You are on page 1of 13

Joint Product and By-Product

Produk Gabungan (Joint Products)
beberapa produk yang dihasilkan dalam suatu rangkaian atau
seri produk secara bersama dengan menggunakan bahan,
tenaga kerja dan biaya overhead secara bersama.
Contoh Produk Gabungan (Joint Products)
Akuntansi Produk Bersama
Biaya produk bersama harus dialokasikan ke masing-masing
produk agar dapat menentukan nilai persediaan BDP akhir,
persediaan produk jadi, HPP, laba kotor per segmen produk.
Metode yang dapat digunakan untuk menentukan biaya
tersebut adalah:
1. Metode harga pasar (nilai jual relatif) pada produk
2. Metode biaya rata-rata per unit (satuan fisik)
3. Metode rata-rata tertimbang
4. Metode unit kuantitatif (rata-rata biaya satuan).
1. Metode Harga Pasar
Biaya bersama dialokasikan ke setiap produk bersama
berdasarkan proporsi nilai jualnya. Metode ini dipakai dengan
asumsi bahwa produk yang memiliki nilai jual tinggi, tentu
memerlukan biaya (harga pokok) yang tinggi pula.
Pada metode ini ada dua metode yang dipakai yaitu:
1. Metode nilai jual pasar saat split off point
2. Metode nilai jual hipotesis
1a. Metode nilai jual pasar saat split off point
Biaya bersama dialokasikan ke masing-masing produk sesuai dengan
jumlah perbandingan nilai jualnya.
Contoh:
PT. Idola memproduksi 4 macam produk. Keempat produk tersebut
diolah dari satu jenis bahan baku. Biaya bahan baku yang terjadi
merupakan Joint Cost . Selain bahan baku, semua biaya yang terjadi
dapat dihitung menurut jenis produk. Biaya bahan baku yang
digunakan untuk proses produksi pada bulan ini (Januari 2010) senilai
Rp 500.000,00
Berikut rincian produk dan biaya:
1a. Metode nilai jual pasar saat split off point
Jenis Harga Jual
Jumlah unit BTK & BOP
Produk per unit
A Rp 10 19500 Rp 47.550
B Rp 12 15000 Rp 30.800
C Rp 15 10000 Rp 10.650
D Rp 15 15000 Rp 16.000

Contoh Perhitungan Klik disini
1b. Metode nilai jual hipotesis
Apabila titik pemisahan terhadap sebagian jenis produk masih harus
diproses lebih lanjut dan tidak ada harga jual di pasar pada kondisi titik
pisah maka dapat digunakan harga hipotesis.
Harga hipotesis pada titik pisah adalah harga jual dikurangi dengan
biaya untuk memproses lanjutan setelah pemisahan
Biaya Harga Jual
Jenis Produk Harga per unit Jumlah Produk
Tambahan Hipotesis

