You are on page 1of 2

1.

Rumah sakit dengan teknologi informasi kesehatan yang memungkinkan untuk
meningkatkan kualitas keperawatan dan biaya mereka dengan memperbaiki
komunikasi dan membuat pengetahuan lebih terakses. Dalam hal ini, sistem electronic
health record menyediakan fungsi yang sangat berguna sebagai bentuk dari teknologi
informasi kesehatan. Sebagian besar fakultas keperawatan mendidik mahasiswanya
dengan cara yang tradisional. Misalnya, ketika fakultas keperawatan mengajarkan
tentang dokumentasi keperawatan kepada mahasiswa sarjana dalam setting klinis
terlepas dari dokumentasi berbasis kertas ataupun elektronik, strategi pengajaran yang
utama adalah dengan berbasis kertas. Perawat telah menggunakan form berbasis kertas
untuk menulis dokumentasi keperawatan, termasuk catatan narativ dan flow sheets,
untuk menukar informasi pasien yang sesuai. Sama dengan dokumentasi berbasis kertas,
electronic health record juga mengandung flow sheet. Bagaimanapun, dokumentasi
EHR juga memasukkan fitur baru. EHR membantu praktik keperawatan menjadi lebih
baik. Beberapa fungsi termasuk dukungan terhadap terminologi standar keperawatan,
menggabungkan dokumentasi klinis dari beberapa sumber, mendukung keperawatan
standar, pedoman, dan protokol, pendukung pemeriksaan interaksi obat, menunjukkan
peringatan untuk layanan pencegahan dan kesehatan, dan menghubungkan layanan
klinis. Beberapa fitur tersebut dapat mengubah bagaimana perawat
mendokumentasikan, membuat keputusan, dan berkomunikasi dengan tenaga
kesehatan lainnya.
Sumber : Joohyun, C., & Insook, C. (2017). The need for academic electronic health record
systems in nurse education. Nurse Education Today, 83-88.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300941/pdfft?md5=b2fe69c2e
40a0ec7b166aa5a69052e05&pid=1-s2.0-S0260691717300941-main.pdf

2. Tantangan yang dihadapi perawat dalam penerapan informatika adalah perawat bisa
menerapkan sistem informatika dalam bidang keperawatan sehingga bidang
keperawatan lebih bisa maksimal lagi. Dalam sistem electronic health record sendiri,
salah satu tantangannya adalah pengetahuan yang dimiliki oleh perawat harus adekuat
untuk mengimbangi adanya sistem electronic health record agar perawat dapat
beradaptasi dengan baik jika sistem ini diterapkan di tempat kerja maupun di fakultas
keperawatan. Agar tantangan tersebut dapat diatasi adalah dengan menerapkan sistem
electronic health record ini dalam sistem kurikulum secara efisien sehingga
pengadopsian EHR dalam kurikulum ini dapat membantu mahasiswa dalam membuat
keputusan klinis bagi pasien, untuk memahami keseluruhan kondisi pasien,
berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif, memahami rencana perawatan, dan
untuk mengevaluasi tanggapan terhadap pengobatan. Penerapan EHR dalam kurikulum
juga akan membantu dalam membangun kompetensi mahasiswa sarjana keperawatan
dalam dokumentasi keperawatan dalam sistem EHR dan penggunaan bahasa
keperawatan standar.
Sumber : Joohyun, C., & Insook, C. (2017). The need for academic electronic health record
systems in nurse education. Nurse Education Today, 83-88.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300941/pdfft?md5=b2fe69
c2e40a0ec7b166aa5a69052e05&pid=1-s2.0-S0260691717300941-main.pdf
3. Salah satu contoh trend terkini informatika keperawatan yang digunakan adalah
telenursing. Perawat sekarang bisa memerankan peran penting dalam menyampaikan
intervensi melalui telenursing sebagai salah satu subtipe dari tele-health. Telenursing
merupakan salah satu cara perawat menyediakan care unit kepada pasien melalui alat
telekomunikasi. Telenursing secara efektif telah digunakan di berbagai media teknologi
dan program pengobatan, dan secara positif berpengaruh terhadap persepsi pasien
mengenai aksesibilitas pelayanan kesehatan yang cepat. Dalam sebuah program untuk
mencegah penyakit terkait berat badan melalui penggunaan layanan pesan singkat
(SMS), pengguna telenursing menunjukkan pengetahuan yang lebih besar tentang
penyakit tersebut daripada pengguna non-telenursing. Pengguna juga tidak akan
membuang-buang waktunya sekitar 5 jam untuk datang ke pusat pelayanan kesehatan
primer. Mengingat pentingnya waktu, biaya, dan aksesibilitas dalam menentukan
apakah pasien dapat mempertahankan perawatan kondisi kronis seperti obesitas,
telenursing menawarkan manfaat yang menjanjikan dalam hal ini.
Sumber :
Bennett, E. A., et al (2017). Treatment of Obesity Among Youth With Intellectual and
Developmental Disabilities: An Emerging Role for Telenursing. Western Journal of Nursing
Research, 1008-1027. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0193945917697664