You are on page 1of 7

Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women

Steven Johnson Sindrom Overlap Toxic Epidermal
Necrotic

Arif MZ.1)
1)
Student of Medical Faculty Lampung University

Abstract
Steven Johnson syndrome is a syndrome that affects the skin, mucous membrane in the orifice, and the
eyes of the general condition varies from mild to severe; skin disorders such as erythema, vesicles / bullae,
can be accompanied by purpura. In the transitional SJS-TEN, the release of the body's epidermis occurs
between 10-30% of the total area of the body. On TEN, the release of epidermal terdali on more than 30%
of the total area of the body. an age of 1 day SMRs 4th female patient complained of blisters like burns on
the skin all over the body. Based on history, physical examination, and investigations and obtained
precipitant of symptoms is a history of taking the medication. Examination of the physical examination at
the location dermatological lesions throughout the body. Inspection: Looks erosion on the basis of erythema
accompanied by thick black crust on the edge of the area with the size of the erosion that multiple numular-
plaque with universal distribution of diagnosis in this case is the overlap SJS TEN Resolution in this case with
the intervention of the patient apply to any scientific owned treathment
Keywords: orifice, erythema, purpura

Abstrak
Steven Johnson sindrom merupakan sindrom yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium, dan mata
dengan keadaan umum yang bervariasi dari ringan sampai berat ; kelainan pada kulit berupa eritema,
vesikel/bula, dapat disertai purpura. Pada transisional SJS-TEN, pelepasan epidermis tubuh terjadi antara
10-30% dari total area tubuh. Pada TEN, pelepasan epidermis terdali pada lebih dari 30% dari total area
tubuh. an usia 4th perempuan 1 hari SMRS pasien mengeluh kulit melepuh seperti luka bakar pada kulit
seluruh tubuh. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan dan pemeriksaan penunjang didapatkan
faktor pencetus dari munculnya gejala adalah riwayat minum obat. Dari pemeriksaan fisik pada Pemeriksaan
dermatologis lokasi lesi seluruh tubuh. Inspeksi : Tampak erosi dengan dasar eritema disertai krusta tebal
kehitaman pada daerah tepi erosi yang multipel dengan ukuran numular-plakat dengan sebaran universal
Diagnosis pada kasus ini adalah SJS overlap TEN Penyelesaian masalah pada kasus ini dengan melakukan
intervensi terhadap pasien menerapkan segala keilmuan yang dimiliki untuk penatalaksanaannya.
Katakunci : orifisium, eritema, purpura

Korespondensi : Arif MZ| m.arif770@gmail.com

Pendahuluan eritema multiforme. Banyak
Steven Johnson sindrom merupakan penelitian mempertimbangakan
sindrom yang mengenai kulit, bahwa steven Johnson sindrom dan
selaput lendir di orifisium, dan mata Toxic Epidermal Necrolisis (TEN)
dengan keadaan umum yang adalah sebuah penyakit yang sama
bervariasi dari ringan sampai berat ; hanya berbeda manifestasi, oleh
kelainan pada kulit berupa eritema, karena itu banyak yang
vesikel/bula, dapat disertai purpura. menyebutkan SJS-TEN. Pada SJS,
Pertama kali dideskrpsikan tahun pelepasan epidermal terjadi kurang
1922, SJS merupakan kompleks imun dari 10% total area tubuh. Pada
yang memediasi proses transisional SJS-TEN, pelepasan
hipersentitifitas, bisa dikatakan SJS epidermis tubuh terjadi antara 10-
merupakan menifestasi parah dari 30% dari total area tubuh. Pada TEN,

