You are on page 1of 16

Menu

Cari

Iklan

Report this ad

Pengertian dan Penerapan Metode Jigsaw

Diposkan oleh sunartombs

128 Votes

Metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki
tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari jigsaw ini adalah
mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara
mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi
sendirian.

jigsawSetiap siswa yang ada di “kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit
pembelajaran. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk
mengerjakan bagian yang lain, dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke
kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya.

Semua siswa dalam “kelompok awal” telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta
mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman.

Mereka kemudian berpindah ke “kelompok jigsaw” – dimana anggotanya berasal dari kelompok lain
yang telah membaca bagian tugas yang berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi
pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru.
Setelah menguasai materi baru ini, semua siswa pulang ke “kelompok awal” dan setiap anggota berbagi
pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok “jigsaw.” Seperti dalam “jigsaw puzzle” (teka-
teki potongan gambar), setiap potongan gambar – analogi dari setiap bagian pengetahuan – adalah
penting untuk penyelesaian dan pemahaman utuh dari hasil akhir

Jigsaw adalah teknik pembelajaran aktif yang biasa digunakan karena teknik ini mempertahankan tingkat
tanggung jawab pribadi yang tinggi.

Fasilitator dapat mengatur strategi jigsaw dengan dua cara:

Pengelompokkan Homogen

Instruksi: Kelompokkan para peserta yang memiliki kartu nomor yang sama. Misalnya, para peserta akan
diorganisir ke dalam kelompok diskusi berdasarkan apa yang mereka baca. Oleh karena itu, semua
peserta yang membaca Bab 1, Bab 2, dst, akan ditempatkan di kelompok yang sama.

Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah
nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di atas meja.

Kelebihan: Pengelompokan semacam ini memungkinkan peserta berbagi perspektif yang berbeda
tantang bacaan yang sama, yang secara potensial diakibatkan oleh pemahaman yang lebih mendalam
terhadap salah satu bab. Potensi yang lebih besar untuk memunculkan proses analisis daripada hanya
sekedar narasi sederhana.

Kelemahan: fokusnya sempit (satu bab) dan kemungkinan akan berlebihan.

Pengelompokkan Hiterogen
Instruksi: Tempatkan para peserta yang memiliki nomor yang berbeda-beda untuk duduk bersama.
Misalnya, setiap kelompok diskusi kemungkinan akan terdiri atas 4 individu: satu yang telah membaca
Bab 1, satu yang telah membaca Bab 2, dsb.

Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah
nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di setiap meja. Biarkan para peserta mencari tempatnya sendiri sesuai
bab yang telah mereka baca berdasarkan “siapa cepat ia dapat”.

Kelebihan: Memungkinkan “peer instruction” dan pengumpulan pengetahuan, memberikan peserta


informasi dari bab-bab yang tidak mereka baca.

Kelemahan: Apabila satu peserta tidak membaca tugasnya, informasi tersebut tidak dapat dibagi/
didiskusikan. Potensi untuk pembelajaran yang naratif (bukan interpretatif) dalam berbagi informasi.

Iklan

Report this ad

Terkait

Program Pelatihan untuk Pelatih/ Fasilitator (TOT)

dalam "Artikel"

Paket Pelatihan PAKEM Matematika

dalam "Artikel"

Metode Snow Balling (Bola Salju)

dalam "Artikel"

15 Juni 200953 Replies

« Sebelumnya

Berikutnya »
Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

Nama *

Surel *

Situs Web

Beri tahu saya komentar baru melalui email.

larash pada 6 Oktober 2009 pukul 8:04 am

5 4 Rate This

saya mau tanya…. jika model jigsaw dikaitka dengan CLIS apakah bisa?

bagaimana jika diterapkan untuk pembelajaran fisika?

trims

Iklan

Report this ad

Lincah pada 10 Desember 2009 pukul 4:48 am

2 3 Rate This

Tlng jelaskn..bagaimana jika mtode jiksaw dkaitkn dg pendekatan deduktif?trimz..


Iklan

Report this ad

sunartombs pada 13 Desember 2009 pukul 8:25 pm

6 1 Rate This

Memang metode jigsaw selama ini lebih banyak digunakan untuk pembelajaran dengan pola induktif,
artinya menemukan berbagai informasi untuk kemudian dishare kepada seluruh anggota kelompok.
Namun demikian pembelajaran yang pola deduktif sebenarnya dapat diterapkan dalam berbagai metode
pembelajaran tergantung bagaimana kita mendesign. Dalam Metode jigsaw, pola deduktif bisa kita
terapkan dengan memodifikasi tugas yang ada dalam pos-pos keahlian. Misal pos I siswa diminta untuk
menghitung jumlah ubin yang ada di ruangan, Pos II siswa diminta menghitung panjang dan lebar
ruangan, sementara di pos III siswa diminta menghitung luas ruangan.

