You are on page 1of 23

Road Map Sistem Informasi Kesehatan Dinkes DKI Jakarta

Skala Prioritas (Skala 1-5)


No Objectives and Sub-Objectives Resources Mean of Measurements
Urgensi Dampak
1 Regulasi dan Panduan SIK
1.1 Regulasi

Peraturan penggunaan sistem elektornik di


a Kepemilikan data dan data sharing Faskes dan pertukaran data elektronik untuk 4 5
pelayanan kesehatan pasien

Penetapan peraturan standar data element


b Standar data kesehatan (agregat dan individu) kesehatan yang dikumpulkan dan digunakan 5 5
untuk menilai perfoma kesehatan di DKI Jakarta.

Peraturan pertukaran dara elektronik antar


c Pertukaran data elektronik antar Fasilitas kesehatan 4 5
fasilitas kesehatan

1.2 Panduan SIK

Tersedia panduan pengembangan SIM


Pedoman Puskesmas yang menjadi referensi bagi
Pengembangan Sistem
a Panduan Teknis Pengembangan SIM Puskesmas pengembang Puskesmas di DKI Jakarta. Panduan 5 5
Informasi Kesehatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh Klinik maupun
Daerah - Puskesmas praktek pribadi (untuk aspek UKP)

Pedoman Tersedia panduan teknis pengembangan SIM


Pengembangan Sistem Rumah Sakit yang digunakan sebagai referensi
b Panduan Teknis Pengembangan SIM Rumah Sakit Informasi Kesehatan 5 5
RS, baik pemerintah maupun swasta di DKI
Daerah - Rumah Sakit Jakarta
Tipe D
Pembuatan SOP aliran data dan integrasi data
Pedoman Pelaporan
kesehatan masyarakat (data agregat), baik
c SOP aliran data dan Integrasi data Puskesmas dan Rumah 5 5
pelayanan kesehatan, program kesehatan, lintas
Sakit (Ke EIS) sektor (BPJS, BPS)

Pembuatan SOP akses data kesehatan untuk


SOP aksesibilitas data kesehatan (lembaga internal
d lembaga internal, lembaga eksternal dan 3 5
dan eksternal, serta masyarakat) masyarakat

Pedoman Penilaian Pembuatan SOP untuk menilai kualitas data


e SOP kualitas data Mandiri Kualitas Data 3 5
kesehatan per masing-masing sumber data
Kesehatan (PMKDR)

2 Leadership dan tatakelola SIK

SK Tatakelola SIK yang mencakup Dinas, Sudin dan


a SK tatakelola SIK dari Kadinkes 5 5
Faskes

Tersusunnya Tupoksi Unit SK sebagai unit


b Struktur Organisasi SIK sebagai unit 5 5
layanan manajemen informasi kesehatan

c Kegiatan koordinasi (working group) 5 5


d Leadership 5 5

3 Sumber Daya SIK


3.1 Sumber Daya Manusia

Penambahan jumlah tenaga SIK dengan berbagai


a Jumlah tenaga SIK di Dinkes 5 5
latar belakang di Dinkes DKI

Jumlah tenaga SIK di Sudin Penambahan jumlah tenaga SIK di Sudin

Jumlah sertifikat kompetensi, pelatihan, seminar,


konferensi yang diikuti staf SIK dan Jumlah
b Peningkatan kompetensi tenaga SIK narasumber yang diundang untuk mendampingi 4 5
kegiatan SI/TI di Dinkes, Puskesmas, RS, Program
Kesehatan

Jumlah pelatihan End User penggunaan SI/TI,


c Capacity building end user Manajemen Data dan Informasi untuk pengguna 5 5
baik Dinkes, Sudin, Faskes

d Tupoksi tenaga SIK Tupoksi Staf Dokumen Tupoksi Staf SIK 5 5


3.2 Penganggaran Kegiatan SIK
Alokasi anggaran untuk penambahan jumlah staf
a Anggaran penambahan staf 5 5
sesuai kondisi ideal
Mata anggaran
b Anggaran kegiatan SIK rutin Alokasi anggaran untuk kegiatan SIK Rutin 5 5
kegiatan SIK

