You are on page 1of 86

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP

)
MK. SP. 5222 TATA KOTA dan DAERAH ( 2 SKS )
Dosen Penanggung Jawab : Djoko Suryanto, ME

MINGGU POKOK BAHASAN SUB BAHASAN METODA SUMBER
BELAJAR PUSTAKA
II LATAR BELAKANG • Definisi KOTA DAN PERKOTAAN Penyampaian • Paul D S, The
DAN SEJARAH • Definisi DAERAH, KAWASAN Materi Architecture of
Tanggal TENTANG KOTA • `Definisi PEMUKIMAN. menggunakan Town and Cities
DAN DAERAH PERMUKIMAN, PERUMAHAN, OHP dan Mc Graw Hill,
13/9/17 Pertumbuhan Kota di HUNIAN dan RUMAH sebagai Visualisasi 1965
Indonesia embrio Perkotaan melalui • Eko Budihardjo,
Pertumbuhan Kota di • Latar Belakang / sejarah lahirnya Gambar-2 Arsitektur dan
Negara/Benua Lain permukiman dan perkembangannya Diskusi Kota di
menjadi cikal bakal PERKOTAAN Interaktif Indonesia,
• Contoh-contoh pertumbuhan dan Dua arah, Bandung, 1991
perkembangan sebuah KOTA Dosen sbg • Bagoes PW,
Jenis/macam KOTA dan jenis / Fasilitator Seni Bangunan
macam kota ----- artikulasi dan dan Seni Bina
inhabitasinya. Kota di
• SVV dan SVO - sejarah Tata bina Indonesia,
Kota di Indonesia Jakarta, 1995
Dept PU
Definisi Kota
Secara umum kota adalah tempat bermukimnya warga kota, tempat bekerja, tempat
kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintah dan lain-lain.

Definisi Kota menurut para ahli.

Menurut Bintarto
Dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang
ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata
ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan
sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami
dbgan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak
kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah
dibelakangnya.

Menurut Arnold Tonybee

Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukinan khusus tetapi merupakan suatu
kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya
masing-masing.
Menurut Max Weber

Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar
kebutuhan ekonominya di pasar local.

Menurut Luis Wirth

Kota adalah pemukiman yang relative besar, padat dan permanen, dihuni oleh
orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Berdasarkan Istilah

Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan
perkotaan. Kekotaan menyangkut sifat-sifat yang melekat pada kota dalam artian
fisikal, social, ekonomi, budaya. Perkotaan mengacu pada areal yang memiliki
suasana penghidupan dan kehidupan modern dan menjadi wewenang pemerintah
kota.
Menurut UU No 22/ 1999 tentang Otonomi Daerah

Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama
bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat
pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan social dan kegiatan ekonomi.
Menurut Peraturan Mendagri RI No. 4/ 1980

Kota adalah suatu wilayah yang memiliki batasan administrasi wilayah
seperti kotanadya dan kota administratif. Kota juga berate suatu lingkungan
kehidupan perkotaan yang mempunyai cirri non agraris, misalnya ibukota
kabupaten, ibukota kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan.
Dari beberapa pengertian kota menurut para ahli terdapat adanya
kesamaan pernyataan tentang bagaimana suatu daerah tersebut dikatakan
sebuah kota. Kesamaan tersebut dapat dilihat bahwa kota pasti mencakup
adanya suatu bentuk kehidupan manusia yang beragam dan berada pada
suatu wilayah tertentu.
Pengertian Perkotaan

Perkotaan adalah satuan pemukiman bukan pedesaan yang
berperan didalam satuan wilayah pengembangan dan atau
wilayah nasional sebagai simpul jasa , menurut pengamatan
tertentu.
Perkotaan merupakan suatu perkembangan kota yang melibatkan
seluruh elemen-elemen di dalamnya yang menyangkut kota itu
sendiri.
Perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama
bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat
permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi
• Daerah permukiman yang meliputi kota induk dan daerah
pengaruh di luar batas administratif nya yang berupa daerah
pinggiran sekitarnya/ daerah suburban.
• Kawasan Perkotaan adalah aglomerasi kota-kota dengan
daerah sekitarnya yang memiliki sifat kekotaan; dapat
melebihi batas politik/administrasi dari kota yang
bersangkutan
Difinisi permukiman
Pengertian dasar permukiman dalam UU No.1 tahun 2011
adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas
lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai
prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai
penunjang kegiatan fungsi lain dikawasan perkotaan atau
kawasan perdesaan.
Pengertian pemukiman

Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung,
dapat
merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. Berfungsi sebagai
lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung
perikehidupan dan penghidupan.
Pemukiman dapat diartikan juga sebagai perumahan atau kumpulan
rumah dengan segala unsur serta kegiatan yang berkaitan dan yang ada
di dalam pemukiman. Pemukiman dapat terhindar dari kondisi kumuh dan
tidak layak huni jika pembangunan perumahan sesuai dengan standar
yang berlaku, salah satunya dengan menerapkan persyaratan rumah sehat
Perumahan
UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman
perumahan berada dan merupakan bagian dari permukiman, perumahan adalah
kelompok
rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian
yang
dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (pasal 1 ayat 2).
Pembangunan perumahan diyakini juga mampu mendorong lebih dari seratus macam
kegiatan industri yang berkaitan dengan bidang perumahan dan permukiman

Permukiman
Undang-Undang No 4 Tahun 1992 Pasal 3
Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang
berupa
kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat
tinggal
atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan
penghidupan. Satuan lingkungan permukiman adalah kawasan perumahan dalam
berbagai
bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana
lingkungan
yang terstruktur
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.4 Tahun 1992 Tentang
Perumahan dan Permukiman mendefinisikan bahwa :

1.Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal
atau hunian dan sarana pembinaan keluarga,

2.Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai
lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi
dengan prasarana dan sarana lingkungan,

hunian merupakan tempat tinggal; kediaman (yg dihuni);
PERATURAN MENTERI PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 07 TH 2013
Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat
tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan
harkat dan martabat penghuninya serta aset bagi pemiliknya.
Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari
permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi
dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya
pemenuhan rumah yang layak huni.
Permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri
dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana,
utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain
di kawasan perkotaan, dan kawasan perdesaan.

Lingkungan Hunian adalah bagian dari kawasan permukiman
yang terdiri atas lebih dari satu satuan permukiman.
Perumahan, permukiman, lingkungan hunian, dan kawasan
permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan skala
sebagai berikut:

a. perumahan dengan jumlah rumah sekurang-kurangnya 15
(lima belas) sampai dengan 1.000 (seribu) rumah;
b. permukiman dengan jumlah rumah sekurang-kurangnya
1.000 (seribu) sampai dengan 3.000 (tiga ribu) rumah;
c. lingkungan hunian dengan jumlah rumah
sekurangkurangnya 3.000 (tiga ribu) sampai dengan 10.000
(sepuluh ribu) rumah; dan
d. kawasan permukiman dengan jumlah rumah lebih dari
10.000 (sepuluh ribu) rumah.
Apa ciri-ciri yang dimiliki sebuah kota? Menurut Bintarto, ciriciri kota
dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

