudep,
Peurade) dan memiliki 2 kemukiman diantaranya adalah : Kemukiman
Panteraja Timur, Kemukiman Panteraja Barat. Batas wilayah kerja
Puskesmas Panteraja antara lain : Utara berbatasan dengan Selat
Malaka, Selatan berbatasan dengan Bukit barisan, Timur berbatasan
dengan Tringgadeng, Barat berbatasan Bandar Dua. Berdasar data
penduduk Kecamatan Panteraja tahun 2017 jumlah penduduk 9312 jiwa
atau 2023 KK

b. Visi
Menjadikan Puskesmas Hebat Pilihan Masyarakat

c. Misi

1. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat;
2. Meningkatkan tata kelola administrasi dan keuangan yang akuntabel;
3. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan
lingkungan;
4. Meningkatkan kesejahteraan pegawai;

d. Struktur Organisasi Puskesmas Panteraja
No Nama Jabatan
1 Syukriani, SKM Ka. Puskesmas

2 Maimun Ka. Tata Usaha

3 Zuraida, SKM Kepegawaian

Juliana, Amd.Kep Rumah Tangga

3 Rinayati, A.Md.Keb Pengelola Data dan Informasi

3 Lisma Unita, A.Md.Keb Bendahara JKN

4 Asyura, A.Md.Keb Bendahara BOK

5 Penananggung Jawab UKM Yuhanadh, SST

6 Mauliani, SKM Ka. Promkes

7 Irayana, AMKL Ka. Kesling

8 Yusra Nadiah, AMG Ka. Gizi

9 Juliana, A.Md.Kep Ka. Ispa/ Hiv AIDS

10 Maryani, A.Md.Kep Ka. Surveilans

11 Habsah, A.Md.Kep Ka. Keswa

12 Asrina, A.Md.Kep Ka. Lansia

13 Ns. Juairiyah Ka. PTM

14 Eviana, A.Md.Kep Ka. Malaria/ DBD

15 Syarifah, A.Md.Kep Ka. TB/ Kusta

16 Rosita, A.Md.Kep Ka. UKS

17 drg. Intan Yumanita Ka. UKGS

18 Yusnidar, AMKL Ka. Yaskestrad

19 Dahniar, AMKL Ka. Poskestren

20 Asyura, A.Md.Keb Ka. PKPR

21 dr. Ayu Rahayu Penanggung Jawab UKP dan
Laboraturium

22 dr. Ayu Rahayu Ka. Pemeriksaan Umum

23 drg. Intan Yumanita Ka. Kesehatan Gigi dan Mulut

24 dr.Radhyah Ka. UGD

25 Mardhyah, Amd.Kep Ka. Imunisasi

26 Lisma Unita, Amd.Kep Ka. Persalinan

27 Diana, AMKL Ka. Pendaftaran dan RM

28 Yuhanadh, SST Ka. KIA dan KB

29 Nunrjanah, Amd. Farm Ka. Farmasi

30 Mardiana Ka. Laboraturium

31 Rifaul Husna, S.Tr, Gizi Konsultasi Gizi

32 Fitriah, SST Ka.MTBS

33 Fauziah, SKM Penanggung Jawab Jaringan
Pelayanan dan Fasyankes

34 Zainal Abidin Ka. Pustu

35 Syamsidar, Amd.keb Koor.Bidan desa/ Polindes

36 Husniar, Amd.Keb Ka. Jejaring Fasyankes
e.Tata Nilai

B : Berorientasi (Berpikir, berkata, berprilaku serta bertindak sesuai
aturan kepuasan pasien
I : Inovasi (Perbaikan yang berkelanjutan)
R : Ramah (Memiliki sikap sopan dan santun)
U :
Unggulan (Berusaha menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan)

