You are on page 1of 67

1

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN


DALAM PERSALINAN NORMAL

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Asuhan Persalinan

PENYUSUN :

HERNI SISWATI
NIM:P1337424515199

PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN MAGELANG


KELAS BANJAR NEGARA
POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
TAHUN 2016
1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Didalam Rencana Strategik Nasional Making Pregnancy Safer (MPS) di

Indonesia 2001-2010 disebutkan bahwa dalam konteks Rencana

Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia sehat 2010,visi MPS adalah

”Kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman,serta bayi yang

dilahirkan hidup dan sehat”

Misi MPS adalah menurunkan kesakitan dan kematian maternal dan

neonatal melalui pemantapan sistem kesehatan untuk menjamin akses

terhadap intervensi yang cost effective berdasarkan bukti ilmiah (evidence

based) yang berkualitas,memberdayakan wanita,keluarga,dan masyarakat

melalui kegiatan yang mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru

lahir,serta menjamin agar kesehatan maternal dan neonatal dipromosikan dan

dilestarikan sebagai prioritas program pembangunan nasional.

Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatus (AKN), Angka

Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan

beberapa indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKI dan AKB di

Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKI 228

per 100.000 kelahiran hidup, AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup, AKN 19 per

1.000 kelahiran hidup, AKABA 44 per 1.000 kelahiran hidup (PWS KIA

2012).
3

Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Development Goals/MDGs,

2000) pada tahun 2015 diharapkan Angka Kematian Ibu menurun sebesar

tiga-perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015 dan Angka Kematian Bayi

dan Angka Kematian Balita menurun sebesar dua- pertiga dalam kurun waktu

1990-2015. Berdasarkan hal itu Indonesia mempunyai komitmen untuk

menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 102/100.000 KH, Angka Kematian

Bayi dari 68 menjadi 23/1.000 KH, dan Angka Kematian Balita 97 menjadi

32/1.000 KH pada tahun 2015.

Upaya untuk mempercepat penurunan AKI telah dimulai sejak akhir tahun

1980-an melalui program Safe Motherhood Initiative yang mendapat

perhatian besar dan dukungan dari berbagai pihak baik dalam maupun luar

negeri. Pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah diperkenalkan lagi

upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI

melalui Making Pregnancy Safer (MPS) yang dicanangkan oleh pemerintah

pada tahun 2000. Sejak tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival

(CS) untuk penurunan AKB. Kedua Strategi tersebut diatas telah sejalan

dengan Grand Strategi DEPKES tahun 2004.

Rencana Strategi Making Pregnancy Safer (MPS) terdiri dari 3 pesan

kunci dan 4 strategi. Tiga pesan kunci MPS adalah :

1. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.

2. Setiap komplikasi obsetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat.

3. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap upaya pencegahan

kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.


1

Persalinan merupakan suatu proses alami yang akan berlangsung dengan

sendirinya, tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang

membahayakan ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan,

pertolongan dan pelayanan dengan fasilitas yang memadai. Persalinan dibagi

menjadi empat tahap penting dan kemungkinan penyulit dapat terjadi pada

setiap tahap tersebut.

Pada persalinan terjadi perubahan fisik yaitu : ibu akan merasa sakit

pinggang, sakit perut, merasa kurang enak, capai, lesu, tidak nyaman, tidak

bisa tidur nyenyak. Dan perubahan psikis yang terjadi yaitu merasa ketakutan

sehubungan dengan diri sendiri, takut kalau terjadi bahaya terhadap dirinya

pada saat persalinan, takut tidak dapat memenuhi kebutuhan anaknya, takut

yang dihubungkan dengan pengalaman yang sudah lalu, misalnya mengalami

kesulitan pada persalinan yang lalu, ketakutan karena anggapan sendiri bahwa

persalinan itu merupakan hal yang membahayakan.

Pada kesempatan ini penyusun membuat makalah tentang asuhan

persalinan normal sesuai dengan manajemen kebidanan untuk memenuhi

tugas mata kuliah asuhan persalinan,semoga bermanfaat,masukan dan kritik

yang membangun sangat kami harapkan,terima kasih.

Penyusun
5

Herni Siswati
1

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN PERSALINAN
1. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri)
yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau
dengan jalan lain.
2. Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan
pengeluaran yang cukup bulan/hampir cukup bulan, disusul dengan
pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.
3. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat
hidup dari dalam uterus melalui vagina atau jalan lahir ke dunia luar.
4. Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan
pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hidup cukup bulan, disusul
dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.
5. Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu)lahir spontan dengan presentasi
belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi
baik pada ibu maupun janin.
B. ETIOLOGI PERSALINAN
1. Penurunan Kadar Progesteron
Progesteron menimbulkan relaksasi otot rahim, sebaliknya estrogen
meninggikan kerentangan otot rahim. Pada akhir kehamilan kadar
progesteron menurun sehingga timbul his.
2. Teori Oksitosin
Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Oleh karena itu
timbul kontraksi otot rahim.
3. Ketegangan otot
Dengan majunya kehamilan makin teregang otot rahim dan otot rahim
makin rentan.
4. Pengaruh janin
7

Hipofise dan kelenjar supranetral janin yang memegang peranan


penting.

5. Teori Prastaglandin
Prastaglandin yang dihasilkan oleh desidua merupakan permulaaan
terjadinyas persalinan.
C. TAHAPAN PERSALINAN
1. Kala I
Dimulai adanya HIS sampai pembukaan lengkap.
Kala I terbagi dalam 2 fase :
a. Fase Laten
Pembukaan servik berlangsung lambat à pembukaan 1-3 cm
daslam waktu 7-8 jam.
b. Fase Aktif, dibagi dalam 3 subfase
1) Akselerasi : berlangsung 2 jam à pembukaan 4 cm
2) Dilatasi : berlangsung maximal 2 jam à pembukaan
9 cm
3) Deselerasi : berlangsung lambat dalam waktu 2 jam à
pembukaan 10 cm.
2. Kala II
Disebut kala pengeluaran , dimulai dari pembukaan lengkap sampai
bayi lahir. Tenaga mengejari mendorong janin keluar hingga lahir.
3. Kala III
Waktu pelepasan dan pengeluaran plasenta
a. Tanda-tanda pelepasan plasenta :
1) Uterus menjadi kendor.
2) Pendarahan terutama pendarahan yang sekonyong-
konyong dan agak banyak.
3) Tali pusat semakin memanjang.
4) Naiknya fundus uteri karena naiknya rahim.
b. Cara lepasnya plasenta ada 2 yaitu :
1

1) Schultse
Pelepasan dimulai dari bagian tengah plasenta dan
disini terjadi hematoma retra plasenta yang selanjutnya
mengangkat plasenta dari dasarnya. Pada cara pelepasan
ini tidak ada perdarahan sebelum plasenta lahir atau
sekurang-kurangnya terlepas seluruhnya. Baru setelah
terlepas seluruhnya, darah sekonyong-konyong
mengalir.
2) Duncan.
Pelepasan ini dimulai dari pinggir plasenta. Darah
mengalir keluar antara selaput janin dan dinding rahim.
Jadi perdarahan sudah ada sejak sebagian darim
plasenta lepas dan terus berlangsungt sampai seluruh
plasenta lepas.
c. Perasat untuk mengetehui lepasnya plasenta.
1) Kustner.
Dengan meletakan tangan disertai tekanan pada/ diatas
simfisis, tali pusat ditegangkan, bila tali pusat masuk
berarti belum lepas.
2) Klein
Sewaktu ada his, rahim kita dorong sedikit bila tali
pusat kembali berarti belum lepas.
3) Strassman
Tegangan tali pusat dan kontraksi pada fundus, bila tali
puisat kembali berarti belum lepas dan bila tali pusat
tak bergetar berarti sudah lepas.
4. Kala IV
Waktu setelah lahirnya plasenta sampai 2 jam post partum.
Yang harus dilakukan pada kala IV adalah :
a. Mengawasi perdarahan post partum.
1) Setelah plasenta lahir hendaknya plasenta diperiksa dengan
teliti apakah lengkap atau tidak .
9

2) Darah yang keluar dari jalan lahir.


3) Fundur uteri ( Fundus uteri dapat naik karena darah dari
cavum uteri tidak bisa keluar, karena terhalang oleh bekuan
darah).
4) Kontraksi rahim (Perdarahan karena atonia uteri terjadi bila
konsistensi rahim lunak, bila kontraksi rahim baik maka
perdarahan itu disebabkan perlukaan ).
5) Keadan umum ibu dan TTV ( nadi, pernafaasan, tekasnan
darah, suhu). Pemeriksaan KU dan TTV pada 1 jam post
partum dilakukan setiap 15 menit, sedangkan pada 2 jam post
partum dilakukan tiap 30 menit. Pada perdarahan di menjadi
lebih cepat dan kecil, pernafasan cepat seperti orang sesak
nafas, tekanan darah menurun, ibu pucat, berkeringat dingin,
gelisah , dan akhirnya kesadaran kurang.
6) Pengobatan perdarahan post partum.
Masase rahim, suntikan pitogin, methergin dan pemberian infuse.
b. Menjahit robekan perineum (rupture perinea)
Dibagi dalam 3 tingkat.
1) Ruptura perinea tingkat 1 ( Ruptura perinea completa).
Yang robek hanya mukosa dan kulit
2) Ruptura perinea tingkat 2 (Ruptura perinea incomplete).
Selain mukosa dan kulit, juga robek otot-otot perineum
keculai sfringter ani.
3) Ruptura perinea tingkat 3 (Ruptura perinea totalis).
Selaput lendir, kulit, otot-otot perineum dan sfringter ani
rusak. Dinding rectum mungkin ikut robek.
Sebab-sebab rupture perinea
1) kepala anak terlalu cepat lahir.
2) Anak besar
3) Persalinan buatan
4) Arcus pubis sempit
5) Vagina sempit.
1

6) Perineum yang kaku


7) Posisi occipilo posterior
c. Memeriksa bayi.
Dilakukan terutama untuk melihat apakah ada kelainan bawaan :
1) kepala (anencephaly, hidrocephal, mikrocephal)
2) mulut dan bibir (cela / palatoschizis)
3) perut (tumor, ascites)
4) pusat (amphalocele, hernia tali pusat)
5) genetal((pseudo, hermaphroditismus)
6) anus (atresia ani)
7) tulang punggung(spina bifida, seluran tulang belakang tidak
menutup sebelah belakang)
8) ekstrimitas (syundactili : jari-jari berhubungan seperti kaki
bebek, polydaktili : kelebihan jari )

D. MEKANISME PERSALINAN
1. Turunnya kepala
a. Masuknya kepala dalam PAP
1) Pada primigravida sudah terjadi pada bulan terakhir
kehamilan
2) Pada multipara biasanya baru terjadi pada permulaan
persalinan.
2. Majunya kepala
b. Pada primigravida terjadi setelah kepala masuk ke dalam
rongga panggul dan biasanya baru mulai pada kala II
c. Pada multipara majunya kepala dan masuknya kepala dalam
rongga panggul terjadi bersamaan
Yang menyebabkan majunya kepala:
3) Tekanan cairan intra uterin
4) Tekanan langsung oleh fundus pada bokong
5) Kekuatan mengejan
6) Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk rahim
11

3. Fleksi
a. Dengan majunya kepala biasanya fleksi juga bertambah hingga
UUK jelas lebih rendah dari UUB.
b. Fleksi ini disebabkan karena anak didorong maju dan
sebaiknya mendapat tahanan dari pinggir PAP, serviks, dinding
panggul atau dasar panggul.
4. Putaran paksi dalam
Pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian
terendah dari bagian depan memutar ke depan, ke bawah simpisis.
Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah adalah daerah
UUK dan bagian inilah yang akan memutar ke depan ke bawah
simpisis. Mutlak perlu untuk kelahiran kepala karena putaran paksi
merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan
bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah
panggul. Tidak terjadi tersendiri, tetapi selalu bersamaan dengan
majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai ke Hodge III,
kadang-kadang baru setelah kepala sampai di dasar panggul.
5. Ekstensi/ Defleksi kepala
Terjadi setelah putaran paksi selesai dan kepala sampai di dasar
panggul. Disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah
panggul mengarah ke depan dan atas, sehingga kepala harus
mengadakan ekstensi untuk melaluinya. Setelah suboksiput tertahan
pada pinggir bawah simpisis maka yang dapat maju karena kekuatan
tersebut di bagian atas yang berhadapan dengan subociput, maka
lahirlah berturut-turut pada pinggir atas perineum UUB, dahi, hidung,
mulut, dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. Kalau tidak terjadi
ekstensi, kepala akan tertekan pada perineum dan menembusnya.
6. Putaran Paksi Luar
Setelah kepala lahir maka kepala anak memutar kembali kearah
punggung anak torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi
dalam
7. Ekspulsi
1