1

M umur 4 th perempuan bb Pemeriksaan dermatologis lokasi 11kg datang ke RSAM dengan lesi seluruh tubuh. sklera anikterik. angka kematian akan menjadi acyclovir 5% salep kulit). sakit daerah tepi erosi yang multipel perut dan demam. Rambut jika terdapat perluasan lesi ke hitam panjang. Pasien lalu Lesi pada kulit akan berkembang dibawa ke RSUD liwa dan dirawat menjadi erosi dalam 2-3 minggu.wanita 2. Nadi: 120 esophagus mungkin dapat muncul x/menit. sulfoguaicol. pasien. Striktur berat. GOM. Suhu: 37. Gejala sisa yang dapat konjuntiva pucat.2oC.1. ditemukan lagi). Pada SJS. berobat ke bidan diberi 5 macam Jika total luas tubuh yang obat (Amoxicillin. ulserasi kornea dan uveitis anterior. secret (-). primer seperti vesikel tidak parasetamol sirup 125mg/5ml. pasien lalu dengan ukuran numular-plakat dibawa berobat ke bidan diberi 3 dengan sebaran universal (efloresensi macam obat (antacid syrup. mungkin bisa bertambah menjadi diatas 50% jika 1 hari SMRS pasien mengeluh kulit bakteremia/sepsis ikut menyerang. panophthalmitis pada 3-10% ekstremitas superior dan inferior. pilek. 2 . rasio penderita pria. sekitar 25-35%. Mata tak tampak esophagus. paracetamol. terjadi pada mata antara lain Telinga bentuk normal simetris.1 sulfamethoxazol-trimethoprim sirup). Leher tidak ada sekunder dari keratitis berat atau pembesaran KGB. dan lebih dari 30% dari total area tubuh. Setelah itu pasien Lesi pada membrane mukosa dirujuk ke RSAM. mata kemerahan. Inspeksi : keluhan kulit melepuh dan Tampak erosi dengan dasar eritema didapatkan anamnesa 1 bulan SMRS disertai krusta tebal kehitaman pada pasien mengeluh batuk. 2 reflex neurologis dalam batas normal.12 melepuh seperti luka bakar pada kulit seluruh tubuh. Thorak. abdomen. Jika total luas tubuh kemerahan pada mulut disertai yang mengelupas kurang dari 10%. Hidung dan mulut dalam Kebutaan dapat terjadi sebagai efek batas normal. chlorpheniramine maleate tablet. Pasien lalu angka kematian berkisar antar 1-5%..Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women pelepasan epidermis terdali pada Phenyleprine HCL. Angka kematian pada kasus SJS 2 hari SMRS pasien mengeluh didasarkan pada luas tidaknya kulit demam dan muncul bintik yang terkena. kloramfenikol 1% salep mata. Nafas: 30x/menit. terkena(mengelupas) lebih dari 30%. selama satu hari. mungkin akan berkembang membentuk skar dan menggangu Keadaaan umum: Tampak sakit fungsi organ yang terkena. Kasus An.

