You are on page 1of 10

Jurnal THT-KL.Vol.2,No.

2, Mei – Agustus 2009, hlm 76 - 85

ANATOMI DAN FISIOLOGI


PENDENGARAN PERIFER

Puguh Setyo Nugroho, HMS Wiyadi

Dep/SMF Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok


Bedah Kepala dan Leher
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

PENDAHULUAN Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini


Telinga manusia merupakan organ adalah untuk menjelaskan tentang anatomi
pendengaran yang menangkap dan merubah dan fisiologi telinga agar mampu untuk
bunyi berupa energi mekanis menjadi energi memahami gangguan pendengaran.
elektris secara efisien dan diteruskan ke otak
untuk disadari serta dimengerti, sebagai Anatomi Telinga
sistem organ pendengaran, telinga dibagi Sistem organ pendengaran perifer
menjadi sistem organ pendengaran perifer terdiri dari struktur organ pendengaran yang
dan sentral.1 berada di luar otak dan batang otak yaitu
Gangguan pendengaran telinga luar, telinga tengah, telinga dalam dan
mengakibatkan seseorang kesulitan saraf kokhlearis sedangkan organ
mendengar pembicaraan sehingga terjadi pendengaran sentral adalah struktur yang
gangguan komunikasi yang dapat berdampak berada di dalam batang otak dan otak yaitu
negatif terhadap pekerjaan, pendidikan dan nukleus koklearis, nukleus olivatorius
hubungan sosial , hal tersebut dapat superior, lemnikus lateralis, kolikulus
menimbulkan depresi. Gangguan inferior dan kortek serebri lobus temporalis
pendengaran pada anak yang didapatkan area wernicke (gambar 1). 2
sejak lahir akan menjadi penderita tuli dan
bisu.1

Gambar 1. Skema organ pendengaran perifer dan sentral.3

76
Anatomi dan.... (Puguh SN, HMS Wiyadi)

Anatomi Telinga Luar timpani, terdiri dari aurikulum, meatus


Telinga luar merupakan bagian akustikus eksternus (MAE) dan membran
telinga yang terdapat di lateral dari membran timpani (MT) (gambar 2).4

Gambar 2. Gambar anatomi telinga.5


Aurikulum merupakan tulang rawan ligamen. Bagiannya terdiri heliks, antiheliks,
fibro elastis yang dilapisi kulit, berbentuk tragus, antitragus dan konka. Daun telinga
pipih dan permukaannya tidak rata. Melekat yang tidak mengandung tulang rawan ialah
pada tulang temporal melalui otot-otot dan lobulus (gambar 3).6

Gambar 3 : Anatomi Aurikulum.7


Aurikulum dialiri arteri aurikularis lateral dan pars osseus yang berada di dua
posterior dan arteri temporalis superfisialis. pertiganya. Pars cartilage berjalan ke arah
Aliran vena menuju ke gabungan vena posterior superior , merupakan perluasan dari
temporalis superfisialis, vena aurikularis tulang rawan daun telinga, tulang rawan ini
posterior dan vena emissary mastoid. melekat erat di tulang temporal, dilapisi oleh
Inervasi oleh cabang nervus cranial V, VII, kulit yang merupakan perluasan kulit dari
8
IX dan X. daun telinga , kulit tersebut mengandung
MAE merupakan tabung berbentuk S, folikel rambut, kelenjar serumen dan kelenjar
dimulai dari dasar konka aurikula sampai sebasea. Kelenjar serumen memproduksi
pada membran timpani dengan panjang lebih bahan seperli lilin berwarna coklat
kurang 2,5 cm dan diameter lebih kurang 0,5 merupakan pengelupasan lapisan epidermis,
cm. MAE dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan sebaseus dan pigmen disebut serumen
pars cartilage yang berada di sepertiga atau kotoran telinga. Pars osseus berjalan ke

77
Jurnal THT-KL.Vol.2,No.2, Mei – Agustus 2009, hlm 76 - 85

arah antero inferior dan menyempit di bagian Didapatkan glandula sebasea dan glandula
tengah membentuk ismus. Kulit pada bagian seruminosa, tidak didapatkan folikel rambut
ini sangat tipis dan melekat erat bersama (gambar 4).1,7
dengan lapisan subkutan pada tulang.

