You are on page 1of 34

Pokok Bahasan

Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS

Zahnur 1

1 Matematika FMIPA Unsyiah

December 1, 2009

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Referensi:
Anton, Howard and Rorres, Chris, ”Elementary Linear Algebra with
Applications”, 9th Edition, John Wiley and Sons, 2005
Chapter 1.5 Elementary Matrices and A Method for Finding
𝐴−1
Chapter 1.6 Further Results on Systems of Equations and
Invertibility
Chapter 1.7 Diagonal, Triangular, and Symmetric Matrices

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

1 Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Ekuivalesi baris
Metode untuk menginversi matriks
2 Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Teoerema dasar
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
3 Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik
Matriks Diagonal
Matriks Segitiga
Matriks Simetrik
Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Definisi dan notasi

Definisi
Suatu matriks 𝑛 × 𝑛 disebut matriks elementer (elementary
matrix) jika matriks tersebut dapat diperoleh dari matriks identitas
𝐼𝑛 𝑛 × 𝑛 dengan melakukan operasi baris elementer tunggal.

Operasi baris elementer terhadap 𝐼𝑛 yang menghasilkan 𝐸 adalah
Kalikan baris 𝑖 dengan 𝑐 ∕= 0
Pertukaran baris-baris 𝑖 dan 𝑗
Tambahkan 𝑐 kali baris 𝑖 ke baris 𝑗

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Definisi dan notasi

Contoh
Latihan 1.5 No. 1.a,b,d,e
Matriks-matriks
[ ] berikut marupakan matriks elementer:
1 0
⇐ Tambahkan -5 kali baris pertama 𝐼2 ke baris kedua
−5 1
⎡ ⎤
0 0 1
⎣ 0 1 0 ⎦ ⇐ Pertukaran baris pertama dan baris ketiga 𝐼3
1 0 0
Matriks-matriks berikut bukan marupakan matriks elementer:
⎡ ⎤
[ ] 1 1 0
−5 1
dan ⎣ 0 0 1 ⎦
1 0
0 0 0

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Definisi dan notasi

Ketika suatu matriks 𝐴 dikalikan dengan sisi kirinya matriks
elementer pada 𝐸 dampaknya adalah dilakukannya operasi baris
elementer terhadap 𝐴.
Teorema
Jika matriks elementer E diperoleh dengan cara melakukan operasi
baris tertentu terhadap 𝐼𝑚 dan jika A adalah matriks 𝑚 × 𝑛, maka
hasil kali EA adalah matriks yang dihasilkan jika operasi yang sama
dilakukan terhadap A

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Definisi dan notasi

Contoh
Diberikan matriks
⎡ ⎤ ⎡ ⎤
1 0 2 3 1 0 0
𝐴 = ⎣ 2 −1 3 6 ⎦ dan matriks elementer E = ⎣ 0 1 0 ⎦
1 4 4 0 3 0 1

Hasilkali 𝐸𝐴 adalah
⎡ ⎤
1 0 2 3
𝐸𝐴 = ⎣ 2 −1 3 6 ⎦
4 4 10 9

Hasilkali 𝐸𝐴 sama dengan jika kita menambahkan 3 kali baris
pertama 𝐴 ke baris ketiga.
Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Definisi dan notasi

Berikut ini adalah sifat penting dari matriks elementer.
Teorema
Setiap matriks elementer dapat dibalik, dan inversnya juga
merupakan matriks elementer.

