You are on page 1of 10

EFEK MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA PENGARUH

GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP
NILAI PERUSAHAAN
(Studi pada Perusahaan-Perusahaan Emiten yang Terdaftar
Pada LQ 45 Periode Agustus 2014 s/d Januari 2015)

Christy Surjadi
Alumni Magister Manajemen Universitas Kristen Krida Wacana
dan Praktisi di bidang Akuntansi

Rudolf L. Tobing
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Krida Wacana

rudolf.tobing@ukrida.ac.id

ABSTRACT

Firm value is certain conditions as an overview of public trust in a company that can be seen
from the quality of the profit generated. However, earnings quality assessment information
often does not reflect the actual company performance. This research method uses
descriptive research with causative approach. The objects of this research are companies
which listed in LQ45 index, and data collection techniques using secondary data from the
Indonesia Stock Exchange website. Data analysis technique used is ordinary least square
with interaction/moderated regression analysis. The result of this research shows that the
size of board of directors has no significant positive effect on the firm value. The size of
company assets does not significantly moderate the positive effect of the size of the board
of directors to the firm value. There are significant positive influences of the independent
board size and the size of audit committee to the firm value. Finally, the size of company
assets significantly moderate the positive effect of independent board size and the size of
the audit committee to the firm value.

Keywords: good corporate governance, size of company assets, firm value, audit committe,
moderated regression analysis, LQ45

PENDAHULUAN perusahaan dapat dilihat dari kualitas laba
yang dihasilkannya. Akan tetapi penilaian
Meningkatnya nilai perusahaan informasi kualitas laba seringkali tidak
adalah sebuah prestasi, yang sesuai mencerminkan kinerja sesungguhnya dari
dengan keinginan para pemiliknya, karena perusahaan, hal ini dimungkinkan karena
dengan meningkatnya nilai perusahaan, adanya manajemen laba yang disebabkan
maka kesejahteraan para pemilik juga oleh adanya konflik kepentingan. Hal
meningkat. Tidak dapat dipungkiri bahwa tersebut merupakan asimetri informasi yang
dengan semakin berkembangnya sektor kemudian menyebabkan pengetahuan atas
bisnis di Indonesia, maka kemajuan informasi menjadi tidak seimbang antara
akan perekonomian nasional pun ikut manajer dengan pemilik perusahaan/
berkembang. investor sehingga dapat memberikan
Untuk mengukur suatu nilai kesempatan bagi manajer untuk melakukan

KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS, VOL. 11, NO. 2, JULI - DESEMBER 2016 | 69
tindakan untuk mengelabui investor penyusunan laporan keuangan. Dewan
dan memaksimalkan kesejahteraannya komisaris sebagai puncak dari sistem
sendiri, adanya asimetri informasi dapat pengelolaan internal perusahaan, memiliki
mempengaruhi pengambilan keputusan peranan terhadap aktivitas pengawasan.
investasi oleh pemilik perusahaan yang Proporsi komisaris independen memiliki
didasari pada penilaian terhadap informasi tanggung jawab pokok untuk mendorong
kualitas laba. Informasi kualitas laba sangat diterapkannya prinsip tata kelola perusahaan
diperhatikan oleh para investor karena yang baik agar dapat melakukan tugas
melalui informasi tersebut investor dapat pengawasan dan pemberian nasihat
mengetahui jumlah return yang dihasilkan kepada direksi secara efektif dan lebih
dari investasi mereka di perusahaan. memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Karena itu, penting adanya penerapan Serta dengan adanya keberadaan komite
Good Corporate Governance (GCG) dalam audit, dapat memonitor kinerja manajemen
suatu perusahaan. sehingga dapat meminimalisasi perilaku
Pelaksanaan GCG diperlukan untuk manajer dalam melakukan manajemen laba
memenuhi kepercayaan masyarakat dan sehingga dapat meningkatkan kualitas laba
dunia internasional sebagai syarat mutlak yang dilaporkan.
bagi dunia bisnis untuk berkembang Ada banyak faktor-faktor yang
dengan baik dan sehat. Praktik GCG dapat dapat menentukan nilai perusahaan.
meningkatkan nilai perusahaan melalui Ukuran perusahaan dianggap mampu
peningkatan kinerja keuangan perusahaan, mempengaruhi nilai perusahaan. Karena
mengurangi risiko yang mungkin dilakukan semakin besar ukuran atau skala
oleh dewan dengan keputusan-keputusan perusahaan maka akan semakin mudah
yang menguntungkan diri sendiri, dan pula perusahaan memperoleh sumber
dapat meningkatkan kepercayaan investor. pendanaan.
Mekanisme Corporate Governance menjadi
salah satu cara untuk mengurangi terjadinya Perumusan Masalah
konflik kepentingan (agency conflict) dan Berdasarkan uraian di atas maka
memastikan pencapaian tujuan perusahaan. permasalahan penelitian ini adalah:
Mekanisme Corporate Governance yang 1) Apakah ukuran dewan direksi
baik seharusnya dapat meminimalkan berpengaruh terhadap nilai
tindakan manipulasi oleh manajer seperti perusahaan?
manajemen laba sehingga kualitas laba 2) Apakah ukuran dewan komisaris
yang dilaporkan bisa meningkat. independen berpengaruh terhadap nilai
Pengaturan dan implementasi GCG perusahaan?
memerlukan komitmen dari seluruh jajaran 3) Apakah ukuran komite audit
organisasi dan dimulai dengan penetapan berpengaruh terhadap nilai
kebijakan dasar serta tata tertib yang harus perusahaan?
dianut oleh top manajemen dan penerapan 4) Apakah ukuran perusahaan
kode etik yang harus dipatuhi oleh semua memoderasi pengaruh Good Corporate
pihak. Daniri (2006) menyebutkan prinsip- Governance (GCG) terhadap nilai
prinsip yang terkandung dalam GCG perusahaan?
yaitu; keterbukaan informasi, akuntabilitas,
responsibilitas, kemandirian, kesetaraan Tujuan Penelitian
dan kewajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
Dewan direksi merupakan salah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai
satu mekanisme internal dari GCG yang efek moderasi ukuran perusahaan pada
turut bertanggungjawab dalam proses pengaruh ukuran dewan direksi, ukuran