Gambar 4. Gambar kelenjar pada liang telinga.9

MAE dialiri arteri temporalis MT bagian medial disuplai cabang


superfisialis dan arteri aurikularis posterior arteri aurikularis posterior, lateral oleh ramus
serta arteri aurikularis profundus. Darah vena timpanikus cabang arteri aurikularis
mengalir ke vena maksilaris, jugularis profundus. Aliran vena menuju ke vena
eksterna dan pleksus venosus pterygoid. maksilaris, jugularis eksterna dan pleksus
Aliran limfe menuju ke lnn. aurikularis venosus pterygoid. Inervasi oleh nervus
anterior, posterior dan inferior. Inervasi oleh aurikularis cabang nervus vagus, cabang
cabang aurikularis dari n. vagus dan cabang timpanikus nervus glosofaringeus of
aurikulotemporalis dari n. mandibularis.8 Jacobson dan nervus aurikulotemporalis
MT berbentuk kerucut dengan cabang nervus mandibularis.8
puncaknya disebut umbo , dasar MT tampak
sebagai bentukan oval. MT dibagi dua bagian
yaitu pars tensa memiliki tiga lapisan yaitu
lapisan skuamosa, lapisan mukosa dan
lapisan fibrosa. Lapisan ini terdiri dari serat
melingkar dan radial yang membentuk dan
mempengaruhi konsistensi MT. 3 Pars
flasida hanya memiliki dua lapis saja yaitu
lapisan skuamosa dan lapisan mukosa. Sifat
arsitektur MT ini dapat menyebarkan energi
vibrasi yang ideal (gambar 5).8,10

Gambar 5. Gambar membran timpani. 1

78
Anatomi dan.... (Puguh SN, HMS Wiyadi)

Anatomi Telinga Tengah Telinga tengah terdapat tiga tulang


Ruang telinga tengah disebut juga pendengaran, susunan dari luar ke dalam
kavum tympani (KT) atau tympanic cavity. yaitu maleus, incus dan stapes yang saling
Dilapisi oleh membran mukosa, topografinya berikatan dan berhubungan membentuk
di bagian medial dibatasi oleh promontorium, artikulasi.. Prosesus longus maleus melekat
lateral oleh MT, anterior oleh muara tuba pada membran timpani, maleus melekat pada
Eustachius, posterior oleh aditus ad antrum inkus dan inkus melekat pada stapes. Stapes
dari mastoid, superior oleh tegmen timpani terletak tingkap lonjong atau foramen ovale
fossa kranii, inferior oleh bulbus vena yang berhubungan dengan koklea (gambar
jugularis.9 Batas superior dan inferior MT 6).6
membagi KT menjadi epitimpanium atau
atik, mesotimpanum dan hipotimpanum.11

Gambar 6. Skema hubungan antara membran timpani osikel .1


Telinga tengah terdapat dua buah otot Suplai darah untuk kavum timpani
yaitu m. tensor timpani dan m. stapedius. M oleh arteri timpani anterior, arteri
tensor timpani berorigo di dinding semikanal stylomastoid, arteri petrosal superficial, arteri
tensor timpani dan berinsersio di bagian atas timpani inferior. Aliran darah vena bersama
tulang maleus, inervasi oleh cabang saraf dengan aliran arteri dan berjalan ke dalam
trigeminus. Otot ini menyebabkan membran sinus petrosal superior dan pleksus
timpani tertarik ke arah dalam sehingga pterygoideus.8
menjadi lebih tegang.dan meningkatkan Anatomi Telinga Dalam
frekuensi resonansi sistem penghantar suara Telinga dalam (TD) terletak
dan melemahkan suara dengan frekuensi di dalam tulang temporal bagian petrosa, di
rendah. M. stapedius berorigo di dalam dalamnya dijumpai labirin periotik yang
eminensia pyramid dan berinsersio di ujung mengelilingi struktur TD yaitu labirin,
posterior kolumna stapes, hal ini merupakan suatu rangkaian
menyebabkan stapes kaku, memperlemah berkesinambungan antara tuba dan rongga
transmini suara dan meningkatkan resonansi TD yang dilapisi epitel.6 Labirin terdiri dari
tulang-tulang pendengaran. Kedua otot ini labirin membran berisi endolim yang
berfungsi mempertahankan , memperkuat merupakan satu-satunya cairan ekstraselular
rantai osikula dan meredam bunyi yang dalam tubuh yang tinggi kalium dan rendah
terlalu keras sehingga dapat mencegah natrium. Labirin membran ini di kelilingi
6
kerusakan organ koklea. oleh labirin tulang ,di antara labirin tulang
Telinga tengah berhubungan dengan dan membran terisi cairan perilim dengan
1
nasopharing melalui tuba Eustahcius. komposisi elektrolit tinggi natrium rendah
kalium.12 Labirin terdiri dari tiga bagian
79
Jurnal THT-KL.Vol.2,No.2, Mei – Agustus 2009, hlm 76 - 85

