You are on page 1of 14

EPIDEMIOLOGI

DIABETES MELITUS
SISTEM ENDOKRIN, METABOLIK DAN NUTRISI
No Daftar Penyakit LoC
Kelenjar Endokrin
1 Diabetes melitus tipe 1
2 Diabetes melitus tipe 2
Diabetes melitus tipe lain (intoleransi glukosa akibat penyakit lain atau
3
obat-obatan)
4 Ketoasidosis diabetikum nonketotik
5 Hiperglikemi hiperosmolar
6 Hipoglikemia ringan
7 Hipoglikemia berat
8 Diabetes insipidus
9 Akromegali, gigantisme
10 Defisiensi hormon pertumbuhan
11 Hiperparatiroid
12 Hipoparatiroid
13 Hipertiroid
14 Tirotoksikosis
15 Hipotiroid
16 Goiter
17 Tiroiditis
18 Cushing's disease
19 Krisis adrenal
20 Addison's disease
21 Pubertas prekoks
22 Hipogonadisme
23 Prolaktinemia
24 Adenoma tiroid
25 Karsinoma tiroid
Gizi dan Metabollisme
26 Malnutrisi energi-protein
27 Defisiensi vitamin
28 Defisiensi mineral
29 Dislipidemia
30 Porfiria
31 Hiperurisemia
32 Obesitas
33 Sindrom metabolik
BEBAN DIABETES
BEBAN DIABETES
Pada tahun 2000 terdapat 171 juta penderita DM.
Diperkirakan tahun 2030 akan meningkat 2 kali menjadi 366
juta. Peningkatan prevalensi akan lebih besar di negara
berkembang dibandingkan di negara maju.
Prevalensi DM di Indonesia diperkirakan 1,2-2,3% dari
penduduk usia lebih dari 15 tahun. Pada tahun 2000
terdapat 8.426.000 penderita DM dan diprediksi akan
meningkat menjadi 21.257.000 pada tahun 2030. Yang
berarti ada peningkatan tiga kali dalam kurun waktu 30
tahun.
BEBAN DIABETES
Negara 2000 2030
Bangladesh 3.196.000 11.140.000
Bhutan 35.000 109.000
Republik Korea 367.000 635.000
India 31.705.000 79.441.000
Indonesia 8.426.000 21.257.000
Maldives 6.000 25.000
Myanmar 543.000 1.330.000
Nepal 436.000 1.328.000
Sri Lanka 653.000 1.537.000
Thailand 1.536.000 2.739.000
Total 46.903.000 119.541.000
BEBAN DIABETES
BEBAN DIABETES

Secara umum DM merupakan beban kesehatan masyarakat


yang cukup berat karena:
1. DM tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan
atau diperlambat.
2. Rentan terhadap komplikasi
3. Komplikasi DM dapat bersifat berat dan terminal
4. Bersifat autoimun (DM tipe 1)
5. Manifestasi pada kelompok tertentu (misal ibu hamil)
dapat lebih berat
JENIS DIABETES

1. DM tipe 1: disebabkan oleh gangguan sel beta


pankreas. Bersifat autoimun
2. DM tipe 2: faktor turunan positif, muncul saat dewasa,
biasanya diawali dengan kegemukan
3. DM gestational: karena kehamilan
4. DM tipe lain: bisa disebabkan oleh defek genetik fungsi
insulin, defek genetik kerja insulin
FAKTOR RISIKO DIABETES

Faktor risiko utama DM tipe 2:


1. Genetik (mempunyai orang tua/ keluarga dengan DM
tipe 2)
2. Obesitas, terutama central obesity
3. Phisical inactivity
4. Pengalaman dengan diabetic intrauterine (yang ditandai
dengan riwayat kehamilan abortus berulang, lahir mati,
berat bayi > 4000 g)
5. Riwayat minum susu formula pada waktu bayi
6. Low birth weight
FAKTOR RISIKO DIABETES

Kelompok risiko tinggi DM:


1. Usia > 45 tahun
2. Berat badan lebih (IMT > 25 kg/m)
3. Hipertensi (140/90 mmHg)
4. Ibu dengan riwayat melahirkan bayi > 4000 gram
5. Pernah diabetes sewaktu hamil
6. Riwayat keturunan DM
7. Kolesterol HDL < 35 mg/dl atau trigliserida > 250 mg/dl
8. Kurang aktifitas fisik
UPAYA EPIDEMIOLOGIS
1. Penanggulangan. Diarahkan kepada upaya penurunan
kasus baru (incidence) dengan menekankan upaya-
upaya pencegahan tingkat awal
2. Pencegahan. Diarahkan kepada upaya-upaya khusus
sehingga kelompok risiko tidak menjadi kasus DM baru
3. Pengobatan. Diarahkan supaya penderita DM dapat
mengakses pelayanan pengobatan, memilih dan
memakai bentuk pengobatan yang sesuai serta patuh
melakukan upaya pengobatan.
4. Secara khusus dianjurkan untuk mengembangkan
registrasi lengkap penderita DM sehingga dapat
digunakan untuk mengembangkan metode intervensi
yang lebih efektif di masa datang
UPAYA PENCEGAHAN
1. Pencegahan premordial kepada masyarakat yang sehat
2. Promosi kesehatan kepada kelompok yang berisiko:
penyuluhan
3. Pencegahan khusus kepada kelompok yang berisiko
tinggi: konsultasi gizi dietetik
4. Diagnosis awal: screening (pemeriksaan kadar gula
darah kelompok berisiko)
5. Pengobatan yang tepat
6. Disability limitation
7. Rehabilitasi
Selesai