You are on page 1of 19

SOAL UNAS BANDUNG 2018

1. Seorang laki-laki berumur 75 tahun mengeluh tidak dapat mengerti apa yang
keluarganya katakan kepadanya. Audiogramnya menunjukkan PTA 25 dB. Pasien ini
sepertinya: (soal dlm English)
a. Menderita Alzheimer’s disease
b. Akan merasakan manfaat hearing aid
c. Menderita defisit parsial pada central auditory processing Bailey
d. Tidak akan mendapat manfaat dari rehabilitasi auditory
e. Berpura-pura/malingering

2. Seorang wanita 30 tahun mengalami kelumpuhan nervus fasialis selama 1 tahun.
Sementara didiagnosis dengan Bell’s palsy dan mendapat terapi kortikosteroid, tetapi
tidak tercatat adanya perbaikan. Pada pemeriksaan ulangan ditemukan perbaikan tidak
terjadi pada daerah muka tetapi tidak ada tanda kelumpuhan pada bagian kepala-leher
yang lain. Dugaan saudara:
a. Belum cukup waktu untuk proses regenerasi
b. Infeksi Herpes zoster
c. Fraktur tulang temporal yang tidak terdeteksi akibat KDRT
d. Penyakit Lyme
e. Kemungkinan suatu neoplasma Bailey

3. Seorang laki-laki 75 tahun mengeluh gangguan pada keseimbangan dan pada pemeriksaan
tes keseimbngan
Hallpike hasil positif. Dugaan diagnosis :
a. Transient ischemic attacks
b. Benign positional vertigo Bailey
c. Cervical vertigo
d. Acoustic neurinoma
e. Meniere’s disease

4. Timpanogram tipe As klasifikasi Jerger dapat terjadi pada
a. OME
b. OMA
c. Disfungsi tuba
d. Timpanosklerosis
e. Dislokasi tulang pendengaran

5. The procedure of choice in labyrinthine fistula is: (bahasa Indonesia)
a. canal wall up mastoidecomy
b. bondy prosedur
c. atticotomy
d. radical mastoidectomy
e. modified radical mastoidectomy

6. Protection of middle ear from unwanted nasopharungeal secreations during swallowing
activity is most likely enchanced
a. When the lenghth of the eustachius tube lumen is shorter than normal
b. When the radius of the eustachius tube lumen is larger than normal
c. When the tympanic membrane is not intack
d. When the viscosity of the secretions are thiner as to thicker
e. By the middle ear cushion Bailey
7. A 27 year old male patient came to an outpatient clinic grade B general hospital with chief
complaint of severe headache and vomitting since this morning. Patient also have runny
and blocked nose since 2 weeks ago. On nasal endoscopy there were purulent
secretions found in the bilateral medial meatus with oedematous middle turbinates.
Which of these is an intracranial complication with the most favorable outcome? (Soal
baru)
a. Epidural abscess 
Bailey
b. Meningitis 

c. Subdural abscess 

d. Intracerebral abscess

8. Prinsip pengobatan kasus meningitis yang diakibatkan otitis media akut adalah:
a. Antibiotik intravena
b. Antibiotik intravena dan miringotomi
c. Miringotomi dan pemasangan pipa ventilasi
d. Kortikosteroid
e. Timpanoplasti

9. A patient with a T3NO squamous cell carcinoma of the lateral floor of the mouth is to
undergo surgical treatment. Which of the following is an appropriate neck dissection in
this case? (Baru)
a. Selective neck dissection of levels I and II (suprahyoid dissection)

b. Selective neck dissection of levels I, II, and III (supraomohyoid dissection) Bailey
c. Selective neck dissection of levels II, III, and (lateral dissection)
d. Modi ed radical neck dissection prese ing the jugular vein and the spinal accessory
nerve
e. Modifed radical preserving the spinal accessory nerve


10. Seorang laki-laki umur 40 tahun, datang dengan keluhan 2 hari tersumbat pada kedua
hidung, terasa nyeri, sakit kepala, dan panas.Pada pemeriksaan rinoskopi anterior
tampak septum nasi hiperemis dan menggembung serta fluktuasi. Lekositosis ringan,
darah rutin dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin untuk penderita ini:
a. Peradangan adenoid persisten
b. Hematoma septum nasi
c. Alergi hidung musiman
d. Abses septum nasi
e. Polip nasi bilateral

11. Upaya untuk melakukan kepastian diagnosis tersebut di atas adalah melakukan:
a. Pungsi percobaan
b. Pemeriksaan rinoskopi percobaan
c. Penentuan kadar Ig E darah
d. Polipektomi
e. Tampon anterior

12. Insisi yang dilakukan:
a. Insisi 2 sisi pada ketinggian yang berbeda
b. Insisi satu atau dua sisi diputuskan setelah evaluasi kartilago spetum

13. A pregnant (20weeks, primiparis) woman presents to your clinic complaining of severe
nasal congestion for the past month, which has made it difficult for her to sleep. On
examination she has a straight septum, bilateral boggy inferior turbinates, and no ad-
ditional nasal abnormalities on endoscopy. What is the best initial recommendation?
(soal dibahasa Indonesiakan)
a. Trial of saline irrigations. bailey
b. Loratadine (Claritin) and a medrol dose pack 

c. Loratadine (Claritin) and steroid nasal sprays. 

d. Do nothing, as there are no safe medications for the developing fetus. 