2. Kebijakan Mutu
a. Kami jajaran pengelola dan seluruh staf Puskesmas Panteraja
berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan
pelanggan.Kami berkomitmen untuk memperbaiki proses pelayanan
berdasarkan fakta.Kepala Puskesmas harus memastikan bahwa
kebijakan mutu :
1. Sesuai dengan sasaran organisasi
2. Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan dan terus
menerus memperbaiki efektifitas system manajemen mutu
3. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau
sasaran mutu
4. Dikomunikasikan dan dipahami dalam organisasi
5. Ditinjau kesesuaiannya secara terus menerus
b. Kebijakan teknis dalam perbaikan mutu dan keselamatan pasien
3. Proses pelayanan
a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat ( UKM )
Upaya kesehatan masyarakat atau disebut sebagai upaya kesehatan
wajib adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan komitmen
Nasional,Rasional dan Global serta mempunyai daya ungkit tinggi
untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat terdiri dari :
1. Upaya Kesehatan Wajib
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Kesehatan Ibu & Anak serta keluarga berencana
d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
e. Upaya Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
1. TB Kusta
2. Imunisasi
3. Survailens
4. Malaria
5. Diare
6. Ispa
2. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengembangan ( perorangan ) adalah upaya
yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang
ditemukan di masyarakat serta disesuaikan dengan kemampuan
puskesmas.
Upaya Kesehatan ini meliputi :
a Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Kesehatan Jiwa
c. Upaya kesehatan lanjut usila
d. Upaya pembinaan pengobatan tradisional
e. PKPR
f. Poskestren
g. Kesjaor
3. Upaya kesehatan perorangan ( UKP )
Upaya Kesehatan perorangan terdiri dari :
a. Rekam Medik
b. Farmasi
c. Pomeriksaan Umum
d. Kesehatan Gigi dan Mulut
e. UGD
f. MTBS
g. KIA-KB
h. Persalinan
i. Imunisasi
j. Laboraturium
B. Ruang Lingkup
Lingkup Pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan ISO . Dan
standar akreditasi puskesmas, yang meliputi
1. Persyaratan umum sistem manajemen mutu, tanggung jawab
manajemen, manajemen sumber daya, proses pelayanan yang
terdiri dari penyelenggaraan UKM dan pelayanan Klinis
memperhatikan keselamatan sasaran/ pasien dengan menerapkan
manajemen.
2. Tanggung jawab manajemen
Manajemen puncak harus memberikan bukti atas komitmennya
pada penyusunan di penerapan sistem manajemen mutu serta
efektifitas koreksi berkesenambungan
a. Mengkomunikasikan ke organisasi tentang pentingnya
memenuhi persyaratan peraturan
b. Menetapkan kebijakan mutu
c. Memastikan sasaran mutu ditetapkan
d. Melakukan tinjauan manajemen
e. Memastikan tersedianya sumber daya
3. Manajemen sumber daya
Organisasi harus menetapkan dan menyediakan sumber daya
yang di butuhkan
a. Untuk menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu
secara berkesinambungan meningkatkan keefektifitasnya
b. Untuk mencapai kepuasan pelanggan dengan memenuhi
persyaratan pelanggan Sumber daya manusia, Personil yang
melaksanakan pekerjaan yang mempengaruhi kesesuaian
terhadap persyaratan produk harus memilki kopetensi atas
dasar pendidikan,pelatihan,ketrampilan dan pengalaman yang
sesuai.
C. Tujuan
Tujuan umum adalah sebagai acuan bagi Puskesmas dalam mebangun
sistem manajemen mutu baik untuk penyelanggaraan UKM maupun untuk
penyelengaraan Upaya Kesehatan Klinis
Tujuan Khusus adalah Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang
sesuai standar pelayanan
1. Meningkatkan kepuasan pasien / Konsumen Puskesmas
2. Meningkatkan Citra Puskesmas
3. Meningkatkan daya saing
4. Memilki dokumen mutu yang lebih baik.
D. Landasan hukum dan acuan
Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan pedoman mutu ini
adalah : SK Kepala Puskesmas dan acuan yang digunakan dalam
menyususn pedoman mutu ini adalah : Standar Akreditasi Puskesmas
Dan Persyaratan ISO 9001 : 2008
E. Istilah dan definisi
a. Pelanggan
adalah semua orang yang menuntut untuk memenuhi suatu
standar kualitas tertentu yang akan memberikan pengaruh pada
performa kita untuk peningkatan mutu kinerja Puskesmas.
b. Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah suatu keadaan dimana keinginan,
harapan dan kebutuhan pelanggan dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai
memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan
harapan pelanggan
c. Pasien
Setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya
untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara
langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi.
d. Koreksi
Adalah Pembetulan; perbaikan; pemeriksaan: koreksi terhadap diri
sendiri akan menumbuhkan sikap rendah hati dan tidak cepat
menyalahkan orang lain.
e. Tindakan korektif
Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang
ditemukan atau situasi yang tidak dikehendaki.
f. Tindakan preventif
Melakukan berbagai tindakan untuk menghindari terjadinya berbagai
masalah kesehatan yang mengancam diri kita sendiri maupun orang
lain di masa yang akan datang.
g. Pedoman mutu
Adalah sebuah dokumen yang berisi pernyataan dan komidmen
puskesmas.
h. Dokumen
Dokumen adalah surat penting atau berharga yang sifatnya tertulis
atau tercetak yang berfungsi atau dapat di pakai sebagai bukti ataupun
keterangan
i. Rekaman
Rekaman adalah suatu dokumen yang menyatakan bahwa sesuatu
hasil telah di capai atau suatu bukti kegiatan telah dilaksanakan.
j. Efektifitas
adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara
membandingkan output anggaran atau seharusnya dengan output
realisasi atau sesungguhnya .
k. Efisiensi
adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output
(hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan),
seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan
sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang
telah diselesaikan.”
l. Proses
adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami
atau didesain,mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau
sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses
mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat
dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya.
m. Sasaran Mutu
Sasaran Mutu adalah goals atau target dari suatu organisasi dalam
melakukan suatu proses yang ingin dicapai dalam jangka waktu
tertentu. Sasaran mutu merupakan metoda yang di gunakan oleh
Puskesmas untuk tetap fokus mengejar target yang berasal dari
Pedoman Mutu hingga rencana untuk pencapaian.
n. Perencanaan mutu
Adalah Dokumen yang menetapkan proses prosedur dan sumber
daya terkait yang akan diterapkan oleh siapa dan kapan untuk
memenuhi persyaratan puskesmas.
o. Kebijakan mutu
kebijakan Mutu adalah kebijakan resmi dan tertulis dari pimpinan
tentang komitmen dalam memperhatikan dan mempertimbangkan
aspek-aspek mutu dalam aktifitas keseharian organisasi.
II. Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Penyelenggaraan Pelayanan
A. Persyaratan umum:
Puskesmas Panteraja menetapkan, mendokumentasikan,
memelihara system manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi
Puskesmas. Sistem ini disusun untuk memastikan telah diterapkannya
persyaratan pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan
pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya puskesmas
maupun pelayananan klinis, yang meliputi kejelasan proses pelayanan
dan interaksi proses dalam penyelenggaraan pelayananan, kejelasan
penanggung jawab, penyediaan sumber daya, penyelenggaraan
pelayanan itu sendiri mulai dari perencanaan yang berdasar kebutuhan
masyarakat/pelanggan, verifikasi terhadap rencana yang disusun,
pelaksanaan pelayanana, dan verifikasi terhadap proses pelayanan dan
hasilhasil yang dicapai, monitoring dan evaluasi serta upaya
penyempurnaan yang berkesinambungan.

