You are on page 1of 36

1.

Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan
dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai
besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
1. Dapat diukur atau dihitung
2. Dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
Mempunyai satuan

Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2


macam yaitu :
1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena
diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh
adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat
diukur dengan menggunakan neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan.
Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal
kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam

1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai
contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
2. Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai
contoh kelajuan, perlajuan dan lain-lain.

Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2

1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan


kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7
macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus

1
Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran
pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran
langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan
terlebih dahulu.

Gambar 1.1 Tabel Besaran Pokok

a) Panjang
Satuan Panjang = Meter (M)
Meter pertama kali didefinisikan pada 1973 dengan membagi jarak dari kutub
utara sampai ke katulstiwa menjadi 10 juta bagian yang sama. Hasilnya
diproduksi menjadi 3 batang platina dan beberapa batang besi. Karena
selanjutnya diketahui bahwa pengukuran jarak dari kutub ke katulstiwa tidak
akurat, maka pada 1960 standar ini ditinggalkan. Saat ini 1 meter
didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya pada ruang hampa selama
1/299792458 detik.
b) Waktu
Satuan Waktu = Detik/Sekon (S)
Satuan waktu awalnya didefinisikan sebagai 1/86400 dari waktu satu hari, namun
karena rotasi bumi tidak konstan, maka definisi ini diganti menjadi
1/31556925.9747 dari tahun 1900. pada 1967, definisi ini kembali diganti.detik

2
adalah selang waktu dari 9.192.631.770 periode radiasi yang disebabkan karena
transisi 2 atom cesium – 133 pada ground state.

c) Massa
Satuan Massa = Kilogram (kg)
Pada 1799, kilogram didefinisikan sebagai massa air pada 4 derajat celcius yang
menempati 1 desimeter kubik. Namun kemudian ditemukan bahwa volume air
yang diukur ternyata 1,000028 desimeter kubik, sehingga standar ini
ditinggalkan pada 1889.
Kilogram didefinisikan oleh sebuah benda silinder yang terbuat dari lempeng
platina dan 10% indium pada ruang hampa di dekat paris Kilogram merupakan
satu-satunya satuan standar yang tidak bisa dipindahkan. Tiruan-tiruan telah
dibuat dengan ketelitian mencapai 1/108part, namun metalurgi abad 19 belum
baik, sehingga ketidakmurnian pada logam menyebabkan kesalahan sekitar 0.5
part per billion setiap tahunnya.
d) Arus listrik
Satuan Arus Listrik = Ampere (A)
Saat arus listrik mengalir lewat suatu kabel, maka bidang magnet akan berada di
sekeliling kabel. Ampere didefinisikan pada 1948 dari kekuatan tarik-menarik
dua kabel yang berarus listrik.
1 ampere adalah arus listrik konstan dimana jika terdapat dua kabel dengan
panjang tak terhingga dengan circular cross section?? yang dapat diabaikan,
ditempatkan dengan jarak 1 meter pada ruang hampa, akan menghasilkan gaya 2
x 107 newton per meter.
e) Suhu atau Temperature
Satuan Suhu atau temperature Termodinamis = Kelvin (K)
Definisi dari temperature didasarkan pada diagram fase air, yaitu posisi titik tripel
air (suhu dimana 3 fase air berada bersamaan) yang didefinisikan sebagai 273,16
kelvin, kemudian nol mutlak didefinisikan pada 0 kelvin, sehingga 1 kelvin
didefiniskan sebagai 1/273.16 dari temperature titik tripel air.

3
f) Jumlah Zat
satuan Jumlah Zat = Mol (Mol)
Mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902, dan merupakan kependekan dari
“gram-molecule”.1 Mol adalah jumlah zat yang mengandung zat elementer
sebanyak atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon – 12. saat istilah mol
digunakan, zat elementernya harus dispesifikasikan, mungkin atom, molekul,
electron, atau partikel lain.
Kita dapat membayangkan satu mol sebagai jumlah atom dalam 12 gram karbon
12. bilangan ini disebut bilangan Avogadro, yaitu 6.0221367 x 1023.
g) Intensitas Cahaya
satuan Intensitas Cahaya = Candela (C)
Satuan intensitas cahaya diperlukan untuk menentukan brightness (keterangan)
dari suatu cahaya. Sebelumnya, lilin dan bola lampu pijar digunakan sebagai
standar. Standar yang digunakan saat ini adalah sumber cahaya
monokromatik(satu warna), biasanya dihasilkan oleh laser, dan suatu alat
bernama radiometer digunakan untuk mengukur panas yang ditimbulkan saat
cahaya tersebut diserap.1 candela adalah intensitas cahaya pada arah yang
ditentukan, dari suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik dengan
frekuensi 540 x 1012 per detik, dan memiliki intensitas radian pada arah tersebut
sebesar (1/683) watt per steradian.

2. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.


Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan
dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik)
diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan
mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung
dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan
dari besaran pokok.

4
Gambar 2.1 Tabel Besaran Turunan
DIMENSI
Dimensi adalah cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya
berdasarkan besaran pokok dengan menggunakan lambang / huruf tertentu yang
ditempatkan dalam kurung siku.
Contoh : Dimensi dari besaran pokok panjang dengan satuan meter
adalah [L], dimensi dari besaran pokok Massa dengan satuan kg adalah [M].
Untuk menuliskan dimensi dari besaran turunan dapat anda lihat sebagai berikut
:
1. Massa jenis ((ρ) memiliki satuan kg/m³ dengan dimensi =
[M]/[L]³ ditulis [M][L]-³
2. Kecepatan (v) adalah perubahan posisi benda (perpindahan) tiap satuan waktu
mempunyai satuan m/s dengan dimensi = L/T ditulis LT-¹
3. Percepatan (a) adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu, mempunyai satuan
m/s² dengan dimensi = L/T² ditulis LT-²
Kegunaan Dimensi :
1. Membuktikan dua besaran fisis setara atau tidak.
2. Menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar..
3. Menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis
tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui

2. Satuan
Satuan adalah sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran.
Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2
besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran
berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya
adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat(w)

5
mempunyai satuan Newton. Sistem Satuan Internasional (nama aslinya dalam
bahasa Perancis: Système International d'Unités atau SI) adalah bentuk modern
dari sistem metrik dan saat ini menjadi sistem pengukuran yang paling umum
digunakan. Sistem ini terdiri dari sebuah sistem satuan pengukuran yang koheren
terdiri dari 7 satuan dasar. Sistem ini mendefinisikan 22 satuan, dan lebih banyak
lagi satuan turunan. Sistem ini juga memunculkan satu set terdiri dari 20 prefiks
pada nama dan simbol satuan yang dapat digunakan untuk perkalian dan
pembagian satuan.
Sistem ini dipulikasikan pada tahun 1960 sebagai hasil dari inisiatif yang
dimulai tahun 1948. Pada awalnya sistem ini merupakan sistem MKS, yaitu
panjang (meter), massa (kilogram), dan waktu (detik/sekon). SI ditujukan
menjadi sistem yang berkembang, maka prefiks dan satuan dibuat dan definisi
satuan dimodifikasi melalui persetujuan internasional seiring teknologi
pengukuran berkembang dan presisi pengukuran meningkat. Konferensi Umum
tentang Berat dan Pengukuran (General Conferences on Weights and Measures,
CGPM) ke-24 dan 25 tahun 2011 and 2014, misalnya, mendiskusikan proposal
untuk mengubah definisi kilogram, menghubungkannya ke invarian alam
daripada massa sebuah artefak, sehingga memastikan stabilitas jangka panjang.
Dalam sistem SI terdapat 7 satuan dasar/pokok SI dan 2 satuan tanpa
dimensi. Selain itu, dalam sistem SI terdapat standar awalan-awalan (prefix) yang
dapat digunakan untuk penggandaan atau menurunkan satuan-satuan yang lain.

Satuan yang diturunkan dari satuan dasar SI


Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya
secara internasional atau disebut dengan satuan internasional (SI). Contoh:
meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
b) Sistem CGS (Centimeter Gram Second)

6
Gambar 2.2 Tabel Awalan Satuan Sistem Metrik

Satuan Tidak Baku


Satuan tidak baku umumnya banyak digunakan pada zaman dahulu dimana
sistem satuan modern blm dibuat. Ada banyak sekali satuan tidak baku yang
digunakan, dantaranya adalah sebagai berikut
a) Jengkal
Definisi 1 jengkal adalah jarak antara ujung ibu jari dan ujung jari telunjuk ketika
direntangkan
b) Depa
Definisi 1 depa adalah jarak antara ujung jari tengah tangan kiri dengan ujung
jari tengah tangan kanan jika kedua lengan direntangkan
c) Kilan
Definisi 1 kilan adalah jarak antara ujung ibu jari dengan ujung kelingking ketika
telapak tangan direntangkan
d) Hasta
Definisi 1 cubit adalah jarak antara siku lengan dan ujung jari tengah ketika
direntangkan
e) Tumbak