14. Posisi sinus lateralis berada di :
A. Bagian cranial os petrosus
B. Bagian kaudal os petrosus
C. Bagian posterior os petrosus
D. Daerah yang sulit diketahui
E. Lokasi yang selalu berbeda di os petrosus

15. Solid angle atau sudut padat adalah :
A. Sudut sinodura yang sangat sempit
B. Lokasi kanalis semisirkularis
C. Daerah dimana terdapat prosesus brevis inkus
D. Saraf fasialis berjalan mendekati area tersebut
E. Ad antrum mastoid

16. 11.Protection of middle ear from unwanted nasopharyngeal secretion during swallowing
activity is most likely
Enhanced : (versi bahasa indonesia)
A. when the length of the eustachius tube lumen is shorter than normal
B. when the radius of the Eustachian tube lumen is larger than normal
C. when the tympanic membrane is not intack
D. when the viscosity of the secretions are thiner as opposed to thickes
E. by the middle ear cushion (bantalan telinga tengah)

17. .Fistel pada labirin sirkumskripta terbanyak terjadi pada :
A. Foramen rotundum
B. Foramen ovale
C. Kanali semisirkularis lateral
D. Promontorium
E. Semua diatas benar

18. .Proses degenerasi organ corti pada daerah membrana basalis pada orang tua :
A. Mengakibatkan tuli pada frekuensi rendah
B. Mengakibatkan tuli pada frekuensi sedang
C. Tidak mengganggu speech discrimination
D. Satu-satunya penyebab presbiakusis
E. Tidak menyebabkan ketulian

19. 31.Cochlear implantation in contraindicated in patient with :
A. Cochlear otosklerosis
B. Obliterated labirintitis
C. Fraktur of the cochlea
D. Colesterol granuloma of the petrous apex
E. Michelle malformation

20. Seorang perempuan, 19 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan penghidu
berkurang yang dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Sebelumnya pasien sudah sering
berobat dengan ingus kental, hidung tersumbat dan lendir tertelan ke tenggorok. Pada
pemeriksaan rinoskopi anterior tampak massa pada kavum nasi bilateral disertai sekret
kental. Apa penyebab terjadinya
penghidu berkurang pada kasus di atas :
A. Gangguan epitel olfactoria
B. Gangguan pada jalur saraf olfactoria
C. Gangguan konduksi partikel bau menuju ke celah olfaktorius
D. Sekret kental di dalam rongga sinus
E. Gangguan aliran udara rongga hidung

21. Apakah diagnosis dari keluhan diatas?
A. Rinosinusitis kronis
B. Sinusitis maksilaris dentogen
C. Rinosinusitis hipertrofikan
D. Tumor sinonasal
E. Polip nasi

22. What are the indications for imaging in acute sinusitis?
A. Any patient who has a child in day care or works in a health care environment
B. Any patient who has had exposure to antibiotics within the previous 6 weeks
C. Any patient suspected of complications of acute sinusitis or who is
immunocompromised and at high risk for such complications
D. Any patient who has a history of recurrent acute sinusitis presenting with an acute
flare

23. Seorang anak laki-laki 2 tahun datang ke IGD dengan riwayat mendadak terbatuk-batuk
2 jam sebelum MRS. Dari hasil pemeriksaan fisik ditegagkkan diagnosis benda asing di
trakea dengan ditemukan gejala yang khas yaitu:
a. Wheezing expiratoir, stridor, audible slap
b. Wheezing insiratoir dan expiratoir serta palpatory thud
c. Stridor, asmathoid wheeze, palpatory thud
d. Palpatory thud, asmathoid wheeze, audible slap
e. Stridor, palpatory thud, asmathoid wheeze, audible slap

24. Untuk konfirmasi, pada pasien ini dilakukan pemeriksaan ABR, kemungkinan hasil
pemeriksaan didapat adalah :
a. Latency gelombang I memeanjang
b. Interpeak latency gel I-III memanjang
c. Interpeak latency gel III-V memanjang
d. Rasio amplitudo gel V/I kurang dari satu
e. Tidak ada perbedaan parameter telinga kira dan kanan

25. Posturography :
a. Cannot distuingish between visual and propriceptive causes of unsteadiness
b. Is likely to replace the ENG as the best test of the vestibular reflex
c. Has been modified to evaluate the patient for a perylimph fistula
d. Include of evaluation of the patients gait
e. Cannot evaluate to long loop reflexes

26. The optokinetic system:
a. Allows us to look around rapidly
b. Allows us to keep our visual field in focus while we are moving
c. Recordings are not affected by fatigue
d. Recordings are very useful in specifically locating the site of the lesion
e. Recordings cannot be distorted by labyrinthine disease

27. Pada otosklerosis gambaran audiogram sbb :
a. AC menurun pada frekuensi 2000
b. BC menurun pada frekuensi 2000
c. AC meningkat pada 4000