70 | EFEK MODERASI UKURAN PERUSAHAAN... (Surjadi dan Tobing)
dewan komisaris independen, dan ukuran Good Corporate Governance
komite audit terhadap nilai perusahaan. Forum for Corporate Governance
in Indonesia (FCGI) mendefinisikan
corporate governance sebagai seperangkat
TINJAUAN LITERATUR peraturan yang mengatur hubungan antara
pemegang saham, pengelola perusahaan,
Ukuran Perusahaan pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta
Febria et. al (2009) menyebutkan para pemegang kepentingan internal dan
bahwa ukuran secara umum dapat diartikan eksternal lainnya yang berkaitan dengan
sebagai perbandingan besar kecilnya suatu hak-hak dan kewajiban mereka. Dengan
objek. Sedangkan perusahaan adalah suatu kata lain suatu sistem yang mengendalikan
organisasi yang didirikan oleh seseorang perusahaan. Tujuan corporate governance
atau sekelompok orang atau badan lain ialah untuk menciptakan nilai tambah
yang kegiatannya adalah melakukan bagi semua pihak yang berkepentingan
produksi dan distribusi guna memenuhi (stakeholders).”
kebutuhan ekonomi manusia. Ukuran Tjager et al. (2003) menyebutkan
perusahaan adalah suatu skala atau nilai bahwa corporate governance adalah:
dimana perusahaan dapat diklasifikasikan “mekanisme administratif yang mengatur
besar kecilnya berdasarkan total aktiva, log hubungan-hubungan antara manajemen
size, nilai saham, dan lain sebagainya. Pada perusahaan, komisaris, direksi, pemegang
dasarnya ukuran perusahaan hanya terbagi saham dan kelompok-kelompok
dalam tiga kategori yaitu perusahaan besar, kepentingan (stakeholders) yang lain.
kecil, dan menengah. Hubungan-hubungan ini dimanifestasikan
dalam bentuk berbagai aturan permainan
Teori Agensi dan sistem insentif sebagai framework yang
Manajemen korporasi publik yang diperlukan untuk menentukan tujuan-tujuan
besar biasanya bukan pemilik. Bahkan perusahaan dan cara-cara pencapaian
sebagian besar manajemen puncak hanya tujuan-tujuan serta pemantauan kinerja
memiliki saham nominal dalam perusahaan yang dihasilkan.”
yang mereka kelola. Para pemegang saham Berdasarkan definisi di atas dapat
memilih dewan (komisaris) yang kemudian disimpulkan bahwa corporate governance
menggaji manajemen sebagai agen mereka adalah mengenai suatu sistem, proses,
dalam menjalankan aktivitas bisnis dari dan seperangkat peraturan yang mengatur
hari ke hari, yang sangat mungkin lebih hubungan antara berbagai pihak yang
memperhatikan kesejahteraan mereka berkepentingan (stakeholders) terutama
sendiri daripada kesejahteraan para dalam arti sempit hubungan antara
pemegang saham. pemegang saham, dewan komisaris, dan
Teori Agensi menganalisis dan dewan direksi demi tercapainya tujuan
mencari solusi atas dua permasalahan organisasi.
yang muncul dalam hubungan antara
“principal” (pemilik/pemegang saham) Dewan Direksi
dan “agent” (manajemen puncak), yakni: Peraturan tentang pembagian tugas
1) Agency problem muncul ketika (a) dan wewenang setiap anggota Direksi
timbul konflik antara harapan atau tujuan serta besar dan jenis penghasilan Direksi
pemilik/pemegang saham dan para direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang
(top management), dan (b) para pemilik Saham (RUPS). Mengingat besarnya
mengalami kesulitan untuk memverifikasi kewajiban dan tanggung jawab yang dipikul
apa yang sesungguhnya sedang dikerjakan oleh Direksi dan demi kepentingan dan
manajemen. 2) Risk Sharing problem yang usaha Perseroan itu sendiri ditentukan
muncul ketika pemilik dan direksi memiliki bahwa setiap anggota Direksi wajib dengan
sikap yang berbeda terhadap risiko. itikad baik dan penuh tangung jawab

KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS, VOL. 11, NO. 2, JULI - DESEMBER 2016 | 71
menjalankan tugas-tugasnya. Direksi juga pembuatan laporan keuangan dan prinsip-
memiliki kewajiban lain yaitu: kewajiban prinsip pengawasan internal. Kendati
untuk mendaftarkan, mengumumkan dan demikian, kualifikasi terpenting dari anggota
memberitahukan, kewajiban memberikan komite tetap saja terletak pada common
keterangan, dan kewajiban menunjuk sense, kecerdasan, dan suatu pandangan
akuntan publik. Segala kerugian yang yang independen (Daniri, 2006).
diderita oleh perseroan ataupun pihak ketiga
akibat kesalahan Direksi harus ditanggung Nilai Perusahaan
dengan harta pribadinya bersama-sama Studi Purwaningtyas et.al. (2011)
harta perseroan (Tjager et al., 2003). menunjukkan bahwa nilai perusahaan
adalah sebuah nilai yang menunjukkan
Dewan Komisaris Independen cerminan dari ekuitas dan nilai buku
Salah satu ciri khas dalam Good perusahaan, baik berupa nilai pasar
Corporate Governance adalah adanya ekuitas, nilai buku dari total utang dan nilai
Komisaris Independen. Pembentukan buku dari total ekuitas. Salah satu rasio
Komisaris Independen ini antara lain yang dinilai bisa memberikan informasi
dimotivasi oleh keinginan untuk memberi paling baik adalah Tobin’s Q, karena rasio
perlindungan yang lebih hakiki terhadap ini bisa menjelaskan berbagai fenomena
pemegang saham minoritas dalam PT dalam kegiatan perusahaan, seperti
terbuka, di mana mereka pada umumnya misalnya terjadi perbedaan cross-sectional
adalah investor-investor yang sebelumnya dalam pengambilan keputusan investasi
terjadi crash pasar modal di Indonesia serta hubungan antara kepemilikan saham
paska krisis keuangan dan moneter, telah manajemen dan nilai perusahaan.
menderita kerugian yang substansial akibat
tindakan-tindakan destruktif yang dilakukan
Direksi atau Komisaris yang terafiliasi, UKURAN
atau di bawah kendali pemegang saham PERUSAHAAN
mayoritas. Keterlibatan seorang Komisaris
Independen di sebuah perusahaan adalah
mekanisme checks and balances sehingga
para eksekutif tidak memperlakukan
perusahaan seolah-olah milik pribadi
GOOD
(Tjager et al., 2003). CORPORATE NILAI
GOVERNANCE PERUSAHAAN
Komite Audit (GCG)

Komite Audit telah menjadi komponen
umum dalam struktur Corporate Governance Gambar 1. Kerangka Pemikiran
perusahaan publik. Pada umumnya,
komite ini berfungsi sebagai pengawas Variabel Good Corporate
proses pembuatan laporan keuangan Governance (GCG) di atas termasuk di
dan pengawasan internal. Komite Audit dalamnya variabel Ukuran Dewan Direksi,
biasanya terdiri dari dua hingga tiga orang Ukuran Dewan Komisaris Independen,
anggota, dipimpin oleh seorang Komisaris dan Ukuran Komite Audit. Sedangkan
Independen. Seperti komite pada umumnya, Ukuran Perusahaan merupakan variabel
Komite Audit yang beranggota sedikit yang memoderasi pengaruh GCG
cenderung dapat bertindak lebih efisien. terhadap Nilai Perusahaan.
Namun, Komite Audit beranggota terlalu
sedikit juga menyimpan kelemahan, yakni Hubungan Ukuran Dewan Direksi
minimnya ragam pengalaman anggota. Dengan Nilai Perusahaan
Sedapat mungkin, anggota Komite Audit Semakin banyak Dewan Direksi
memiliki pengalaman memadai tentang akan memberikan suatu bentuk