yaitu pars superior, pars inferior dan pars sedangkan pars intermedia terdiri dari
intermedia. Pars superior terdiri dari duktus dan sakus endolimpaticus (gambar
utrikulus dan saluran semisirkularis, pars 7).1
inferior terdiri dari sakulus dan koklea

Gambar 7. Skema labirin. 13

Fungsi TD ada dua yaitu koklea yang skala media dan skala timpani. Skala
berperan sebagai organ auditus atau indera vestibuli dan skala tympani berisi cairan
pendengaran dan kanalis semisirkularis perilim sedangkan skala media berisi
sebagai alat keseimbangan. Kedua organ endolimf. Skala vestibuli dan skala media
tersebut saling berhubungan sehingga apabila dipisahkan oleh membran reissner, skala
salah satu organ tersebut mengalami media dan skala timpani dipisahkan oleh
gangguan maka yang lain akan terganggu.12 membran basilar (gambar 8).11
TD disuplai oleh arteri auditorius
interna cabang dari arteri cerebelaris inferior.
Aliran darah vena bersama dengan aliran
arteri.6

1. Koklea
Koklea adalah organ pendengaran
berbentuk menyerupai rumah siput dengan
dua dan satu setengah putaran pada aksis
memiliki panjang lebih kurang 3,5
centimeter. Sentral aksis disebut sebagai
modiolus dengan tinggi lebih kurang 5
milimeter, berisi berkas saraf dan suplai arteri
dari arteri vertebralis.12
Struktur duktus koklea dan ruang periotik
sangat kompleks membentuk suatu sistem Gambar 8. Skema labirin.13
dengan tiga ruangan yaitu skala vestibuli,

80
Anatomi dan.... (Puguh SN, HMS Wiyadi)

2. Organon Corti terdiri bagi tiga bagian sel utama yaitu sel
Organon corti (OC) terletak di atas penunjang, selaput gelatin penghubung dan
membran basilaris dari basis ke apeks, yang sel-sel rambut yang dapat membangkitkan
mengandung organel penting untuk impuls saraf sebagai respon terhadap getaran
mekanisme saraf pendengaran perifer.1,6 suara (gambar 9).5,6

Gambar 9. Organon Corti.14

OC terdiri satu baris sel rambut dalam rabut luar.2 Serabut aferen dan eferen ini akan
yang berjumlah sekitar 3 000 dan tiga baris membentuk ganglion spiralis yang
sel rambut luar yang berjumlah sekitar 12 selanjutnya menuju ke nuleus koklearis yang
000.12 Rambut halus atau silia menonjol ke merupakan neuron primer, dari nucleus
atas dari sel-sel rambut menyentuh atau koklearis neuron sekunder berjalan kontral
tertanam pada permukaan lapisan gel dari lateral menuju lemnikus lateralis dan ke
membran tektorial. Ujung atas sel-sel rambut kolikulus posterior dan korpus genikulatum
terfiksasi secara erat dalam struktur sangat medialis sebagai neuron tersier, selanjutnya
kaku pada lamina retikularis. Serat kaku dan menuju ke pusat pendengaran di lobus
pendek dekat basis koklea mempunyai temporalis tepatnya di girus transversus.16
kecenderungan untuk bergetar pada frekuensi
tinggi sedangkan serat panjang dan lentur Fisiologi Pendengaran
dekat helikotrema mempunyai Proses mendengar diawali dengan
kecenderungan untuk bergetar pada frekuensi ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga
rendah.15 dalam bentuk gelombang yang dialirkan
melalui udara atau tulang ke koklea,12 Proses
Saraf Koklearis mendengar melalui tiga tahapan yaitu tahap
Sel-sel rambut di dalam OC pemindahan energi fisik berupa stimulus
diinervasi oleh serabut aferen dan eferen dari bunyi ke organ pendengaran, tahap konversi
saraf koklearis cabang dari nervus VIII, 88 atau tranduksi yaitu pengubahan energi fisik
% Serabut aferen menuju ke sel rambut stimulasi tersebut ke organ penerima dan
bagian dalam dan 12 % sisanya menuju ke sel
81
Jurnal THT-KL.Vol.2,No.2, Mei – Agustus 2009, hlm 76 - 85