28. The late otosclerosis is characterized by :
a. Dense sclerotic bone histologically
b. “the blue mantles of Manasse”
c. Osteocyte invasion of perivascular channel
d. A positive “Schwartze’s sign
e. Progressive vertigo

29. Lokasi paling sering dari kerusakan tulang-tulang pendengaran karena kolesteatoma
pada
telinga tengah
a. Kaput maleus
b. Prosessus longus inkus
c. Kaput stapes
d. Krura stapes
e. Badan inkus

30. Seorang petani laki-laki usia 45 th menderita karsinoma tonsil dengan PA Karsinoma
anaplastik.pada pemeriksaan tonsil tampak tonsil kanan ulseratif,mobilitas tonsil masih
baik.tidak ditemukan pembesaran kel getah bening leher.keadaan umum penderita
baik,pilihan terapi yang tepat adalah :
a. Deseksi radikal leher kanan dan eksisi tonsil sekaligus (en blok)
b. Radioterapi
c. Tonsilektomi diikuti radio terapi
d. Tonsilektomi koblasion
e. Tonsilektomi eksi

31. Trismus pada penderita dengan tumor tonsil diakibatkan oleh karena infiltrasi tumor ke :
a. m.Pterygoideus
b. m.Temporalis
c. Os mandibula
d. Os.maxila
e. Temporo mandibular joint

32. Dilatasi kelenjar saliva minor di dasar mulut akibat akumulasi mucus disebut
A. Ranula
B. Sialolithiasis
C. Pleomorfik adenoma
D. Sjorgen syndrom
E. Sialodenosis

33. Struktur di bawah ini yang membentuk kompleks osteomeatal adalah
A. Meatus media, prosesus unsinatus, sel Haller, infundibulum ethmoid, osteum
paranasalis anterior dan bullae ethmoid
B. Prosesus uncinatus infundibulum ethmoid, sel Onodi dan sel Haller
C. Meatus media, prosesus uncinatus, ostium sinus paranasalis anterior dan resesus
sphenoidalis
D. Meatus media, prosesus unsinatus, sel Haller dan sel Onodi
E. Meatus media, prosesus unsinatus, Infundibulum ethmoid, bullae ethmoid, dan ostium
sinus paranasalis anterior

34. Which of the following salivary cancer is most associated with pain and perineural
spread tumor:
A. Acinic cell cancer
B. Adenoid cystic cancer
C. High grade mucoepidermoid cancer
D. Squamous cell cance

35. Integrasi informasi keseimbangan dilakukan di : (bahasa Inggris)
a. Labirin
b. Mata
c. Proprioseptik
d. Otak
e. Nucleus Motor Oculi

36. Hasil yang signifikan untuk menyatakan adanya kelainan patologis dalam menilai refleks
decay pada pemeriksaan akustik imitans terjadi pada frekuensi:
a. 250 Hz
b. 500 Hz
c. 1000 Hz
d. 2000 Hz
e. 4000 Hz

37. Pelebaran akuaduktus vestibular sering ditemukan pada:
a. Anomali Michael
b. Perilymphatic gushers
c. Defek Mondini
d. Tumor glomus
e. Otosklerosis

38. Bayi laki – laki di rs dari bapak yang menderita tuli berat sejak lahir dan ibu normal.
Sejak umur 9 bulan dicurigai dokter keluarga kemungkinan besar tuli dan umur 1 tahun
diperiksa BERA ternyata tuli total kedua telinga. 6 bulan kemudian bayi itu meninggal
dengan symptom kejang lama sampai biru. Kejadian tersebut setelah mendapat suntikan
AB oleh seorang dokter. Oleh karena akan diajukan ke pengadilan, bayi ini diotopsi
dengan hasil sbb: aplasia pada labirintus membranaceus dan sacculus, labirintus osseus
normal sedangkan utrikulus dan KSS normal.
Anomali perkembangan telinga dalam ini disebut:
a. Michel anomaly
b. Mondini alexander anomaly
c. Scheibe anomaly
d. Bing siebenmann anomaly
e. Rubella sindrom

39. Kelainan diatas termasuk kelainan herediter yang
a. Autosomal resesif
b. Autosomal dominan
c. Sex linked
d. Penyakit herediter dengan kelainan system lain
e. Semua salah

40. Gelombang mekanik pertama di koklea diterima oleh sel :
a. Rambut dalam
b. Rambut luar
c. Hansen
d. Dalter
e. Claudius
41. Ludwig’s Angina : (bahasa indonesia)
a. Involues only the sublingual space
b. Results in anterior protrusion of the tongue
c. Board like firmness of the floor of the mouth
d. Rarely causer airway compromise
e. Necessitales indentification and drainage of the abscess cavity

42. The most common origin of deep neck infection pada dewasa is:
a. Odontogenic sources
b. Foreign bodies
c. Spread of superficial infection
d. Surgical wound infection
e. Congenital deformities

43. Sel datia, kaseosa pada hasil biopsi nasofaring
a. Tuberculosa

44. Penularan primer kasus di atas berasal dari
a. TB paru
b. TB milier
c. Menghirup droplet orang yang terinfeksi TB

45. The muscle that is the main abductor of the vocal cord is the
a. Lateral cricoarytenoid
b. Cricothyroid
c. Interarytenoid
d. Posterior cricoarytenoid
e. Hyroaritenoid