72 | EFEK MODERASI UKURAN PERUSAHAAN... (Surjadi dan Tobing)
pengawasan terhadap kinerja perusahaan karakteristik Komite Audit dapat tercapai,
yang semakin lebih baik, dengan kinerja maka transparansi pertanggungjawaban
perusahaan yang baik dan terkontrol, maka manajemen perusahaan dapat dipercaya,
akan menghasilkan profitabilitas yang sehingga diharapkan akan meningkatkan
dapat meningkatkan harga saham dan nilai kepercayaan para pelaku pasar modal.
perusahaan. Riyanto et.al (2011) menemukan bahwa
Studi Purwaningtyas et.al (2011) Ukuran Komite Audit berpengaruh positif
menemukan bahwa Ukuran Dewan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan.
Direksi berpengaruh positif terhadap Atas alasan tersebut maka hipotesis
Nilai Perusahaan. Atas alasan tersebut penelitian yang dapat dikembangkan pada
maka hipotesis penelitian yang dapat studi ini adalah sebagai berikut:
dikembangkan adalah:
H3: Ukuran Komite Audit berpengaruh
positif terhadap Nilai Perusahaan
H1: Ukuran Dewan Direksi berpengaruh
positif terhadap Nilai Perusahaan
Ukuran Perusahaan Memoderasi
Pengaruh Ukuran Dewan Direksi
Hubungan Ukuran Dewan Komisaris
Terhadap Nilai Perusahaan
Independen Dengan Nilai Perusahaan Ukuran perusahaan dapat
Jumlah Dewan Komisaris Independen memperkuat pengaruh dari ukuran dewan
yang semakin banyak menandakan bahwa direksi terhadap nilai perusahaan. Semakin
Dewan Komisaris Independen melakukan besar ukuran perusahaan maka akan
fungsi pengawasan dan koordinasi dalam semakin bertambah ukuran dewan direksi
perusahaan yang semakin baik. Keterlibatan untuk mengatur dan mengambil keputusan
seorang komisaris independen di sebuah atas perusahaan tersebut. Atas alasan
perusahaan adalah mekanisme checks tersebut di atas maka hipotesis penelitian
and balances sehingga para eksekutif tidak yang dapat dikembangkan pada studi ini
memperlakukan perusahaan seolah-olah adalah sebagai berikut:
milik pribadi (Tjager et al., 2003).
Hasil penelitian Riyanto et al. (2011) H4: Ukuran Perusahaan memoderasi
menemukan bahwa Ukuran Dewan positif pengaruh Ukuran Dewan
Komisaris Independen berpengaruh positif Direksi terhadap Nilai Perusahaan
terhadap Kinerja Keuangan. Atas alasan
tersebut maka hipotesis penelitian yang Ukuran Perusahaan Memoderasi
dapat dikembangkan pada studi ini adalah Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris
sebagai berikut: Independen Terhadap Nilai Perusahaan
Fungsi pengawasan dan koordinasi
yang baik di dalam perusahaan merupakan
H2: Ukuran Dewan Komisaris Independen
tugas dari Dewan Komisaris Independen.
berpengaruh positif terhadap Nilai
Karena itu, semakin besar ukuran perusahaan
Perusahaan
maka harus diimbangi juga dengan ukuran
dari dewan komisaris independen. Atas
Hubungan Ukuran Komite Audit Dengan alasan tersebut maka hipotesis penelitian
Nilai Perusahaan yang dapat dikembangkan pada studi ini
Komite Audit adalah sekelompok adalah sebagai berikut:
orang yang dipilih dari Dewan Komisaris
perusahaan yang bertanggung jawab H5: Ukuran Perusahaan memoderasi
untuk membantu auditor dalam positif pengaruh Ukuran Dewan
mempertahankan independensinya Komisaris Independen terhadap Nilai
dari manajemen. Jika kualitas dan Perusahaan

KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS, VOL. 11, NO. 2, JULI - DESEMBER 2016 | 73
Ukuran Perusahaan Memoderasi Jumlah sampel yang digunakan dalam
Pengaruh Ukuran Komite Audit Terhadap penelitian adalah sebanyak 60 perusahaan
Nilai Perusahaan emiten yang memenuhi kriteria purposive
Untuk melindungi kepentingan sampling.
pemegang saham dan dapat meyakinkan Dalam penelitian ini pengujian
investor untuk mempercayakan investasinya hipotesis menggunakan teknik analisis
pada perusahaan, maka diperlukan adanya regresi linear ganda dengan interaksi
Komite Audit. Namun besarnya ukuran (moderated regression analysis) dengan
perusahaan dapat memperkuat ukuran model persamaan regresi berikut:
dari komite audit. Atas alasan tersebut
maka hipotesis penelitian yang dapat 𝒀𝒀 = 𝜷𝜷𝟎𝟎 + 𝜷𝜷𝟏𝟏 𝑿𝑿𝟏𝟏 + 𝜷𝜷𝟐𝟐 𝑿𝑿𝟐𝟐 + 𝜷𝜷𝟑𝟑 𝑿𝑿𝟑𝟑 + 𝜷𝜷𝟏𝟏.𝟒𝟒 𝑿𝑿𝟏𝟏𝑿𝑿𝟒𝟒 + 𝜷𝜷𝟐𝟐.𝟒𝟒 𝑿𝑿𝟐𝟐 𝑿𝑿𝟒𝟒 + 𝜷𝜷𝟑𝟑.𝟒𝟒 𝑿𝑿𝟑𝟑 𝑿𝑿𝟒𝟒 + 𝜺𝜺
dikembangkan pada studi ini adalah sebagai
berikut: Keterangan :
Y = Nilai Perusahaan
H6: Ukuran Perusahaan memoderasi β0 = Konstanta
positif pengaruh Ukuran Komite Audit β1 = Koefisien Variabel X1
terhadap Nilai Perusahaan X1 = Ukuran Dewan Direksi
β2 = Koefisien Variabel X2
X2 = Ukuran Dewan Komisaris
METODE PENELITIAN Independen
β3 = Koefisien Variabel X3
Variabel independen dalam penelitian X3 = Ukuran Komite Audit
ini adalah sebagai berikut: (1) Ukuran X4 = Ukuran Perusahaan
Dewan Direksi, diukur dengan menghitung β1.4 = Koefisien Interaksi Ukuran Dewan
jumlah dewan direksi di suatu perusahaan Direksi dengan Ukuran Perusahaan
pada periode tertentu. (2) Ukuran Dewan β2.4 = Koefisien Interaksi Ukuran Dewan
Komisaris Independen, diukur dengan Komisaris Independen dengan
menghitung jumlah dewan komisaris Ukuran Perusahaan
independen di suatu perusahaan pada β3.4 = Koefisien Interaksi Ukuran Komite
periode tertentu. (3) Ukuran Komite Audit, Audit dengan Ukuran Perusahaan
diukur dengan menghitung jumlah dewan
komite audit di suatu perusahaan pada
periode tertentu. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Variabel dependen dalam penelitian
ini adalah Nilai Perusahaan, yang diukur Hasil uji normalitas Kolmogorov-
dengan menggunakan formula Tobin’s Q. Smirnov menunjukkan bahwa nilai residual
signifikan berdistribusi normal.
Tobin’s Q = (MVE + DEBT) / TA One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Dimana: Unstandardized
MVE = Harga penutupan saham di akhir Residual
tahun buku x Jumlah saham
biasa yang beredar N 60
DEBT = (Utang lancar – Aktiva lancar) Mean 0E-7
+ nilai buku sediaan + utang Normal Parameters a,b
Std.
jangka panjang 2,00149344
TA = Nilai buku total aktiva Variabel Deviation
moderasi dalam penelitian ini Absolute ,069
adalah Ukuran Perusahaan, Most Extreme
Positive ,069
yang diukur dengan logaritma Differences
natural (Ln) dari total aktiva. Negative -,051
Kolmogorov-Smirnov Z ,534
Penelitian ini menggunakan data Asymp. Sig. (2-tailed) ,938
sekunder perusahaan yang terdaftar pada
Indeks LQ 45. Data diambil dari website a. Test distribution is Normal.
Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. b. Calculated from data.

74 | EFEK MODERASI UKURAN PERUSAHAAN... (Surjadi dan Tobing)
Model Summaryb Coefficientsa

R R Adjusted Std. Error Durbin- Model Unstandardized t Sig.

Square R Square of the Watson Coefficients

Estimate B Std.