Rapat Sinkronisasi Identifikasi potensi sumber anggaran kegiatan


c Pemetaan sumber anggaran kegiatan SIK 5 5
Anggaran untuk SIK SIK dari Dinkes, Sudin, Faskes, Program

3.3 Sumber Data dan Aliran Data

WHO Health Indicators Jumlah indikator yang terdokuemntasi definisi


List operasional indikator, metode penghitungan dan
a Indikator Kesehatan (http://www.who.int/h 5 5
tampilan visualisasi yang direkomendasikan.
ealthinfo/indicators/20 Dilakukan per Program
18/en/)

Jumlah format laporan per masing-masing


b Standar format pelaporan di DKI program dan pelayanan kesehatan (what, where, 5 5
when)

4 Penggunaan Sistem Elektronik


Integrasi dan Interoperabilitas Sistem Informasi
4.1 Kesehatan

Rencana Strategis
a Desain arsitektur Sistem Elektronik Terintegrasi Dokumen desain arsitektur SIM terintegrasi 5 5
eHealth Nasional
Jumlah data element per masing-masing
Standar data element yang digunakan di Dinkes DKI Kamus Data Kesehatan program, pelayanan kesehatan (laporan rutin
b 5 5
(Terminology Service) Kemenkes Faskes), data non rutin (survey kesehatan, data
kependudukan) dan data lintas sektor

Master Health Facility


c Sistem Registrasi fasilitas kesehatan List Kemenkes Master data fasilitas kesehatan di DKI Jakarta 5 5
Perizinan DKI Jakarta

d Sistem Registrasi Tenaga Kesehatan Master data tenaga kesehatan di DKI Jakarta 5 5

Web service penggunaan data kependudukan


e Integrasi dengan Dukcapil (Registrasi Klien) untuk pelayanan kesehatan perorangan di DKI 5 5
Jakarta

Panduan teknis untuk integrasi data yang berasal


Satu Data Kesehatan dari laporan rutin (Fasilitas Kesehatan, Program
f Data repository laporan kesehatan tingkat nasional Nasional (platform 5 5
Kesehatan) dan Non Rutin (Survey Kesehatan)
DHIS2) melalui aplikasi EIS

Katalog Web Service Tersedia panduan teknis interoperabilitas sistem


Sandard interoperabilitas pertukaran data elektronik BPJS Kesehatan informasi untuk 1). Pemanfaatan data dukcapil,
g (http://dvlp.bpjs- 5 5
antar sistem informasi 2). Pengiriman dan pertukaran data Resume
kesehatan.go.id:8081/K Medis pelayanan kesehatan
atalogWsSEP/Peserta)

4.2 Pengembangan Bank Data Kesehatan


Menggunakan aplikasi EIS sebagai data
repository kesehatan di DKI Jakarta dan
Dashboard Executive memfasilitasi pengiriman data dari Dinkes DKI ke
a Sistem Informasi Manajemen Kesehatan DKI Jakarta Information Systems 5 5
Kemenkes. Dashbaord executive tersedia,
(EIS) digunakan untuk pengambilan keputusan dan
terintegrasi di smart city

Server cloud untuk mengumpulkan resume


b Shared health records (resume medis terpusat) 2 5
medis dari Faskes

4.3 Pengembangan Sistem Informasi Transaksional

Penyusunan panduan pengembangan


a Standard software dan database development 5 5
aplikasi/software Kesehatan
Pengembangan Rekam Kesehatan Elektronik RS SIM RSU tipe D mencakup modul front office dan
b 5 5
(SIMRS) Tipe D backoffice
Pengembangan Rekam Kesehatan Elektronik
c SIM Puskesmas berbasis cloud 5 5
Puskesmas

