You are on page 1of 26

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa ta’la atas

limpahan rahmat dan hidyah-Nya berupa kesehatan, alhamdulillah kami bisa

menyelesaikan tugas kelompok yaitu Makalah Pernikahan dalam islam. Sholawat

dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi

Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah membawa kita dari alam yang

gelap gulita menuju kealam yang terang benderang.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Agama.

Kami selaku penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mukammil

K, Sp,i., M.Pd,i. selaku dosen mata kuliah Agama UNM yang memberikan tugas

untuk presentasi .

Kami menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak

kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami sangat

mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan makalah yang akan kami buat di

masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran

yang membangun.

Mudah-mudahan makalah sederhana ini dapat dipahami oleh semua orang.

Mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan.

Terima kasih

Makassar, September 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .....................................................................................................1

Daftar Isi ................................................................................................................2

BAB I

PENDAHULUAN ..................................................................................................4

A. Latar Belakang................................................................................................4

B. Rumusan Masalah ..........................................................................................5

C. Tujuan Masalah .............................................................................................5

BAB II

PEMBAHASAN ....................................................................................................6

A. Pengertian Lndasan Pendidikan .....................................................................6

B. Macam-macam Landasan Pendidikan ............................................................6

C. Pengertian Asas-Asas Pendidikan ...............................................................17

D. Macam-Macam Asas-Asas Pendidikan ........................................................18

E. Bagian-Bagian Landasan Ilmu Pendidikan ..................................................20

BAB III

PENUTUP .............................................................................................................25

2
A. Kesimpulan ...................................................................................................25

B. Saran ............................................................................................................25

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................26

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi

pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi

lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan

kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar

kebudayaan melewati generasi.Landasan dan asas tersebut sangat penting,

karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia

dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah

landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan

penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan

teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan.

Paper ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan asas

pendidikan, serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya.

Landasan-landasan pendidikan tersebut adalah filosofis, kultural,

psikologis, ilmiah dan teknologi, sosiolagis, hukum,sejarah, serta ekonomi, .

4
Sedangkan asas yang dikaji adalah asas Tut Wuri Handayani, belajar

sepanjang hayat, kemandirian dalam belajar.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud Landasan Pendidikan?

2. Apa sajakah Landasan Pendidikan?

3. Apakah yang dimaksud Asas-Asas Pendidikan?

4. Apa sajakah Asas-Asas Pendidikan?

5. Apa sajakah Bagian-Bagian Landasan Ilmu Pendidikan ?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui pengertian dari landasan pendidikan

2. Untuk mengetahui macam-macam landasan pendidikan

3. Untuk mengetahui pengertian asas-asas pendidikan

4. Untuk mengetahui macam-macam asas-asas pendidikan

5. Untuk mengetahui bagian-bagian landasan ilmu pendidikan

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Landasan Pendidikan

Secara leksikal, alas berarti tumpuan, dasar atau alas, karena itu alas

merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan. Titik tolak atau

dasar pijakan ini bisa material (contoh: landasan pesawat terbang); bisa pula

saya konseptual (contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bisa kosakata

identik dengan asas , adapun dapat dibagi menjadi tiga macam asas,

yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi .

Landasan pendidikan memberikan wawasan dan gambaran yang luas

tentang pendidikan melalui himpunan uraian hakikat pendidikan, aliran dalam

pendidikan, teori pendidikan, sejarah pendidikan dan mutu pendidikan

nasional.

B. Macam-Macam Landasan Pendidikan

1. Landasan Filososfis

Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam

filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia,

keyakinan tentang sumber, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan

yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini

6
adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme

dan Progresivisme dan Ekstensialisme.

1. Esensialisme

Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan

pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.

2. Perenialisme

Perensiisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan

pengajaran konstan (perenial) dengan kebenaran, keindahan, cinta

terhadap kebaikan universal.

3. Pragmatisme dan Progresifme

Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala

sesuatu dari kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini

melahirkan progresivisme yang sedang pendidikan tradisional.

4. Rekonstruksionisme

Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang

menempatkan sekolah / lembaga pendidikan sebagai pelopor

perubahan masyarakat.

 Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidkan Nasional

7
Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahasa pendidikan

nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sementara Ketetapan MPR

RI No. II / MPR / 1978 tentang P4 yang juga merupakan Pancasila adalah

jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa indonesia, pandangan

hidup bangsa indonesia , dan dasar negara Indonesia.

2. Landasan Sosiolagis

Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan ciri

masayarakat.Sosiologi pendidikan adalah analisi ilmiah tentang proses

sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang

lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:

a. Hubungan sistem pendidikan dengan masyarakat.

b. hubunan kemanusiaan.

c. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.

d. Sekolah dalam komunitas, yang menerapkan pola interaksi antara

sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.

 Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan

Nasional

Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah. Hal

tersebut sangat masuk akal, tentunya butuh pendidikan semakin meningkat

dan komplek.

8
Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan

pendidikan dengan perkembangan masyarakat dalam hal

menumbuhkembangkan KeBhineka tunggal Ika-an, baik melalui kegiatan

jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan

Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah

(penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)

3. Landasan Kultural

Kebudayaan dan pendidikan memiliki hubungan timbal balik, sebab

bisa dilestarikan / dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan

dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara

formal maupun informal.

Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang

sesuai denga perkembangan zaman terbentuknya pola tingkah laku, nlai-

nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan masyarakat. Usaha-usaha

menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial

yang lazim digunakan sebagai sarana transmisi dan transformasi

kebudayaan adalah lembaga pendidikan, jurusan sekolah dan keluarga.

 Kebudayaan sebagai Landasan Sistem Pendidkan Nasional

Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah

itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebineka tunggal ikaan

9
masyarakat dan bangsa indonesia. Hal ini harsulah dilaksanakan dalam

konteks pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara indonesia

sebagai sisi ketunggal-ikaan.

4. Landasan Psikologis

Dasar urus dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan

anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, kata kunci yang berhubungan

dengan kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan

pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuannya sangat

dibutuhkan penerapannya dalam bidang pendidikan.

Seiring implikasinya pendidik tidak bisa sama sama dengan setiap

peserta didik, meski mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum

perlu hati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan

dijadikan garis-garis besar pengajaran dan tingkat kerinci bahan belajar

yang digariskan.

 Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis

Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal

dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan

tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara

efektif dan efisien.

6. Landasan Ilmiah dan Teknologis

10
Proses historisitas kependidikan manusia, kemudian menghasilkan

system ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, keberadaan ilmu

pengetahuan dan teknologi merupakan produk langsung dari proses

pendidikan yang berlangsung dari zaman ke zaman. Jadi , jika manusia

manusia eksis dalam rentetan panjang sejarah kependidikan, maka

sesungguhnya ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin ada.

Kebutuhan pendidikan yang membutuhkan tenaga pendidik untuk

mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam

penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang berhubungan erat dengan

proses penyaluran pengetahuan yang mendapat perhatian yang

proporsional dalam bahan pengajaran, dengan demikian tidak hanya dalam

hal pewarisan IPTEK tapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar

IPTEK dan calon IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat

mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek

tersebut.

 Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah

Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai

kehidupan yang lebih baik, yang dimualai pada permulaan kehidupan

manusia. Lembaga pendidikan, jurusan pendidikan jalur sekolah harus

mampu menampung dan memperlancar perkembangan iptek. Bahan ajar

sejogjanya hasil perkembangan iptek mutahir, baik yang berhubungan

11
dengan hasil hasil informasi maupun cara memproleh informasi itu dan

manfaatnya untuk masyarakat

(Sumber : Suhartono Suparian.2009.FilsafatPendidikan.Makassar:UNM.)

7. Landasan Hukum

Kata landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau

titik tolak.Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku

yang patut ditaati. Aturan baku yang sudah disahkan oleh pemerintah ini ,

bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku

pula. Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat

terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan tertentu,

dalam hal ini kegiatan pendidikan.

Pendidikan menurut Undang-Undang 1945Undang – Undang Dasar

1945 adalah merupakan hokum tertinggi di Indonesia.Pasal – pasal yang

bertalian dengan pendidikan dalam Undang – Undang Dasar 1945 hanya

2 pasal, yaitu pasal 31 dan Pasal 32. Yang satu menceritakan tentang

pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. Pasal 31

Ayat 1 berbunyi : Tiap – tiap warga Negara berhak mendapatkan

pengajaran. Dan ayat 2 pasal ini berbunyi : Pemerintah mengusahakan dan

menyelenggarakan satu system pengajar Pasal 32 pada Undang – Undang

Dasar berbunyi : Pemerintah memajukan kebudayaan nasional

Indonesia.an nasional, yang diatur dengan Undang – Undang.

