You are on page 1of 2

ASUHAN KEPERAWATAN

KASUS LEUKEMIA
Tn. D 20 tahunmasuk ke rumah sakit 1,5 bulan yang lalu dengan keluhan demam
sudah 5 hari
tidak turunturun meskipun sudah diperiksakan ke dokter dan minum obat. Oran
g tua klienmengatakan saat itu pada kulit tangan, kaki, dan pipinya tampak leba
mlebam kebiruan. Klien juga menjadi sering mimisan, karena itu orang tua klien
membawanya ke rumah sakit. Setelahdilakukan tes ddarah didapatkan hasil, ang
ka leukosit klien yang jauh diatas batas normal.Kemudian dilakukan pemeriksaan pu
ngsi lumbal dan hasilnya klien didiagnosa menderita ALL(Acute Limphocytic Leukemia). Ibu k
lien mengatakan paman klien meninggal karena penyakityang sama dengan anaknya.Saat ini
klien baru saja menjalani kemoterapi yang ketiga. Klien tampak lemah dan pucat, klienmen
geluh mual-
mual dan muntah, serta banyak sariawan sehingga tidak nafsu makan. Rambutkli
en tampak rontok dan mudah patah saat ditarik. Terdapat ruam-
ruam kebiruan pada kulittangan, kaki, dan dadanya. Dari pemeriksaan TTV didap
atkan data TD 110/70 mmHg, Nadi98x/mnt teraba lemah dan teratur, RR 22x/mnt, Suh
u 38,4°C. Data antropometri BB 56 Kg, TB171 cm, LILA 24 cm. Dari hasil pemeriksaan laborat
orium didapatkan data:

PATOFISIOLOGI
Patofisiologi leukemia berupa abnormalitas genetik disertai paparan zat karsinogenik yang
menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel hematopoetik, sehingga terjadi proliferasi tidak
terkontrol dan penurunan apoptosis sel. Pertumbuhan sel-sel abnormal melebihi jumlah
seharusnya namun tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Leukemia diklasifikasikan menurut waktu progresifitas dan jenis sel darah putih yang
abnormal.

Leukemia berdasarkan Waktu Progresifitasnya

Berdasarkan waktu progresifitasnya, leukemia dibagi menjadi:
1. Leukemia akut: leukemia yang bersifat agresif dengan tingkat proliferasi
hematopoietik sumsum tulang dini (sel blas) yang tinggi dan terakumulasi dalam
sumsum tulang. Gejala leukemia akut antara lain mudah lebam, mudah merasa
lelah, dan sering menderita penyakit infeksi.
2. Leukemia kronis: leukemia biasanya berkembang secara perlahan dimana biasanya
tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas, dan saat diperiksa darah rutin baru
terlihat hasil yang abnormal. Hal ini terjadi karena sel hematopoetik yang
berproliferasi secara abnormal adalah sel yang sudah berdiferensiasi sehingga
masih bisa menjalankan fungsinya hanya tidak maksimal.
Leukemia berdasarkan Jenis Sel Darah Putih yang Terpengaruh

Berdasarkan jenis sel darah putih yang terpengaruh, leukemia dibagi menjadi:
 Myeloid: Leukemia yang mengenai sel myeloblas dan diferensiasinya (neutrophil,
basophil, dan eosinofil).

 Lymphoid: Leukemia yang mengenai sel lymphoblas dan diferensiasinya (limfosit B,
limfosit T, dan sel Natural Killer [NK]).

Kedua kriteria tersebut digunakan untuk klasifikasi jenis leukemia yang dialami pasien dalam
kasus diatas :

Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)

Acute Lymphocytic Leukemia (ALL) terjadi karena adanya kelainan pada sel
progenitor limfoid menyebabkan proliferasi tidak terkontrol dan ekspansi klonal. Sel
blas limfoid kemudian menginfiltrasi sumsum tulang, peredaran darah, dan organ.
Patogenesis terletak pada level kromosom yaitu translokasi t(9:22)(q34;q11)
(Philadelphia-like ALL), level genetik pada mutasi onkogen (ABL), dan abnormalitas
tumor supresor gen p53.