Bukti: Lihat buku teks.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Definisi dan notasi

Teorema berikut menjelaskan beberapa hubungan fundamental
antara keterbalikan (invertible), sistem linier homogen, bentuk
eselon baris tereduksi, dan matriks elementer.
Teorema
Jika A adalah matriks 𝑛 × 𝑛, maka persamaan-persamaan berikut
adalah ekuivalen, yaitu, semuanya benar atau semuanya salah.
(a) A dapat dibalik.
(b) 𝐴x = 0 hanya memiliki solusi trivial.
(c) Bentuk eselon baris tereduksi dari A adalah 𝐼𝑛 .
(d) A dapat dinyatakan sebagai hasilkali dari matrik-matriks
elementer.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Ekuivalesi baris

Jika matriks 𝐵 dapat diperoleh dengan melakukan sejumlah urutan
operasi-operasi baris elementer terhadap matriks 𝐴, maka kita
dapat memperoleh kembali matriks 𝐴 dari 𝐵 dengan melakukan
invers operasi-operasi baris elementer dalam urutan terbalik.
Matriks-matriks yang dapat diperoleh dari satu sama lainnya
melalui sejumlah urutan operasi-operasi baris elementer disebut
ekuivalen baris (row equivalent).

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Metode untuk menginversi matriks

Untuk mencari invers dari matriks 𝐴 yang dapat dibalik, kita harus
mencari suatu urutan operasi baris elementer yang mereduksi 𝐴
menjadi identitas dan melakukan urutan opersai yang sama
terhadap 𝐼𝑛 untuk memperoleh 𝐴−1 . Urutan operasi baris yang
mereduksi 𝐴 menjadi 𝐼𝑛 akan mereduksi 𝐼𝑛 menjadi 𝐴−1 dapat
dilihat pada contoh berikut:

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Metode untuk menginversi matriks

Contoh
Tentukan invers dari
⎡ ⎤
1 2 3
𝐴=⎣ 2 5 3 ⎦
1 0 8

Penyelesaian:
Gabungkan matriks identias ke sebelah kanan dari 𝐴 sehingga
menghasilkan matriks dalam bentuk [𝐴∣𝐼]. Lakukan
operasi-operasi baris elementer sehingga sisi kiri tereduksi menjadi
𝐼 dan matriks akan berbentuk [𝐼∣𝐴−1 ].

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Metode untuk menginversi matriks

Lanjutan dari contoh sebelumnya ...
⎡ ⎤
1 2 3 1 0 0

⎣ 2 5 3 0 1 0 ⎦
1 0 8 0 0 1

Tambahkan −2 kali baris pertama ke baris kedua dan −1 kali baris
pertama ke baris ketiga ⇓ ⎤

1 2 3 1 0 0

⎣ 0 1 −3 −2 1 0 ⎦
0 −2 5 −1 0 1

Tambahkan
⎡ 2 kali ⎤ ke baris ketiga ⇓
baris kedua
1 2 3 1 0 0

⎣ 0 1 −3 −2 1 0 ⎦
0 0 −1 −5 2 1

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Metode untuk menginversi matriks
Lanjutan dari contoh sebelumnya ...
Kalikan
⎡ kali baris ketiga dengan⎤ −1 ⇓
1 2 3 1 0 0

⎣ 0 1 −3 −2 1 0 ⎦
0 0 1 5 −2 −1

Tambahkan 3 kali baris ketiga ke baris kedua dan −3 kali baris
ketiga ke baris pertama ⇓
⎡ ⎤
1 2 0 −14 6 3

⎣ 0 1 0 13 −5 −3 ⎦
0 0 1 5 −2 −1

Tambahkan
⎡ −2 kali ⎤ ke baris pertama ⇓
baris kedua
1 0 0 −40 16 9

⎣ 0 1 0 13 −5 −3 ⎦
0 0 1 5 −2 −1

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Operasi Baris Elementer dan Matriks Elementer
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Ekuivalesi baris
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Metode untuk menginversi matriks
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Metode untuk menginversi matriks

Lanjutan dari contoh sebelumnya ...
Jadi diperoleh ⎡ ⎤
−40 16 9
𝐴−1 = ⎣ 13 −5 −3 ⎦
5 −2 −1

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Teoerema dasar

Teorema berikut memberikan hasil fundamental bahwa setiap
sistem linier mungkin tidak memiliki solusi, tepat satu solusi, atau
tak terhingga banyaknya solusi.
Teorema
Setiap sistem persamaan linier memiliki salah satu dari tiga
kemungkinan berikut ini, yaitu: tidak memiliki solusi, tepat satu
solusi, atau takterhingga banyaknya solusi.