12
Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Pendidikan

NasionalTidak semua pasal akan dibahas dalam buku ini. Yang dibahas

adalah pasal – pasal penting terutama yang membutuhkan penjelasan lebih

mendalam serta sebagai acuan untuk mengembangkan pendidikan.

Pertama – tama adalah Pasal 1 Ayat 2 dan Ayat 7. Ayat 2 berbunyi sebagai

berikut : Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada

kebudayaan nasional yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang –

Undang Dasar 45. Undang – undang ini mengharuskan pendidikan berakar

pada kebudayaan nasional yang berdasarkan pada pancasila dan Undang –

Undang dasar 1945, yang selanjutnya disebut kebudayaan Indonesia saja.

Ini berarti teori – teori pendidikan dan praktek – praktek pendidikan yang

diterapkan di Indonesia, tidak boleh tidak haruslah berakar pada

kebudayaan Indonesia.“Selanjutnya Pasal 1 Ayat 7 berbunyi : Tenaga

Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam

penyelenggaraan pendidikan. Menurut ayat ini yang berhak menjadi

tenaga kependidikan adalah setiap anggota masyarakat yang mengabdikan

dirinya dalam penyelenggaraan pendidikan. Sedang yang dimaksud

dengan Tenaga Kependidikan tertera dalam pasal 27 ayat 2, yang

mengatakan tenaga kependidikan mencakup tenaga pendidik,

pengelola/kepala lembaga pendidikan, penilik/pengawas, peneliti, dan

pengembang pendidikan, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber

belajar.”

13
8. Landasan Sejarah

Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian

atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep – konsep tertentu. Sejarah

pendidikan di Indonesia.Pendidikan di Indonesia sudah ada sebelum

Negara Indonesia berdiri. Sebab itu sejarah pendidikan di Indonesia juga

cukup panjang. Pendidikan itu telah ada sejak zaman kuno, kemudian

diteruskan dengan zaman pengaruh agama Hindu dan Budha, zaman

pengaruh agama Islam, pendidikan pada zaman kemerdekaan. Pada waktu

bangsa Indonesia berjuang merintis kemerdekaan ada tiga tokoh

pendidikan sekaligus pejuang kemerdekaan, yang berjuang melalui

pendidikan. Merka membina anak-anak dan para pemuda melalui

lembaganya masing-masing untuk mengembalikan harga diri dan

martabatnya yang hilang akibat penjajahan Belanda. Tokoh-tokoh

pendidik itu adalah Mohamad Safei, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji

Ahmad Dahlan (TIM MKDK, 1990). Mohamad Syafei mendirikan

sekolah INS atau Indonesisch Nederlandse School di Sumatera Barat pada

Tahun 1926. Sekolah ini lebih dikenal dengan nama Sekolah Kayutanam,

sebab sekolah ini didirikan di Kayutanam. Maksud ulama Syafei adalah

mendidik anak-anak agar dapat berdiri sendiri atas usaha sendiri dengan

jiwa yang merdeka. Tokoh pendidik nasional berikutnya yang akan

dibahas adalah Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Taman Siswa di

Yogyakarta. Sifat, system, dan metode pendidikannya diringkas ke dalam

empat keemasan, yaitu asas Taman Siswa, Panca Darma, Adat Istiadat,

14
dan semboyan atau perlambang.Asas Taman Siswa dirumuskan pada

Tahun 1922, yang sebagian besar merupakan asas perjuangan untuk

menentang penjajah Belanda pada waktu itu. Tokoh ketiga adalah Ahmad

Dahlan yang mendirikan organisasi Agama Islam pada tahun 1912 di

Yogyakarta, yang kemudian berkembang menjadi pendidikan Agama

Islam. Pendidikan Muhammadiyah ini sebagian besar memusatkan diri

pada pengembangan agama Islam, dengan beberapa cirri seperti berikut

(TIM MKDK, 1990).Asas pendidikannya adalah Islam dengan tujuan

mewujudkan orang-orang muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya

kepada diri sendiri, dan berguna bagi masyarakat serta Negara.Ada lima

butir yang dijadikan dasar pendidikan yaitu :