46. Efek leukotrien pada fase cepat alergi
a. Vasodilatasi
b. Vasodilatasi dan bersin-bersin
c. Vasodilatasi dan pilek

47. Keluhan hidung buntu pada fase cepat alergi disebabkan:
a. Leukotrien
b. Prostaglandin
c. Histamin

48. Keluhan pilek pada fase cepat alergi disebabkan
a. Leukotrien
b. Prostaglandin
c. Histamin

49. Sel yang berperan penting pada fase cepat alergi
a. APC
b. Mastosit
c. Basofil

50. Pematangan limfosit T pada
a. Bone marrow
b. Thymus
c. Patch of peyer

51. Sitokin yang berperan pada proliferasi dan maturasi eosinofil adalah:
a. IL-6
b. IL-13
c. IL-4
d. TNF-a
e. IL-10

52. Benjolan pada pipi 5 tahun, tidak ada parese fasialis
a. Pleomorfik adenoma

53. pasien habis SPT. 2 jam kemudian mual muntah. Ini termasuk
a. reaksi anafilaksis
b. reaksi anafilaktoid

54. Pasien dengan gejala rhinitis alergi..... (moderate severe). Terapi yang memberikan efek
jangka panjang:
a. Antihistamin 6 bulan
b. Instranasal steroid 6 bulan
c. Imunoterapi

55. kelebihan SPT dari intrademal test
a. false negatif lebih rendah
b. risiko reaksi alergi lebih rendah

56. Laki-laki 40 tahun bekerja di pabrik rokok, keluhan hidung pilek dan hidung buntu
terutama pagi hari. Pasien berkerja sebagai operator.... pasien pernah diperiksa teas
alergi hasil +. Pasien riwayat mengkonsumsi loratadine selama 10 tahun. Riwayat atopi
keluarga +. Diagnosa yang mungkin:
a. Rhinitis alergi
b. Rhinitis vasomotor
c. Rhinitis occupational

57. Pasien rhinitis alergi, bekerja sebagai sopir bus malam. Antihistamin yang diberikan:
a. Chlorpheniramin maleat
b. Cetirizine
c. Diphenhydramine
d. ...
e. ...

58. Diberikan gambar hasil intradermal test dari 5 reagen beserta ukurannya. Pemberian
imunoterapi berdasarkan hasil:
a. Reagen 2
b. Reagen 3
c. Reagen 4
d. Reagen 5
e. Reagen 6

59. Nekrotik akibat frostbite sebagai akibat dari :
A. Vaskular injury bailey
B. Direct cold injury to the condrocyte
a. Chondrotis
C. Direct cold injury
D. Inadequate medical treatment
60. Suharto 45 tahun didiagnosis oleh dokter menderita karsinoma nasofaring dan sedang
dalam pengobatan. Akhir-akhir ini dia mengeluh sulit membuka mata kirinya (ptosis)
tetapi penglihatan masih tajam. Proses pada KNF disebabkan oleh :
a. Infiltrasi tumor ke foramen magnum
b. Penekanan pada saraf trigeminus cabang oftalmikus
c. Penekanan pada cabang N. III
d. Infiltrasi tumor ke rongga orbita
e. Gangguan pada cabang saraf fasial

61. Konka media :
A. Kerangkanya merupakan tulang sendiri
B. Di belakangnya terdapat arteri ethmoid posterior -
C. Merupakan bagian dari tulang ethmoid
D. Pneumatisasi dan konka media sering disebut bulla
E. Di bagian lateral berhubungan langsung dengan lemma papirasea

62. Which of the following laboratory studies is most specific for suspected cerebrospinal
fluid (CSF) rhinorrhea?
A. Glucose strip test
B. Protein analysis of fluid
C. Albumin level of fluid
D. β2-transferrin analysis bailey

63. Pernyataan tentang komplikasi rinosinusitis ke orbita berupa selulitis preseptal :
A. Tidak terdapat gangguan otot-otot ekstraokuler, penglihatan normal dan drainase abses
kadang tidak diperlukan.
B. Terdapat gangguan otot-otot ekstraokuler, penglihatan normal dan drainase abses
kadang tidak diperlukan
C. Terdapat gangguan otot-otot ekstraokuler, penglihatan ganda dan drainase abses
sangat diperlukan
D. Tidak terdapat gangguan otot-otot ekstraokuler tetapi penglihatangan dan drainase
abses sangat diperlukan
E. edema, eritema palpebral dan proptosis, penglihatan bisa normal, perlu drainase abses
segera.

