You are on page 1of 11

LAPORAN PENDAHULUAN

GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH

Koordinator Mata Kuliah: Ermawari Dalami, S.Kp, M.Kes
Dosen Pembimbing: Lailatul Fadilah, S.Kep, Ners, M.Kep

Disusun Oleh : Tingkat II DlV

1. Arti Aryaningtyas 8. Ikroyanah
2. Aulia Zulfa Mufida 9. Riri Andriani
3. Eka Trisnawati 10. Rista Safitri
4. Holau Hatina 11. Roihatul Jannah
5. Iin Suharni 12. Siti Hanifah
6. Ika Trianingsih 13. Siti Nur Khofifah
7. Ike Gusiswanti

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN
JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG
PROGRAM STUDI DIV KEPRAWATAN
TAHUN 2016/2017

Aktualisasi diri adalah pernyataan diri tentang konsep diri yang positif dengan latar belakang pengalaman nyata yang sukses dan dapat diterima. Gangguan harga diri adalah keadaan ketika individu mengalami atau beresiko mengalami evaluasi diri yang negatif tentang kemampuan atau diri. Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh begaimana individu mengartikan pandangan orang lain tentang dirinya. Lynda Juall- Moyet. Konsep diri seseorang terletak pada suatu rentang respons antara ujung adaptif dan ujung maladaptif. Harga diri rendah adalah individu cenderung untuk menilai dirinya negatif dan merasa lebih rendah dari orang lain. B. harga diri rendah. yaitu aktualisasi diri. (Carpenito. RENTANG RESPON Konsep diri dipelajari mulai kontak social dan pengalaman berhubungan dengan orang lain. 2 . tidak berarti. yang dapat diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung. kekacauan identitas. (Stuart dan sundeen. b. konsep diri positif. dan merasa rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. LAPORAN PENDAHULUAN A. Konsep diri positif apabila individu mempunyai pengalaman yang positif dalam beraktualisasi diri dan menyadari hal-hal positif maupun yang negatif dari dirinya.2002). DEFINISI Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan-perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif. c.individu yang mempunyai harga diri rendah cenderung untuk menilainya negatif dan merasa dirinya lebih rendah dari orang lain. 2007) Harga diri rendah merupakan perasaan tidak berharga. dan depersonalisasi. a.

Ketegangan peran Ketegangan peran adalah rasa frustasi saat individu merasa tidak mampu melakukan peran yang bertentangan dengan hatinya atau tidak merasa sesuai dalam melakukan perannya. Identitas kacau adalah kegagalan individu mengintegrasikan aspek-aspek identitas masa kanak-kanak kedalam kematangan aspek psikososial kepribadian pada masa dewasa yang harmonis. terlalu dituruti. Konflik peran terjadi saat individu menghadapi dua harapan yang bertentangan dan tidak dapat dipenuhi. Kesalahan dan kegagalan berulang. Faktor Presipitasi Faktor pencetus terjadinya gangguan konsep diri bisa timbul dari sumber internal maupun eksternal klien. Penolakan. 3. otoriter. Persaingan antara keluarga. kepanikan serta tidak dapat membedakan dirinya dengan orang lain. Trauma Masalah spesifik dengan konsep diri adalah situasi yang membuat individu sulit menyesuaikan diri. Kurang penghargaan. 2. 6. ETIOLOGI Faktor Predisposisi Faktor. e. yaitu : a. Tidak mampu mencapai standar. dan terlalu banyak peran. b. d. terlalu dituntut. keraguan peran. Depersonalisasi adalah perasaan yang tidak realistis dan asing terhadap diri sendiri yang berhubungan dengan kecemasan. Berhubungan 3 .faktor yang mempengaruhi harga diri rendah meliputi : 1. 5. Pola asuh yang salah: overprotektif. 4. tidak konsisten. khususnya trauma emosi seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian yang mengancam kehidupannya. C. Ketegangan peran ini sering dijumpai saat terjadi konflik peran.

ukuran. 3) Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Mengkritik diri sendiri/orang lain. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh. h. k. b. Pesimis menghadapi hidup. o. d. panampilan. Gangguan berhubungan. 2) Transisi peran situasi terjadi dengan bertambahnya atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian. p. dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalaminya sebagai frustasi. Perubahan bentuk. Ketegangan peran. Prosedur medis keperawatan. Perilaku a. f. n. m. c. Mudah tersinggung/marah. Destruktif terhadap diri dan orang lain. Produktivitas menurun. Merasa bersalah dan khawatir. dan fungsi tubuh. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya. i. Penyalahgunaan zat. Merasa tidak mampu. ada tiga jenis transisi peran : 1) Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Merasa diri paling penting. Perubahan fisik berhubungan dengan tumbuh kembang normal. Perasaan negatif terhadap tubuh. e. Keluhan fisik. Menarik diri dari realitas & secara sosial. j. g. l. Pandangan hidup bertentangan. nilai-nilai dan tekanan penyesuaian diri. Penolakan kemampuan diri. 4 .

