You are on page 1of 11

Jurnal Sistem Skeletal 1 – 11

Volume 0.1 12 September 2013
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKIF SISTEM
SKELETAL PADA MATA KULIAH DASAR KEPERAWATAN I

Muhammad Nurul Mubin
Program Studi Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang, Nomor Telepon 024 3517261
frans_andra_boys@yahoo.com

ABSTRAK

Muhammad Nurul Mubin. PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKIF SISTEM SKELETAL PADA
MATA KULIAH DASAR KEPERAWATAN I. Skripsi, Semarang: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian
Nuswantoro Semarang, September 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah: merancang aplikasi media pembelajaran
interaktif sistem skeletal yang menarik dan mudah dipahami sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar
mandiri, kreatif, efektif dan efisien dan dapat mengurangi kejenuhan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang
dilakukan sebelumnya. Sumber data diperoleh dari sumber literatur modul Dasar Keperawatan I yang sudah
digunakan, pengembangan media menggunakan program macromedia flash. Teknik pengumpulan data menggunakan
metode angket dengan sampel mahasiswa yang telah mengikuti dan yang sudah mengikuti mata kuliah Dasar
Keperawatan I.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Melalui Media Pembelajaran Interaktif Sistem Skeletal Pada Mata
Kuliah Dasar Keperawatan I ini, maka proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, mudah dimengerti dan
dipahami sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar mandiri, kreatif, efektif dan efisien dan dapat
mengurangi kejenuhan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan sebelumnya. (2) Dengan
memanfaatkan media pembelajaran berbasiskan perangkat PC, media pembelajaran ini dapat di jalankan di beberapa
gadget yang ada saat ini, dengan begitu mahasiswa dapat belajar sendiri dimanapun dan kapanpun dibutuhkan.

Kata kunci : Sistem Rangka (Skeletal), Media Pembelajaran, Dasar Keperawatan I

I. PENDAHULUAN media atau alat bantu yang mampu
merangsang pembelajaran secara
1.1 Latar Belakang efektif dan efisien.
Pendidikan merupakan Belajar dapat diartikan
proses yang kompleks, namun sebagai proses kegiatan yang
kompleksitasnya selalu seiring membuat perubahan kognitif
dengan perkembangan manusia. maupun motorik melalui interaksi.
Melalui pendidikan pula berbagai Belajar juga dapat diartikan sebagi
aspek kehidupan dikembangkan proses perubahan tingkah laku.
melalui proses belajar dan Dari segi psikologi perbedaan
pembelajaran. individu ditimbulkan oleh berbagai
Berbagai masalah dalam macam aspek baik secara langsung
proses belajar perlu diselaraskan atau tidak langsung yang timbul
dan distabilkan agar kondisi dari Mahasiswa. Adapun aspek-
belajar tercipta sesuai dengan aspek tersebut, yaitu; kognitif
tujuan yang ingin dicapai serta (pengetahuan), afektif
dapat diperoleh seoptimal (kemampuan), dan psikomotor
mungkin. Untuk melengkapi (keterampilan), tidak ketinggalan
komponen belajar dan juga termasuk intelegensia, minat,
pembelajaran di kampus, sudah bakat dan keadaan sosial ekonomi.
seharusnya dosen memanfaatkan