Setelah kepala melakukan putaran paksi luar sesuai arah punggung


dilakukan pengeluaran anak dengan gerakan biparietal sampai tampak
¼ bahu kearah anterior dan posterior dan badan bayi keluar dengan
sangga susur.
E. TANDA-TANDA PERMULAAN PERSALINAN
Menurut (Mochtar,R, 1998),sebelum terjadi persalinan sebenarnya
beberapa minggu sebelumnya wanita memasuki bulannya atau minggunya
atau harinya yang disebut kala pendahuluan (preparatory stage of labour).Hal
ini ditandai dengan:
1. Ligtening atau setting atau dropping
Yaitu kepala turun memasuki PAP terutama pada primigravida tidak
begitu kelihatan.
2. Perut kelihatan lebih melebar,fundus uterundus turun.
3. Perasaan sering atau susah kencing (polakisuria)karena kandung kemih
tertekan oleh bagian terbawah janin.
4. Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi –
kontraksi lemah dari uterus kadang disebut”false labour pains”
5. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah
biasa bercampur darah (bloody show)
F. TANDA-TANDA PERSALINAN
1. Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
2. Keluar lendir bercampur darah(show) yang lebih banyak karena
robekan kecil pada serviks
3. Kadang – kadang ketuban pecah dengan sendirinya
4. Pada pemeriksaan dalam serviks mendatar dan perbukaan telah ada
G. FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI PERSALINAN
Menurut (Mochtar,R, 1998) , Faktor – factor yang berperan dalam
persalinan adalah:
1. Kekuatan mendorong janin keluar (POWER)
a. His (kontraksi uterus)
b. Kontraksi otot – otot dinding perut
c. Kontraksi diafragma
13

d. Ligamentous action terutama ligamentum rotundum


2. Faktor janin (PASSANGER)
3. Faktor jalan lahir (PASSAGE)
Pada waktu partus akan terjadi perubahan – perubahan pada uterus
serviks vagina dari dasar panggul.
H. LIMA BENANG MERAH
1. Pengambilan keputusan klinik
2. Aspek sayang ibu dan sayang bayi
3. Pencegahan infeksi
4. Aspek dokumentasi
5. Aspek rujukan
I. PEMANTAUAN
6. KU : berisi tentang keadaan umum pasien
7. TTV : berisi nadi, suhu, tekanan darah, respirasi
8. His : berapa kontraksi uterus dalam 10 menit dan berapa
lamanya
9. DJJ : menghitung denyut jantung janin permenit
10. VU: mengkaji vasika urinaria, apakah kosong / penuh
11. PPV : apa yang keluar dari vagina
12. KK : kulit ketuban apakah masih utuh atau sudah pecah
13. Bendle Ring: Cekungan on
14. Kemajuan Pesalinan : meliputi pembukaan, penipisan, panurunan
kepala.
15. Tanda-tanda Kala II :
a. Dorongan ingin meneran
b. Tekanan anus
c. Perinium menonjol
d. Vulva Terbuka
J. Manajemen Kebidanan
1. Pengertian
Ada beberapa pengertian manajemen, antara lain :
1

a. Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur,


mengurus, menyusun, menata, mengelola.
b. Secara umum dapat diartikan bekerja bersama orang-orang untuk
menentukan, menginterprstasikan dan mencapai tujuan organisasi
dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing),
pengarah (actuating), dan kepemimpinan (leading) serta pengawasan
(controlling)
c. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-
usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi
lainnya agar mencapai tujuan yang ditetapkan.
d. OeyLiang Lee, manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan daripada
sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
e. Horold Koontz dan Cyril O’donnel, manajemen adalah suatu
usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang
lain.
f. Encyclopedia Americana, pencapaian sasaran organisasi terjadi
melalui penggunaan menusia (man), bahan produksi (materials), dan
mesin (machines).

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa


manajemen kebidanan merupakan proses koordinasi berbagai
sumberdaya organisasi (man, money, materials, metode dan machines).
Manajemen kebidanan merupakan metode yang berbentuk proses,
rangkaian tahap-tahap pelaksanaannya mempunyai hubungan yang
berkesinambungan dan terus-menerus. Manajemen kebidanan
membantu proses berpikir bidan di dalam melaksanakan asuhan dan
pelayanan kebidanan. Metode pendekatan digunakan untuk mendalami
permasalahannya serta akhirnya mengambil langkah pemecahannya.
(Pusdiknakes, 2001)
15

Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh


bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis
mulai dari pengkajian, analisa data, diagnosa kebidanan, perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi. (PP IBI, 2001)
Proses manajemen adalah proses problem solving / pemecahan
masalah. Dalam proses tersebut digunakan metode mengorganisasikan
pikiran dan tindakan-tindakan dengan urutan yang logis agar diperoleh
manfaat bagi pasien maupun penyelenggara layanan kesehatan. Proses
manajemen menguraikan perilaku apa yang diharapkan dari pemberi
asuhan. Hal ini jelas-jelas menunjukkan tidak hanya proses berfikir
dan tindakan yang dilakukan, tetapi juga perilaku yang harus dicapai
dalam setiap langkah agar diperoleh layanan pasien yang aman dan
lengkap / komprehensif. (Varney, 1997)
Proses manajemen menurut Varney terdiri atas 7 langkah
berurutan, setiap langkah disempurnakan secara periodik. Ketujuh
langkah tersebut membentuk kerangka lengkap yang dapat
diaplikasikan dalam semua situasi. Tetapi setiap langkah dapat dipecah
menjadi langkah-langkah tertentu dan bisa diubah sesuai kondisi
pasien.
2. Langkah Manajemen Kebidanan
Proses manajemen terdiri atas 7 langkah berurutan, membentuk
kerangka lengkap yang dapat diaplikasikan dalam semua situasi. Tetapi
langkah tersebut dapat dirubah sesuai keadaan pasien.

a. Pengkajian
Yaitu mengumpulkan semua data tang diperlukan secara
sistematis untuk mengevaluasi keadaan pasien secara lengkap,
meliputi :
1) Anamnesa
a) Identitas Pasien
Nama : untuk mengetahui / mengenal pasien.
Umur : untuk mengetahui faktor resiko.
1

Alamat : untuk mengetahui lingkungan tempat


tinggal.
Pendidikan : untuk mengetahui tingkat pendidikan yang
nantinya penting dalam memberikan penkes
kepada pasien.
Pekerjaan : untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi.
Agama : berguna untuk memberikan motivasi pasien
disesuaikan dengan agamanya.
Suku bangsa : berguna untuk mengetahui faktor
pembawaan / ras.

Penanggung : untuk mengetahui latar belakang keluarga


jawab apakah wanita tersebut telah menikah /
belum, cerai dengan suami, atau suami
meninggal.

b) Alasan Datang
Untuk mengetahui alasan pasien datang.
c) Keluhan Utama
Untuk mengetahui keluhan yang dirasakan saat
pemeriksaan atau saat pasien datang
berhunbungan dengan kehamilannya.
d) Riwayat Penyakit Ibu dan Keluarga
Hal ini penting untuk melihat kemungkinan
adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan
yang dapat mempengaruhi kehamilannya,
terutama ditanyakan mengenai penyakit
jantung, diabetes mellitus, hipertensi, malaria,
PMS, dan HIV AIDS. Data tersebut akan
bermanfaat terhadap penanganan ibu
selanjutnya. Penyakit yang dapat menyertai
kehamilan baik penyakit dari ibu maupun dari
keluarga yang kemungkinan dicurigai.
e) Riwayat Operasi / Trauma
17

Apakah pernah mengalami operasi / trauma,


mengetahui jenis pembedahan dan penyakit
yang diangkat.
f) Riwayat Haid
Informasi mengenai haid sangat penting untuk
memperhitungkan usia kehamilan dan perkiraan
persalinannya.
g) Riwayat Obstetri
Berguna untuk mengetahui hamil berapa kali,
bersalin, dan abortus.
h) Riwayat Kehamilan Sekarang
Untuk mendeteksi komplikasi,
ketidaknyamanan dan keluhan terhadap
kehamilan yang dialami wanita sejak periode
HPHT.
i) Riwayat ANC
Mengetahui keadaan janin dan ibu, memonitor
perkembangan, kelainan, keluhan-keluhan,
pemberian tablet Fe, dan kekebalan ibu terhadap
tetanus.
j) Riwayat Persalinan Terdahulu
Untuk mengetahui riwayat persalinan, penolong
persalinan, keadaan bayi, berat badan lahir,
perdarahan, ada kelainan atau penyulit waktu
persalinan.
k) Riwayat Perkawinan
Dari riwayat Perkawinan dapat diketahui berapa
kali menikah dan lama perkawinan yang
berkaitan dengan kesuburan.

l) Riwayat KB
1

Berhubungan dengan hormonal/ tidak,


gangguan pada panggul yaitu Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim (AKDR), dan mengetahui
perencanaan keluarga terhadap kehamilan dan
kesejahteraan.
2) Pemeriksaan Fisik
a) Pemeriksaan Umum
Pemeriksaaan mencakup :
1. Mengukur tinggi dan berat badan ibu
Berguna untuk mengetahui resiko yang
diakibatkan tinggi dan berat badan yang
berpengaruh pada kehamilan dan
persalinan.
2. Memeriksa kemungkinan adanya
kelainan pada organ tubuh
Apabila diduga terdapat kelainan /
penyakit tersebut, pasien perlu dirujuk
untuk mendapatkan penanganan yang
lebih lanjut.
3. Mengukur tekanan darah
Kenaikan tekanan darah harus
diwaspadai karena merupakan salah satu
gejala pre-eklampsia.
4. Memeriksa oedema
5. Oedema positif pada tungkai dapat
menandakan adanya pre-eklampsia.
3) Periksa Pandang (Inspeksi)
Inspeksi keadaan umum dan inspeksi dari kepala
sampai ekstremitas bawah untuk menemukan kelainan
atau temuan bermakna.
4) Periksa Raba (Palpasi)
Dari periksa raba dapat ditentukan :
19

a) Usia kehamilan
b) Bagian-bagian janin dalam rahim
c) Letak janin dalam rahim
d) Sampai dimana bagian terdepan janin masuk
dalam panggul
e) Ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran
kepala janin dengan panggul
f) Janin tunggal atau tidak
LEOP L.1: untuk menentukan umur
kehamilan dan bagian janin yang terdapat di
daerah fundus uteri.
LEOP L.2 untuk mengumpulkan letak
punggung janin (pada letak membujur).
LEOP L.3 untuk menyimpulkan bagian
janin yang berada di bawah rahim.
LEOP L.4 untuk mengetahui apakah
bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas
panggul (PAP) atau belum
5) Periksa Dengar (Auskultasi)
Periksa dengar bertujuan untuk mengetahui ada atau
tidaknya denyut jantung janin (DJJ), frekuensi dan
keteraturannya, sehingga periksa dengar lebih
cenderung digunakan untuk mengkaji kesejahteraan
janin. Selain untuk menentukan adanya kehamilan dan
janin hidup, dari daerah didapatnya DJJ, dapat pula
ditentukan letak janin.
6) Pemeriksaan Dalam
Untuk mendapatkan informasi penting tentang obstetrik
dan ginekologik, antara lain :
a) Uterus : ukuran uterus dalam minggu, bentuk,
posisi, lunak atau keras, dan lokasi uterus.
1

b) Keadaan serviks : apakah membuka, menutup,


lunak, keras, tipis, tebal, posisi depan atau
belakang, dan mengetahui kemajuan
pembukaan.
c) Panggul : apakah luas atau sempit.
d) Keadaan jalan lahir.
7) Pemeriksaan Penunjang / Laboratorium
a) Pemeriksaan Urin
1. Pemeriksaan protein dalam urine
Untuk mengetahui ada atau tidaknya
protein dalam urine. Pemeriksaan ini
penting dilakukan untuk menegakkan
diagnosa atau mendeteksi faktor resiko
ibu hamil.
2. Pemeriksaan gula urine
Untuk mengetahui apakah pasien
menderita diabetes mellitus atau tidak.
b) Pemeriksaan darah
Dalam hal ini adalah pemeriksaan Hb Sahli
yaitu untuk mengetahui apakah ibu menderita
anemia.
b. Identifikasi terhadap masalah, diagnosa dan kebutuhan
Masalah adalah suatu persoalan yang dirasakan, bersumber
dari pasien dan pasien merasakan masalah tersebut perlu
diselesaikan. Masalah berkaitan dengan pengetahuan pasien
tentang diri, kesehatan dan perilaku yang harus dilakukannya.
Kebutuhan adalah sesuatu yang dibutuhkan
pemecahan/penyelesaiannya dilihat dari pandangan bidan.
Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan
dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar
nomenklatur diagnosa kebidanan. Standar nomenklatur
diagnosa kebidanan:
21

1) diakui dan telah disyahkan oleh profesi


2) berhubungan langsung dengan praktek kebidanan
3) memiliki ciri khas kebidanan
Didukung oleh klinikal judgement dalam lingkup
praktek kebidanan
4) Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen
kebidanan
c. Identifikasi diagnosa atau masalah potensial
Langkah ini berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa
terbaru dan memerlukan antisipasi, pencegahan bila
memungkinkan, mengamati dan bersiap-siap bila terjadi hal-hal
yang diantisipasi.

d. Identifikasi kebutuhan tindakan segera


Langkah IV ada data yang mengindikasikan situasi gawat
dimana bidan harus bertindak segera untuk keselamatan jiwa
ibu/bayi.
e. Merencanakan asuhan menyeluruh
Ditentukan langkah-langkah sebelumnya atau lanjutan dalam
masalah / diagnosa yang telah diidentifikasi, direncanakan
tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan secara menyeluruh.
Contoh :Beri penjelasan tentang posisi yang nyaman untuk
persalinan, beri penjelasan tentang mengurangi rasa nyeri, beri
penjelasan tentang proses persalinan.
f. Melaksanakan rencana asuhan
Yaitu pelaksanaan rencana asuhan menyeluruh atau
pelaksanaan dari langkah 5, jika bidan tidak dapat
melaksanakan sendiri, ia tetap bertanggung jawab untuk
mengarahkan pelaksanaannya kepada team yang lain.
1

Contoh : Memberikan asuhan terhadap pasien untuk memilih


posisi yang nyaman untuk persalinan, mengajurkan pasien
menarik nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri, menjelaskan
tentang proses persalinan dari kala 1 sampai dengan kala 4.
g. Evaluasi
Yaitu mengevaluasi pelaksanaan rencana asuhan menyeluruh
atau pelaksanaan dari langkah 5. jika bidan tidak dapat
melaksanakan sendiri, ia tetap bertanggung jawab untuk
mengarahkan pelaksanaannya kepada team yang lain.
Contoh : Melakukan evaluasi apakah pasien sudah memilih
posisi yang nyaman untuk persalinan, melakukan evaluasi
apakah pasien sudah melakukan menarik nafas dalam untuk
mengurangi rasa nyeri, melakukan evaluasi apakah pasien
sudah memahami tentang proses persalinan.