64. Penderita datang dengan kecurigaan penyakit granuloma pada hidung. Pada hasil
biopsy didapatkan Sel mikulicz (+) dan gambaran eosinophil pada bagian tengahnya,
diagnosis adalah
A. Nasal leprosy
B. Leishmaniasis
C. Rinoskleroma
D. Wegener Granulamatosis

65. Pemeriksaan c-ANCA mempunyai spesifitas dan sensitivitas yang tinggi pada penyakit :
A. Churg Strauss Syndrome
B. Wegener Granulamatosis
C. Lethal Midline Granuloma

66. Pernyataan yang benar mengenai rhinosinusitis pada anak adalah
A. Alergi memegang peranan penting pada sebagian anak
B. Gejala Akut dan bakteri tidak terlalu berbeda
C. Pengobatan sama dengan dewasa kecuali golongan kuinolon yang tidak dipakai

67. Obstruksi hidung dari perforasi septum (3 cm perforasi arterior) disebabkan oleh :
a. Crusting
b. Perubahan atrofi di sekitar epitel
c. Resultan kolaps valvular
d. Turbulensi bailey
e. Kehilangan dukungan dorsal

68. A 38-year-old woman present with olfactory loss of one month duration after a severe
upperrespiratory tract infection. She is particularly disturbed by a constant foul odor
seemingly occurring from the right side. Which of the following would you advise the patient
to do
A. To undergo a craniotomy and resection of the olfactory bulbs to completely eliminate
the foul smell
B. To start gabapentin to decrease severity of the smell
C. To use saline drops and wait for the smell to diminish over time bailey
D. To use steroid spray and wait for the smell to diminish over time
E. To undergo endoscopic resection of the right olfactory epithelium

69. What is the meaning of “cyclic apnea” in choanal atresia?
A. Apnea occur when awake, disappear at rest
B. Apnea occur at rest, disappear when awake (modul)
C. Apnea occur in supine position, disappear in prone position
D. Apnea occur when sitting, disappear when lying down
E. Apnea occur when head tilt, disappear when head down

70. Perawatan pasien pasca total laringektomi
A. Makan dan minum setelah 5 hari perawatan
B. Posisi pasien tidur terlentang
C. Drain diangkat pada hari ke 2 atau bila jumlah perdarahan < 15 cc
D. NGT dipertahankan sampai hari ke 5
E. Pasien dianjurkan tidak menelan ludah (modul)

71. simple random sampling
a. murah
b. cepat
c. paling intuitif

72. Hal dibawah ini yang benar mengenai skrining pendengaran pada anak sekolah
A. 40 dB pada frekuensi 500,1000,2000 dan 4000 Hz  lulus skrining
B. >40 dB pada frekuensi 500,1000,2000 dan 4000 Hz  lulus skrining
C. >40 dB pada frekuensi 500 Hz dan 40 dB pada 1000,2000 dan 4000 Hz dengan
bising >40 dB  lulus skrining
D. >40 dB pada frekuensi 500 Hz dan 40 dB pada 1000,2000 dan 4000 dan terdapat
lateralisasi pada weber  lulus skrining

73. Untuk menilai hasil penggunaan ABD, dapat dinilai melalui :
A. SRT dan Maximum comfortable level (MCL)
B. SRT dan Uncomfortable loudness level (UCL)
C. MCL dan UCL
D. Word recognition scores and dynamic range
E. Word recognition scores and MCL

74. Komplikasi parotidektomi yang paling sering terjadi adalah
A. Infeksi
B. Hematom
C. Fistula Saliva (bailey)
D. Seroma
E. Nekrosis flap

75. Pada anosmia total, penderita masih dapat mencium bau
a. Kopi
b. Teh
c. Strawberi
d. Amoniak
e. Vanili

76. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis rinosinusitis :
A. Pemeriksaan MRI untuk melihat ekstensi penyakit terutama ke daerah orbita.
B. Pemeriksaan nasoendoskopi untuk memperlihatkan kelainan mukosa hidung dan
sinus paranasal.
C. Pemeriksaan X-Ray sinus paranasal terutama posisi Waters akan memberikan
informasi lebih detail dan jelas.
D. Pemeriksaan CT-Scan memperlihatkan mukosa hidung dan sinus paranasal lebih
jelas.
E. Pemeriksaan MRI lebih baik untuk memperlihatkan gambaran tulang-tulang tipis
yang mengelilingi hidung dan sinus paranasal.

77. kelainan kongenital laring terbanyak: laringomalasia

78. derajat varises esofagus: cherry red, ukuran <5 mm: grade 2

79. Keterlambatan bicara dan bahasa:
a. apraxia merupakan gangguan bahasa ekspresif
(Apraksi atau Apraksia (apraxia) adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak bisa
lagi melakukan gerakan ketika diminta untuk melakukannya. Kelainan tersebut
terjadi bukan karena ada yang salah dengan otot-ototnya, melainkan pada otak)
b. cerebral palsy merupakan gangguan bahasa reseptif
(Cerebral palsy (CP) is a group of permanent movement disorders that appear in early
childhood.[1] Signs and symptoms vary among people.[1] Often, symptoms include
poor coordination, stiff muscles, weak muscles, and tremors)
c. mutisme selektif merupakan gangguan bahasa reseptif
(Selective mutism (SM) is an anxiety disorder in which a person who is normally
capable of speech cannot speak in specific situations or to specific
people. Selective mutism usually co-exists with shyness or social anxiety)
d. disatria merupakan gangguan bahasa dan bicara primer (ini SEKUNDER mas)
Dysarthria is a motor speech disorder resulting from neurological injury of the motor
component of the motor-speech system[1] and is characterized by poor articulation
of phonemes
e. specific language impairment (SLI) merupakan gangguan bahasa dan bicara
sekunder (ini masuk primer mas)
Specific language impairment (SLI) is diagnosed when a child's language does not
develop normally and the difficulties cannot be accounted for by generally slow
development, physical abnormality of the speech apparatus, autism spectrum
disorder, acquired brain damage or hearing loss.