Alat bantu belajar verbalisme yang terus-menerus. mandiri pada era kemajuan Semiawan. bahan variasi dalam pembelajaran belajar yang abstrak bisa diharapkan Mahasiswa dapat dikongkritkan dan membuat berbuat sendiri yang pada akhirnya suasana belajar yang tidak menarik akan mengembangkan seluruh menjadi menarik.Jurnal Sistem Skeletal 2 – 11 Volume 0. bakat dan minatnya mendapat tempat dan perhatian menjadi pribadi yang kreatif dan yang cukup besar bagi para peserta berintegritas tinggi. selain adalah agar Mahasiswa dapat tranformasi belajar secara mencari sendiri dan langsung konvensional atau tatap muka mengalami proses belajar. tetapi juga dapat Media elektronika sebagai akibat mengembangkan dirinya sesuai dari perkembangan teknologi. Banyak alat aspek pribadi. bahwa: strategi teknologi sangat dibutuhkan dalam pembelajaran yang efektif dan proses pembelajaran. merupakan suatu permasalahan sehingga dapat menjadi individu. yang benar-benar baik agar proses Mahasiswa dituntut untuk dapat belajar menjadi efektif. yang dimaksud berupa Penggunaan alat bantu atau media pembelajaran yang dilaksanakan pembelajaran merupakan bagian secara realistik dan kongkrit. didik dan besar pengaruhnya Berkenaan dengan unsur- terhadap perkembangan unsur yang terdapat dalam pendidikan. namun untuk mencari bermanfaat dalam rangka suatu pilihan atau solusi alat bantu peningkatan potensi individu. yang diinginkan. yang tidak bisa dipisahkan dan sehingga mengembangkan sudah merupakan suatu integrasi pemahaman dan berpikir kritis terhadap metode belajar yang serta menghindari terjadinya dipakai. Alat individu yang kreatif sebagaimana bantu atau media untuk belajar yang diungkapkan Conny R. teknologi. menarik menerapkan semua aspek yang dan interaktif serta menyenangkan didapat dari proses belajar. sehingga dapat saat ini. Belajar (ceramah) di dalam kelas. Mahasiswa belajar bantu atau media belajar dan bekerja berdasarkan minat dan diciptakan untuk belajar mandiri kemampuan. maka dibutuhkan pembelajaran yang disebabkan suatu alat bantu atau media belajar oleh kemajuan ilmu dan teknologi sebagai sarana pendukung. termasuk salah satu unsur dinamis Penyampaian materi ajar dalam belajar. potensi. Hal ini efesien adalah pengembangan dibutuhkan untuk menciptakan sikap belajar individu untuk kualitas manusia yang tidak hanya . pembelajaran guna mendukung Manfaat aktivitas dalam proses belajar. Kedudukan alat yang tidak bervariasi dapat bantu memiliki peranan yang menjadi penyebab tidak penting karena dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran proses belajar Mahasiswa.1 12 September 2013 Kemajuan teknologi mewujudkan pribadi yang tidak membuat manusia secara sengaja saja menguasai pengetahuan dan atau tidak sengaja telah dan akan keterampilan dalam alih ilmu dan berinteraksi terhadap teknologi. Dengan adanya Penggunaan alat bantu. yang perlu dicari solusinya.

maka penulis teoritis dalam pentransferannya melakukan penelitian dibidang mungkin cukup hanya dengan pendidikan berupa Media memakai buku panduan. baik yang dilakukan kegunaan lain dari penggunaan alat oleh sekolah maupun bantu pembelajaran yang beragam perpengajaran tinggi ataupun akan dapat menciptakan variasi lembaga pendidikan nonformal belajar sehingga tidak pada saat ini. menimbulkan kebosanan terhadap Alat bantu atau media Mahasiswa. tetapi janganlah dilupakan pemakaian Media Pembelajaran bahwa komputer itu bukanlah Interaktif Untuk Sistem Skeletal semata-mata diciptakan untuk Mata Kuliah Dasar Keperawatan I memecahkan persoalan ini juga diharapkan dapat matematika saja. Berkaitan dengan pembelajaran dibuat dan dapat dibutuhkannya alat bantu atau digunakan sesuai dengan subyek media pembelajaran dalam usaha dan urgensi dari mata kuliah. Penggunaan biasanya. . memerlukan IQ yang tinggi dan Kaitannya dengan pengajar. pengobatan. Dengan rumit. Selain hal-hal pendidikan. terkadang pengajar sebagai Semua anggapan itu tidak benar. harus ahli dalam matematika. bahan. peralatan. interaktif hal yang baru dalam dunia dan menyenangkan. pengajar. menarik. alat. menciptakan proses belajar yang Subyek mata kuliah yang menyenangkan. militer. terkadang transfer ilmu tidak cukup hanya orang menafsirkan untuk dengan penyampaian secara verbal berinteraksi dengan komputer (ceramah). secara verbal. Media Pembelajaran komputer sebagai alat bantu Interaktif ini dapat megurangi pendidikan dewasa ini sangat suasana yang statis dan dapat memungkinkan mengingat menciptakan proses pembelajaran komputer bukan merupakan suatu yang efektif. pendidikan dan sebagainya. menarik. dalam sudah memasuki segala bidang memvisualkan suatu bahan ajar kegiatan yang dilakukan terkadang mengalami hambatan masyarakat baik dalam bidang yang disebabkan oleh keterbatasan bisnis. praktek yang membutuhkan Sebagai perbandingan. Bagi biaya dan sebagainya di mana bangsa Indonesia komputer bukan proses penyampaian informasi atau suatu hal yang baru. Banyak masalah membantu disaat pengajar tidak lain yang bisa dikerjakan dengan bisa hadir untuk menyampaikan bantuan komputer. penyampai informasi kepada memang banyak komputer Mahasiswa kurang bisa digunakan orang untuk pemecahan menciptakan suasana belajar yang persoalan matematika yang cukup menarik dan kondusif. bahwa di informasi tambahan.Jurnal Sistem Skeletal 3 – 11 Volume 0.1 12 September 2013 bergantung melalui transfer ilmu yang disampaikan di atas. Lain Pembelajaran Interaktif Untuk halnya dengan pembelajaran yang Sistem Skeletal Mata Kuliah Dasar cenderung ke arah aplikatif atau Keperawatan I Bagi Mahasiswa. seperti materi di dalam kelas seperti pendidikan misalnya. interaktif cenderung bersifat hafalan atau dan efektif. Dalam negara-negara maju ilmu komputer pelajaran praktek.