a. Ciri-Ciri Fisik
Di wilayah kota terdapat:
1) Sarana perekonomian seperti pasar atau supermarket.
2) Tempat parkir yang memadai.
3) Tempat rekreasi dan olahraga.
4) Alun-alun.
5) Gedung-gedung pemerintahan.
. Ciri-Ciri Sosial
1) Masyarakatnya heterogen.
2) Bersifat individualistis dan materialistis.
3) Mata pencaharian nonagraris.
4) Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan
mulai pudar).
5) Terjadi kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan
masyarakat miskin.
6) Norma-norma agama tidak begitu ketat.
7) Pandangan hidup lebih rasional.
8) Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau
kelompok sosial masyarakat secara tegas.
SEJARAH TERJADINYA KOTA
Asia: 
Kota mulai tumbuh tahun 4000-2000 SM di lembah
subur sungai Tigris dan Ephrat, Mesopotamia di
daerah teluk Persia. 
Kota ini -- pusat agama dan kerajinan 
Penduduknya rata-rata 15.000 s/d 25.000 orang. 
Kota Tebes dan Memphis di lembah sungai Nil
(Mesir), tumbuh sekitar tahun 3000 SM 
Sekitar tahun 2300 SM muncul kota-kota di
lembah sungai Indus (Pakistan) model kota
Benteng. 
Kota juga tumbuh di lembah sungai Huang Ho,
sepanjang pantai laut tengah merupakan
perkembangan dari Mesopotamia 
Kota Maya, Zapetex, Mextek, dan Astek di
KOTA-KOTA YUNANI
. Muncul pada abad 7 dan 8
.Kotanya sering disebut dengan POLIS atau
negara kota, yang merupakansuatu wilayah
yang didominasi oleh desa berbenteng atau
kota kecil.
. Kota yang terkenal dan besar adalah Athena
dan Sparta. Pada abad 5, Athena
penduduknya berjumlah 100.000 sampai
150.000 orang.
. Kotanya tumbuh di sekitar akropolis
(agama&pertahanan)
. Disekitar Akropolis terdapat “agora” (tanah
KOTA ROMAWI
• Bentuk kotanya banyak meniru model kota
Yunani.
• Kota Romawi kuno terkenal dengan
keteraturannya, misalnya sudah ada
tempat administrasi, kesehatan , rekreasi
dan lain-lain.
INDONESIA
• Kota menurut bahasa sansekerta atau
jawa kuno, adalah Kuta (benteng)
• Pusat kota tradisional, adalah Kraton
• Disekitar kraton ada rumah para abdi
dalem, pasar , tempat ibadah dan ruang
terbuka (alun-alun)
INDONESIA 
Menurut Kuntowijoyo:
pada awal abad ke-20 sebuah kota Indonesia yang ideal akan mempunyai
ciri-ciri tersendiri yang sekaligus menunjukkan sejarah kota itu.
Pertama, sektor kota tradisional yang ditandai dengan pembagian
spatial yang jelas berdasarkan status sosial dan dekatnya
kedudukan pemukim dengan kraton.
Kedua, sektor pedagang asing, terutama pedagang Cina, yang
mewarnai kehidupan kota dengan kaya bangunan, kegiatan
ekonomi, dan kehidupan sosial-budaya tersendiri.
Ketiga, sektor kolonial dengan benteng dan barak, perkantoran,
rumah-rumah, gedung societeit, rumah ibadah vrijmetselarij.
Keempat, sektor kelas menengah pribumi yang kadang-kadang
mengelompok dalam kampong-kampung tertentu, seperti Kauman di
Kota Yogyakarta dan Surakarta, atau di bagian lain.
Kelima, sektor imigran yang menampung pendatang-pendatang
baru di kota dan berasal dari perdesaan sekitar. Di sela-sela tempat-
tempat ini terdapat gedung-gedung sekolah, pasar, stasiun, dan
tempat-tempat umum lainnya.
Faktor-faktor yang menjadi prakondisi
tumbuhnya suatu kota menurut Gideon
Sjoberg (1965) ada tiga, yakni :

1. Suatu dasar ekologi yang
menguntungkan;
2. Suatu teknologi maju (relatif pada bentuk-
bentuk pra-perkotaan) dalam kedua
suasana baik agrikultur maupun non-
agrikultur; dan
3. Suatu organisasi sosial yang kompleks
dan di atas segalanya ada struktur
kekuasaan yang betul-betul berkembang.
http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/
Perkembangan kota di Indonesia dibagi dalam lima periode.

Masa kota-kota VOC

Masa awal urbanisai.

Masa perbaikan lingkungan.

Masa revolusi.

Masa pembangunan berencana 1960 -1970; 1970 – 1985 ;
1985 - sekarang
Sejarah Pertumbuhan Kota di Indonesia

Kota-kota di Indonesia telah berkembang sejak zaman
dahulu. Sebagian besar, kota-kota yang tumbuh dengan
cepat adalah kota-kota yang terletak di dekat pelabuhan.
Pemilihan lokasi didasarkan pada potensipotensi yang
dapat dikembangkan terutama potensi sumber daya alam
dan letak yang strategis.

Berdasarkan sejarah pertumbuhannya, kota-kota di
Indonesia bermula dari kegiatan-kegiatan sebagai
berikut.

1. Kota yang berawal dari pusat perdagangan.
Di Indonesia kota-kota yang berasal dari kegiatan
perdagangan, antara lain adalah Surabaya, Jakarta dan
Makassar. Kota-kota ini merupakan kota perdagangan
2. Kota yang berawal dari pusat perkebunan.
Pembukaan lahan baru untuk areal perkebunan berdampak
pada pembuatan permukiman baru yang kemudian
berkembang menjadi kota. Contohnya: Sukabumi
(perkebunan teh), Ambarawa (perkebunan kopi), dan Jambi
(perkebunan karet).
3. Kota yang berawal dari pusat pertambangan.
Kota-kota di Indonesia yang berkembang dari perluasan
daerah pertambangan, antara lain Pangkal Pinang dan
Tanjung Pandan (pertambangan timah), Palembang dan
Plaju (tambang minyak bumi), Samarinda, Tarakan,
Balikpapan (tambang minyak Bumi).
4. Kota yang berawal dari pusat administrasi pemerintah.
Pada zaman penjajahan Belanda, Batavia merupakan pusat
pemerintahan Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka,
Kota Batavia (Jakarta) menjadi pusat pemerintahan Republik
Indonesia.
Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai
Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota
bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasio-nal yang
ramai.
Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta
pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai
hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir
abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang
berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka
pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman
banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang
terletak sekitar 500 meter dari bandar.