Nah saat mereka kembali ke kelompok asal mereka diminta mengkorelasikan antara jumlah ubin,
panjang dan lebar ruangan serta luas ruangan. Apa hubungan ?

Itu hanya sedikit contoh yang tentu Pak Lincah dapat mengembangkannya lebih jauh lagi. Selamat!!

Fathur taufiq STAIS pada 4 Oktober 2010 pukul 8:30 am

1 4 Rate This

Bagaimn kesimpulanx metode jigsaw itu…? Trim ya…

Pak Nyamin pada 6 Desember 2010 pukul 2:29 pm

1 4 Rate This

Sy pernah pakai Jigsaw untuk ptk, memang cocok untuk motivasi dan keaktifan. Kebetulan sasaran siswa
dengan level kemampuan di atas rata-rata, kemampuan baca tinggi. Tapi setelah saya pakai di sekolah
yang sasaran siswanya kemampuan rata-rata rendah, kemampuan baca rendah, agak kacau.

apa ada tip n saran untuk memperbaiki kekacauan ini?

Iklan
Report this ad

sunartombs pada 8 Desember 2010 pukul 1:50 am

3 3 Rate This

Menggunakan jigsaw memang membuat anak bisa aktif. Namun sering kali ketika diterapkan pertama
kali di kelas sering terjadi kegaduhan. Ini sering dialami oleh guru-guru SD di tahap awal menggunakan
teknik ini. Namun kalau sudah dilakukan berulang-ulang biasanya sudah terkendali. Terus dalam
memberikan materi untuk jigsaw disarankan bukan materi yang baru sama sekali, sehingga anak mampu
memberikan apresiasi terhadap materi, bukan hanya melaporkan ringkasan materi. terima kasih

rosa pada 12 Desember 2010 pukul 12:22 pm

3 5 Rate This

saya mao nanya…

tipe jigsaw ada berapa yah..?

Neng Ida pada 30 Desember 2010 pukul 3:59 pm

0 4 Rate This

Pak gak bisa divisualisasikankah penjelasannya??? khawatir masih gak klik. Jangan-jangan yang saya
pahami tentang jigsaw malah ga bener gitu.

sunartombs pada 5 Januari 2011 pukul 5:02 am

0 1 Rate This

bisa sih..

halim pada 30 Maret 2011 pukul 4:42 am

0 2 Rate This

tlong lebih point nya gan !!


lailatul khusnah pada 16 Mei 2011 pukul 12:50 pm

1 1 Rate This

saya mau tanya, bagaimana cara pembelajaran anak usia 7-12 th dengan menggunakan jigsaw flashcard
untuk meningkatkan vocab bahasa inggris mereka?

sunartombs pada 19 Mei 2011 pukul 5:43 am

1 2 Rate This

banyak cara mbak. Anda bisa membagikan gambar yang berbeda2 utk tiap kelompok, kemudian siswa
bertugas mencari kosa kata bhs inggris di kamus. Kemudian baru setiap kelompok berkunjung ke
kelompok lain.

bisa juga dengan guru menentukan suatu tema dengan suatu gambar peristiwa (gb pasar, gb toko, dsb)
kemudian setiap kelompok menuliskan kosa kata yang berhubungan dengan tema tsb. baru kemudian
dilakukan kunjungan ke setiap kelompok dsb.

inti banyak yg bisa kita lakukan dengan kreasi sedikit aja, kegiatan menjadi lebih menarik

araby pada 5 Agustus 2011 pukul 6:24 am

1 0 Rate This

Mengajar menggunakan model jigsaw memang sangat menarik dan menyenangkan bagi siswa siswi, juga
tidak terlalu melelahkan bagi guru. seorang guru berfungsi sbg fasilitator, dan juga membimbing anak
dlm mengambil kesimpulan akhir. Terima kasih atas postingan anda mengenai model jigsaw ini karena
hal ini dpt menambah pengetahuan kami.

Lilly Lubay pada 13 September 2011 pukul 7:08 am

1 0 Rate This

Ijin reposting di blog Saya ya Pak.. dengan tetap menuliskan sumber nya ..

terimakasih
sunartombs pada 14 September 2011 pukul 5:01 am

0 1 Rate This

silahkan, jika bermanfaat

ade pada 15 September 2011 pukul 1:41 pm

0 1 Rate This

bagai mana caranya penerapan metode jigzaw ini dalam mata pelajaran sejarah?

sunartombs pada 22 September 2011 pukul 2:01 am

0 0 Rate This

Caranya sama dengan mata pelajaran yg lain. Ini mudah kok, biasanya untuk mengatasi banyaknya
materi, namun waktu dan sumber materi sedikit.

ema pada 18 Oktober 2011 pukul 12:15 pm

0 0 Rate This

sy mau tanya bagai mana jigsaw dgn speaking untuk anak smk?

