You are on page 1of 12

Customer Premise Equipment

Nama : Fakhri Akmal P
Kelas : XI Tel 1
Absen : 09
Guru : Abdul Samad Dunda
Jenis-Jenis Jaringan Telekomunikasi dan Informasi
Dalam dunia telekomunikasi dan informasi agar para pengguna CPE dapat saling
berhubungan harus menggunakan saluran penghubung yang dikenal dengan jaringan
telekomunikasi dan informasi. Adapun jenis-jenis jaringan yang ada saat ini :
1. Jaringan PSTN (Public Switch Telephone Network) atau jaringan dari sentral telepon
a. Jaringan Lokal Akses Tembaga (JarLoKat)
Jaringan ini menggunakan kabel tembaga sebagai transmisi dari sentral telepon
samapai kerumah pelanggan. Penggunaan kabel tembaga saat ini mempunyai keterbatasan-
keterbatasan, sehingga ada layanan-layanan yang diminta pelanggan tidak bisa dipenuhi, antara
lain:
 Kabel tembaga hanya dapat mengirim frekuensi, bandwidth sampai dengan 10 MHz.
 Kabel tembaga hanya dapat mengirim data digital dengan kecepatan 2 mbps
(kemampuan layanan yang dapat diberikan terbatas).
 Kabel tembaga jarak jangkauan sangat pendek hanya sekitar 2km untuk bisa dilewati
sinyal digital (daerah area layanan terbatas).
 Kabel tembaga banyak mengalami gangguan korosi, putus, kontak, dll
 Kapasitas kabel tembaga terbatas.
 Kabel tembaga banyak memakan tempat karena dimensi fisik (ukuruannya) yang besar
serta memerlukan infrastruktur yang besar seperti MDF, Duct,dll
 Memerlukan pemeliharaan yang intensif dan mahal.

Gbr. 28 Struktur jaringan akses tembaga
b. Jaringan Lokal Akses Radio (JarLoKar)
JarLoKar adalah jaringan local yang menggunakan transmisi radio baik sebagian
(partial) atau seluruh medianya untuk menghubungkan perangkat terminal pelanggan CPE
dengan sentral local. Jaringan Radio juga mempunyai keterbatasan antara lain :
 Kemampuan transmisi sinyal digital hanya sampai 155,52 Mbps.
 Kemampuan transmisi fekuensi 36 MHz.
 Banyak gangguan cuaca, LOS (Line Of Sight) harus bebas Opstacle (halangan).
 Biaya cukup mahal terutama untuk antenna CPE nya.
 Kemungkinan terjadi blocking karena pengguna Teknik konsentrator
 Terputusnya hbungan yang sedang berlangsung akibat propagansi tidak sempurna.

Gbr 29. Struktur jaringan akses radio
Struktur Umum RAN
 Network Station
o Controller
o Approach Link
o Repeater station
o Base Transceiver Station
 Subscriber Station
o Antenna dan feeder
o Subscriber Unit (SU)
o Subscriber Power Supply Unit (PSU)
o CPE
c. Jaringan Lokal Akses Fiber (JarLoKaF)
JarLoKaF adalah jaringan local dengan media fiber optic baik semua atau partial.
JarLoKaF mempunyai banyak keuntungan antara lain:
 Bentuk dan ukuran yang relatif kecil.
 Dapat menyalurkan sinyal dengan bandwidth yang sangat lebar (Broadband) sampai 25
juta MHz dengan jangkauan hingga 100 km.
 Dapat mentransmisikan sinyal digital dengan kecepatan 25 Gbps.
 Operasi dan pemeliharaan lebih mudah.
 Kapasitas sangat besar.
 Kualitas transmisi lebih baik.
 Daerah area layanan lebih luas.

Gbr. 30 Modus aplikasi jarlokaf
a. Digital Loop Carier (DLC)
DLC merupakan jaringan local akses fiber untuk topologi point to point dimana
kemampuan transmisi hanya 2 Mbps. DLC biasa digunakan untuk mencatu daerah populasi
pelanggan terkonsentrasi seperti kantoran, gedung bertingkat atau apartemen. Kapasitas DLC
mulai 30 hingga 1920 pelanggan perunit DLC. Input DLC ada 2 sinyal yaitu sinyal analog
(VC) dan sinyal digital 64 Kbps.
1. Channel bank berfungsi merubah sinyal analog menjadi sinyal digital pada Converter
A/D yaitu untuk input sinyal analog dan selanjutnya sinyal analog ini dimasukkan ke Primary
Multiplexer, sedangkan untuk sinyal digital diterima langsung oleh Primary Multiplexer.
Sinyal-sinyal digital yang telah digabungkan di PM tersebut kemudian dimasukan ke bagian
kedua yaitu HOM (High Order Multiplexer).
2. HOM terdiri dari multiplex orde tinggi dan OLTE (Optical Line Terminal Equipment)
berfungsi menggabungkan sinyal-sinyal digital pada Multiplex orde tinggi dan merubah sinyal
sinyal digital menjadi sinyal optic pada OLTE dsn mengirimkan ke Remote Terminal.