80. Drug of choice otitis media setelah terapi amoksisilin gagal :
A. Amoxicilin
B. Ciprofloxacin
C. Azithromisin
D. Levofloxacin
E. Amoxicilin + Asam clavulanat
81. Struktur yang terdapat pada bagian anterior kavum timpani
a. Prosesus stiloideus, dinding karotis
b. Prosesus stiloideus, tensor palatini
c. Dinding karotis, pars timpanik os temporal
d. Tuba eustachius, dinding karotis, pyramidal prominenc
e. Dinding karotis, ostium tuba eustachius, tensor tympani

82. Pada seorang anak dengan otitis media akut, maka komplikasi yang perlu mendapat
penanganan segera adalah (bahasa Inggris)
a. Paralisis n fasialis
b. Timpanosklerosis
c. Otitis media adhesiva
d. Infeksi dermatitis ekszematoid
e. Perforasi membrane timpani

83. Timpanotomi posterior dikerjakan untuk membersihkan kolesteatoma dan jaringan
patologis di daerah
a. Epitimpanum
b. Mesotimpanum
c. Hipotimpanum
d. Celule mastoid

84. Pengobatan dengan antifungal tidak dianjurkan pada
a. Fungus ball
b. Allergic fungal rhinosinusitis
c. Acute invasif fungal rhinosinusitis
d. Chronic invasif fungal rhinosinusitis
e. Chronic granulamatous rhinosinusitis

85. Seorang anak 3 tahun datang dengan keluhan hidung sebelah kiri yang sering berdarah
disertai timbulnya nanah dan berbau. Kemungkinan diagnosis
a. Polip nasi
b. Rhinosinusitis sinistra
c. Benda asing hidung
d. Kistik fibrosis
e. abses septum

86. Pott puffy tumor: sinusitis frontalis

87. Sialografi jarang digunakan pada pencitraan pada glandula sub lingualis karena:
a. Duktus glandula sub lingualis kecil, banyak dan terbuka di dasar mulut
b. Duktus glandula sub lingualis hanya satu dan langsung terbuka di dasar mulut
c. Banyak variasi anatomis pada duktus glandula sub lingualis
d. Kasus sialedintis jarang dijumpai
e. sialedinitis mudah didiagnosis

88. abses retrofaring sering pada anak
a. sering kena ISPA
b. kelenjar limfe retrofaring banyak pada anak

89. Infeksi oleh jamur spesies candida pada daerah orofaring dapat terjadi karena factor
hospes yaitu:
a. Virulensi candida
b. Produk toksin candida albican (microtoxin)
c. Pembentukan pseudohifa
d. Pemberian kemoradioterapi
e. Pemakaian antibiotika yang tidak adekuat

90. Sialografi merupakan pilihan prosedur dalam memperhatikan anatomi sistem duktus
glandula salivarius, kontraindikasi pencitraan ini adalah
a. Sialedenitis rekuren
b. Sialedenitis non spesifik
c. Sialedinitis akut
d. Sjorgen's syndrome
e. Miculicz's syndrome

91. Perjalanan rinosinusitis :
A. Rinosinusitis diawali oleh inflamasi virus yang pasti berkembang menjadi infeksi
bakterial.
B. Rinosinusitis post viral terjadi apabila gejala-gejala rinosinusitis viral akut terus
persisten setelah 10 hari (modul)
C. Rinosinusitis akut bakterialis terjadi karena infeksi bakteri langsung di awal
rinosinusitis dan gejalanya memberat.
D. common cold terjadi karena infeksi bakteri golongan Stafilokokus, Streptokokus dan
Hemofilus influenza.
E. Inflamasi post viral rinosinusitis terjadi karena adanya superinfeksi dengan bakteri.

92. Which of these structures is part of the external nasal valve?
a. Lateral crura
b. Glabella
c. Dorsum
d. Middle turbinate
e. Septum

93. Faktor risiko terjadinya rekurensi pada stoma atau parastoma pasca laringektomi
karsinoma laring adalah:
A. Perluasan tumor ke subglotis
B. Invasi tumor ke kartilago tiroid
C. Pita suara yang terfiksir
D. Sumbatan jalan nafas
E. Metastasis tumor ke kelenjar limfa yugular atas

94. Neck dissection for a T3N0 well-differentiated left lower lip cancer patient for whom XRT
is not indicated should involve:
A. Right level I and left I–III selective neck dissection
B. Left parotid and left I–III selective neck dissection
C. Left modified radical (I–V) neck dissection
D. Left I–III selective neck dissection
E. No neck dissection as the risk of cervical metastasis is low

95. diseksi kelenjar leher modifikasi: mempertahankan oto sternocleidomastoideus, vena
jugularis interna, nervus assesorius