Jurnal Sistem Skeletal 4 – 11 Volume 0. diharapkan dapat berdasarkan kriteria kualitas mengurangi kejenuhan Mahasiswa media pembelajaran yang karena selama ini proses baik. Materi kuliah dalam media d. Bertolak dari latar belakang tersebut diatas dapat dirumuskan 1.4 Tujuan Penelitian dalam bentuk penulisan skripsi Berdasarkan rumusan dengan judul “Perancangan masalah diatas maka tujuan Media Pembelajaran Interakif pembuatan penelitian ini adalah Sistem Skeletal Pada Mata merancang aplikasi media Kuliah Dasar Keperawatan I”. buku panduan atau textbook menjadi sebuah aplikasi media 1. efektif dan Sistem Skeletal. pembelajaran interaktif sistem skeletal yang menarik dan mudah 1. menyangkut Sistem Skeletal. dalam Sistem Skeletal. dikembangkan adalah dalam kreatif. efisien dan dapat mengurangi b. Diharapkan dapat 2.5. efektif dan efisien.3 Batasan Masalah bantu dan alternatif Permasalahan yang akan dalam pembelajaran dikaji dalam skripsi ini adalah: Sistem Skeletal. pembelajaran yang dilakukan oleh 4.5 Manfaat Penelitian pembelajaran interaktif yang 1. Selain bentuk multimedia interaktif itu dengan Media Pembelajaran pada Sistem Skeletal Interaktif ini. kreatif.2 Rumusan Masalah dipahami sehingga dapat Berdasarkan latar belakang memotivasi mahasiswa untuk di atas dapat dirumuskan belajar mandiri. Mampu kejenuhan mahasiswa terhadap memvisualisasikan hal- proses pembelajaran yang hal yang masih abstrak dilakukan sebelumnya”. e. diharapkan akan memotivasi 3. digunakan sebagai hanya meliputi pengujian bahan acuan pengembangan . Dapat mempermudah memotivasi mahasiswa untuk pemahaman mengenai belajar mandiri.1 Bagi Mahasiswa Ilmu menarik dan mudah di pahami Keperawatan sehingga diharapkan dapat a. Menjadi perangkat 1. Skeletal. Perangkat lunak yang dibuat. 1. Produk media yang Mahasiswa untuk belajar mandiri. Proses tidak sampai pada kebanyakan sekolah adalah metode detil materi tetang Sistem tatap muka (ceramah). c. efektif dan permasalahan sebagai berikut efisien dan dapat mengurangi “Bagaimana merancang sebuah kejenuhan mahasiswa terhadap media pembelajaran sistem proses pembelajaran yang skeletal dari yang semula berupa dilakukan sebelumnya. kreatif. Sebagai pelengkap pembelajaran yang akan media pembelajaran dikembangkan hanya Sistem Skeletal.1 12 September 2013 Manfaat Media program dan bukan untuk Pembelajaran Interaktif ini menguji teori.

walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula 1. Multimedia ini media pembelajaran berjalan sekuensial (berurutan). Rangka acuan pengembangan manusia dibentuk dari tulang multimedia pembelajaran tunggal atau gabungan (seperti interaktif guna tengkorak) yang ditunjang oleh meminimalisasi kejenuhan struktur lain seperti ligamen. Multimedia linier adalah dan peningkatan suatu multimedia yang tidak kualitas pembelajaran. Sebagai pengetahuan yang dapat dioperasikan oleh dan informasi tentang pengguna. dan organ lainnya. dan basis cairan (rangka diberikan dosen. mudah.1 Sistem Rangka (Skeletal) konvensional di kelas Sistem rangka adalah suatu yang mengakibatkan sistem organ yang memberikan motivasi belajar dukungan fisik pada makhluk mahasiswa menjadi hidup. memahami materi yang internal. pembelajaran konvensional Rata-rata manusia dewasa di kelas yang mengakibatkan memiliki 206 tulang.5. sehingga pengguna Sistem Skeletal. Sedangkan multimedia interaktif menyenangkan dan adalah suatu multimedia yang murah. Sistem rangka umumnya berkurang untuk dibagi menjadi tiga tipe: eksternal.2 Multimedia Interaktif 1.2 Bagi Institusi dikelompokkan secara terpisah Diharapkan dapat dari dua jenis lainnya karena tidak digunakan sebagai bahan adanya struktur penunjang. 2. alternative yang contohnya: TV dan film. hidrostatik). dapat memilih apa yang d. yaitu: melanjutkan penelitian multimedia linier dan multimedia tentang pengembangan interaktif.1 12 September 2013 multimedia kepada orang disekitar pembelajaran interaktif yang membutuhkan. dilengkapi dengan alat pengontrol b. dan kebosanan dalam tendon. memahami materi yang diberikan dosen. otot. dilengkapi dengan alat pengontrol c.5. walaupun motivasi belajar mahasiswa jumlah ini dapat bervariasi antara menjadi berkurang untuk individu.3 Bagi Peneliti Menurut Wahono (Warsita. Sebagai alat bantu dikehendaki untuk proses yang langsung dapat di selanjutnya. guna meminimalisasi kejenuhan dan II. singkat. TINJAUAN PUSTAKA kebosanan dalam pembelajaran 2. Membangkitkan minat 2008) jenis multimedia dapat mahasiswa untuk dibedakan menjadi dua. a.Jurnal Sistem Skeletal 5 – 11 Volume 0. Sebagai ajakan untuk apapun yang dapat dioperasikan terus mengembangkan oleh pengguna. Contoh multimedia implementasikan interaktif adalah: multimedia .

yaitu: Animasi menurut Agus multimedia linier dan Suheri (2006: 2) “Merupakan multimedia interaktif. pembelajaran.1 Pengertian Multimedia berikut: Pembelajaran a. ditingkatkan dan prises Animasi digunakan untuk belajar mengajar dapat member gambaran .3 Karakteristik Media dalam Menurut Bovee dalam Ouda Multimedia Pembelajaran Teda Ena (2001: 2) “Media adalah Sebagai salah satu sebuah alat yang mempunyai komponen sistem fungsi menyampaikan pesan”. strategi dan Azhar Arsyad (2002: 12) “Media juga evaluasi pembelajaran. seperti: penerima pesan tersebut.4. 2007). 2. video dan 2.3 Media Pembelajaran 2. lebih interaktif. Multimedia terbagi menjadi 2. audio.4.4.1 12 September 2013 pembelajaran interaktif. foto. dan lain-lain (Kusnandar saja.Jurnal Sistem Skeletal 6 – 11 Volume 0.4. Animasi Secara umum manfaat mewujudkan ilusi (illusion) yang dapat diperoleh adalah bagi pergerakkan dengan proses pembelajaran lebih memaparkan atau menarik.4 Format Multimedia menyampaikan pesan Pembelajaran pembelajaran”.4 Multimedia Pembelajaran multimedia pembelajaran Interaktif dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai 2. grafis.1 Pengertian Animasi dua kategori. kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa 2. kualitas demi sedikit (progressively) belajar siswa dapat pada kecepatan yang tinggi. Tutorial Pengertian multimedia b.5 Animasi animasi secara terintegrasi. aplikasi dilakukan dimana dan kapan game. Menurut Sigit Prasetyo (2007: 11) format sajian 2. gambar. dapat ditingkatkan. Menurut tujuan. menampilkan satu urutan jumlah waktu mengajar gambar yang berubah sedikit dapat dikurangi. pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk 2.2 Manfaat Multimedia sehingga menghasilkan Pembelajaran gerakan”. materi. Simulasi 3) adalah media yang d. pemilihan dan Media merupakan wadah dari penggunaan multimedia pesan yang oleh sumber pesan pembelajaran harus ataupun penyalurnya ingin memperhatikan karakteristik diteruskan kepada sasaran atau komponen lain. Percobaan atau menggabungkan dua unsur Eksperimen atau lebih media yang terdiri e. Drill dan Practise menurut Agus Suheri (2006: c. serta sikap belajar siswa dkk.5. Permainan dari teks.