7
Tumbak adalah satuan luas tanah yang digunakan di daerah Jawa Barat. 1 tumbak
setara dengan 14 meter persegi

3. Alat Ukur
Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung
pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat
ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur
sesuai dengan besarannya,yaitu:

a. Alat Ukur Panjang


1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1
mm. Pada pembacaan skala.
Para ahli mengatakan bahwa penggaris kuno ditemukan oleh orang-orang
dari Peradaban Lembah Indus sekitar 1500 SM, tetapi beberapa yang lain
mengatakan sudah lebih dahulu ditemukan bukti-buktinya di kawasan Lothal (dari
masa 2400 SM).
Cara baca : kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar
yang di baca.
Skala centimeter (ketepatan 0,1 cm)

Skala inchi (ketepatan 1/8, 1/4, dan


1/2 inchi)

Gambar 3.1 Penggaris

8
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang
kurang dari 1mm. Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya
sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
Cara menggunakan :
1. Pertama-tama siapkan objek yang kalian ingin tahu berapa diameternya.
Untuk kami, kami menggunakan sebuah koin.
2. Buka rahang geser jangka sorong ke sebelah kanan untuk memudahkan
memasukkan benda yang akan diukur.
3. Geser lagi rahang ke sebelah kiri dengan rapat agar mendapatkan hasil
pengukuran yang optimal.
4. Ada dua angka NOL pada jangka sorong di samping. Yang pertama pada
skala atas (ujung kiri), yang kedua di baris bawahnya agak ke tengah.
5. Perhatikan garis pertama sebelum angka NOL yang bawah (skala utama).
6. Perhatikan garis yang berhimpit antara skala atas dan skala bawah (skala
nonius). Cari yang menyambung lurus dengan garis dari skala nonius
7. Jumlahkan dua angka yang di dapat tadi.

9
Gambar 3.2 Jangka Sorong

3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian
terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm. Skala terkecil (skala nonius) pada
mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat
pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat
yang sangat tipis.
Cara menggunakan :

1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka.


2. Lakukan pengecekan ketika apakah poros tetap dan poros geser bertemu
skala dan skala nonius utama menunjukkan angka nol.
3. Buka rahang dengan menggerakkan pemutar ke arah kiri sampai
benda/koin dapat masuk ke dalam rahang.
4. Letakkan benda dintara poros tetap dan poros geser lalu tutup kembali
rahang hingga tepat menjepit benda.
5. Putarlah Pengunci agar pemutar tidak bisa bergerak lagi. Dengarkan
bunyi “klik” yang muncul.
6. Lihat angka pada skala utama (garis berdiri) kemudian lihat pula angka
pada skala nonius atau skala putar (garis mendatar).

10
7. Kemudian jumlahkan angka dari kedua skala tersebut.

Gambar 3.3 Mikrometer Sekrup

b. Alat Ukur Massa


1. Neraca digital
Neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya
hingga 0,001g.
Cara kerja : Benda yang akan di ukur massanya di letakkan di atas
timbangan dan nilainya langsung dibaca pada tampilan digital.

Tempat meletakkan barang yang


akan ditimbang

Angka yang menampilkan berat


barang yang ditimbang

Gambar 3.4 Neraca Digital

11
2. Neraca O’Hauss,
Neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.
Skala

Tempat meletakkan barang yang


akan ditimbang

Gambar 3.5 Neraca O’Hauss

Cara menggunakan :
1. Posisikan skala neraca pada posisi nol dengan menggeser pemberat (anting)
pada lengan depan, tengah, dan belakang ke sisi kiri dan dan putar tombol
kalibrasi sampai garis kesetimbangan mengarah pada angka nol.
2. Periksa bahwa neraca pada posisi setimbang.
3. Letakkan benda yang akan diukur massanya di tempat yang tersedia pada
neraca (tempat beban).
4. Geser ketiga pemberat diurutkan dari pemberat yang paling besar ke yang
terkecil yaitu dimulai dari lengan yang menunjukkan skala ratusan, puluhan, dan
satuan sehingga tercapai keadaan setimbang.
5. Bacalah massa benda dengan menjumlahkan nilai yang ditunjukkan oleh skala
ratusan, puluhan, dan satuan atau sepersepuluhan.

