You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN PENYALAHGUNAAN NAPZA.

1. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Setiap melakukan pengkajian, tulis tanggal pengkajian, tanggal dan tempat klien dirawat.
1. Identitas Klien
Identitas klien yang perlu di tulis adalah nama klien, jenis kelamin, umur (biasanya pada
usia produktif), pendidikan (segala jenis/ tingkat pendidikan beresiko menggunakan
NAPZA), pekerjaan (tingkat keseriusan/ tuntutan dalam pekerjaannya dapat
menimbulkan masalah), status (belum menikah, menikah atau bercerai), alamat,
kemudian nama perawat
2. Data Demografi
Buatlah genogram minimal tiga generasi yang dapat menggambarkan hubungan klien
dan keluarga.
Jelaskan: Seseorang yang berada dalam disfungsi keluarga akan tertekan dan
ketertekanan itu dapat merupakan faktor penyerta bagi dirinya terlibat dalam
penyalahgunaan/ketergantungan NAPZA, kondisi keluarga yang tidak baik itu adalah: 1)
Keluarga yang tidak utuh: orang tua meninggal, orang tua cerai, dll, 2) kesibukan orang
tua, 3) hubungan interpersonal dalam keluarga tidak baik
3. Keluhan Utama
Biasanya karena timbul gejala-gejala penyalahgunaan NAPZA. Alasan masuk tanyakan
pada keluarga klien.
4. Riwayat Penggunaan Zat Sebelumnya
Tanyakan pada klien apakah pernah menggunakan narkotika, psikotropika atau zat
adiktif lainnya sebelumnya.
5. Riwayat Pengobatan
Tanyakan pada klien dan keluarga apakah klien sudah mendapatkan terapi dan
rehabilitasi. Biasanya klien yang telah mendapatkan terapi sebagian besar akan
mengulangi kebiasaannya menggunakan NAPZA.
6. Faktor Predisposisi
Kaji hal-hal yang menyebabkan perubahan perilaku klien menjadi pecandu/ pengguna
NAPZA, baik dari pasien maupun keluarga seperti: Faktor biologis, factor psikologis
dan faktor sosial kultural
7. Faktor Presipitasi
Kaji faktor yang membuat klien menggunakan napza:
a. Pernyataan untuk mandiri dan membutuhkan teman sebaya sebagai pengakuan
(resiko relatif untuk terlibat NAPZA 81,3%)
b. Sebagai prinsip kesenangan, menghindari sakit/stress
c. Kehilangan seseorang atau sesuatu yang berarti
d. Diasingkan oleh lingkungan: rumah, teman-teman
e. Kompleksitas dari kehidupan modern
8. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum: klien dengan pengguna napza biasanya akan dijumpai kondisi yang
disebut intoksikasi (teler) yang menyebabkan perubahan memori, perilaku, kognitif,
alam perasaan dan kesadaran, nyeri gangguan pola tidur, menurunnya selera makan,
konstipasi, diare, perilaku, seks melanggar norma, kemunduran dalam kebersihan
diri, potensial komplikasi (jantung, hati dan infeksi pada paru-paru)
b. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : hipotensi/normal
Nadi : takikardi
Suhu : meningkat, berhubungan dengan gangguan keseimbangan cairan elektrolit
Pernafasan : sesak nafas, nyeri dada
Berat badan : mengalami penurunan akibat nafsu makan menurun
Keluhan fisik : nyeri sendi, otot dan tulang
9. Psikososial
Klien dengan pengguna napza akan mengalami perubahan dalam kehidupan
individualnya baik yang bersifat psikologik maupun kehidupan social seperti:
a. Prestasi sekolah menurun secara drastis/anjlok
b. Pola tidur berubah, misalnya pagi susah dibangunkan dan malam suka begadang
c. Selera makan berkurang
d. Banyak mengurangi diri dalam kamar, menghindari bertemu anggota keluarga
lainnya karena takut ketahuan, dan menolak makan bersama
e. Bersikap tidak ramah, kasar terhadap anggota keluarga lainnya, dan mulai suka
berbohong
f. Mabuk, bicara pelo (cadel), dan jalan sempoyongan
10. Konsep Diri
a. citra tubuh : Klien mungkin merasa tubuhnya baik-baik saja
b. Identitas : Klien mungkin kurang puas terhadap dirinya sendiri
c. Peran : klien meruapakan anak keberapa dari berapa saudara
d. Ideal diri : Klien menginginkan keluarga dan orang lain menghargainya
e. Harga diri : Kurangnya penghargaan keluarga terhadap perannya
11. Hubungan Sosial
Banyak mengurung diri dalam kamar, menghindari bertemu anggota keluarga lainnya
karena takut ketahuan, dan menolak makan bersama. Bersikap tidak ramah, kasar
terhadap anggota keluarga lainnya, dan mulai suka berbohong
12. Intelektual
Pikiran yang selalu ingin menggunakan zat adektif, perasaan ragu untuk berunding,
aktivitas sekolah atau kulia menurun sampai berhenti, pekerjaan berhenti.

13. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : Menurut masyarakat, NAPZA tidak baik untuk kesehatan.
b. Kegiatan ibadah : Tidak menjalankan ibadah selama menggunakan NAPZA
14. Status Mental
a. Penampilan
Tidak rapi, tidak sesuai dan cara berpakaian tidak seperti biasanya
b. Pembicaraan
Kaji cara bicara klien apakah cepat, keras, gagap, apatis, lambat atau membisu
Biasanya klien menghindari kontak mata langsung, berbohong atau memanipulasi
keadaa, bengong/linglung
c. Aktivitas Motorik
1) Kelambatan : hipoaktifitas (lesu), katalepsi (gangguan kesadaran)
2) Peningkatan : gelisah, TIK, grimasen (gerakan otot muka yang berubah-ubah,
tidak dapat dikontrol), tremor, kompulsif (kegiatan yang dilakukan berulang)
d. Afek Dan Emosi
1) Afek : tumpul (datar) dikarenakan terjadi penurunan kesadaran
2) Emosi : klien dengan penyalahgunaan NAPZA biasanya memiliki emosi yang
berubah-ubah (cepat marah, depresi, cema, eforia)
e. Interaksi Selama Wawancara
Kontak mata kurang dan cepat tersinggung. Biasanya klien akan menunjukkan rasa
curiga
15. Persepsi
Biasanya klien mengalami halusinasi
16. Proses Piker
Klien pecandu ganja mungkin akan banyak bicara dan tertawa sehingga menunjukkan
tangensial. Beberapa NAPZA menimbulkan penurunan kesadaran, sehingga klien
mungkin kehilangan asosiasi dalam berkomunikasi dan berpikir.
17. Isi Piker
Pecandu ganja mudah percaya mistik, sedangkan amfetamin menyebabkan paranoid
sehingga menunjukkan perilaku phobia. Pecandu amfetamin dapat mengalami waham
curiga akibat paranoidnya
18. Tingkat Kesadaran
Menunjukkan perilaku bingung, disorientasi dan sedasi akibat pengaruh NAPZA.
19. Memori
Golongan NAPZA yang menimbulkan penurunan kesadaran mungkin akan
menunjukkan gangguan daya ingat jangka pendek.
20. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Secara umum klien NAPZA mengalami penurunan konsentrasi. Pecandu ganja
mengalami penurunan berhitung.
21. Kemampuan Penilaian
Penurunan kemampuan menilai terutama dialami oleh klien alkoholik. Gangguan
kemampuan penilaian dapat ringan maupun bermakna.
22. Daya Tilik Diri
Apakah mengingkari penyakit yang diderita atau menyalahkan hal-hal diluar dirinya
klien,
23. Keluarga
Ketakutan akan perilaku klien, malu pada masyarakat, penghamburan dan pengurasan
secara ekonomi oleh komunikasi dan pola asuh tidak efektif, dukungan moril terhadap
klien tidak terpenuhi.
2. Pohon Masalah

Resiko
Efek
mencederai diri

Kerusakan Komunikasi CP
verbal

Koping individu tidak efektif
Problem

3. Diagnosa Keperawatan
1) Kerusakan komunikasi verbal
2) Koping individu tidak efektif
3) Resiko mencederai diri
SP. KELUARGA

Tgl Diagnosa Perencanaan
Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasional
1 Kerusakan 1. Keluarga Setelah 1x  Identifikasi dan  Dengan diskusi keluarga dapat
komunikasi Keluarga dapat interaksi keluarga diskusikan masalah yang mengetahui cara merawat klien
verbal Mendiskusi dapat mendiskusi dihadapi keluarga dalam dalam kerusakan komunkasi
masalah yang masalah yang dalam merawat klien verbal
dirasakan dalam dirasakan dalam
merawat klien merawat klien
dengan kerusakan dengan gangguan
komunikasi kerusakan  Tanyakan kepada keluarga  Ungkapan dari keluarga
verbal komunikasi apa yang menjadi mengenai yang dirasakan saat
verbal kesulitan merawat klien ini dalam merawat klien
dengan kerusakan menjadikan dasar dalam
komunikasi verbal keluarga merawat klien
selanjutnya