Animasi Frame Penggunaan Media c. Animasi Animasi dibangun multimedia merupakan berdasarkan manfaatnya proses pembentukan gerak sebagai perantara atau media dari berbagai media atau yang digunakan untuk objek yang divariasikan berbagai kebutuhan di dengan efek-efek dan filter. gambar bitmap. Animasi Spline aplikasi presentasi.M.0 banyak dimanfaatkan untuk untuk Meningkatkan Pemahaman berbagai kebutuhan dalam Teori dalam Pembelajaran Sistem . Macromedia f. (2005: 21) adalah Macromedia flash 8 merupakan “menggambarkan sulitnya sebuah program aplikasi menyajikan informasi profesional untuk menggambar dengan satu gambar saja.7 Penelitian Terdahulu b. Animasi Karakter proses pembelajaran. 2. yang selaras dengan gerakan animasi tersebut.4 Animasi Dalam dilakukan oleh Hasib Ardani.Kes (2012) dengan judul Animasi pada saat ini Penggunaan Macromedia Flash 8..3 Jenis-jenis Animasi flash 8 memiliki tampilan yang Animasi yang sering menarik serta didukung oleh tool- kita lihat memiliki bentuk tool yang mudah digunakan. Jenis. Animasi Vektor Flash 8. seolah-olah hidup. Animasi Cell 2. ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5. memudahkan setiap orang yang jenis animasi menurut pernah menggunakan flash 8 atau Antonius Rachmat (2005: versi sebelumnya.0 sebagai media dalam g. suara-suara presentasi. Pembelajaran S.5. Animasi Path 8.6 Macromedia Flash 8 Macromedia flash 8 adalah 2. antaranya sebagai media gerakan transisi. salah satu perangkat lunak Konsep dari animasi komputer yang merupakan produk menurut Novian Wahyu S unggulan Macromedia Inc.Kp. sehingga teknik pembuatannya. Macromedia 2.5. Penelitian terdahulu yang sebelumnya pernah 2.0 adalah menggunakan program e. 46) diantaranya: a. Animasi kegiatan santai sampai membolehkan sesuatu objek serius. Macromedia flash Demikian juga tidak dapat menggunakan bahasa menggunakan teks untuk pemrograman bernama menerangkan informasi”.Jurnal Sistem Skeletal 7 – 11 Volume 0.1 12 September 2013 pergerakan bagi sesuatu berbagai kegiatan mulai dari objek. flash dan ragam sesuai dengan 8 juga mendukung format file flash fungsi maupun merancu pada versi sebelumnya. maupun sebagai yang tetap atau statik dapat fungsi utama sampai fungsi bergerak dan kelihatan tambahan atau hiasan. Animasi Sprite pembelajaran Macomedia Flash d. grafis dan animasi vektor atau atau sekumpulan gambar.5.2 Konsep Dasar Animasi.

