You are on page 1of 24

Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Dalam Sektor

Perhubungan Indonesia
Kementerian Perhubungan
22 April 2014

Chairul Tanjung
Ketua Komite Ekonomi Nasional
Pertumbuhan Ekonomi dan Kebutuhan Sarana Perhubungan
Yayasan Indonesia Forum (2007): Indonesia akan menjadi 5 besar kekuatan ekonomi dunia
di tahun 2030

5 besar kekuatan ekonomi Pemanfaatan kekayaan alam
dunia dengan pendapatan berkelanjutan – 10 besar tujuan
perkapita US$ 18,000 wisata

Visi 2030:
Negara Maju yang Unggul dalam
Pengelolaan Kekayaan Alam

Kualitas hidup modern dan
merata (growth with equity) – 30 perusahaan Indonesia di

30 besar HDI di dunia Fortune 500 companies

Sumber: Yayayasan Indonesia Forum
-3-
McKinsey Global Institute (2012): Indonesia akan menjadi 7 ekonomi terbesar dunia

Kini $0.5 Triliun
Potensi pasar produk
55 Juta
konsumer, pertanian,
Tenaga kerja terlatih
16 perikanan, pendidikan
Ekonomi terbesar di dan sumber daya alam
dunia

>50 Juta
Consuming Class*

2030
170 Juta
Consuming Class*

7
Ekonomi terbesar
113 Juta
dunia $1.8 Triliun
Kebutuhan akan tenaga
Potensi pasar produk
kerja terlatih
konsumer, pertanian,
perikanan, pendidikan
dan sumber daya alam
Sumber: McKinsey & Co
*: Individu dengan annual net income USD>3600 (2005 PPP) -4-
Boston Consulting Group (2013): Kelas Menengah Indonesia* (MAC) akan mencapai 141 juta
di tahun 2020

Populasi MAC (2012, Juta Penduduk) Populasi MAC (2020, Juta Penduduk)

% Pertambahan

Rest of Java 24 47 +69%

Greater Jakarta 18 30 +96%

Sumatera 17 34 +100%

Kalimantan 5 10 +87%

Sulawesi 4 9 +109%

Rest of Indonesia 5 10 +99%

TOTAL 74 Juta TOTAL 141 Juta

Sumber: Boston Consulting Group
-5
* : individu dengan monthly household expenditure IDR >2 juta (Real 2011 terms adjusted for inflation) -
~70% populasi di tahun 2020 berada dalam usia produktif, dependancy ratio akan menurun
dalam satu dekade mendatang

2010 2020

2010 2020
Total Populasi(juta jiwa) 237 263

Pria (juta jiwa) 119 131

Wanita (juta jiwa) 118 132

Penduduk Usia Produktif 130 180
(20–55 tahun) (54%) (68%)

Sumber: BPS, World Population Prospect (UN)
-6-
Posisi Geo-Ekonomi yang Strategis (1/2)

…dan Indonesia adalah Komponen Utama Ekonomi ASEAN

14,900

9,000

5,300
3,600

2012 2015 2020 2025
Ekonomi Indonesia (% ASEAN)

ASEAN-6 46% 55%

ASEAN (10 negara) 44% 53%

Sumber: IMF- World Economic Outlook Database
-7-
Posisi Geo-Ekonomi yang Strategis (2/2)

Asia Timur adalah kekuatan ekonomi utama dunia…

Economic Size Populasi PDB per kapita Real GDP Growth
US$ $8.3 T >1,3 Milyar US$ 6,076 7.8%

Economic Size Populasi PDB per kapita Real GDP Growth
US$ $2.3 T >600 Juta US$ 3,745 5.4%

Economic Size Populasi PDB per kapita Real GDP Growth
US$ $1.8 T >1,2 Milyar US$ 1,492 4%

Sumber: IMF, DB research
-8-
Kepemilikan Kendaraan Pribadi Tumbuh Pesat Seiring Kenaikan Taraf Hidup

Pertumbuhan Jumlah Kendaraan (dalam Juta, 2000-2012)