B. Pengendalian dokumen:
Secara umum dokumen-dokumen dalam system manajemen mutu yang
disusun meliputi:

Dokumen level 1 : Kebijakan,
Dokumen level 2: pedoman/manual,
Dokumen level 3: standar prosedur operasional, dan
Dokumen level 4: rekaman-rekaman sebagai catatan sebaga akibat
pelaksanaan kebijakan, pedoman, dan prosedur

III. Tanggung jawab manajemen:
A. Komitmen manajemen Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen
mutu, penanggung jawab upaya, penanggung jawab pelayanan klinis, dan
seluruh karyawan puskesmas bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh
persyaratan yang ada pada manual mutu ini
B. Fokus pada sasaran/pasien: Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas
dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. Pelanggan dilibatkan mulai dari
identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan, perencanaan penyelenggaraan
upaya puskesmas dan pelayanan klinis, pelaksanaan pelayanan, monitoring dan
evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.
C. Kebijakan mutu: Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan
pelayanan yang berfokus pada pelanggan, memperhatikan keselamatan
pelanggan, dan melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan. Kebijakan mutu
dituangkan dalam surat keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan
mutu pelayanan klinis dan kebijakan mutu pelayanan UKM
D. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu
Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan
minimal yang meliputi indicator-indikator pelayanan klinis, indikator
penyelenggaraan upaya puskesmas. Perencanaan disusun dengan
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan kewajiban
pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan.
Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien berisi program -
program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi:
1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP
2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien
3. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas
4. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga
5. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien
6. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium
7. Peningkatan mutu pelayanan obat
8. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan
keselamatan pasien
E. Tanggung jawab, wewenang (jelaskan tangung jawab dan wewenang mulai dari
penanggung jawab mutu, penanggung jawab UKM, tanggung jawab pelayanan
klinis, dan seluruh pegawai dalam peningkatan mutu
a. Tanggung jawab penanggung jawab manajemen mutu
- Ketua manajemen mutu melaksanakan kebijakan manjemen mutu
puskesmas.
-Melaksanakan mutu melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan
manajemen mutu puskesmas.
b. Wewenang penanggung jawab manajemen mutu
- melaksanakan fungsi manajemen dan supervisi
- melaksankan kebijakan manajemen mutu puskesmas serta sasaran
mutu kinerja
- melaksanakan mutu pelayanan dan upaya pelayanan
- melaksanakan standar prosedur operasional puskesmas
- mengupayakan sumber daya manusia ( SDM ) dan saranan dan
prasiana yang dibutuhkan dalam penerapan sistem manajemen mutu
pelayanan puskesmas
- mengupayakan pengembangan sistem manajemen mutu puskesmas

F. Komunikasi internal
Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (minilokakarya),
pertemuan, diskusi, email, sms, memo dan media lain yang tepat untuk
melakukan komunikasi .

