You are on page 1of 9

Satuan Acara Penyuluhan (SAP

)
Diet Pada Pasien Hemodialisa

Disusun Oleh
Nama : Siti Khodijah
NIM : 11.072

Akademi Keperawatan Pemerintah
Kabupaten Sumedang
2014
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

DIET PADA PASIEN HEMODIALISA

Masalah : Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

Pokok Bahasan : Gagal Ginjal Kronis

Sub Pokok Bahasan : Nutrisi pada pasien hemodialisa

Sasaran : Keluarga Ny. C

Waktu : 15 Menit

Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Mei 2014

Tempat : Rumah Ny. C Dsn. C Rt/rw ¼ Ds. C Kec. C

Metode : Ceramah dan tanya jawab

Media : Leaflet

Penyuluh : Siti Khodijah

Materi : Terlampir

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit, keluarga Ny. S dapat
mengerti dan memahami tentang diet pada pasien hemodialisa.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan, keluarga Ny. S mampu menjelaskan
tentang :
1. Pengertian diet pasien hemodialisa
2. Nutrisi untuk pasien hemodsialisa
3. Cara mengolah dan menyiapkan makanan
4. Contoh menu untuk pasien hemodialisa
III. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Kegiatan penyuluh Kegiatan audience Waktu

1. Pembukaan  Mengucapkan  Menjawab salam 2 menit

salam

 Menyampaikan  Merespon penyuluh

tentang materi

yang akan dibahas  Memperhatikan

 Menjelaskan

tujuan penyuluhan

yang hendak

dicapai

2. Penyajian  Menjelaskan  Memperhatikan 10 menit

pengertian diet

hemodialisa  Memperhatiakan

 Menjelaskan

Nutrisi untuk  Memperhatikan

pasien

hemodsialisa  Memperhatikan

 Menjelaskan Cara

mengolah dan

menyiapkan  Memperhatikan
makanan

 Menjelaskan

Contoh menu

untuk pasien

hemodialisa

3. Penutup  Memberikan  Menjawab 2 menit

kesempatan pada pertanyaan

audience untuk

bertanya

 Menjawab  Memperhatikan

pertanyaan

 Melakukan  Menjawab

evaluasi tentang pertanyaan

materi yang

disampaikan

 Salam penutup  Menjawab salam
IV. Evaluasi

1. Prosedur : Akhir kegiatan

2. Waktu : 3 menit

3. Bentuk soal : Essay

4. Jumlah soal : 4 soal : 1. Apa pengertian diet hemodialisa?

2. Apa saja nutrisi untuk pasien hemodsialisa?

3. Bagaimana cara mengolah dan menyiapkan
makanan untuk pasien hemodialisa?
4. Sebutkan contoh menu untuk pasien
hemodialisa!

V. Daftar Pustaka

Brunner & sunddarth.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.
Jakarta : EGC

VI. Materi Penyuluhan

A. Pengertian
Diet pada pasien hemodialisis adalah diet yang diberikan
pada penderita gagal ginjal kronik yang mendapat terapii
pengganti HD
Hemodialisa sebagai pengganti sebagian kerja ginjal, untuk
mengeluarkan hasil sisa metabolisme dari darah dan kelebihan
cairan dari tubuh. Walaupun telah menjalani HD rutin, diet tetap
diperlukan untuk mempertahankan status gizi dan menjaga agar
kenaikan hasil sisa metabolisme tidak terlalu tinggi pada HD
berikutnya.

B. Nutrisi untuk pasien hemodialisa
Diet pasien harus diatur di bawah instruksi dokter. Dibawah
ini adalah beberapa nutrisi untuk pasien hemodialisa :

1. Protein
Pasien hemodialisa membutuhkan 1,2-1,3 gram / kg berat
badan protein kualitas tinggi setiap hari, seperti telur, ikan
bandeng, dan sebagainya.

2. Kalori

Pasien hemodialisis perlu mendapatkan 35 kilokalori /
kilogram berat badan panas setiap hari. Jika tingkat aktivitas
pasien lebih dari 60 tahun adalah rendah dan mereka
memiliki keadaan gizi yang baik, panas dapat dikurangi
sampai 30 kilokalori / kilogram berat badan.