Metode Pengumpulan Data Keperawatan I dan 1. dengan cara mengajukan Pengambilan script serta pertanyaan secara lisan pedoman pembuatan modul kepada pihak-pihak yang interaktif diambil dari bersangkutan dalam hal ini beberapa buku-buku pihak Universitas. Komunitas. teori/konsep/generalisasi Angket ini digunakan untuk yang dapat digunakan mendapatkan data tentang sebagai landasan teori dalam kelayakan penggunaan penelitian. METODE PENELITIAN sudah dipakai dalam pembelajaran Dasar a. Tamplan Menu Utama disini yaitu Mahasiswa dan Dosen Keperawatan. Diskusi Interaktif dilengkapi dengan buku- Diskusi interaktif merupakan buku materi Dasar metode pengumpulan data Keperawatan I yang lain. HASIL PENELITIAN DAN modul referensi yang PEMBAHASAN digunakan perawat. Kuisioner Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. jurnal- jurnal ilmiah dan data-data Implementasi Perancangan Media yang diperoleh dari internet Pembelajaran Interakif Sistem Skeletal dengan sumber yang dapat Pada Mata Kuliah Dasar Keperawatan I dipercaya. perawat dan 2. Studi Kepustakaan data primer di sini adalah Studi pustaka adalah mengambil data dengan penelitian untuk mencari menggunakan angket. Sumber Data Keperawatan I Program Studi Ilmu 1. panduan belajar macromedia Departemen Jiwa dan flash. untuk mencari modul interaktif Dasar metodologi yang sesuai dan Keperawatan I sebagai media membandingkan antara teori dalam proses belajar yang ada dengan fakta mengajar. Responden yang dimaksud Gambar 1. kuliah Dasar Keperawatan I diambil dari modul yang III. Cara pengambilan sumber 2. adalah sebagai berikut: 3.1 12 September 2013 Sekeletal Pada Mata Kuliah Dasar b. Literatur yang didapat oleh penulis adalah IV. Sumber literature Keperawatan Universitas Pengumpulan materi mata Diponegoro Semarang. Gambar 1 merupakan tampilan awal dari media pembelajaran ini dari Mata Kuliah . dilapangan.Jurnal Sistem Skeletal 8 – 11 Volume 0. Sumber data primer pihak akademik fakultas.

dan sub menu yang keempat Tulang punggung. dilihat dari belakang (posterior). klik tombol kembali pada tombol yang ada di sebelah kiri bawah. sub menu yang ketiga Tulang-tulang tengkorak. tulang tengkorak. ini terdapat 4 (empat) Sub Menu pilihan klik tombol kembali pada tombol yang yaitu : sub menu yang pertama Tulang- ada di sebelah kiri bawah. Tampilan Menu Rangka Tubuh Tampilan Menu Rangka Ekstrimitas Gambar 3 adalah tampilan menu rangka tubuh. Gambar 3. Gambar 4 adalah tampilan menu rangka ossa longa. dilihat dari atas (superior). sub menu yang Tampilan Menu Rangka Tubuh kedua Tulang-tulang tengkorak. Ossa crania. dilihat dari depan dan sub menu yang keempat Tulang-tulang tengkorak. Tampilan Menu Rangka Kepala Gambar 2. sub menu yang menu yaitu : 4 (empat) menu materi dan ketiga Rangka dada. Tampilan Menu Sistem Rangka Gambar 2 adalah tampilan menu sistem rangka. Cevea thoracis & 1 (satu) menu keluar/exit dari media gelang bahu kiri. jika ingin kembali ke halaman sebelumnya. didalam Menu Rangka Kepala ingin kembali ke halaman sebelumnya. sub .Jurnal Sistem Skeletal 9 – 11 Volume 0. pembelajaran tersebut. System Skeletale dan sub menu yang kedua Struktur Tulang Panjang.1 12 September 2013 Dasar Keperawatan I dan didalam menu yang kedua Proyeksi rangka pada media pembelajaran ini terdapat 5 (lima) dinding dada dan perut. jika ingin kembali ke halaman sebelumnya. vertebralis dilihat dari kiri. Columna vertebralis dilihat Tampilan Menu Sistem Rangka terlihat dari ventral tulang punggung. Ossa crania. Cingulum pectorable. dilihat dari kiri. klik tombol kembali pada tombol yang ada di sebelah kiri bawah. didalam Menu Sistem Rangka ini terdapat 2 (dua) Sub Menu pilihan Gambar 4. Systema skeletal. Tampilan Menu Rangka yaitu : sub menu yang pertama Sistem Kepala Rangka. didalam Menu Rangka Tubuh ini terdapat 4 (empat) Sub Menu pilihan yaitu : sub menu yang pertama Rangka Tubuh. jika kepala. potongan memanjang. Ossa crania. tubuh. Ossa crania. Columna dalam gambar 2.

