You are on page 1of 3

RESUME JURNAL

JUDUL JURNAL : JURNAL SAINS DAN SENI ITS
JURNAL : Biodegradasi Limbah Domestik
Dengan Menggunakan Inokulum
Alami Dari Tangki Septik

VOLUME : Vol. 1, No. 1,
TAHUN : Sept. 2012. ISSN: 2301-928X E-44

PENULIS : P. H. Doraja & Maya Shovitri

RIVIEWER : Dema Puji Lazuardini
TANGGAL : 12 September 2018

LATAR BELAKANG
Limbah organik merupakan limbah yang paling besar mencemari lingkungan. Penelitian
ini untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme alami tangki septik sebagai inokulum
dalam mendegradasi bahan organik yang terdapat pada limbah domestik . Limbah
diinkubasi pada kondisi terang selama 5 hari, dan diuji nilai BOD, COD, TSS, TDS dan pH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme alami tangki septik mampu
mendegradasi bahan organik dalam limbah domestik. Hal ini ditunjukkan oleh
perubahan parameter pH 5 menjadi pH 10, BOD 1770 mg/lt menajdi 388,33 mg/lt, COD
200 mg/lt menjadi 293,33 mg/lt, TSS 20200 mg/lt menjadi 193,33 mg/lt, TDS 356 mg/lt
menjadi 6756,67 mg/lt.

Perubahan pH pada air limbah menunjukkan terjadi aktifitas mikroorganisme yang
mendegradasi bahan organik. Degradasi protein dan nitrogen organik yang menjadi
ammonium (NH4) dapat menaikkan pH menjadi basa . Bioreaktor yang digunakan adalah
tertutup (anaerob) sehingga ada penurunan kadar oksigen (O2), maka terjadi proses
denitrifikasi, dimana nitrogen nitrat dan nitrit direduksi menjadi gas nitrogen dibawah
kondisi anaerobik. Kondisi pH yang relatif tinggi akan melarutkan nitrogen dan
selanjutnya akan diemisikan sebagai ammoniak (NH3).

terjadi penurunan nilai BOD. Hal ini membuktikan bahwa penambahan inokulum alami
dari tangki septik mampu menurunkan nilai BOD. Menurunnya nilai BOD disebabkan
karena terdegradasinya sebagian bahan organik yang sebelumnya tidak terurai pada
proses anaerob menjadi sel-sel baru yang tersuspensi dan dipisahkan dengan cara
pengendapan. Tetapi tidak adanya penurunan nilai COD pada perlakuan diduga karena
terjadi peningkatan biomassa mikroorganisme. Meningkatnya biomassa mikroorganisme
menyebabkan turunnya konsentrasi bahan organik pada limbah.

Nilai TSS dan TDS berpengaruh terhadap proses pengolahan limbah secara anaerob.
Pada proses pengolahan limbah secara anaerob, bahan organik komplek dihidrolisis
menjadi organik sederhana (asam organik) Pada fase non-methanogenic ini nilai TSS
turun dan nilai TDS naik karena bahan organik yang berukuran besar diubah menjadi
ukuran yang lebih kecil (proses degradasi). Hal ini yang menyebabkan nilai TDS turun
karena bahan organik telah terdegradasi secara sempurna menjadi gas, sehingga
penurunan nilai TSS diikuti dengan turunnya nilai TDS. Akan tetapi pada penelitian ini
nilai TDS mengalami kenaikan.
1) Apa yang dimaksud dengan limbah organik?
Limbah organik adalah limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh
mikroorganisme

2) Berdasarkan sifat yang dimiliki, ada berapakah karakterisitik limbah organik,
sebutkan!
Limbah organik dibagi menjadi tiga, yaitu karakteristik fisika, kimia, dan biologi.
Karakteristik fisika meliputi padatan total, kekeruhan, bau, suhu, dan warna.
Karakteristik biologi dengan melihat golongan mikroorganisme (pathogen atau
tidak) yang terdapat dalam limbah organik. Karakteristik kimia dalam
Biodegradasi Limbah Domestik Dengan Menggunakan Inokulum Alami Dari
Tangki Septik

3) Jelaskan pengertian Biodegradasi?
Biodegradasi merupakan salah satu pengolahan limbah secara biologi yang
sering dipilih karena efektif untuk pengolahan limbah organik terlarut dan
membutuhkan biaya yang sedikit. Namun keberhasilan pengolahan limbah
secara biologi sangat tergantung pada aktivitas dan kemampuan
mikroorganisme pendegradasi bahan organik dalam limbah

4) Parameter apa saja yang digunakan untuk hasil proses biodegradasi?
Parameter Derajat Keasaman (pH), Biochemical Oxygen Demand (BOD),
Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan Total
Dissolved Solid (TDS)

5) Apa perbedaan nya TSS dan TDS ?
TDS merupakan singkatan dari ( Total Disolved Solids ). Sedangkan TSS
merupakan singkatan dari ( Total Suspended Solids ). TDS merupakan padatan
yang terlarut dalam larutan baik berupa zat organik maupun anorganik.
Sedangkan TSS merupakan padatan yang terdapat pada larutan namun tidak
terlarut, dapat menyebabkan larutan menjadi keruh, dan tidak dapat langsung
mengendap pada dasar larutan.