You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada umumnya tanah terdiri dari zarah atau bagian yang kecil dari lapukan
batu–batuan, sisa tumbuhan dan hewan .Diatas tanah juga didirikan pondasi namun
sebelum menetapkan macam pondasi yang akan digunakan, harus diketahui terlebih
dahulu sifat–sifat tanah dasarnya.untuk itu perlu diadakan pemeriksaan tanah terlebih
dahulu.Pemeriksaan tanah tersebut meliputi jenis tanah, tegangan – dukungan tanah
atau tahan yang dapat diterima oleh tanah, serta keadaan air tanah.
Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, yang terdiri dari air,
udara dan butir – butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan
udara disebut rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori
menentukan kondisi tanah, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara
dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah trsebut dikatakan basah.
Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara didalamnya, maka tanah
dikatakan sebagai tanah jenuh.

1.2 Tujuan
a. mempelajari rangkaian yang digunakan pada Arduino.
b. memahami cara kerja sensor kelembaban tanah YL69.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Tanah
Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal
sebagai ilmu tanah. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai
penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.
Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan Tanah adalah bagian kerak
bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya
bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan
menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang
berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan
tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian
besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.
2.2 Karakteristik Tanah
Tubuh tanah (solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami
proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang
lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen.
Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-
organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral.
Sebaliknya, tanah organik (organosol/humosol) terbentuk dari pemadatan terhadap
bahan organik yang terdegradasi.
Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan
gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki
keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil
dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral,
pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk
hidup. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang)
sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi
sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian
optimum. Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk
partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga
partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu), dan lempung. Tanah pasiran
didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan
komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).
Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Warna
tanah sangat bervariasi, mulai dari hitam kelam, coklat, merah bata, jingga, kuning,
hingga putih. Selain itu, tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan
warna yang kontras sebagai akibat proses kimia (pengasaman) atau pencucian
(leaching). Tanah berwarna hitam atau gelap seringkali menandakan kehadiran bahan
organik yang tinggi, baik karena pelapukan vegetasi maupun proses pengendapan di
rawa-rawa. Warna gelap juga dapat disebabkan oleh kehadiran mangan, belerang, dan
nitrogen. Warna tanah kemerahan atau kekuningan biasanya disebabkan kandungan
besi teroksidasi yang tinggi; warna yang berbeda terjadi karena pengaruh kondisi
proses kimia pembentukannya. Suasana aerobik/oksidatif menghasilkan warna yang
seragam atau perubahan warna bertahap, sedangkan suasana anaerobik/reduktif
membawa pada pola warna yang bertotol-totol atau warna yang terkonsentrasi.
Struktur tanah merupakan karakteristik fisik tanah yang terbentuk dari
komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat. Tanah tersusun dari
tiga fase: fase padatan, fase cair, dan fase gas. Fasa cair dan gas mengisi ruang
antaragregat. Struktur tanah tergantung dari imbangan ketiga faktor penyusun ini.
Ruang antaragregat disebut sebagai porus (jamak pori). Struktur tanah baik bagi
perakaran apabila pori berukuran besar (makropori) terisi udara dan pori berukuran
kecil (mikropori) terisi air. Tanah yang gembur (sarang) memiliki agregat yang cukup
besar dengan makropori dan mikropori yang seimbang. Tanah menjadi semakin liat
apabila berlebihan lempung sehingga kekurangan makropori.

2.3 Klasifikasi Tanah
1. Tanah Podzol
Jenis tanah Ultisol ini memiliki lapisan solum tanah yang agak tebal, yaitu 90-
180 cm dengan batas-batas antara horizon yang nyata. Warna tanah ini kemerah-
merahan hingga kuning atau kekuning-kuningan. Struktur B horizonnya adalah
gumpak, sedangkan teksturnya dari lempung berpasir hingga liat sedangkan
kebanyakannya adalah lempung berliat. Konsistensinya adalah gembur dibagian atas
(top soil) ean teguh dibagian lapisan bawah tanah (sub soil).

