You are on page 1of 21

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. karena atas ridho Allah
lah laporan ini telah bisa diselesaikan. Laporan ini ialah tentang Pengantar
kegiatan Peledakan. Laporan ini telah kami susun dengan usaha semaksimal
mungkin dan mendapat bantuan dari beberapa pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan laporan ini.
Tetapi dibalik dari semua ini, penulis memang sadar bahwa tidak
sepenuhnya dibilang baik tetapi masih banyak kekurangan dari segi apapun.
Harapan saya Laporan ini dapat diterima dan bermanfaat bagi Mahasiswa Teknik
Pertambangan dan juga bisa memenuhi tugas praktikum Teknik Peledakan.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Bandung, 27 September, 2018
Penyusun,

Muhammad Reyhand Alfarrel

i

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2 Maksud dan Tujuan........................................................................... 1
1.2.1 Maksud..................................................................................... 1
1.2.2 Tujuan....................................................................................... 1

BAB II LANDASAN TEORI............................................................................ 2
2.1 Pengertian Peledakan....................................................................... 2
2.2 Konsep Dasar Peledakan................................................................. 2
2.3 Kegiatan Penambangan................................................................... 3
2.4 Kemampugaruan.............................................................................. 5
2.5 Penentuan Metode Penggalian........................................................ 7

BAB III TUGAS DAN PEMBAHASAN....................................................... 1
3.1 Tugas................................................................................................ 1
3.2 Pembahasan..................................................................................... 1

BAB IV ANALISA..................................................................................... 8
BAB V KESIMPULAN.............................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii

2. Dalam perkembangan teknologi dan semakin meningkatnya populasi tentu saja membutuhkan produksi yang secara terus menerus. Untuk mengetahui dan memahami pengantar kegiatan peledakan. 1 . Tetapi bisa saja memecahkan atau mengekstrak batuan tersebut dilakukan dengan alat mekanis.2 Tujuan Adapun tujuan praktikum kali ini sebagai berikut : 1. 3. 1.1 Latar Belakang Pertambangan sendiri merupakan salah satu kegiatan yang dapat membuat teknologi semakin berkembang. 2. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Maksud Adapun maksud dari praktikum kali ini ialah agar praktikan mengetahui apa saja persiapan yang dibutuhkan untuk dapat melakukan kegiatan peledakan. Maka dari itu. namun ada juga beberapa bahan galian atau batuan tersebut tidak dapat produksi karena tidak ekonomis apabila menggunakan alat mekanis. sebagai mahasiswa teknik pertambangan harus mengetahui dan memahami teknik peledakan. 1. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa bahan tambang lah sebagai bahan utama dari perkembangan teknologi tersebut dan didalam penambangan tersebut tentu saja pasti memiliki perencanaan dalam menambang atau mengekstrak bahan galian yang salah satunya adalah kegiatan peledakan. Sehingga dilakukan lah kegiatan peledakan untuk mengatasi masalah tersebut.2 Maksud dan Tujuan 1. Peledakan disini mempunyai fungsi untuk mengekstrak bahan galian atau batuan yang massif sehingga menjadi fragmen – fragmen yang berukuran lebih kecil. Untuk mengetahui kriteria dan faktor-faktor dalam kegiatan pemberaian. Untuk mengetahui penggunaan metode dalam penentuan kegiatan peledakan.2.