Hematokrit: 33%. sakit Pasien lalu dibawa ke RSUD liwa dan kepala. Ranitidin 25mg per 12 jam. infeksi saluran pernapasan atas yang diperoleh diagnosa penyakit pada tidak spesifik. Kompres terbuka sirup). Pada pemeriksan fisik dengan Nacl 0. Pada pasien ditemukan riwayat 1 eosinofil : 0%. makro. Obat tetes mata universal (efloresensi primer seperti kloramfenicol 0. GOM.Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women Dilakukan pemeriksaan penunjang obat (Amoxicillin. lesi mata kemerahan. 12 jam. kalium. sulfamethoxazol-trimethoprim Ceterizine 1x5mg. sakit bakar pada kulit seluruh tubuh. acyclovir 5% salep kulit). dan muntah. lalu dibawa berobat ke bidan diberi Penatalaksanaan yang dilakukan 3 macam obat (antacid syrup. sulfoguaicol. Dalam sedikit dirawat selama satu hari. Phenyleprine HCL.9% 3 x sehari pada didapatkan status dermatologi lesi. darah rutin yaitu: Hb: 3. Vaselin Album dioles pada tubuh tampak erosi dengan dasar lesi kulit vagina. paracetamol. 64%. Selain itu dapat ditemukan mengeluh kulit melepuh seperti luka juga gejala lain seperti: demam. vesikel tidak ditemukan lagi). dan Gentamisin 32mg per 12 jam.Fusidat 2% 2 x sehari dioles Status dermatologis pada seluruh pada lesi.345 2 hari SMRS pasien mengeluh Lesi pada kulit muncul dengan tiba- demam dan muncul bintik tiba. Setelah itu kasus dapat juga ditemukan mual pasien dirujuk ke RSAM.25% 3 x 1 tetes ODS.000 µl. As. Trombosit: 165. Triamsinolon eritema disertai krusta tebal acetonid salep dioles pada bibir 2 x kehitaman pada daerah tepi erosi sehari. LED: kloramfenikol 1% salep mata. monosit: 3% pilek. 23 mm/hour. menggigil. .0 gr %. pasien . Kulit akan mengalami keadaan kemerahan pada mulut disertai melepuh selama 2-4 minggu. tenggorokan. stem: 3%. Diff. bagian dari gejala prodormal yang Ini berdasarkan pada anamnesis biasanya berlangsung selama 1-14 berupa keluhan 1 hari SMRS pasien hari . Obat tetes mata 0. dan malaise. limfosit: 30%. Metil prednisolon ¼ vial per chlorpheniramine maleate tablet. yaitu : IVFD d5 ¼ NS VIII gtt/menit parasetamol sirup 125mg/5ml. Hal ini merupakan pasien ini adalah SJS overlap TEN.23 berobat ke bidan diberi 5 macam Demam dilaporkan terjadi pada 3 . Leukosit : 2780 mm³. Count: basofil: 0%.benzal konium CL) nummular-plakat dengan sebaran tiap 2 jam. sakit perut dan demam. segment: bulan SMRS pasien mengeluh batuk. Pembahasan Manifestasi Klinis SJS sendiri yaitu Pada kunjungan pertama pasien ke proses penyakit dimulai dengan puskesmas (13 maret 2015).01% (ion yang multiple dengan ukuran natrium. Pasien lalu yang terjadi biasanya non pruritik.

dikarenakan dosis Keterlibatan mukosa termasuk ranitidine anak adalah 2-4 mg/kg adanya eritema. dua kali pemberian. Bakteri yang biasanya bertanggung jawab atas bekas luka terdapat di kulit adalah yang berhubungan dengan stapilococcus aureus. Meskipun lesi dapat gentamisin masih senstif dan mudah terjadi di mana saja. sehingga Pada Gastroenterology mencgah terjadinya stress ulcer. sekresi asam lambung. Berbeda dengan lesi pada fase akut dapat memberikan pada eritema multiforme.25 keterlibatan system genourinari bisa mengeluhkan disuria atau kesulitan Penatalaksanaan yang telah dalam mengosongkan kandung diberikan yaitu metilprednisolon kemih. jam sudah tepat. plak. kortikosteroid sistemik untuk pasien vesikel.Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women sekitar 85% kasus. Lesi dapat terhadap infeksi. Zona tersebut dikelilingi jam.5-4 mg/kg BB. Penggunaan yang berkembang menjadi papul. ataupun digunakan 2. dan permukaan ekstensor Ranitidine diberikan 25mg per 12 paling banyak dialporkan terjadi. punggung tangan. Beberapa pada kasus ini sebagai profilaksis menyebutnya target lesi. bula. pada sehingga pasien sampai kesulitan Kulit pembentukan skar. Pasien dengan sekunder.target dianggap bahwa pemberian kortikosteroid patogmonic. mengakibatkan striktur esophagus. Infeksi mungkin sekunder. lesi pada hasil yang baik pada SJS. Antibiotik eritema multiforme hanya memiliki Gentamisin diberikan 32 mg per 12 dua zona warna.5 mg/kg BB setiap 8 nekrotik. atau SJS maupun TEN masih kontroversi.235 diberikan ¼ vial (31mg) per 12 jam sudah tepat dikarenakan dosis Keluhan Fisik yang muncul yaitu metilprednisolon untuk anak adalah ruam dapat mulai sebagai macula 2. infeksi untuk makan. ranitidine dan nekrosis. panophtalmitis. gagal ginjal. Lesi khas memiliki Salah satu penelitian menunjukkan penampilan target. uveitis pada reseptor H2 dan mengurangi anterior. Stress ulcer pada pasien SJS dapat 4 . akan tetapi didapat untuk terapi profilaksis. Inti mungkin jam sedangkan pada umumnya vesikuler.45 bagian telapak tangan. eritma konfluen. purpura.123 adalah suatu antagonis histamin pada reseptor H2 yang menghambat SJS memiliki komplikasi yaitu pada kerja histamin secara kompetitif Mata terjadi ulserasi kornea. urtikaria. Kulit ini rentan terhadap kortikosteroid dengan dosis tinggi infeksi sekunder. Antibiotik morbiditas. Lesi yang terjadi Pada Genitourinary terjadi Renal pada bibir bisa terjadi sangat parah tubular nekrosis. karena untuk pecah dan meninggalkan kulit yang pasien dengan penggunaan terbuka. Lesi urtikarial dan lama dapat terjadi infeksi biasanya tidak gatal. edema. ulserasi. kebutaan. Untuk pemberian antibiotik oleh eritema macular.