1) Perubahan cara berfikir

2) Kemasyarakatan

3) Aktivitas

4) Kreativitas

5) Optimisme

9. Landasan Ekonomi

Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini, yang

sebagian besar manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan

materi disbanding kesejahteraan rohani, membuat ekonomi mendapat

perhatian yang sangat besar. Tidak banyak orang mementingkan

peningkatan spiritual. Sebagian besar dari mereka ingin hidup enak dalam

15
arti jasmaniah. Seperti diketahui dana pendidikan di Indonesia sangat

terbatas. Oleh sebab itu ada kewajiban suatu lembaga pendidikan untuk

memperbanyak sumber-sumber dana yang mungkin bias digali adalah

sebagai berikut :

Dari pemerintah dalam bentuk proyek-proyek pembangunan,

penelitian-penelitian bersaing, pertandingan karya ilmiah anak-anak, dan

perlombaan-perlombaan lainnya.

Dari kerjasama dengan instansi lain, baik pemerintah, swasta,

maupun dunia usaha. Kerjasama ini bias dalam bentuk proyek penelitian,

pengabdian kepada masyarakat dan proyek pengembangan bersama.

Membentuk pajak pendidikan, dapat dimulai dari satu desa yang

sudah mapan, satu daerah kecil, dan sebagainya. Program ini dirancang

bersama antara lembaga pendidikan dengan pemerintah setempat dan

masyarakat. Dengan cara ini bukan orang tua siswa saja yang akan

membayar dana pendidikan, melainkan semua masyarakat.

1) Usaha-usaha lain, misalnya :

2) Mengadakan seni pentas keliling atau dipentaskan di masyarakat,

3) Menjual hasil karya nyata anak-anak,

4) Membuat bazaar,

5) Mendirikan kafetaria,

6) Mendirikan took keperluan personalia pendidikan dan anak-anak,

7) Mencari donator tetap,

8) Mengumpulkan sumbangan,

16
9) Mengaktifkan BP 3 khusus dalam meningkatkan dana pendidikan.

(Sumber : https://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/12/bab-iii-

landasan-dan-asas-asas-pendidikan-serta-penerapannya/ )

(Sumber:Sukardjo,UkimKamaruddin.2012.LandasanPendidikanKonsep

danAplikasinya.Jakarta:RajawaliPers.)

C. Pengertian Asas-Asas Pendidikan

Asas pendidikan merupakan sesuatu yang menjadi dasar atau tumpuan

pemikiran, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan

pendidikan. Khusu s di Indonesia, ada beberapa asas pendidikan yang

memberi arah dalam menyusun dan melaksanakan pendidikan itu.

Asas-asas pendidikan merupakan suatu dasar atau pemikiran, baik pada

tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Salah satu dasar utama

pendidikan adalah manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri

sendiri. Diantara asas-asas tersebut adalah Asas tut wuri handayani, asas

belajar sepanjang hidup, dan asas kemandirian dalam belajar.

(Sumber : Afidburhanunnddin.wordpress.com/2013/11/08/asas-asas-

pendidikan/ )

17
D. Macam-macam Asas Pendidikan

1. Asas Tut Wuri Handayani

Sebagai asas pertama, Tut Wuri Handayani merupakan inti dari sitem

antar perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini

kemudian dikembangkan oleh Drs. RMP Sostrokartono dengan

menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarsa Sung Sung Tulada dan

Ing Madya Mangun Karsa.

Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan

asas yaitu:

 Ing Ngarsa Sung Tulada (jika di depan menjadi contoh).

 Ing Madya Mangun Karsa (jika ditengah-tengah memberi dukungan

dan semangat).

 Tut Wuri Handayani (jika di belakang beri dorongan / tahan dengan

awas).

2. Asas Belajar Sepanjang Hayat

Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut

pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long

education). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan

dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal.

18
1) Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah mencakup keterkaitan dan

kesinambungan antar medan persekolahan dan keterkaitan dengan

kehidupan peserta didik di masa depan.

2) Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara

pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.