2016 Foto 2.1 Peledakan (Blasting) 2. 2. BAB II LANDASAN TEORI 2. Memcahkan dan memindahkan batuan.1 Pengertian Peledakan Peledakan merupakan suatu kegitan tindak lanjut dari kegiatan pemboran yang dimana fungsi dari kegiatan peledakan tersebut tidak lain untuk melepaskan batuan dari batuan induknya agar menjadi fragmen – fragmen yang lebih kecil sehingga dapat memudahkan untuk pemuatan dan pengangkutan. Aman 2. Kegiatan peledakan itu sendiri haruslah menggunakan 3 konsep dasar yaitu : 1. Membuat rekahan 2 . 3. Efisien 3. Ekonomis Sumber : Mufli. Kegiatan peledakan ini sangat ekonomis bagi batuan yang massif karena tidak memakan tenaga yang banyak dan menghemat waktu penambangan. Peledakan juga merupakan proses pemecahan suatu material atau bahan galian yang padat dengan menggunakan bahan peledak. Membongkar atau melepaskan batuan dari batuan induknya.2 Konsep Dasar Peledakan Suatu kegiatan peledakan pada massa batuanmempunyai tujuan yaitu diantaranya : 1.

Teknik atau metode peledakan Suatu proses peledakan pada umumnya dilakukan terlebih dahulu dengan membuat lubang tembak yang diisi dengan sejumlah bahan peledak dengan penerapan metode peledakan. Penggalian/pembongkaran (Breaking) Kegiatan pemberaian merupakan salah satu kegiatan yang digunakan untuk memberai batuan atau endapan bahan galian. Pembersihan yang dilakukan diantaranya. pembabatan pohon. Untuk dapat mencapai kegiatan peledakan yang efektif dan aman sehingga sesuai rencana. 2. 3 Dalam industri pertambangan bahan peledak merupakan salah satu sarana yang sangat efektif. 3. Tahapan dari metode pemberaian ini ada 3 diantaranya : a. Dibalik barang yang berbahaya bahan peledak ini dapat dimanfaatkan sebagai barang yang berguna. Maka dari itu perlu diperhatukan factor-faktor sebagai berikut : 1. sehingga akan berguna dalam proses reklamasi nantinya. Gali Bebas. 1. Pengupasan ini diperlukan untuk mengambil top soil yang dibilang cukup subur. Pengupasan tanah penutup Kegiatan ini dilakukan untuk memunculkan atau menampakkan endapan bahan galian.3 Kegiatan Penambangan Kegiatan penambangan adalah suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengambil suatu endapan bahan galian baik dari dalam maupun dari luar permukaan bumi yang daripadanya dapat dimanfaatkan secara ekonomis. 2. Adapun kegiatan penambangan meliputi sebagai berikut. Untuk itu dalam pelaksanaan kegiatan peledakan maka dibutuhkan peraturan serta teknik –teknik agar pemanfaatannya lebih efisien dan aman. Karakteristik batuan 2. Pembersihan lahan biasanya menggunakan alat mekanis berupa bulldozer. Metode ini disebut juga dengan direct digging yang kegiatannya ini dilakukan penggalian secara langsung tanpa adanya . Teknik peledakan yang dipakai pun sangat berkaitan dengan tujuan peledaknnya serta pekerjaan ataupun proses lanjutan dari peledakan itu sendiri. Karakteristik bahan galian 3. Pembersihan lahan (Land Clearing) Pembersihan lahan dilakukan pertama atau permulaan dalam kegiatan penambangan. geometri peledakan dan jumlah bahan peledak yang sesuai agar didapatkan hasil yang seusai. pembersihan semak belukar dan pepohonan lainnya.

2 Proses Gali Bebas b. Maka.. Sumber : Manshurin. Peledakan (Drilling Blasting) Peledakan merupakan tahap terakhir pada proses pemberaian yaitu dengan cara menggunakan bahan peledak. metode ini cara kerjanya ialah setelah diretakkan maka dapat langsung digunakan stock pilling dan pemuatan.. Alat yang digunakan pada kegiatan garu ini pada umumnya alat berat yang menggunakan ripper. Sumber : Vinolia. Digaru. Tahap ini dilakukan ketika proses garu sudah tidak ekonomis lagi yang dikarenakan faktor dari sifat batuan atau endapan bahan galiannya sudah cukup keras bagi alat berat pada proses garu. proses ini dilakukan untuk menghancurkan atau . 2016 Foto 2.3 Proses Garu c. 2012 Foto 2. Garu ini bertujuan untuk meretakkan tanah atau menggembur tanah guna melunakan tanah yang cukup keras yang kegiatannya ini dilakukan ketika gali bebas sudah tidak ekonomis lagi ataupun juga tidak dapat dilakukan secara langsung. 4 pembokaran pada endapan bahan galian atau batuannya ketika suatu batuannya bersifar lebih lunak atau soft.