Pengembangan SIM Rujukan (Appointment rawat SIM Rujukan online tersedia dan digunakan
d 5 5
jalan, dan Rujukan Rawat Inap Khusus) fasilitas kesehatan

6 program kesehatan dikembangkan berbasis


e Pengembangan SIM Program Kesehatan (eSehat) 2 4
mHealth (Mobile Apps)

f Penyempurnaan dan pemanfaatan aplikasi KPLDH KPLDH Analisis data KPLDH 5 5

5 Manajemen Data dan Informasi


Kegiatan validasi data setiap bulan di Dinkes,
a Analisis kualitas data secara rutin 5 5
Sudin dan Puskesmas

Tersedianya buku panduan untuk visualisasi data


b Panduan visualisasi data kesehatan 3 3
kesehatan

Respon 1x24 jam permintaan informasi


Layanan informasi kesehatan (analisis, visualisasi dan
c kesehatan baik dari pihak internal maupun 5 5
interpretasi) eksternal

Informasi kesehatan komprehensif tersedia dan


Penggunaan informasi kesehatan untuk pengambilan
d dapat diakses oleh semua level (vertikal) dan 5 5
keputusan semua bidang (horizontal)

Diseminasi informasi kesehatan secara lintas


e Diseminasi informasi kesehatan 3 5
sektor
kala Prioritas (Skala 1-5) Target
Mampu Skor Detail aktivitas
2018 2019 2020 2021 2022 Keterangan
Laksana

Umumnya membuat naskah akademik, membuat draft peraturan,


melakukan konsensus bersama dengan stakeholder yang terlibat,
5 14 X kemudian direview oleh Biro Hukor (dengan kemungkinan revisi).
Setelah peraturan ditandatangi, selanjutnya adalah sosialisasi,
diseminasi dan pemantauan compliance terhadap regulasi

Membuat acuan standard data agregat dan individu yang merujuk


1 11 X X pada Kamus Data Kesehatan Indonesia http://idn-hdd.kemkes.go.id)

Membuat regulasi standar pertukaran data elektronik antar fasilitas


kesehatan dalam rangka pelayanan rujukan, jaminan pelayanan
3 12 X kesehatan dan penggunaan data untuk monitoring, evaluasi dan
penelitian

Disusun draft panduan, membuat konsensus bersama penanggung


jawab SIM Puskesmas, revisi draft dan sosialisasi. Kegiatan evaluasi
5 15 X dapat dilakukan dengan melihat kesesuaian SIM Puskesmas dengan
dengan panduan yang sudah disepakati

Penyusunan draft panduan, membuat konsensus bersama antar


pengembang SIM RS, revisi draft, finalisasi dan sosialisasi. Kegiatan
5 15 X evaluasi dapat dilakukan dengan melihat kesesuaian pengembangan
SIMRS dengan yang dilakukan tim IT rumah sakit dengan Panduan
yang sudah dibuat
Penyusunan draft panduan, membuat konsensus bersama pemegang
program dan lintas sektor, melakukan revisi draft, finalisasi serta
2 12 X sosialisasi. SOP Integrasi dan Aliran Data di evaluasi dengan melihat
jumlah data element (atau jumlah program) yang terlah terintegrasi
dari level Fasilitas Kesehatan

Penyusunan draft panduan, membuat konsensus bersama pemegang


program kesehatan dan lintas sektor (Kominfo, BPJS, BPS, Jakarta
Smart Health City, Fasilitas Kesehatan Pemerintah dan Swasta),
5 13 x melakukan revisi draft, finalisasi serta sosialisasi. Evaluasi kegiatan
dengan mengukur berapa banyak lintas sektor, faskes dan masyarakat
memanfaatkan data kesehatan.