IV. Tinjauan Manajemen:
A. Umum: Rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali dalam setahun
Tinjauan yang mencakup penilain peluang koreksi dan keperluan akan
perubahan pada sistem manajemen mutu , termasuk kebijakan mutu dan
sasaran mutu.
B. Masukan tinjauan manajemen meliputi:
1. Hasil audit
2. Umpan balik pelanggan
3. Kinerja proses
4. Pencapaian sasaran mutu
5. Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
6. Tindak lanjut tehadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
7. Perubahan terhadap Kebijakan mutu
8. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap system manajemen mutu/system
pelayanan
C. Luaran tinjauan: Hasil yang diharap dari tinjauan manajemen adalah peningkatan
efektivitas system manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan
persyaratan pelanggan, dan identifikasi perubahan-perubahan, termasuk
penyediaan sumber daya yang perlu dilakukan

V. Manajemen sumber daya:
A. Penyediaan sumber daya Kepala puskesmas berkewajiban menyediakan
sumber daya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pelayanan di puskesmas.
Penyediaan sumber daya meliputi: (baik untuk penyelenggaraan UKM maupun
pelayanan klinis)
B. Manajemen sumber daya manusia Penyediaan sumber daya manusia, proses
rekrutmen, proses krudensial, proses pelatihan dan peningkatan kompetensi
C. Infrastruktur
Menyediakan dan memelihara prasarana yang diperlukan untuk mencapai
kesesuaian pada persyaratan,prasarana mencakup adanya gedung,ruang kerja
dan sarana yang terkait.Peralatan proses ( baik perangkat keras maupun
perangkat lunak ) dan jasa pendukung adanya transport ,komunikasi dan system
informasi yang jelas .
D. Lingkungan kerja berhubungan dengan kondisi dimana pekerjaan dilaksanakan
termasuk faktor fisik,lingkungan dan factor lain seperti suara, suhu, kelembaban,
pencahayaan atau cuaca ) .

VI. Penyelenggaraan Pelayanan:
A.Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM):
1. Perencanaan UKM, akses, dan pengukuran kinerja
2. Proses yang berhubungan dengan sasaran:
a. Penetapan persyaratan sasaran
b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
c. Komunikasi dengan sasaran
3. Penyelenggaraan UKM
a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya
b. Validasi proses penyelenggaraan upaya
c. Identifikasi dan mampu telusur
d. Hak dan kewajiban sasaran
e. Pemeliharaan barang milik pelanggan
f. Manajemen risiko dan keselamatan
2) Pengukuran, analisis dan penyempurnaan Sasaran Kinerja UKM:
A. Umum
B. Pemantauan dan pengukuran:
1) Kepuasan pelanggan
2) Audit internal
3) Pemantauan dan pengukuran proses
4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan
C. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
D. Analisis data
E. Peningkatan berkelanjutan
F. Tindakan korektif
G. Tindakan preventif

B.Pelayanan klinis (Upaya Kesehatan Perseorangan) :
a. Perencanaan Pelayanan Klinis
b. Proses yang berhubungan dengan pelanggan
c. Pembelian/pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis:
1) Proses pembelian
2) Verifikasi barang yang dibeli
3) Kontrak dengan pihak ketiga
d. Penyelenggaraan pelayanan klinis:
1) Pengendalian proses pelayanan klinis
2) Validasi proses pelayanan
3) Identifikasi dan ketelusuran
4) Hak dan kewajiban pasien
5) Pemeliharaan barang milik pelanggan (spesiemen, rekam medis,dsb )
6) Manajemen risiko dan keselamatan pasien
e. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien:
1) Penilaian indikator kinerja klinis
2) Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien
3) Pelaporan insiden keselamatan pasien
4) Analisis dan tindak lanjut
5) Penerapan manajemen risiko
f. Pengukuran, analisis, dan penyempurnaan:
1) Umum
2) Pemantauan dan pengukuran:
a) Kepuasan pelanggan
b) Audit internal
c) Pemantauan dan pengukuran proses, kinerja
d) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan
g. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai d. Analisis data
h. Peningkatan berkelanjutan
i. Tindakan korektif
j. Tindakan preventif

PENUTUP
Kesimpulan

Dari hasil pembahasan tentang pedoman peningkatan mutu kinerja Puskesmas maka
diambil kesimpulan :

Dengan adanya pedoman manual mutu maka penanggung jawab manajemen mutu
bertanggung jawab dalam menyusun pedoman manual mutu dan kinerja bersama
dalam pimpinan,penanggung jawab upaya puskesmas dan pelaksana kegiatan
puskesmas dalam membangun system manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan
UKM maupun untuk Penyelenggaraan Pelayanan Klinis.