Bus Truk Mobil Penumpang Sepeda Motor 94.4

85.6 5.3 2.3
2.3
76.9 5.0 10.4
2.3 9.5
67.3 4.7
+14.3% 2.2 8.9
61.7 4.5
54.8 2.1
4.5 7.9
1.7
4.2 7.5
43.3 6.9
37.6
1.1 3.4 1.4 76.4
30.5 6.0 68.8
0.9 5.1 2.9
26.6 0.8 61.1
23.0 0.7 4.2 2.3 52.8
19.0 0.7 20.9 0.7 3.8 2.0 42.0
47.7
3.4 1.9
3.0 1.7 3.2 1.8 28.5 32.5
20.0 23.1
13.6 15.3 17.0

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

Sepeda Motor Mobil Truk Bus Total

CAGR (2000-12) 15.49% 10.83% 9.88% 10.77% 14.3%

Sumber: Biro Pusat Statistik
-9-
...dan Transportasi Udara Semakin Menjadi Pilihan bagi Masyarakat

Pertumbuhan Jumlah Penumpang (dalam Juta, 2003-2011)

289
280
+4.8% 272
256
232
212
199 200 203
199 Kereta Api
203
207
194
175
152 159
155 151

20 Laut
18 11
15 Udara (Intl)
15 19 10
17 15 14 8
19 6 6 7 7
5 49 59 Udara (Dom)
4 33 35 36 42
21 27 30

2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Udara Udara
Laut Kereta Api Total
(Domestik) (International)
CAGR (2003-11) 13.7% 12.2% 0.5% 3.2% 4.8%

Sumber: Biro Pusat Statistik
- 10 -
Semakin Banyak Orang Mampu Terbang Baik Untuk Tujuan Bisnis atau Wisata baik Di Dalam
Maupun Di Luar Negeri

Pertumbuhan Jumlah Keberangkatan Penumpang (dalam Juta, 2006-2013)

Polonia Soekarno Hatta Juanda Ngurah Rai

+13.8%
27.0
25.6
23.0
+14.0% +13.1%
8.1 7.7
18.9 7.4 7.0
16.1 6.3
+12.8% 20.7 6.4
19.7 5.6 5.5
17.7 4.2
4.0 4.0 4.8 4.7 3.8
3.5 14.2 3.2
3.1 7.3 2.7
12.3 6.7 2.3
2.5 5.7
3.2 3.2 5.0
2.9 4.3
2.5
2.0 3.1 3.2 3.5
6.4 2.5 2.8
4.8 5.3 5.8
0.9 3.8
0.5 0.6 0.7 0.8 0.5 0.6 0.6 0.7 0.9

2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013

Domestic International

Sumber: Biro Pusat Statistik
- 11 -
Psikologi Pasar: Seiring Pertumbuhan Pendapatan Perkapita, Ekspektasi Masyarakat akan
Tumbuh Jauh Lebih Cepat dibanding Kemampuan Penyediaan Layanan Transportasi

1980an 2000an

- 12 -
Infrastruktur: Salah Kendala Terbesar Dalam Pembangunan
Sektor Perhubungan
Ketimpangan “Demand” vs. “Supply”

• Barang dan Jasa

• Energi, Transportasi, Komunikasi
• Struktur Penduduk
• Tenaga Kerja Terampil
• Pasar Domestik
• Posisi Geo-ekonomi
• Pasar Internasional (komoditas/sumber
SUPPLY
daya alam)

DEMAND

- 14 -
Pertumbuhan Kebutuhan vs. Ketersediaan Infrastruktur Perhubungan (1/3)

Pertumbuhan kendaraan bermotor Indonesia (dalam juta) Pertumbuhan jalan beraspal Indonesia (dalam km)

+3% 277,755 285,252
94.4
271,230 279,351
258,744
85.6
250,280
76.9 223,343
214,308
212,879 212,531 216,714
67.3 203,214 206,144
+14%
61.7
54.8

43.3
37.6
30.5
26.6
20.9 23.0
19.0

2000 2012 2000 2012

Pertumbuhan jalan jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah kendaraan bermotor

