You are on page 1of 8

PANDUAN EDUKASI PPI

(PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI)

Panduan ini akan dievaluasi kembali dan dilakukan perbaikan bila ditemukan hal- hal yang tidak sesuai lagi dengan kondisi di rumah sakit. 1 September 2018 Direktur . Sp. Zadrak Tombeg. Dr. Panduan ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan edukasi tentang PPI di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja. Makale. KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat-Nya sehingga Panduan Edukasi PPIRS ini dapat diselesaikan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.A . Dan kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Tim Penyusun atas segala upayanya menyelesaikan Panduan ini.

promosi kesehatan di rumah sakit juga berusaha menggugah kesadaran dan minat pasien. PKRS merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pelayanan kesehatan di rumah sakit. Yang dimaksud dengan edukasi PPIRS adalah setiap kegiatan yang bersifat memberikan informasi. BAB I DEFENISI Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) berusaha mengembangkan pengertian pasien. pembelajaran untuk menumbuhkan pemahaman tentang berbagai hal yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. keluarga dan pengunjung untuk berperan secara positif dalam usaha penyembuhan dan pencegahan penyakit. . Selain itu. yang selanjutnya diharapkan dapat mengubah perilaku sebagaimana diharapkan. keluarga dan pengunjung rumah sakit tentang penyakit dan pencegahannya. Oleh karena itu.

5. Edukasi diberikan melalui penyuluhan secara langsung. . Organisasi PPIRS di RS Sinar Kasih Toraja 4. Edukasi PPIRS dilakukan oleh edukator PKRS yang telah ditunjuk oleh rumah sakit. Pengunjung. Panitia PPIRS dan tim PPIRS berkewajiban melakukan edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi kepada pasien. B. Edukasi untuk karyawan rumah sakit dilakukan secara terintegrasi dan berkoordinasi dengan sub bagian pengembangan SDM ( Diklat ). Edukasi karyawan diberikan dalam bentuk Inhouse Training J. Kewaspadaan standart dan kewaspadaan isolasi 3. Demo dan praktik Hand Hygiene. Materi edukasi dapat terus berkambang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran yang terbaru dan disesuaikan dengan situasi di RS SInar Kasih Toraja G. Karyawan RS Sinar Kasih Toraja C. Keluarga Pasien. leafet. maupun dengan menggunakan alat bantu seperti media audiovisual. Batasan / pengertian pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit (PPIRS) 2. ataupun poster yang ditempatkan di area RS Sinar Kasih Toraja. keluarga pasien. H. banner. bersama dengan tim PPIRS. BAB II RUANG LINGKUP A. Materi edukasi yang diberikan diantaranya adalah : 1. Materi edukasi karyawan diantaranya adalah : 1. D. Hand Hygiene F. Edukasi tentang pencegahan dan pengendalian infeksi untuk pasien dan keluarganya serta pengunjung rumah sakit diberikan secara terintegrasi dan berkoordinasi dengan tim PKRS. I. pengunjung atau masyarakat umum selain kepada setiap karyawan rumah sakit. Pengertian healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi terkait layanan kesehatan 2. E. Sasaran edukasi PPIRS adalah Pasien. Surveilens dan pelaporan.

Simulasi 5. Observasi 2. banner. Edukasi PPIRS ini dapat diwujudkan melalui beberapa metode. . lembar penyuluhan. ditempatkan pada lokasi-lokasi yang strategis bagi sasaran edukasi. Praktik Langsung B. BAB III TATA LAKSANA A. yaitu : 1. Sarana edukasi yang digunakan dalam PPI meliputi: poster. Diskusi 4. Ceramah 3. Demonstrasi 6.

