You are on page 1of 7

TUGAS

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK II

Nama : Desak Putu Amrita Kirana
NIM : A1C 116 019
Kelas : D

Fakultas Ekonomi dan Bisnis
S1 AKUNTANSI
UNIVERSITAS MATARAM
2018
TUGAS ASP II
Uraikan contoh 2 buah transaksi pendapatan dan 2 buah transaksi belanja di SKPD atau PPKD.
Lengkapi dengan uraian, dokumen-dokumen dan pihak-pihak yang terkait dengan transaksi-
transaksi tersebut. Uraian dimulai dari dokumen penganggaran pendapatan dan belanja sampai
dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut.
Catatan : Transaksi antar mahasiswa tidak diperkenankan sama antara satu dengan yang lainnya.

TRANSAKSI PENDAPATAN
1. Pengakuan pendapatan pajak ketika didahului dengan adanya penetapan terlebih dahulu
(official assesment).
Ilustrasi:
Tanggal 13 Februari 2015, Dinas Pendapatan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Pajak
Terutang (SPPT) sebagai ketetapan atas PBB tahun 2015 sebesar Rp.2.500.000,-.

JURNAL- LO Atau Neraca
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
13/02/15 SPPT Piutang PBB 2.500.000
Pendapatan PBB-LO 2.500.000

 SPPT merupakan dokumen yang berisi besarnya utang atas Pajak Bumi dan
Bangunan yang harus dilunasi oleh Wajib Pajak pada waktu yang telah ditentukan.
SPPT hanya menentukan bahwa atas objek pajak tersebut dibebankan hutang yang
harus dibayarkan oleh subjeknya. SPPT PBB bukan merupakan bukti kepemilikan
objek pajak. Karenanya sering kita menemukan bahwa nama yang tercantum di
sertifikat berbeda dengan nama yang tercantum dalam SPPT PBB.
Hal ini bisa terjadi karena pemilik tidak melakukan balik nama SPPT PBB setelah
dilakukannya peralihan hak atau balik nama sertifikat atas tanah dan bangunan
tersebut. Dalam pembayaran PBB yang perlu disesuaikan adalah Nomor Objek
Pajak (NOP)-nya.
Ilustrasi :
Tanggal 13 Juli 2015, wajib pajak melakukan pembayaran atas PBB
JURNAL- LO Atau Neraca
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
13/07/15 SPP/Nota Kas Dibendahara 2.500.000
Kredit Penerimaan
Piutang PBB 2.500.000

JURNAL – LRA
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
13/07/15 SPP/Nota Perubahan SAL 2.500.000
Kredit Pendapatan PBB-LRA 2.500.000

Ilustrasi :
Tanggal 14 Juli 2015, Bendahara penerimaan menyetorkan pendapatan PBB yang diterima
ke Kas daerah
JURNAL - LO ATAU NERACA
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
13/07/1 SPP RK PPKD 2.500.000
5 Kas Dibendahara Penerimaan 2.500.000

2. Ilustrasi :
Tanggal 06 Mei 2015, Bendahara penerimaan menyetorkan pendapatan Pajak Hotel yang
diterima ke Kas daerah sebesar 7.500.000
JURNAL - LO ATAU NERACA
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
06/05/15 SPP RK PPKD 7.500.000
Kas dibendahara penerimaan 7.500.000
Ilustrasi :
Tanggal 10 Mei 2015, dilakukan pemeriksaan atas pajak hotel yang dibayarkan oleh Hotel
Mekar dan ditemukan adanya pajak lebih bayar sebesar Rp.1.700.000,-.
JURNAL - LO ATAU NERACA
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
10/05/15 SKPDKB Pendapatan Pajak Hotel-LO 1.700.000
Utang Kelebihan 1.700.000
Pembayaran Utang

TRANSAKSI BELANJA
JURNAL OTORISASI ANGGARAN
1. Untuk mencatat alokasi anggaran belanja:
R/K PPKD xxx
Allotmen Belanja xxx
JURNAL REALISASI ANGGARAN BELANJA
1. Belanja LS
Belanja xxx
RK PPKD (belanja) xxx
2. Belanja dari dana UP/GU/TU
Mencatat penerimaan SP2D
Kas di Bendahara Pengeluaran xxx
RK PPKD/ xxx
Realisasi belanja (SPJ) sekaligus menerima SP2D GU
Kas di Bend Pengeluaran xxx
RK PPKD xxx
JURNAL PENUTUP
1. untuk menutup allotmen belanja:
Allotmen Belanja xxx
Belanja xxx
RK PPKD (belanja) xxx
ILUSTRASI
1. Akuntansi Anggaran Belanja
Tanggal 10 agustus 2015 anggaran belanja operasi - belanja pegawai sebesar Rp30 triliun
untuk pegawai Departemen Kehutanan. Oleh karena itu, jurnal alokasi anggaran belanja
tersebut dicatat oleh Departemen Kehutanan sebagai berikut:
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
10/08/15 Piutang Kepada Kas Umum 30 Triliun
Negara
Allotment 30 Triliun
belanja Operasi
Pencatatan belanja operasi dilakukan berdasarkan dokumen transaksi berupa SPM dan
SP2D oleh pengguna anggaran. Sebagai contoh. Departemen perdagangan melakukan
pcngeluaran belania pegawai sebesar Rp20 triliun,
maka pencatatan tersebui adalah sebagai berikut:
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
10/08/15 SPM dan Belanja Operasi 20 Triliun
SP2D Piutang kepada 20 Triliun
kas umum
negara
Pengeluaran kas dicatat oleh Departemen Keuangan dhi KPPN berdasarkan dokumen
SPM, SP2D, dan nota debet sebagai berikut:
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
10/08/15 SPM dan Pengeluaran 20 Triliun
SP2D Kas 20 Triliun
2. Pada tanggal 8 Mei 2015 PPKD Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan pembayaran
untuk bantuan keuangan sebesar Rp90.000.000 dengan menggunakan SP2D-LS.
Jurnal untuk mencatat pengakuan belanja bantuan keuangan:
SKPD- TIDAK ADA JURNAL
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
8/05/15 SP2D-LS Belanja Bantuan Keuangan 90.000.000
Kas di kas 90.000.000
daerah

3. Pembayaran gaji Pegawai Dinas Perhubungan bulan Maret 2015 dengan SP2D LS sebesar
Rp 80Jt, pada tanggal 30 Maret 2009. Dari jumlah tersebut terdapat potongan PPh Rp1jt,
IWP Rp400rb, dan Taperum Rp600rb.

Untuk mencatat pengakuan belanja pegawai
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
30/03/15 SP2D-LS Belanja Pegawai 80.000.000
RK pusat 80.000.000

Untuk mencatat Pengeluaran Kas di PPKD
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
30/03/15 SP2D-LS RK/SKPD 80.000.000
Kas di Kas 80.000.000
Daerah

Untuk Mencatat Pengakuan Utang Titipan Pihak Ketiga
PPKD
Nomor Kode
Tanggal Uraian Debit Kredit
Bukti Rekening
30/03/15 Kas di Kas Daerah 2.000.000
Utang PFK-Pot PPh 1.000.000
Utang PFK-Iuran Wjb 400.000
Utang PFK- Taperum 600.000