Kandungan bahan organik pada lapisan olah (top soil) adalah kurang dari 9
persen dan umumnya sekitar 5 persen. Kandungan unsur hara tanaman seperti N, P,
K, dan Ca umumnya rendah dan reaksibtanah (pH) sangat rendah yaitu antara 4-5,5.
Tingkat permeabilitas, infiltrasi dan perkolasinya sedang hingga lambat, pada lapisan
permukaan umumnya sedang dan makin kebawah makin lambat. Tanah ini
mempunyai sifat kimia yang kurang baik, sedangkan sifat fisiknya tidak mantap
dengan stabilitas agregat kurang. Sebagai akibatnya tanah ini mudah terkena bahaya
erosi akibat gerakan air. Sebagai bukti banyak terdapat erosi parit yang cukup dalam
di daerah-daerah jenis tanah ini.
Sifat-sifat lain dari tanah Ultisol atau Podsolik Merah kuning ini adalah
pembentukan struktur cukup baik akan tetapi tidak mantap. Kandungan mineral liat
kaolinitnya tinggi, sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman agak berkurang.
Dengan demikian maka produktivitas tanah adalah rendah sampai sedang.
Adapun penyebarannya terutama di sepanjang sungai-sungai besar yang terdapat di
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya dan di pelembahan-pelembahan serta
daratan tinggi.
Bentuk wilayahnya adalah datar sampai agak melandai, oleh sebab itu sifat
kimia dan fisik dari tanah ultisol sangat bervariasi, banyak tergantung kepada bahan
induk dan letak topografinya.
Ciri-cirinya :
 Mudah basah jika terkena air
 merupakan tanah yang subur
 warnanya kuning dan kuning kelabu
 terdapat didaerah pegunungan tinggi beriklim basah dengan curah hujan tinggi.
Persebarannya: Nusa Tenggara
Pemanfaatan : perladangan palawija dan perkebunan karet, kopi, teh, kina dan buah-
buahan.
2. Tanah Pasir
Tanah pasir merupakan tanah yang bersifat kurang baik untuk pertanian.
Tanah ini terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar
dan berkerikil. Kapasitas serap air pada tanah pasir sangat rendah, ini disebabkan
karena tanah pasir tersusun atas 70% partikel tanah berukuran besar (0,02-2mm).
Tanah pasir bertekstur kasar, dicirikan adanya ruang pori besar diantara butir-
butirnya. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi berstruktur lepas dan gembur.
Tanah yang terdiri atas partikel besar kurang dapat menahan air. Air dalam
tanah akan berinfiltrasi, bergerak ke bawah melalui rongga tanah. Akibatnya tanaman
kekurangan air dan menjadi layu. Kondisi semacam ini apabila berlangsung terus
menerus dapat mematikan tanaman. Tekstur tanah akan mempengaruhi kemampuan
tanah dalam menyimpan dan menyediakan unsur hara. Air merupakan salah satu
komponen penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh, berkembang dan
bereproduksi. Air yang dapat diserap tanaman adalah air yang berada dalam pori-pori
tanah di lapisan perakaran tanaman.

Ciri-cirinya :
 Sedikit mengandung bahan organik sehingga kurang subur
 Tidak berstruktur
Persebarannya : Pantai barat Sumatera Barat, Jawa Timur dan Sulawesi
3. Tanah Padas
Tanah padas adalah tanah yang amat padat, karena mineral di dalamnya
dikeluarkan oleh air yang terdapat di lapisan tanah sebelah atasnya. Jenis tanah ini
terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Ciri-cirinya :
 Padat dan miskin mineral
Persebarannya : di seluruh wilayah Indonesia
4. Tanah Humus
Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan
batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal sebagai sisa-sisa
tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah,
berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman. Secara kimia, humus
didefinisikan sebagai suatu kompleks organik makromolekular yang mengandung
banyak kandungan seperti fenol, asam karboksilat, dan alifatik hidroksida.

Ciri-ciri :
Humus biasanya berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan tanah
atas sehingga tidak stabil terutama apabila terjadi perubahan regim suhu, kelembapan
dan aerasi. Humus bersifat koloidal seperti liat tetapi amorfous, luas permukaan dan
daya jerap jauh melebihi liat dengan kapasitas tukar kation 150-300 me/100 g, liat
hanya 8-100 me/100 g. Humus mempunyai kemampuan meningkatkan unsur hara
tersedia seperti Ca, Mg, dan K, humus juga merupakan sumber energi jasad mikro
serta memberikan warna gelap pada tanah.
Persebarannya : Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua
Pemanfaatan : lahan pertanian
Manfaat humus
Humus memiliki kontribusi terbesar terhadap kebertahanan dan kesuburan
tanah. Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman dan akan berperan baik bagi
pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dengan
sangat memuaskan terutama dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan
air. Selain itu humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu
dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikan
aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau
senyawa-senyawa organik toksik. Dengan demikian sudah selayaknya pupuk-pupuk
organik yang kaya akan humus ini menggantikan peran dari pupuk-pupuk sintesis
dalam menjaga kualitas tanah.