12
3. Neraca Analog

Tempat meletakkan barang yang


akan ditimbang

Tempat melihat angka yang


menunjukkan berat barang yang
ditimbang

Gambar 3.6 Neraca Analog

Neraca jenis alat ukur massa yang biasanya digunakan dalam rumah tangga. Cara
menggunaknnya pun sangat mudah yaitu dengan menempatkan benda yang akan
diukur massanya pada wadah yang berada pada bagian atas neraca, kemudian
baca skala yang ditunjukan oleh jarum skala. Jenis lain dari neraca ini adalah
neraca pengukur massa badan.
Cara menggunakan:
1. Letakkan barang yang akan dihitung beratnya di wadahnya
2. Tunggu timbangan stabil dan tidak bergerak lagi
3. Lihat berat barang tersebut pada angka yang ditunjukkan oleh jarum pada
anka-angka di timbangan

13
c. Alat Ukur Waktu
Jarum detik (menunjukkan detik)
1. Jam

Jarum pendek (menunjukkan jam)


Jarum panjang (menunjukkan menit)

Gambar 3.7 Jam

Jam adalah sebuah alat ukur waktu yang paling populer dan sering
digunakan. Lama sebuah jam adalah 1/24 (satu perduapuluh empat)
hari. Satu jam bisa dibagi menjadi unit waktu yang lebih kecil lagi. Satu
jam terdiri dari 60 menit dan 3600 detik.Pada setiap jenis jam, biasanya
dilengkapi dengan jarum sekon, jarum menit, dan jarum jam. Pada jam
secara umum menggunakan satuan terkecil yaitu detik dan terbesar yaitu
jam dengan 1 detik adalah skala terkecil pada jam.
Cara menggunakan :
1. Lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum pendek untuk melihat jam.
2. Lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum panjang untuk melihat
menit.
3. Lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum paling panjang (biasanya
warna merah) untuk melihat detik.

14
2. Arloji (Jam Tangan)
Jarum detik (menunjukkan detik)

Jarum panjang (menunjukkan menit)

Jarum pendek (menunjukkan jam)

Gambar 3.8 Arloji

Jam tangan atau arloji adalah alat pengukur waktu yang dipakai di
pergelangan tangan manusia. Jam tangan pertama kali diperkenalkan
pada abad ke-16. Arloji ini sebenarnya merupakan salah satu jenis dari
jam.
Untuk ketelitiannya pun sama saja dengan jam. Hanya fungsinya saja
sebagai alat ukur waktu yang berbeda karena arloji lebih praktis karena
melekat pada pemakainya.
Cara menggunakan :
1. Lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum pendek untuk melihat jam.
2. Lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum panjang untuk melihat
menit.
3. Lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum paling panjang untuk
melihat detik.

15
3. Stopwatch

Gambar 3.9 Stopwatch


Stopwatch adalah alat ukur waktu yang digunakan untuk mengukur
lamanya waktu yang diperlukan dalam sebuah kegiatan, misalnya kita
akan mengukur berapa lama waktu yang ditempuh seseorang saat berlari
menuju jarak 100 m, maka kita akan sangat membutuhkan stopwatch
sebagai alat pengukur waktunya.
Stopwatch ini terdiri dari dua macam yaitu stopwatch analog dan
stopwatch digital. Stopwatch analog memiliki batas ketelitian 0,1 sekon
sedangkan stopwatch digital memiliki batas ketelitian hingga 0,01
Cara menggunakan :
1. Tekan tombol di atas untuk memulai penghitungan.
2. Tekan tombol kembali untuk berhenti ketika telah selesai
3. Tekan tombol kedua untuk menyetel waktu ke nol.

16
4. Kalender Penunjuk tahun

Penunjuk tanggal (hari)

Penunjuk bulan

Gambar 3.10 Kalender

Kalender, tarikh, atau penanggalan merupakan alat ukur waktu dengan


rentang waktu cukup lama (hari, minggu, bulan). Kalender ini adalah
sebuah sistem untuk memberi nama pada sebuah periode waktu,
contohnya adalah nama-nama hari. Nama-nama ini dikenal sebagai
tanggal kalender.
Tanggal ini bisa didasarkan dari gerakan-gerakan benda angkasa seperti
matahari dan bulan. Kalender juga dapat mengacu kepada alat yang
mengilustrasikan sistem tersebut contohnya kalender dinding. Skala
terkecil dari kalender adalah satu hari, jadi ketelitiannya adalah setengah
hari.

17
5. Jam Pasir

Gambar 3.11 Jam Pasir

Jam pasir adalah alat ukur waktu zaman dahulu sebelum ditemukannya
jam seperti saat ini dan belum diakuinya satuan detik. Terdiri dari dua
tabung gelas yang terhubung dengan sebuah tabung sempit. Salah satu
tabung biasanya diisi dengan pasir yang mengalir melalui tabung sempit
ke tabung dibawahnya dengan laju yang teratur.
Cara menggunakan :
1. Pastikan satu sisi telah terisi oleh semua pasir yang ada dalam jam
pasir dan sisi satunya kosong.
2. Balikkan sisi atas ke bawah dan tunggu sampai pasirnya selesai
berpindah ke bawah.

