You are on page 1of 10

REFRAT

MANAGEMEN TIDUR

DISUSUN OLEH:
MONICA AZIZATUL ARIFAH
H1AP13027

PEMBIMBING:
AKBP. Dr. dr. Yalta Hasanudin, Sp. An

KEPANITERAAN KLINIK ILMU ANESTESI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Tidur termasuk salah satu nikmat dan rahmat yang diberikan Allah Swt. ke
pada hamba-Nya. Dalam hal ini Allah Swt. berfirman: “Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu
mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (Qs. Ar Rum: 23)
dengan demikian maka firman Allah Swt: ”....dan kami jadikan tidurmu untuk
istirahat....” (Qs. An-Naba’: 9) merupakan indikasi terhadap nikmat terbesar
diantara nikmat-nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada hamba-Nya Tidur
adalah suatu keadan alami yang terjadi karena perubahan status kesadaran,
ditandai dengan penuunan pada kesadaran dan respon terhdap stimuli1.
Banyak orang melihat tidur hanya sebagai waktu istirahat ketika otak dan
tubuh beristirahat. Orang – orang mungkin mengurangi tidurnya dan berpikir itu
tidak menjadi masalah karena banyak akifitas sehari-hari yang dianggap lebih
penting. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang cukup tidur
dapat tetap sehat dan melakukan tugas serta kegiatan dengan baik. Ketika tidur,
otak akan bekerja membentuk jalur yang diperukan untuk belajar dan
menciptakan ingatan dan wawasan baru. Tanpa cukup tidur, kita tidak dapat fokus
dab memperhatikan atau merespons dengan cepat. Kurang tidur bahkan dapat
menyebabkan masalah pada suasana hati, bahkan banyak bukti menunjukkan
bahwa kurang tidur dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan risiko
obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan infeksi2.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. REM dan NREM
Tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kelelahan jasmani dan
kelelahan mental. Dengan tidur semua keluhan hilang atau berkurang dan akan
kembali mendapatkan tenaga serta semangat untuk menyelesaikan persoalan yang
dihadapi. Semua makhluk hidup mempunyai irama kehidupan yang sesuai dengan
beredarnya waktu dalam siklus 24 jam. Irama yang seiring dengan rotasi bola
dunia disebut sebagai irama sirkadian. Pusat kontrol irama sirkadian terletak pada
bagian ventral anterior hypothalamus. Bagian susunan saraf pusat yang
mengadakan kegiatan sinkronisasi terletak pada substansia ventrikulo retikularis
medulo oblogata yang disebut sebagai pusat tidur. Bagian susunan saraf pusat
yang menghilangkan sinkronisasi/desinkronisasi terdapat pada bagian rostral
medulo oblogata disebut sebagai pusat penggugah atau aurosal state.
Tidur dibagi menjadi 2 tipe yaitu Tipe Rapid Eye Movement (REM) dan
Tipe Non Rapid Eye Movement (NREM).Fase awal tidur didahului oleh fase
NREM yang terdiri dari 4 tahapan. Pada tahap pertama tidur NREM, seseorang
akan mengalami tidur ringan dan dapat terbagun dengan mudah oleh suara atau
gangguan lainnya. Selama tahap tidur pertama ini, mata kana bergerak perlahan,
otot-otot akan rileks, dan laju jantung dan napas akan mulai melambat. Gambaran
EEG biasanya terdiri dari gelombang campuran alfa, betha dan kadang gelombang
theta dengan amplitudo yang rendah. Tidak didapatkan adanya gelombang sleep
spindle dan kompleks K. Tahap kedua dari NREM, Pada fase ini didapatkan bola
mata berhenti bergerak, tonus otot masih berkurang, tidur lebih dalam dari pada
fase pertama. Gambaran EEG terdiri dari gelombang theta simetris. Terlihat
adanya gelombang sleep spindle, gelombang verteks dan komplek K. Ketika maju
pada tahapan ketiga NREM, fase ini tidur lebih dalam dari fase sebelumnya.Tidur
stadium empat merupakan tidur yang dalam serta sukar dibangunkan.
Gambar 1. Tahapan tidur NREM.keempat penelusran elekroensepalogram yang
digambarkan disini adalah dari seorang relawan wanita berusia 19
tahun. Tanda panah menunjukkan K-Kompleks dan garis bawah
menunjukkan dua sleep spindel3.