5. Tanah mergel
Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur, tanah
liat, dan pasir. Banyak terdapat di lereng pegunungan, dan dataran rendah. Tanah
mergel termasuk tanah subur.
Ciri-cirinya :
 Terdapat didaerah pegunungan dan dataran rendah.
Persebarannya : pulau Jawa.
Pemanfaatannya : untuk jenis tanaman keras seperti pohon jati
2.4 Daya Dukung Tanah
Pengetahuan tentang daya dukung tanah sangat diperlukan bila akan
mendirikan suatu bangunan pada lapisan tanah tertentu. Dengan mengetahui kondisi
lapisan tanah pada suatu daerah maka kita dapat memperkirakan apakah daerah
tersebut dapat didirikan suatu bangunan atau tidak. Selain itu keamanan konstruksi
bangunan terhadap penurunan tanah akibat hilangnya daya dukung tanah merupakan
hal yang perlu diperhatikan. Setiap lapisan tanah yang mengalami pembebanan akan
mengalami penurunan, itu disebabkan oleh pengecilan rongga udara pada butir tanah
(angka pori).
Untuk mengetahui kandisi tanah dimana bangunan akan didirikan,harus
dilakukan penyelidikan tanah terlebih dahulu . Kondisi tanah dapat dibedakan
menjadi :
• Kondisi tanah normal , dimana lapisan tanah labil dan tidak mempunyai daya
dukung baik terletak dipermukaan setebal ± 50 cm atau lebih , tetapi dalam lapisan
tanah keras tidak terlalu jauh dibawah permukaan tanah.
• Kondisi tanah khusus , dimana
a. Lapisan tanah labil terletak sampai jauh dibawah permukaan tanah , sehingga
lapisan tanah keras terletak sangat dalam , seperti tanah rawa dan tanah bergambut .
b. Lapisan tanah terletak pada permukaan tanah dan tanah sangat sukar digali,
misalnya tanah berbatu dan batu karang .
Sensor Kelembaban Tanah
Untuk aplikasi tertentu, misalnya pada penyiraman tanaman secara
otomatis, kita memerlukan informasi mengenai kelembaban tanah untuk tanaman kita.
Karena pengaruh suhu lingkungan, proses penguapan akan berpengaruh pada tingkat
kelembaban tanah.
Saat ini telah banyak sensor kelembaban tanah yang beredar di pasaran
dengan harga yang relatif terjangkau, salah satunya adalah kombinasi dari YL-39
(modul pengkondisian sinyal) dan YL-69 (probe sensor).

Modul sensor ini memiliki 4-pin, yaitu GND (untuk ground), VCC (3.3
- 5Volt), AO (keluaran analog yang akan dibaca oleh Arduino), dan DO (dapat diatur
sensitivitasnya menggunakan knb pengatur, dan menghasilkan logika digital
HIGH/LOW pada level kelembaban tertentu). Untuk saat ini, hanya tiga pin yang kita
manfaatkan, yaitu GND, VCC dan AO.
Rangkaian Sensor Kelembaban

Dalam penggunaan jangka panjang, memberikan tegangan terus-
menerus pada probe akan mempercepat rusaknya probe tersebut, terutama saat tanah
dominan dalam keadaan lembab. Oleh karena itu, salah satu alternatifnya adalah
menempatan pin VCC pada salah satu pin digital (pada tutorial kali ini di pin 6), dan
akan diaktifkan sesaat sebelum sensor mengambil data kelembaban.
BAB III
PERALATAN

Dalam perakitan alat “PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS BEBASIS
ARDUINO UNO R3 DENGAN PEMANFAATAN SENSOR KELEMBABAN
TANAH YL69” adapun alat-alat yang dibutuhkan dalam perakitan ini, diantaranya :

1. Arduino Uno R3
2. Relay 1 chanel 5 V
3. Kambel jumper/kabel penghubung
4. Sensor kelembaban tanah YL69
5. Pompa air
6. Selang air
7. Wadah tanaman (sampel)


BAB IV
DATA PERCOBAAN

3.1. List Program
/*
AnalogReadSerial
Reads an analog input on pin 0, prints the result to the serial monitor.
Graphical representation is available using serial plotter (Tools > Serial Plotter
menu)
Attach the center pin of a potentiometer to pin A0, and the outside pins to +5V and
ground.

This example code is in the public domain.
*/

// the setup routine runs once when you press reset:
int relay=12;

void setup() {
// initialize serial communication at 9600 bits per second:
Serial.begin(9600);
pinMode(relay, OUTPUT);
}

// the loop routine runs over and over again forever:
void loop() {
// read the input on analog pin 0:
int sensorValue = analogRead(A0);
// print out the value you read:
Serial.print("Nilai Kelembaban:");
Serial.println(sensorValue);
if(sensorValue>450) digitalWrite(relay,LOW);
else if(sensorValue<400) digitalWrite(relay,HIGH);

delay(1000); // delay in between reads for stability
}

3.2. Gambar Hasil Pengamatan

Gambar 1. Rangakain alat, sensor dalam keadaan basah/kondisi tanah yang
basah.
Gambar 2. Hasil pembacaan sensor pada gambar 1.