Jika kita memandang kota Jakarta sekarang, mungkin sulit
terbayang bahwa ribuan tahun yang lalu kawasan ini masih baru
terbentuk dari endapan lumpur sungai-sungai yang mengalir ke
Jakarta. Misalnya Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Marunda, Kali
Cisadane, Kali Besar, Kali Bekasi dan Kali Citarum. Usia dataran
Jakarta kini diperkirakan 500 tahun berdasarkan geomorfologi, ilmu
lapisan tanah.
awal Maret 1942, Kerajaan Jepang merebut kekuasaan dari Kerajaan
Belanda pada Perang Dunia ke-2. Nama Batavia dikubur balatentara
Kerajaan Jepang. Dan, nama Jakarta menggantikannya sampai
sekarang

45
54 24
37 17 6 5
POPULATION IN JAKARTA (1972)
POPULATION IN JAKARTA (2002)
PROJECTION OF POPULATION IN JAKARTA
(2035)
MENYOAL BANJIR, KEMACETAN DAN Data curah hujan bulan Januari di wilayah
LOKASI IBUKOTA NEGARA: Apa dan Jabodetabek selama 120 tahun tidak
bagaimana? DR. Djoko Harmantyo pernah kurang dari 300 mm (periksa
January 30, 2013 gambar 1).

123 tahun
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Kota di Indonesia

1.aktivitas kota (baik dominasi kegiatan pemerintahan/politis,
perdagangan, pertahanan, pertambangan, manufaktur, dsb) yang pada
akhirnya membentuk citra (image) kota. Citra kota tersebut dapat
menentukan struktur simbolis yang akan diperhatikan, diingat dan
dianggap penting oleh oleh kelompok-kelompok pemukim di kota itu atau
oleh para pengunjung. kemudian;

2.aktivitas kota tentunya sangat ditunjang oleh potensi fisik wilayah;

3.penduduk kota (baik penduduk asli maupun pendatang) yang
melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan hidupnya di kota juga
merupakan tulang punggung penggerak dinamika kehidupan kota;

4.Berbagai faktor-faktor di atas akhirnya perlu ditunjang dengan faktor
kebijakan politis pemerintahan yang berwenang yang juga mendorong
tumbuh dan eksisnya suatu kota.
Kota dengan perkembangan terpesat di Indonesia
Inilah sepuluh kota dengan perkembangan dan pertumbuhan terpesat di
Indonesia. plus satu kota yang berada di urutan ke-11 Kota Kota ini
memiliki pertumbuhan yang signifikan dan mencengangkan karna
berbagai faktor...
Pangkal Pinang
(Bangka Belitung)

Ibu Kota Provinsi
Babel ini
berkembang pesat
karena sektor
pariwista dan
pertambangan yang
semakin menggeliat.
Kota ini memiliki
pertumbuhan
ekonomi dan
pembangunan yang
relatif cepat.
10.Makassar (Sulawesi
Selatan)
Sebagai pusat
perdagangan dan
perekonomian di bagian
tengah dan timur
Indonesia, Kota
Makassar adalah kota
dengan perkembangan
yang relatif cepat.
9. Tanjung Pinang
(Kepualauan Riau)
Kota yang terletak di
Pulai Bintan Kepri ini
adalah salah satu kota
dengan hasil tambang
yang melimpah. Saat ini
kota Tanjung Pinang
semakin menggeliat
dengan produksi temah
yang besar.
Perekonomian dan
pembangunan pun ikut
tergenjot.
8. Bukitinggi (Sumatera Barat)
Kota ini tidak memiliki sumberdaya
pertambangan yang kaya seperti
kota lainnya, namun Kota Bukittinggi
menggeleiat di sektor pariwista
perdagangan dan jasa. Kota ini
mampu tumbuh bersaing dengan
kota lain dengan memanfaatkan
sumebrdaya manusianya yang
berkualitas.