96. nervus yang menyilang arteri subclavia
a. n. Laryngeus rekuren kanan
b. n. Laryngeus rekuren kiri
c. n. Laryngeus superior

97. KNF dengan parese n. Cranialis (lupa apa), terapinya:
a. kemoradioterapi konkomitan
b. neo ajuvan kemoradioterapi
c. radioterapi + adjuvan kemoterapi

98. BERA tone burst frekuensi berapa (kalo modul screening bayi tone burst 500 + 4000 Hz)
a. 500 Hz
b. 1000 Hz
c. 500 Hz + 1000 Hz
d. 500 hz + 2000 Hz

99. Potensial listrik endokoklear dihasilkan oleh : bailey 229 no 6
a. Membran basilaris
b. Sel rambut dalam
c. Sel rambut luar
d. Lamina retikularis
e. Stria vaskularis

100. The compound action potential (CAP) is generated by the
a. Sel rambut dalam
b. Sel rambut luar
c. Stria vaskularis
d. Nervus akustikus
e. Ganglion spiralis

101. The primary advantage of intraoperative direct auditory nerve compound action
potential recording is
a. Larger amplitude
b. Shorter latency
c. Longer latency
d. Response location
e. Virtually instantaneous feedback

102. A double ring effect within the cochlear capsul is indicative of :
a. Mondini malformation
b. Cochlear otosclerosis
c. Obliterative labirinitis
d. Fraktur koklea
e. Meningioma

103. anak OMSA st hiperemi 2 bulan yll. Saat ini penurunan pendengaran, MT intak, tidak
nyeri, MT suram. Dx:
a. glue ear
b. OMSA residif
c. timpanosklerosis

104. Kelainan aurikula pada sindroma bronco-oto-renal adalah;
A. Preauricular pit (mayor)
B. Preauricular tags (minor)
C. Preauricular fistule
D. Microtia
E. Preauricular abses

105. parese n. Fasialis. Schirmer dbn, stapedial reflex terganggu: pars timpani

106. parese n. Fasialis: schirmer dbn, audiometri dbn, pengecapan terganggu: pars mastoid
107. Saraf fasial simetris, dahi tidak gerak, mata tidak menutup sempurna, House
Brackmann :
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V

108. Miringitis bulosa oleh kuman:
a. Virus parainfluenza
b. H. influenza
c. S. pneumoniae
d. S. aureus
e. M. catarrhalis

109. Terapi miringitis bulosa:
a. Antibiotik tetes telinga
b. Sembuh dalam 3-4 hari
c. Bulla diinsisi dengan miringotom
d. Simtomatis
e. Antibiotik oral

110. The best study for the diagnosis or assessment of temporal bone fracture is:
a. MRI
b. Conventional radiography
c. CT
d. Arteriography
e. Radionuclear scan

111. The correction of microtia/atresia should begin with:
A. Skin graft to ear with removal of microtic vestige
B. Correction of the atresia by an otolaryngologist
C. Combined procedure in conjunction with the otologist
D. Autogenous cartilage harvest with framework creation
E. Wait until the child is 18 years of age to decide for himself or herself

112. Jenis pekerjaan berikut yang beresiko mengalami laryngitis kronis adalah :
A. Pelukis
B. Operator telepon
C. Food service worker
D. Pekerja Laboratorium
E. Agricultural worker / pekerja pertanian

113. Laringitis kronik yang berkaitan dengan pekerjaan lebih sering terjadi karena :
A. Debu
B. Asap
C. Iritan
D. Alergen
E. Refluks

114. lesi grauloma laring sering berhubungan dengan: tuberculosis??

115. anak 13 tahun mengeluh pusing berputar sejak seminggu yll terutama jika menoleh ke
kiri. Riwayat keluar cairan hilang timbul 3 tahun. MT perforasi sentral, sekret seromukous
minimal, fistula sign D/S negatif, weber lateralisasi ke kiri. Pemeriksaan Dix Hallpike + saat
ke kiri. Diagnosa:
a. OMSK S/ benigna
b. OMSK D/ maligna

116. Gangguan dengar yang dialami: tuli konduksi S/

117. vertigo disebabkan oleh: BBPV

118. telinga kering, perforasi sentral 30% antero inferior, tese pendengaran tuli ringan.
Terapi:
a. canal wall up mastoidektomi
b. canal wall down mastoidektomi
c. timpanomastoidektomi modifikasi
d. miringoplasti dengan lemak

119. telinga kering 3 tahun, perforasi sentral, gangguan konduksi sedang. Terapi:
a. canal wall up mastoidektomi
b. canal wall down mastoidektomi
c. timpanoplasti + observasi

120. anak 3 tahun belum bisa bicara seperti anak sebayanya. Tes pendengaran normal,
tidak ada kelainan organik, intelegensia normal, abnormal non linguistik, tidak ada kelainan
psikiatrik.
a. cerebral palsy
b. mutisme selektif
c. autistic disorder
d. retardasi mental
e. skizofrenia

121. pasien mengeluh sulit menelan makanan padat dan cair sejak 3 tahun yll. Hasil
esofagogram bacaan.... (akalasia). Terapi:
a. dilatasi
b. miotomi Heller

