You are on page 1of 12

LAPORAN PENDAHULUAN

WAHAM

A. Konsep Dasar Waham
1. Pengertian
Waham adalah suatu keadaan di mana seseorang individu mengalami
sesuatu kekacauan dalam pengoperasian dan aktivitas-aktivitas kognitif
(Townsend, 1998).
Waham adalah suatu keyakinan yang salah secara kokoh dipertahankan
walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realita
normal (Stuart dan Sundeen, 1998).
Waham adalah suatu keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian
realitas yang salah, keyakinan yang tidak konsisten dengan tingkat
intelektual
Dan latar belakang budaya, ketidakmampuan merespon stimulus
internal dan eksternal melalui proses interaksi/informasi secara akurat
(Yosep, 2009).

2. Rentang Respon Neurobiologi

Respon Adaptif Respon Maladaptif

▪ Pikiran logis ▪ Distorsi pikiran ▪ Gangguan proses
▪ Persepsi akurat ▪ ilusi pikir
▪ Emosi konsisten ▪ Reaksi emosi berlebihan ▪ Waham
Dengan pengalaman atau kurang ▪ Perilaku
▪ Perilaku sesuai ▪ Perilaku aneh atau tidak biasa disorganisasi
▪ Berhubungan sosial ▪ Perilaku sesuai ▪ Isolasi social
▪ Menarik diri ▪ Sulit berespon emosi
(Stuart dan Laraia, 2005)

1

mana rangsangan dari pikiran dan rangsangan dari lingkungan (Keliat. Keadaan ini sering kali disebabkan karena merasa lingkungannya tidak nyaman. adanya rasa tidak aman.psikologis. Dengan seringnya memakai mekanisme proyeksi dan adanya kecen- Derungan melamun serta mendambakan sesuatu secara berlebihan. kemampuan untuk memisahkan dan mengatur persepsi mengenai perbedaan antara apa yang dipikirkan dengan perasaan sendiri menurun sehingga segala sesuatu sukar lagi dibedakan. Faktor Predisposisi Meliputi perkembangan social kultural. Secara berlahan-lahan individu itu tidak dapat melepaskan diri dari khayalannya dan kemudian meninggalkan dunia realitas. Etiologi Keadaan yang timbul sebagai akibat dari pada proyeksi di mana seseorang melemparkan kekurangan dan rasa tidak nyaman kedunia luar. objek yang ada dilingkungannya dan suasana sepi(isolasi). Berbagai factor masyarakat dapat membuat seseorang merasa terisolasi dan kesepian yang mengakibatkan kurangnya rangsangan eksternal. Stres yang berlebihan dapat menggangu metabolism dalam tubuh sehingga membuat tidak mampu dalam proses stimulus internal dan eksternal. Selain itu kecemasan. angkuh dank eras kepala. terlalu lama diajak bicara. merasa benci. Secara umum dapat dikatakan segala sesuatu yang mengancam harga diri dan keutuhan keluarga merupakan penyebab terjadinya halusinasi dan waham.3. b.genetik. membuat seseorang berkhayal ia sering menjadi penguasa dan hal ini dapat berkembang menjadi waham besar.yaitu: a. Individu itu biasanya peka dan mudah tersinggung.1998). cinta pada diri sendiri yang berlebihan angkuh dan k eras kepala.Jika tugas perkembangan terhambat dan hubungan interpersonal terganggu maka individu mengalami stress dan kecemasan. kaku. Suasana ini dapat meningkatkan stress dan kecemasan 2 . 1998). Ada dua factor yang menyebabkan terjadinya waham (Keliat. Faktor Presipitasi Rangsangan lingkungan yang sering menjadi pencetus terjadinya waham yaitu klien mengalami hubungan yang bermusuhan. Kecintaan pada diri sendiri. maka keadaan ini dapat berkembang menjadi waham.biokimia. sikap dingin dan cenderung menarik diri.

