You are on page 1of 2

Dikdasmen (2005) menyatakan bahwa fungsi SMK adalah:

1) sebagai training center/BLK daerah;


2) sebagai testing center;
3) sebagai teaching factory;
4) sebagai outlet layanan penempatan lulusan dan tenaga kerja; dan
5) sebagai pusat bisnis dan pengembangan waralaba bagi masyarakat.

Salah satu usaha untuk mencapai multi fungsi SMK tersebut adalah mendirikan unit
produksiyang berfungsi:
1. Menjadi pusat pelatihan, karena didalamnya ada kegiatan untuk memperdalam
kemampuan keterampilan.
2. Sebagai industri, karena akan menghasilkan produk atau jasa yang
dibutuhkan konsumen.
3. Penyedia tenaga kerja terampil, karena menghasilkan tamatan yang memiliki
ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan industri.
4. Tempat seleksi tenaga kerja secara rutin setiap tahun sehingga memudahkan
industri dalam memilih tenaga kerja sesuai spesifikasi dan kebutuhan industri
tanpa harus mengeluarkan biaya promosi lowongan tenaga kerja.
5. Menjadi pusat informasi tenaga kerja bagi masyarakat luas khususnya alumni
dan SMK lainnya di wilayah terdekat.
Direktorat Pembinaan SMK (2007: 1) menyatakan “unit produksi merupakan suatu
sarana pembelajaran dan berwirausaha bagi siswa dan guru serta memberi dukungan
biaya operasional sekolah”. Sarana pembelajaran yang dimaksud adalah tempat
belajar bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan,
keterampilan dan pembentukan sikap kerja, karena dalam kegiatan unit produksi
terdapat proses belajar secara langsung dalam menghadapi permasalahan kerja
sesungguhnya.
Demikian halnya makna sebagai sarana berwirausaha, karena guru dan siswa
berlatih menjaga keberlangsungan kegiatan unit produksi melalui pengembangan
pemasaran dan menjaga kepercayaan konsumen. Adapun makna sebagai penghasil
dana masukan adalah kegiatan unit produksi menghasilkan produk atau jasa bernilai
ekonomi, sehingga pengelola dan pelaksana mendapat imbalan jasa. Selain itu
keuntungan dari hasil penjualan barang/jasa dapat digunakan sebagai biaya
operasional sekolah.
Bambang Sartono (2006: 6), mendefinisikan unit produksi sebagai berikut:
Proses kegiatan usaha yang dilakukan sekolah, secara berkesinambungan, bersifat
bisnis dengan para pelaku warga sekolah, mengoptimalkan sumberdaya sekolah dan
lingkungan, dalam berbagai bentuk unit usaha (baik produk maupun usaha) yang
dikelola secara professional. Unit produksi juga merupakan suatu
usaha incorporated-enterpreuneur atau suatu wadah kewirausahaan dalam suatu
organisasi yang memerlukan kewenangan khusus dari pimpinan sekolah kepada
pengelola untuk secara demokratis melakukan tugas dan tanggung jawabnya.
Berdasarkan definisi ini SMK dapat mengelola sumber daya di sekolah dalam
bentuk kegiatan unit produksi/jasa sebagai kegiatan ekonomi produktif. Sumber daya
di sekolah meliputi:
(a) sarana prasarana praktik yang dapat digunakan dalam proses produksi jasa;
(b) guru, siswa dan karyawan sebagai penggerak, pelaksana kegiatan dan potensi
pasar;
(c) program kurikulum sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan dan pencapaian tujuan
belajar siswa.
Pelaksanaan kegiatan unit produksi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan
pemasaran produk atau jasa yang dihasilkan sehingga unit produksi berfungsi sebagai
tempat latihan ketrampilan, pengembangan kreatifitas dan berwirausaha bagi guru
dan siswa. Selain itu selisih biaya produksi dan jasa dengan harga penjualan tarif atau
jasa menghasilkan keuntungan sebagai dana tambahan bagi sekolah.