,790a ,625 ,582 2,11175 1,865 Error

a. Predictors: (Constant), X3.X4, X1.X4, (Constant) -6,773 2,073 -3,267 ,002

INDEPENDEN_X2, K.AUDIT_X3, X2.X4, X1 3,862 7,549 ,512 ,611
DIREKSI_X1 X2 53,550 14,233 3,762 ,000
b. Dependent Variable: N.PERUSH_Y
1X3 -30,468 14,385 -2,118 ,039

Hasil uji autokorelasi menunjukkan X1.X4 -,112 ,246 -,456 ,650
bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model
X2.X4 -1,648 ,460 -3,580 ,001
regresi penelitian ini, terlihat dari besarnya
nilai Durbin Watson (DW) sebesar 1,865 X3.X4 ,991 ,473 2,095 ,041
berada diantara dU (1,808) dan 4-dU a. Dependent Variable: N.PERUSH_Y
(2,192).
Berdasarkan hasil pengujian regresi
linear berganda maka diperoleh estimasi
persamaan regresi linear berganda sebagai
Model T olerance VIF Sig AbsUt
berikut:
X1 0,868 1,152 0,288
X2 0,872 1,147 0,301
Y = -6,773 + 3,862X1 + 53,550X2 – 30,468X3
X3 0,994 1,006 0,339
– 0,112X1.X4 – 1,648X2.X4 + 0,991X3.X4
X1.X4 0,830 1,205 0,313
X2.X4 0,823 1,215 0,357 Hasil pengujian statistik hipotesis
X3.X4 0,990 1,010 0,356 penelitian H1 menunjukkan bahwa nilai sig
pada variabel ukuran dewan direksi sebesar
0,611, hal ini berarti nilai sig pada
Hasil uji multikolinearitas menunjukkan Variabel ukuran dewan direksi lebih
tidak terdapat masalah multikolinearitas, besar dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan
terlihat dari besarnya nilai tolerance untuk Ho tidak ditolak. Dengan demikian tidak
masing-masing variabel lebih besar dari cukup bukti menunjukkan pengaruh positif
variabel ukuran dewan direksi terhadap nilai
0,1 dan VIF lebih kecil dari 10 (VIF < 10).
perusahaan (H1 ditolak). Hasil penelitian
Dari hasil tersebut terlihat bahwa baik dari ini tidak mengkonfirmasi hasil penelitian
nilai tolerance maupun VIF, antar variabel Purwaningtyas (2011) yang menunjukkan
ukuran dewan direksi, ukuran dewan bahwa ukuran dewan direksi berpengaruh
komisaris independen, ukuran komite audit, positif terhadap nilai perusahaan.
ukuran dewan direksi yang dimoderasi oleh Hasil pengujian statistik hipotesis
ukuran perusahaan, tidak memiliki korelasi penelitian H2 menunjukkan bahwa nilai
sig pada variabel ukuran dewan komisaris
kuat yang signifikan.
independen sebesar 0,000 lebih kecil dari
Uji heteroskedastisitas gletsjer 0,05, sehingga Ho ditolak, dengan kata
menunjukkan nilai sig setiap variabel lebih lain cukup bukti menunjukkan variabel
besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan ukuran dewan komisaris independen
bahwa variansi residual konstan (homogen). signifikan berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan (H2 diterima).

KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS, VOL. 11, NO. 2, JULI - DESEMBER 2016 | 75
Hasil ini mengkonfirmasi penelitian komisaris terhadap nilai perusahaan akan
Riyanto et.al. (2011) yang menunjukkan semakin positif ketika ukuran perusahaan
hasil bahwa ukuran dewan komisaris semakin besar.
independen memberikan pengaruh positif Hasil pengujian statistik hipotesis
terhadap kinerja keuangan. Keterlibatan penelitian H6 menunjukkan bahwa nilai
seorang komisaris independen di sebuah sig variabel ukuran komite audit yang
perusahaan adalah mekanisme checks dimoderasi oleh ukuran perusahaan
and balances sehingga para eksekutif tidak sebesar 0,041 lebih kecil dari 0,05 yang
memperlakukan perusahaan seolah-olah berimplikasi pada penolakan Ho. Dengan
milik pribadi. demikian, cukup bukti menunjukkan
Hasil pengujian statistik hipotesis pengaruh moderasi positif yang signifikan
penelitian H3 menunjukkan bahwa nilai sig ukuran perusahaan pada pengaruh ukuran
pada variabel ukuran komite audit sebesar komite audit terhadap nilai perusahaan
0,039 lebih kecil dari 0,05 sehingga Ho (H6 diterima). Hasil ini menunjukkan bukti
ditolak, dengan kata lain terdapat pengaruh bahwa efek positif ukuran komite audit
signifikan positif variabel ukuran komite audit terhadap nilai perusahaan akan semakin
terhadap nilai perusahaan (H3 diterima). positif ketika ukuran perusahaan semakin
Hasil ini sejalan dengan penelitian Riyanto besar. Semakin meningkatnya ukuran
et.al, (2011) yang menunjukkan hasil perusahaan maka akan meningkatkan
bahwa ukuran komite audit berpengaruh pengaruh jumlah komite audit terhadap
positif terhadap kinerja keuangan. Hal nilai perusahaan. Hal tersebut dikarenakan
tersebut dikarenakan komite audit memiliki komite audit memiliki pengalaman memadai
pengalaman memadai tentang pembuatan tentang pembuatan laporan keuangan dan
laporan keuangan dan prinsip-prinsip prinsip-prinsip pengawasan internal.
pengawasan internal.
Hasil pengujian statistik hipotesis
penelitian H4 menunjukkan bahwa nilai R R Adjusted Std. Error of Sig
sig pada variabel ukuran dewan direksi Square R Square the Estimate Uji F
yang dimoderasi oleh ukuran perusahaan
sebesar 0,650 lebih besar dari 0,05 maka ,790a ,625 ,582 2,11175 0,000

