You are on page 1of 2

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS

LAPORAN REFLEKSI KASUS

a. Deskripsi kejadian :
Pada tanggal 13 Juli 2018 ners muda berdinas di stase keluarga, pada saat
itu saya sedang melakukan pengkajian keperawatan keluarga. Sebelumnya
saya sudah berkunjung ke rumah klien saat pengkajian komunitas. Klien
sangat ramha dan terbuka ketika diajak berbicara sehingga memudahkan
saya dalam melakukan pengkajian. Namun saat pengkajian anggota
keluarga tidak ada yang berada dirumah selain klien, karena anggota
keluarga yang lain sedang bekerja. Saat dilakukan pengkajian ternyata
Ny.S mengalami riwayat penyakit hipertensi yang sudah puluhan tahun
dan mengeluh nyeri kepala. Saat saya kaji tentang pola makan, beliau
mengatakan hanya kadang-kadang saja membatasi makanan yang
dikonsumsinya. Klien mengatakan anggota keluarga yang lain tidak
melarang makanan yang asin, bersantan, dan digoreng. Meskipun
sebenarnya beliau mengetahui bahwa makanan tersebut dapat
meningkatkan tekanan darah.

b. Perasaan saat menghadapi kasus tersebut
Perasaan saat bertemu dengan Ny. S adalah senang karena beliau sangat
ramah dan terbuka. Saya tidak mengalami kesulitan berkomunikasi dengan
klien karena beliau bisa mengerti bahasa banjar.

c. Evaluasi
Sisi positif : Ny. S sudah mampu memeriksakan dirinya ke bidan desa
ataupun puskesmas

Sisi negatif : Pola makan klien masih belum teratur, beliau masih belum
teratur melakukan pola diet untuk penderita hipertensi. Saat klien
mengeluh nyeri kepala keluarga tidak ada dirumah untuk membawa ke
bidan desa sehingga klien di rumah sendirian menunggu untuk dibawa ke
bidan desa ataupun pustu desa.
d. Analisis :
a) Mengapa kasus tersebut menarik ?
Kasus ini menarik karena seharusnya klien dengan diagnose TB paru,
mendapatkan perawatan diruang isolasi agar tidak menularkan pada
pasien lain.
b) Mengapa bisa terjadi ?
Kasus ini terjadi karena ruang perawatan ada dikelas 3 yang tidak
memiliki kamar tertutup.

c) Bagaimana hubungannya dengan kompetensi ners ?
Ners muda berusaha semaksimal mungkin memberikan edukasi yang
berfokus pada konteks masalah kebutuhan dasar manusia, tidak
memandang status sosial dan kondisi kesehatan klien saat itu.

d) Analisis yang dapat dilihat dari berbagai aspek seperti etik, moral,
budaya, sosial, ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan dll. Sesuai
dengan kejadian yang dihadapi.
Ners muda tidak bisa menyalahkan pihak keluarga ataupun pihak
rumah sakit mengapa klien dengan keadaan yang demikian tidak
dirawat diruang isolasi, pasti ada pertimbangan-pertimbangan terlebih
dahulu jika dilihat dari aspek etik dan legalitasnya.

e. Kesimpulan :
Klien dengan keadaan yang seperti ini dirawat diruang isolasi, tapi pasti
ada pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu yang dilakukan oleh pihak
rumah sakit jika dilihat dari aspek etik dan legalitasnya

f. Action plan
Jika kasus ini terjadi lagi maka ners muda sudah bisa mengedukasi
keluarga, dikarenakan sudah belajar dari pengalaman-pengalaman
sebelumnya..