18
d. Alat Ukur Besaran Kuat Arus
1. Amperemeter

Gambar 3.12 Amperemeter

Kuat arus adalah besaran yang menyatakan besarnya arus listrik yang
melalui suaturangkaian listrik. Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan
amperemeter. Amperemeter memiliki batas ukur tertentu contohnya 0 – 5 A
(batas ukur 5A). Dalam rangkaian ampermeter disusun secara seri dengan
komponen listrik yang akan diukur.
Cara menggunakan :

1. Terminal positif (+) pada amperemeter dihubungkan dengan kutub positif


(+) sumber tegangan.
2. Terminal Negatif (-) pada amperemeter dihubungkan dengan kutub
negatif (-) sumber tegangan.
3. Lihat besar arus listrik pada angka yang ditunjuk oleh jarum.

19
e. Alat Ukur Temperatur
1. Termometer

Gambar 3.13 Termometer

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur temperatur adalah termometer


Cara menggunakan :
1.Bersihkan ujung termometer terlebih dahulu.
2.Letakkan ujung termometer di tempat yang suhunya akan diukur
3.Tahan termometer hingga berbunyi.
4. Termometer diambil dan lihatlah hasilnya.
5. Jangan lupa, bersihkan termometer.

f. Alat Ukur Luas


1. Planimeter
Alat ini bekerja pada daerah/peta yang berbentuk area atau poligon tertutup.
Perhitungan luas di mulai dengan menentukan titik awal, kemudian
menggerakkan alat tersebut searah pada dengan jarum pada batas poligon sampai
kembali ke titik awal, dan setelah itu dilakukan pembacaan.
Cara menggunakan :
a. Persiapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan dalam keadaan siap pakai
b. Letakkan peta/kertas gambar yang punjya skala di atas meja

20
c. Datarkan peta/kertas gambar dan jepit pada meja kerja dengan alat penjepit yang
terdapat pada kotak alat planimeter
d. Perhatikan luas atau batas areal yang akan diukur dan tentukan titik aal
pengukuran
e. Stel planimeter dengan skala peta dan tempatkan kutupnya diuar bidang gambar
jika areal tersebut seluruhnya dapat dijangkai oleh lengan penjelajah. Sebaliknya
jika lengah penjelajah tidak sanggup maka kutup diletakkan didalam bidang
gambar
f. Catat data pada table planimeter seperti factor pengali, konstnta, dan lain
sebagainya
g. Letakkan lensa/titik penjelajah pada titik aal mulai pengukuran, catat bacaan
pertama pada piringan, roda ukur dan vernier dalam table ukur
h. Gerakkan lensa penjelajah dari titik awal searah jarum jam dan berakhir kembali
pada titik semula melalui gari batas gambar, kemudian baca dan catat bacaan
kedua pada table ukur
i. Ulangi langkah g dan h di atas sampai tiga kali, maka didapat bacaan pertama,
kedua dan ketiga
j. Hitung jumlah pengukuran dengan rumus pada teori singkat diatas serta tentukan
tiga yang masuk jarak toleransi dan ambil nilai lua rata-rata hasil pengukuran

Gambar 3.14 Planimeter

21
4. Mikroskop
Mikroskop adalah alat bantu yang digunakan untuk melihat dan mengamati
benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata
telanjang. Kata Mikroskop berasal dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang berarti
kecil dan kata “scopein” yang berarti melihat. Benda kecil dilihat dengan cara
memperbesar ukuran bayangan benda tersebut hinga berkali-kali lipat. Bayangan
benda dapat dibesarkan 40 kali, 100 kali, 400 kali, bahkan 1000 kali, dan
perbesaran yang mampu dijangkau semakin meningkat seiring dengan
perkembangan teknologi . Ilmu yang mempelajari objek-objek berukuran sangat
kecil dengan menggunakan mikroskop disebut Mikroskopi. Mikroskop
ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek, penemuan ini sangat membantu
peneliti dan ilmuan untuk mengamati objek mikroskopis.
Menurut sejarah yang tercatat didunia bahwasannya pembuat pertama kali
adalah Zacharias Janssen, Zacharias Janssen itu sendiri adalah seorang yang
memiliki pekerjaan memperbaiki kaca mata. Dibantu juga oleh Hans Janssen
mereka mampu menciptakan mikroskop pertama pada tahun 1590, Mikroskop
buatan mereka saat itu hanya mampu melihat perbesaran pada objek 150 kali dari
ukuran asli.

Alat penemuan mereka itu mendorong seorang ilmuan terkenal yaitu


Galileo Galilei(Italia), untuk membuat alat yang serupa, pada tahun 1610 Galileo
mengatakan dirinya sebagai orang yang menciptakan mikroskop pertama kali.
Galileo menyelesaikan mikroskop miliknya pada tahun 1609 dan diberi nama
sebagai Mikroskop Galileo.

