You are on page 1of 1

HALAMAN 17

:

(Sambungan dari halaman 16)

Minyak gas masuk ke unit konversi untuk dipecah menjadi lebih ringan (bensin, distilat).
Akhirnya, sisa minyak (residu) diarahkan ke unit konversi lain atau dicampur dengan bahan
bakar industri berat dan / atau aspal. Minyak residu memiliki nilai ekonomi yang relatif
sedikit. Kebanyakan kilang yang modern mengkonversi, atau meng-upgrade, produk berat
bernilai rendah menjadi produk ringan bernilai tinggi (bensin, bahan bakar jet, bahan bakar
diesel, dll).

4.2.2 Proses Konversi (Cracking)

Proses konversi menghasilkan reaksi kimia yang memecah molekul hidrokarbon besar
(dengan nilai ekonomi rendah) menjadi molekul yang lebih ringan. unit konversi membentuk
inti penting dari operasi penyulingan modern karena :

(1) memungkinkan kilang untuk mencapai hasil yang tinggi dari bahan bakar transportasi
dan produk ringan berharga lainnya

(2) memberikan fleksibilitas operasi untuk mempertahankan keluaran produk ringan
dalam menghadapi fluktuasi normal dalam kualitas minyak mentah

Penyesuaian Rasio C / H :

Seperti disebutkan sebelumnya, minyak mentah yang semakin berat (lebih padat), maka
semakin tinggi pula rasio C/H-nya. Demikian pula, dalam setiap minyak mentah yang
diberikan, semakin berat fraksi rentang didih, semakin tinggi rasio C / H-nya. Fenomena yang
sama berlaku untuk hasil penyulingan minyak: produk yang lebih berat akan memiliki rasio
C/H yang tinggi pula. Akibatnya, operasi penyulingan harus secara keseluruhan mengurangi
rasio C / H dari minyak mentah dan aliran menengah yang di proses.

Secara umum, mengurangi rasio C / H dapat dicapai dengan salah satu dari dua cara: baik
dengan menolak kelebihan karbon (dalam bentuk kokas minyak bumi) atau dengan
menambahkan hidrogen.

Proses konversi yang menjadi perhatian utama adalah fluid catalytic cracking (FCC),
hydrocracking, dan coking.

 fluid catalytic cracking (FCC)
FCC adalah proses penyulingan yang paling penting di bagian hilir destilasi.
(nyambung hal. 18)