You are on page 1of 8

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud

FORMULASI PASTA GIGI INFUSA DAUN JAMBU BIJI


(Psidium guajavaLinn.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI Na.
CMC SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
FORMULATING TOOTHPASTE FROM INFUSE OF GUAVA
LEAVES (Psidium guajava Linn.) WITH VARIATION
CONCENTRATION OF Na. CMC AS A BINDER
1*
Nur Sa’adah Daud , Sulasni Atma Desi, Mus Ifaya
Akademi Farmasi Bina Husada Kendari, Stikes Mandala Waluya Kendari
email : nursaadah.akfarbinhus@gmail.com

ABSTRAK
Daun jambu biji (Psidium guajava Linn.) telah terbukti berkhasiat sebagai
antibakteri terhadap Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus, bakteri
penyebab karies gigi. Formulasi menjadi sediaan pasta gigi memudahkan
penggunaan infusa daun jambu biji dalam mengatasi karies gigi. Tujuan penelitian
ini adalah untuk membuat sediaan pasta gigi infusa daun jambu biji dengan variasi
konsentrasi Natrium Carboxymethylcellulosa (Na.CMC) sebagai bahan pengikat
untuk memperoleh formula pasta gigi infusa daun jambu biji yang terbaik.
Konsentrasi infusa daun jambu biji yang digunakan adalah 5% dankonsentrasi
Na.CMC adalah 4%, 6% dan 8%. Bahan tambahan lain yang juga digunakan
adalah kalsium karbonat, gliserin, natrium lauril sulfat, α-tokoferol, propil
paraben, metil paraben, Oleum Menthae Piperatae (OMP) dan akuades.Hasil
penelitian menunjukkan ketiga sediaan pasta gigi infusa daun jambu biji untuk uji
organoleptik berwarna putih, beraroma mint dan bertekstur lembut, dengan nilai
pH memenuhi syarat 6,9-8,3, dan tinggi busa 3,5-5,5 cm.Uji viskositas
menunjukkan semakin tinggi konsentrasi Na. CMC semakin tinggi nilai viskositas
pasta gigi. Sedangkan hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formula pasta gigi
C adalah yang paling disukai.
Kata kunci : Pasta gigi, infusa daun jambu biji, Na. CMC

42 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin


Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud

ABSTRACT
Guava leaves (Psidium guajava Linn.) has been shown inhibiting effect against
dental caries causing bacteria such as Staphylococcus aureus and Streptococcus
mutans. In order to facilitate its activity in overcoming dental caries,formulation into
dosage toothpaste was needed. The purpose of this study was to formulate toothpaste
from infuse of guava leaves with variations concentration of Sodium
Carboxymethylcellulosa as a binder to obtain the best toothpaste formula. The
concentration of infuse of guava leaves was 5% and 4%, 6% and 8%for Sodium
carbxymethylcellulose respectively for formula each formula. Other additives have
been used, they were calcium carbonate, glycerin, sodium lauryl sulfate, α-
tocopherol, propyl paraben, methyl paraben, Oleum Menthae Piperatae (OMP) and
distilled water.The results showed that three toothpaste formula from the organoleptic
testwere white coloured, mint flavored with soft and lumpy of textur, with the mean of
pH value of 6,9 to 8,3 were eligible, and the foam height value of 3,5 to 5,5 cm.
Theviscosity values were increased with the increasing concentration ofSodium
carbxymethylcellulose. While the preference test showedthat toothpaste formula C
was the most preferred.

Keywords: Toothpaste, infusion of guava leaves, Sodium carbxymethylcellulose

PENDAHULUAN
Penyebab utama dari karies gigi fluoridedalam jumlah besardan dalam
adalah penumpukan plak gigi yang kurun waktu tertentu dapat
banyak mengandung bakteri (Dirks menimbulkan fluorosis email
dan Helderman, 1993). Streptococcus irreversible, tulang rapuh, gigi
mutans dan Staphylococcus aureus keropos, penuaan dini, aborsi
adalah bakteri yang berperan penting spontan, dan bersifat karsinogenik
dalam pembentukan plak (Brooks (Mason, 2000).
dkk., 2005). Menyikat gigi Penggunaan bahan alternatif
denganpasta gigi merupakan langkah dari alam perlu dikembangkan untuk
awal pencegahan karies gigi. membuat sediaan pasta gigi yang
Saat ini pasta gigi yang beredar sehat. Salah satu tanaman yang bisa
di pasaran banyak menggunakan dimanfaatkan adalah daun jambu biji
fluorideyaitu bahanyang digunakan (Psidium guajava Linn.). Kandungan
untuk mencegah terjadinya karies kimia dari jambu biji antara lain
gigi, namun darihasil penelitian, saponin, tannin, flavonoid dan
ditemukan bahwa penggunaan alkaloid. Berdasarkan hasil penelitian
Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 43

Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,


diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud

yang telah dilakukan Mittal dkk., METODOLOGI


(2010) diketahui bahwa komponen PENELITIAN ALAT
aktif dari senyawa flavonoid yaitu pH meter (Hanna), neraca
quercetin 3-0-alpha-l- analitik (OHAUS), dan viskometer
arabinopyranoside VT Rion – 04F.
(guaijaverin)berpotensi sebagai anti BAHAN
plak (karies gigi) dan berkhasiat Daun jambu biji, Na. CMC,
dalam menghambat pertumbuhan kalsium karbonat, gliserin, natrium
bakteri Streptococcus mutans. lauril sulfat, α-tokoferol, propil
Beberapa penelitian lain telah paraben, metil paraben, Oleum
membuktikan efektivitas infusa Menthae Piperatae(OMP) dan
maupun ekstrak daun jambu biji akuades.
terhadap bakteri Streptococcus PROSEDUR PENELITIAN
mutans dan Staphylococcus aureus Ekstraksi Sampel
penyebab karies gigi (Pratiwi, 2005; Sampel diperoleh di Kampus
Ratnah, 2012; Rizqina, 2014). Baru, Kecamatan Kambu, Kelurahan
Na. CMC adalah salah satu Lalolara, Kota Kendari. Pembuatan
bahan pengikat berupa senyawa infusa daun jambu biji, dilakukan
pembentuk gel (gelling agent) yang sesuai dengan ketentuan Farmakope
umum digunakan (Mason, 2000). Indonesia Ed. III yaitusebanyak 10 g
Sediaan pasta gigi pada penelitian ini daun jambu biji yang telah dipotong-
dibuat menggunakan infusa daun potong kecil ditimbang dan
jambu biji konsentrasi 5% dan Na. dimasukkan ke dalam panci infusa.
CMC 4-8%. Selanjutnya ditambahkan 100 mL
Penelitian ini dilakukan dengan akuades dan dipanaskan selama 15
tujuan untuk mendukung usaha menit terhitung setelah suhunya
pemanfaatan daun jambu biji menjadi o
mencapai 90 C (Departemen
sediaan pasta gigi herbal yang praktis Kesehatan, 1979).
dan sehat yang memenuhi syarat
evaluasi mutu sediaan pasta gigi
dengan variasi konsentrasi Na. CMC.
44 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud
Formulasi Sediaan Pasta Gigi homogen.Ditambahkan infusa daun

Infusa Daun Jambu Biji jambu biji. Gerus hingga homogen.


Pembuatan pasta gigi dimulai Selanjutnya dimasukkan ke dalam
dengan pembuatan mucilago lumpang tersebut secara berturut-
Na.CMC (campuran 1). Metil turut dengan diselingi dengan
parabendimasukkan ke dalam cawan penggerusan hingga homogen yaitu
yang berisi gliserin lalu aduk hingga campuran 2, alfa-tokoferol,
homogen. Tambahkan propil paraben natrium lauril sulfat dan terakhir
ke dalam campuran tersebut, aduk OMP. Hindari penggerusan yang
hingga homogen (campuran 2). berlebihan/ keras karena akan
Campuran 1 dimasukkan ke dalam menyebabkan massa pasta gigi
lumpang yang berisi kalsium berbusa.
karbonat, gerus hingga
Tabel 1. Formula sediaan pasta gigi infusa daun jambu biji
dengan variasi konsentrasi zat tambahan tiap 20 g.
Bahan Formula A Formula B Formula C
Infusa daun jambu biji 5% 5% 5%
α-tokoferol 0,05% 0,05% 0,05%
Na.CMC 4% 6% 8%
Kalsium Karbonat 40% 40% 40%
Gliserin 10% 10% 10%
Na.Lauril Sulfat 2% 2% 2%
OMP 1 tetes 1 tetes 1 tetes
Metil Paraben 0,1% 0,1% 0,1%
Propil Paraben 0,02% 0,02% 0,02%
Akuades ad 100% ad 100% ad 100%

Evaluasi Sediaan
Evaluasi sediaan meliputi uji kesukaan (uji hedonik) juga
organoleptik, uji pH, uji homogenitas dilakukan dengan memberikan
dan uji viskositas yang dilakukan kuesioner kepada 30 orang panelis
selama selama 4 minggu dengan 3 untuk mengamati warna, aroma,
kali replikasi dengan penyimpanan tekstur dan homogenitas dari sediaan
pada suhu kamar. Selain itu uji pasta gigi yang dibuat.