Waham somatic Meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu/terserang penyakit. Waham agama Memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan. diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan... Waham curiga Meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan/ mencederai dirinya. Tanda dan Gejala Untuk mendapatkan data waham saudara harus melakukan observasi terhadap perilaku berikut ini: a.” d..setelah pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda kanker namun pasien terus mengatakan bahwa ia terserang kanker. Contoh: “Kalau saya mau masuk surga saya harus menggunakan pakaian putih setiap hari. Waham kebesaran Meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus. Contoh: “Saya sakit kanker”. Contoh: “Saya tahu.” c.4. diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan. Contoh: “Ini kan alam kubur ya.diucap berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan. semua yang ada disini adalah roh-roh”. Contoh: “Saya ini pejabat di departemen kesehatan lho. Waham nihilistic Meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal. seluruh saudara saya ingin menghancurkan hidup saya karena mereka iri dengan kesuksesan saya. diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. e. diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan.” atau “Saya punya tambang emas” b. 3 .

dan mendokumentasikan semua informasi. lingkungan).kecurigaan. a. Apakah pasien menyatakan bahwa ia memiliki kekuatan fisik atau kekuatan lainnya atau yakin bahwa orang lain dapat membaca pikirannya? Isi pengkajian gangguan orientasi realita yang terfokus pada klien waham. Apakah pasien takut terhadap objek atau situasi tertentu. 2. Yaitu: Alasan masuk/dirawat Umumnya klien dengan gangguan orientasi realita dibawa ke rumah sakit karena Mengungkapkan kata-kata ancaman . Apakah pasien pernah merasakan bahwa ia sedang berada diluar tubuhnya? e. Baik melalui wawancara maupun observasi yang diberikan oleh pasien tentang wahamnya. kehilangan asosiasi. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan 1. kadang panic. Pengkajian Selama pengkajian. Apakah pasien berpikir bahwa pikiran atau tindakannya dikontrol oleh orang lain atau kekuatan dari luar? g. Diagnosa Keperawatan 4 . mengatakan benci dan kesal pada seseorang. Marah atau merusak barang-barang dan tidak mampu mengandalikan diri.B. Biasanya klien tampak tidak mempunyai orang lain.keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan. atau apakah pasien cemas secara berlebihan tentang tubuh atau kesehatannya? c. takut. Serta klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama. Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal. merusak (diri orang lain. Apakah pasien pernah merasakan bahwa benda-benda disekitarnya aneh dan tidak nyata? d. ekspresi wajah klien tegang. perawat harus mendengarkan. Apakah pasien memiliki pikiran/isi pikir yang berulang-ulang diungkapkan dan menetap? b. memperhatikan. Apakah pasien pernah merasa diawasi atau dibicarakan oleh orang lain? f. Klien juga mengungkapkan sesuatu yang tidak realistic.kebesaran. mudah tersinggung. curiga. sangat waspada. penguangan kata-kata yang didengar. bermusuhan. Berikut ini beberapa contoh pertanyaan yang dapat perawat gunakan sebagai panduan untuk mengkaji pasien waham. flight of ideas. tidak dapat menilai lingkungan/realitas.

Kerusakan komunikasi verbal. b. Gangguan proses piker: waham. Harga diri rendah kronik.Diagnosa keperawatan klien dengan waham berdasarkan pohon masalah: a. Format/data fokus pengkajian pada klien dengan waham 5 . c.

2009) Berikan tanda √ pada kolom yang sesuai dengan data klien Proses pikir [ ] Sirkumlansial [ ] Tangensial [ ] Flight of idea [ ] Bloking [ ] Kehilangan asosiasi [ ] Pengulangan bicara Isi Pikir [ ] Obsesi [ ] Fobia [ ] Depersonnalisasi [ ] Ide terkait [ ] Hipokondria [ ] Pikiran magis Proses pikir [ ] Agama [ ] Somatik [ ] Kebesaran [ ] Curiga [ ] Nihilistik [ ] Sisip pikir [ ] Siar pikir [ ] Kontrol pikir Masalah keperawatan a.(Keliat dan akemat. b. Kerusakan komunikasi verbal. Harga diri rendah kronik Pohon masalah Kerusakan komunikasi verbal effect ↑ Perubahan proses pikir: Waham Core Problem ↑ Harga Diri Rendah Kronik causa Contoh Rencana Keperawatan Gangguan Proses Pikir: Waham 6 . c. Gangguan proses pikir: waham.

Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian 3. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat (dischange planning) 2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang Menjelaskan follow up pasien setelah penggunaan obat secara teratur pulang 3. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian SP2P SP2K 1. Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki Melatih keluarga mempraktikkan cara merawat langsung kepada pasien waham 3.tanda dan gejala terpenuhi waham. Melatih kemampuan yang dimiliki SP3P SP3K 1. Membantu orientasi realita Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham 4. dan jenis waham yang dialami pasien beserta proses terjadinya. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih keluarga mempraktikkan cara merawat pasien dengan waham 2.Dalam Bentuk Strategi Pelaksanaan Klien Keluarga No SP1P SP1K 1. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak Menjelaskan pengertian. 3. Rencana Keperawatan Klien Gangguan proses Pikir: Waham 7 .

klien dapat 1.3 Tanyakan apa yang biasa klien lakukan(kaitkan dengan aktivitas sehari-hari dan perawatan diri) kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini.kami akan menemani anda . . waktu dan tempat).. 2. Diagnosa Medis : ……………. Perawat perlu memperlihatkan bahwa klien penting 8 . Ruangan : ……………..sebutkan nama perawat.Katakan perawat menerima keyakinan klien:”Saya menerima keyakinan anda”disertai ekspresi menerima. 2.4 Observasi apakah waham klien mengganggu actifitas sehari-hari dan perawatan diri.3 Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi: . kemampuan yang 2.2 Diskusikan dengan klien kemampuan yang dimiliki pada dimiliki waktu lalu dan saat ini yang realistis (hati-hati terlibat diskusi tentang waham). Rencana tindakan Keperawatan No Diagnosa Tgl Tujuan Diagnosa Keperawatan Tindakan Keperawatan (Umum danKhusus) 1 2 3 4 5 Gangguan 1. waham hubungan saling jelaskan tujuan interaksi. 2.ciptakan lingkungan yang percaya tenang..1 Bina hubungan saling percaya dengan klien: beri salam Proses pikir: membina terapeutik(panggil nama klien).1 Beri Pujian pada penampilan klien dan kemampuan klien mengidentifikasikan yang realistis.2 Jangan membantah dan mendukung waham klien: .buat kontrak yang jelas (topic yang dibicarakan. 1.CM : …. Nama Klien : …………….Gunakan keterbukaan dan kejujuran.Jangan tinggalkan klien sendirian.Anda berada ditempat aman. dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. No.4 Jika klien selalu bicara tentang wahamnya. 1.Tidak membicarakan isi waham klien. ..………….Katakan perawat tidak mendukung :”Sukar bagi saya untuk mempercayai nya”disertai ragu api empati. . 1. Klien dapat 2.

realitas orang lain.jika mungkin buat jadwal) 3. realistis 4.Klien dapat 6. Klien dapat 3. 6. marah) 3.1.Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang obat. 9 .Hubungan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.Klien mendapat 5.Berikan obat dengan prinsip 5(lima)benar.Gejala waham .2.Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok:orientasi Kualitas.Diskusikan perasaan klien setelah makan obat.Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (realitas berhubungan dengan Diri.1.3.dengan bantuan perawat.Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (aktifitas dapat dipilih bersama klien.3.2.3.1.2. menggunakan obat frekuensi dan efek samping akibat penghentian.Diskusikan dengan keluarga tentang: dukungan keluarga.3. 3.Berikan pujian pada kegiatan positif yang dilakukan klien 5.Klien dapat 4.Cara merawatnya .Atur situasi agar klien mempunyai waktu untuk untuk menggunakan wahamnya. realitas waktu).2.1. 6. Observasi kebutuhan klien sehari-hari.5. tidak terpenuhi ansietas.Folow-up obat 5. . Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik kebutuhan yang selama dirumah maupun di rumah sakit (rasa takut. dengan benar. Anjurkan keluarga melaksanakan 5. 6.dosis. 4.1.4.Lingkungan keluarga . realitas tempat. 4. mengidentifikasi 3.