3. Konsep dan Prinsip Manajemen Kebidanan


Kiat Manajemen kebidanan :
a. Identifikasi dan analisis masalah yang mencakup pengumpulan
data subjektif dan objektif dan analisis dari data yang dikumpulkan.
b. Perumusan (diagnosa), masalah utama, masalah yang mungkin
akan timbul, serta penentuan perlunya konsultasi, kolaborasi, dan
rujukan.
c. Penyusunan rencana tindakan sesuai atau berdasarkan hasil
perumusan diagnosa atau masalah baik yang aktual maupun yang
potensial.
d. Pelaksanaan tindakan kebidanan sesuai dengan kewenangannya.
e. Evaluasi hasil tindakan, hasil evaluasi ini digunakan untuk
menentukan tingkat keberhasilan tindakan kebidanan yang telah
dilakukan dan sebagai bahan untuk lebih lanjut.
23

K. Peran dan Fungsi Bidan


Peran dan fungsi bidan terbagi menjadi 4, yaitu :
1. Sebagai Pelaksana
Mempunyai 3 kategori tugas, yaitu :
a. Tugas mandiri :
1) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan
kebidanan
2) Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja dan
wanita pra-nikah dengan melibatkan klien.
3) Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama
kehamilan normal.
4) Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa
persalinan dengan melibatkan klien dan keluarga.
5) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir.
6) Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa
nifas dengan melibatkan klien dan keluarga.
7) Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur
(WUS) yang membutuhkan pelayanan KB.
8) Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan
gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa
klimakterium dan menopause.
9) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita
dengan melibatkan keluarga.
b. Tugas Kolaborasi/kerjasama :
1) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan
kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan
klien dan keluarga.
2) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan
yang memerlukan tindakan kolaborasi.
3) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan
1

yang memerlukan pertolongan pertama dengan


tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan
keluarga.
4) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang
memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan
kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
5) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
(BBL) dengan resiko tinggi dan yang mengalami
komplikasi serta keadaan kegawatan yang memerlukan
pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi
dengan melibatkan klien dan keluarga.
6) Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan
resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta
Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan
yang memerlukan pertolongan pertama dengan
tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan
keluarga.
c. Tugas ketergantungan/merujuk
1) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan
kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan
keluarga.
2) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan
rujukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan
kegawatdaruratan.
3) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan
rujukan pada ibu pada masa persalinan dengan penyulit
tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.
4) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan
rujukan pada ibu pada masa nifas dengan penyulit
tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.
25

5) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan


rujukan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu
dengan melibatkan klien dan keluarga.
6) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan
rujukan pada balita dengan kelainan tertentu dengan
melibatkan klien dan keluarga.
2. Sebagai pengelola
a. Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama
pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok
khusus, dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan
masyarakat / klien.
b. Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program
kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui
peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan, dan
tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam
wilayah kerjanya.
3. Sebagai pendidik
a. Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang
penanggualangan masalah kesehatan melalui KIA dan KB.
b. Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan
perawat serta membina dukun di wilayah kerjanya.
4. Sebagai peneliti/investigator
Melakukan investigasi / penelitian terapan dalam bidang kesehatan
secara mandiri / kelompok.
a. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan.
b. Menyusun rencana kerja pelatihan.
c. Melaksanakan investigasi sesuai rencana.
d. Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi.
e. Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut.
f. Memamfaatkan hasil untuk meningkatkan dan
mengembangkan program kerja / pelayanan kesehatan.
1

L. Kompetensi dalam Melaksanakan Asuhan Kebidanan


Pada umumnya, bidan memberikan pelayanan kesehatan kepada wanita
beresiko rendah meliputi penapisan dan pendidikan, asuhan bayi baru lahir
(asuhan antenatal, intrapartum dan bayi baru lahir), KB, dibeberapa negara hakl
ini merupakan asuhan primer rutin. Komponen asuhan kebidanan di Indonesia
digariskan dalam “komponen bidan di Indonesia”. Komponen tersebut difokuskan
pada seputar kehamilan dan kelahiran.
Yang dimaksud kompetensi bidan dalam dokumentasi ini meliputi
pengetahuan (knowledge), ketarampilan (skill) dan perilaku (atitude) yang harus
dimiliki oleh bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan secara aman dan
bertanggung jawab pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Kompetensi
tersebut dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu kompetensi inti / dasar
merupakan kompetensi minimal yang mutlak dimiliki oleh bidan, kompetensi
tambahan/lanjutan merupakan pengembangan dari pengetahuan dan ketrampilan
dasar untuk mendukung tugas bidan dalam memenuhi tuntutan/kebutuhan
masyarakat yang sangat dinamis serta perkembangan IPTEK. Yang termasuk
dalam asuhan kebidanan ini adalah :
1. Pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di posyandu (tindakan
dan pencegahan)
2. Penyuluhan dan pendidikan kesehatan reproduksi wanita
3. Keluarga dan masyarakat termasuk persiapan menjadi orang tua
4. Menentukan pemilihan KB
5. deteksi dini kondisi abnormal pada ibu dan bayi
6. Usaha memperoleh pelayanan khusus bila diperlukan
(konsultasi/rujukan), dan
7. Pelaksanaan pertolongan kegawat-daruratan primer dan sekunder
ketika tidak ada pertolongan medis.

M. Dokumentasi
Dalam kebidanan, metode yang digunakan untuk pendokumentasian
asuhan kebidanan adalah dengan menggunakan metode SOAP. Yang intinya
27

adalah proses pemikiran dan penatalaksanaan kebidanan yang dipakai untuk


mendokumentasikan asuhan kepada pasien sebagai catatan kemajuan. Alasan
SOAP digunakan untuk pendokumentasian :
1. Pendokeumentasian SOAP merupakan kemajuan informasi yang
sistematis, yang mengorganisir penemuan dan kesimpulan menjadi
suatu rencana asuhan.
2. Metode ini merupakan penyaringan intisari dari proses
penatalaksanaan asuhan kebidanan untuk tujuan penyediaan dan
pendokumentasian asuhan.
3. SOAP merupakan urutan-urutan yang dapat membantu dalam
mengorganisir pikiran dan memberikan asuhan yang menyeluruh.
4. SOAP adalah catatan yang bersifat sederhana, jelas, logis, dan tertulis.
5. Seorang bidan hendaknya menggunakan SOAP setiap kali ada pasien.
Selama masa antepartum bidan dapat menuliskan satu catatan SOAP
untuk setiap kali kunjungan
Langkah-langkah SOAP
a. S (Subjektif) : Apa yang dikatakan klien.
b. O (Objektif) : Apa yang dilihat dan dirasakan oleh bidan
sewaktu melakukan pemeriksaan / hasil laboratorium.
c. A (Analisa) : Kesimpulan yang dibuat dari data-data
subjektif dan objektif.
d. P (Planning) : Apa yang akan dilakukan berdasarkan gasil
pengevaluasian tersebut di atas

BAB IV

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Studi kasus
1. Asuhan Ibu Hamil
a. Kunjungan Awal

Pengkajian data

Tanggal : 20 Juni 2016


1

Jam : 09.00 WIB


Tempat : Puskesmas Jeruklegi 2
1) Pengumpulan data
a) Subyektif
(1) Biodata

Nama ibu : Ny. T Nama Suami : Tn. K

Umur : 16 th Umur : 28 th

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan :SD Pendidikan : SD

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh

Suku bangsa : Jawa Suku bangsa : Jawa

Alamat : Citepus Alamat : Citepus


RT 1/2
RT 1/2

(2) Alasan datang:


Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
(3) Keluhan utama:
Ibu mengatakan tidak ada keluhan saat ini.

(4) Riwayat Kesehatan


(a) Dahulu : ibu mengatakan tidak pernah menderita

penyakit menurun (diabetes), menahun (hipertensi), dan

menular (HIV/AIDS, TBC).


(b) Sekarang : ibu mengatakan tidak pernah menderita

penyakit menurun (diabetes), menahun (hipertensi), dan

penyakit menular (HIV/AIDS,TBC).


(c) Keluarga : Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada

yang menderita penyakit menurun (diabetes), menahun

(hipertensi), dan menular (HIV/AIDS,TBC).


(5) Riwayat Obstetri
(a) Riwayat Menstruasi
29


Menarche : 11 th

Siklus : 28 hari

Lama : 7 hari

Nyeri haid : tidak ada

Banyaknya :
- Hari ke 1-3, ganti pembalut 3x sehari (penuh)
- Hari ke 4-5, ganti pembalut 3x sehari (sedang)
- Hari ke 6-7, ganti pembalut 2x sehari (bercak)
(b) Riwayat kehamilan sekarang
 G1P0A0, hamil 40 minggu +4 hr
 HPHT :9 September 2015
 HPL : 16 Juni 2016
 ANC :
TM I : 1x ANC, di BPM
TM 2: 2x ANC, di BPM
TM 3: 6x ANC, diBPM dan Puskesmas

Jeruklegi 2
 Gerakan Janin : 10x dalam 12 jam
 ImunisasT

T 1:catin
 TT 2 : 18-

2- 2015
 Fe : 160 tablet
 Tanda Bahaya : tidak ada
 Kekhawatiran khusus : ibu mengatakan ,mengapa

bayi belum lahir pada hal udah lewat perkiraan.


 Minum jamu atau obat : ibu mengatakan tidak

pernah mengonsumsi jamu dan obat obatan bebas.

(c) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

Tabel 4.1 Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas

yang lalu

Kehamilan Persalinan Nifas


A
U JK/ Pen ASI Pen
Tahun Ditolong
N Keluhan Jenis IMD
oleh
K BB yulit Eks yulit
C
1

2015
(hamil

ini)

(6) Riwayat perkawinan : ibu mengatakan menikah pada umur 16

tahun dan suami menikah pada umur 28 th dengan pernikahan

yang sah. Lama menikah 1 bulan.


(7) Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari

Tabel 4.2 Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari

Jenis Pola Sebelum Hamil Selama Hamil


Pola Nutrisi Makan : 3x sehari Makan: 4x sehari
Jenis : nasi, lauk, sayur Jenis : nasi, lauk, sayur
Minum:8 gelas/hari Minum:10 gelas/hari
Jenis : air putih Jenis : air putih
Pola Eliminasi BAB : 1 kali sehari BAB : 1 hari sekali
Konsistensi : lunak Konsistensi : lunak
Warna : cokelat Warna : cokelat
BAK : 3 kali sehari BAK : 5 kali sehari
Konsistensi : cair Konsistensi : cair
Warna : kuning Warna : kuning
Pola Aktifitas Mencuci, memasak, Mencuci, memasak,
membersihkan rumah membersihkan rumah
Istirahat dan Tidur Siang : tidak Siang : 1-2 jam
Malam : 8 jam Malam : 8 jam
Seksual 3x seminggu 1 x seminggu
Pola hidup sehat Cuci tangan sebelum makan, Cuci tangan sebelum makan,
mandi 2x sehari, menggosok mandi 2x sehari, menggosok
gigi setelah sarapan dan gigi setelah sarapan dan
sebelum tidur sebelum tidur, melakukan
olahraga ringan seperti jalan
kali dipagi hari.

(8) Psiko social, spiritual


Ibu mengatakan tinggal serumah dengan suami dan orang tua,

ibu mengatakan pengambil keputusan utama adalah suami,

ibu mengatakan orang terdekatnya adalah suami, jika ada

masalah ibu biasa bercerita dengan suaminya, ibu

mengatakan rencana tempat bersalin adalah PUSKESMAS,

dan ibu mengatakan mempunyai jaminan kesehatan Kartu

KIS untuk menunjang biaya persalinan.Ibu mengatakan tidak


31

ada adat istiadat yang dipercaya terkait kehamilan kecuali

upacara 7 bulanan, selama hamil ini ibu tetap melakukan

ibadah secara rutin.


(9) Tingkat pengetahuan pasien
Ibu mengatakan belum mengetahui tentang persiapan

persalinan

b) Obyektif
(1) Pemeriksaan fisik
(a) Pemeriksaan umum
(i) Keadaan umum: Baik
(ii) Kesadaran : Composmentis
(iii) BBsebelum/selama hamil :55/72 Kg ;
(iv) TB :157 cm
(v) LILA :25 cm
(vi) Tekanan darah: 100/60 mmHg
(vii) Nadi : 82 x/menit
(viii) Suhu : 36,4 ºC
(ix) Respirasi : 20 x/menit
(b) Status Present
(i) Kepala :kepala bersih, tidak ada benjolan, tidak ada
kelainan bentuk, dan rambut tidak rontok.
(ii) Mata : konjungtiva merah muda, sclera

putih.
(iii) Hidung : tidak ada polip
(iv) Mulut : mulut danlidah bersih, bibir lembab, tidak

ada
stomatitis, tidak ada perdarahan pada gusitidak ada

karies gigi.
(v) Leher :tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak

ada
pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pelebaran vena

jugularis.
(vi) Dada : pola nafas teratur, tidak ada bunyi
ronchiatauweezhing.
(vii) Perut : tidak ada masa abnormal
(viii) Ekstremitas :
1

ekstremitas atas :simetris, warna kuku tidak

pucat atau kebiruan,

gerakan aktif, tidak edema.