Gambar 3. Sensor dalam keadaan kering.
Gambar 4. Pembacaan sensor pada gambar 3.
BAB V
PEMBAHASAN

Dalam pembuatan alat “PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS
BEBASIS ARDUINO UNO R3 DENGAN PEMANFAATAN SENSOR
KELEMBABAN TANAH YL69” ini kami menggunakan Arduino UNO R3 dengan
model board CH340G, pembuatan program untuk menjalankan atau mengoperasikan
alat ini adalah Bahasa C++ .

Dalam pembuatannya kami menggunakan contoh program yang sudah
terdapat dalam aplikasi Arduino, yaitu AnalogReadSerial didalam contoh program ini
pin-pin yang terdapat pada sensor kelembaban tanah YL69 disambungkan pada pin-
pin yang ada pada Arduino, dimana pin A0 sensor dihubungkan pada pin Analog A0
arduino, pin VCC sensor dihubungkan pada pin power 3.3 V dan pin GND sensor
dihubungkan dengan pin power GND Arduino. Ini artinya pada pin analog A0
Arduino berperan sebagai penerima data dari sensor YL69.

Kemudian disini kami juga menggunakan relay atau saklar otomatis yang
dikelolah langsung oleh mikrokontroler, dalam hal ini Arduino. Pada relay juga
terdapat pin-pin yang harus dihubungkan pada mikrokontroler. Pin In relay
dihubungkan dengan pin digital mikrokontroler, pin GND relay dihubungkan dengan
pin power GND mikrokontroler, dan pin VCC relay dihubungkan dengan pin power 5
V mikrokontroler. Disini pin In pada relay berfungsi sebagai penerima data atau
perintah untuk mengaliri arus listrik untuk menyalakan pompa air. Di dalam program
Arduino untuk mendeklarasi perintah ini terdapat pada void loop dimana kami
menggunakan If…else.. artinya jika sensor YL 69 membaca nilai kelembaban tanah
lebih besar dari 450 maka relay akan meneruskan arus listrik sehingga pompa air
secara otomatis akan menyiram tanaman jika nilai yang dibaca oleh sensor YL 69
lebih kecil dari 400 maka relay tidak akan meneruskan arus listrik sehingga pompa air
secara otomatis tidak akan menyiram tanaman.
Pada mikrokontrolernya data input dibaca oleh pin analog A0 dan pin
outputnya pada pin digital 12.
BAB VI
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
A. Pada pembuatan alat sensor kelembaban tanah, digunakan kombinasi dari
YL-69 (probe sensor), relay, Arduino uno, dinamo air, dan kabel jamper.
sensor kelembaban tanah bekerja secara otomatis dan akan menunjukkan
tingkat kelembaban tanah secara otomatis pada laptop yang telah dijalankan
menggunakan program pada Arduino uno R3.
B. Pada alat ini sensor YL69 membaca nilai dibawa 400 artinya tanah berada
pada kondisi basa atau lembab jika sensor membaca nilai diatas 450 maka
tanah dalam kondisi kering sehingga pompa secara otomatis akan hidup.
DAFTAR PUSTAKA

http://agro-sosial.blogspot.com/2013/01/karakteristik-tanah-ultisol-podsolik.html

http://putroeintan.blogspot.com/2011/07/tanah-pasir.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Humus

http://triegeography.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-tanah-diindonesia.html

http://nydalchubby-iniminnie.blogspot.com/2011/10/makalah-mengenai
tanah.html

http://ariadiyudha.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-dan-persebaran-tanah
LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA II
PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS BEBASIS ARDUINO
UNO R3 DENGAN PEMANFAATAN SENSOR KELEMBABAN
TANAH YL69

OLEH:
KELOMPOK 2:

1. DJULIO DJARA RONA
2. ANJELINA NABEN
3. ANIN BETO NESI
4. ANGLIANA H. KATODA
5. ANGGRENI HAMBARONJA
6. ANGGI ARNI BIHA
7. ARIANCE Y. LALANG
8. ASNIATI WOLI
9. BALBINA EGA REPI
10. HENDRA BIS TOBING

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2018
LAMPIRAN

Pengunaan Dana Dalam Pembuatan Alat Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis
Arduino Uno R3 dengan Pemanfaatan Sensor Kelembaban Tanah YL 69.

No. Nama alat Banyaknya Anggaran (Rp.)
1 Arduino uno R3 1 buah 100.000
2 Relay 1 chanel 5V 1 buah 20.000
3 Sensor YL69 1 buah 25.000
4 Kabel jumper 1 set 30.000
5 Wadah/akuarium 1 buah 30.000
6 Pompa air 5 watt 1 buah 100.000
7 Selang air 1 meter 10.000
Total 315.000