akan diperoleh rekomendasi metode penggalian dan alat yang sesuai untuk digunakan. suatu massa batuan memiliki tingkat kemampugaruan (rippability) tertentu. Hal ini dilakukan guna mengklasifikasikan suatu massa batuan kedalam kelas tertentu. Kemampugaruan (rippability) merupakan suatu ukuran apakah suatu massa batuan mudah digaru.4 Kemampugaruan Metode penggalian sangat dipengaruhi oleh sifat material terutama kekerasannya. 2014 Foto 2. Oleh sebab itu dalam suatu penggaruan (ripping). akan diketahui seberapa kemampugaruan massa batuan tersebut. dari easy ripping sampai very hard ripping. Pengangkutan (Hauling) Pengankutan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengangkut bahan atau endapan bijih dari sati tempat (tambang) ke tempat lain (tempat penimbunan atau pengolahan). Sehingga menyebabkan penggunaan alat berat . 5 memecahkan batuan atau bahan galian sebelum dilakukannya stock pilling dan pemuatan (loading). Untuk menentukan tingkat kemampugaruan suatu massa batuan. 2. 5. Proses penggalian biasanya serta merta dilakukan tanpa melibatkan studi secara rinci mengenai sifat-sifat material yang akan digali. sulit digaru atau bahkan tidak dapat digaru. Pemuatan (Loading) Pemuatan merupakan kegiatan yang dilakukan memasukan material atau endapan bahan galian hasil pembongkaran kedalam alat angkut kegiatan pemuatan ini dilakukan setelah kegiatan penggusuran. tingkat pelapukan dan air tanah. Sumber : Agung. Selain itu.4 Tahap Peledakan 4. Dari kelas-kelas tersebut. maka perlu studi atau investigasi lapangan seperti pengumpulan data struktur.

Q-System 3.1 Klasifikasi Kemampugaruan 2. perlapisan. Setiap pengukuran tingkat kemampugaruan dipengaruhi oleh sebagai berikut : 1. 6 menjadi tidak sesuai dan berujung pada proses penggalian yang tidak efektif serta efisien. Kekuatan batuan bergantung dari komposisi dari mineral yang terkandung didalam batuan. Sifat ini sangat mempengaruhi keausan dari ripper pada alat garu sehingga akan berpengaruh pada tingkat ekonomis proses garu. belahan. dan lain-lain. Sumber : Agung. 3. Gaya-gaya yang bekerja tersebut mempengaruhi tingkat kemampugaruan.5 Penentuan Metode Penggalian Untuk menentukan metode kemampugalian ini perlu dikorelasikan dengan kekuatan massa batuan serta karakteristik dari bidang lemah batuan atau endapan bahan galian. Pengujian yang didasarkan menggunakan klasifikasi ialah sebagai berikut : 1. Abrasivitas Abrasivitas adalah sifat batuan untuk menggores batuan lainnya. Semakin kuat suatu batuan maka semakin sulit untuk digaru. Point Load Index 2. RMR Metode yang pada umumnya dipakai adalah metode grafis yang dikemukakan oleh Franklin (1971). 2. Kekuatan Batuan Kekuatan mekanik batuan yaitu sifat kekuatan batuan terhadap gaya luar. Struktur Batuan Faktor utama penentu tingkat kemampugaruan adalah keberadaan struktur batuannya seperti kekar. Kemampugaruan adalah suatu ukuran dari tingkat kemudahan suatu batuan untuk digaru baik secara geologi maupun geoteknik. Franklin menggunakan metode grafik untuk menentukan metode penggalian dengan menggunakan spasi antar kekar dan . 2014 Gambar 2.