BAB IV DOKUMENTASI A. ketika seseorang di rawat di rumah sakit. Namun. Bentuk dokumentasi tersebut diantaranya adalah 1. Jenis infeksi ini berbeda dari infeksi yang didapat di masyarakat. seluruh keluarga dan pengunjung. ia menjadi lebih berisiko sakit. dengan cara yang sangat mudah. Namun demikian HAIs dapat dicegah. Kebanyakan. Materi edukasi “ Apakah Infeksi Terkait Layanan Kesehatan Atau Hais Itu ? 1) Apakah infeksi terkait layanan kesehatan atau HAIs itu ? Infeksi terkait layanan kesehatan atau dikenal sebagai infeksi yang terkait dengan pelayanan kesehatan (HAIs : Healthcare Assosiated Infections) adalah infeksi yang muncul pada pasien yang setelah 48 jam menjalani perawatan di rumah sakit. Banyak pasien juga harus menjalani prosedur invasif dan tindakan operasi. Pasien. bahkan pada kulit kita. kuman ini tidak menyebabkan kita menjadi sakit karena sistem kekebalan kita mampu melawannya. yang dapat menjadi jalan masuk bagi kuman. selain dalam arsip dokumen pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit. Pasien bisa mendapatkan infeksi ini ketika harus menjalani suatu tindakan medis dalam perawatannya. karena sistem kekebalannya sibuk melawan penyakitnya sendiri. serta setiap petugas kesehatan yang merawat pasien harus melakukan cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan . B. Laporan kegiatan Inhouse Training PPIRS C. Lampiran: Satuan Acara Penyuluhan/Pengajaran 1. 2) Kuman dapat ditemukan di mana saja. Laporan kegiatan promosi kesehatan rumah sakit tentang PPIRS 3. keluarga pasien dan pengunjung dapat turut berperan menurunkan dan mencegah kejadian infeksi ini. Daftar Hadir Peserta Promosi Kesehatan Rumah Sakit 2. pengunjung atau bahkan pasien itu sendiri. selain upaya yang dilakukan oleh setiap petugas kesehatan. Edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit di dokumentasikan secara terintegrasi dalam kegiatan promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) dan kegiatan pendidikan pelatihan SDM di sub bagian kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia. dimana infeksi diperoleh di luar rumah sakit / di luar sarana pelayanan kesehatan. 3) Pencegahan yang utama : Kebersihan Tangan. HAIs dapat terjadi karena lingkungan yang terkontaminasi atau terbawa oleh tangan petugas.

Kapan saya harus mencuci tangan ? Setiap orang harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ketika : a. e. i. Ketika berkunjung di instalasi care unit. Sebelum dan sesudah menyentuh orang yang sakit atau terluka. Apakah petugas mencuci tangan sebelum dan sesudah mengunjungi pasien ? 2. Ketika tangan tampak kotor. b. f. Sebelum mempersiapkan makanan. area umum atau di dekat kamar mandi ? b. apakah pengunjung diminta untuk menggunakan alat pelindung diri seperti gaun atau skort ? c. banner dan sebagainya). Sebelum dan sesudah berkunjung ke rumah sakit 2. Apakah tersedia sarana cuci tangan di ruangan pasien. Materi edukasi “ kebersihan tangan “ Cara terbaik untuk memutuskan rantai penyebaran kuman adalah dengan melakukan cuci tangan. sebelum menyentuh / kontak dengan pasien dan setelah meninggalkan ruangan pasien. Basahi tangan dengan air. j. d. Apakah ada sarana informasi untuk mengingatkan petugas dan pengunjung tentang pentingnya cuci tangan dan kapan seharusnya melakukan cuci tangan ? (seperti poster. urine atau muntahan. d. Setelah mengangganti pampers. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir akan membantu melepaskan kuman melalui gesekan fisik dan bilasan air. 4) Sebagai pasien. masker saat melakukan tindakan ? e. alkohol handrub setiap kali mengunjingi pasien. Bagaimana cara mencuci tangan dengan benar ? a. . g. Setelah menyentuh binatang atau hewan peliharaan. Dekontaminasi menurunkan jumlah kuman di tangan melalui penggunaan alkohol handrub. Apakah petugas rumah sakit menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan. Penggunaan alkohol handrub yang benar bekerja secara efektif menurunkan jumlah mikroba tangan. gaun atau skort. Setelah menggunaakan kamar mandi atau toilet. batuk atau membuang ingus. h. c. Sebelum makan. Anda juga dapat mengamati ketersediaan fasilitas untuk pencegahan HAIs seperti : a. 1. Setelah kontak dengan cairan tubuh seperti darah. topi. spanduk. bagaimana saya mengetahui bahaya rumah sakit di mana saya dirawat mengusahakan yang terbaik untuk mencegah HAIs atau infeksi terkait layanan kesehatan ini ? Anda bebas bertanya baik kepada dokter maupun perawat tentang semua hal tentang HAIs. Setelah bersin.

b. 3. orang tua atau bayi atau anak-anak. d. Bilas dengan baik sampai sisa sabun terbuang semua. pastikan seluruh permukaan tangan. Gosok kedua tangan bersama-sama. b. f. Keringkan tangan dengan handuk kertas atau handuk kain yang digunakan sekali saja. Setelah bersentuhan dengan kulit orang lain (berjabat tangan. Jika menyentuh lingkungan yang terkontaminasi. Sebelum atau sesudah menyentuh atau merawat seseorang yang sangat sakit. jari-jari dan ibu jari terkena. sabun harus disimpan di rak sabun di antara pemakaian. Gunakan handuk untuk menutup kran air. c. memegang tangan dan sebagainya) yang sedang sakit flu atau sakit lain. e. Inga bahwa handuk yang lembab dapat menjadi tempat tinggal kuman. . Namun jika memang masih digunakan. e. Ambil sabun secukupnya. Kapan saya menggunakan alkohol handrub ? a. d. Sabun cair lebih baik karena kuman dapat hidup di sabun batangan. Ketika tangan tidak tampak kotor. c. Ketika tidak tersedia sabun dan air mengalir.