Ekstremitas bawah :simetris, warna kuku tidak

pucat atau kebiruan,

gerakan aktif, tidak ada

edema.
(c) Status Obstetrikus
(1) Inspeksi
(i) Muka : tampak ada cloasma gravidarum, tidak

tampak pucat.
(ii) Mamae:payudara membesar simetris dan tidak

sakit, mengalami hiperpigmentasi pada areola

mamae dan puring susu menonjol.


(iii) Abdomen: tampak ada linea dan striae

gravidarumlivid, tidak ada luka bekas operasi.


(iv)Vulva :tidak ada varises, kondiloma,edema, dan

hemoroid.
(2) Palpasi
(i) Mamae :tidak ada masa abnormal,

pengeluaran kolostrum.
(ii) Abdomen:
Leopold I :Teraba bulat, lunak,tidak

melenting.
Leopold II :Kanan: Teraba keras

panjang seperti papan.

Kiri : Teraba bagian-


bagian kecil.

Leopold III :Teraba bulat, keras,


melenting, susah
digoyangkan.

Leopold IV :Divergen
33

(iii) Tinggi Fundus Uteri : 33 cm


(iv) Taksiran Berat Janin : 3410 gram
(v) Denyut Jantung Janin : 135 x/menit
(vi) Reflek patella : atas (+) / bawah (+)
(2) Pemeriksaan penunjang
(a) Hb : 10 gr/dL (diperiksa tanggal 3 Mei 2016).
(b) Protein urine : negative (diperiksa tanggal 3 Mei 2016).
2) Interpretasi data
a) Diagnosa: Ny. T Usia 16 th G1P0A0 hamil 40 minggu+Hari,

janin tunggal, hidup intra uterine, presentasi kepala, punggung

kanan.
b) Masalah : primi muda
3) Identifikasi diagnose atau masalah potensial
Potensial persalinan lewat waktu
4) Kebutuhan tindakan segera
Motivasi dan konseling untuk USG,konseling dan dukungan

psikologis karena umur ibu masih muda secara mental belum

siap jadi seorang ibu


5) Rencana asuhan
Tanggal: 20 Juni 2016 jam: 09.00 WIB
(a) Jelaskan hasil pemeriksaan
(b) Berikan konseling tentang persiapan menjelang persalinan
(c) Berikan konseling tentang tanda bahaya kehamilan
(d) Konseling dan dukungan psikologis terhadap calon ibu muda
(e) Motivasi dan memberi konseling untuk melakukan

pemeriksaan USG Kerumah sakit,untuk memastikan umur

kehamilan dan mengetahui kesejahteraan janin


(f) Berikan penambah darah 20 tablet.
(g) Beritahu ibu untuk kunjungan ulang setelah USG, dan

memberi tahu hasil USG kepuskesmas


(h) Lakukan dokumentasi

6) Implementasi
Tanggal :20 Juni 2016 jam :09.00 WIB
(a) Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi bu

dan janinnya dalam keadaan sehat.


(b) Memberikan konseling tentang persiapan persalinan yaitu

dengan menanyakan pendamping persalinan siapa,


1

menyiapkan tabungan untuk biaya persalinan, menyiapkan

kendaraan jika sewaktu-waktu diperlukan, rencanakan dimana

tempat dan penolong ibu akan bersalin bisa di puskesmas, atau

rumah sakit, merencanakan KB pasca persalinan, dan

menyiapkan orang yang bersedia menjadi donor darah jika

sewaktu-waktu diperlukan.
(c) Memberikan pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya

kehamilan yaitu jika terjadi perdarahan dari jalan lahir, bengkak

di kaki, tangan atau wajah disetai sakit kepala dan atau kejang,

demam atau panas tinggi, air ketuban keluar sebelum waktunya,

bayi di kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerah,

muntah terus dan tidak mau makan, batuk lama lemah jantung

dan berdebar-debar, gatal-gatal pada kemaluan dan keluar

keputihan.
(d) Memberikan konseling dan dukungan psikologis tentang

persiapan jadi seorang ibu,dan faktor-faktor yang mungkin

bisa terjadi saat persalinan karena umur ibu yang masih

muda
(e) Memotivasi ibu untuk melakukan pemeriksaan USG karena

perkiraan persalinan sudah lewat 4 hari,untuk memastikan

umur kehamilan dan mengetahui kesejahteraan janin


(f) Memberikan terapi tambah darah 20 tablet 1x1 diminum pada

malam hari.
(g) Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang setelah

USG dan memberi tahu hasil USG ke puskesmas


(h) Melakukan dokumentasi.

7) Evaluasi
35

Tanggal : 20 Juni 2016 jam :09.15 WIB


(a) Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan bahwa kondisi dirinya

dan janin sehat.


(b) Ibu mengetahui tentang persiapan persalinan
(c) Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan
(d) Ibu mengetahui konsekwensi jadi seorang ibu dan

mengetahui faktor resiko yang mungkin terjadi saat persalinan.


(e) Ibu bersedia melakukan pemeriksaan USG dan surat rujukan

diterima
(f) Ibu telah mendapatkan tablet tambah darah 20 tablet dan

bersedia mengonsumsi secara rutin 1 tablet perhari.


(g) Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang setelah USG dan

memberi tahu hasil USG.


(h) Dokumentasi telah dilakukan.

2. Asuhan ibu bersalin


a. Catatan perkembangan pada ibu bersalin kala 1
Nama : Ny.T Usia : 16 th
Tanggal : 21 Juni 2016 Jam : 02.15 WIB

S 1. Alasan datang dan keluhan utama: Ibu datang untuk bersalin dan ibu
mengeluh kenceng-kenceng sejak jam 21.00 WIB, tanggal 20 Juni 2016,
mulai teratur jam 00.00 WIB tanggal 21 Juni 2016.
2. Riwayat kehamilan sekarang
ANC: TM III 6 x
Gerakan Janin: 10 x/12 jam
3. Tanda-tanda persalinan
a. Kontraksi dan frekuensi : kontraksi teratur, frekuensi 3x/10’/30”.
b. Lokasi ketidaknyamanan : dari punggung menjalar ke perut.
c. PPV : lendir darah
4. Pola pemenukan kebutuhan sehari-hari
a. Pola nurisi (makan/minum terakhir)
Makan terakhir: jam 18.00 WIB, porsi kecil, menu: nasi, sayur, lauk.
Minum terkhir : jam 21.00 WIB, jenis the manis.
b. Pola Istirahat
Ibu mengatakan tidak bisa istirahat sejak terasa kenceng-kenceng.
c. Pola aktivitas
Ibu mengatakan masih melakukan aktifitas seperti biasa seperti menyapu,
mencuci piring sebelum terasa kenceng-kenceng teratur.
d. Pola eliminasi
Ibu mengatakan sudah BAB dan BAK sebelum ke puskesmas.
e. Personal hygine
Ibu biasa mandi 2x sehari
f. Psiko, sosial, cultural, tingkat pengetahuan
Ibu tampak yakin dalam menghadapi proses persalinan dengan adanya
dukungan dari keluarga. Ibu mengatakan pengambil keputusan adalah
suami. Ibu mengatakan tidak ada adat istiadat yang dipercaya dapat
memperlancar proses persalinan kecuali berdo’a.
1

g. Tingkat pengetahuan
Ibu mengetahui tanda-tanda persalinan

O 1. Keadaan umum dan kesadaran: keadaan umum baik, kesadaran


composmentis.
2. Tanda-tanda vital
a. Tekanan darah : 12/70 mmHg
b. Nadi : 82 x/menit
c. Suhu : 36,4ºC
d. Pernafasan : 22 x/menit
3. Inspeksi dan palpasi
a. Muka: tidak edema, mata simetris, konjungtiva merah muda dan sclera
putih.
b. Mammae : simetris, tidak ada masa abnormal, putting susu menonjol
c. Pemeriksaan Leopold
Leopold I: teraba bulat, lunak, tidak melenting.
Leopold II: kanan: teraba keras, panjang seperti papan.
Kiri : teraba bagian-bagian kecil.

Leopold III: teraba bulat, keras, melenting, susah digoyangkan.


Leopold IV : Divergen
4. Kontraksi: 3x/10’/35”, intensitas kuat
5. DJJ: 140 x/menit
6. Pemeriksaan dalam
Vulva/vagina: vagina teraba tenang
Seviks: Keadaan tebal tipis, konsistensi lunak.
Pembukaan: 4 cm
Efficement : 40%
Kulit ketuban: U (Selaput utuh)
Presentasi : kepala
POD (Point Of Direction): ubun-ubun kecil
Penurunan : hodge II
37

A 1. Diagnosa: Ny. T umur 16 tahun G1P0A0 hamil 40+5 minggu janin tunggal
hidup intra uterin punggung kanan presentasi belakang kepala inpartu kala I
fase aktif.
2. Masalah: Primi muda
3. Diagnosa potensial: penyulit persalinan
4. Kebutuhan segera: Motivasi dan dukungan psikologis
P 1. Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu habwa kondisi ibu dan bayi dalam
kondisi baik.
Hasil: ibu mengetahui kondisinya dan kondisi bayinya saat ini.
2. Memberikan dukungan pada ibu bahwa ibu dapat bersalin normal, dan
menganjurkan ibu untuk berganti posisi sesuai keinginannya.
Hasil : ibu tampak yakin bisa bersalin secara normal dan ibu memilih posisi
miring kiri.
3. Menjaga privasi ibu dengan menutup tirai dan pintu.
Hasil: tirai dan pintu telah ditutup.
4. Menghadirkan suami/keluarga untuk memberikan dukungan pada ibu, dan
menjaga ruangan tetap kondusif.
Hasil: suami bersedia mendapingi istrinya dalam proses persalinan, dan
ruangan tetap kondusif.
5. Memberikan anjuran pada ibu untuk makan dan minum yang cukup untuk
menambah energy dan mencegah dehidrasi.
Hasil: ibu bersedia makan dan minum.
6. Menyarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin.
Hasil: dilakukan kateterisasi urine ± 10 cc.
7. Memantau kemajuan persalinan
Hasil: Tabel 4.3 kemajuan persalinan
VT
No Waktu DJJ Kontraksi TD N S RR KK
H effc ketuban Φ
1 02.30 140 3x/10’/35” 120/70 82 364 22 40 II 40% U
2 03.00 142 3x/10’/35” 82 22
3 03.30 142 3x/10’/40” 80 20
4 04.00 145 3x/10/40” 80 20
5 04.30 145 3x/10’/40” 82 364 24
6 05.00 145 3x/10’/40” 82 24
7 05.30 145 4x/10’/50” 80 22
8 06.00 142 4x/10’/65” 110/70 80 366 22 20 III+ 100% J 10
8. Mengisi partograf sesuai kemajuan persalinan
Hasil: kemajuan persalinan telah dimasukan dalam partograf.

b. Catatan perkembangan pada ibu bersalin kala II


1

Nama : Ny. T Usia : 16 th


Tanggal : 21 Juni 2016 Jam : 06.00 WIB

S Ibu mengatakan kenceng-kenceng lebih sering dan ada keinginan seperti


ingin BAB.

1. Tanda-tanda Vital
a. Tekanan darah : 110/70 mmHg
b. Nadi : 80 x/menit
c. Suhu : 36,6 ºC
d. Pernafasan : 22x/menit
2. Kontraksi : 4x/10’/65”
O 3. Pemeriksaan dalam:
Vulva: vagina teraba tenang
Serviks : lunak
Pembukaan 10 cm, effacement 100 % atau tidak teraba.
Kulit ketuban : pecah spontan, warna jernih
Presentasi : belakang kepala
POD : ubun-ubun kecil kanan depan
Penurunan : H III+
A Diagnosa : Ny.T umur 16 th tahun G1P0A0. Hamil 40+5 minggu inpartu kala
II
Masalah : Primi muda
Diagnosa potensial : penyulit persalinan karena umur ibu <20 th
Kebutuhan segera : Motivasi dan dukungan psikologis
P 1. Memberitahu ibu tentang kemajuan persalinan sehingga keluarga siap
menghadapi proses persalinan.
Hasil : ibu dan keluarga mengetahui kondisi ibu saat ini.
2. Memastikan kelengkapan alat, bahan serta obat yang dibutuhkan untuk
pertolongan persalinan.
Hasil : alat, bahan serta obat telah disiapkan.
3. Memakai APD dan menghisap/memasukan oksitosin 10 unit kedalam
spuit 3cc.
Hasil : APD telah dipakai dan oksitosin sudah dimasukan dalam spuit 3cc.
4. Memberitahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap, dan menganjurkan
ibu untuk mengambil posisi meneran.
Hasil : ibu mengetahui pembukaan sudah lengakap, dan ibu memilih
posisi setengah duduk.
5. Melakukan pimpinan meneran saat ada kontraksi, dan memperbaiki cara
meneran.
Hasil : ibu meneran dengan benar.
6. Memperbaiki posisi ibu agar ibu lebih nyaman
Hasil : ibu merasa nyaman dengan posisi setengah duduk.
7. Mempersiapkan Pertolongan Kelahiran Bayi
a. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm,
letakkan handuk bersih di atas perut ibu untuk mengerutkan
bayi.Meletakkan kain bersih yang dilipat 1/3 di bagian bawah bokong
ibu.
b. Membuka tutup partus set dan perhatiakan kembali kelengkapan alat
dan bahan.
c. Memakai sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan.
Hasil: persiapan pertolongan kelahiran bayi telah disiapkan.
8. Membatu Lahirnya Kepala
a. Menganjurkan ibu meneran sambil bernapas cepat dan dangkal
setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm, lindungi
perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain bersih dan kering,
sementara tangan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan
39

posisi deflleksi dan membatu lahirnya kepala..