Penyusunan draft panduan penilaian kualitas data, membuat


konsensus bersama pemegang program kesehatan dan lintas sektor ,
5 13 x melakukan revisi draft, finalisasi serta sosialisasi. Evaluasi kegiatan
dengan mengukur jumlah data yang dinilai kualitasnya

Penyusunan draft SK tatakelola SIK, workshop/diskusi dengan


stakeholder. Tatakelola SIK berisi kombinasi pengelolaan SIK yang
5 15 x sentralisasi dan yang terdesentralisasi (Faskes Pemerintah dan Swasta
dan UPT). Membagi peran antara regulator, operator, developer

Membuat unit SIK sebagai unit layanan manajemen informasi


kesehatan di wilayah DKI Jakarta, baik untuk kebutuhan internal
Dinkes (termasuk pengelolaan SIK di internal Faskes ) maupun
1 11 x layanan informasi kesehatan untuk pihak eksternal. Staf di dalam Unit
SIK terdiri dari berbagai latar belakang manajeman SI, Teknis
(programmer, system analyst, database, jaringan), data science
(analisis data kesehatan).

Membentuk beberapa working group SIK (Working Grup SIM


Puskesmas, Working Grup SIM Rumah Sakit, Working Grup Integrasi
5 15 x x x x x Data Program, Working Grup Interoperabilitas (rujukan). Working
group melakukan koordinasi rutin
Melakukan koordinasi di tingkat Dinkes untuk kegiatan SIK baik secara
5 15 x x x x x vertikal (Dinkes, Sudin, Puskesmas, RS) dan horizontal (antar program
kesehatan dan lintas sektor)

Melakukan rekrutmen tenaga SI/TI untuk mendukung kegiatan


pengembangan, penyusunan standar data, implementasi,
1 11 4 Jumlah staf penggunaan informasi dan audit sistem informasi di lingkungan Dinas
Kesehatan

Rekrutment tenaha SI/TI untuk mendukung pelayanan manajamen


informasi kesehatan (integrasi data kesehatan, kompilasi data,
6 Jumlah staf analisis, visualisasi dan diseminasi informasi kesehatan) di tingkat
Sudin

Mengirimkan staf SI/TI untuk mengikuti pelatihan, pendidikan,


seminar atau melakukan studi banding untuk meningkatkan wawasan
1 10 4 4 4 Jumlah staf dan kompetensi. Mengundang narasumber untuk mendampingi
kegiatan SIK

kegiatan yang Capacity building yang dikelola oleh Dinkes atau Sudin untuk staf di
5 15 10 10 10 Jumlah internal di lembaga. Capacity building difasilitasi oleh Unit SIK Dinas
dilakukan Kesehatan dan Sudin

Menyusun tupoksi tenaga SIK, melakukan konsensus Tupoksi dan


5 15 x diseminasi tupoksi SIK secara internal maupun eksternal

Mengusulkan anggaran rekrutmen staf kontrak ke Pemerintah Daerah


1 11 X X melalui SDM
Kegiatan rutin mencakup semua aspek kegiatan SIK antara lain:
Pengembangan SIM, Pelayanan SIK, manajemen data dan informasi
kesehatan (regulasi, tatakelola, sumber daya dan pemanfaatan
5 15 x x x x x informasi kesehatan), kegiatan pertemuan internal dan eksternal
(diseminasi dan advokasi informasi kesehatan), capacity building staf
SI/TI dan pelatihan End User

Melakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Sudin, Program-


5 15 X X X X X program Kesehatan, Fasilitas Kesehatan Pemerintah untuk
mensinkronkan anggaran dalam rangka penguatan SIK

Mendokumentasikan definisi operasional indikator kesehatan yang


dikelola oleh masing-masing program kesehatan dan Fasilitas
1 11 4 4 5 5 Per Seksi Kesehatan untuk melengkapi indikator yang tertuang dalam Renstra
Dinkes sudah tersedia

Bersama dengan masing-masing program, membuat standar format


pelaporan Excel. Mengumpulkan format laporan per Program (Lebih
dari 26 program kesehatan menggunakan Excel), membuat standard
2 12 12 4 Per Seksi format pelaporan dengan memasukkan kode fasilitas kesehatan,
periode pelaporan dan data element), menggunakan standar tersebut
untuk data prospektif