Bukti: Lihat buku teks.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Penyelesaian sistem linier dengan inversi matriks

Teorema berikut memberikan alternatif untuk menyelesaikan
sistem persamaan linier.
Teorema
Jika A adlah suatu matriks 𝑛 × 𝑛 yang dapt dibalik, maka untuk
setiap matriks b𝑛×1 , sistem persamaan 𝐴x = b memiliki tepat satu
solusi, yaitu x = 𝐴−1 b

Bukti: Lihat buku teks.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Penyelesaian sistem linier dengan inversi matriks

Contoh
Selesaikan sistem persamaan berikut dengan melakukan inversi
matriks koefisien
4𝑥1 − 3𝑥2 = −3
2𝑥1 − 5𝑥2 = 9

Dalam bentuk matriks sistem ini dapat ditulis sebagai 𝐴x = b
dimana
[ ] [ ] [ ]
4 −3 𝑥1 −3
𝐴= , x= , b=
2 −5 𝑥2 9

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Penyelesaian sistem linier dengan inversi matriks

Lanjutan dari contoh sebelumnya ...
Matriks 𝐴 dapat dibalik dan
[ 5 3
]
− 14
𝐴−1 = 14 1
7 − 27

Jadi solusi dari sistem di atas adalah
[ 5 3
][ ] [ ]
−1 14 − 14 −3 −3
x=𝐴 b= 1 =
7 − 27 9 −3

atau 𝑥1 = −3 dan 𝑥2 = −3.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Sifat-sifat matriks yang dapat dibalik
Jika 𝐴, 𝑛 × 𝑛 dapat dibalik, kita perlu mencari matriks 𝐵, 𝑛 × 𝑛
sedemikian sehingga

𝐴𝐵 = 𝐼 dan 𝐵𝐴 = 𝐼

Teorema berikut menunjukkan bahwa jika kita memperoleh matriks
𝐵, 𝑛 × 𝑛, yang memenuhi salah satu syarat, maka syarat lainnya
otomatis akan dipenuhi.
Teorema
Misalkan A adalah matriks bujursangkar.
(a) Jika B adalah matriks bujursangkar yang memenuhi 𝐵𝐴 = 𝐼,
maka 𝐵 = 𝐴−1
(b) Jika B adalah matriks bujursangkar yang memenuhi 𝐴𝐵 = 𝐼,
maka 𝐵 = 𝐴−1
Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Sifat-sifat matriks yang dapat dibalik

Pernyataan-pernyatan yang ekuivalen.
Teorema
Jika A adalah matriks 𝑛 × 𝑛, maka pernyataan berikut adalah
ekuivalen,
(a) A dapat dibalik.
(b) 𝐴x = 0 hanya memiliki solusi trivial.
(c) Bentuk eselon baris tereduksi dari A adalah 𝐼𝑛 .
(d) A dapat dinyatakan sebagai hasilkali dari matriks-matriks
elementer.
(e) 𝐴x = b adalah konsisten untuk setiap matriks b𝑛×1 .
(f) 𝐴x = b memiliki tepat satu solusi untuk setiap matriks b𝑛×1 .

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan
Teoerema dasar
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1
Penyelesaian Sistem Linier dengan Inversi Matriks
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks
Sifat-sifat Matriks yang Dapat Dibalik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik

Sifat-sifat matriks yang dapat dibalik

Teorema berikut menyatakan bahwa jika hasil dari matriks-matriks
bujursangkar dapat dibalik maka faktor-faktor penyusunnya juga
harus dapat dibalik.
Teorema
Misalkan 𝐴 dan 𝐵 adalah matriks-matriks bujursangkar yang sama
ukurannya. Jika 𝐴𝐵 dapat dibalik maka 𝐴 dan 𝐵 masing-masing
juga harus dapat dibalik.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks Diagonal

Definisi
Suatu matriks bujursangkar yang semua entrinya yang tidak
terletak pada diagonal utama adalah nol disebut matriks diagonal
(diagonal matrix).