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 45


Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud
HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 2. Hasil pengamatan evaluasi fisik sediaan pasta gigi

Parameter Formula Hasil Pengamatan (Minggu ke)


I II III IV
A Putih Putih Putih Putih
Warna B Putih Putih Putih Putih
C Putih Putih Putih Putih
A Mint Mint Mint Mint
Aroma B Mint Mint Mint Mint
C Mint Mint Mint Mint
A Lembut Lembut Lembut Lembut
Tekstur B Lembut Lembut Lembut Lembut
C Lembut Lembut Lembut Lembut
A Homogen Homogen Homogen Homogen
Homogenitas B Homogen Homogen Homogen Homogen
C Homogen Homogen Homogen Homogen
A 7,1 8,3 7,0 6,9
pH B 7,1 8,3 7,0 7,0
C 7,1 8,3 7,0 8,1
A 4,5 cm 4,5 cm 3,5 cm 4,6 cm
Tinggi Busa B 5,0 cm 4,4 cm 4,4 cm 4,8 cm
C 5,5 cm 4,0 cm 4,3 cm 5,5 cm

a. Uji Organoleptik mint yang disebabkan karena


Hasil uji organoleptik (tabel 2) penambahan OMP1 tetes dengan
menunjukkan bahwa variasi tekstur pasta yang lembut. Hasil uji
konsentrasi NA. CMC tidak organoleptik ini membuktikan bahwa
mempengaruhi fisik sediaan pasta gigi pasta gigi infusa daun jambu biji yang
yang dihasilkan. Hal tersebut dibuat stabil, ditunjukkan dengan tidak
ditunjukkan pada warna, aroma dan terjadinya perubahan warna, aroma
tekstur ketiga formula adalah sama. dan tekstur selama 4 minggu
Infusa daun jambu biji yang berwarna penyimpanan pada suhu kamar.
hijau kecoklatan gelap tidak b. Uji Homogenitas
mempengaruhi hasil akhir sediaan Tabel 2 menunjukkan tidak
pasta gigi, terlihat dari ketiga formula adanya perbedaan homogenitas dari
yang dibuat berwarna putih. Selain itu ketiga formula pasta gigi infusa daun
ketiga formula pun memilikiaroma jambu biji. Sediaan pasta gigi

46 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin


Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud

homogen dan stabil yang ditandai detergen untuk menghasilkan busa.


dengantidak terdapatnya butiran- Tidak ada syarat tinggi busa untuk
butiran kasar pada kaca gelas arloji suatu produk pasta gigi. Hal ini
dan tidak terjadi pemisahan antara dikaitkan pada nilai estetika yang
infusa daun jambu biji dengan pasta disukai konsumen.
atau antara bahan tambahan pasta itu e. Uji Viskositas
sendiri selama 4 minggu Uji viskositas bertujuan untuk
penyimpanan pada suhu kamar. mengetahui seberapa kental pasta
c. Uji pH gigi yang dihasilkan, dimana nilai
Nilai pH ketiga formula pasta viskositas tersebut menyatakan
gigi selama penyimpanan pada suhu besarnya kekuatan suatu cairan untuk
kamar selama empat minggu tidak mengalir. Konsentrasi Na.CMC yang
mengalami perubahan yang berbeda mempengaruhi nilai
signifikan dengan nilai pH yang viskositas dari ketiga formula pasta
memenuhi rentang persyaratan, yaitu gigi yang dibuat. Semakin tinggi
berkisar antara 6,9–8,3. Syarat nilai konsentrasi Na.CMC maka semakin
pH untuk sediaan pasta gigi menurut besar nilai viskositasnya. Na.CMC
SNI 12-3524-1995 yaitu 4,5 –10,5. bekerja melalui proses
d. Uji Tinggi Busa pengembangan dengan cara
Hasil uji tinggi busa sediaan merangkap atau mengikat air yang
selama 4 minggu penyimpanan pada ada sehingga molekul-molekul air
suhu kamar tidak mengalami akan saling berdekatan dan terjadi
perubahan yang signifikan. Ketiga gaya tarik menarik. Formula pasta
formula memiliki tinggi busa yang gigi C yang mengandung Na.CMC
tidak jauh berbeda disebabkan oleh 8% mempunyai viskositas paling
jumlah Na. lauril sulfat yang besar. Hal ini terlihat jelas pada
digunakan adalah sama yaitu 2%. gambar 2.
Hasil pengukuran tinggi busa
menunjukkan kemampuan suatu

