You are on page 1of 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Centrifuge

Centifuge adalah sebuah peralatan yang sangat dibutuhkan dalam
pemisahan partikulat padat dalam cairan. Pada umumnya digerakkan oleh
motor listrik, untuk memisahkan campuran larutan dan kristal
(Ardianto,dkk 2012:1).

2.2 Pemisahan

Mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu
campuran senyawa kimia ( NH3 vapour dan H2SO4 ) (PT. PETROKIMIA
GRESIK,2018).

2.3 Larutan

Campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat, zat yang
jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut ( zat ) terlarut, sedangkan
zat yang jumlahnya lebih banyak dari pada zat-zat lain dalam larutan
disebut pelarut (http://www.wikipedia.org,2018).

2.4 Kristal

Suatu padatan atom, molekul atau ion penyusunnya terkemas secara
teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi. Secara umum,
zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan
(https://steemit.com,2018).

2.5 Zwavelzure Ammoniak (ZA)

Ammonium Sulfat (ZA) merupakan salah satu jenis pupuk sintetis
yang mengandung unsur hara N dan S. Unsur hara N yang berasal dari
Urea dan ZA merupakan hara makro utama bagi tanaman selain P dan K
dan seringkali menjadi faktor pembatas dalam produksi tanaman. Dalam
hal ini pupuk ZA merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan
unsur hara belerang dan nitrogen.
Nama ZA adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda, zwavelzure
ammoniak, yang artinya ammonium sulfat (NH4)2SO4 (Marsono dan
Lingga, 2007).
Zwavelzure amoniak lebih dikenal dengan sebutan ZA. Pupuk ini
dibuat dari gas amoniak dan asam belerang (zwafelzure). Persenyawaan
kedua zat ini menghasilkan pupuk ZA dengan kandungan N sebanyak
20,5-21%, bentuknya kristal kecil-kecil berwarna putih, abu-abu, biru
keabu-abuan, atau kuning (Marsono dan Lingga, 2007).
Sifat pupuk ZA ini ialah sedikit higroskopis (menarik air), tetapi baru
menarik uap air pada kelembapan 80% dan suhu 30%. Kendati demikian,
ZA harus disimpan ditempat kering. Sifat lain pupuk ini ialah reaksi
kerjanya agak lambat dan akar tanaman tidak dapat menyerapnya
bersama air tanah, tetapi harus mendapatkannya secara langsung. Pupuk
ini pun kurang terkuras oleh air. Bila ingin dipakai sebagai pupuk dasar
sebelum tanam, pupuk ZA ini tergolong cocok. Sayangnya ia agak asam
sehingga dapat membuat tanah menjadi asam jika terlalu sering diberi
pupuk ZA. Pupuk inipun tidak cocok diberikan pada tanah muda yang baru
dibuka dan tanah yang kurang mengandung kalsium (Marsono dan
Lingga, 2007).
Pupuk ini terdiri dari senyawa sulfur dan dalam bentuk sulfat yang
mudah diserap dan nitrogen dalam bentuk amoniumnya yang mudah larut
dan diserap tanaman. Kadar belerang dalam pupuk ini cukup tinggi sekitar
24% dan kadar nitrogennya 21%. Wujud pupuk ini butiran butiran Kristal
mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Pupuk ini berpotensi
menurunkan pH tanah karena sifat dari ion sulfat yang dapat larut secara
kuat, sedangkan ion amoniumnya lebih lemah. Sehingga perlu
diperhatikan dalam penyimpanan dan aplikasinya (Anonim, 1987).
Spesifikasi pupuk ZA di PT. Petrokimia Gresik (SNI 02-1760-2005)
yaitu: Pertama, nitrogen minimal 20,8%. Kedua, belerang minimal 23,8%.
Ketiga, kadar air maksimal 1%. Keempat, kadar asam bebas sebagai
H2SO4 maksimal 0,1%. Kelima, bentuk kristal, keenam, warna putih.
Ketujuh, dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg.
Sifat dan keunggulan pupuk ZA di PT. petrokimia Gresik (SNI 02-
1760- 2005) yaitu:
a) Tidak higroskopis.
b) Mudah larut dalam air.
c) Sebagai pupuk dasar dan susulan.
d) Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu
lama.
e) Dapat dicampur dengan pupuk lain. Keenam, aman digunakan
untuk semua jenis tanaman. Ketujuh, meningkatkan produksi dan
kualitas panen.
f) Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama,
penyakit dan kekeringan. Kesembilan, memperbaiki rasa dan warna
hasil panen.

Gejala kekurangan unsur hara Belerang pada tanaman di PT.
petrokimia Gresik (SNI 02-1760-2005) yaitu: Pertama, produksi protein
tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif. Kedua, terjadi
penimbunan amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya
bagi tanaman. Ketiga, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah
terserang hama penyakit. Keempat, produksi butir daun hijau menurun,
proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami
klorosis/kekuningan dan hasil panen rendah (PT Petrokimia,2018).

2.6 Saturator

Saturator adalah reaktor yang mereaksikan senyawa asam sulfat
dan amoniak di dalam sebuah tempat berbentuk tabung yang terjadi di
pabik ZA III di PT. Petrokimia Gresik (PT Petrokimia Gresik,2018).
2.7 Asam Sulfat

Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang
kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat
mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama
industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165
juta ton, dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Kegunaan
utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan
air limbah dan pengilangan minyak (PT Petrokimia Gresik,2018).
Spesifikasi asam sulfat menurut SNI 06-0030-1996
a) Kadar H2SO4 minimal 98%
b) Impuritis :
Chlorida (Cl) maksimal 10 ppm, Nitrate (NO3) maksimal 5 ppm,
Besi (Fe) maksimal 50 ppm, Timbal (Pb) maksimal 50 ppm
c) Bentuk cair