Contoh
⎡ ⎤ ⎡ ⎤
[ ] 1 0 0 1 0 0
2 0
, ⎣ 0 −3 0 ⎦ , ⎣ 0 0 0 ⎦
0 −5
0 0 1 0 0 0

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks Diagonal
Suatu matriks diagonal umum 𝐷𝑛×𝑛 , dapat ditulis sebagai
⎡ ⎤
𝑑1 0 ⋅ ⋅ ⋅ 0
⎢ 0 𝑑2 ⋅ ⋅ ⋅ 0 ⎥
⎢ ⎥
⎢ .. .. .. ⎥
⎣ . . . ⎦
0 0 ⋅ ⋅ ⋅ 𝑑𝑛
Suatu matriks diagonal dapat dibalik jika dan hanya jika seluruh
entri pada diagonal utamanya adalah bilangan taknol dan
inversnya adalah:
⎡ ⎤
1/𝑑1 0 ⋅⋅⋅ 0
⎢ 0 1/𝑑2 ⋅ ⋅ ⋅ 0 ⎥
𝐷−1 = ⎢ .
⎢ ⎥
.. .. ⎥
⎣ .. . . ⎦
0 0 ⋅⋅⋅ 1/𝑑𝑛

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks Diagonal

Jika 𝐷 adalah matriks diagonal dan 𝑘 bilangan integer positif,
maka ⎡ 𝑘 ⎤
𝑑1 0 ⋅⋅⋅ 0
⎢ 0 𝑑2 𝑘 ⋅ ⋅ ⋅ 0 ⎥
𝐷𝑘 = ⎢ .
⎢ ⎥
.. .. ⎥
⎣ .. . . ⎦
0 0 ⋅⋅⋅ 𝑑𝑛 𝑘

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks Diagonal
Contoh
(Latihan 1.7 No. 3.a) Tentukan 𝐴2 , 𝐴−2 dan 𝐴−𝑘 dari matriks
berikut [ ]
1 0
𝐴=
0 −2
Penyelesaian:

(1)2
[ ] [ ]
2 0
1 0
𝐴 = =
0 (−2)2
0 4
[ ]
−2 2 −1 1 0
𝐴 = (𝐴 ) =
0 1/4
[ ]
−𝑘 𝑘 −1 1 0
𝐴 = (𝐴 ) = 1
0 (−2)𝑘

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks segitiga

Definisi
Matriks bujursangkar yang semua entri di atas diagonal utamanya
adalah nol disebut matriks segitiga bawah (lower triangular
matrix).
Matriks bujursangkar yang semua entri di bawah diagonal
utamanya adalah nol disebut matriks segitiga atas (upper
triangular matrix).
Suatu matriks, baik segitiga bawah atau segitiga atas disebut
matriks segitiga (triangular matrix).

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks segitiga

Contoh
Matriks-matriks berikut ini matriks segitiga
⎡ ⎤ ⎡ ⎤
−1 2 4 9 0 0
⎣ 0 3 0 ⎦, ⎣ 0 4 0 ⎦
0 0 5 0 0 1

Catatan:
Matriks diagonal adalah matriks segitiga atas dan juga
sekaligus matriks segitiga bawah.
Matriks bujursangkar dalam bentuk eselon baris adalah
matriks segitiga atas.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks segitiga