Sumber : Anzhari. 2014 Gambar 2. Metode ini tidak mengklasifikasikan tipe ripper apa yang digunakan. 7 Point Load Index sebagai parameter. 1971) .2 Grafik Kemampugalian (Franklin et al. akan tetapi metode ini untuk menentukan tipe penggalian seperti apa yang pas dengan batuan yang memiliki sifat karakteristik yang berbeda-beda.

Dalam menentukan metode pemberaian.21 Berdasarkan data tersebut maka tentukan system penggalian yang digunakan sebaiknya dengan menggunakan sistem mekanis atau kimiawi dengan metode Franklin dan metode Pettifer dan Fookes.21 2.21 0.11 6 Batukapur LM 1. Analisis Kemampugalian Dengan Metode Grafis PT. Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT. Proses penambangan yang dilakukan terdiri dari kegiatan pemberaian.11 8 Batulempung CS 0.31 0.81 10 Batulempung CC 1. MNK menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode side hill cut quary dan pit type quary.1 Nilai Point Load Index dan Joint Spacing Index No Litologi PLI (Mpa) Js (m) 1 Batulempung CU 0.71 4 Batukapur LR 0.21 0.81 5 Batulempung CM 0. diperlukan analisis kemampugalian berdasarkan sifat dan karakteristik batuan.1 Tugas 1.31 2 Batukapur LS 1. Setelah diketahui pemberaian yang efektif digunakan.51 7 Batulempung CL 2.71 1. MNK merupakan perusahaan semen yang sekaligus memiliki tambang sebagai bahan baku.11 9 Batukapur LL 1.61 0. 8 .81 3 Batulempung CR 0.21 0. MNK maka dapat diketahui nilai Point load index dan Joint spacing index adalah sebagai berikut : Tabel 3.41 0.51 0. maka selanjutnya praktikan diharapkan membuat kesimpulan dan menganalisis mengapa sistem tersebut efektif digunakan. BAB III TUGAS DAN PEMBAHASAN 3. serta memperhatikan kehadiran bidang diskontinu pada batuan. pemuatan dan pengangkutan. Berdasarkan kajian sampling batuan yang terdapat di PT.41 0.

Analisis Kemampugalian Dengan Metode Grading .1971) Gambar 3. 9 Gambar 3. 1994) 2.2 Grafik Kemampugalian (Pettifer dan Fookes.1 Grafik Kemampugalian (Franklin et al.

3 Kriteria Pemberian (Weaver. jarak antar kekar 1. GSM melakukan suatu projek untuk mengetahui kemampugalian dari batuan yang akan ditambang nantinya. 10 PT. Gambar 3. Setelah dilakukan beberapa pengujian diketahui batuan tersebut memiliki kekerasan sangat keras dengan kecepatan rambatan seismic pada 2050 m/s. Dari hasil uji geotek diketahui bahwa kekar tersebut sangat menguntungkan.5 m dan kekar tersebut tidak terisi alterasi. 1975) . Batuan agak lapuk dengan adanya kekar yang tidak menerus.

(0.01 .31 m).0 = 1.3 = 0.41 – 1.41 MPa).31 MPa).0 – 0.11 y = 0. Batu Lempung CR = (0.21 – 0.2 = 0.1 cm.31 – 0.405 cm Js = 2.1 = 0.1 cm.4 1 x = 0. 11 3. Batu Lempung CU= (0.7 cm PLI = 1. JD1 = 2. JD2 = 1.2 = 0.3 = 0.255 cm c.4 Grafik Kemampugalian (Franklin et al. JD2 = 1.3 – 0.155 cm Js = 0.6 = 1.0 – 0.21 MPa).7 cm PLI = 0. (0.71 m).0 = 0. (0.0 – 1.81 m). JD1 = 2.1 cm.11 x = 1.7 cm PLI = 3.31 – 0.4 = 0.1 = 0.6 = 0.21 y = 0. Analisis Kemampugalian dengan Metode Grafis Gambar 3.6 – 0.81 – 0. Batu Kapur LS = (1. JD2 = 1.2 = 0.7 = 0.1971) a.0 = 2.4675 cm b.2 Pembahasan 1.4 = 0. JD1 = 2.