7. Samarinda (Kalimantan
Timur)
Kota yang menjadi ibukota Kaltim
ini kontan menjadi kota dengan
pertumbuhan dan perkembangan
yang relatif cepat karena provinsi
ini kaya akan minyak mentah.
Banyak kilangan minyak di
provinsi ini yang hasilnya akan
dipusatkan di Samarinda sebagai
ibukota prov.
6. Banjarmasin (Kalimantan
Selatan)
Ibukota Kalimantan selatan ini
adalah kota pelabuhan utama di
Pulau Kalimantan. Dengan
perdagangannya yang tumbuh
berkembang dengan pesat kota
ini kemudian mengalami
permasalahan dengan tata kelola
kota yang rentan dengan banjir.
5.Tarakan (Kalimantan Timur)
Kota Minyak di pulau kalimantan. Kota
ini adalah kota muda yang baru tumbuh
namun berkembang dengan pesat
karena kekayaan sumberminyaknya.
Perkembangan kota Tarakan patut di
dukung sebagai kota yang paling dekat
dengan negara tetangga kita Malaysia
yang kerap mengklaim kawasan di
sekitar tarakan sebagai bagian dari
negaranya. Dengan pertumbuhan kota
tarakan yang pesat kita harapkan dapat
menjadi benteng Indonesia ke Malaysia
Timur.
4. Palembang (Sumatera Selatan)
Kota yang tinggi dalam hal
kriminalitas ini terus berkembang
pesat. Dilalui sungai musi kota ini
sekarang didiami oleh berbagai
etnis. Palembang adalah kota yang
memiliki potensi untuk menjadi
metropolis. Namun sayang kota ini
tidak memiliki ciri spesifik yang bisa
ditonjolkan

3. Balikpapan (Kalimantan
Timur)
Balikpapan merupakan kota
terbesar di Pulau kalimantan.
Berdekatan dengan kota
samarinda. Kota Balikpapan
merupakan jantung ekonomi
kalimantan yang semakin
menggeliat di bagian timur
pulau ini.
2. Batam (Kepulauan Riau)
Dari kota ini kita dapat melihat
Singapura dari kejauahan. Kota
Batam memiliki potensi terbesar
untuk maju dan berkembang menjadi
metropolitan karena di kota inilah
arela kepabeanan didirikan. Dengan
arti kata Kota Ini akan menjadi
persinggahakan kapal kapal yang
akan berkujung ke Indonesia dari
Malaysia, Thailan, Singapura dan
negara di sekitar Laut China Selatan.
1. Pekanbaru (Riau)
Pekanbaru merupakan Kota dengan
Pertumbuhan dan perkembangan
tertinggi di Indonesia. Kota yang
diprediksi akan menjadi metropolitan
Indonesia ini merupakan kota kaya
di Indonesia karena minyak. Biaya
hidup di Pekan baru termasuk yang
paling tinggi di Indonesia.Anda akan
mudah menemui orang kaya dengan
rumah elit di Pekanbaru, namun
dengan mudah pula menemukan
anak jalanan.
Perkembangan Singapura Hingga Menjadi Kota
Ternyaman di Dunia
Singapura awalnya adalah kota pelabuhan kecil, jika anda melihatnya
saat ini mungkin anda tidak akan percaya bahwa awalnya hanya sebuah
kota kecil yang sangat sederhana.
Perencanaan yang matang dan diiringi dengan desain yang inovatif
perkotaan menjadikan Singapura fokus terhadap pembangunan sarana
sanitasi, infrastruktur, saluran air untuk di konsumsi, dan taman- taman
kota atau lahan bagi ruang hijau.
Lee Kwan Yew yang merupakan Mantan Perdana Mentri di Singapura,
telah membentuk Badan Perumahan Nasional atau dikenal sebagai
Housing Development Board.
Organisasi tersebut bekerjasama dengan pemerintah dalam
membangun Singapura menjadi kota yang saat ini memiliki tingkat
kenyamanan tertinggi di dunia.
Menjadi seperti sekarang ini, bukan hal yang mudah bagi Singapura.
Karena membutuhkan waktu dan kerja keras yang dilakukan oleh
pemerintah dan masyarakatnya.
Pembangunan disana memiliki strategi dan perencanaan yang
terintegrasi urban design guidelines, yang mana didalamnya dijelaskan
dengan terperinci tentang fasilitas umum, pembangunan jalan,
sekolah, pasar, rumah sakit, kampus, dan tempat- tempat penting
lainnya.
ENAM JENIS KOTA BERDASARKAN TAHAP
PERKEMBANGAN