3. Asas Kemandirian dalam Belajar

Baik asas tut wuri handayani maupun belajar bersama hayat secara

langsung eratnya dengan asas kemandirian dalam belajar. Asas tut wuri

handayani pada prinsipnya bertolak dari kemampuan siswa untuk mandiri,

termasuk mandiri dalam belajar.

Selanjutnya, asas belajar bersama hayat hanya bisa diwujudkan apa bila

terarah pada asas mau dan mampu mandiri dalam belajar, karena tidak

mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya selalu dengan bantuan guru

atau orang lain.

Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan dapat menempatkan

guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator, disamping peran-

peran lain: informator, organisator dan sebagainya. Supaya fasilitator guru

diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar agar

memudahkan peserta didik berinteraksi dengan sumber-sumber

tersebut. Sedangkan sebagai motivator, guru mengupayakan timbulnya

prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar itu.

19
E. Bagian-Bagian Landasan Ilmu Pendidikan

1. Landasan Subtansional

a) Manusia Makhluk Berkesadaran

Fakta menunjukkan bahwa keberadaan manusia di dunia ini

dalam keadaan misterius. Tidak seorang pun manusia mampu

memahami secara paripurna mengapa dirinya diciptakan dana pa

yang menjadi tujuan penciptaannya.

Eksitensi manusia membawa kodrat batin berupa kekuatan rasa,

cipta dan karsa. Ketiganya berada di dalam saling hubungan

menyatukan pada titik kesatuan tertinggi, tumbuh suatu kesadaran

atas dirinya sebagai makhluk misterius.

b) Manusia Makhluk Pembelajaran

Potensi kreatif itu menunjukkan bahwa manusia menyandang

hakikat kuadrat sebagai makhluk berfikir. Berbeda dengan makhluk

lain kuadratnya sebagai makhluk berfikir untuk mengembangkan

kreatifitasnya itu justru menentukan keistimewaan dirinya sebagai

manusia.

Di dalam konteks,suatu kegiatan berfikir bisa menunjukkan

suatu kegiatan belajar karena sasaran utama dari kegiatan belajar

adalah agar mendapa pengetahuan baru yang ebih benar dan

bermanfaat karena itu disamping sebagai makhluk berfikir

(arsitoteles:animal rationale) manusia sekaligus makhluk

pendidikan, makhluk pembelajar. Jadi potensi berfikir adalah bagian

20
dari komponen kejiawaan, berada dalam satu kesatuan dengan

komponen kejiwaan yang lainnya yaitu perasaan dan kehendak.

c) Manusia sang pemimpi

Bagi mausia,pendidikan berfungsi sebagai cara bagaimana

membimbing potensi diri disempanjang kehidpan agar bisa

mencapai tujuan.terlebih lagi karena berada manusia secara koadrat

adalah mahkluk yang bersifat labil maka pendidikan mutlak takbisa

lepas dari manusia.

Sebagai makhluk berfikir dan pembelajar, dengan keberadaan

manusia seperti penjelasan diatas justru memosisikan dan

memfungsikan manusia sebagai pemimpi dengan sifat arif bijak

sana.kenyataan itu membuktikan bahwa keberadaan manusia secara

sistemik mutllak bergantung pada makhluk lainnya, yang pada

akhirnya bergantung sepenuhnya kepadasumakosmos(primacausas).