2. Keluarga Setelah 1x 2. Menjelaskan kepada 3. Menambah wawasan
Keluarga dapat interaksi keluarga keluarga tentang pengetahuan keluarga dan
menjelaskan dapat pengertian kerusakan mengetahui sejauh mana
pengertian menjelaskan komunikasi verbal, tanda pemahaman keluarga tentang
kerusakan pengertian dan gejala kerusakan gngguan kerusakan
komunikasi kerusakan komunikasii verbal, proses komunikasi verbal.
verbal, tanda dan komunikasi terjadinya kerusakan
gejala kerusakan verbal, tanda dan komunikasi verbal
komunikasi gejala kerusakan
verbal, dan komunikasi
proses terjadinya verbal dan proses
kerusakan terjadinya
komunikasi kerusakan
verbal komunikasi
verbal

L Diagnosa Perencanaan
Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasional
1 Kerusakan 3. Keluarga  Menjelaskan metode  Ungkapan dari klien mengenai
komunikasi Keluarga dapat Setelah 1x alternatif yang dirasakan tentang
verbal Mengetahui interaksi keluarga gangguan komunikasi dan cara
metode dapat teknik mengatasi dengan
alternative dalam menjelaskan  Menjelaskan cara merawat berinteraksi dengan orang lain
komunikasi metode alternatif pasien dengan kerusakan
komunikasi komunikasi verbal dengan
teknik komunikasi
kelompok
4. Keluarga Setelah 1x  Jelaskan pada keluarga  Dengan komunikasi kelompok
Keluarga interaksi keluarga tentang cara melatih atau komunikasi dengan orang
dapat dapat mengetahui pasien dengan komunikasi lain klien dapat berinteraksi dan
mengetahui komunikasi kelompok. mengatasi komunikasi verbal
cara melatih kelompok dapat
pasien mengatasi
komunikasi klien

5. Anjurkan Setelah 1x  Bantu keluarga  Memasukkan kegiatan
membantu interaksi keluarga membimbing klien komunikasi kelompok
pasien sesuai dapat membantu memasukkan kegiatan dengan melibatkan keluarga
jadwal dan klien dalam dalam komunikasi mempercepat klien
memberi memberikan kelompok mengatasi kerusakan
pujian jadwal kegiatan komunikasi verbal
harian dan
memberikan
pujian pada klien

No Diagnosa Tujuan Perencanaan
Keperawatan Kriteria Intervensi Rasional
2 1. keluarga Setelah 1x tanyakan kepada keluarga Dukungan keluarga pada klien dengan
keluarga dapat interaksi masalah yang dirasakan kerusakan komunikasi sangat
mengevaluasi keluarga dapat dalam merawat pasien diperlukan untuk mendukung proses
kegiatan yang mengevaluasi penyembuhan
telah kegiatan yang
membimbing telah dicapai
pasien sebelumnya
2. keluarga Setelah jelaskan pada keluarga Dengan komunikasi yang sederhana
keluarga dapat 1x..dilakukan teknik komunikasi memudahkan pemahaman menghindari
melatih teknik interaksi sederhana dan umum stress dan kebingungan akibat Bahasa
meningkatkan keluaraga dapat digunakan dalam yang berubah-ubah
pengertian berkomunikasi komunikasi sehari-hari
dengan kalimat
sederhana yang
dimengerti

3. Keluarga Setelah 1x jelaskan pada keluarga Dengan komunikasi yang sederhana
melatih klien interaksi dengan teknik komunikasi memudahkan pemahaman
cara keluarga dapat sederhana dan umum menghindari stress dan kebingungan
berkomunikasi melatih klien digunakan dalam akibat bahasa yang berubah-ubah
sesuai dengan dengan komunikasi sehari-hari
kemampuan komunikasi
yang dimiliki sesuai dengan
kemampuan yang
miliki

4: keluarga Setelah membantu/membimbing Cara merawat yang baik merupakan
keluarga mampu 1x..dilakukan keluarga memasukan bentuk dukungan keluarga terhadap
memasukan interaksi kegiatan mendengarkan anggota keluarganya yang sakit
jadwal kegiatan keluarga mampu cerita secara teratur
mampu
memasukan
jadwal kegiatan Bantu keluarga Memasuki kegiatan komonikasi
mendengarkan membimbing klien kelompok dengan melibatkan keluarga
cerita secara memasukan kegiatan mempercepat klien mengatasi
teratur komunikasi kelompok kerusakan komunikasi verbal
No Diagnosis Perencanaan
keperawatan
Tujuan Kriteria Intervensi Rasional