Fase tidur NREM, ini biasanya berlangsung antara 70 menit sampai 100
menit, setelah itu akan masuk ke fase REM. Pada waktu REM jam pertama
prosesnya berlangsung lebih cepat dan menjadi lebih insten dan panjang saat
menjelang pagi atau bangun. Pola tidur REM ditandai adanya gerakan bola mata
yang cepat, tonus otot yang sangat rendah, apabila dibangunkan hampir semua
organ akan dapat menceritakan mimpinya, denyut nadi bertambah dan pada laki-
laki terjadi eraksi penis, tonus otot menunjukkan relaksasi yang dalam. Pola tidur
REM berubah sepanjang kehidupan seseorang seperti periode neonatal bahwa
tidur REM mewakili 50% dari waktu total tidur. Periode neonatal ini pada EEG-
nya masuk ke fase REM tanpa melalui stadium 1 sampai 4. Pada usia 4 bulan pola
berubah sehingga persentasi total tidur REM berkurang sampai 40% hal ini sesuai
dengan kematangan sel-sel otak, kemudian akan masuk keperiode awal tidur yang
didahului oleh fase NREM kemudian fase REM pada dewasa muda dengan
distribusi fase tidur sebagai berikut: NREM (75%) yaitu stadium 1: 5%; stadium 2
: 45%; stadium 3 : 12%; stadium 4 : 13% dan fase REM; 25 %.
Selama tidur REM, mata akan bergerak dengan cepat ke berbagau arah,
meskipun kelopak mata tetap tertutup. Pernapasan juga menjad lebih cepat, tiak
teratur, dan dangkal, detak jantung dan tekanan darah meningkat. Bermimpi
biasanya terjadi selama tidur REM. Selama tidur REM, otot-otot lengan dan kaki
akan lumpuh sementara sehingga tiak bisa “memerankan” mimpi yang sedang
dialami.
Biasanya fase tidur REM berlangsung satu jam hingga satu setengah jam
setelah tertidur. Setelah itu, tahapan tidur mengulangi diri mereka terus menerus
saat tertidur. Ketika tidur, waktu tidur REM menjadi lebih lama, sementara waktu
yang dihabiskan di tahap tiga NREM menjadi lebih pendek. Pada saat terbangun,
hampir semua waktu tidur telah dihabiskan dalam tahapan 1 dan 2 dari tidur
NREM dan dalam tidur REM. Jika tidur REM sangat terganggu selama satu
malam, waktu tidur REM biasanya lebih lama dari biasanya pada malam-malam
berikutnya sampai mengejar ketertinggalannya. Diketahui bahwa tidur REM
merangsang daerah otak yang digukan untuk belajar dan membuat kenangan.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mimpi dapat mempengaruhi
peryortian otak dan secara selektif menyimpan informasi baru yang diperoleh
selama waktu bangun. Ketika informasi ini diproses, otak akan meninjau kembali
adegan dari hari dan mencampurnya secara acak. Mimpi umumnya diingat ketika
bangun atau terbangun oleh jam alaram atau kebisingan lain di lingkungan sekitar.
Studi menunjukkan, bagaimanapun, bahwa tahap lain dari selai tidur REM juga
diperlukan untuk membentuk jalur di otak yang memungkinkan kita untuk belajar
dan mengingat.

2.2. Penyebab Tidur
Ketika kita sering menunda tidur untuk melakukan banyak aktivitas
sehari-hari, akhirnya kebutuhan untuk tidur menjadi luar biasa. Kebutuhan in
disebabkan oleh 2 posisi yang dilakukan pada tubuh kita.suatu zat yang
dinamakan adenosin menumpuk didalam darah saat terjaga. Kemudian, saat tidur,
tubuh akan memecah adenosin. Tingkat zat ini dalam tubuh dapat membantu
memicu tidur saat dibutuhkan. Penumpukan adenosisn dan banyak faktor
kompleks lainnya mungkin menjelaskan mengapa setelah tidur yang kurang
optimal beberapa malam dapat membuat hutang tidur. Hal ini dapat menyebabkan
seseorang tidur lebih lama dari biasanya atau pada waktu yang tidak direncanakan
di siang hari.
Zat lain yang membantu membuat tidur adalah hormon melatonin.
Hormon ini membuat seseorang secara alami merasa mengantuk di malam hari.
Ini adalah bagian dari “jam biologis” internal, yang mengontrol ketika seseorang
merasa mengantuk dan pola tidur. Jam biologis adalah sekumpulan sel kecil di
otak yang bekerja sepanjang siang dan malam. Isyarat lingkungan internal dan
eksternal, seperti sinyal cahaya yang diterima melalui mata dapat mengontrol sel-
sel ini. Jam biologis memicu tubuh untuk menghasilkan melatonin yang
membantu mempersiapkan otak dan tubuh untuk tidur. Saat melatonin dilepaskan,
seseorang akan merasakan semakin mengantuk. Melatonin menumpuk ditubuh
seseorang selama sore hari dan memasuki 2 jam pertama periode tidur dan
kemudian pelepasannya berhenti di tengah malam. Karena jam biologis,
seseorang secara alamiah merasa lebih lelah antara tengah malam dan 7 pagi.
Seseorang juga mungkin merasa agak mengantuk di sore hari antara jam 1 siang
dan jam 4 sore ketika peningkatan melatonin terjadi di dalam tubuh.
Faktor lain juga dapat mempengaruhi kebutuhan tidur, termasuk produksi
hormon sistem kekebalan tubuh yang disebut sitokin. Sitokin dibuat untuk
membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi tertentu atau peradangan
kronis dan mendorong untuk tidur lebih dari biasanya. Tidur tambahan dapat
membantu menghemat sumber data yang dibutuhkan untuk mengatasi infeksi.
Penelitian terbaru menegaskan bahwa istirahat yang baik dapat meningkatkan
respon tubuh terhadap infeksi.
Gambar 2. Rekomendasi Durasi Tidur4