61 MPa).81 – 0.71 – 0.3 = 0. LS .93 cm Js = 2.3 = 0. (0.2 = 0.4 = 0.11 y = 0. JD1= 2.14 = 0.7 cm PLI = 1.7 = 0. Batu Kapur LR = (0.05 y = 0. CL dan Batukapur LR.03 cm Js = 2.31 x = 0.11 x = 1.1 cm.0 – 0.6 = 1.11 – 0.1 = 0. Batu Lempung CM = (0.6 = 1.21 MPa).4 = 0.6 = 0.255 cm e. Penggaruan : Batulempung CU. JD2 = 1. JD1 = 2.6 = 0. 12 x = 0.7 cm PLI = 0.61 – 0. JD2 = 1.81 m).155 cm Js = 0.21 y = 0.1 cm. Gali Bebas : Batulempung CM b.607 cm Pada PT.11 m). (0.1 = 0.0 – 0.06 = 0. Peledakan Retakan : Batukapur LM d. MNK berdasarkan datanya terdapat sistem penggalian sebagai berikut : a.133 cm d. CS c.0 – 0.3 – 0.LL.2 – 0.06 = 0.21 – 0. Peledakan Pembongkaran : Batulempung CC.

8 cm.3 – 0.4 – 0.2 cm PLI = 2.21 – 0.1 = 0. JD2 = 0.41 x = 0.21 cm Js = 0.0 – 1.5 Grafik Kemampugalian (Pettifer dan Fookes. JD1 = 1.41 – 1. 13 Gambar 3.31 – 0.31 m).6 cm PLI = 0.01 x = 0.0 = 1.574 cm . JD1 = 0.01 y = 0. Batu Lempung CU= (0. 1994) a.21 MPa).81 m).0 = 1.0 = 0. JD2 = 0.41 MPa). Batu Kapur LS = (1.3 = 0. (0.2 = 0.3 = 0.06 cm b.1 = 0. (0.2 = 0.4 cm.

01 y = 0.01 y = 0.1 = 0.1 = 0.2 = 0.01 x = 0.21 – 0.8 = 1.1 = 0.1 = 0.1 = 0. JD1 = 0.6 = 0.9 – 0.71 m).01 x = 0.1 = 0.3 = 0.21 MPa).2 – 0.45 cm PLI = 0. JD1= 0.81 – 0.3 cm. JD1 = 0.31 – 0. Batu Lempung CM = (0.7 – 0.8 cm. Batu Kapur LR = (0. (0.11 m). 14 Js = 0.61 MPa).9 – 0. (0.06 cm Js = 0. JD2 = 0.01 .1 = 0.8 = 0.2 cm PLI = 0.8 = 0.08 cm Js = 0.0 = 0. (0. Batu Lempung CR = (0.03 cm d. JD2 = 1.3 cm PLI = 0.8 = 0.02 cm e.81 – 0.3 – 0.1 = 0.8 – 0. JD2 = 0.4 – 0.81 m).2 = 0.7 = 0.02 cm c.11 – 0.03cm Js = 0.6 cm.6 = 0.31 MPa).61 – 0.71 – 0.01 y = 0.7 = 0.01 x = 0.3 = 0.

145 cm Pada PT. Hard Digging : Batulempung CU. Hard Ripping : Batulempung CR dan Batukapur LR. MNK berdasarkan datanya terdapat sistem penggalian sebagai berikut : a. 15 y = 0. LS. LL c. Analisis Kemampugalian Dengan Metode Grading . Blasting Required : Batulempung CL 2. CS b. Very Hard Ripping : Batulempung CC d. LM. CM.

jarak kekar 1500 mm (25). kekerasan batuan sangat keras (5). orientasi kekar sebesar (15).3 Kriteria Pemberian (Weaver. 1975) Total = 24 + 5 + 7 + 25 + 5 + 5 + 15 = 86 Batuan yang diteliti memiliki kecapatan seismik baik baik (24) kisaran 2050 m/s. . kemenerusan kekar tidak menerus (5). pelapukan batuannya agak lapuk (5). 16 Gambar 3. sehingga nilai total 86.