b. Memeriksa lilitan tali pusat dan lakukan tindakan yang sesuai jika hal
itu terjadi.
1) Jika lilitan tali pusat di leher bayi masih longgar, selipkan tali
pusat lewat kepala bayi.
2) Jika lilitan tali pusat terlalu ketat, klem tali pusat di dua titik lalu
gunting di antaranya. Jangan lupa untuk tetap lindungi leher bayi.
c. Tunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara
spontan.
Hasil: kepala bayi telah lahir dan tidak ada lilitan tali pusat.
9. Membantu Lahirnya Bahu: Setelah kepala melakukan putaran paksi luar,
pegang secara biparietal. Anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi.
Dengan lembut gerakkan kepala ke arah bawah dan distal hingga bahu
depan muncul di bawah arkus pubis. Gerakkan ke arah atas dan distal
untuk melahirkan bahu belakang.
Hasil: kedua bahu bayi telah lahir.
10. Membantu lahirnya badan dan tungkai: Setelah kedua bahu lahir, geser
tangan yang berada di bawah ke arah perineum ibu untuk menyangga
kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan yang berada di
atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebalah atas.
Setelah tubuh dan lengan bayi lahir, lanjutkan penelusuran tangan yang
berada di atas ke punggung, bokong, tungkai, dan kaki bayi. Pegang kedua
mata kaki (masukkan telunjuk di antara kaki dan pegang masing-masing
mata kaki dengan ibu jari dan jari-jari lainnya)
Hasil : bayi lahir spontan tanggal 21 Juni 2016 jam 06.45 WIB Jenis kelamin laki-
laki
11. Melakukan penilaian bayi baru lahir.
Hasil : bayi menangis kuat spontan dan bergerak aktif.
12. Memeriksa janin tunggal.
Hasil : tidak ada janin kedua.

c. Catatan perkembangan ibu bersalin kala III


Nama : Ny. T Usia : 16 th
Tanggal : 21 Juni 2016 Jam : 06.45 WIB

S Ibu merasa lega bayinya sudah lahir, ibu mengatakan perutnya masih mulas.

O 1. Bayi lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 21 Juni 2016 Jam
06.45 WIB jenis kelamin laki-laki, keadaan normal, menangis kuat
spontan, warna kulit kemerahan dan bergerak aktif.
2. Plasenta belum lahir.
3. Tidak teraba janin kedua.
4. Teraba kontraksi uterus keras.
5. Status obstetrik
a. Abdomen : uterus teraba bulat/globuler
b. Genetalia : tali pusat memanjang, ada semburan darah.
A Diagnosa : Ny.T Umur 16 tahun P1 A0 Inpartu kala III
Masalah : tidak ada
Diagnosa potensial : tidak ada
Kebutuhan segera : tidak ada
1

P Manajemen aktif kala III


1. Memberitahukan pada ibu bahwa penolong akan menyuntikkan
oksitosin untuk membantu uterus berkontraksi baik.
Hasil: ibu mengetahui bahwa akan disuntik oksitosin.
2. memberikan suntikan oksitosin unit IM di sepertiga paha atas bagian
distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin) setelah 1
menit bayi lahir.
Hasil : oksitisin 10 unit telah diberikan.
3. Melakukan penjepitan tali pusat dengan menggunakan klem, 2 menit
setelah bayi lahir, jepit tali pusat pada sekitar 3 cm dari pusat
(umbilikus) bayi.
Hasil: penjepitan tali pusat telah dilakukan.
4. Memotong dan ikat tali pusat:
a. Menggunakan satu tangan, angkat tali pusat yang telah dijepit
kemudian gunting tali pusat di antara 2 klem tersebut (sambil lindungi
perut bayi).
b. Mengikat tali pusat dengan benang DTT/steril pada satu sisi
kemudian lingkarkan kembali benang ke sisi berlawanan dan lakukan
ikatan kedua menggunakan simpul kunci.
c. Melepaskan klem dan masukan dalam larutan klorin 0,5%.
Hasil: pemotongan tali pusat telah dilakukan.
5. Menempatkan bayi untuk melakukan kontak kulit ibu ke kulit bayi.
Letakkan bayi dengan posisi tengkurap di dada ibu. Luruskan bahu bayi
sehingga bayi menempel dengan baik di dinding dada-perut ibu.
Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi lebih
rendah dari puting payudara ibu.
Hasil : bayi berada di atas perut ibu
6. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan kering dan pasang topi
pada kepala bayi.
Hasil : suhu tubuh bayi terjaga.
7. Memindahkan klem tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva.
Hasil: klem berjarak 5-10 cm dari vulva.
8. Meletakkan satu tangan di atas kain yang ada di perut ibu, tepat di tepi
atas simfisis dan tegangkan tali pusat dan klem dengan tangan yang lain.
Setelah uterus berkontraksi , tegangkan tali pusat ke arah bawah sambil
tangan yang lain mendorong uterus ke arah dorso-kranial secara hati-hati,
seperti gambar berikut, untuk mencegah terjadinya inversio uteri. Jika
uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu, suami atau anggota keluarrga
untuk menstimulasi puting susu.
Hasil: penegangan tali pusat telah dilakukan.
9. Melakukan penegangan dan dorongan dorso-kranial hingga plasenta
terlepas, lalu minta ibu meneran sambil menarik tali pusat dengan arah
sejajar lantai dan kemudian ke arah atas, mengikuti poros jalan lahir
dengan tetap melakukan dorso-kranial.
Hasil: plasenta sudah terlepas dengan adanya tanda semburan darah, tali
pusat bertambah panjang, dan uterus berubah menjadi globuler.
10. Menggunakan kedua tangan saat plasenta terlihat di introitus vagina,
lanjutkan kelahiran plasenta. Jika selaput ketuban robek, pakai sarung
tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput
kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk
mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal.
Hasil: plasenta lahir lengkap tanggal 21 Juni 2016 Jam 06.50 WIB.
11. Melakukan masase uterus dengan meletakkan telapak tangan di fundus
dan lakukan masase dengan gerakan melingkar secara lembut hingga
uterus berkontraksi (fundus teraba keras).
Hasil : fundus teraba keras
12. Menilai perdaradan dan laserasi
Hasil: laserasi derajat 1, tidak dilakukan penjahitan karena tidak terjadi
41

persarahan aktif.

d. Catatan perkembangan ibu bersalin kala IV


Nama : Ny. T Usia : 16 th
Tanggal : 21 Juni 2016 Jam : 06.50 WIB

S Ibu mengatakan perutnya masih mulas, dan merasa senang bayinya sudah
lahir.
O Plasenta telah lahir spontan lengkap pada tanggal 21 Juni 2016 jam 06.50
WIB
TFU: 2 jari bawah pusat.
Kontraksi uterus: baik.
A Diagnosa :Ny. T Umur 16 tahun P1 A0 Inpartu kala IV
Masalah : tidak ada
Diagnosa potensial : tidak ada
Kebutuhan segera : tidak ada
P 1. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan
pervaginam.
Hasil : uterus teraba keras dan tidak terjadi perdarahan pervaginam
2. Membantu ibu dan bayi untuk IMD dengan memberikan cukup waktu
untuk melakukan kontak ibu dan bayi.
Hasil : IMD telah dilakukan selama 1 jam
3. Melakukan pengukuran antropometri, memberikan salep mata, dan vit.K
1mg (0,5 ml), dan memberikan imunisasi Hb0 1 jam setelah pemberian
vit.K.
Hasil : BB :3300 gram, PB: 47 cm, LK: 33 cm, LD: 32 cm

pemeriksaan dalam batas normal, salep mata , vit K, dan hepatitis B


sudah diberikan

4. Melakukan pemantauan kala 4, 2-3x dalam 15 menit pertama, setiap 15


menit pada 1 jam pertama, dan setiap 20-30 menit pada jam kedua.
Hasil :
Tabel 4.4 pemantauan 15 menit pertama
Waktu Kontraksi Perdarahan
06.50 Keras ± 30 Cc
06.55 Keras ± 50 Cc
07.00 Keras ± 70 Cc

Tabel 4.5 Pemantauan 2 jam pertama pasca persalinan

Jam Waktu TD Nadi Suhu TFU kontraksi K.K perdarahan


1 07.00 110/70 82 36,4 2 Jari ↓ pusat keras kosong ± 70 cc
07.15 110/70 82 2 Jari ↓ pusat keras Kosong ± 100 cc
1

07.30 110/70 84 2 Jari ↓ pusat Keras Kosong ± 100 cc


07.45 110/70 82 2 Jari ↓ pusat Keras Kosong ± 100 cc
2 08.15 110/70 80 36,4 2 Jari ↓ pusat Keras Kosong ± 120 cc
08.45 110/70 80 2 Jari ↓ pusat keras kosong ± 120 cc
5. Mengajarkan ibu/keluarga melakukan masase uterus dan menilai kontraksi
Hasil : ibu dan keluarga dapat melakukan masase.
6. Mengevaluasi perdarahan
Hasil : tidak terjadi perdarahan.
7. Memeriksa kembali kondisi bayi bernafas dengan baik dan suhu tubuh
normal.
Hasil : RR: 48 x/menit, suhu : 36,8 ºC
8. Melakukan dekontaminasi peralatan dalam larutan klorin 0,5% selama 10
menit.
Hasil : peralatan telah didekontaminasi.
9. Membuang sampah ke tempat sampah yang sesuai
Hasil : bahan yang terkontaminasi telah dibuang.
10.Membersihkan badan ibu dengan air DTT, dan mengganti pakaian ibu,
serta mengatur posisi ibu agar ibu nyaman.
Hasil : ibu sudah bersih, dan ibu nyaman karena pakaiannya telah diganti.
11.Memberitahu ibu untuk memberikan ASI dan menganjurkan keluarga
member makan dan minum untuk ibu.
Ibu mampu menyusui dengan benar, dan kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi.
12.Mendekontaminasi tempat bersalin, melepas APD dan cuci tangan.
Hasil : tempat bersalin telah dibersihkan, APD telah dilepas dan tangan
telah bersih.
13.Melengkapi partograf.
Hasil : partograf telah dibuat.

3. Asuhan ibu nifas


a. Catatan perkembangan ibu nifas 6 jam
Nama : Ny.T Usia : 16 th
Tanggal : 21 Juni 2016 Jam : 13.00 WIB

S 1. Keluhan utama : Ibu mengatakan perutnya masih mulas


2. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Pola nutrisi
Makan : 1x setelah bersalin porsi kecil, menu nasi, sayur, lauk.
Ibu sudah mengonsumsi amoxcilin 500 mg, paracetamol
250 mg, tablet Fe (hemafort), Vit.A 200.000 unit.
Minum : 1 gelas setelah bersalin jenis the manis.
b. Pola eliminasi
Ibu mengatakan belum BAK dan BAB setelah bersalin.
c. Pola Istirahat
Ibu mengatakan belum istirahat setelah bersalin.
d. Pola aktifitas
Ibu bisa melakukan mobilisasi miring kanan dan kiri.
e. Pola menyusui
Ibu mengatakan bayinya sering menyusu.
f. Data psikologi
Ibu tampak pasif dan tergantubg pada anggota keluarga yang lain.
O 1. Tanda Vital
a. Tekanan darah : 110/70 mmHg
b. Suhu : 36ºC
c. Pernapasan : 20 x/menit
43

d. Nadi : 84 x/menit
2. Payudara: putting susu menonjol, kolostrum sudah keluar.
3. Abdomen : TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi keras.
4. Kandung kemih : kosong
5. Genetalia :lokhea rubra, warna merah, jumlah ± 70cc, bau khas
konsistensi encer.
6. Ekstremitas :- atas : tidak edema
- Bawah : tidak edema, reflek patella +
A Diagnosa : Ny. T umuR 16 tahun P1A0 6 jam postpartum

Masalah : tidak ada

Diagnosa potensial : tidak ada

Kebutuhan segera : tidak ada

P Asuhan yang di lakukan pada 6-8 jam setelah persalinan, yaitu:


1. Menjelaskan hasil pemeriksaan, bahwa kondisi ibu baik, dengan TD:
110/70 mmHg, N: 84x/menit, RR: 20x/menit, S: 36ºC.
Hasil : ibu mengetahui kondisinya saat ini.
2. Memberi tahu bahwa mules yang dirasakan ibu adalah hal yang baik,
karena uterus berkontraksi dengan baik sehingga tidak terjadi perdarahan.
Hasil : Ibu paham dengan penjelasan yang telah diberikan.
3. Memberikan konseling tentang ASI eksklusif yaitu pemberian ASI tanpa
makanan tambahan hingga bayi berusia 6 bulan, manfaat ASI bagi bayi
yaitu sebagai asupan nutrisi bayi yang mengandung antibody untuk bayi,
sedangkan manfaat untuk ibu yaitu mempererat ikatan batin antara ibu dan
bayi, mempercepat proses penyembuhan tubuh setelah hamil dan bersalin.
Hasil : ibu paham dengan penjelasan yang diberikan.
4. Memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang 1 minggu yang akan
datang, atau jika ibu ada keluhan segera periksa.
Hasil : ibu bersedia untuk dilakukan kunjungan ulang.
5. Melakukan dokumentasi
Hasil: dokumentasi telah dilakukan.

b. Catatan perkembangan ibu nifas 6 hari


Nama : Ny.T Usia : 16 th
Tanggal : 26 Juni 2016 Jam : 16.00 WIB

S 1. Keluhan utama :ibu mengatakan tidak ada keluhan.