Menyempurnakan desain arsitektur sistem informasi elektronik untuk


kesehatan di lingkungan Dinkes, Sudin, Faskes, Data Kependudukan,
5 15 1 Data Fasilitas Kesehatan, Data Tenaga Kesehatan, Terminologi
Kesehatan dan berbagai aplikasi yang telah digunakan dan akan
dikembangkan Dinkes dan Faskes
Mendokumentasikan standar data element yang digunakan di Dinkes
Per Program, Per DKI baik data agregat maupun data individual dari transaksi data
2 12 x x Sistem Informasi elektronik. Standard data element yang dimaksud adalah pembuatan
elektronik kamus data kesehatan

Per jenis Faskes sesuai Mengembangkan Registrasi Fasilitas Kesehatan baik pemerintah
Permenkes (RS, maupun swasta dengan kodifikasi yang standar. Data Fasilitas
5 15 2 1 1 1 1 Puskesmas, Klinik, Kesehatan berkaitan dengan Perizinan dan Akreditasi. Kodifikasi data
Apotik, Praktek fasilitas kesehatan digunakan untuk menghubungkan berbagai
Mandiri) sumber data dan pelayanan rujukan

Mengembangkan Registrasi Data individu tenaga kesehatan baik


3 13 X Pemerintah maupun Swasta yang digunakan untuk sistem rujukan,
pertukaran data elektronik, monitoring surat tanda registrasi

Mengembangkan sistem elektronik (seperti mobile apps) yang


terhubung dengan data Dukcapil dalam rangka mempermudah
5 15 X pelayanan kesehatan dan pelayanan rujukan (pertukaran data
elektrinik antar fasilitas kesehatan)

Mengembangkan layanan (web-service) bridging laporan dari sistem


Per jenis laporan baik elektronik maupun semi-elektronik dari berbagai sumber (program-
program kesehatan) ke EIS, membuat panduan integrasi data,
5 15 4 4 4 4 dari laporan UKP melakukan konsensus standard integrasi data kesehatan, sosialisasi
maupun UKM serta melakukan evaluasi terhadap kesesuaian panduan integrasi data
dengan kebutuhan

Disusun draft panduan teknis interoperabilitas sistem informasi


elektronik, membuat konsensus bersama pengembang sistem
informasi, revisi draft dan sosialisasi. Kegiatan evaluasi dapat
5 15 x dilakukan dengan menghitung berapa panduan standar yang telah
dibuat (ex: Resume Medis, Lab) dan berapa sistem informasi yang
dapat mempertukarkan data elektronik
Mengolah data kesehatan menjadi informasi kesehatan yang
bermakna (meaningful use), mengembangkan layanan web service di
5 15 x x dalam EIS untuk terhubung dengan Jakarta Smart Safe City (JSSC) dan
sistem informasi manajemen kesehatan nasional (Kemenkes)

Membuat data repository resume medis pelayanan pasien dari


Fasilitas Kesehatan di tingkat Dinkes untuk memfasilitasi longitudinal
1 8 X medical record pasien di DKI Jakarta yang dapat dimanfaatkan
Fasilitas Kesehatan dalam rangka pelayanan medis

Menyusun panduan teknis pengembangan sistem informasi


1 11 x elektronik, baik untuk interface dan database
Pengembangan sistem informasi RS Tipe D untuk front office dan back
5 15 x x x x x office
Pengembangan sistem informasi Puskesmas yang terpusat untuk front
2 12 x x x x x office (Kegiatan UKP dan UKM) dan back office
Implementasi SIROJALIK dan SIRONAPSUS untuk semua fasilitas
SIROJALIK,
5 15 x x kesehatan di DKI Jakarta (Puskesmas, layanan tingkat dasar dan
SIRONAPSUS Rumah Sakit). Terhubung dengan Sistem Rujukan BPJS Kesehatan