efektif dan efisien dan dapat mengurangi kejenuhan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan sebelumnya. media pembelajaran Gambar 5 adalah tampilan menu rangka ini dapat di jalankan di beberapa ekstrimitas.1 12 September 2013 menjadi lebih menarik. KESIMPULAN Ciurse Universiatas Sanata Dharma.Jurnal Sistem Skeletal 10 – 11 Volume 0. Psikologi 1.edu/kipbipa/ penelitian tentang Media Pembelajaran papers/oudatedaena. Ouda Teda. Dari Piranti Lunak hasil skorsing jawaban angket uji Presentasi.do Interaktif Sistem Skeletal Pada Mata c (Download Tanggal: Kuliah Dasar Keperawatan I adalah 3 Maret 2008) sebagai berikut : [4] Hamalik. Indonesian Language and Culture Intensive V. Pembuatan tombol yang ada di sebelah kiri bawah. maka proses belajar mengajar Media Pembelajaran . dengan Ekstrimitas ini terdapat 3 (tiga) Sub begitu mahasiswa dapat belajar Menu pilihan yaitu : sub menu yang sendiri dimanapun dan kapanpun pertama Rangka Ekstrimitas atas. klik tombol kembali pada [1] Alami. Membuat tersebut berjumlah 10 mahasiswa. Dengan memanfaatkan media Ekstrimitas pembelajaran berbasiskan perangkat PC. Media Pembelajaran setelah itu mahasiswa diberikan angket Interaktif dengan yang berisi 10 item pernyataan. Pengembangan ini. kreatif. 2005. Kesimpulan yang dapat diambil dari www. Media Kuliah Dasar Keperawatan I kepada Pembelajaran. Pengujian dilakukan dengan cara Lampung: Universitas memberikan CD media pembelajaran Lampung. inteaktif sistem skeletal pada Mata [2] Arsyad. Jakarta: mahasiswa yang mengambil mata kuliah PT Raja Grafindo Dasar Keperawatan I dan mengambil Persada. Umar. mudah dimengerti dan dipahami sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar mandiri. sub dibutuhkan. 2002. Gambar 5. Tempilan Menu Rangka 2.ialf. VI. Fikri. menu yang kedua Rangka Ekstrimitas bawah dan sub menu yang ketiga Pelvis. Media Pembelajaran Dengan Macromedia Hasil Pengujian Sistem Flash MX 2004. Melalui Media Pembelajaran Belajar dan Mengajar. 2005. Interaktif Sistem Skeletal Pada Bandung: Sinar Baru. Azhar. Mata Kuliah Dasar Keperawatan I [5] Haryadi. DAFTAR PUSTAKA jika ingin kembali ke halaman sebelumnya. didalam Menu Rangka gadget yang ada saat ini. kelayakan penggunaan media Yogyakarta: pembelajaran interaktif ini. sampling yang terdiri dari mahasiswa [3] Ena. 2001. 2006.

Novian. http://romisatriawahon o. 2007.Jurnal Sistem Skeletal 11 – 11 Volume 0. [6] Prasetyo. [9] Utami. 2. Pengembangan Pembelajaran Dengan Menggunakan Multimedia Interaktif Untuk Pembelajaran Yang Berkualitas. Yogyakarta: Fakultas Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Untuk Mata Pelajaran Fisika Bahasan Kinematika Gerak Lurus. No. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 . Sigit. [10] Wahyu S. 2006. Animasi Multimedia Pembelajaran. [7] Rachmad. Yogyakarta: UNY.1 12 September 2013 Kimia Berbantuan Tahun 2003 Tentang Komputer Tentang Sistem Pendidikan Kimia Unsur Untuk Nasional: Jakarta. Agus. Animasi Dalam Pembelajaran. 2005. Yogyakarta: UNY. 2007. Aspek Dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran. 2005. 2003. Vol. : UNNES. [8] Suheri. Siswa Kelas XII. : UNNES.net/2006/06/21/aspek -dan-kriteria-penilaian- media-pembelajaran/ (Download Tanggal 22 April 2008) [12] --. [11] Wahono S. Romi. Pengantar Multimedia. 2006. Antonius. Jurnal Media Teknologi. Cianjur: Universitas Suryakencana. Dini. 1.