3 1: keluarga Setelah 1. tanyakan kembali kepada  Keberhasilan kegiatan sebelumnya
keluarga dapat 1x..dilakukan keluarga kegiatan yang penting untuk proses penyembuhan
mengevaluasi interaksi telah dipelajari pasien
dalam keluarga mampu sebelumnya.
membimbing mengevaluasi  Komunikasi
memenuhi kegiatan yang kelompok
kebutuhan pasien telah dipelajari 2. Menanyakan kembali  Evaluasi akan membantu untuk
dan membimbing sebelumnya kegiatan yang telah pembuatan rencana tindakan yang
pasien dalam dilakukan sebelumnya selanjutnya
melaksanakan
kegiatan yang
telah latih
2: keluarga Setelah 1x..  Menjelaskan pengertian, Menggunakan (meminum) obat secara
keluarga mampu dilakukan tujuan, manfaat obat, teratur merupakan salah satu tindakan
mengetahui obat interaksi jenis obat yang dapat mengendalikan
yang diminum keluarga mampu  Menjelaskan efek
oleh klien dan mengetahui obat samping obat
cara yang diminum  Menjelaskan prinsip
membimbing oleh klien dan obat
cara  Menjelaskan kepada
membimbing keluarga akibat tidak
klien minum obat teratur minum obat
secara teratur  Meminta keluarga untuk
membimbing klien
meminum obat secara
teratur
3: keluarga Setelah ..x  Membantu/ membimbing Memasukkan kegiatan menggunakan
keluarga dapat interaksi, klien klien memasukkan (meminum) obat secara teratur ke
memasukan dapat kegiatan komunikasi dalam jadwal harian klien membantu
dalam jadwal memasukkan kelompok dan mempercepat klien dapat mengontrol
kegiataan kegiatan menggunakan komunikasi
membimbing menggunakan (meminum) obat secara
klien (meminum) (meminum) obat teratur ke dalam jadwal
obat secarasecara teratur kegiatan harian
teratur kedalam jadwal
kegiatan harian
1. Keluarga Setelah 1x..  Menanyakan kembali evaluasi dapat membantu untuk
dapat interaksi, kluarga kegiatan harian klien pembuatan rencana tindakan
4 mengevaluasi dapat mengenai cara selanjutnya.
kegiatan yang mengevaluasi mengendalikan
telah kegiatan yang komunikasi verbal
dipelajari telah dipelajari dengan berkacap-cakap
sebelumnya sebelumnya dengan orang lain.

 Meminta keluarga untuk
memperagakan cara
membimbing meminum
obat dan bercakap-cakap
2. Latih teknik setelah 1x..  Keluarga dapat Dengan melatih klien dapat
memperbaiki dilakukan berinteraksi berkomunikasi dengan baik
bicara interaksi keluar memperbaiki komunkasi
mampu dengan klien dengan
memperbaiki baik
bicara
3. Latih cara Setelah 1x  Keluarga mengetahui Dengan melatih komunikasi keluarga
melatih pasien dilakukan cara melatih klien dalam dapat mengetahui perkembangan klien
berkomunikasi
4;Keluarga setelah 1x.. menjelaskan tujuan rujukan yang tepat dapat memberi kan
keluarga mampu dilakukan melakukan rujukan ke Rs tindakan yang cepat dan tepat dalam
melakukan interaksi jiwa menangani kerusakan komunikasi
follow up ke RS keluarga mampu verbal
jiwa sebagai merujuk klien ke
rujukan bila RS jiwa bila
kambuh kambuh
5: keluarga setelah 1x.. membantu membimbing Penyusunan jadwal yang rapi dan
membantu dilakukan keluaraga memasukan konsisten dalam menguragi kecemasan
keluarga interaksi keluar kegiatan melatih .
memasukan mampu komunikasi dengan
jadwal diatas mengendalikan Bahasa yang dimengerti .
dalam kegiatan komunikasi
harian dengan tehnik
komunikasi antar
kelompok
5 1: Keluarga setelah 1x.. Menanyakan kembali Evaluasi akan membantu untuk
mampu interaksi kegiatan yang telah pembuatan rencana tindakan yang
mengevaluasi keluarga dapat dilakukan sebelumnya selanjutnya.
kegiatan yang mengevaluasi
pernah dilakukan kegiatan yang
sebelumnya. telah dipelajari
sebelumnya.
2: Keluarga setelah 1x.. Menanyakan kepada Kemampuan keluarga merawat klien
kluarga mampu interaksi keluarga baagaimana dengan kecemasan merupakan bentuk
merawat anggota keluarga dapat merawat anggota suport keluarag dan peran sebagai
keluarganya merawata keluarga yang sakit keluarga.
yang sakit anggota
keluaraga yang
mengalami
kerusakan
komunikasi
3: keluarga setelah 1x.. Menanyakan kepada Kontrol yang teratur menghindari dari
keluarga mampu interaksi keluarag untuk kontrol kekambuhan
melakukan keluarga dapat rutin ke RS jiwa.
kontrol ke RS melakukan
jiwa kontrol ke RS
secara rutin
4. Keluarga setelah 1x.. Membantu membimbing dengan bimbingan dan pengawasan
keluarga interaksi memasukan jadwal akan lebih terkontrol lagi
mampu keluarga dapat kontrol pada jadwal pelaksanaanya.
memasukan memasukan hariannya
jadwal kontrol jadwak
dalam kegiatan kontrolkegiatan
harian harian