1.KOTA EPOLIS: Sebuah kota yang berupa pusat dari daerah pertanian
serta yang mempunyai adat-istiadat yang sederhana.
2.KOTA POLIS: Tempat yang merupakan sebuah pusat keagamaan dan
pemerintahan yang bentuknya berupa sebuah benteng yang kokoh dan di
dalamnya terdapat tempat ibadah, pasar dan gilda (tempat menghasilkan
barang).
3.KOTA METROPOLIS: Sebuah kota yang mempunyai ciri wilayah kurang
luas namun memiliki banyak penduduk yang terdiri dari orang-orang
berbagai bangsa selain itu dicirikan adanya perkawinan campuran antar
bangsa, menampilkan sisi kemegahan tetapi dari aspek sosial sangat
kontras antara golongan kaya dan miskin.
4.KOTA MEGAPOLIS: Sebuah kota dimana di dalam masyarakatnya
muncul sebuah gejala patologis (penyakit sosial) yang sangat menonjol.
5.KOTA TIRANOPOLIS: Sebuah kota dimana pemerintahan memiliki
kekuasaan yang sangat kuat atau otoriter sehingga rakyat miskin akan
cenderung berbuat maksiat (demoralisasi) karena tidak sanggup melawan
kekuasaan penguasa.
6.KOTA NEKROPOLIS: Sebuah kota yang mengalami kehancuran akibat
peperangan penduduk dengan pemerintahnya.
TEORI PROSES ATAU TAHAP PERKEMBANGAN KOTA
•A. Proses perkembangan kota menurut Lewis Munford

1. Stadium Epolish hasil perkembangan desa yang telah maju
•mata pencaharian penduduk dominan dari sektor ekstratif (hasil alam)

•2. Stadium Polish

muncul kota-kota kecil yang baru
•mulai tumbuhnya kegiatan industri
•terdapat pasar yang besar dan bebas

•3. Stadium Metropolish

fungsi kota telah berjalan baik
•perkembangan kota cukup pesat
•kegiatan penduduk di sektor industri dan jasa
•merupakan ibukota propinsi, contoh: DKI Jakarta
•4. Stadium Megapolish
orientasi masyarakat matrealistis
•terdapat standarisasi produk
•merupakan puncak kejayaan suatu kota
•terdapat di negara maju, contoh: Kota New York
•5. Stadium Tyranipolish
terjadi penurunan ekonomi
•somasi terhadap nilai materi
•ketidak pedulian sosial
•munculnya premanisme yang merajalela
•banyak terjadi konflik dan peperangan
•kota yang menuju kematiannya, contoh: kota-kota di Palestina dan Suria
•6. Stadium Nekropolish
kehancuran/kematian suatu kota
•tidak terdapat kegiatan penduduk
•saya copipaste dari fuat cepat
•terjadi karena benca alam atau pencemran berat
•contoh kota mati yaitu Chernobily, Ukrania
B. Proses perkembangan kota menurut Griffit Taylor

1. Stadium Infantile
menyatunya weilayah pemukiman dengan wilayah perdagangan

2. Stadium Juvenile

•perumahan tua terdesak oleh perumahan baru
•mulai muncul pemisah antara weilayah pemukiman dengan wilayah
perdagangan

3. Stadium Mature

•mulai terbentuknya tata ruang wilayah
•munculnya kota-kota baru sebagai bagian dari kota lama

4. Stadium Senile
kemunduran suatu kota karena kompleksnya kegiatan kota
•C. Proses perkembangan kota menurut J.M. Huston

1. Stadium pembentukan inti kota
bentuk wilayah kota membulat
•muncul inti kota/CBD
•muncul pembangunan gedung

•2. Stadium formatif
bentuk kota memanjang pada jalur transportasi
•saya copipaste dari fuat cepat
•semakin kompleksnya wilayah pemukiman dan industri
•terjadi perkembangan industri, teknologi, dan bidang jasa

•3. Stadium Modern
bergabungnya beberapa pusat-pusat kegiatan
•berkembangnya komplektivitas pemukiman dan industri
•perkembangan kta tidak lagi mengikat pada jalur transportasi
Jenis - Jenis Kota
Menurut Lewis Mumford tahap - tahap perkembangan kota dapat dibedakan menjadi 6 jenis,
yaitu:
1. Eopolis : Kota demikian merupakan suatu pusat dari beberapa daerah pertanian dan
mempunyai adat istiadat yang bercorak sederhana

2. Polis : Kota demikian merupakan tempat berpusatnya kehidupan keagamaan
danpemerintahan. bentuknya adalah bagaikan benteng yang kokoh yang didalamnya terdapat
tempat - tempat ibadah, pasar, dan industri kecil (gilda), lembaga pendidikan, tempat hiburan dan
olahraga.