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 47


Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud

4000
3000
dPa.s 2000
1000 Minggu Ke-I
0 Minggu Ke-IV
A (Na. B (Na.
C (Na.
CMC 4%) CMC 6%) CMC 8%
Formula Pasta Gigi Infusa Daun Jambu Biji

Gambar 2. Hasil uji viskositas selama 4 minggu penyimpanan.

Pada gambar 2 juga terlihat menyebabkan sediaan menyerap uap


bahwa selama 4 minggu air dari luar dan menambah volume
penyimpanan nilai viskositas ketiga air dalam sediaan
formula pasta gigi mengalami f. Uji Kesukaan
penurunan. Hal tersebut dapat Tabel 7 menunjukkan bahwa
disebabkan oleh semakin lama waktu pasta gigi infusa daun jambbu biji
penyimpanan, maka semakin lama formula C adalah formula terbaik
sediaan terpengaruh oleh lingkungan, yang paling banyak disukai oleh
misalnya udara sehingga dapat panelis.
Tabel 7. Hasil uji kesukaan dengan analisis statistik ANOVA
Jumlah panelis
Parameter Fhitung
Formula A Formula B Formula C

Warna 4,614* 4 11 15
Aroma 3,651* 5 10 15

Tekstur 4,974* 5 13 12

Homogenitas 3,460* 3 10 17

Keterangan :
* = Ha diterima dimana ketiga formula pasta gigi infusa daun jambu biji mempunyai
perbedaan yang signfikan dengan nilai Fhitung>Ftabel.

KESIMPULAN
Infusa daun jambu biji dapat dibuat Na. CMC 8% pada formula C yang
menjadi sediaan pasta gigi dengan paling disukai.

48 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin


Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 42-49, 2016 Nur Sa’adah Daud

DAFTAR PUSTAKA
Brooks, G.., Butel, J.., dan Morse, S.., Pharmaceutical Sciences and
2005. Mikrobiologi Research, 1: 9–19.
Kedokteran. Salemba Medika, Pratiwi, R., 2005. Perbedaan Daya
Jakarta. Hambat Terhadap
Departemen Kesehatan, R., 1979. Streptococcus mutans dari
Farmakope Indonesia, 3rd ed. Beberapa Pasta Gigi yang
Departemen Kesehatan Mengandung Herbal. Majalah
Republik Indonesia, Jakarta. Kedokteran Gigi Dent. J, 38:
Dirks, D.. dan Helderman, W.., 1993. 64–67.
Ilmu Kedokteran Gigi Ratnah, S., 2012. 'Aktifitas Ekstrak
Pencegahan. Gadjah Mada Daun Jambu Biji (Psidium
University Press., Yogyakarta. guajava L.) Terhadap
Mason, S., 2000. Dental Hygiene, Pertumbuhan Streptococcus
dalam: Butler, H. (Ed.), mutans dan Staphylococcus
Poucher’s Perfume, Cosmetics aureus Penyebab Karies Gigi',
and Soap. Kliwe Academy Thesis. Universitas
Publishers, The Netherlands, Hasanuddin, Makassar.
hal. 217–253. Rizqina, N., 2014. 'Uji Efektivitas
Mittal, P., Gupta, V., Kaur, G., Garg, Antibakteri Infusum Daun
K.A., dan Singh, A., 2010. Jambu Biji (Psidium guajava
Phytochemistry and Linn.) Terhadap Pertumbuhan
Pharmacological Activities of Bakteri Penyebab Karies
psidium Guajava: A Review. Streptococcus mutans Secara
International Journal of In Vitro', Thesis. Universitas
Andalas Padang, Padang.

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 49


Artikel diterima: 15 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016