tahap penghantaran impuls saraf ke kortek


pendengaran.6

Gambar 10. Skema mekanisme pendengaran. 17

Mekanisme Pendengaran Telinga Luar dan meningkatkan tenaga pergerakan 1,3 kali,
Tengah selain itu luas daerah permukaan MT 55
Aurikula berfungsi untuk mengetahui milimeter persegi sedangkan daerah
arah dan lokasi suara dan membedakan tinggi permukaan stapes rata-rata 3,2 milimeter
rendah suara. Aurikula bersama MAE dapat persegi. Rasio perbedaan 17 kali lipat ini
menaikkan tekanan akustik pada MT pada dibandingkan 1,3 kali dari dari sistem
frekuensi 1,5 – 5 kHz yaitu daerah frekuensi pengungkit , menyebabkan penekanan
yang penting untuk presepsi bicara, sekitar 22 kali pada cairan koklea. Hal ini
selanjutnya gelombang bunyi ini diarahkan diperlukan karena cairan memiliki inersia
ke MAE menyebabkan naiknya tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan udara,
akustik sebesar 10-15 dB pada MT.6 sehingga dibutuhkan tekanan besar untuk
MAE adalah tabung yang terbuka menggetarkan cairan, selain itu didapatkan
pada satu sisi tertutup pada sisi yang lain. mekanisme reflek penguatan, yaitu sebuah
MAE meresonansi ¼ gelombang. Frekuensi reflek yang timbul apabila ada suara yang
resonansi ditentukan dari panjang tabung, keras yang ditransmisikan melalui sistem
lengkungan tabung tidak berpengaruh. osikuler ke dalam sistem saraf pusat, reflek
Tabung 2,5 cm, frekuensi resonansi kira-kira ini menyebabkan konstraksi pada otot
3,5 kHz.6 stapedius dan otot tensor timpani. Otot tensor
Fo (frekuensi resonansi) = kecepatan timpani menarik tangkai maleus ke arah
suara (4 x panjang tabung) dalam sedangkan otot stapedius menarik
Dimana : Kecepatan suara = 350 m/detik stapes ke arah luar. Kondisi yang berlawanan
Misal panjang tabung = 2,5 cm, maka : ini mengurangi konduksi osikular dari suara
Fo = 350 (4x2,5) = 3500 Hz = 3,5 kHz berfrekuensi rendah dibawah 1 000 Hz.
Gelombang suara kemudian Fungsi dari mekanisme ini adalah untuk
diteruskan ke MT dimana pars tensa MT melindungi koklea dari getaran merusak
merupakan medium yang ideal untuk disebabkan oleh suara yang sangat keras ,
transmisi gelombang suara ke rantai osikular. menutupi suara berfrekuensi rendah pada
Hubungan MT dan sistem osikuler lingkungan suara keras dan menurunkan
menghantarkan suara sepanjang telinga sensivitas pendengaran pada suara orang itu
telinga tengah ke koklea. Tangkai maleus sendiri.15
terikat erat pada pusat membran timpani,
maleus berikatan dengan inkus, inkus Mekanisme Pendengaran Telinga Dalam
berikatan dengan stapes dan basis stapes Koklea mempunyai dua fungsi yaitu
berada pada foramen ovale. Sistem tersebut menerjemahkan energi suara ke suatu bentuk
sebenarnya mengurangi jarak tetapi yang sesuai untuk merangsang ujung saraf