3.Metropolis : Kota demikian dicirikan oleh wilayahnya yang kurang luas dan penduduknya yang
banyak. terdapat percampuran perkawinan antar bangsa dan ras sehingga memunculkan filsafat
dan kepercayaan baru. Secara fisik, perkembangan ini (metropolis) menunjukkan sifat
kemegahan, tetapi dari segi sosial memperlihat adanya kekontrasan antara golongan yang kaya
dan golongan yang miskin.

4. Megapolis : Jenis kota ini merupakan tingkat perkembangan lanjutan dari metropolis. Pada
tahap perkembangan ini gejala sosio-patologis sangat menonjol; disuatu pihak terdapat kekayaan
dan kekuasaan yang didukung oleh birokrasi yang ketat, tapi dipihak lain terdapat kemiskinan dan
keresahan yang semakin meluas dalam masyarakat sehingga mendorong terjadinya
pemberontakan kaum proletar.

5. Trianopolis : Kota yang mencapai tingkat ini ditandai oleh terjadinya degenerasi, merosotnya
moral penduduk, adanya kejahatan dan kemaksiatan serta timbulnya kekuatan politik baru dari
kaum proletariat yang sewaktu-waktu akan melanda kota dengan pemberontakan

6. Nekropolis : Jenis kota ini adalah kota yang sedang mengalami kehancuran menjadi rangka
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 26 TAHUN 2007
TENTANG
PENATAAN RUANG

25. Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan
utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai
tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan
jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
26. Kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas
sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan
perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling
memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem
jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah
penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu
juta) jiwa.
27. Kawasan megapolitan adalah kawasan yang terbentuk dari 2
(dua) atau lebih kawasan metropolitan yang memiliki hubungan
fungsional dan membentuk sebuah sistem.
Artikulasi dan Inhibitasi
Menurut Lewis Mumford, tidak ada jawaban tunggal bagi
pertanyaan 'apa itu kota', alias kota dapat didefinisikan melalui
ber-bagai ilmu, sudut pandang. Satu definisi tunggal yang
langsung mengenal artifaknya adalah kumpulan masa (bangunan)
dan ruang (ruang di luarnya). Sebagai kumpulan masa dan ruang,
maka komunikasi visual dicapai mela¬lui artikulasi antara mereka
(ma¬sa dan ruang) dengan manusia. Penampilan berubah apabila
manusia melihat masa dan ruang kota berubah.

Jika masa dan ruang disebut ber-artikulasi, maka cara manu¬sia
hidup manusia di dalamnya di¬sebut ber-inhibitasi. Semarang
utara berbeda dengan Semarang tengah karena masa dan ruang-
nya berbeda. Bangunan-bangun¬an lama di Semarang utara
meng-artikulasikan suasana "Kekolonialan', sedang Semarang
tengah tepatnya Simpang Lima meng-artikulasikan "masa kini",
walaupun keduanya ber-inhibitasi sama, yaitu tempat manusia
me-lakukan perdagangan.
Artikulasi dan inhibitasi seharusnya merupakan patokan
dasar di dalam perancangan kota. Bangunan dapat tetap
kokoh berdiri dari zaman ke zaman, tetapi fungsi, cara
manusia hidup berganti menurut kebutuhannya. Seandainya
"Lawang Sewu" yang sekarang digunakan sebagai markas
militer diubah menjadi kampus, tanpa mengganti
bangunannya, kompleks Tugu Muda tetap memiliki 'sense'
yang sama se-perti sedia-kala. Lain halnya jika bangunan
Lawang Sewu tersebut diganti dengan bangunan baru,
walaupun fungsinya sama, tidak diganti yaitu sebagai markas
militer, 'sense' kompleks Tugu Muda akan berubah sama
sekali.

Terlihat kiranya betapa erat hubungan antara bentuk masa
dan ruang dengan artikulasi yang dihasilkannya. Artikulasi
'lama' harus dipertahankan jika tidak ingin kehilangan jejak
masa yang silam. Kemajuan teknologi ditampung pada
inhibitasi, cara hidup, sehingga sejarah kota tidak putus
begitu saja.
Masuknya Jepang ke Indonesia dan adanya perang
kemerdekaan Indonesia menyebabkan RUU Perencanaan
Wilayah Perkotaan di Jawa baru disahkan pada tahun 1948
dengan nama Stadsvorming Ordonantie, Stb 1948/168
(SVO, atau Ordonansi Pembentukan Kota), yang
kemudian diikuti dengan peraturan pelaksanaanya yaitu
Stadsvormingverordening, Stb 1949/40 (SVV atau
Peraturan Pembentukan Kota).