Mengembangkan Android Apps dengan sistem backend yang terpusat


Per Aplikasi (Caten, di Dinas Kesehatan dan terhubung dengan sistem informasi
1 7 1 1 1 1 1 Balita, PKPR, Breksit, Puskesmas. Pemanfatan Mobile Apps untuk semua Puskesmas di
Hirosima dan HOT) lingkungan Dinkes

Sistem KPLDH sudah Melakukan analisis data KPLDH untuk menilai status kesehatan di
5 15 X X masyarakat, monitoring dan evaluasi program kesehatan, serta
tersedia menindaklanjuti pelayanan medis di masyarakat
Kegiatan rutin untuk melakukan analisa kualitas data yang bersumber
dari berbagai program kesehatan. Kualitas data dinilai dari
3 13 x x x x Kelengkapan (completeness), Konsistensi data (consistency), sesuai
(coherence), Ketepatan waktu (timeliness), mengikuti standard
(conformity), dapat dilacak kembali (integrity)

Membuat buku panduan visualisasi data kesehatan yang digunakan di


5 11 x x x x lingkungan Dinkes (program kesehatan, Sudin) dan Unit Pelayanan
Teknis

Meresepon terhadap permintaan informasi kesehatan baik dari pihak


3 13 x x x x internal maupun eksternal

Menyediakan informasi kesehatan dalam rangka mendukung


pengambilan keputusan di semua leve administrasi (vertikal: Dinkes,
1 11 x x x x Sudin, Faskes) dan semua bidang (horizontal: Program-program
kesehatan.)

Melakukan diseminasi informasi kesehatan setidaknya 1 kali per


tahun dengan mengundang Pemda, Kominfo, Jakarta Smart Safe City,
BPS, BPJS, SKPD lain dan Unit Pelayanan Teknis di lingkungan DKI
5 13 x x x x Jakarta. Menampilkan informasi kesehatan yang dapat diakses
masyarakat sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik Dinkes
DKI Jakarta
Monitoring dan Evaluasi SIK di Dinas Kesehatan
Logical Framework

Tujuan Indikator

Goal
Penggunaan Informasi Kesehatan untuk Dashboard Informasi Kesehatan
Terintegrasi
pengambilan keputusan

Pengetahuan dan Kompetensi SIK


meningkat

Purpose/Outcome Semua End User terbiasa menggunakan


Meningkatkan pengetahuan dan Sistem Informasi Elektronik
kompetensi informasi kesehatan bagi
tenaga kesehatan dan masyarakat

Budaya informasi kesehatan

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat


lebih baik

SDM untuk SIK

Pembiayaan

Input/Sumber Daya
Tersedia sumber daya yang memadai Infrastruktur
untuk menjalankan SIK di DKI Jakarta

Fasilitas Pendukung

Kebijakan
Pertemuan Rutin

Poses dan aktivitas SIK


Terlaksanya kegiatan untuk memperkuat Pelatihan
peran SIK di DKI Jakarta

Penyusunan Standar Data

Layanan SI/TI

Regulasi

Staf Unit IT

Tatakelola SI/TI

Tersedianya standard data

Output
Output kegiatan SIK digunakan untuk Tersedianya panduan teknis SIM
manajemen pelayanan kesehatan,
manajemen lembaga dan manajemen
sistem kesehatan
manajemen pelayanan kesehatan,
manajemen lembaga dan manajemen
sistem kesehatan