Tetapi berbeda dengan batukapur LR. Susah garu dan ledak. pemilihan traktor D9G dengan HP 770-385 dan kilowatt 575-290. 1971) batulempung menggunakan sistem penggalian yang berbeda. LM. 1994). 1994) yang dikarenakan pengelempokannya berbeda tetapi yang lebih detai ialah metode grafis (Pettifer dan Fookes. BAB IV ANALISA Pada PT. GSM analisis kemampugaliannya menggunakan metode Grading sehingga batuannya dengan data yang terdapat memiliki bobot total 86 dan penaksiran kemampugaruannya Eks. peledakan retakan dan peledakan pembongkaran sehingga lebih efektif menggunakan system peledakan pembongkaran. Hal yang sama pun terjadi pada batukapur yang dimana batukapur sendiri menggunakan system penambangan yang berbeda diakbitkan oleh karakteristik pada batukapur tersebut. hal ini disebabkan oleh karakteristik batuannya itu sendiri. hal ini disebabkan oleh karakteristik batuannya itu sendiri. Pada batukapur LR posisinya berada diantara penggaruan. LS dan LL semuanya menggunkan system penggalian yang sama yaitu Hard Ripping. Pada PT. MNK berdasarkan metode grafis (Franklin et al. Hal ini tentu saja berbeda antara metode grafis (Franklin et al. 16 . Pada batulempung CU posisinya berada diantara gali bebas dan penggaruan sehingga lebih efektif menggunakan system panggalian penggaruan. 1994) batulempung menggunakan sistem penggalian yang berbeda. 1971) dengan metode grafis (Pettifer dan Fookes. MNK berdasarkan metode grafis (Pettifer dan Fookes. Pada PT.

Metode yang pada umumnya dipakai adalah metode grafis yang dikemukakan oleh Franklin (1971). 17 . 2. abrasi dan lain-lainnya. kekuatan batuan. Franklin menggunakan metode grafik untuk menentukan metode penggalian dengan menggunakan spasi antar kekar dan Point Load Index sebagai parameter. Kegiatan peledakan itu sendiri haruslah menggunakan 3 konsep dasar yaitu aman. 3. BAB III KESIMPULAN 1. Kriteria pada kegiatan pemberaian atau pembongkaran yaitu mulai dari gali bebas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada kemampugaruan secara garis besar ialah struktur batuan. efisien dan ekonomis. Peledakan merupakan suatu kegitan tindak lanjut dari kegiatan pemboran yang dimana fungsi dari kegiatan peledakan tersebut tidak lain untuk melepaskan batuan dari batuan induknya agar menjadi fragmen – fragmen yang lebih kecil sehingga dapat memudahkan untuk pemuatan dan pengangkutan. pelapukan. dan peledakan. Untuk menentukan metode kemampugalian ini perlu dikorelasikan dengan kekuatan massa batuan serta karakteristik dari bidang lemah batuan atau endapan bahan galian. digaru.

2014. (referensi internet) 2. Achri. 2014.com. Diakses pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 19.12 WIB.blogspot. Iskanda.com. Iskanda- miners. “Mekanisme Pecahnya Batuan”. Rudni. (referensi internet) . rudniachri. Arti-definisi-pengertian.32 WIB.09 WIB. Diakses pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 16. DAFTAR PUSTAKA 1. Anonim. “Pendahuluan Kegiatan Pertambangan”.blogspot. “Pengertian Peledakan”.info. Diakses pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 21. 2012. (referensi internet) 3.