Teorema
(a) Transpos dari matriks segitiga bawah adalah matriks segitiga
atas, dan transpos dari matriks segitiga atas adalah matriks
segitiga bawah.
(b) Hasilkali dari matriks-matriks segitiga bawah adalah matriks
segitiga bawah, dan hasilkali dari matriks-matriks segitiga
atas adalah matriks segitiga batas.
(c) Suatu matriks segitiga dapat dibalik jika dan hanya jika
entri-entri pada diagonal utamanya semuanya bilangan taknol.
(d) Invers dari matriks segitiga bawah yang dapat dibalik adalah
matriks segitiga bawah, dan invers dari matriks segitiga atas
yang dapat dibalik adalah matriks segitiga atas.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks segitiga
Contoh
Perhatikan matriks-matriks segitiga atas berikut
⎡ ⎤ ⎡ ⎤
1 3 −1 3 −2 2
𝐴 = ⎣ 0 2 4 ⎦, 𝐵 = ⎣ 0 0 −1 ⎦ .
0 0 5 0 0 1

Matriks 𝐴 dapat dibalik karena semua entri diagonal utamanya
tidak nol sedangkan matriks 𝐵 tidak dapat dibalik. Diperoleh

1 − 23 7
⎡ ⎤ ⎡ ⎤
5 3 −2 −2
𝐴−1 = ⎣ 0 12 − 25 ⎦ dan 𝐴𝐵 = ⎣ 0 0 2 ⎦
1
0 0 5 0 0 5

Jelas terlihat bahwa 𝐴−1 dan 𝐴𝐵 adalah matriks segitiga atas.
Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks simetrik

Definisi
Suatu matriks bujursangkar A adalah simetrik (symmetric) jika
𝐴 = 𝐴𝑇 .

Contoh
⎡ ⎤
⎡ 3 ⎤ 0 0 0
[ ] 1 −2 3
1 7 ⎢ 0 2 0 0 ⎥
, ⎣ −2 4 −1 ⎦ , ⎢ ⎥
7 1 ⎣ 0 0 1 0 ⎦
3 −1 0
0 0 0 −1

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks simetrik
Teorema
Jika A dan B adalah matriks-matriks simetrik dengan ukuran yang
sama, dan jika k adalah skalar sebarang, maka:
(a) 𝐴𝑇 adalah simetrik.
(b) 𝐴 + 𝐵 dan 𝐴 − 𝐵 adalah simetrik.
(c) 𝑘𝐴 adalah simetrik.

Catatan:
Hasilkali dari dua matriks simetrik akan simetrik jika dan
hanya jika matriks tersebut komut.
Jika 𝐴 dan 𝐵 adalah matriks-matriks sedemikian rupa
sehingga 𝐴𝐵 = 𝐵𝐴 maka dikatakan bahwa 𝐴 dan 𝐵 komut
(commute).
Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Matriks simetrik

Secara umum, suatu matriks simetrik tidak perlu dapat dibalik.
Tetapi jika suatu matriks simetrik dapat dibalik, maka inversnya
selalu simetrik.
Teorema
Jika A adalah matriks simetrik yang dapat dibalik maka 𝐴−1
adalah simetrik.
Bukti: Lihat buku teks.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS
Pokok Bahasan Matriks Diagonal
Matriks Elementer dan Metode Untuk Menentukan 𝐴−1 Matriks Segitiga
Sistem Persamaan dan Keterbalikan Matriks Matriks Simetrik
Matris Diagonal, Matriks Segitiga dan Matriks Simetrik Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴

Jika A adalah matriks 𝑚 × 𝑛, maka 𝐴𝑇 adalah matriks 𝑛 × 𝑚
sehingga hasilkali 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴 keduanya adalah matriks
bujursangkar dimana matriks 𝐴𝐴𝑇 memiliki ukuran 𝑚 × 𝑚 dan
matriks 𝐴𝑇 𝐴 memilki ukuran 𝑛 × 𝑛. Jadi

(𝐴𝐴𝑇 )𝑇 = (𝐴𝑇 )𝑇 𝐴𝑇 = 𝐴𝐴𝑇 dan (𝐴𝑇 𝐴)𝑇 = 𝐴𝑇 (𝐴𝑇 )𝑇 = 𝐴𝑇 𝐴

Teorema
Jika A adalah matriks yang dapat dibalik maka 𝐴𝐴𝑇 dan 𝐴𝑇 𝐴
juga dapat dibalik.

Zahnur SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MATRIKS