2. Pola Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Pola nutrisi
Makan : 3x sehari porsi sedang, menu nasi, sayur, lauk.
Minum: 8 gelas sehari jenis air putih.
b. Pola eliminasi
BAB : ibu mengatakn sudah BAB setelah bersalin yaitu hari ke 2
setelah bersalin, dengan konsistensi lembek.
BAK : 4x sehari, warna kuning jernih.
c. Pola Istirahat: ibu mengatakan pada siang hari jika bayinya tertidur ibu
ikut istirahat, pada malam hari ibu tidur ± 8 jam.
d. Pola aktifitas : ibu mengatakan sudah kembali mengurus pekerjaan
rumah tangga dan mengurus bayinya.
e. Pola menyusui : ibu mengatakan menyusui tidak dibatasi waktu atau
ibu menyusui bayinya sesering mungkin.
f. Data psikologi : ibu yakin bias mengurus bayinya sendiri.
O 1. Tanda Vital
a. Tekanan Darah: 12/80 mmHg
1

b. Suhu : 36,4ºC
c. Nadi : 82 x/menit
d. Pernapasan: 20 x/menit
2. Mamae : tidak tampak kemerahan, tidak bengkak, ASI keluar lancer, yang
keluar adalah ASI matur.
3. Abdomen : TFU: pertengahan pusat dan simfisis.
4. Genitalia : PPV: lokhea serosa ± 10cc.
5. Ekstremitas: tidak ada kemerahan, tidak ada nyeri, tidak edema, reflek
patella +/+
A Diagnosa : Ny.T umur 16 tahun P1A0 6 hari postpartum

Masalah : tidak ada

Diagnosa potensial : tidak ada

Kebutuhan segera : tidak ada

P 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan bahwa kondisi ibu dalam keadaan baik,


dengan TD: 120/80 mmHg, N: 82 x/menit, RR: 20 x/menit, S: 36,4ºC.
Hasil : ibu mengetahui kondisinya saat ini.
2. Memberikan konsering tentang cara menyusui yang benar, yaitu:
- Susui bayi sesering mungkin, semau bayi, paling sedikit 8x sehari.
- Bila bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan lalu susui.
- Susui sampai payudara terasa kosong, lalu pindah ke payudara sisi
yang lain.
- Bila bayi sudah kenyang, tapi payudara masih terasa penuh, perlu
dikosongkan dengan diperah untuk disimpan. Hal ini agar payudara
tetap memproduksi ASI yang cukup.
Hasil : ibu paham dengan penjelasan yang diberikan.

3. Memberikan konseling tentang tanda bahaya nifas yaitu: terjadi


perdarahan lewat jalan lahir, keluar cairan berbau dari jalan lahir, bengkak
di wajah atau tangan dan kaki disertai sakit kepala dan kejang, demam
lebih dari 2 hari, payudara bengkak, ibu terlihat sedih/depresi.
Menganjurkan ibu dan keluarga untuk membawa ibu ke fasilitas
kesehatan jika terjadi salah satu dari tanda bahaya nifas.
Hasil : ibu paham dengan penjelasann yang diberikan dan bersedia untuk
memeriksakan keadaannya jika terjadi salah satu tanda bahaya nifas.
4. Melakukan dokumentasi
Hasil : dokumentasi telah dilakukan.

c. Catatan perkembangan ibu nifas 2 minggu


Nama : Ny.T Usia : 16 th
Tanggal : 4 Juli 2016 Jam : 09.00 WIB

S 1. Alasan datang : Pasien datang kepuskesmasbersama suami ingin pasang


KB .
2. Keluhan utama : ibu mengatakan tidak ada keluhan.
O 1. Tanda Vital
a. Tekanan Darah: 120/80 mmHg
b. Suhu: 36,6 ºC
c. Nadi: 80 x/menit
d. Pernapasan: 20x/menit
e. BB : 64 Kg
2. Mamae :tidak bengkak, tidak ada benjolan, ASI yang keluar adalah ASI
matur.
45

3. Abdomen : TFU tidak teraba.


4. Genitalia : PPV: lokhea alba ± 10 cc.
6. Ekstremitas: tidak ada kemerahan, tidak nyeri, tidak edema, rteflek
patella +/+.
A Diagnosa: Ny. T umur 16 tahun P1A0 2 minggu postpartum,calon akseptor
KB

Masalah : tidak ada

Diagnosa potensial : tidak ada

Kebutuhan segera : Pemasangan KB

P 1. Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa kondisi ibu dalam keadaan baik


dengan: TD:120/80 mmHg, N:80 x/menit, RR: 20 x/menit, S:
36,6ºC.BB:64 kg
Hasil : Ibu mengetahui kondisinya saat ini.
2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi ibu menyusui yaitu
pemenuhan gizi seimbang untuk pemulihan tubuh pasca persalinan dan
mempersiapkan ibu untuk dapat menyusui sehingga ASI untuk bayi
berkecukupan. Kebutuhan gizi yang perlu dikonsumsi untuk ibu
menyusui adalah karbohidrat untuk sumber energy dimana kebutuhan
energy dalam masa menyusui adalah sekitar 60-70% dari seluruh
kebutuhan total. Protein untuk membantu dalam penyembuhan jaringan
dan produksi ASI kebutuhan protein adalah 10-20% dari total kalori,
selain itu lemak, serat, zat besi, vitamin, dan cairan juga meningkat
kebutuhannya untuk ibu menyusui.
Hasil : ibu paham dengan penjelasan yang telah diberikan.

3. Memberikan konseling KB :
Tabel 4.6 konseling KB
No Metode Keterangan
Kontrase
psi
1 MAL Konsepsi MAL mengandalkan pemberian
Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk
menekan ovulasi (Kemenkes, 2013).
Efektif bila dilakukan secara benar,
resiko kehamilan kurang dari antara 100
ibu dalam 6 bulan setelah persalinan.
(Kemenkes, 2013). Keuntungan khusus
bagi kesehatan yaitu mendorong pola
menyusui yang benar, sehingga
membawa manfaat bagi ibu dan bayi.
(Kemenkes, 2013).
2 Kondom Kondom merupakan selubung/sarung
karet yang dapat terbuat dari berbagai
bahan diantaranya lateks (karet), plastik
(vinil), atau bahan alami (produksi
hewani) yang di pasang pada penis saat
hubungan seksual. Kondom terbuat dari
karet sintetis yang tipis, berbentuk
silinder, dengan muaranya berpinggir
tebal, yang bila digulung berbentuk rata
atau mempunyai bentuk seperti puting
susu.
3 Mini pil Bila menyusui antara 6 minggu dan 6
bulan pascapersalinan dan tidak haid,
1

minipil dapat dimulai setiap saat. Bila


menyusui penuh, tidak memerlukan
metode kontrasepsi bantuan.
4 Suntik Keuntungan : Sangat efektif, Pencegahan
progestin kehamilan jangka panjang, Tidak
berpengaruh pada hubungan suami-istri,
Tidak mengandung estrogen sehingga
tidak berdampak serius terhadap penyakit
jantung, dan gangguan pembekuan darah,
Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI,
Sedikit efek samping., Klien tidak perlu
menyimpan obat suntik, Dapat digunakan
oleh perempuan > 35 tahun sampai
premenopouse, Membantu mencegah
kanker endometrium dan kehamilan
ektopik, Menurunkan kejadian penyakit
jinak payudara, Mencegah beberapa
penyebab penyakit radang panggul,
Menurunkan krisis anemia bulan sabit
(sickle cell).
5 AKDR Keuntungan: Sebagai kontrasepsi,
efektivitasnya tinggi(0,6-0,8
kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun
pertama), AKDR dapat efektif segera
setelah pemasangan, Metode jangka
panjang ( 10 tahun proteksi dari CuT-
380A dan tidak perlu di ganti), Sangat
efektif karena tidak perlu lagi mengingat-
ingat, Tidak mempengaruhi hubungan
seksual, Meningkatkan kenyamanan
seksual karena tidak perlu takut untuk
hamil, Tidak ada efek samping hormonal
dengan Cu-AKDR (CuT-380A), Tidak
mempengaruhikualitas dan volume ASI.,
Dapat dipasang segera setelah melahirkan
atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi
infeksi), Dapat digunakan sampai
menopause ( 1 tahun atau lebih setelah
haid terakhir ), Tidak ada interaksi dengan
obat-obat, Membantu mencegah
kehamilan ektopik.
6 AKBK Keuntungan: Daya guna tinggi,
Perlindungan jangka panjang (norplant : 5
tahun, implanon, jadena dan indoplan : 3
tahun), Pengembalian tingkat kesuburan
cepat setelah pencabutan, Tidak
memerlukan pemeriksaan dalam, Bebas
dari pengaruh estrogen, Tidak
mengganggu senggama, Tidak
mengganggu ASI., Klien hanya perlu
kembali ke klinik bila ada keluhan., Dapat
dicabut setiap saat sesuai dengan
kebutuhan.
Hasil : ibu paham dan ibu ingin menggunakan KB Implant.
Inform concent ditanda tangani klien dan suami
4. Memberikan pelayanan KB implant.
Hasil : Implat telah terpasang dengan baik
47

Memberikan konseling untuk kunjungan 3 hari lagi.


5. Melakukan dokumentasi
Hasil: dokumentasi telah dilakukan.
(Prawirohardjo, 2006; h. 123)
4. Asuhan BBL/Neonatus
a. Catatan perkembangan BBL 6 jam
Nama : By. Ny.T Usia : 0 hari
Tanggal : 21 Juni 2016 Jam : 13.00 WIB

S 1. Identitas bayi : By.Ny. T


2. Riwayat natal
a. Tanggal lahir : 21 Juni 2016
b. BB : 3300 gram
c. PB : 47 cm
d. Lingkar kepala : 33 cm
e. Lingkar dada : 32 cm
f. LILA :Normal 9 cm
g. Jenis kelamin : laki-laki
h. Janin : Tunggal
i.Kompikasi persalinan: tidak ada
3. Riwayat perinatal :
Tabel 4.7 penilaian APGAR skor
5 menit ke 1 5 menit ke 2
Appearanc 2 2
e
Pulse 2 2
Grimace 1 2
Activity 1 2

Respiration 2 2
Total 8 10
4. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Nutrisi :
Bayi segera disusukan setelah lahir dengan melakukan IMD selama 1
jam.

b.Eliminasi :
Bayi sudah BAB 1x konsistensi lembek warna hitam kehijauan,
dan bayi sudah BAK 1 x warna kuning jernih.
c. Istirahat :
Ibu mengatakan bayinya sering tertidur.
d. Aktifitas :
aktivitas bayi menangis, BAK, BAB, memutar kepala untuk
mencari puting susu.
e. Psikososial : keluarga siap menerima anggota keluarga
baru.
O 1. Tanda- tanda vital: RR: 50x/menit, Pulse: 134 x/menit, S: 37,2ºC.
2. Kepala : bentuk simetris, sutura belum menutup, tidak ada caput
succedaneum, tidak ada cephal hematoma.
1

3. Mata :konjungtiva merah muda, sclera putih, tidak ada kotoran.


4. Telinga : simetris, bentuk normal, tidak ada serumen.
5. Mulut : bibir tidak sianosis, bibir/langit-langit dan gusi tidak ada
bagian yang berbelah.
6. Dada: tidak ada tarikan dinding dada.
7. Perut :tidak ada perdarahan tali pusat, perut bayi datar.
8. Punggung :kulit terlihat utuh, tidak ada benjolan pada tulang
belakang.
9. Ekstermitas :
10.
11. jari-jari tangan dan kaki lengkap dan dapat bergerak aktif.
12.Kulit :tidak ada pembengkakan atau bercak hitam, tampak ada
lanugo dan verniks, warna kulit kemerahan.
13.Genitalia : lubang uretra diujung penis, testis sudah turun dengan
jumlah 2.
14.Anus :berlubang dan mekonium sudah keluar.
15.Reflek
a. Rooting refleks : (+) bayi menoleh kea rah rangsangan saat
pipinya disentuh.
b. Sucking refleks :(+) bayi mengisap kuat saat menyusu.
c. Graps refleks :(+) tangan bayi menggenggam saat telapak
tangannya disentuh.
d. Moro refleks :(+) beyi melakukan gerakan memeluk saat ada
rangsangan suara yang mendadak.
e. Tonic neck refleks :(+) bayi ditengokan ke satu sisi, lengan dan
tungkai akan diekstensikan ke posisi tersebut.
f. Babinski refleks :(+) jari kaki bayi hiperekstensi saat telapak
kaki diberi rangsangan.
A Diagnosa : By.Ny.T Usia 0 hari neonates cukup bulan

Masalah : tidak ada

Diagnosa potensial : tidak ada

Kebutuhan akan tindakan segera : tidak ada

P 1. Memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan, bahwa kondisi


bayi sehat.
Hasil: ibu mengetahui kondisi bayinya saat ini.
2. Memotivasi ibu untuk memberikan ASI saja sampai bayi berumur
6 bulan.
Hasil: ibu bersedia untuk memberikan ASI eksklusif.
3. Memandikan bayi setelah 6 jam.
Hasil: bayi dimandikan setelah 6 jam.
4. Mempertahankan suhu tubuh bayi agar tetap hangat.
Hasil: suhu bayi tetap terjaga.
5. Memberikan konseling tentang perawatan bayi sehari-hari yaitu
tentang perawatan tali pusat yaitu dilakukan dengan cara mencuci
tali pusat dengan air bersih, keringkan dengan lembut hingga
benar-benar kering, mempertahankan tali pusat dalam keadaan
terbuka agar terkena udara, jika tali pusat terkena kotoran, cuci
dengan air bersih, lalu keringkan dengan lembut.
49

Hasil: ibu paham dengan penjelasan yang telah diberikan.

6. Memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang 7 hari yang akan


datang
Hasil : ibu bersedia dilakukan kunjungan ulang.

7. Melakukan dokumentasi
Hasil: dokumentasi telah dilakukan.

b. Catatan perkembangan BBL/Neonatus 6 Hari


Nama : By. Ny T Usia : 6 hari
Tanggal : 26 Juni 2016 Jam : 16.00 WIB

S 1. Pola nutrisi
Ibu mengatakan bayinya sering menyusu dengan kuat.
2. Pola eliminasi
BAB : 4x sehari konsistensi lembek, warna kuning kecoklatan.
BAK : 6x sehari, warna kuning jernih
3. Pola istirahat
Ibu mengatakan bayinya sering tidur ± 18 jam.
O 1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
TTV : RR : 49x/menit
Pulse : 116 x/menit
Suhu : 37,2ºC
2. Pemeriksaan fisik
Kepala : tidak ada benjolan, sutura belum menutup, tidak ada cephal
hematoma.
Wajah : tidak tampak kuning.
Mulut : bibir tidak sianosis, tidak ada bercak-bercak putih pada mulut
bayi.
Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung.
Telinga : simetris, tidak ada serumen.
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
Abdomen : tidak ada kemerahan/pus disekitar pusat.
Ekstremitas : kuku tidak sianosis, fungsi baik.
Anus : berlubang.
3. Antropometri:
BB : 3200 gram
PB : 47 cm
A Diagnosa : Bayi Ny.T umur 6 hari neonatus cukup bulan.

Masalah : tidak ada

Diagnosa potensial : tidak ada

Kebutuhan akan tindakan segera : tidak ada

P 1. Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi bayi dalam


keadaan sehat.
Hasil: ibu mengetahui kondisi bayinya saat ini.

2. Memberikan konseling tentang tanda bahaya bayi baru lahir, yaitu:


tidak mau menyusu, kejang, lemah, sesak nafas, menangis
terus/merintih, tali pusat kemerahan/berbau busuk, demam/panas
1

tinggi, mata bernanah, diare (BAB lebih dari 3x sehari), kulit dan mata
tampak kuning, feses bayi berwarna pucat, dan menganjurkan
ibu/keluarga untuk membewa bayi jika ditemukan salah satu tanda
bahaya ke fasilitas kesehatan.
Hasil: ibu paham dengan penjelasan yang telah diberikan.

3. Mengingatkan orang tua untuk mengurus akta kelahiran bayinya


Hasil: orang tua bersedia untuk mengurus akta kelahiran bayinya

4. Memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang 1 minggu yang akan


datang atau jika ada keluhan
Hasil: ibu bersediab dilakukan kunjungan rumah.

5. Melakukan dokumentasi
Hasil: dokumentasi telah dilakukan

c. Catatan perkembangan BBL/Neonatus 2 minggu


Nama : By. G Usia : 2 minggu
Tanggal : 4 Juli 2016 Jam : 10.00 WIB

S 1. Pola Nutrisi : Ibu mengatakan bayinya menyusu dengan kuat dan sering.
2. Pola Eliminasi:
BAB : 4x/menit, konsistensi lembek, warna kuning
BAK : 6x/menit, warna kuning jernih.
3. Pola Istirahat :ibu mengatakan bayinya banyak tidur ± 18 jam.
4. Pola Aktvitas: Ibu mengatakan bayinya bisa bermain aktif dengan
menggerakan tangan dan kakinya.
O 1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
TTV : RR: 49x/menit
Pulse : 123x/menit
Suhu : 36,6ºC.
2. Status present:
Kepala : tidak ada benjolan, tidak ada caput succedaneum
Wajah : tidak tampak simetris, mata tidak bernanah
Mulut : bibir tidak sianosis
Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : simetris, tidak ada serumen
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Abdomen : tidak ada tanda infeksi
Ekstremitas : kuku tidak sianosis
Kulit : tidak ikterik
Anus : berlubang.
3. Antropometri :
BB : 3500 gram
PB : 47 cm

B. Pembahasan
Pada sub bab ini penulis akan membahas menejemen asuhan kebidanan

komprehensif dimulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas hingga

keluarga berencana pada Ny.T umur 16 tahun G1P0A0 yang dilakukan mulai
51

tanggal 21 Juni 2016 sampai dengan 4 Juli 2016 di Puskesmas Jeruklegi 2

Kabupaten Cilacap.
1. Asuhan Kebidanan Kehamilan
a. Asuhan Kebidanan Kunjungan Awal
1) Pengkajian data
a) Subjetif
Pada data subjektif penulis memperoleh data yang

diperlukan dengan cara anamnesa.Dari data yang diperoleh Ny. T

sudah melakukan TT 2 kali.Hal tersebut sesuai dengan teori

pemberian imunisasi TT menurut Kemenkes 2012, menyatakan

bahwa imunisasi Tetanus Toksoid (TT) dilakukan untuk mencegah

terjadinya tetanus neonatorum.

O 4. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
TTV : RR: 49x/menit
Pulse : 123x/menit
Suhu : 36,6ºC.
5. Status present:
Kepala : tidak ada benjolan, tidak ada caput succedaneum
Wajah : tidak tampak simetris, mata tidak bernanah
Mulut : bibir tidak sianosis
Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : simetris, tidak ada serumen
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Abdomen : tidak ada tanda infeksi
Ekstremitas : kuku tidak sianosis
Kulit : tidak ikterik
Anus : berlubang.
6. Antropometri :
BB : 3500 gram
PB : 47 cm
A Diagnosa : By.G umur 2 minggu neonatus cukup bulan.

Masalah : tidak ada

Diagnosa potensial : tidak ada

Kebutuhan akan tindakan segera : tidak ada

P Asuhan yang diberikan yaitu :


1. Memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan bahwa kondisi
bayinya sehat
Hasil : ibu dan keluarga mengetahui kondisi bayi saat ini.
2. Memotivasi ibu untuk membawa bayinya imunisasi dan
memberitahu jadwal imunisasi
1

Tabel 4.8 jadwal imunisasi


Jadwal imunisasi Usia pemberian Jumlah pemberian
Hepatitis B 0-7 hari 1
BCG 1 bulan 1
Polio/IPV 1,2,3,4 bulan 4
DPT-HB-Hib 2,3,4 bulan 3
Campak 9 bulan 1
Hasil: ibu bersedia rutin membawa bayinya imunisasi
3. Memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang 2 minggu
lagi.
Hasil: ibu bersedia dilakukan kunjungan ulang.
4. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan
Hasil: dokumentasi telah dilakukan

Selain itu, pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama

kehamilan sudah terlaksana dan Ny.T tidak pernah mengonsumsi

jamu dan menganut adat istiadat yang dapat membahayakan ibu

dan janin. Menurut penulis dapat disimpulkan tidakada

kesenjangan antara teori dan praktek.


b) Objektif

Pada langkah pengkajian data objektif yaitu pemeriksaan


umum, status present,berat badan, status obstetrikus, leopold,
TFU, TBJ, DJJ, reflek patella dan pemeriksaan penunjang.
Menurut teori pada data obyektif Ny.T pemeriksaan laboratorium
telah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin Hb: 10 gr% dan
protein urin dengan hasil negatif (-), sudah sesuai dengan teori
dalam buku Depkes RI tahun 2010, bahwa ibu hamil trimester III
harus dilakukan pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan
kadar Hemoglobin satu kali dan protein urin satu kali.

2) Interpretasi data
Pada langkah interpretasi data diperoleh diagnosa Ny.T

umur 16 tahun, hamil 40 minggu+5 Hari ,janin tungal, hidup intra

uteri, presentasi kepala, punggung kanan, ditemukan masalah

potensial yaitu kehamilan lewat waktu sehingga perlu dilakukan

tindakan antisipasi yaitu merujuk pasien untuk pemeriksaan USG.


53

2) Identifikasi diagnosis dan masalah potensial


ditemukan masalah potensial yaitu potensial terjadinya

kehamilan lewat waktu,dan faktor umur ibu yang terlalu muda < 20

tahun,ini termasuk faktor resiko sedang,faktor ini dianggap nantinya

akan mempengaruhi kondisi ibu dan janin,serta memungkinkan

terjadinya penyulit pada waktu persalinan.Pada usia ini rahim dan

panggul belum berkembang dengan baik dan relatif masih

kecil,biologis sudah siap tetapi psikologis belum matang


3) Identifikasi kebutuhan segera
Pada langkah identifikasi ada kebutuhan segera yaitu

pemeriksaan USG untuk memastikan umur kehamilan dan

kesejahteraan janin karena potensial terjadi kehamilan lewat waktu

,konseling dan dukungan psikologis untuk ibu umur < 20 tahun


4)Intervensi
Pada langkah keempat yaitu perencanaan

tindakan.Penulis membuat rencana sesuai dengan kebutuhan ibu

yaitu ibu belum mengetahui tentang persiapan persalinan. Maka

bidan memberikan penjelasan mengenai kondisi ibu, tersiapan

persalinan, konseling tanda bahaya trimester III,konseling dan

dukungan psikologis untuk ibu muda < 20 tahun dan rujukan untuk

USG

5)Implementasi

Pada langkah implementasi sudah dilakukan sesuai dengan

intervensi yang direncanakan yaitu dari memberitahukan hasil

pemeriksaan, memberikan pendidikan kesehatan dan menjadwalkan

kunjungan ulang.

6)Evaluasi
1

Pada langkah evaluasi sudah dilakukan evaluasi setiap

asuhan yaitu ibu dapat memahami dan akan melaksanakan anjuran

bidan sehingga, tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.


1) Catatan Perkembangan Kunjungan
2) Data subjektif
Data subjektif diperoleh dengan cara anamnesa yaitu

keluhan utama.Keluhan utama ibu yaitu kenceng-kenceng ,dan

belum sempat USG ,Pasien sudah merasakan kenceng –kenceng dan

masuk ke tanda –tanda persalinan menurut penulis adalah hal yang

wajar, karena usia kehamilan sudah aterm yaitu 40 minggu+ 4 hari,

sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.


3) Data objektif
Data objektif diperoleh dengan cara melakukan

pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetrikus dan

pemeriksaan penunjang.Dari hasil pemeriksaan semua dalam kondisi

normal sehingga, tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.


4) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny.T

umur 16 tahun, hamil 40 minggu+5 Hari,janin tungal, hidup intra

uteri, puka presentasi kepala, kepala sudah masuk PAP, hamil

normal, ditemukan masalah dan diagnosal potensial,yaitu primi

muda umur 16 tahun sehingga ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
5) Penatalaksanaan

Pada praktek asuhan ibu hamil kunjungan ke dua ibu


mengeluhkan mulai kenceng-kenceng, maka dari itu kebutuhan
ibu adalah pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan, sehingga ibu
diberi konseling tentang tanda-tanda persalinan,dukungan psikologis
dan konseling persiapan sebagai ibu,dikarenakan usia masih muda
perlu persiapan fisik dan mental.Menurut penulis tidak ada
55

kesenjangan antara penyampaian konseling dengan materi yang telah


diberikan.

2. Asuhan Kebidanan Persalinan


a. Kala I
1) Data Subjektif
Pada data subjektif dilakukan dengan anamnesa.Dari hasil

anamnesa HPHT yaitu 9-9-2015 dan HPL yaitu 16-6-2016 maka

pada saat kala I mulai umur kehamilan ibu adalah 40 minggu + 5

hari.Menurut teori persalinan dan kelahiran normal adalah proses

pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42

minggu).Dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.Menurut teori, lahir pada umur 40+5 minggu masih normal,

meskipun tidak sesuai dengan HPL karena masih dalam batas

normal.

2) Data Objektif
Data objektif yang dikaji pada kala satu persalinan yaitu

tanda-tanda vital,pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetrikus,

kontraksi, detak jantung janin, dan pemeriksaan dalam.Dari hasil

pemantaun kala I dicatat mulai ketika ibu pembukaan 4

cm.Ditemukan di partograf ibu kemajuan persalinan ibu tidak berada

di garis waspada.Dari data hasil pemeriksaan semua dalam keadaan

normal.Kontraksi pada saat kala 1 fase aktif durasinya hanya

mencapai 35 detik, hal ini berbeda dengan teori yang dikemukakan

oleh Varney 2007, dimana pada kala 1 fase aktif kontraksi normalnya

45-90 detik. Menurut penulis, hal tersebut merupakan kesenjangan

antara teori dan praktek.


1

3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny.T

umur 16 tahun, hamil 40+5 minggu,janin tungal, hidup intra uteri,

presentasi kepala, puka, kepala sudah masuk PAP.Inpartu kala I fase

aktif, ditemukan masalah dan diagnosal potensial, sehingga ada

kesenjangan antara teori dan praktek.


4) Penatalaksanaan
Penatalaksanaan yang harus dilakukan pada persalinan kala

I fase aktif yaitu memberikan dukungan pada ibu, menganjurkan ibu

untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, cairan dan pengeluaran,

memantau tekanan darah, pembukaan serviks, penurunan kepala

setiap 4 jam, suhu setiap 2 jam, memantau nadi, DJJ dan kontraksi

setiap 30 menit, mengisi partograf (Kemenkes, 2013).Menurut

penulis, semua penatalaksanaan telah dilakukan dengan baik sesuai

teori sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.


b. Kala II
1) Data Subjektif
Data subjektif yang dikaji pada kala II adalah menanyakan

keluhan utama.Keluhan utama yang dirasakan oleh ibu adalah

merasakan kontrasi yang semakin sering dan teratur sehingga

menurut penulis sudah sesuai dengan teori yaitu ibu merasa mulas.
2) Data Objektif
Data objektif yang di kaji pada kala II meliputi tanda-tanda

vital, kontraksi, DJJ, pembukaan serviks, tanda tanda perjolvulka

sebagai tanda bayi akan segera lahir.Dari hasil pemeriksaan semua

normal sudah sesuai dengan teori sehingga, tidak ada kesenjangan

antara teori dan praktek.


