You are on page 1of 10

BAB 3

METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan

atau pencacahan suatu masalah yang data dasarnya menggunakan metode ilmiah

(Notoadmojo, 2010).

3.1 Desain Penelitian

Rancangan atau desain penelitian adalah sesuatu yang sangat penting dalam penelitian,

memungkinkan pengontrolan maksimal beberapa factor yang dapat memengaruhi

akurasu suatu hasil. Istilah rancangan penelitian digunakan dalam dua hal : pertama,

rancangan penelitian merupakan suatu strategi penelitian dalam mengidentifikasi

permasalahan sbelum perencanaan akhir pengumpulan data, kedua rancangan penelitian

digunakan untuk mendefinisikan struktur penelitian yang akan dilaksanakan. Studi kasus

dibatasi oleh waktu, dan tempat, serta kasus yang dipelajari berupa peristiwa, aktivitas

atau individu.

Nursalam. 2014. Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta : salemba medika

3.2 Batasan Istilah

Demensia (pikun) adalah kemunduran kognitif yang sedemikian beratnya sehingga

mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan ataktivitas sosial. Kemunduran kognitif pada

demensia biasanya diawali dengan kemunduran memori/ daya ingat (pelupa). Demensia

terutama yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer berkaitan erat dengan usia lanjut.

Pokok masalahnya adalah bagaimana membedakan kemunduran memori (mudah lupa)
yang disebabkan oleh awal penyakit Alzheimer dengan yang disebabkan oleh awal

penyakit Alzheimer dengan yang disebabkan oleh proses penuaan otak yang normal

(normal brain aging).

Resiko cidera adalah rentan mengalami cidera fisik akibat kondisi lingkungan yang

berinteraksi dengan sumber adaptif dan sumber defensif individu yang dapat

mengganggu kesehatan. Apabila klien yang mengalami demensia tidak diberikan

intervensi oleh perawat, maka kemungkinan besar lansia akan mengalami cidera yang

lebih sering lagi. Faktor resiko dari resiko cidera diantaranya dari eketernal adalah

gangguan fungsi kognitif, hambatan fisik (misal : desain, struktur, pengaturan komunitas,

pembangunan, peralatan), dan moda transportasi tidak aman. Internal disfungsi integrasi

sensori, gangguan orientasi afektif, gangguan sensasi (akibat dari cidera medulla spinalis,

dabetes mellitus, dll), profil darah yang abnormal, dan usia eksterm.

3.3 Partisipan

2 orang klien yang mengalami demensia dengan diagnosa keperawatan resiko cidera.

3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian

1) Studi pendahuluan pada tanggal 15 s/d 31 Agustus 2016.

2) Penelitian direncanakan akan dilaksanakan pada Bulan … dengan

mempertimbangkan kondisi klien.

3) Penelitian akan dilaksanakan di Desa… Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bendo

Kecamatan Pare Kabupaten Kediri pada Bulan …

3.5 Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu dengan cara

wawancara, observasi langsung, dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan angket.
3.5.1 Jenis Data

1) Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin

melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus

diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden

yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil. Wawancara

dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat

dilakukan melalui tatap muka ( face to face) maupun dengan menggunakan

telepon.

2) Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila

dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau

wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi

tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.

Sugiyono. 2009. Metode penelitian pendidikan. Bandung : alfabeta

3) Dokumentasi

Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengambil

data yang berasal dari dokumen asli. Dokumen asli tersebut dapat berupa

gambar, table, atau daftar periksa dan film dokumenter.

4) Angket

Angket atau kuesioner merupakan alat ukur berupa angket atau kuesioner

dengan beberapa pertanyaan. Alat ukur ini digunakan bila responden

jumlahnya besar dan tidak buta huruf. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan dalam kuesioner ini mengacu pada parameter yang sudah dibuat oleh

peneliti sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.

Alimul aziz hidayat. 2011. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis

data. Jakarta : salmeba medika

3.5.2 Instrument Data

Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan penelitian dalam

mengumpulkan data penelitian. Dalam penelitian ini intrumen yang digunakan

adalah format asuhan keperawatan demensia. Format yang dimaksud adalah

pengkajian, diagnosa, intervensi dan implementasi.

3.5.3 Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses

pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian

langkah- langkah dalam pengumpulan data bergantung pada rancangan penelitian

dan teknik instrument yang digunakan ( Burns dan Grove, 1999 dalam Nursalam

2014)

Nursalam. 2014. Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta : salemba

medika

1) Pengumpulan data dimulai dari persetujuan izin kepada ketua Prodi DIII

Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri.

2) Selanjutnya mengajukan izin dan pengajuan izin melakukan penelitian kepada

kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
3) Setelah itu mengajukan kepada kepala UPTD Puskesmas Bendo Kecamatan

Pare Kabupaten Kediri.

4) Kemudian peneliti mengadakan pendekatan kepada responden dan

memberikan informed consent. Dengan meminta kesediaan klien untuk

dijadikan subjek penelitian secara sukarela tanpa keterpaksaan. Setelah klien

menyatakan kesediaannya untuk menjadi subjek penelitian maka peneliti

harus meminta bukti kesediaan klien secara tertulis dengan menandatangani

surat persetujuan yang didapatkan, peneliti mulai melakukan pengkajian pada

klien kemudian merumuskan diagnosa keperawatan, menyusun rencana

keperawatan, melakukan tindakan keperawatan sesuai rencana keperawatan

dan mengevaluasi hasil tindakan.

