You are on page 1of 6

Nama : Tn Ucup

Usia : 40 tahun
POB : 55 kg
TB : 150 cm
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pasien dibawa ke Rs dengan keluhan : Anoreksia, nausea, rasa lelah,
pusing dan gatal-gatal dikulit, keluhan lain adalah pasien kencing sedikit-
sedikit.
Hasil pemeriksaan laboratorium :
Ureum 85 mg/dl (normal 10-50 mg/dl)
Creahnin 2,5 mg/dl (normal <1,5 mg/dl)
Kalium 6,5 mg/dl (normal 3,5 -5 mmol/l)
Uric acid 6,8 mg/dl (normal 3,4 -7 mg/dl)
Glukosa puasa 150 mg/dl (normal < 110 mg/dl)
Hb 11,2 gr /dl (normal 13-16 gr/dl)
Tensi darah 13 /80 mmHg
Diagnosa dokter GGA gagal ginjal akut
Pertanyaan: Jelaskan bagaimana terapi yang diberikan kepada pasien
Pengertian GGA
GGA adalah penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba sehingga kedua
ginjal tidak mampu di ekresikan produk-produk sisa tubuh (misalnya
ureum, keratinin, calium) yang menumpuk dalam darah. Hal ini akan fatal
jika tidak diobati. Anuria berarti tidak ada urin yang dikeluarkan. Uliguria
berarti jumlah urin kurang dari 0,5 ml/mg per jam.
Penyebab

Gagal ginjal prerenal


 Syok menyebabkan menurunnya perfusi ginjal
 Pankrearititis
Gagal ginjal Intristik
 Syok menyebabkan iskemia ginjal (NTA)
 Nefrotoksin (aminoglokosida, myoglobin)
 Glomerulonefritis akut
 Pielonefritis berat
 Hipertensi dan diabetes mellitus
Gagal ginjalpostrenal
 Obstruksi saluran kemih, misalnya hipertrofi prostat
 Obstruksi akibat batu ginjal
Kategori Anemia
(Menurut soebroto,2010)
a. Kadar hb 10 gr-8 gr disebut anemia ringan
b. Kadar Hb 8 gr-5 gr disebut anemia sedang
c. Kadar Hb kurang dari 5 gr disebut anemia berat
(Menurut Waryana, 2009 yang bersumber dari WHO
a. Kadar Hb 11 gr% tidak anemia
b. Kadar Hb 9-10 gr% anemia ringan
c. Kadar Hb 7-8 gr% anemia sedang
d. Kadar Hb <7 gr % anemia berat
Kategori kadar kalium serum
1. Hiperkalemia kadar serum kurang dari 3,5 mEq/I, nilai normalnya yaitu
3,5-5,0 mEq/I, dan hiperlkalemia jika kalium >5,0 mEq/I.

No. Kategori Baik Sedang Buruk


1. Glukosa darah puasa (mg/dl) 80-90 110-125  125
2. Glukosa darah 2 jam post 110-144 145-179  180
parandial (mg/dl)

Klasifikasi tekanan darah orang dewasa

Klasifikasi Sistolik (mm Hg) Diastolik


(mmHg)
Norma <120 < 80
Prehipertensi 120-139 80-89
Tahap 1 Hipertensi 140-159 90-99
Tahap 2 hipertensi ≥160 ≥ 100

Nilai normal asam urat menurut (Herliana, 2013)


1. Kadar asam normal normal pada laki-laki dewasa yaitu 3,4-7,0 mg/dL
2. Kadar asam normal pada perempuan yaitu 2,4-5,7 mg/dL

Terapi gagal ginjal

 Pertahankan keseimbangan cairan dan elekrtrolit.


 Masukan cairan 400 ml/hari + kehilangan diperhitungkan
 Diet : Kalori tinggi, protein rendah dalam jantung cairan sedikit.
 Obati setiap infeksi
 Dialisis: peritoneal, ultrafiltrasi, hemodialisis (biasanya diindikasikan
untuk hypervolemia, hiperkalemia, atau asidosis)
Terapi Farmakologi

1. Terapi Oral (Furosemid)

Furosemid merupakan obat peluruh kencing tujuannya adalah untuk


menghilangkan cairan dari dalam tubuh pasien. Furosemid memiliki efek
samping yang bermanfaat pada pasien dengan cara ,menghilangkan
kalium dari dalam tubuh. terapi farmakologi yaitu diberikan obat furozemid
Diberikan furosemid yang merupakan golongan Loop Diuretik. Dimana
furosemid memiliki mulai kerja yang lebih cepat dari efek lebih kuat dan
dapat menyebabkan penurunan kadar kalium.

Indikasi :

Edema, oliguria (urin yang dihasilkan < 400 ml/hari) karena gagal ginjal

Dosis, aturan pakai:


 Dosis oral (tablet) pada oliguria
Dosis awal :
250mg sehari; jika diperlukan dosis lebih besar, tingkatkan bertahap
dengan 250 mg, dapat diberikan setiap 4-6 jam sampai dosis
maksimal tunggal 2 g (jarang digunakan).
 Dosis (injeksi) intramuscular atau intravena lepas lambat
Dosis awal 20-50 mg; Anak-anak 0,5 -1,5 mg/kg dengan dosis harian
maksimal 20 mg
 Dosis (injeksi) intravena pada oliguria
Dosis awal 250 mg selama 1 jam (kecepatan tidak lebih dari 4
mg/menit), jika tidak tercapai output urin yang diinginkan lanjutkan
dengan dosis 500 mg selama 2 jam. Jika belum tercapai, lanjutkan lagi
dengan dosis 1 g selama 4 jam; jika respon masih tidak memuaskan,
mungkin diperlukan dialisis; dosis efektif (sampai dengan 1 g) dapat
diulang setiap 24 jam
2. Terapi insulin

Pemberian insulin ditujuakan untuk mengobati diabetes pada si pasien.


Pasien GGA pemberian insulin lebih aman dari pada pemberian obat
diabetes oral. Selain itu pemberian insulin pada pasien GGA bukan
hanya dapat mengendalikan gula darah tetapi juga akan menurunkan
kadar kalium, karena gula yang dibawa masuk oleh insulin kedalam sel
akan membawa kembali ion kalium yang seharusnya berada di dalam
sel (Hartono, 2008)

1. Terapi non farmakologi yang di sarankan :

- Gaya hidup sehat


- Beristirahat yang cukup
- Diet rendah kalium
- Mengontrol konsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi
dan yang
- Mengontrol konsumsi obat-obatan yang mempengaruhi fungsi
ginjal yang menurun (Ferawati, 2012)
DAFTAR PUSTAKA

Joseph, T Dipiro. 2005. Pharmacotherapi-Patophylogic. United


States of America: America.

Yaswir, R., Ira Ferawati. 2012. Fisiologi dan Gangguan


Keseimbangan Natrium, Kalium dan Klorida serta Pemeriksaan
Laboratorium. Jurnal Kesehatan Andalas 2012;1(2) FK-Unand.

Hartono andry, 2008. Rawat Ginjal Cegah Cuci Darah . Penerbit


Kanisius. Yogyakarta