2.3. Cara Tidur Rasulullah Saw
Untuk mendapatkan tidur yang sehat dan nyaman, maka dianjurkan untuk
meneladani bagaimana cara tidur Nabi Muhammad Saw. tidur Nabi Muhammad
Saw. tidur yang sangat baik bagi kesehatan, setiap posisi dan waktu yang beliau
pilih untuk tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan bahkan jauh sebelum ilmu
kedokteran berkembang seperti sekarang. Berikut ini merupakan cara tidur Nabi
Muhammad Saw. Tempat tidur Nabi Muhammad Saw: Terkadang Nabi
Muhammad Saw. tidur di atas kasur, kulit yang sudah disamak, tikar, tanah,
dipan, dan terkadang di atas kain hitam. Waktu tidur Nabi Muhammad
SawRasulallah Saw biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam,
tapi terkadang juga tidak tidur pada awal malam karena melayani kemaslahatan
orang-orang muslim.
Pada umumnya umat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan
sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan,
memegang, dan lainnya. Mengenai tidur Nabi Muhammad Saw.juga
menganjurkan untuk memulai dengan berbaring ke sebelah kanan, kemudian
beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri. Dengan posisi tersebut proses
pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau
kembali tidur bertumpu pada sisi kanan lagi, agar makanan segera larut dari
lambung.
Selain bermanfaat bagi pencernaan, ada beberapa manfaat lain yang dapat
diambil dari posisi tidur miring ke kanan, sebagai berikut: Dengan tidur pada
posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang pusat jaringan saraf segala
aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat
sirkulasi yang melambat saat tidur atau diam, Jantung sebagai pusat pompa darah
ke seluruh tubuh, terkait efek tiga posisi tidur yakni posisi terlentang, tubuh
miring ke kiri, dan miring ke kanan terhadap jantung dengan menggunakan alat
pengukur sepektrum jantung didapatkan hasil bahwa aktifitas jantung terbaik
didapatkan pada saat subjek penelitian tidur dengan posisi miring ke sebelah
kanan
BAB III.
KESIMPULAN

1. Tidur dibagi menjadi 2 tipe yaitu Tipe Rapid Eye Movement (REM) dan Tipe
Non Rapid Eye Movement (NREM).
2. NREM terdiri dari empat tahapan.
3. Bermimpi biasanya terjadi selama tidur REM dan tidur REM merangsang
daerah otak yang digukan untuk belajar dan membuat kenangan.
4. Tingkat zat adenosin dalam tubuh dapat membantu memicu tidur saat
dibutuhkan
5. Melatonin membuat seseorang secara alami merasa mengantuk di malam
hari.Melatonin menumpuk ditubuh seseorang selama sore hari dan memasuki
2 jam pertama periode tidur dan kemudian pelepasannya berhenti di tengah
malam
6. Seseorang juga mungkin merasa agak mengantuk di sore hari antara jam 1
siang dan jam 4 sore ketika peningkatan melatonin terjadi di dalam tubuh.
7. Faktor lain juga dapat mempengaruhi kebutuhan tidur, termasuk produksi
sitokin.
8. Setiap umur memiliki waktu rekomendasi tidur berbeda, semakin besar usia
semakin sedikit kebutuhan tidur. Contohnya pada usia dewasa (26-64 tahun),
rekomendasi tidur 7-9 jam, tidak direkomendasikan tidur kurang dari 6 jam
dan lebih dari 10 jam.
9. Waktu tidur Nabi Muhammad SawRasulallah Saw biasa tidur pada awal
malam dan bangun pada akhir malam. Mengenai tidur Nabi Muhammad Saw.
juga menganjurkan untuk memulai dengan berbaring ke sebelah kanan
DAFTAR PUSTAKA

1. Sholechah, M., 2016. Posisi Tidur dalam Tinjauan Hadits (Kajian Ma’anil
Hadits). Intelektualita. Vol.5 No.2 Available online at
http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intelektualita.
2. National Heart Lung and Blood Institude.2011. Your Guide to Healthy
Sleep.U.S. Departement of Health and Human Services, National Institutes of
Health. INI publication No. 11-5271
3. Carskadon, M.A., & Dement, W.C., 2011. Monitoring and Staging Human
Sleep. In M.H. Kryger, T. Roth, & W.C. Dement (Eds), Principles and
Practice of Sleep Medicine, 5th edition, (pp 16-26). St.Louis: Elseiver
Saunders.
4. Hirshkowits, M., et all. 2015. National Sleep Foundation’s Sleep Time
Duration Recomendations: Methodology and Result Summary. Sleep Health,
Vol.1 Issue 1, Page 40-43.