Mikroskop jenis ini menggunakan sebuah lensa optik, akan tetapi lensa ini
memiliki batasan pembesaran hal ini karena sebuah limit difraksi dari cahaya
yang masuk yaitu panjang gelombang cahaya ini hanya mencapai 200 nanometer.

22
Karena itu mikroskop ini tidak mampu mengamati perbesaran benda dibawah
200 nanometer.

Kemudian ada seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antony


Van Leeuwenhoek yang melanjutkan pengembangan kinerja pembesaran
mikroskopis. Antony kemudian menciptakan lensa baru dengan menumpuk
sejumlah lensa dengan lempengan perak kemudian Antony membuat 250
Mikroskop yang memiliki kemampuan 200 – 300 kali pembesaran. Leewenhoek
mencatat risetnya lalu hasil pengamatannya dikirim British Royal Society. Salah
satu isi pengamatan tanggal 7 September 1674 itu bahwa adanya hewan terkecil
yang saat ini dikenal dengan protozoa, antara tahun 1963 hingga 1723
Leewenhoek menulis lebih dari 300 surat hasil pengamatannya, penemuan-
penemuannya membuat dunia tau bahwa terdapat bentuk kehidupan yang sangat
kecil lalu menghasilkan ilmu mikrobiologi.

Mikroskop memiliki fungsi sebagai berikut :


 Fungsi utamanya adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran
sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang
 Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan berakar pada fugsi utamanya,
bedanya beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail,
contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu
jenis objek mikroskopis saja.

Bagian-bagian Mikroskop
Bagian-Bagian Optik
 Lensa Okuler,yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada
gambar, pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler berfungsi
untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler
biasanya memiliki perbesaran 6, 10, atau 12 kali.

23
 Lensa Objektif,yaitu lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3
lensa objektif pada mikroskop, yaitu dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali.
Saat menggunakan lensa objektif pengamat harus mengoleskan minyak
emersi ke bagian objek, minyak emersi ini berfungsi sebagai pelumas dan
untuk memperjelas bayangan benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak
lensa dengan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
 Kondensor,yaitu bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya
ke objek.
 Diafragma,yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang masuk dan mengenai preparat.
 Cermin,yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan
cahaya yang diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara
memantulkan cahaya tersebut.
 Lampu, yaitu bagian yang menjadi sumber cahaya menggantikkan fungsi
cermin pada mikroskop listrik.

Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik)


 Revolver,yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa
objektif yang diinginkan.
 Tabung Mikroskop,yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan
lensa objekti dan lensa okuler mikroskop.
 Lengan Mikroskop,yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat pengamat
memegang mikroskop.
 Meja Benda,yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan objek
yang akan diamati, pada meja benda terdapat penjepit objek, yang menjaga
objek tetap ditempat yang diinginkan.

24
 Makrometer (pemutar kasar),yaitu bagian yang berfungsi untuk
menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat untuk pengaturan
mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
 Mikrometer (pemutar halus),yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan
atau menurunkan tabung secara lambat untuk pengaturan mendapatkan
kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
 Kaki Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi sebagai penyagga yang
menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, dan juga untuk
tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak dipindahkan.
Cara Menggunakan Mikroskop
1. Ketika ingin mengangkat atau memindahkan mikroskop misalnya ingin
mendapat cahaya yang lebih diterang di tempat tertentu, peganglah lengan
mikroskop dengan satu tangan dan tangan yang lain menopang bagian bawah
mikroskop. Letakkan di tempat yang dekat dengan sumber cahaya. Pasanglah
lensa okuler dan hadapkan tepat dengan kenyamanan Anda.
2. Untuk mendapatkan penglihatan yang baik, Anda bisa memperkecil gambaran
lensa yang searah antara lensa objektif dan lensa okuler. Dapatkan gambaran
objek dengan perbesaran paling kecil terlebih dahulu untuk menilai kualitas
gambaran objek secara keseluruhan. Baru perbesarlah sedikit demi sedikit dan
sesuaikan agar terlihat lebih jelas.
3. Putar putar cermin untuk mendapatkan pencahayaan yang cerah. Lihatlah melalui
lensa okuler apakah medan atau area pengamatan sudah tampak terang atau
belum. Jika sangat terang maka area pengamatan akan tampak putih, dan tampak
suram ketika cahaya yang didapatkan kurang. Pastikan Anda mendapatkan
cahaya yang baik agar tidak mempengaruhi hasil pengamatan. Cahaya yang
digunakan bisa pantulan dari cahaya matahari atau cahaya lampu. Namun,
biasanya cahaya matahari lebih cerah dan membuat objek lebih jelas.
4. Jika menggunakan mikroskop listrik cukup hidupkan lampunya