SVO dan SVV diterbitkan untuk mempercepat
pembangunan kembali wilayah-wilayah yang hancur akibat
peperangan dan pada mulanya hanya diperuntukan bagi 15
kota, yakni Batavia, Tegal, Pekalongan, Semarang,
Salatiga, Surabaya, Malang, Padang, Palembang,
Banjarmasin, Cilacap, Tanggerang, Bekasi, Kebayoran dan
Pasar Minggu.
Pesatnya perkembangan kota dan berubahnya karakteristik kota menyebabkan
SVO tidak sesuai lagi untuk mengatur penataan ruang di Indonesia, selain hanya
diperuntukan bagi 15 kota, Ordonansi ini hanya menciptakan dan mengatur
kawasan-kawasan elit serta tidak mampu mengikuti perkembangan yang ada.
Karena itulah pemerintah Indonesia mengajukan RUU Bina Kota pada tahun
1970 yang dipersiapkan oleh Departemen PUTL.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Indonesia menyusun Undang-
undang Nomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang, yang akhirnya undang-
undang tersebut disahkan dan berlaku. Namun seiring dengan adanya perubahan
terhadap paradigma otonomi daerah melalui ketentuan Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka ketentuan
mengenai penataan ruang mengalami perubahan yang ditandai dengan
digantikanya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang,
menjadi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Kriteria Kota
Mengapa BSD Master Plan Perkotaan Terbaik?

Kota Mandiri Bumi Serpong Damai atau sering disebut dengan nama
BSD meraih penghargaan Master Plan terbaik dalam FIABCI
Indonesia - BNI Prix d'Excellence Awards 2010. Penghargaan itu
diserahkan dalam rangkaian acara Munas ke-13 REI 2010

Master Plan dan township seperti apa yang membuat BSD mencapai
penghargaan real estat bergengsi di Indonesia ini? Direktur BSD
Ignesjz Kemalawarta mengatakan semua persyaratan yang
menjadi ukuran dewan juri, dipenuhi oleh BSD, mulai dari luas
kota, populasi, kelengkapan kota, infrastruktur sampai
kehidupan kota.
Tugas Mata Kuliah Sejarah Kota
1. Jelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah kota
2. Sebutkan dan jelaskan minimal 8 definisi tentang kota
3. Jelaskan tahap-tahap pertumbuhan kota
4. Sebutkan dan jelaskan beberapa karakteristik kota
5. Jelaskan beberapa istilah berikut: City, Sub-urban, Sub-
urban Fring, Urban Fring, Rural, dan Rural Urban Fringe.
6. Jelaskan perbedaan kota dan desa.
7. Jelaskan penciri kota masa pra sejarah, masa klasik,
abad pertengahan, dan periode modern.

Catatan: tugas diketik dan menyebutkan setiap sumber
rujukan/bacaan. Tugas dikirim ke
email: gendutgnt@ymail.com
• Pengertian Kota
Kota dapat dilihat dan ditafsirkan dari berbagai sudut pandang, sehingga melahirkan
berbagai teori tentang kota. Hal ini dikarenakan kota merupakan wadah dari berbagai
aspek kehidupan. Berikut pengertian kota berdasarkan berbagai aspek menurut para
ahli :
• 1. Aspek ekonomi (Max Weber), kota adalah suatu permukiman dimana
penduduknya lebih mengutamakan kehidupan perdagangan dan komersial daripada
pertanian.
• 2. Aspek sosiologis (Louis Wirth), kota ialah sebuah permukiman permanen dengan
individu-individu penghuninya yang heterogen, jumlahnya relatif luas dan padat, serta
menempati areal tanah yang terbatas.
• 3. Aspek historis (Fernand Braudel), kota merupakan produk dari peradaban.
• 4. Aspek fisik (Menno Alwi), kota merupakan suatu permukiman yang mempunyai
bangunan-bangunan perumahan yang jaraknya antara lainnya relatif rapat serta
memiliki sarana-sarana dan prasarana-prasarana serta fasilitas-fasilitas memadai untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari warganya.
Mengingat banyaknya pengertian tentang kota, maka J.H. De Goode mengusulkan
agar kita cukup memperhatikan sejumlah ciri dan watak yang khas dari kota. Ciri
tersebut antara lain : peranan besar yang dipegang oleh peranan sekuder (industri) dan
tersier (jasa) dalam kehidupan ekonomi, jumlah penduduk yang relatif besar dan
heterogen, serta kepadatan penduduk yang relatif besar.