You are on page 1of 6

Judul Penelitian : Formulasi Gel Estrak Batang Brotowali (Tinospora crispa, L.

)
Peneliti : Anisa Dita Rahmawati
NIM : 1404003

Tahun
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Metode Hasil Kesimpulan Sumber
Terbit
1. Nuryanti, 2015 Aktivitas Eksperimental KHM ekstrak etanolik Formula shampo terbaik Kartika J. Ilm
Warsinah, Antifungi Shampo batang brotowali terhadap memiliki zona hambat Far
Gitanti dan Krim Ekstrak P. ovale adalah 900 ppm antifungi kategori kuat
Rohman, Etanolik Batang dan terhadap T. 13,43±3,18 mm dengan
Windhiana Brotowali mentagrophytes 3,9 ppm. persen daya hambat
Sapti Argi Terhadap Formula shampo terbaik 69,12%. Formula krim
Pityosporum memiliki zona hambat terbaik memiliki zona
Ovale dan antifungi kategori kuat hambat antifungi kategori
Trichophyton 13,43±3,18 mm dengan sedang 8,42±0,38 mm
mentagrohytes persen daya hambat dengan persen daya
69,12%. Formula krim hambat 62,74%.
terbaik memiliki zona
hambat antifungi kategori
sedang 8,42±0,38 mm
dengan persen daya
hambat 62,74%.
1
2. Ester Natalia 2012 Formulasi Gel Eksperimental Karakteristik simplisia Ekstrak rimpang jahe Departemen
Panjaitan1, Dari Ekstrak diperoleh kadar air merah dapatdiformulasi Biologi
Awaluddin Rimpang Jah 7,96%, kadar sari larut dalam sediaan gel Farmasi,
Saragih1 (Zingiber air 21,78%, kadar sari berbasis HPMC dan Fakultas
dan officinale Roscoe) larut etanol 10,43%, kadar formula sediaan yang Farmasi
Djendakita abu total 3,42%, dan paling baik berdasarkan Universitas
Purba2 kadar abu tidak larut asam mutu fisik dan uji Sumatera
1,32%. penilaian organoleptik Utara
2
Hasil pemeriksaan sediaan adalah formula Departemen
stabilitas sediaan sediaan gel dengan Teknologi
menunjukkan bahwa ekstrak rimpang jahe Farmasi,
tidak ada terjadi merah 4%. Fakultas
perubahan konsistensi, Farmasi
warna, dan aroma Universitas
kecuali pada sediaan gel Sumatera
8% yang mengalami Utara
perubahan konsistensi,
yaitu pemisahan fase
selama penyimpanan.
Sediaan gel yang
dihasilkan homogen dan
mempunyai range
pH 5,3-6,0. Sediaan gel
mengalami penurunan
viskositas selama
penyimpanan. Pada uji
iritasi, sediaan gel 6% dan
8% dapat menyebabkan
kulit kemerahan dan
gatal-gatal.

3. Tiara Mappa, 2013 Formulasi Gel Eksprimental Gel ekstrak daun Gel ekstrak daun Jurnal Ilmiah
Hosea Jaya Ekstrak Daun sasaladahan dengan sasaladahan dengan Farmasi –
Edy, Novel Sasaladahan variasi konsentrasi 5%, variasi konsentrasi 5%, UNSRAT
Kojong Peperomia 10% dan 15% 10% dan 15%
Pellucida (L.) memenuhi 4 uji memenuhi 4 uji
H.B.K) Dan Uji parameter evaluasi parameter evaluasi
Efektivitasnya sediaan gel yaitu uji sediaan gel yaitu uji
Terhadap Luka organoleptik,homogenitas, organoleptik,homogenitas,
Bakar Pada pH dan konsistensi pH dan konsistensi,
Kelinci sementara hasil uji daya sementara hasil uji daya
(Oryctolagus sebar belum memenuhi sebar belum memenuhi
Cuniculus) syarat daya sebar yang syarat daya sebar yang
baik (5-7 cm). Hasil uji baik (5-7 cm). Hasil uji
efektivitas menunjukkan efektivitas menunjukkan
gel ekstrak daun gel ekstrak daun
sasaladahan dengan sasaladahan dengan
variasi konsentrasi 5%, variasi konsentrasi 5%,
10% dan 15% 10% dan 15%
memilki efek memilki efek
penyembuhan terhadap penyembuhan terhadap
luka bakar. luka bakar.
4. Deni 2013 Formulasi Gel Eksperimental Hasil evaluasi sediaan Dari penelitian yang Jurnal
Anggraini1, Antijerawat dari menunjukkan sediaan gel dilakukan dapat Penelitian
Noveri Ekstrak Etil Asetat anti jerawat tidak stabil disimpulkan bahwa Farmasi
Rahmawati1 Gambir secara organoleptis, sediaan gel anti jerawat Indonesia 1(2)
Dan Siti homogen dan stabil pada ekstrak etil asetat gambir
Hafsah1 suhu kamar dan memiliki aktivitas
pendinginanpada F1 dan antibakteri kategori lemah
F2. Hasil uji pH dengan diameterhambat
menunjukkan hasil yang terkecil pada F1
stabil dan tidak konsentrasi zat aktif
mengiritasi kulit. 0,5% dan diameter
hambat terbesar pada F5
dengan konsentrasi zat
aktif 6%.
5. Sri Hartati 2005 Formulasi gel Eksperimental Hasil menunjukkan bahwa Dominasi efek larutan Majalah
Yuliani repelan minyak larutan Carbopol 3% b/v Carbopol 3% b/v Farmasi
atsiri tanaman dominan terdapat dalam viskositas Indonesia,
akar wangi menentukan nilai dan daya repelan 16(4)
(Vetivera viskositas dan efek gel
zizanioidesi (L) repelansi. Propilenglikol Dominasi propilenglikol
Nogh): merupakan efek terdapat pada
Optimasi yang dominan pergeseran viskositas gel
komposisi menentukan nilai Interaksi antara larutan
carbopol 3%.b/v.– pergeseran viskositas, Carbopol 3% b/v
propilenglikol sedangkan interaksi dan Propilenglikol
keduanya dominan dominan berpengaruh
menentukan nilai daya pada daya sebar gel
sebar gel. Komposisi Uji iritasi dengan metode
optimum Draize menya-
ditunjukkan oleh akan gel repelan akar
countour plot wangi tidak meng-
superimposed. Hasil uji iritasi kulit hewan uji
iritasi menunjukkan Ditemukan daerah
gel repelan tidak komposisi optimum gel
mengiritasi kulit hewan sesuai dengan sifat yang
uji. dikehendaki.