You are on page 1of 10

DESKRIPSI BATUAN BEKU

1. Warna
Warna batuan beku berkaitan erat dengan komposisi mineral penyusunnya. Mineral
penyusun batuan dipengaruhi oleh komposisi magma asalnya, sehingga dari warna dapat diketahui
jenis magma pembentuknya, kecuali untuk batuan yang bertekstur gelasan.
 Batuan beku yang berwarna cerah, umumnya adalah batuan beku asam yang
tersusun oleh mineral-mineral felsik
 Batuan beku yang berwarna gelap-hitam, umumnya adalah batuan beku intermedier
yang tersusun oleh mineral-mineral felsik dan mineral mafik hampir sama banyak
 Batuan beku yang berwarna hitam kehijauan, umumnya adalah batuan beku basa
yang tersusun oleh mineral-mineral mafik
 Batuan beku yang berwarna hijau kelam dan biasanya monomineralik, umumnya
adalah batuan beku ultrabasa yang tersusun oleh hampir seluruhnya mineralmineral
mafik.

Felsik Intermediet Mafik

2. Struktur
Struktur batuan beku yang berhubungan dengan aliran magma :
 Schlieren : struktur kesejajaran yang dibentuk mineral prismatik, pipih atau
memanjang atau oleh xenolith akibat pergerakan magma.
 Segregasi : struktur pengelompokan mineral (biasanya mineral mafik) yang
mengakibatkan perbedaan komposisi mineral dengan batuan induknya.
 Lava Bantal (pillow lava) : struktur yang diakibatkan oleh pergerakan lava akibat
interaksi dengan lingkungan air, bentuknya menyerupai bantal, di mana bagian
atas cembung dan bagian bawah cekung.
 Blok Lava (Lava aa) : aliran lava yang permukaannya sangat kasar, merupakan
bongkah-bongkah.
 Lava Ropy (Lava Pahoehoe) : aliran lava yang permukaannya halus dan
berbentuk seperti pilinan tali, bagian depannya membulat, bergaris tengah
samapai beberapa meter.

Schlieren Pillow Lava Lava Aa dan Lava
Pahoehoe

Struktur batuan beku yang berhubungan dengan pendinginan magma :
 Masif : bila batuan secara keseluruhan terlihat pejal, monoton, seragam, tanpa retakan
atau lubang-lubang bekas gas.
 Vesikuler : lubang-lubang bekas gas pada batuan beku (lava)
 Amigdaloidal : lubang-lubang bekas gas pada batuan beku (lava), yang telah diisi oleh
mineral sekunder, seperti zeolit, kalsit, kuarsa.
 Kekar kolom (columnar joint) : kekar berbentuk tiang dimana sumbunya tegak lurus arah
aliran.
 Kekar berlembar (sheeting joint) : kekar berbentuk lembaran, biasanya pada tepi/atap
intrusi besar akibat hilangnya beban.
Vesikuler Amigdaloidal

Columnar Joint Sheeting Joint

3. Tekstur

Tekstur adalah kenampakan dari batuan (ukuran, bentuk dan hubungan keteraturan
mineral dalam batuan) yang dapat merefleksikan sejarah pembentukan dan keterdapatannya.
Pengamatan tekstur batuan beku meliputi :
a. Derajat Kristalisasi
Derajat kristalisasi batuan beku tergantung dari proses pembekuan magma. Pada
pembekuan magma yang berlangsung lambat maka akan terbentuk kristal-kristal yang berukuran
kasar-sedang, bila berlangsung cepat akan terbentuk kristal-kristal yang berukuran halus, dan
bila berlangsung sangat cepat akan terbentuk gelas. Derajat kristalisasi batuan beku dapat dibagi
menjadi 3 yaitu :
 Holokristalin : batuan beku terdiri dari kristal seluruhnya
 Hipokristalin : batuan beku terdiri dari sebagian kristal dan sebagian gelas
 Holohyalin : batuan beku terdiri dari gelas seluruhnya

Holokristalin Hipokristalin Holohyalin

b. Granulitas/Besar butir
Granulitas/besar butir batuan beku dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
 Fanerik : kristal-kristalnya dapat dilihat dengan mata biasa Ukuran butir/kristal
untuk batuan bertekstur fanerik dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
 Halus : besar butir < 1 mm
 Sedang : besar butir 1 mm - 5 mm
 Kasar : besar butir 5 mm – 30 mm
 Sangat kasar : besar butir > 30 mm
 Afanitik : kristal-kristalnya sangat halus, tidak dapat dilihat dengan mata biasa,
hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Jika batuan bertekstur porfiritik maka
ukuran fenokris dan masa dasar dipisahkan.
 Gelasan (glassy) : batuan beku semuanya tersusun oleh gelas.

c. Kemas/fabric
Kemas/fabric batuan beku dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
 Equigranular : ukuran besar butir/kristal relatif sama
 Inequigranular : ukuran besar butir/kristal tidak sama Khusus untuk
inequigranular dapat dibedakan menjadi 2 tekstur yaitu :
o Porfiritik : kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa
dasar (matriks) kristal yang lebih halus.
o Vitrofirik : kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa
dasar (matriks) gelas/amorf.

d. Bentuk Kristal
Bentuk kristal memberikan gambaran mengenai proses kristalisasi mineral-mineral
pembentuk batuan beku.

TABEL DESKRIPSI BATUAN BEKU

Warna :
Struktur :
Tekstur : - Derajat kristalisasi :

- Granualitas :
- Keseragaman :

Sifat batuan :
Fenokris :
Mineralogi :
Nama Batuan :
Genesa :
DESKRIPSI BATUAN PIROKLASTIK
Warna :
Struktur :
Ukuran Butir :
Fragmen :
Matriks :
Kemas :
Pemilahan :
Keseragaman :
Mineralogi :
Nama Batuan :
DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN KLASTIK

Warna :
Struktur :
Tekstur : Besar Butir :
Pemilahan :
Kebudaran :
Porositas :
Kemas :
Komposisi Mineral : Fragmen :
Matriks :
Semen :
Resistensitasi :
Permeabilitas :
Nama Batuan :
Genesa :
DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN KARBONAT

Warna :
Feature :
Dominasi Grain :
Organisme :
Tekstur :
Stuktur :
Nama Batuan :
Genesa :
DESKRIPSI BATUAN METAMORF

Warna :
Tekstur :
Stuktur :
Komposisi mineral :
Nama Batuan :
Genesa :