82
Anatomi dan.... (Puguh SN, HMS Wiyadi)

auditorius yang dapat memberikan kode Mikrofoni koklea adalah alternating current
parameter akustik sehingga otak dapat (AC) berada di koklea atau juga di dekat
memproses informasi dalam stimulus suara.\6 foramen rotundum, dihasilkan area sel indera
Koklea di dalamnya terdapat proses bersilia dan membrana tektoria oleh
transmisi hidrodinamik yaitu perpindahan pengaruh listrik akibat vibrasi suara pada
energi bunyi dari foramen ovale ke sel-sel silia atau sel inderanya. Potensial
bersilia dan proses transduksi yaitu sumasi termasuk DC tidak mengikuti
pengubahan pola energi bunyi pada OC rangsang suara dengan spontan, tetapi
menjadi potensial aksi dalam nervus sebanding dengan akar pangkat dua tekanan
auditorius. Mekanisme transmisi terjadi suara. Potensial sumasi dihasilkan sel-sel
karena stimuli bunyi menggetarkan perilim indera bersilia dalam yang efektif pada
dalam skala vestibuli dan endolim dalam intensitas suara tinggi. Sedangkan mikrofoni
skala media sehingga menggetarkan koklea dihasilkan lebih banyak pada outer
membrana basilaris. Membrana basilaris hair cell. Bila terdapat rangsangan diatas
merupakan suatu kesatuan yang berbentuk nilai ambang, serabut saraf akan bereaksi
lempeng-lempeng getar sehinga bila menghasilkan potensial aksi. Serabut saraf
mendapat stimuli bunyi akan bergetar seperti mempunyai penerimaan terhadap frekuensi
gelombang disebut traveling wave. Proses optimum rangsang suara pada nilai
transduksi terjadi karena perubahan bentuk ambangnya, dan tidak bereaksi terhadap
membran basilaris. Perubahan tersebut setiap intensitas. Potensial seluruh saraf
karena bergesernya membrana retikularis dan adalah potensial listrik yang dibangkitkan
membrana tektorial akibat stimulis bunyi. oleh serabut saraf auditori. Terekam dengan
Amplitudo maksimum pergeseran tersebut elektroda di daerah foramen rotundum atau di
akan mempengaruhi sel rambut dalam dan sel daerah saraf auditori, memiliki frekuensi
rambut luar sehinga terjadi loncatan potensial tinggi dan onset yang cepat. 6
listrik. Potensial listrik ini akan diteruskan Rangsangan suara dari koklea
oleh serabut saraf aferen yang berhubungan diteruskan oleh nervus kranialis VIII ke
dengan sel rambut sebagai impuls saraf ke korteks melalui nukleus koklearis ventralis
otak untuk disadari sebagai sensasi dan dorsalis. Jaras tersebut merupakan sistem
mendengar.6 pendengaran sentral.6,11,16
Koklea di dalamnya terdapat 4 jenis
proses bioelektrik, yaitu : potensial RINGKASAN
endokoklea (endocochlear potential) , Pendengaran merupakan salah satu
mikrofoni koklea (cochlear microphonic) , organ yang penting dalam tubuh kita. Organ
potensial sumasi (summating potensial), dan ini dapat mempengaruhi kualitas hidup
potensial seluruh saraf (whole nerve seseorang. Proses mendengar adalah proses
potensial). Potensial endokoklea selalu ada yang tidak sederhana, agar dapat mendengar
pada saat istirahat, sedangkan potensial manusia harus memiliki organ pendengaran
lainnya hanya muncul apabila ada suara yang dan fungsi pendengaran yang baik. Sistem
merangsang. Potensial endokoklea terdapat organ pendengaran dibagi menjadi perifer
pada skala media bersifat konstan atau direct dan sentral. Pendengaran perifer dimulai
current (DC) dengan potensial positif sebesar dengan adanya sumber bunyi yang ditangkap
80 – 100 mV. Stria vaskularis merupakan aurikula dan dilanjutkan ke saluran meatus
sumber potensial endokoklea yang sangat akustikus eksternus kemudian terjadi getaran
sensitif terhadap anoksia dan zat kimia yang pada membran timpani, membran timpani ini
berpengaruh terhadap metabolisme oksidasi. yang memiliki hubungan dengan tulang