Sumber: Biro Pusat Statistik
- 15 -
Pertumbuhan Kebutuhan vs. Ketersediaan Infrastruktur Perhubungan (2/3)

Kapasitas vs Traffic Bandara Utama di Indonesia (dalam juta orang, 2012)

55 52 55
Traffic Kapasitas Bandara
50 50
45 45
40 40
35 35
30 30
25 25
20 16 20
14
15 15
10 22 8 8 10
6
4
5 5
7 7 7
0 1 1 1 0
Jakarta Surabaya*** Denpasar** Makassar Medan* Balikpapan Yogyakarta

% over
capacity
259% 229% 200% 114% 790% 400% 430%
(2012)
* Digantikan Bandara Kualanamu dg. kapasitas 8.1 juta org/thn
**Penambahan kapasitas Bandara Ngurah Rai Bali menjadi 25 juta org/thn
***Penambahan kapasitas Bandara Juanda menjadi 12.5 juta org/thn

Sumber: Angkasa Pura I & Angkasa Pura 2
- 16 -
Pertumbuhan Kebutuhan vs. Ketersediaan Infrastruktur Perhubungan (3/3)

Waktu Tunggu Kapal (Hari) di Pelabuhan Tanjung Priok

7.0
6.3 6.4 6.3 6.3 6.4
6.0 6.1 6.0 6.0 6.2 6.1 6.1
5.8 5.8
5.4 5.4 5.4 5.5
5.2
5.0
4.7

Jan-11 Feb-11 Mar-11 Apr-11 May-11 Jun-11 Jul-11 Aug-11 Sep-11 Oct-11 Nov-11 Dec-11 Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 May-12 Jun-12 Jul-12 Aug-12 Sep-12 Oct-12

Sumber : Jakarta International Container Terminal, State of Logistic Indonesiea 2013
- 17 -
Mahalnya Biaya Logistik di Indonesia

Logistic Cost as % of GDP

27%
25%

20%
18%
16%

13%

11%
10%
8%

USA JPN SGP MAL KOR CHN THA VIE IND

Sumber: State of Logistic Indonesia 2013
- 18 -
Upaya Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transportasi
MP3EI : Memperkuat Konektivitas Nasional

MP3EI membagi pusat pertumbuhan ekonomi dalam 6 koridor dengan tema pembangunan yang spesifik.

Sumber: MP3EI

- 20 -
Business As Not As Usual

Sumber: MP3EI
- 21 -
Reformasi Struktur dan Postur APBN untuk Mempercepat Pembangunan Infrastruktur

ILLUSTRATIVE
ECONOMIC TYPE OF EXPENDITURE SOCIAL TYPE OF EXPENDITURE

Pendapatan Pendapatan

Social Capital Social Capital
Expenditure Expenditure
Pendidikan
Kesehatan

Economic Capital Infrastruktur dasar
Expenditure
Economic Capital
Expenditure

• Prioritas APBN: pembangunan infrastruktur sosial, perbaikan pelayanan dasar publik, dan
perlindungan sosial untuk kelompok masyarakat miskin
• Pinjaman pemerintah: untuk pembiayaan investasi, dan bukan untuk pengeluaran rutin
• Subsidi dikembalikan sebagai instrumen perlindungan sosial dengan mengubah subsidi barang menjadi
subsidi orang
• Hasil pengelolaan SDA yang tidak terbarukan dibelanjakan untuk kepentingan lintas generasi, dan tidak
sekedar sumber pendapatan yang habis dibelanjakan tahunan
- 22 -
Global vs. Social Connectivity

Global Connectivity
• Dunia Usaha: Infrastruktur yang memiliki dampak langsung kepada dunia usaha, merupakan bagian
dari usaha skala besar, dapat bersifat internasional
• PPP: Infrastruktur yang memiliki kelayakan pengembalian secara bisnis, dikerjasamakan dengan swasta

Social Connectivity
• APBN: Infrastruktur yang tidak layak dikerjasamakan dengan swasta, berada di daerah terpencil,
bersifat membuka akses awal
- 23 -
Chairul Tanjung
Ketua Komite Ekonomi Nasional