5 . dipenjara tiba-tiba).D. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai dan berbagai tindakan tanpa persetujuan 2. saya orang bodoh & tidak tau apa-apa 4. Kondisi ini dapat ditemukan pada pasien gangguan fisik yang kronis atau pada pasien gangguan jiwa E. Akibat harga diri rendah disertai harapan yang suram. pemeriksaan perianal) b. kecelakaan. PROSES TERJADINYA HARGA DIRI RENDAH Gangguan harga diri rendah dapat terjadi secara: 1. Klien sukar mengambil keputusan misalnya memilih alternatif tindakan 6. TANDA & GEJALA 1. Gangguan hubungan social. Pasien ini memiliki cara berpikir yang negatif. Misalnya: malu dan sedih karena rambut menjadi botak setelah menjalani terapi kemoterapi pada kanker. pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis. sehingga kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif pada dirinya. dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/ sakit/ penyakit. Kronik. Percaya diri kurang. 5. misalnya: saya tidak bisa. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain. misalnya harus dioperasi. seperti menarik diri. menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri. Merendahkan martabat. karena: a. perasaan malu karena sesuatu (korban pemerkosaan. 3. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. putus sekolah. PHK. Misalnya: ini tidak akan terjadi jika saya segera ke rumah sakit. dituduh KKN. yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama sebelum penyakit dirawat. mungkin dengan mengakhiri hidupnya. Situasional. dicerai pasangan. pemasangan kateter. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah. bentuk. Mencederai diri. 2. Privacy yang kurang diperhatikan. c. yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba. lebih suka menyendiri. Harapan akan struktur. misalnya: pemeriksaan fisik yang sembarangan. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit.

b. Marah/amuk pada diri sendiri 6 . aspirasi. Aktivitas yang dapat memberikan pelarian sementara dari krisis. Pertahanan jangka pendek a. Aktivitas yang sementara dapat menguatkan perasaan diri. Aktivitas yang dapat memberikan identitas pengganti sementara. seperti kompetisi pencapaian akademik. Fantasi d. MEKANISME KOPING 1. c. seperti kerja keras. dan lain-lain. Identitas negatif Asumsi identitas yang tidak wajar untuk dapat diterima oleh nilai-nilai harapan masyarakat. 3. agama. dan lain-lain. seperti ikut kegiatan sosial. dan potensi diri individu. Mekanisme pertahanan ego a. seperti penyalahgunaan obat. Displacement c. politik. Aktivitas yang mewakili upaya jarak pendek untuk membuat masalah identitas menjadi kurang berarti dalam kehidupan. b. Penutupan identitas Adopsi identitas prematur yang diinginkan oleh orang yang penting bagi individu tanpa memperhatikan keinginan.F. d. Proyeksi b. Disosiasi e. 2. Isolasi f. Pertahanan jangka panjang a. nonton.

7 . Isolasi social : menarik diri. Risiko perilaku kekerasan.G. 3. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah 2. POHON MASALAH Risiko Perilaku Kekerasan: Risiko Isolasi Sosial: Amuk Menarik Diri Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah Koping Keluarga Tidak Efektif Daftar Diagnosa: 1.

 Pandangan hidup yang pesimis  Penurunan produktifitas  Penolakan terhadap kemampuan diri  terlihat dari kurang memperhatikan perawatan diri  Berpakaian tidak rapih.  Pasien dapat merencanakan kegiatan yang sudah dilatihnya. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SPTK) A. Tujuan  Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.  Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih. 2. Diagnosa Keperawatan Gangguang konsep diri : harga diri rendah 3. Kondisi Pasien  Mengkritik diri sendiri.  Lebih banyak menunduk.  Selera makan kurang  tidak berani menatap lawan bicara.  Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.  Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan. 8 .  Perasaan tidak mampu. PROSES KEPERWATAN 1. sesuai kemampuan.

Menganjurkan klien memasukan latihan kemampuan pertama kedalam kegiatan sehari-hari SP 2: 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien 2. Membantu klien dan melatih kemampuan ketiga yang dipilih 3. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien 2. Menganjurkan klien memasukan latihan kemampuan keempat ke dalam jadwal harian 9 . 2. Mengidentifikasi penyebab harga diri rendah 3. Membantu klien dan melatih kemampuan keempat yang dipilih 3. Melatih kemampuan pertama yang dilatih 6. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien 2. Tindakan Keperawatan SP 1: 1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien Untuk membantu pasien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih dimilikinya .4. perawat dapat : 5. Menganjurkan klien memasukan latihan kemampuan ketiga ke dalam jadwal harian SP 4: 1. Mengidentifikasi tanda dan gejala harga diri rendah. Membantu klien memilih dan melatih kemampuan kedua yang dipilih 3. Menganjurkan klien memasukan latihan kemampuan kedua ke dalam jadwal harian SP 3: 1. Mengidentifikasi akibat harga diri rendah 4.

Tujuan tindakan / pembicaraan 2. Kontrak : topic. Evaluasi validasi c. Fase Orientasi a. Evaluasi respon pasien : subjektif dan objektif b. Rencana tindak lanjut c. dan tempat) 10 . Kontrak yang akan datang (topic. dan tempat d. Salam terapeutik b. Fase Terminasi a. STRATEGI KOMUNIKASI 1.B. waktu. waktu. Fase Kerja 3.

Yogyakarta: Andi Ah. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa.Yusuf dkk. DAFTAR PUSTAKA Muhith. Pendidikan Keperawatan Jiwa: Teori dan Aplikasi. 2015. Jakarta: Salemba Medika 11 . Abdul. 2015.