Jika ada kesulitasn dalam pengumpulan data misalnya klien tidak ditemukan

pada istitusi yang ditunjuk sebagai lahan penelitian, peneliti harus mencari

klien yang sesuai (Setiadi, 2007).

Dalam studi kasus yang menjadi alat instrument atau alat penelitian adalah

peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrument juga harus

“divalidasi” seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang

kemudian siap terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai

instrument meliputi memvalidasi terhadap pemahaman metode penelitian

kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan

peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun

logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti itu sendiri melalui

evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif,
penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan

dan bekal memasuki lapangan (Sugiyono : 2008 hal 306 kode buku 00142).

3.6 Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan

reliabilitas. Dalam penelitian kuantitatif, kriteria utama terhadapa data hasil penelitian

adalah valid, reliable dan obyektif. Trianggulasi adalah salah satu bagian dari uji

keabsahan data. Trianggulasi dalam pengujian ini diartikan sebagai pengecekan data dari

berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat

trianggulasi sumber, trianggulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.

3.6.1 Trianggulasi sumber

Trianggulasi sember untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara

mengecek data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber. Sebagai contoh,

untuk meguji keabsahan data tentang gaya kepemimpinan seseorang, maka

pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh dilakukan ke bawahan

yang dipimpin, ke atasan yang menugasi, dank e teman kerja yang merupakan

kelopmok kerjasama. Data dari ketiga sumber tersebut, tidak bisa dirata-ratakan

seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi dideskripsikan, dikategorisasikan, mana

pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana spesfiik dari tiga sumber tersebut.

3.6.2 Trianggulasi teknik

Trianggulasi teknik untuk meguji kredibilitas data diakukan dengan cara

mengecek data kepada sumber yang sama engan teknik yang berbeda. Misalnya

data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi dan

kuesioner. Bila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut,
menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih

lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan

data mana yang dianggap benar. Atau mungkin semuanya benar, karena sudut

pandangnya berbeda-beda.

3.6.3 Trianggulasi waktu

Waktu juga sering memengaruhi keabsahan data. Data yang dikumpulkan dengan

teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak

masalah, akan memberikan datayang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk

itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara

melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau tekik lain dalam waktu

atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda maka,

dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

Sugiyono. 2008. Memahami penelitian kualitatif. Bandung : alfabeta

3.7 Analisis Data

Analisis data menjelaskan tentang metode statistic yang digunakan dalam menganalisis

data hasil penelitian, termasuk di dalamnya adalah perlu tidaknya penggunaan uji

statistic. Jika diperlukan, maka akan menggunakan tingkat kemaknaan berapa, program

yang akan digunakan untuk menganalisis data dan lain-lain. Urutan dalam analisis adalah

:

Aziz alimul hidayat. 2012. Riset keperawatan dan teknik penulisan ilmiah. Jakarta :

salemba medika

3.7.1 Pengumpulan data
Data dikumpulkan dari hasil WOD ( wawancara, observasi, dokumen). Hasil

ditulis dalam bentuk catatan lapangan, kemudian disalin dalam bentuk transkip (

catatan terstruktur).

3.7.2 Mereduksi data

Data hasil wawancara yang terkumpul dalam bentuk catatan lapangan dijadikan

satu dalam bentuk transkip dan dikelompokkan menjadi data subyektif dan

obyektif, dianalisis berdasarkan hasil pemeriksaan diagnostik kemudian

dibandingkan nilai normal.

3.7.3 Penyajian data

Penyajian data dapat dilakukan dengan table, gambar, bagan maupun teks naratif.

Kerahasiaan dari klien dijamin dengan jalan mengaburkan identitas dari klien.

3.7.4 Kesimpulan

Dari data yang disajikan, kemudian data dibahas dan dibandingkan dengan hasil-

hasil penelitian terdahulu dan secara teoritis dengan perilaku kesehatan. Penarikan

kesimpulan dilakukan dengan metode induksi. Data yang dikumpulkan terkait

dengan data pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan dan evaluasi.

3.8 Etik Penelitian

Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat penting dalam

penelitian, mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia,

maka segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus diperhatikan

antara lain adalah sebagai berikut (Alimul Aziz 2011) :

3.8.1 Informent consent (persetujuan menjadi klien)
Informed Consent merupakan bentuk persetujuan anatara peneliti dengan

responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed Consent

tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar

persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan Informed Consent adalah agar

subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian dan mengetahui dampaknya. Jika

subjek bersedia, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan. Jika

responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak pasien. Beberapa

informasi yang harus ada dalam Informed Consent tersebut antara lain :

partisipasi pasien, tujuan dilakukannya tindakan, jenis data yang dibutuhkan,

komitmen prosedur pelaksanaan, potensial masalah yang akan terjadi, manfaat,

kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi, dan lain-lain.

3.8.2 Anonimity (tanpa nama)

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam

penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan

nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar

pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disampaikan.

3.8.3 Confidentiality (kerahasiaan)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan

hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua

informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannyaoleh peneliti, hanya

kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.
Hidayat, aziz alimul. 2011. Metode penelitian keperawatan dan analisis data. Jakarta : salemba

medika