You are on page 1of 6

Keperawatan Komunitas II

Apa perbedaan MDGs dan SDGs dan apa saja perubahan yang ada di
Indonesia serta di kaitkan dengan program Puskesmas

Anggota kelompok :
1. Romlah Ana Safitri
2. Dwi Fuji Rahayu
3. Nyai Lilis Kholisoh
4. Sari
5. Ika Puspita
6. Anita
7. Damayanti Br. S
8. Sarti
9. Dodi Yusmargana
BAB I
A. Latar belakang
B. Tinjauan teori / pustaka
BAB II
A. Perbandingan
B. Program-program puskesmas
C. Tingkat keberhasilan
BAB III
A. Pembahasan
B. Tujuan
BAB IV
A. Penutup
B. Kesimpulan
Daftar pustaka
Tugas komunitas 2
PERUBAHAN MDGS DAN SDGS YANG DIKAITKAN DENGAN PROGRAM
PUSKESMAS
A. PENGERTIAN
Pengertian MDGS (milenium Development Goals) MDGS adalah deklarasi milenium
hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara dan ditandatangani oleh 147
kepala pemerintahan dan kepala negara yang mulai dijalankan september tahun 2000 dengan
8 tujuan
Pengertian SDGS: sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya
terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur debgan tenggang waktu yang ditentukan

B. TUJUAN
8 tujuan MDGS
1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
4. Menurunkan angka kematian anak.
5. Meningkatkan kesehatan ibu.
6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup.
8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan.
Tujuan dari SDGs (Sustainable Development Goals) yang dikutip dari Litbang Depkes RI
antara lain sebagai berikut:
1. Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi seluruh orang di
segala usia.
2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, dan
mendorong pertanian yang berkelanjutan.
3. Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun.
4. Membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif
dan berkelanjutan serta membina inovasi.
5. Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi
seluruh orang.
6. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan,
serta kesempatan kerja penuh, produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua orang.
7. Menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan serta modern bagi
semua orang.
8. Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan
belajar seumur hidup bagi setiap orang.
9. Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, berketahanan, aman dan
berkelanjutan.
10. Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan.
11. Mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan,
menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif,
akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.
12. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim serta dampaknya.
13. Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara.
14. Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
15. Melestarikan dan menggunakan samudera, lautan dan sumber daya laut secara
berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan.
16. Memperkuat perangkat-perangkat implementasi (means of implementation) dan
merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
17. Melindungi, memperbarui, dan mendorong pemakaian ekosistem daratan yang
berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan,
menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian
keanekaragaman hayati.

Perbedaan MDGs dan SDGs
MDGs (2000-2015) SDGs (2016-2030)
50 persen 100 persen
 Target dan sasarannya adalah mengurangi separuh  Target dan sasarannya adalah semua, sepenuhnya
kemiskinan dan tuntas
 Target yang terlalu minimal  Mengakhiri kemiskinan
 Banyak negara telah terlebih dahulu mencapainya  100 persen penduduk memiliki akta kelahiran
 Memerlukan fokus, untuk merangkul mereka yang
terpinggir dan terjauh
Dari negara maju, untuk negara berkembang Berlaku universal
MDGs mengandaikan bahwa negara miskin dan SDGs memandang semua negara memiliki pekerjaan
berkembang yang mempunyai pekerjaan rumah. rumah. Tiap–tiap negara wajib mengatasinya. Tiap–tiap
Sementara itu negara maju mendukung dengan negara harus bekerja sama untuk menemukan sumber
penyediaan dana. pembiayaan dan perubahan kebijakan yang diperlukan.
Dari Atas (top down) Dari Bawah (bottom up) dan partisipatif
Dokumen MDGs dirumuskan oleh para elite PBB dan Dokumen SDGs dirumuskan oleh tim bersama, dengan
OECD, di New York, tanpa melalui proses konsultasi pertemuan tatap muka lebih dari 100 negara dan survei
atau pertemuan dan survei warga. warga.
Solusi parsial atau tambal sulam 8 Solusi yang menyeluruh
 Tujuan MDGs sebagian besar hanya mengatasi Berisi 17 tujuan yang berupaya merombak struktur dan
gejala-gejala kemiskinan saja sistem
 Masalah ekologi dan lingkungan hidup tidak diakui  Kesetaraan gender
Ketimpangan tidak mendapatkan perhatian.  Tata pemerintahan
 Demikian halnya dengan soal pajak dan  Perubahan model konsumsi dan produksi
pembiayaan pembangunan  Perubahan sistem perpajakan
 Diakuinya masalah ketimpangan
 Diakuinya masalah perkotaan

Undang undang kemenkes tentang puskesmas;

Permenkes no 75 tahun 2014 : Puskesmas fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan baik promotiv preventiv kurativ maupun
rehabilitativ yang dilakukan oleh pemerintah daerah atau masyarakat
Program puskesmas

1. Promosi kesehatan (permenkes) penyuluhan kesehatan masyarakat
2. Pencegahan penyakit menular (P2M)
3. Program pengobatan
4. KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
5. Upaya peningkatan gizi.
6. Kesehatan lingkungan.
7. Pencatatan dan pelaporan.

Latar belakang

setelah bertahun-tahun kita akrab dengan istilah Tujuan Pembangunan Milenium
(Millennium Development Goals atau n MDGs), pada 2015 agenda pembangunan global
ini resmi berakhir. Sebagai gantinya, 193 negara, termasuk Indonesia,bersepakat
mengadopsi agenda pembangunan global baru yang dikenal dengan Sustainable
Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Artikel ini bersumber dari laporan kajian SMERU, “SDGs
dan Tantangan Pencapaiannya di Indonesia” (2016). Kajian yang mungkin dihadapi
Indonesia dalam upaya mencapai SDGs pada 15 tahun ke depan serta merumuskan
antisipasi kebijakan yang perlu dilakukan. Pada kajian tersebut, tim peneliti melakukan
studi literatur terhadap laporan-laporan pencapaian dan tantangan MDGs yang
dikeluarkan beberapa kementerian serta ulasan dari berbagai lembaga