25
5. Letakkan preparat objek yang akan diamati di meja benda dan jepitlah sisi kiri
dan kanannya agar tidak bergeser. Lakukan secara tepat sehingga cahaya bisa
menembus kaca benda dan tampak objek terlihat dengan jelas.
6. Anda bisa melakukan dua hal beriku ini untuk mencari fokus objek. (1)
Perbesaran lemas : lensa okuler disetel pada perbesaran 5 kali dan lensa objektif
10 kali, hal ini menyatakan bahwa preparat diamati pada perbesaran 50 kali.
Anda juga bisa memutar mutar makrometer untuk mendapatkan gambaran objek
yang jelas. (2) Perbesaran kuat : lensa okuler dengan perbesaran 12,5 ditambah
lensa objektif 60 kali memiliki arti bahwa pengamatan yang dilakukan dengan
perbesaran 750 kali. Perbesaran ini sangat besar sehingga lensa bisa mendekat
atau menyentuh preparat. Sehingga, preparat terlebih dahulu perlu ditutup
dengan kaca penutup lalu kondensor dinaikkan sampai menyentuh kaca. Kaca
pelapis ini berfungsi agar preparat tidak rusak karena bersentuhan dengan lensa
mikroskop. Kemudian, Diafragma dibuka selebar lebarnya dan lensa objektif
diturunkan sampai menyentuh kacca preparat. Untuk mendapatkan gambaran
yang jelas, putar putar makrometer sampai terlihat objek dengan jelas.
7. Setelah selesai menggunakan mikroskop, lebih baik menjaga kebersihannya
sebelum disimpan yaitu dengan xylol.
8. Simpan mikroskop di tempat yang kering dan bersih.

26
Gambar 4.1 Mikroskop cahaya (listrik)

Gambar 4.2 Mikroskop cahaya (menggunakan cermin)

27
Jenis Mikroskop
Berdasarkan Jumlah Lensa
1. Mikroskop Monokuler

Secara sederhana, mikroskop monokuler diartikan sebagai jenis mikroskop yang


hanya dilengkapi dengan satu lensa okuler saja. Jenis mikroskop yang satu ini
masuk ke dalam kelompok mikroskop cahaya yang digunakan untuk mengamati
detil di dalam sebuah sel. "Compound light microscope" adalah nama lain dari
mikroskop cahaya. Sumber cahaya yang akan digunakan dalam meneliti bagian
dalam sel pada mikroskop monokuler ini berasal dari lampu. Namun, mikroskop
ini hanya untuk melihat objek sederhana. Biasanya berupa benda yang sangat
tipis atau kecil ataupun sel penampang tumbuhan. Jenis mikroskop ini sering
dijumpai di ruang laboratorium sekolah.

Gambar 4.3 Mikroskop monokuler

2. Mikroskop Binokuler

Sama seperti mikroskop monokuler, jenis yang satu ini juga digolongkan ke
dalam kelompok mikroskop cahaya yang digunakan dengan tujuan meneliti

28
bagian dalam sebuah sel. Pada mikroskop binokuler dijumpai dua lensa yang
terdiri atas lensa objektif dan juga lensa okuler. Kedua lensa ini saat digunakan
di kedua mata sang peneliti akan menciptakan efek tiga dimensi pada benda yang
diteliti. Sumber cahaya yang digunakan pada mikroskop binokuler ini adalah
cahaya lampu. Adapun kemampuan pembesarannya tidak terlalu besar.
Kisarannya berbeda untuk masing-masing jenis lensa. Untuk lensa objektif
sekitar 1 kali sampai 2 kali sementara itu untuk lensa okuler perbesarannya 10
kali hingga 15 kali. Mikroskop binokuler ini menggunakan lensa objektif dengan
ukuran yang besar sebab pada bagian atasnya terdapat sistem lensa lainnya yang
dibuat terpisah sehingga pada posisi paralel. Pada mikroskop ini juga dijumpai
jalur cahaya yang terpisah pada bagian kanan dan juga kiri.