Ho tidak ditolak, sehingga tidak cukup
bukti menunjukan pengaruh moderasi Semakin meningkatnya ukuran
positif yang signifikan ukuran perusahaan perusahaan maka akan meningkatkan
pada pengaruh ukuran dewan direksi pengaruh jumlah komite audit terhadap
terhadap nilai perusahaan (H4 ditolak). nilai perusahaan. Hal tersebut dikarenakan
Hasil penelitian ini menunjukkan kurang komite audit memiliki pengalaman memadai
memadainya pengalaman daripada dewan tentang pembuatan laporan keuangan dan
direksi, sehingga kemampuan dewan prinsip-prinsip pengawasan internal.
direksi dalam mengendalikan manajemen Koefisien determinasi (R2) dari model
belum maksimal. regresi ini menunjukkan bahwa 62,5% variasi
Hasil pengujian statistik hipotesis dari nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh
penelitian H5 menunjukkan bahwa nilai variasi dari ukuran dewan direksi, ukuran
sig variabel ukuran dewan komisaris dewan komisaris independen, ukuran
independen yang dimoderasi oleh ukuran komite audit, dan ukuran dewan direksi yang
perusahaan sebesar 0,001 lebih kecil dari dimoderasi oleh ukuran perusahan, sisanya
0,05. Hasil tersebut menyebabkan Ho ditolak, sebesar 37,5% dijelaskan oleh variasi dari
sehingga cukup bukti menunjukkan bahwa variabel lain di luar model regresi penelitian
ukuran perusahaan signifikan memoderasi ini. Nilai signifikansi uji Anova F yang
positif pengaruh ukuran dewan komisaris dihasilkan lebih kecil dari 0,05 sehingga
independen terhadap nilai perusahaan model regresi penelitian (moderated
(H5 diterima). Efek positif ukuran dewan regression) tersebut valid dan signifikan