122. pasien mengeluh sulit menelan makanan cair. Makanan terkumpul di rongga mulut.
Diagnosa:
a. disfagia neurogenik
b. disfagia mekanik

123. manuver posisi kepala yang bisa membantu:
a. head tilt
b. head back ??
c. head rotation
d. chin tuck

124. Kasus LPR 3 minggu. Terapi:
a. pembedahan
b. pemberian ranitidin

125. batu baterai di esofgaus harus segera dikeluarkan karena
a. dapat menyebabkan perforasi karena bahan korosif baterai
b. dapat menyebabkan burn karena reaksi elektrolit
126. Pada audiogram tutur, terlihat SDS maksimal mencapai 60% dan lalu menurun,
kemungkinan adalah
A. pendengaran penderita normal
B. hantaran
C. Sensori
D. Neural
E. Campur

127. Tes pendengaran yg akurat untuk mengetahui adanya ototoksik secara awal adalah :
A. Audiometri nada murni frekuensi 1000-8000 Hz
B. Audiometri nada murni frekuensi 8000-16000 Hz bailey
C. Pengukuran diskriminasi tutur
D. Pengukuran Tone decay
E. Pengukuran krugman

128. Which of the following is not a major tip-support mechanism?
A. Length and strength of the lower lateral cartilages
B. Attachment of medial crura to caudal septum
C. Nasal spine
D. Attachment of the cephalic margin of the lateral crura to the caudal
margin of the upper lateral cartilage

129. The best technique for camouflaging a thin 5-cm straight scar that runs perpendicular to
the relaxed skin-tension lines along the cheek is:
A. Geometric broken-line closure
B. Serial Z-plasty
C. Fusiform excision
D. Dermabrasion

130. According to the tripod model of nasal-tip dynamics, which of the
following is false?
A. Shortening the lateral crura increases tip rotation.
B. Shortening the medial crura decreases tip projection.
C. Increasing the length of the medial crura increases tip rotation.
D. Lengthening the medial crura and shortening the lateral crura decrease tip rotation.

131. The most prominent anterior point on the chin is known as:
A. Labrale superioris
B. Menton
C. Pogonion
D. Rhinion

132. Scars that extend beyond the natural borders of the wound edges are most accurately
categorized as:
A. Atrophic scars
B. Hypertrophic scars
C. Keloids
D. Fibroids

133. The cartilage used for ear reconstruction is best harvested from:
A. The contralateral ear
B. The mother’s ear cartilage
C. Irradiated cartilage
D. Costal cartilage
E. The father’s ear cartilage
134. Fibrous dysplasia is commonly treated with:
A. Observation
B. Recontouring and esthetic surgery
C. Wide local excision
D. Chemotherapy

135. pencegahan primer difteri kecuali
a. pemberian ADS
b. pemberian antibiotik
c. vaksinasi

136. screening pendengaran pada lingkungan kerja bising merupakan
a. pencegahan primer
b. pencegahan sekunder
c. pencegahan tersier
d. penanganan awal

137. pengukuran kualitas hidup general:
a. the Functional Assessment of Cancer Therapy Head and Neck module (FACT-HN)
b. The Hearing Satisfaction Scale (HSS)
c. the Sinonasal Outcomes Tes (SNOT-20)
d. the Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL)
e. Sickness Impact Profile (SI), The Quality of Well-Being (QWB) index dan The Health
Utilities Index (HUI), Medical Outcomes Study Short Form 36 (SF-36) (lupa yg mana,
mungkin salah satu ini)

138. Prussak space terletak antara
a. membran Shrapnell dengan maleus ??
b. membran shrapnell dengan incudostapedial juction
c. membran shrapnell dengan ....

139. diagnosa OSAS dengan curiga penyebab di tonsil dan adenoid dilakukan:
a. nasofaringoskopi
b. foto rontgen cervical lateral soft tissue
c. polisomnografi

140. hipertrofi adenoid dengan gangguan hidung buntu disebabkan oleh:
a. Sinusitis
b. ...

141. tumor colli anterior dengan gejala palpitasi, berkeringat, dll, kecuali:
a. graves disesase
b. tiroiditis Hashimoto
c. tirotoksikosis

142. Cauliflower ear” pada daun telinga dapat terbentuk setelah perikondritis akibat dari :
A. Kehilangan kerangka tulang rawan daun telinga
B. Pembentukan jaringan fibrosus
C. Pembentukan tulang rawan baru bailey
D. Pembentukan jaringan parut yang berulang
E. Penumpukan darah di bawah perikondrium

143. Terapi antibiotika untuk penderita MRSA :
A. Ciprofloksasin
B. Levofloksasin
C. Eritromisin
D. Trimetroprim-Sulfametoxazole

144. Seorang anak usia 3 tahun, keluhan massa keputihan pada kavum nasi dextra, yang
dilakukan :
A. Observasi
B. Cari kemungkinan meningokel
C. Cari kemungkinan Kistik fibrosis
D. Biopsi

145. Kebocoran cairan serebrospinal paling sering pada
A. Sinus sfenoid
B. Krista galli
C. Lamina kribrosa Etmoid

146. injeksi teflon untuk medialisasi vocal cord dilakukan di:
a. lateral vocal cord
b…