83
Jurnal THT-KL.Vol.2,No.2, Mei – Agustus 2009, hlm 76 - 85

pendengaran akan menggerakkan rangkaian www.uptodate.com. acces on


th
tulang pendengaran yang terdiri dari maleus, September 30 , 2008.
inkus dan stapes yang menempel pada 6. Ballenger JJ. Penyakit telinga,
foramen ovale. Gerakan stapes pada foramen hidung, tenggorok, kepala dan leher.
ovale akan menggerakkkan cairan yang ada Alih bahasa: Staf pengajar FKUI-
dalam organ koklea, akibatnya terjadi RSCM. 13rd ed. Jakarta: Binarupa
potensial listrik mengakibatkan terjadinya Aksara, 1997:105-9.
perubahan energi mekanik menjadi energi 7. Ghorayeb BY, Anatomy of the ear.
listrik yang diteruskan oleh saraf auditori ke 2006. Citation available from :
batang otak (disinilah batas sistem organ www.ghorayeb.com/AnatomyAuricl
pendengaran perifer dan sentral) kemudian e.html. acces on September 30th ,
energi listrik dilanjutkan ke kortek terletak 2008.
pada bagian girus temporalis superior. 8. Donalson JA, Duckert LG. Anatomy
Kortek serebri membuat manusia mampu of the ear. In: Paparella MM,
mendeteksi dan menginterpretasikan Shumrick DA eds. Otolaryngology.
pengalaman auditori, Sehingga pendengaran 3th ed. Philadelphia: WB Saunders co.
merupakan salah satu indera yang sangat 1991: 23-58.
penting bagi manusia. 9. Anonymus. Meatus acusticus
externus gland. 2000. Citation
DAFTAR PUSTAKA available from : www.uptodate.com.
1. Meyerhoff WL, Carter JB. Anatomy acces on September 30th , 2008.
and physiology of hearing. In: 10. O’Connor KN, Tam M, Blevins H,
Meyerhoff WL eds. Diagnosis and Puria S. Tympanic membrane
management of hearing loss. collagen fibers: a key to high
Philadelphia: WB Saunders, 1984: 1 - frequency sound conduction.
12. Laryngoscope 2008; 118: 483-90.
2. Rappaport JM, Provensan C. Neuro- 11. Soetirto I, Hendramin H, Bashirudin
otology for audiologist. In: Jack Katz J, Gangguan pendengaran dan
eds. Handbook of audiology. kelainan telinga dalam : Supardi EA ,
Philadelphia: Lippincott Williams & Iskandar N, Bashiruddin J eds. Buku
Wilkins, 2002: 9-13. ajar ilmu penyakit telinga, hidung dan
3. Hans , Cassady. The hearing process. tenggorok .Edisi 1. Jakarta: Balai
2007. Citation available from : Penerbit Fakultas Kedokteran
www.faqs.org/health/Body-by- Universitas Indonesia, 2007: 10-22.
Design-V2/The-Special-Senses.html. 12. Liston SL, Duvall AJ. Embriologi,
Acces on September 30th , 2008. anatomi dan fisiologi telinga. Dalam:
Boeis eds. Boeis buku ajar penyakit
4. Mills JH, Khariwala SS, Weber PC. THT. Alih bahasa: Caroline W. 6th ed.
Anatomy and physiology of hearing. Jakarta: Buku Kedokteran EGC,
In: Bailey JB, Johnson JT. Head and 1997:30-8
neck surgery otolaryngology. 4 ed, 13. Netter FH. Atlas of human anatomy
Vol 2. Philadelphia: Lippincott W, Anatomy of the ear. 4th ed.
Wilkins, 2006:1883-1902. Philadelphia: Elsevier Saunders co.
5. Anonymus. Normal ear anatomy. 2006: 92-8.
2000. Citation available from : 14. Menton D. Organon Corti. 2001.
Citation available from :

84
Anatomi dan.... (Puguh SN, HMS Wiyadi)

www.answersingenesis.org. acces on
September 30th , 2008.
15. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar
fisiologi kedokteran. Alih bahasa:
Setiawan I, Tengadi KA, Santoso A.
1st ed. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC, 1997: 827-34.
16. Duus P. Diagnosis topic neurologi.
Alih bahasa: Ronardy DH. 1st ed.
Jakarta: Buku kedokteran
EGC,1996:119-121
17. Encyclopedia Britanica Article.
Human ear the physiology of hearing.
2007. Citation available from :
www.britanica.com. acces September
30th , 2008.

85