76 | EFEK MODERASI UKURAN PERUSAHAAN... (Surjadi dan Tobing)
digunakan untuk mengestimasi pengaruh maka pengaruh positif jumlah dewan
variabel GCG pada nilai perusahaan. komisaris terhadap nilai perusahaan
akan semakin positif. Dengan kata lain,
sinergisitas ukuran perusahaan dengan
SIMPULAN DAN SARAN jumlah dewan komisaris semakin
meningkatkan nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini memberikan 6. Ukuran perusahaan signifikan
beberapa simpulan dan rekomendasi yang memoderasi positif pengaruh ukuran
sekaligus menjawab perumusan masalah komite audit terhadap nilai perusahaan.
pada studi ini, antara lain: Dengan kata lain, ukuran perusahaan
memperkuat pengaruh ukuran komite
Simpulan audit pada nilai perusahaan. Efek positif
1. Ukuran dewan direksi tidak signifikan ukuran komite audit terhadap nilai
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan akan semakin positif ketika
perusahaan. Kurang memadainya ukuran perusahaan semakin besar.
pengalaman dewan direksi berefek
pada kemampuan dewan direksi Saran/Rekomendasi
dalam mengendalikan manajemen Hasil penelitian ini memberikan
tidak maksimal. Mengekspresikan beberapa rekomendasi yang dapat diajukan
pendapat dalam kelompok besar sebagai solusi atas temuan, diantaranya:
umumnya memakan waktu, sulit, dan 1. Bagi perusahaan, seiring dengan
mengakibatkan kurangnya kekompakan semakin bertambahnya ukuran
pada dewan direksi. perusahaan, maka perusahaan perlu
2. Ukuran dewan komisaris independen mencari atau mengganti dewan direksi
signifikan berpengaruh positif terhadap dengan yang memiliki pengalaman
nilai perusahaan. Keterlibatan seorang yang memadai dan berkualitas,
komisaris independen di sebuah sehingga kemampuan dewan direksi
perusahaan sebagai mekanisme checks dalam mengendalikan manajemen
and balances agar para eksekutif tidak dapat semakin maksimal. Hasil studi
memperlakukan perusahaan seolah- ini menunjukkan bukti bahwa ukuran
olah milik pribadi, berdampak positif perusahaan signifikan memoderasi
pada peningkatkan nilai perusahaan. positif pengaruh ukuran dewan
3. Komite audit signifikan berpengaruh komisaris independen, dan ukuran
positif terhadap nilai perusahaan. komite audit terhadap nilai perusahaan,
Pengalaman memadai komite audit sehingga dalam upaya meningkatkan
dalam pembuatan laporan keuangan nilai perusahaan, maka penting bagi
dan prinsip-prinsip pengawasan internal perusahaan untuk mensinergikan
berdampak positif pada peningkatan besarnya ukuran dewan komisaris
nilai perusahaan. independen dengan ukuran komite
4. Ukuran perusahaan tidak signifikan audit.
memoderasi positif pengaruh 2. Bagi penelitian selanjutnya, hasil
ukuran dewan direksi terhadap nilai penelitian ini belum cukup bukti
perusahaan. Kemampuan dewan menunjukkan pengaruh ukuran dewan
direksi dalam mengendalikan kualitas direksi maupun efek interaksinya
manajemen berdasarkan ukuran dengan ukuran perusahaan terhadap
perusahaan belumlah maksimal. nilai perusahaan, sehingga dalam upaya
5. Ukuran perusahaan signifikan untuk memperbesar kemungkinan
memoderasi positif pengaruh ukuran mendapatkan hasil yang lebih akurat,
dewan komisaris independen maka perlu direkomendasikan untuk
terhadap nilai perusahaan. Ketika menggunakan data perusahaan yang
ukuran perusahaan semakin besar tidak hanya terdaftar pada LQ 45 saja,

KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS, VOL. 11, NO. 2, JULI - DESEMBER 2016 | 77
namun juga dapat menggunakan Ikatan Akuntansi Indonesia, 2000, PSAK
data dari perusahaan yang terdaftar No. 31 (revisi 2000) : Akuntansi
pada Kompas 100, atau perusahaan- Perbankan, Jakarta: Salemba Empat
perusahaan lain yang terdaftar pada
Bursa Efek Indonesia. Demikian juga Purwaningtyas, Frysa Praditha, 2011,
pada penelitian selanjutnya perlu Analisis Pengaruh Mekanisme Good
untuk menggunakan periode penelitian Corporate Governance terhadap
yang lebih panjang, dan menambah Nilai Perusahaan (Studi Empiris
variabel bebas lainnya yang terkait Pada Perusahaan Manufaktur yang
dengan Good Corporate Governance Terdaftar di BEI Tahun 2007-2009),
yang mempengaruhi nilai perusahaan, Universitas Diponegoro, Semarang
sehingga pengujian pengaruh faktor-
faktor GCG terhadap nilai perusahaan Riyanto, Ardian Ganang, 2011, Analisis
akan semakin reliable dan signifikan. Pengaruh Mekanisme Good Corporate
Governance dan Privatisasi Terhadap
Kinerja Keuangan (Studi pada BUMN
DAFTAR RUJUKAN yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia
periode privatisasi 2002-2006),
Daniri, Mas Achmad, 2006, Good Universitas Diponegoro, Semarang
Coporate Governance: Konsep Tjager, I Nyoman, et al., 2003. Corporate
dan Penerapannya dalam Konteks Governance: Tantangan dan
Indonesia, Jakarta: PT Ray Indonesia Kesempatan bagi Komunitas Bisnis
Indonesia, Jakarta: PT Prenhallindo
Febria, Ririind Lahmi, 2009, Pengaruh
Leverage dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Profitabilitas (Studi Empiris
pada Perusahaan Property dan
Real Estate yang Terdaftar di BEI),
Universitas Negeri Padang, Padang

78 | EFEK MODERASI UKURAN PERUSAHAAN... (Surjadi dan Tobing)