2. Landasan Eksistensia

a) Arti Pendidikan

Istilah pendidikan,dalam bahasa inggris education berakar dari

Bahasa latin educare yang dapat diartikan pembibingan berkelanjutan

(to lead For thar ). Jika dianalisis lebih mendalam dari arti etimologis

itu tercermin bahwa keberadaan pendidikan berlangsung dari generasi

kegenerasi,disempanjang eksistensi kehidupan manusia

21
Secara teoritas, ada sementara pendapat menyatakan bahwa bagi

manusia pada umumnya pendidikan berlangsung sejak 25 tahun

sebelum kelahiran pendapat ini dapat diartikan bahwa sebelum

membangun keluarga , setiap orang berkewajiban koadrat untuk

mendidik diri sendiri terlebih dhulu sebelum mendidik anak-anaknya

jad bisa dipahami bahwa secara praktis ada pendapat menyatakan

bahwa bagai manusia individual pendidikan dimulai sejak bayi lahir,

bahkan sejak masi dalam kandungan.jadi disumpulkan bahwa

keberadaan pendidikan merekat erat pada dan didalam diri manusia

disepanjang saman

b) Pendidikan dan Realitas Kehidupan

Sudah merupakan suatu kejelasan bahwa pendidikan adalah

rangkaian panjang proses kegiatan belajar berlangsung secara terus

menerus di sepanjang zaman, sepanjang hidup dan kehidupan manusia

(life long education). Proses kegiatan belajar itu bertujuan untuk

menjadi lebih tau apa arti dan fungsi suatu objek belajar dan

selanjutnya bisa mengahayatinya di dalam praktek hidup sehari-hari.

c) Kehidupan Sosial Budaya

Aspek social, menunjukkan adanya saling hubungan antar

individu, antar masyarakat, dan antar individu dan masyarakat. Salah

satu sisi aspek budaya ini berakar dari tiga potensi kejiwaan manusia,

22
yaitu, cipta, rasa, dan karsa. Potensi cipta mempunyai daya bersifat

kreatif, rasa mempunyai daya kepekaan, dan potensi karsa

mengandung daya motivasi.

3. Landasan Struktural Ilmu Pendidikan

a) Ilmu Pengetahuan

Dari realitas kehidupan jelas terbukti bahwa pengetahuan adalah hal

yang mutlak diperlukan oleh manusia. Bagaimana manusia menjalani

kehidupan sehari-hari, ditentukan oleh tingkat kebenaran pengetahuan

yang dimiliki. Dari generasi ke generasi, manusia memanfaatkan

tradisi dan pengalaman sebagai pengetahuan dasar untuk

memproduksi segala macam jenis kebutuhan hidup berupa minuman,

makanan, pakaian, perumahan, segalah peralatan lain yang berguna.

b) Struktur Keilmuan Pendidikan

1. Objek Pendidikan

2. Metoda Ilmu Pendidikan

3. System di dalam Ilmu Pendidikan

4. Kebenaran Ilmu Pendidikan

c) Aliran-Aliran Pendidikan

1. Progresivisme

2. Rekonstruksionalisme (Sosial)

23
3. Esensialisme

4. Perennialisme

(Sumber:Sutirna,AsepSamsudin.2015.LandasanPendidikanTeoridanPrak

tek.Bandung:PTRefikaAditama )

24
BAB III

PENUTUP

B. Kesimpulan

Pendidikan selalu berhubungan dengan manusia, dan hasilnya tidak

segera tampak. Diperlukan satu generasi untuk melihat suatu akhir dari

pendidikan itu. Oleh karena itu terjadi suatu kekeliruan yang berakibat

kegagalan, pada umumnya sudah terlambat untuk memperbaikinya. Kenyataan

ini semoga bisa diakses dan diakses secermat mungkin dengan memperhatikan

beberapa landasan dan asas pendidikan.

Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa guru itu yang

mengajar siswa yang diajar kondisi seperti inilah yang membedakan kualitas

akhir setiap penndidikan karna orang-orang yang selalu belajar lah yang akan

melahirkan SDM-SDM yang benar-benar berkualitas aturan proses pendidikan

setidaknya terdiri dari,peserta didik yang akan diberikan kapada peserta didik

(materi) dan selebihnya adalah dukungan untuk kesuksesan proses pendidikan

semua hal hal yang dominan memberikan pengaruh pada hasil akhir

C. Saran

Menyadari bahwa masih jauhnya dari kata sempurna, kami selaku

pembuat makalah meminta saran dan kritik dari pembaca agar kedepannya saat

membuat makalah bisa jauh lebih baik lagi.

25
DAFTAR ISI

Afidburhanunnddin.wordpress.com/2013/11/08/asas-asas-pendidikan/

https://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/12/bab-iii-landasan-dan-asas-

asas-pendidikan-serta-penerapannya/

Suhartono Suparian.2009.FilsafatPendidikan.Makassar:UNM.

Sukardjo,UkimKamaruddin.2012.LandasanPendidikanKonsepdanAplikasin

ya.Jakarta:RajawaliPers.

Sutirna,AsepSamsudin.2015.LandasanPendidikanTeoridanPraktek.Bandung

:PTRefikaAditama.

(TIM MKDK, 1990)

26