Pengembangan SIM Transaksional

Semua output dari sistem informasi


elektronik dapat diakses di satu tempat

Peningkatan Kompetensi End User dalam


penggunakan SIM

Kegiatan Diseminasi dan Advokasi


Cara pengukuran

Jumlah stakeholder yang telah memiliki akses


terhadap dashboard informasi kesehatan

Jumlah sertifikat kompetensi yang dimiliki staf SIK


sesuai dengan bidang kerjanya

Peningkatan level Information literacy bagi End


User dan masyarakat dalam memanfaatkan
layanan kesehatan

Jumlah End User yang dapat menggunakan SIM


yang sesuai dengan pekerjaannya tanpa kesulitan

Jumlah manajer kesehatan menengah dan atas


yang menggunakan informasi kesehatan untuk
pengambilan keputusan

Jenis informasi pelayanan kesehatan yang dapat


diakses masyarakat baik pelayanan perorangan
(seperti pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat
inap) dan pelayanan kesehatan masyarakat
(surveilans penyakit, potensi outbreaks)

Tersedia SDM tetap dan kontrak di Dinkes,


Pengelola SIK di Sudin, Tenaga TI di RS Tipe D dan
Puskesmas
Sudah tersedia anggaran dari Dinkes, Sudin , Faskes
(Puskesmas, RS)
Jumlah server yang digunakan untuk berbagai
aplikasi transaksional dan data repository (bank
data)

Akses internet di semua UPT Dinkes DKI Jakarta


dengan Ratio 1 user : 500-1000 Kbps

Adanya struktur organisasi Unit SIK di Dinkes, Sudin


dan Faskes serta Ruang Kerja yang representatif

Tersedianya regulasi terkait SIK di DKI Jakarta dan


SOP pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan
Daerah
Jumlah pertemuan rutin Unit TI yang dilakukan
untuk berbagai kegiatan seperti pembuatan
standar data, pembuatan SOP, pembuatan regulasi,
pembuatan panduan teknis dan lainnya

Jumlah pertemuan rutin yang melibatkan lintas


program dan lintas sektor yang dikoordinasi oleh
unit SIK

Jumlah sertifikasi yang dimiliki oleh staf Unit SIK

Jumlah staf End User yang dilatih menggunakan


SIM sesuai bidang pekerjaan

Jumlah metadata sistem transaksional (individu)


yang didokumentasikan

Jumlah metadata output laporan (agregat) yang


didokumentasikan

Jumlah technical support yang dilayani

Jumlah regulasi terkait SIK

Jumlah SOP manajemen sistem informasi yang


dibuat

Jumlah staf unit IT dengan berbagai latar belakang


dan kompetensi (Referensi rasio 1: 52). Baik di level
Dinas Kesehatan maupun di Fasilitas Kesehatan

Dokumen tatakelola dan tupoksi unit SI/TI

Jumlah standard data yang didokumentasikan

Panduan teknis pengembangan SIM Puskesmas

Panduan teknis pengembangan SIM RS

Panduan teknis integrasi data agregat

Panduan teknis penggunaan data Dukcapil untuk


pelayanan kesehatan
Panduan teknis interoperabilitas data resume
medis

Jumlah SIM transaksional yang dikembangkan


untuk kegiatan UKM (Layanan di Masyarakat), dan
UKP (Layanan Kesehatan Dasar dan Layanan
Tingkat Lanjutan)

Tersedianya sumber data dari pelayanan kesehatan


rutin (Yankes, Program Kesehatan) dan non rutin
(survey) yang terintegrasi dalam sistem informasi
manajemen kesehatan DKI Jakarta (EIS)

Jumlah End User yang dilatih menggunakan SIM


sesuai pekerjaannya

Jumlah kegiatan diseminasi dan Advokasi informasi


kesehatan yang dilakukan Dinkes
Asumsi Kesinambungan

Semua stakeloder rutin menggunakan dashboard informasi


kesehatan untuk pengambilan keputusan dan manajemen
kesehatan

Terdapat pembagian area kompetensi Staf Unit SIK di


Dinkes DKI Jakarta dalam rangka menjalankan Tupoksi SIK

End User dan Masyarakat familiar dengan ketersediaan


informasi kesehatan

Tidak ada end user yang kesulitan dalam menggunakan


sistem transaksi data elektronik

Informasi kesehatan digunakan untuk manajemen


kesehatan, mulai dari perencanaan, budgeting, kontrol
kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan kesehatan