Ambar Widyaningsih pada 11 November 2011 pukul 3:56 am

0 0 Rate This

Menarik sekali strategi pembelajaran jigsaw ini, mudah2an bisa mempraktekannya. Mungkin bila SD
yang ada di pedesaan agak susah karena kemampuan anak tidak seragam. mungkin ada solusinya Pak?

ani pada 19 November 2011 pukul 2:42 pm

0 0 Rate This

bagaimana caranya menerapkan metode jigsaw pada pembelajaran matematika yang lebih difokuskan
pada permasalahan aritmetika dasar (berhitung)? makasih….
Resty Suliesstieeyo Nugroho pada 3 Desember 2011 pukul 2:49 am

0 0 Rate This

pak?bagaimana cara menerapkan metode jigsaw dalam mengapresiasi drama komedi?

sunartombs pada 3 Desember 2011 pukul 5:18 am

0 0 Rate This

Sesuai dengan sifat dari metode jigsaw, utk materi pelajaran mengapresiasi drama komedi yang paling
mungkin dilakukan adalah ada 2 kemungkinan:

1. Mengapresiasi beberapa drama komedi dalam 1 waktu. sehingga setiap kelompok mempunyai
apresiasi yg berbeda.

2. Mengapresiasi satu drama komedi, dengan fokus masing-masing kelompok yang berbeda, misalnya
karakter tokohnya, skenarionya, kreatvitasnya dsb.

Resty Suliesstieeyo Nugroho pada 6 Desember 2011 pukul 3:18 am

0 0 Rate This

kalau cara meningkatkanya pak?

sunartombs pada 13 Desember 2011 pukul 10:57 pm

0 0 Rate This

Cara meningkatkan apa ya Resty?

Erna Wati pada 17 Desember 2011 pukul 11:26 am

0 0 Rate This

metode jigsaw memang menarik tp kdang waktu kurang ckup,bngaimana y supaya waktu ckup dlm 2 x
40 mnit

sunartombs pada 20 Desember 2011 pukul 10:56 pm


0 0 Rate This

Justru Jigsaw diciptakan untuk mengatasi banyaknya materi dengan waktu terbatas. Kalau 2 x 40 mnt tdk
cukup, coba tengok materinya, mungkin terlalu banyak atau ada kegiatan yg over lap yg membahas
materi yg sama

areximut pada 26 Januari 2012 pukul 1:36 am

0 0 Rate This

Jigsaw telah memberikan solusi yang luar biasa dalam pembelajaran saya

soni pada 18 Februari 2012 pukul 1:54 pm

0 0 Rate This

gan ada pengetian lain dari teknik jigsaw dan kelebih teknik jigsaw bgi guru jga pesrta didik itu seperri
apa,,,?

suaraterbaru pada 21 Februari 2012 pukul 1:19 pm

0 0 Rate This

terima kasih atas informasinya…..

Ping-balik: metode jig saw « sitiwiwin9

bugurusiti pada 2 Juni 2012 pukul 12:59 am

0 0 Rate This

apakah ada buku yang khusus membahas metode ini pak?

sunartombs pada 5 Juni 2012 pukul 3:45 am

0 1 Rate This

Mungkin sudah ada. Tapi kalau yang berupa hasil penelitian buanyak banget.
suprto pada 9 Juni 2012 pukul 11:35 am

0 1 Rate This

trim artikelnya smga bermanfaat

shella aprielliyani pada 12 Juni 2012 pukul 11:42 am

0 0 Rate This

bapa maskasih sayang mengambil ni buat tugas mksh ya pa sudah membantu.

Ridhiy pada 25 Juli 2012 pukul 1:59 pm

0 0 Rate This

pak, kalo misalkan metode jigsaw ini diterapkan pada materi memimpin acara rapat bisa ga ya? dan
seperti ap contohnya karena saya belum begitu mengerti. trm ksh

MUHAMAD SUPIA IDDUARNI, S.Pd.SD pada 23 September 2012 pukul 1:15 pm

0 0 Rate This

Assalamualaikum, apa kabar Pak? Terimakasih, Pak.

sunartombs pada 24 September 2012 pukul 11:42 pm

0 0 Rate This

Baik, Sama-sama

tri wahyudi pada 15 Oktober 2012 pukul 1:18 pm

0 0 Rate This

thanks yahhh
karakter pendidikan pada 29 Oktober 2012 pukul 2:43 pm

0 0 Rate This

untuk pendidikan berbasis karakter dengan pembelajaran EEK, model pembelajaran jigsaw sangat tepat
bagi anak didik.