Gbr 31 Konfigurasi DLC
b. Passive Optical Network (PON)
PON merupakan jaringan local akses fiber untuk topologi point to multi point. Dengan
menggunakan splitter dapat melayani suatu claster tertentu, kemampuan PON lebih besar
daripada DLC, Gabungan ring SDH dengan PON serta PON serta DLC dapat meningkatkan
kemampuan jaringan. Kapasitas PON konvensional dapat melayani 4 ODN (Optical
Distribution Network) dan 1 ODN dapat melayani hingga 240 pelanggan, sehingga kapasitas
PON dapat mencapai 960 CH/ pelanggan perunit PON. Bagian-bagian PON terdiri dari OLT
(Optical Line Terminating) pada sisi sentral dan ONU (Optical Network Unit) atau ONT
(Optical Network Terminal) pada sisi pelanggan.
Gbr. 33 Konfigurasi PON

Gbr. 34 Aliran pembagian sinyal pada PON
c. Active Optical Network (AON)
AON sebenarnya sama dengan PON hanya splitter yang digunakan adalah splitter aktif, kalua
PON menggunakan splitter pasif. AON belum banyak digunakan.
Gbr.35 Aliran pembagian sinyal pada AON

d. MSAN (Multi service Access Network)
MSAN adalah system jaringan akses dimana kemampuan transmisinya lebih besar dari DLC
maupun PON; sinyal down stream mencapai 24 Mbps dan upstream sebesar 3,5 Mbps. MSAN
masih menggunakan kabel tembaga untuk transmisi dari MSAN ke rumah pelanggan, namun
ada jg MSAN menggunakan fiber ke lokasi pelanggan gedung bertingkat atau daerah bisnis
yang besar seperti gambar 37 jangkauan MSAN yang menggunakan kabel tembaga hanya
sekitar 2km dari MSAN.
Jaringan MSAN dapat menggunakan ring optik seperti gambar 36 dimana ada beberapa MSAN
yang terhubung sehingga apabila ada jaringan optik yang rusak di suatu bagian dapat
dilewatkan dari bagian lain.

Jaringan MSAN seperti pada gambar 36 dapat berupa E1 (2048 Mbps), STM1 dari ATM
(Asynchronous Transport Module, (155,52 Mbps), E1 (v5), dari PSTN (155,52 Mbps), FEGE
(Fast Giga Ethernet) dari internet protocol (IP).
MSAN juga bisa digabungkan dengan PON. Dimana MSAN terhubung ke OLT melalui
splitter.
Gbr.36 Konfigurasi hubungan MSAN dengan network

Gbr.37 Blok diagram MSAN Copper dan MSAN Fibre
e. GPON (Giga Passive Optical Network)
GPON adalah system jaringan local akses fiber yang menggunakan media fiber optic
sampai dirumah pelanggan; kemapuannya lebih besar dari MSAN yaitu 2.5 Gbps
down stream dan 1,25 Gbps upstream.
GPON dapat melayani pelanggan hingga 20km dari sentralnya (OLT) tanpa
mengalami redaman yang berarti.
GPON merupakan jaringan lokal yang paling mutakhir digunakan saat ini Karena
dapat melayani layanan triple play dengan jangkauan yang cukup luas dan bandwith
yang sangat lebar dengan jangkauan hingga 20km dari OLT. Setiap OLT dikendalikan
dan diawasi oleh manajemen jaringan (Network Management System / NMS) pada
monitor system seperti pada gambar 39.

Gbr.39 GPON network monitoring system
Gbr.40 GPON network

Gbr.41 blok diagram GPON system

2. HFC (Hybrid Fiber Coaxial)
HFC merupakan salah satu bentuk jaringan transmisi telekomunikasi broadband
dimana media yang digunakan adalah gabungan antara fiber optik dengan kabel
koaksial. Kabel optik sebagai trunk atau transport link dan kabel koaksial sebagai
distribusi ke pelanggan.
Layanan yang disediakan merupakan intregated services baik broadcast maupun
interaktif antara lain pots (voice), Internet (data), video (gambar) (layanan triple play)
dan lain-lain.
Konfigurasi HFC terdiri dari Headend (HE), Distribution Hub (DH), Fiber Note (FN),
dan TAP.

Gbr.43 Konfigurasi HFC

3. VSAT (Very Small Aperture Terminal)
VSAT atau SKSBK (Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro) merupakan suatu
jaringan telekomunikasi untuk penyampaian data atau suara (voice) antar terminal
pelanggan dengan menggunakan satelit komunikasi. VSAT merupakan stasiun
penerima sinyal dari satelit dengan antene penerima berbentuk piringan dengan
diameter kurang dari 3 meter. Jadi fungsi utama VSAT adalah menerima dan
mengirim data ke satelit. Satelit sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke
pelanggan atau titik lainnya di muka bumi.

Komponen dari VSAT :
a. Unit Luar (Outdoor Unit) atau ODU terdiri dari :
1. Antene parabola yang dipasang pada atap atau dinding atau di tanah,
2. BUC (Block Up Converter) atau disebut juga Transmitter (Tx) yang
menghantarkan sinyal informasi ke satelit,
3. LNB (Low Noise Block Up) atau disebut juga Receiver (Rx) yang menerima
sinyal informasi dari satelit.
b. Unit Dalam (Indoor Unit) atau IDU terdiri dari :
1. Modem (Modulator/Demodulator)
2. IFL (Inter Facility Link) sebagai kabel (koaksial) penghubung ODU dan IDU
menggunakan konektor BNC (Bayonet Neill Concelman)
c. Satelit komunikasi sebagai sumber informasi yaitu menerima dan mengirim
kembali informasi ke pelanggan yang membutuhkan.

Keunggulan VSAT :
1. Pemasangannya cepat
2. Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.
Kekurangan VSAT :
1. Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca
2. Memakan tempat, terutama antene
3. Latency yang lebih tinggi dibandingkan kabel.