Masyarakat dapat mengakses informasi pelayanan


kesehatan dengan mudah

Jumlah SDM khusus SIK terpenuhi dan bekerja sesuai


dengan tupoksi-nya

Anggaran direncanakan setiap tahun sesuai dengan


kebutuhan pengelolaan SIK di Dinkes, Sudin dan Faskes

Server digunakan untuk operasional, training dan


pengembangan (development)

Bandwith yang disediakan sesuai dengan kebutuhan jumlah


pengguna yang memanfaatkan sistem informasi elektronik

Level struktur organisasi yang strategis untuk memberikan


pelayanan secara internal (Lintas Program Kesehatan) dan
eksternal (linta sektor)

Regulasi dan SOP yang dibuat mendukung pengembangan


SIK di DKI Jakarta, sesuai dengan tahapan pengembngannya
Pertemuan rutin dianggarkan tahunanan. Setiap pertemuan
memutuskan berbagai kesepakatan bersama untuk
ditindaklanjuti

Pertemuan rutin lintas program dan lintas sektor


dikoordinasi oleh Unit SK. Setiap pertemuan dapat
memberikan masukan terhadap pengembangan dan
pemeliharaan SIK untuk DKI Jakarta
Sertifikat kompetensi dimiliki oleh staf Unit SIK yang
diperbaruhi secara berkala
End user mudah dalam menggunakan sistem informasi
elektronik sesuai dengan bidang kerjanya dan dapat
mendukung pekerjaan rutin
Metadata digunakan untuk pengembangan sistem
transaksional (Mobile Apps, SIM Puskesmas, SIM Rumah
Sakit)
Metadata digunakan sebagai panduan untuk integrasi
output laporan dari berbagai sistem informasi (elektronik
maupun semi elektronik)
Respon trouble shooting penggunaan sistem informasi
elektronik kurang dari 1x24 jam.

Regulasi diputuskan dan digunakan

SOP digunakan untuk mengelola data dan informasi di


semua program

Unit IT memiliki staf tetap untuk mengelola data dan


informasi kesehatan di level makro dan mikro

tatakelola SI/TI diterapkan dan diperbarui sesuai kebutuhan

Standar data dipakai di semua sistem ifnormasi


transaksional baik lembaga pemerintah (dinas kesehatan
fasilitas kesehatan) maupun swasta
Panduan teknis digunakan dan diupdate sesuai
perkembangan kebutuhan
Panduan teknis digunakan dan diupdate sesuai
perkembangan kebutuhan

Panduan teknis integrasi data dapat diakses oleh


pengembang sistem informasi dan dijadikan panduan
integrasi data kesehatan di Dinkes DKI

Semua sistem informasi transaksional dapat mengakses


data Dukcapil untuk mengambil data sosio-demografi
penduduk dalam rangka pelayanan kesehatan di lingkungan
DKI Jakarta
Panduan teknis interoperabilitas data resume medis dapat
diakses oleh pengembang sistem informasi dan dijadikan
panduan integrasi data kesehatan di Dinkes DKI

SIM Transaksional digunakan secara rutin untuk kegiatan di


masyarakat (Ex: KPLDH, Pelayanan Lansia, Caten, KLB,
Breksit, dll), kegiatan pelayanan kesehatan dasar (SIM
Puskesmas terintegrasi) dan kegiatan pelayanan kesehatan
lanjutan (SIM RS Tipe D)

Dashboard EIS digunakan di semua level administras


kesehatan dalam rangka manajemen kesehatan dan
pengambilan keputusan

End user mempersepsikan SIM bermanfaat untuk pekerjaan


sehari-hari, mudah dalam menggunakan, tersedia
dukungan teknis yang cepat

Pemda dan SKPD di lingkungan DKI Jakarta dapat melihat


informasi kesehatan kesehatan dengan mudah