You are on page 1of 10

SURAT PERJANJIAN

PEKERJAAN PENGAWASAN

TAHUN ANGGARAN 2010

NOMOR : 05b/PPK.PL-KS.1/MAN 2-Amt/V/2010
TANGGAL : 24 Mei 2010

Pekerjaan :

Pengawasan Rehabilitasi Ruang Kelas
Madrasah Aliyah Negeri 2 amuntai

Konsultan Pengawas :

CV. GAMBAR KONSULTAN

Jl HKSN Komp. AMD Blok A 12 No.83 RT. 040 Alalak Utara –
Banjarmasin Utara

Nilai Kontrak :

Rp.17.950.000,00
( Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini : . A.. S. selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. maka sesuai dengan mata anggaran dasarnya. ST Jabatan : Direktur CV. KEMENTERIAN AGAMA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 AMUNTAI Alamat : Jl.. No. GAMBAR KONSULTAN Nomor : …………………………. Surat Penetapan Konsultan Pengawas dari Pembuat Komitmen Nomor : ……………………… 2010 tanggal ………………………. 2010. 244 Sungai Malang Amuntai Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia.2010 beserta lampirannya.PL-KS. Dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengawasan. yang bertandatangan di bawah ini : 1. Senin tanggal Dua Puluh Empat bulan Mei tahun Dua Ribu Sepuluh. AMD Blok A 12 No. GAMBAR KONSULTAN Alamat : Jl. tanggal ………………………….H. Sukmaraga No. 2. N a m a : MAHLAN. Sukmaraga No. HKSN Komp. 040 Alalak Utara – Banjarmasin Utara Berdasarkan Akte Notaris HERLINA ..83 RT. selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. dalam hal ini bertindak atas nama Perusahaan.12 tanggal 09 Januari 2010 dan Akte Perubahan Nomor …… Tanggal …………. 244 Sungai Malang Amuntai KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN REHABILITASI RUANG KELAS MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 AMUNTAI TAHUN ANGGARAN 2010 Nomor : 05b/PPK. Ma Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen Alamat Kantor : Jl. Kedua Belah Pihak sepakat dan setuju mengadakan Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Rehabilitasi Ruang Kelasmadrasah Aliyah Negeri 2 Amuntai berdasarkan : Surat Penawaran CV. N a m a : BAKIR MULYADI.1/MAN 2-Amt/V/2010 Tanggal : 24 Mei 2010 Pada hari ini.

7. 5. yang disahkan dengan Surat Pemerintah Hindia Belanda Nomor 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor : 14571 (khusus pasal-pasal yang masih berlaku). 3. pemeliharaan pekerjaan serta berita acara serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Mengawasi pekerjaan serta produknya. 4. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (terlampir). Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala dan membuat laporan mingguan dari bulanan pekerjaan pengawasan dan masukan dari hasil rapat-rapat lapangan. Algemene Voorwarden vor de uitvoering bij aaneming van openbar werken. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh pemborong. Mengawasi laju pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik dari segi kualitas dan kuantitas serta laju pencapaian volume. yaitu : 1. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. Mengumpulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian-penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : a. . 3. Keputusan Presiden Nomor : 80 Tahun 2003 beserta lampirannya. d. PASAL 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. 6. mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi. c. Membantu mengadakan 2 (dua) set gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan pemeliharaan. Surat Edaran Bersama BAPPENAS dan Departemen Keuangan Nomor : 351/D/VI/01/1997 tanggal 20 Januari 1997. Perihal Pedoman Standarisasi Pembangunan Bangunan Gedung Negara yang dibiayai dari APBN Tahun Anggaran 1997/1998. laporan-laporan harian. serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan. b. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. 2. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 061/KPTS/1981 f. e. PASAL 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGAWASAN Pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan (terlampir). Menyusun berita acara : kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Pengawasan : Pengawasan Rehabilitasi Ruang Kelas madrasah Aliyah Negeri 2 Amuntai sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : 1. Menyusun daftar kekurangan-kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama waktu pelaksanaan. 2.

Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan yang tercakup dalam proyek ini. Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor : 295/KPTS/CK/1997 tanggal 21 April 1997 tentang Pedoman Operasional Penyelenggaran Pembangunan Bangunan Gedung Negara.K. sebagai kelengkapan Surat Perjanjian Pengawasan. SNI-1735 -1989 F (SKBI 2.K. 6.53 -1987 ubc 699 887. S. h. PASAL 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1.3.3. Selain ketentuan-ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan-peraturan lain yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. 4. 7. yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini. PASAL 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dibuat rangkap 5 (lima) yang masing-masing terdiri dari : . PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. g. i. 1.2 Tentang Pedoman Pengawasan Penangkal Petir j. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub kontraktor maupun leveransir dari pekerjaan ini.3.B. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Pemborong akan sesuai dengan dokumen-dokumen pelaksanaan dan ketentuan yang berlaku. 3. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.53 . SNI-1727 -1989 F (SKBI 1355 . PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disetujui oleh kedua belah pihak. SNI-1735 -1989 F (SKBI 2.1987) Tentang Tatacara Pengawasan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung l. 2. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini.1987) Tentang Tatacara Pengawasan Bangunan dan Lingkungan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung m. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 5.I. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku.53 .1987) Tentang Metode Pengujian Tahap Api komponen Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung n. SNI-0255 -1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 k.