10011991 pada 16 November 2012 pukul 8:51 am

0 0 Rate This

nmpang nanya,,,klau mtde jigsaw d terapkan d SMK tkj gmna cranya yah??? thx

sunartombs pada 20 November 2012 pukul 10:57 am

0 0 Rate This

Tergantung dari mata pelajaran apa, karena yang perlu diketahui tidak ada satu metodepun yang cocok
untuk semua mapel dan semua situasi.

Ping-balik: METODE JIGSAW « faizzarea

Mery Sondari pada 28 Desember 2012 pukul 1:34 am

0 0 Rate This

terima kasih atas infonya…sangat bermanfaat untuk saya. namun ada yang saya ingin tnyakan, bisakah
metode ini digunakan dalam pembelajaran senam lantai??? dan jika bisa, mhon bantuan contohnya
seperti apa…terima kasih pak… �

sunartombs pada 5 Januari 2013 pukul 1:48 am

0 0 Rate This

Bisa tetapi Sangat sulit dan tidak efektif bu. Jangan paksakan diri…

Vetti pada 6 Januari 2013 pukul 6:19 am


0 0 Rate This

Pak, kalau metode jigsaw ini, teknik pmbelajarannya lari ny kemana? Listening, wrting, atau speaking?
Knpa??

sunartombs pada 7 Januari 2013 pukul 1:11 am

1 0 Rate This

Design pembelajaran dengan jigsaw itu tergantung tujuan pembelajarannya. Jadi mau writing, listening,
speaking atau reading ya terserah guru yg mendasign.

Devi pada 31 Januari 2013 pukul 1:56 pm

1 0 Rate This

Ass. pak, ada referensi khusus yang membahas tentang model Jigsaw ini? Apa ya judul bukunya? Soalny
yg saya dapat hanya judul “Cooperatif Learning”nya saja, khusus ke Jigsawnya ga ada. Trim’s pak.

riemaafni pada 29 April 2015 pukul 2:02 am

0 0 Rate This

metode ini apa cocok untuk mengatasi siswa yang suka mengantuk pada jam akhir pak ???

sunartombs pada 28 Mei 2015 pukul 10:41 pm

0 0 Rate This

Kalau metode ini digunakan dengan baik, saya yakin gak ada siswa yg bisa mengantuk. Karena mobilitas
mereka tinggi. Terus bergerak dan berpindah tempat

vivy Damayanti (@DamaiiVivy) pada 20 November 2015 pukul 4:25 am

0 0 Rate This

asslmualaikum,
pak sy mau tanya kalau jigsaw puzzle map itu seperti apa yah tekniknya saya blm dpt gambaran, mohon
diberi contoh.

terimakasih.

alfi pada 8 April 2016 pukul 2:56 am

0 0 Rate This

pak mau tanya, model pembelajaran jigsaw ini paling efektif di berikan mulai kelas berapa?

mila susianti pada 9 April 2017 pukul 2:46 am

0 0 Rate This

pak kasih tau donk… sejarahnya jigsaw,,,

Rahma pada 5 April 2018 pukul 12:15 pm

0 0 Rate This

Pak mau tanya, pada pembelajaran narrative teks cocok tidak ya?

Anda Pengunjung ke

1,445,203 hits

Iklan

Report this ad

On line bersama anda

Agenda
This website is worth

What is your website worth?

Blogroll

Ajang Lomba 0

apakabarpsbg 0

BPTIKP Dinas P&K Jateng 0

DEPDIKNAS 0

Dinas P&K Jateng 0

JURNAL PENDIDIKAN 0

Paket Pelatihan 0

WordPress.com 0

Tulisan terpopuler hari ini

Pengertian dan Penerapan Metode Jigsaw

Ice Breaking: (Tips 2 Menjadi Fasilitator Idola)

Program Pelatihan untuk Pelatih/ Fasilitator (TOT)

Pengertian Metode Ekspositori

Kompetensi Dasar Guru sebagai Agen Pembelajaran (Implementasi dari Undang-undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen)

RSS BERITA EDUKASI

Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

ARSIP

ARSIP

Komentar terakhir

Trisna Tiktawati di Program Pelatihan untuk Pelati…

Rahma di Pengertian dan Penerapan Metod…


abdullah di Pengertian Belajar

Anyz di Pengertian Metode Ekspositori

Risa Nur Hijriyana di Pengertian Prestasi Belajar

Asal Pengunjung

free counters

Technorati

Add to Technorati Favorites

Webmaster

Search Engine Optimization and SEO Tools

My Ping in TotalPing.com

Lihat Situs Lengkap

Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda
setuju dengan penggunaan mereka.

Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie

:)