3. Vitamin
Pasien hemodialisa menghindari mengambil terlalu banyak
vitamin A, Vitamin E, Vitamin K, atau yang lain itu dapat
menyebabkan akumulasi dan menghasilkan toksisitas.
4. Air dan elektrolit
Pasien hemodialisis harus mengontrol asupan air dan harus
membatasi asupan:
- Natrium (1-2 gram / hari),
- Potasium atau Kalium (kurang dari 2 gram / hari) dan
- Fosfor (kurang dari 0,8 gram / hari).

C. Cara Mengatur Diet Pasien Hemodialisa
1. Makanlah secara teratur, porsi kecil tapi sering 5-6 x/ sehari.
2. Hidangkan makanan yang sebaik-bainya dan menarik
sehingga menimbulkan selera makan.
3. Pilihlah makanan sumber protein hewani sesuai jumlah yang
telah ditentukan, seperti : telur, susu, daging, dsb.
4. Makanan sumber proetin nabati mempunyai mutu protein yang
lebih rendah dibanding protein hewani karena itu dibatasi
pemakaiannya.
5. Makanan tinggi energi seperti : madu, permen, syrup
dianjurkan sebagai penambah energi, tetapi tidak diberikan
dekat pada waktu makan karena mengurangi nafsu makan.
6. Makanan sumber kalium dibatasi, yaitu sayuran, buah-buahan,
umbi-umbian, kacang-kacangan, coklat sesuai dengan jumlah
yang telah ditentukan.
7. Menghindari makanan kalium tinggi yaitu : kacang-kacangan,
bayam, pisang, air kelapa/degan,alpukat, durian, nagka, dan
kembang kol.
8. Bila ada oedem atau hipertensi, perlu mengurangi garam dan
makanan yang diawetkan dengan garam, misalnya : telur asin,
ikan asin, cornet, dsb.
9. Bila jumlah air kencing sehari kurang dari normal, maka perlu
membatasi cairan yang berasal dari makanan dan
minuman.
D. Cara Mengolah Dan Menyiaokan Makanan
1. Semua sayuran harus dimasak dan tidak dianjurkan
dimakan dalam keadaan mentah (lalapan).
2. Bila harus membatasi garam, gunakanlah lebih banyak bumbu-
bumbu seperti gula dan bumbu dapur lain.
3. Untuk mengurangi kadar kalium dalam bahan makanan
sebaiknya dipotong-potong kecil terlebih dahulu, kemudian
direndam dalam air hangat minimal selama 2 jam Air
perendaman dibuang dan bahan makanan dicuci dalam air
mengalir selama beberapa menit. Setelah itu masaklah
(terutama sayuran dan umbi-umbian).
4. Untuk membatasi banyaknya cairan dalam makanan masakan
lebih baik dibuat dalam bentuk tidak berkuah seperti ditumis,
dipanggang, dikukus, dibakar, dan digoreng

E. Menu diet yang dianjurkan
Pola konsumsi makanan merupakan gambaran mengenai
jumlah jenis dan frekuensi bahan makananyang dikonsumsi
seseorang sehari-hari dan merupakan ciri khas pada suatu
kelompok masyarakat tertentu. Konsumsi pangan merupakan
faktor utama untuk memenuhi kebutuhan gizi
seseorang. Pengaturan diet atau makanan pada gagal ginjal sangat
berpengaruh bagi penyakit ginjal. Contoh susunan bahan makanan
sehari untuk pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialis :

Waktu Bahan makanan berat URT

Pagi Beras 75 gr 1 gelas tim

Telur 50 gr 1 butir

Mezena 20 gr 4 sdm

Sayuran 50 gr ¾ gelas

Gula pasir 20 gr 2 sdm

Minyak 10 gr 1 sdm

Tepung susu 10 gr 2 sdm
whole

Pukul Maizena 10 gr 2 sdm

10.00 Gula pasir 20 gr 2 sdm

Minyak 10 gr 1 sdm

Beras 75 gr 1 gelas tim

Daging 25 gr 1 potong kecil

Telur 25 gr ½ butir

Siang Sayuran 75 gr ¾ gelas

Buah 100gr 1 potong pepaya

Minyak 10 gr 1 sdm

gula pasir 10 gr 1 sdm

Pukul 16.00 Maizena 10 gr 1 sdm

Gula pasir 20 gr 2 sdm

Minyak 10 gr 1 sdm
Sore Beras 75 gr 1 gelas tim

Daging 25 gr 1 potong kecil

Telur 25 gr ½ butir

Sayuran 75 gr ¾ gelas

Buah 100 gr 1 potong papaya

Minyak 10 gr 1 sdm

Gula pasir 10 gr 1 sdm