You are on page 1of 5

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU LASINRANG

NOMOR : 66 TAHUN 2015

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN INSTALASI RAWAT INAP
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LASINRANG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LASINRANG
Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit
Umum Daerah Lasinrang Pinrang, maka diperlukan kebijakan
pelayanan rawat inap;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a, perlu
ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Lasinrang Pinrang.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, tambahan Lembaran Negara Indonesia Nomor 4437);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Nomor
5063);
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 5072);
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1333 Tahun
1999 tentang berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit;;
5. Peraturtan Menteri Kesehatan Nomor 1045 Tahun 2006 tentang
Pedoman Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen
Kesehatan;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun
2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun
2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 147 Tahun
2010 tentang Perizinan Rumah Sakit;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 340 Tahun 1010 Tentang
Klasifikasi Rumah Sakit;
10. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691 Tahun
2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 18 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten
Pinrang, sebagaimana telah diubah dengan Pemerintah Daerah
Kabupaten Pinrang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan atas
Peraturan daerah Kabupaten Pinrang No18 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten
Pinrang;
12. Keputusan Bupati Pinrang Nomor 435/487 Tahun 2011 tentang
Penetapan Status BLUD Penuh pada RSUD Lasinrang Pinrang

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
Pertama : KEBIJAKAN PELAYANAN INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH
SAKIT UMUM DAERAH LASINRANG PINRANG;
Kedua : Memberlakukanan Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Inap di Rumah
Sakit Umum Daerah Lasinrang Pinrang;
Ketiga Kebijakan Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Lasinrang
Pinrang sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini;
Keempat : Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.
Kelima : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan
diadakan perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan : di Pinrang
Tanggal : 10 Juni 2015

Direktur RSU Lasinrang Pinrang

SITI HASNAH SYAM
Lampiran : Keputusan Direktur RSUD Lasinrang Pinrang
Nomor : 66 Tahun 2015
Tanggal : 10 Juni 2015

KEBIJAKAN PELAYANAN RAWAT INAP
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LASINRANG PINRANG

1. Pelayanan Rawat Inap merupakan unit pelayanan non struktural yang menyediakan
fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan rawat inap memenuhi standar di
rumah sakit, nasional, undang – undang dan peraturan yang berlaku yang
laksanakan di Rumah Sakit.
2. Tujuan dari kebijakan Rawat Inap :
a. Memberikan pelayanan kepada pasien rawat inap sesuai dengan standar asuhan
keperawatan yang tepat
b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada pasien serta mempunyai
keinginan yang terus menerus untuk mengembangkan diri dan meningkatkan
kemapuan dalam memberikan pelayanan
c. Memberikan Asuhan keperawatan kepada pasien untuk kesembuhan yang
optimal sehingga dapat memuaskan pasien.
d. Memberikan pelayanan kepada pasien dengan ramah dan sopan sehingga
memberikan kesan yang positif.
3. Memberikan pelayanan informasi kesehatan dengan tepat pada pasien dan keluarga
sehingga dapat memenuhi hak pasien dan keluarga Kebijakan Pelayanan Rawat Inap
a. Tenaga medis yang dapat melakukan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit
adalah Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Dokter Gigi.
b. Pemberian asuhan kepada pasien dapat diberikan oleh dokter umum, dokter
spesialis, dokter gigi, perawat, nutrisionis, fisioterafis, farmasi, laporatorium,
radiolografer dan penunjang lainnya.
4. Pelayanan Rawat Inap terdiri dari :
a. Rawat Inap Penyakit Dalam
b. Rawat Inap Bedah
c. Rawat Inap Anak
d. Rawat Inap Kandungan (Nifas)
e. Rawat Inap Saraf
f. Rawat Inap THT
g. Rawat Inap V. Vip dan Vip
h. Rawat Inap Infeksi
i. Perinatalogi
5. Memberikan pelayanan rawat inap pada dewasa, anak, neonatus, nifas yang
meliputi:
a. Pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter umum dan dokter spesialis.
b. Perawatan dan akomodasi di ruang perawatan
c. Pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis
d. Pemeriksaan penunjang diagnostic
e. Pemberian obat-obatan pada pasien sesuai dengan catatan daftar obat pasien dan
instruksi dokter spesialis
f. Pelayanan transfuse darah
g. Pemberian surat rujukan
h. Pemakian peralatan yang tersedia seperti oksigen dll
6. Pengaturan jam kerja tenaga keperawatan berdasarkan shift dan non shift dapat
dibawah ini :
a. Tenaga keperawatan yangn shift
Senin – Minggu :
 Shift I : 08.00 - 14.00
 Shift II : 14.00 - 21.00
 Shift III : 21.00 – 08.00
b. Tenaga keperawatan non shift
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00

7. Pelayanan Medik
1) Visite
a. DPJP melakukan visite ke pasien mulai jam 08.00 – 14.00 wita
b. Bila DPJP berhalangan maka diberi kewenangan/mandat ke dokter ruangan
(dokter umum)
c. Apabila DPJP dan dokter umum yang bertugas berhalangan maka bidang
pelayanan medik menunjuk dokter pengganti.
2) Konsultasi
a. DPJP menginformasikan kepada penanggung jawab pasien terkait dengan
konsultasi ke dokter spesialis
b. DPJP menuliskan pada rekam medis pasien pada lembar konsultasi
c. Penangung jawab pasien menandatangani inform consent
d. Perawat ruang rawat inap menghubungi dokter spesialis yang dikonsultan
e. Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang hasil konsultasi oleh
dokter konsultan
8. Alur proses pelayanan pasien unit rawat inap akan mengikuti alur sebagai berikut
a. Penerimaan Pasien ( Admission Departement )
b. Ruang Perawatan
c. Pemulangan pasien
9. Standar fasilitas sarana dan prasarana di masing-masing unit perawatan berdasarkan
kebutuhan unit berdasarkan Permenkes No 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit.

Ditetapkan : di Pinrang
Tanggal : 30 Juli 2016

Direktur RSU Lasinrang Pinrang

SITI HASNAH SYAM