Triamsinolon acetonid yaitu Ceterizine diberikan 1x5mg salep dioles pada bibir 2x sehari sudah tepat dikarenakan dosis sudah tepat karena lesi oral cetirizine untuk anak adalah 0. Pemakaian pasta dianjurkan saat mengurangi migrasi dari sel sebelum tidur karenalebih efektif.Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women terjadi akibat gangguan inisiasi NaCl memiliki komposisi dan intake makanan secara enteral. Hal konsentrasi cairannya yang hampir ini terjadi karena pada pasien SJS sama dengan cairan tubuh sehingga mengalami kesulitan makan akibat tidak mengiritasi pada jaringan.5mg/kg/bb/hari dapat dibagi boraks-gliserin atau penggunaan menjadi 1-3 kali pemberian. Triamsinolon Ceterizine merupakan antagonis asetonid merupakan preparat selektif reseptor H1. Sudah tepat karena obat tetes merupakan cairan Isotonik dan juga mata diberikan sebagai pelembut merupakan cairan garam fisiologis dan pengganti air mata dan sebagai baik digunakan untuk pembersih. Vaselin album berfungsi untuk mencegah perlengketan pada Terapi dari bagian Kulit & Kelamin lesi kulit.4 kulit vagina.Fusidat 2% 2 x sehari sudah tepat menelan. inflamasi dan melepaskan mediator 45 yang berhubungan dengan “late allergic response”. Kompres terbuka dengan Nacl 0. Kortikosteroid bebas dari efek anti kolinergik dan digunakan untuk mempercepat anti serotonin. peradangan dan mengurangi rasa Untuk itu dapat diberikan infus nyeri. lubrikasi yang pada mata pasien pembasuh dan kompres pada luka. Cetirizine penyembuhan luka dan mengurangi menghambat pelepasan histamin kemungkinan terjadinya bekas luka. terdapat peradangan. pada fase awal dari reaksi alergi. Kortikosteroid terhadap reseptor lain dapat yang biasa digunakan pada lesi oral diabaikan sehingga cetirizine hampir adalah bentuk pasta. 45 edema pada mukosa rongga mulutnya serta nyeri saat As. 45 karena pada kasus ini terdapat luka kronis dan perlu ada terapi antibiotik IVFD D51/4NS sudah tepat karena profilaksis terhadap infeksi bakteri.9% kalium. terutama pada bibir diobati dengan 0. Obat tetes 5 . pengaturan keseimbangan Asam fusidat juga merupakan cairan/elektrolit dan nutrisi penting antibiotik satu-satunya dengan antara lain glukossa karena pasien rumus steroid.01% (ion natrium.4 Terapi dari bagian mata yaitu obat tetes mata 0. triamsinolon asetonid. Sehingga selain sukar atau tidak dapat menelan sebagai bakteriostatik asam fusidat akibat lesi dimulut dan tenggorokan dapat membantu menurunkan serta kesadaran dapat menurun. Vaselin Album dioles pada lesi misalnya kombinasi dari keduanya. NaCl ini jam. benzal konium CL) tiap 2 3x sehari pada lesi.25. efeknya kortikosteroid topikal.