3) Analisa
57

Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny.T

umur 16 tahun G1P1A0 primi muda inpartu kala II , ditemukan

masalah dan diagnosal potensial, sehingga ada kesenjangan antara

teori dan praktek.

4) Penatalaksanaan
Penatalaksanaan asuhan kebidanan pada ibu bersalin kala II

yaitu persiapan alat ,tempat dan penolong.Dari hasil praktik asuhan

bersalin kala II, bidan memakai sepatu, sarung tangan, dan selemek,

bidan menggunakan masker dan penutup kepala.Ada tempat

resusitasi bayi.Menurut Kemenkes RI 2013 ada langkah untuk

resusitasi yaitu menyiapkan tempat datar, rata,bersih, kering dan

hangat, 3 handukatau kain bersih dan kering, alat penghisap

lendir,lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm diatas tubuh

bayi.Menolong persalinan sesuai dengan langkah APN yaitu 58

langkah.
.
c. Kala III
1) Data Subjektif
Data Pada kala III persalinan, ibu akan merasa masih mulas-

mulas (Varney,2007).Dari hasil anamnesa diperoleh data subjektif

yaitu ibu mengatakan masih merasa mulas, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek.


2) Data Objektif
Pada kala III persalinan data objektif yang dikaji adalah

tanda lepas nya plasenta, TFU,dan .Dari hasil pemeriksaan

diperolehlama kala III yaitu 5 menit, plasenta lahir lengkap.Menurut

JNPK-KR(2008;h.103) plasenta lahir maksimal dalam waktu 30

menit.Menurut penulis dikarenakan pada kasus plasenta lahir dalam


1

5 menit maka keadaan tersebut sesuai dengan teori, sehingga tidak

ada kesenjangan antara teori dan praktek.


3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny.T

umur 16 tahun P1A0 inpartu kala III.Tidak ditemukan masalah dan

diagnosal potensial, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
4) Penatalaksanaan
Dalam praktek asuhan bersalin kala III, bayi ditempatkan

didada ibu untuk melakukan kontak kulit ibu ke kulit bayi.secara

teori bayi di letakkan dengan posisi tengkurap di dada ibu, luruskan

bahu bayi sehingga bayi menempel dengan baik di dinding dada-

perut ibu.Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu

dengan posisi lebih rendah dari puting payudara ibu. Selimuti ibu

dan bayi dengan kain hangat dan kering, dan pasang topi pada kepala

bayi (Kemenkes, 2013,h.44-46).Hal ini sesuai dengan teori, sehingga

tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.


d. Kala IV
1) Data Subjektif
Pada kala IV persalinan data subjektif yang dikaji adalah

keluhan utama ibu. Dari hasil anamnesa ibu keluhan utama yang

dirasakan sesuai dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan antara

teori dan praktek.

2) Data Objektif
Pada kala IV persalinan dilakukan pemantauan selama 2

jam meliputi meliputi: Tekanan darah, nadi, suhu, tinggi fundus

uteri,kontraksi uterus, jumlah urin dan jumlah darah yang keluar

dilakukan setiap 15 menit pada jam pertama serta setiap 30 menit


59

pahda jam ke dua. Pada hasil pemeriksaan diperoleh datasesuai

dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan teori dan praktek.


3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny.T

umur 16 tahun P1A0 inpartu kala IV tidak ditemukan masalah dan

diagnosal potensial, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
4) Penatalaksanaan
Dalam praktek asuhan kebidanan pada ibu bersalin kala

IV yaitu melakukan pemantauan kala IV, menjaga kehangatan bayi,

melakukan pengukuran antropometri dan memberikan suntikan

vitamin K1 salep mata dan melakukan IMD selama 1 Jam.

Sedangkan menurut teori memulai IMD dengan memberikan waktu

yang cukup untuk kontak kulit ibu-bayi (minimal 1 jam) (Kemenkes

RI, 2013). Hal ini sesuai dengan teori, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek. Menurut penulis, IMD

dilakukan hanya 1 jam.


3. Asuhan Kebidanan Nifas
a. Asuhan Ibu Nifas 6 Jam
1) Data Subjektif
Pada asuhan kebidanan ibu nifas 6 jam yang dikaji yaitu

keluhan utama. Dari hasil anamnesa keluhan utama ibu sesuai

dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
2) Data Objektif
Pada asuhan kebidanan ibu nifas 6 jam yang dikaji yaitu

tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, pengeluaran

lokia. Dari hasil pemeriksaan tanda-tanda vital masih dalam batas

normal, TFU 2 jari dibawah pusat, lokia rubra.Dari hal ini sesuai
1

dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny. T

umur 16 tahun P1A0 6 jam postpartum tidak ditemukan masalah dan

diagnosal potensial, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.

4) Penatalaksanaan

Pada praktik dilahan asuhan pada ibu nifas 6 jam yaitu


memantau involusio uterus, mengkaji jumlah perdarahan, mengajari
ibu mobilisasi dini, memberikan 2 suplemen vitamin A / kapsul
merah dengan dosis 200.000 IU, paracetamol 500 gram, danhemafort
500 gram, dan pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif, menurut
penulis tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.

b. Asuhan Ibu Nifas 6 Hari


1) Data Subjektif
Pada asuhan kebidanan ibu nifas 6 hari yang dikaji yaitu

keluhan utama ibu.Dari hasil anamnesa ibu, keluhan utama yang

dirasakan sesuai dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan

antara teori dan praktek.


2) Data Objektif
Pada asuhan kebidanan ibu nifas 6 hari yang dikaji yaitu

tanda-tanda vital, pengeluaran lokia.Dari hasil pemeriksaan tanda-

tanda vital masih normal, lokia serosa dan TFU pertengahan pusat

dan simfisis.Dari hal ini sesuai dengan teori, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek


3) Analisa
61

Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny. T

umur 16 tahun P1A0 6 hari postpartum tidak ditemukan masalah dan

diagnosal potensial, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
4) Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pada asuhan ibu nifas 6 hari di lahan

sudah sesuai dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan antara

teori dan praktek.

c. Asuhan Ibu Nifas 2 Minggu


1) Data Subjektif
Pada asuhan kebidanan ibu nifas 2 minggu yang dikaji

yaitu keluhan utama ibu.Dari data yang diperoleh ibu tidak ada

keluhan.Ibu ingin pasang KB Implant,pasien merupakan peserta JKN

sesuai dengan ketentuan pasien post partum harus segera pasang KB

dengan metode MKJP.Hal ini tidak sesuai dengan teori, sehingga

ada kesenjangan antara teori dan praktek.


2) Data Objektif
Pada asuhan kebidanan ibu nifas 2 minggu yang dikaji

yaitu tanda-tanda vital, pengeluaran lokia, pengeluaran ASI, tinggi

fundus uteri pada 2 minggu pasca salin.Dari hasil pemeriksaan

didapatkan semua hasilnya normal.Hal ini sesuai dengan teori,

sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.


3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diganosa Ny. T

umur 16 tahun P1A0 2 minggu postpartum.Tidak ditemukan

masalah dan diagnosal potensial, sehingga tidak ada kesenjangan

antara teori dan praktek.


4) Penatalaksanaan
1

Dalam praktek asuhan ibu nifas 2 minggu yaitu


memberitahu ibu hasil pemeriksaan, konseling gizi ibu menyusui,
memberikan konseling KB secara dini.

4. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir


a. Asuhan Bayi Baru Lahir 6 Jam
1) Data Subjektif
Pada data subjektif dikaji pola pemenuhan nutrisi, eliminasi,

istirahat dan tidur dan aktifitas.Hal-hal yang dikaji sudah sesuai

dengan teori sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek.
2) Data Objektif
Pada bayi baru lahir 6 jam dikaji tanda-tanda vital,

pemeriksaan fisik. Dalam hal ini sudah sesuai teori, sehingga tidak

ada kesenjangan antara teori dan praktek.


3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diagnosa By.Ny.T

umur 6 jam neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan. Tidak

ditemukan masalah dan diagnosa potensial, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek.


4) Penatalaksanaan

Pada asuhan bayi baru lahir diberikan imunisasi HB0 1 jam


setelah peberian Vit.K,. menurut Kemenkes RI (2013:h.49) setelah 1
jam pemberian vitamin K1 kemudian memberikan suntikan imunisasi
hepatitis B di paha kanan anterolateral bayi.Menurut penulis, hal ini
sudah sesuai dengan teori.

b. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir 6 Hari


1) Data Subjektif
Pada bayi baru lahir umur 6 hari dikaji tetang pola

kebutuhan nutrisi, pola eliminasi, pola istirahat ddan tidur, dan pola
63

aktifitas.Dari hasil anamnesa dilahan sudah sesuai dengan teori,

sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.


2) Data Objektif
Pada bayi baru lahir 6 hari dikaji pemeriksaan umum

meliputi keadaan umum, kesadaran, vital sign, berat badan,

pemeriksaan fisik. Dari data hasil pemeriksaan diperoleh berat badan

turun yaitu dari 3300 gram ke 3200 gram. Hal ini terjadi karena

terjadi penurunan berat badan fisiologis. Menurut teori berat badan

normalnya akan turun 10% pada hari ke 3 sampai 4 karena hilangnya

cairan ektraseluler dan mekonium yang banyak serta terbatasnya

asupan cairan, terutama pada bayi yang mendapat ASI.Berat badan

biasanya kembali setelah 10 hari kehidupan (Wong, 2008;h.233). Hal

ini sesuai dengan teori.


3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diagnosa By.Ny.T

umur 6 hari neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan.Tidak

ditemukan masalah dan diagnosa potensial, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek.


4) Penatalaksanaan
Asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir umur 6 hari

yaitu memberitahu hasil pemeriksaan, memeriksa tanda bahaya pada

bayi, menganjurkan ibu dan keluaga untuk mengurus akta

kelahiran.Hal ini sesuai dengan teori, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek.


c. Asuhan Kebidanan Bayi Baru lahir 2 Minggu
1) Data Subjektif

Pada bayi baru lahir umur 2 minggu dikaji tetang pola


pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti pola nutrisi, pola
eliminasi, pola istirahat dan tidur, pola aktifitas.Dari hasil anamnesa
1

pola pemenuhan kebutuhan bayi sudahsesuai dengan teori, sehingga


tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.

2) Data Objektif
Pada bayi baru lahir 2 minggu dikaji pemeriksaan umum

meliputi keadaan umum, kesadaran, vital sign, dan pemeriksaan

fisik.Dari data hasil pemeriksaan semua dalam keadaan normal.Hal

ini sesuai dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori

dan praktek.
3) Analisa
Dari data subjektif dan objektif diperoleh diagnosa By.G

umur 2 minggu neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan.Tidak

ditemukan masalah dan diagnosa potensial, sehingga tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktek.


4) Penatalaksanaan
Pada asuhan bayi baru lahir umur 2 minggu sudah sesuai

dengan teori, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan

praktek
65

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Asuhan ibu hamil
Pada asuhan ibu hamil, penulis memberikan asuhan pada Ny.T

umur 16 tahun G1P0A0 usia kehamilan 40 minggu+ 5 Hari di wilayah

Puskesmas Jeruklegi 2 Kabupaten Cilacap.Selama asuhan diberikan tidak

ada masalah.
2. Asuhan ibu bersalin
Pada asuhan ibu bersalin Ny.T bersalin pada usia kehamilan

40MG+5 Hr tanggal 21 Juni 2016 di Puskesmas Jeruklegi 2.Ibu datang

pukul 02.15 WIB dengan pembukaan 4 cm, pembukaan lengkap pada

pukul 07.00 WIB.Bayi lahir pukul 07.45 WIB, jenis kelamin laki-laki

dengan berat badan 3300 gram dalam keadaan normal.


3. Asuhan ibu nifas
Selama asuhan nifas sampai dengan 2 minggu tidak ditemukan

masalah berarti.Ny.T memutuskan menggunakan KB Implant dengan seizin

suami.Pada asuhan ibu nifas tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan

praktek.
4. Asuhan bayi baru lahir

Pada asuhan bayi Ny.T dimulai dari umur 0 jam sampai 6 minggu
berjalan dengan lancar. Selama asuhan bayi sudah diberikan vitamin K1 dan
salep mata segera setelah lahir, imunisasi Hb 0 pada 1 jam setelah
pemberian Vit.K.

B. Saran

1. Bagi penolong persalinan diharapkan bisa menerapkan manajemen

kebidanan dengan baik sesuai dengan protap yang ada


1

2. Buat Puskesmas Jeruklegi 2 semoga bisa menyediakan sarana dan alat yang

lengkap sesuai dengan kebutuhan


67

DAFTAR PUSTAKA
JNPKKR-POGI-JHPIEGO/MNH Program.2002.Buku Panduan Praktis
Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal
DEPKES RI.2013.Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Faskes Dasar dan
Rujukan

Bagian Obstetri dan Ginekologi, FK UNPAD.1983. Obstetri Ginekologi. Jakarta :

FKUI

JNPK-KR. 2008. .Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JHPIEGO

Manuaba,IG, 1999. Ilmu Kebidanan Dan Penyakit Kandungan, Jakarta:

ARCAN Mochtar, R, 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologo Patologi. Jakarta : EGC

Prawirohardjo, S, 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP

Prawirohardjo, S, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal

dan Neonatal, Jakarta : YBP-SP