You are on page 1of 1

DIA SI PENGKHAYAL

Tak terasa dia harus pergi meninggalkan kampung halaman yang telah membesarkannya menjadi
seseorang hidup dalam keseharian dengan alam sekitar.

“san besok aku harus berangkat mondok” kata ali.

“jadi juga kau rupanya sekolah disana li?” jawab hasan.

“iya san, itu pemintaan kakekku sama ibuku juga ingin ada anaknya laki-laki yang mondok” sahut ali.

“yaudah tidak apa-apalah li, namanya juga mencari ilmu semuanya harus dikorbankan dan juga
ditinggalkan” jawab ahsan.

Pembincaraan mereka terhenti setelah akbar datang. “darimana saja kau bar” hasan menyapa akbar
yang baru datang. “tadi baru beli martabak buat nenek” jawab akbar. Mereka bertiga sudah lama
berteman. Selisi umur ketiganya juga tidak terlalu jauh.