” memasukkan dalam “saya mau latihan setiap pagi jadwal kegiatan harian pukul 09.Pembicaraan cepat .Mendiskusikan “Presiden kan enak bisa ngatur kebutuhan yang tidak dan perintah.” . No.30 diteras depan ruang rehabilitasi.” klien O: .Klien memasukkan latihan tenis meja kedalam jadwal harian setiap hari pukul 09.Menganjurkan klien bisa main tenis meja. 4. Membantu orientasi “mereka tidak percaya kalau waham realita Saya ini presiden.Membantu klien “Bapak saya yang suka mengatur” memenuhi “Saya ingin ikut teman-teman kebutuhannya pergi ruang rehabilitasi terus . Diagnosa Medis : …………. Diagnosa Rencana Tindakan Tgl Evaluasi Diagnosa Keperawatan Keperawatan Keperawatan 1 2 3 4 5 6 Senin 1 Gangguan SP1P Melakukan SP1P gangguan S:“saya hanya mau berbincang 10 23 juli proses pikir: gangguan proses pikir:waham Menit saja.” 2012 waham proses pikir: .” .00 sesuai jadwal harian.00 A: SP1P tercapai P: Perawat: Lanjutkan SP2P pukul 09.CM : …………. Klien: Motivasi klien untuk latihan olahraga tenis meja pada pukul 09.Afek labil . Implementasi dan Evaluasi Contoh implementasi dan evaluasi gangguan proses pikir:waham Nama Klien : ……………. 10 . Ruangan : …………….saya ga senang terpenuhi kalau diatur.00. No.

” 11 .00 Gangguan SP3P Melakukan SP3P gangguan S:”kita berbincang 10 menit ya.supaya saya tenang juga kan.waktu waham Kegiatan harian klien SMA saya punya band sama teman.30 1 Gangguan SP2P Melakukan SP2P gangguan S:“sekarang kita berbincang 15menit ya” proses pikir: Gangguan Proses pikir:waham “saya tadi main tenis meja lo. -Berdiskusi tentang “mari saya tunjukkan kehebatan saya kemampuan yang dimiliki Main gitar.” -Melatih kemampuan yang “Karena jadwal main musik disini dimiliki Setiap hari selasa dan kamis pukul 09.” -Memberikan pendidikan “terus yang warna putih itu supaya Kesehatan tentang saya rileks dan tidak tegang ya penggunaan obat secara disebut THP.00 saya akan latihan sesuai jadwal” O: -Klien kooperatif -Kontak mata baik -Klien membuat jadwal lahitahan main gitar sesuai jadwal di rumah sakit. dan 7 malam.berarti yang warnanya orange itu waham kegiatan harian klien CPZ gunannya untuk menenangkan.00 11. 1 siang.menang” waham proses pikir: -Mengevaluasi jadwal “saya juga bisa main gitar lo.” proses pikir: Gangguan proses pikir: waham “saya dapat obat 3 macam dari dokter” waham proses pikir: -Mengevaluasi jadwal “oh.” “saya akan minum obat sesuai jadwal dan teratur.” memasukkan dalam “semua obatnya harus saya minum jadwal kegiatan harian sehari 3 kali kan. A: SP2P tercapai P: Perawat: Lanjutkan SP3P pukul 11.09.” teratur “yang warna merah jambu itu disebut -Menganjurkan klien HPI.baik di rumah sakit sekarang atau sudah pulang ke rumah” “saya akan minum obat setiap hari pukul 7 pagi.00 diruang Perawatan klien Klien: Motivasi klien latihan memainkan gitar setiap hari selasa dan kamis pukul 09.

Klien memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian minum obat setiap pukul 7 pagi.Klien kooperatif .O: .1 siang.Kontak mata baik . dan 7 malam A: SP3P tercapai P: Perawat: Lanjutkan SP budaya gangguan proses pikir Waham Klien: Motivasi klien untuk minuman obat sesuai dengan jadwal 12 .