Gambar 4.4 Mikroskop binokuler

Berdasarkan Sumber Cahaya


1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya menggunakan dua buah lensa, yaitu lensa objektif dan lensa
okuler. Mikroskop cahaya dapat memperbesar objek sampai 1000 kali bahkan
2000 kali ukuran objek asli. Pada umumnya mikroskop cahaya memiliki tiga

29
lensa objektif. Tiga lensa tersebut di bedakan untuk perbesaran lemah, sedang
dan kuat. Perbesaran gambar dapat dihitung dengan cara mengalikan perbesaran
lensa objektif dengan perbesaran lensa okuler.
Macam-macam mikroskop cahaya
 Mikroskop Medan Terang
Pada mikroskop medan terang, medan yang mengelilingi preparat terlihat
terang, sedangkan ob jek yang diamati tampak gelap dari latar
belakangnya. Hal tersebut disebabkan cahaya dari suatu sumber masuk
melalui sistem lensa tanpa perubahan hingga medan yang terang.Lensa
kondensor memusatkan cahaya pada preparat, berkas cahaya dalam
kerucut cahaya langsung menembus lensa objektif untuk bentuk latar
belakang. Berkas cahaya menjadi bengkok dan membentuk bayangan
objek.Bayangan tersebut kemudian diperbesar lensa okuler. Sebagian
besar mikroskop semacam ini menghasilkan pembesaran berguna
maksimum sekitar 1.000 diameter.

Gambar 4.5 Mikroskop medan terang

30
 Mikroskop Medan Gelap
Mikroskop medan gelap memiliki fungsi yang sama dengan mikroskop
medan terang, yaitu untuk mengamati objek mikro. Perbedaannya pada
prinsip kerja, dimana mikroskop medan gelap memiliki kondensor
khusus untuk memantulkan cahaya, sehingga membentuk ruang gelap
dan titik-titik cahaya yang terkumpul akan mengenai objek. Penampakan
objek akan terlihat terang dengan bagian sekelilingnya gelap.

Gambar 4.6 Mikroskop medan gelap

 Mikroskop Pendar
Mikroskop pendar digunakan untuk melihat benda asing berukuran
mikroskopis, seperti virus dan bakteri yang memiliki ciri terselip dalam
protein sel.Prinsip kerjanya adalah sel akan ditetesi dengan cairan pendar
atau serum yang akan bereaksi dengan bakteri atau virus yang diamati.
Kemudian akan tampak warna pendar dari objek yang diamati, sehingga
dapat diketahui bentuknya.

31
Gambar 4.7 Mikroskop pendar

 Mikroskop ultraviolet
Jenis mikroskop ini mirip dengan mikroskop cahaya, tetapi cahaya yang
digunakan bukan cahaya matahari melainkan sinar ultraviolet. Mikroskop
ultraviolet menggunakan sinar ultraviolet karena sinar ultraviolet
memiliki panjang gelombang yang pendek, sehingga hasil pengamatan
dapat mencapai dua kalilipatnya.

Gambar 4.8 Mikroskop ultraviolet

32
2. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan
pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakanelektro
statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar
serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih
bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskopelektron ini menggunakan jauh
lebih banyak energi dan radiasielektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan
mikroskop cahaya.
Macam-macam mikroskop elektron
 Mikroskop Transmisi Elektron (TEM)
Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM)
adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara
kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek
pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar.

Gambar 4.9 Mikroskop transmisi elektron (TEM)

33
 Mikroskop Pemindai Transmisi Elektron (STEM)
Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM) adalah merupakan salah
satu tipe yang merupakan hasil pengembangan dari mikroskop transmisi
elektron (TEM).Pada sistem STEM ini, electron menembus spesimen
namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM, optik elektron
terfokus langsung pada sudut yang sempit dengan memindai obyek
menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu
sisi ke sisi lainnya (raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots)yang
membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi /
monitor.
 Mikroskop Pemindai Elektron (SEM)
Mikroskop pemindai elektron (SEM) adalah mikroskop yang digunakan
untuk studi detail arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik
lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.

Gambar 4.10 Mikroskop pemindai electron (SEM)

34
 Mikroskop Pemindai Lingkungan Elektron (ESEM)
Mikroskop ini adalah merupakan pengembangan dari SEM, yang dalam
bahasa Inggrisnya disebut Environmental SEM (ESEM) yang
dikembangkan guna mengatasi obyek pengamatan yang tidak memenuhi
syarat sebagai obyek TEM maupun SEM.
Obyek yang tidak memenuhi syarat seperti ini biasanya adalah bahan
alami yang ingin diamati secara detail tanpa merusak atau menambah
perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek yang apabila menggunakat
alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang
memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana.
 Mikroskop Refleksi Elektron (REM)
Reflection Electron Microscope (REM), adalah mikroskop elektron yang
memiliki cara kerja yang serupa dengan cara kerja TEM, namun sistem
ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek.
Tehnik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan
tehnik refleksi difraksi elektron energi tinggi (Reflection High Energy
Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi
tinggi (reflection high-energy loss spectrum – RHELS).

Gambar 4.11 Mikroskop refleksi elektron (REM)

35
 Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM)
Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah
merupakan Variasi lain yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada
sebelumnya, dan digunakan untuk melihat struktur mikro dari medan
magnet.

36