1%. Kloramfenikol merupakan sesuai dengan beberapa teori dan suatu antibiotik yang memiliki telaah kritis dari penelitian terkini. Jakarta. hal 141-142. skor 4 angka Universitas Indonesia. 2.25% 3 x 1 tetes KESIMPULAN ODS sudah tepat karena Antibiotik Dari pembahasan diatas dapat topikal dapat digunakan untuk disimpulkan bahwa diagnosis SJS menghindari terjadinya infeksi overlap TEN pada kasus ini sudah sekunder. Namun. Apabila Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan total jumlah skor 0-1 maka angka Kelamin Fakultas Kedokteran mortalitas 3. glukosa >14mM (skor 1). In: Ilmu Penyakit Kulit bikarbonat <20mM (skor1). usia 1.S. R.5 Prognosis quo ad vitam untuk pasien Daftar Pustaka ini mengacu pada Score TEN. Sindrom Steven bikarbonat sehingga score TEN pada Johnson . In : Saripati Penyakit x/menit (skor 1). skor 3 angka Penerbit Fakultas Kedokteran mortalitas 35. tubuh yang terkena >10% (skor 1). Prognosis quo ad fungtionam pada Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan pasien ini mengacu kepada diagram Kelamin Fakultas Kedokteran kerangka konseptual proses tumbuh Universitas Indonesia. Sindrom Stevens >40 thn (skor 1). serum Alergik. disimpulkan dubia ad bonam. 3rd edition. serum dan Kelamin. mekanisme kerja menghambat penyebab SJS pada kasus ini adalah sisntesis protein bakteri pada tingkat disebabkan kemungkinan karena ribosom. 2002. SJS overlap TEN telah berhasil Pada pemakaian konsentrasi tinggi. Kloramfenikol medikamentosa pada pasien terkait umumnya bersifat bakteriostatik. 45 jalan. Jakarta.Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women mata kloramfenicol 0.3%. Edisi keempat.2%. Siregar. ilmu penyakit kulit pasien ini tidak dapat ditentukan. Hamzah M. Kanker atau Kulit. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran kembang anak yang dapat Universitas Indonesia. dan kelamin. mortalitas 58. 2nd edition. keganasan darah (skor 1). EGC. luas area 2004. penatalaksaaan secara ribosom subunit 50S. Erupsi Obat serum urea > 10mM (skor 1). skor >5 angka 2002.8%. Pada score TEN yang dinilai adalah . skor 2 angka Universitas Indonesia. Jakarta. p:147-149 Prognosis Quo ad Sanationam pada pasien ini 6 . p:139-142 mortalitas 90%. Hamzah M. pada pasien ini tidak ada pemeriksaan serum 3. Obat ini terikat pada obat. dimana didapatkan keluhan kloramfenikol terkadang bersifat berkurang perlahan hingga pasien bakterisid terhadap kuman-kuman dapat dipulangkan untuk rawat tertentu. Heart Rate >120 Johnson. Balai mortalitas 12.

edu Companies. JIPMER. 2006. 2007. Fitzpatrick’s Dermatology in India. Stevens-Johnson 5. of Pharmacology. Available at: United States: The McGraw-Hill www. Paller A. Syndrome. Volume 2. Gilchrest B. Kats Z. Adithan C. Departement Leffel D. Wolf K. Issue 1. In: Drug Alert.jipmer. Goldsmith L. Access on: June 3. 2012 7 . 8th edition.Arif MZ І SJS overlap TEN in 4 Years Old Women 4. General Medicine.