You are on page 1of 9

LAPORAN KASUS

KONDILOMA AKUMINATA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Madya

Oleh :

Faiqoh Inayah Fatahillah, S.Ked 21704101004
Pratiknyo Dipo Lestari, S.Ked 217041010045

Pembimbing :

dr. I.G.A.K Wulan, Sp.KK

KEPANITRAAN KLINIK MADYA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
LABORATORIUM ILMU KULIT DAN KELAMIN
RSUD BLAMBANGAN BANYUWANGI
2018

dr. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pembahasan dalam makalah ini masih banyak terdapat kesalahan. karena dengan rahmat dan ka'runia- Nya penulis dapat menyelesaikan salah satu tugas yakni presentasi kasus dengan judul: Kondiloma Akuminata. KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Sp.KK yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan pengarahan dalam menyelesaikan tugas penulisan makalah ini.G. Terimakasih. September 2018 Penulis .K Wulan. Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yakni.A. I. penulis sangat mengharapkan kritikan yang membangun maupun saran demi perbaikan selanjutnya. Banyuwangi. Oleh karena itu. Makalah ini dibahas untuk menambah pengetahuan mengenai kasus kondiloma akuminata dan merupakan salah satu syarat dalam mengikuti kepaniteraan klinik di laboratorium ilmu kulit dan kelamin di RSUD Blambangan Banyuwangi.

.

termasuk Indonesia. Sering terkait dengan HPV 6 dan 11 dengan masa inkubasi 3 minggu sampai 8 bulan. Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh negara. yang dikenal sebagai tumor Buschke-Löwenstein. IMS dapat mealui hubungan seksual (HUS). Kondiloma akuminata merupakan salah satu manifestasi klinis yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus Virus (HPV). BAB I PENDAHULUAN Kondiloma Akuminata adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (sexually transmitted disease). oro – genital maupun ano – genital pada HUS yang berlainan jenis atau sesama jenis. BAB II . genitalia dan anus. baik secara genito – genital. yaitu kondiloma akuminata dan gigantea. Ada dua bentuk umum Kondiloma Akuminata. Kontak seksual yang terinfeksi HPV pada individu mempunyai peluang 75% untuk terjadi kondiloma akuminata. paling sering ditemukan di daerah genital dan jarang di selaput lendir. Penyakit ini biasanya asimptomatik dan terdiri dari papilomatous papula atau nodul pada perineum. Baik laki-laki maupun perempuan rentan untuk terjadi infeksi.

pasien juga mengeluhkan keputihan. Riwayat Penyakit Dahulu dan Pengobatan Pasien tidak pernah memiliki keluhan seperti ini sebelumnya. Pasien juga menyangkal adanya penyakit sistemik seperti diabetes melitus dan hipertensi. b. A Usia : 23 tahun Agama : Islam Pekerjaan : Wiraswasta Tanggal Pemeriksaan : 28 Agustus 2018 II. Terdapat benjolan berukuran kecil berwarna putih kemerahan sekitar 1x1 cm dan bejumlah kurang lebih 3 buah. Identitas Pasien Nama : Ny. Anamnesa a. dan tidak gatal. Pasien mengoleskan cuka apel satu kali pada malam hari. tidak berbau. Riwayat Penyakit Sekarang Benjolan tersebut pada mulanya muncul sekitar 2 minggu yang lalu. Keluhan Utama Terdapat benjolan kecil-kecil di bagian alat kelaminnya. Riwayat Penyakit Keluarga . Buang air kecil pasien lancar. d. Pasien khawatir akan berakibat buruk apabila benjolan tersebut tidak ditangani. Pasien juga menyangkal pernah menderita penyakit kelamin lainnya. Selain itu. Cairan berwarna putih pekat sedikit kental. c. STATUS PASIEN I. wana urin normal dan tidak ada keluhan. Benjolan tersebut tidak membesar dan tidak sakit tetapi pasien mengeluhkan gatal.

Pasien menyangkal terdapat keluhan yang sama pada suami. Pasien sudah menikah. gallop (-) Paru : SN vesikuler. Suami sedang bekerja di Situbondo dan belum memiliki putra. tanda radang (-) KGB : pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax :  Inspeksi : Bentuk normal. Status Generalis Keadaan Umum : Baik. gerak nafas kedua dada simetris  Palpasi : Vokal fremitus +/+ simetris  Perkusi : Sonor di kedua lapang paru  Auskultasi : Jantung : BJ I-II reguler. e. Riwayat Alergi Makanan dan obat disangkal III. sekret (-) Mulut : Bibir kering (-). Kesadaran : Compos Mentis Tanda Vital : tidak dilakukan Kepala : Bentuk : Normocephali Mata : Konjuntiva anemis (-/-). tampak sakit sedang. sianosis (-) . wheezing -/- Abdomen :  Inspeksi : Datar  Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba membesar  Perkusi : Timpani  Auskultasi : Bising usus (+) normal Ekstremitas : Akral hangat. Sklera ikterik (-/-) Hidung : Septum deviasi (-). rhonki -/-. oedem (-).murmur (-). Pemeriksaan Fisik 1. dinding faring hiperemis (-) Telinga : Normotia.

30 CT : 8 Urine Lengkap Warna/kekeruhan urine : kuning jernih pH urine : 6.5 cm.0 Berat jenis : 1.5 cm x 0. IV. warna putih kemerahan. Status Dermatologik Lokasi : genitalia (labia minor di bawah vagina) Efloresensi : papul-papul verukosa (permukaan kasar) yang berjumlah 3 buah.020 Protein urine : negatif Reduksi urine : negatif Urobilinogen : negatif . Genitalia : tampak lesi kulit (lihat status dermatologis) 2. Pemeriksaan Penunjang Hematologi BT : 2. ukuran 1 cm x 0.

Molukum Kontangiosum 2. Terapi . ukuran 1 cm x 0. Resume Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan kecil di bagian bawah vagina yang disertai rasa gatal namun tidak nyeri.Diagnosa Banding 1. warna putih kemerahan. Benjolan timbul 2 minggu yang lalu namun tidak semakin membesar.5 cm. Dari hasil pemeriksaan fisik (status dermatologis) didapatkan hasil berupa: efloresensi dibagian labia minor bawah vagina : papul-papul verukosa (permukaan kasar) yang berjumlah 3 buah.5 cm x 0. VI.Bilirubin : negatif Keton/aseton : negatif Sediment urine Leukosit urine : 7-8 Eritrosit urine : 1-2 Epitel urine : 7-8 Kristal : negativ GO Staining Candida : positif Diplococcus gram negatif : positif Clue sel : positif Sel leukosit : 6-7 V. Veruka Vulgaris VIII. Diagnosa Kerja Kondiloma Akuminata VII.

Bedah Kimia TCA 2.Vitamin B Kompleks 2x1 tab pc IX. 1.Cefixim 2x1 tab pc selama 5 hari .Vagystin ovulae intravaginal selama 7 hari . Medikamentosa . Prognosis Quo ad Vitam : dubia ad bonam Quo ad Fungsionam : dubia ad bonam Quo ad Sanationam : dubia ad malam .