Berita Acara kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran d. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian Kerja ini ditetapkan sebesar Rp. yang dibebankan pada DIPA MAN 2 Amuntai Nomor : 3248/025-01.a. Dalam jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.000. bea materai dan pengeluaran lainnya. 17. 2. PASAL 8 TENAGA KERJA DAN UPAH . Pembayaran Angsuran terakhir sebesar 5 % dari jumlah biaya pengawasan. PASAL 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai sebagaimana yang disebut dalam Surat Perjanjian Kerja ini. dinyatakan dengan berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan pengawasan yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan pejabat yang berwenang. dikurangi 5 % yang dinyatakan/dilampirkan Berita Acara Kemajuan Fisik dan diketahui oleh pejabat yang berwenang. 2.0007. PASAL 7 CARA PEMBAYARAN 1. terhitung sejak tanggal penandatanganan Surat Perintah Kerja/Kontrak Perjanjian Kerja Pelaksanaan oleh Pemborong dengan Kuasa Pengguna Anggaran sampai dengan selambat-lambatnya 120 (Seratus Dua Puluh) hari kalender sampai dengan diadakannya serah terima pertama pekerjaan konstruksi fisik dari Pemborong dengan kewajiban pihak konsultan pengawas harus menyerahkan dokumen- dokumen sebagai hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 4. Pembayaran biaya pengawasan dilakukan secara bertahap sebesar nilai prestasi fisik yang telah dicapai. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pembangunan mencapai penyerahan untuk kedua kalinya dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.00 ( Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) yang merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).02609. PASAL 6 BIAYA / IMBALAN JASA PENGAWASAN 1.1 pada Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan Cabang Utama Banjarmasin. Pembayaran tersebut di atas dibayarkan melalui KPPN Tanjung kepada CV. Laporan mingguan b. Laporan Bulanan c. 3.2/XVIII/2010 tanggal 31 Desember 2009 Tahun Anggaran 2010 merupakan Jumlah yang pasti (Lumpsum Fixed Price). yaitu yang mengikat jumlah harga penawaran termasuk Pajak.950. GAMBAR KONSULTAN dengan Rekening Nomor 001.

sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini.1. 3. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. demikian pula pada waktu “keadaan Kahar” berakhir. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. pemogokan dan epidemi yang masing-masing mempunyai akibat langsung sehingga tertundanya penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. . petugas pengawas/tenaga ahli yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan.  Kebakaran  Perang. 2. PASAL 10 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEURE) 1. PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya “keadaan kahar” disertai dengan bukti yang sah. 3. Yang dimaksud dengan “keadaan Kahar” dalam Surat Perjanjian ini adalah peristiwa- peristiwa sebagai berikut :  Bencana alam (gempa bumi. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Persyaratan (TOR/KAK) yang telah ditunjuk oleh kedua belah pihak. 3. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui akibat “keadaan kahar” tersebut. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang telah ditetapkan. 4. PASAL 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. maka PIHAK PERTAMA dapat menyetujui atau menolak secara tertulis “keadaan memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan “keadaan memaksa” tersebut dari PIHAK KEDUA. Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Penunjukan pimpinan pengawas/tenaga ahli. 2. pemberontakan. tanah longsor dan banjir) . huru-hara. Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pimpinan pengawas/tenaga ahli. keahlian dan keterampilannya. 2. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK KEDUA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Apabila terjadi “Keadaan Kahar”.

Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 2. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) / Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA.Bilamana “keadaan memaksa’ itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan- ketentuan Pasal 3 ayat 3. yang terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu :  Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. 2. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.  Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. PASAL 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 9 ayat 4 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA dan pejabat yang berwenang yang ditunjuk dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya untuk mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA.  Seorang dari PIHAK KETIGA yang ahli. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. maka PIHAK KEDUA hanya akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. PASAL 12 SANKSI DAN DENDA 1. PASAL 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. 3. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pengawasan bertentangan dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan perjanjian ini yang mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. yang dibentuk dan diangkap oleh kedua belah pihak. 5. 4. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. 2. . PIHAK KEDUA dikenakan “denda keterlambatan” dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 di atas maksimum sebesar 5 % dari jumlah imbalan jasa pengawasan. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Pasal 5 ayat 2 dan Pasal 12 atau Surat Perjanjian Kerja ini.

c. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. b. 4. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri Amuntai. e. Jika terjadi pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 di atas. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 4. f. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. h. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 1 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. 3. Telah dikenakan denda maksimum sebesar 5 % (lima persen) dari jumlah biaya/imbalan jasa pekerjaan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat 3 perjanjian ini. 2. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. serta kerugian bagi negara.3. g. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. PASAL 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. d. . karena kelalaian PIHAK KEDUA. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini.

Surat perjanjian Kerja ini dibuat dalam rangkap 6 (enam). dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ma Direktur NIP. 6. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan ini. PASAL 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. PASAL 15 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1.000. beserta segala akibat hukumnya. 19630405 198903 1 009 MENGETAHUI KEPALA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 AMUNTAI KAB. GAMBAR KONSULTAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN BAKIR MULYADI. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri Amuntai. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA CV. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 2. bermaterai cukup. PASAL 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini. ST MAHLAN. HULU SUNGAI UTARA KUASA PENGGUNA ANGGARAN .00 (Enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. A.

Drs. 19540710 198003 1006 .H.SHABIRIN B.SABERI NIP.