DR Rp 10 Rp 5,0 Rp 5 250.000

DS Rp 12 - Rp 12 187.500 Selengkapnya

DT Rp 15,5 Rp 7,5 Rp 8 187.500 Klik disini
2. Metode Satuan Fisik
Biaya bersama dialokasikan ke setiap jenis produk menurut rasioa (perbandingan)
output per jenis produk
Contoh:
PT. Merbabu memproduksi 3 jenis produk yaitu produk super, standar dan ekonomi. Ketiga produk
tersebut merupakan produk utama yang diolah dari satu jenis bahan baku.
Berikut data produksi bulan Desember 2010.
Biaya bahan baku Rp 95.405.000 (biaya bersama)
Produksi produk super 560 unit
Produksi produk standar 605 unit
Produksi produk ekonomi 700 unit
Alokasi biaya bersama sebagai berikut:
No Jenis Produk Jumlah Produk Rasio Alokasi
1 Super 560 unit 30,03% Rp 28.650.121,5
2 Standar 605 unit 32,44% Rp 30.949.382,0
3 Ekonomi 700 unit 37,53% Rp 35.805.496,5
Klik disni
1.865 unit 100,00% Rp 95.405.000,0
3. Metode Rata-Rata Biaya per Satuan
Biaya rata-rata per satuan ditentukan dengan jumlah biaya bersama dibagi dengan total produk
bersama yang dihasilkan. Setiap produk bersama mendapat alokasi biaya bersama sebesar biaya
rata-rata per unit dikalikan dengan banyaknya unit pada jenis tersebut.
Contoh:
CV Menawan memproduksi 3 macam produk (Jenis Normal, Kering, Basah) yang diolah secara
bersama dari satu bahan baku. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi 3 jenis produk
tersebut sebesar Rp 500.000,00 dialokasikan ke setiap jenis produk dengan metode rata-rata biaya
per satuan.
Pengalokasian biaya bersama tersebut dilakukan sbb:
No Jenis Produk Jumlah Produk Biaya Rata-rata Alokasi
1 Normal 30.000 Rp 6,25 Rp 187.500,00
2 Kering 28.000 Rp 6,25 Rp 175.000,00
3 Basah 22.000 Rp 6,25 Rp 137.500,00
80.000 Rp 500.000,00 Klik disni
3. Metode Rata-Rata Tertimbang
Pada metode rata-rata tertimbang tiap produk diberi bobot sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Perusahaan Jelita memproduksi 4 jenis produk yang dihasilkan dari satu jenis bahan baku. Selama
periode bulan April terjadi biaya bersama sebesar Rp 50.000.000.
Data produksi selama bulan April dan bobot yang diberikan adalah sbb:
Produk Jumlah Bobot
V1 20 unit 3
V2 15 unit 2
V3 10 unit 4
V4 15 unit 1

Alokasi Biaya Bersama dengan Rata-rata tertimbang:
Jenis Unit Bobot Unit x Bobot % Alokasi
V1 20 3 60 41,38% Rp 20.690.000
V2 15 2 30 20,69% Rp 10.345.000
V3 10 4 40 27,59% Rp 13.795.000
V4 15 1 15 10,34% Rp 5.170.000 Klik disni
60 145 100,0% Rp 50.000.000
Latihan Soal 1
PT. Anyar memproduksi barang B, C, D dalam proses bersamaan. Biaya bersama dialokasikan
berdasar nilai jual relatif pada saat split off.
Data yang berhubunghan dengan produksi adalah sbb:

B C D Jumlah
Unit diproduksi 6.000 unit 4.000 unit 2.000 unit 12.000 unit
Joint Cost Rp 72.000 ? ? Rp 120.000
Nilai Jual saat Split Off Point ? ? Rp 30.000 Rp 200.000
Biaya Proses Lanjutan Rp 14.000 Rp 10.000 Rp 6.000 Rp 30.000
Nilai Jual setelah proses lanjutan Rp 140.000 Rp 60.000 Rp 40.000 Rp 240.000

Diminta:
1. Hitung berapa Rupiah Joint Cost yang dialokasikan ke D
2. Hitung berapa laba kotor dari produk D
Latihan Soal 2
PT. OPQ memproduksi 3 jenis produk yang berbeda yang diolah dari satu jenis bahan baku. Berikut
ini adalah ringkasan biaya produksi tahun 2011:
O P Q Jumlah
Produksi (Kg) 80.000 Kg 200.000 Kg 160.000 Kg 440.000 Kg
Harga Jual per Kg Rp 75 Rp 100 Rp 150

Biaya Produksi:
Biaya Bahan Baku Rp 9.000.000
BTKL Rp 30.000 Rp 20.000 Rp 30.000 Rp 80.000
BOP Variabel (Total) Rp 19.000 Rp 10.000 Rp 16.000 Rp 45.000
BOP Tetap Rp 25.000 Rp 34.000 Rp 30.000 Rp 89.000

Semua biaya yang dapat dipisahkan telah dibagi ke produk tetapi biaya bersama belum
dialokasikan. Alokasikan biaya tersebut ke tiap jenis produk:
a. Dengan metode nilai jual relatif. Kemudian hitunglah laba kotor tiap jenis produk (semua tahun
2011 tersebut dapat dijual semua)
b. Dengan metode satuan fisik Lihat jawaban klik disini