You are on page 1of 17

Efektifitas Pemberian Jus Belimbing Terhadap Perubahan Tekanan darah

Pada Penderita Hipertensi Di Desa Mekar Mulyo Kecamatan Sei Balai
Tahun 2014

Misrah Panjaitan, S.Kep, Ners, M.Kep
Ermi Karmiati
Fitriani

ABSTRAK

Hipertensi dapat menyerang hampir semua golongan masyarakat di
seluruh dunia.. Buah belimbing memiliki kadar potasium (kalium) yang tinggi
sehingga sangat efektif digunakan sebagai obat hipertensi. Berdasarkan hasil
survei yang dilakukan peneliti di Desa mekar mulio kecamatan batu bara pada
tanggal 3 februari 2014 diperoleh data penderita hipertensi berjumlah 33 orang,
dimana perempuan berjumlah 12 orang, dan pria sebanyak 21 orang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah
pemberian buah belimbing terhadap penurunan tekanan darah pada penderita
hipertensi di Desa mekar mulio 2014.
Penelitian ini merupakan Jenis penelitian ini adalah quasi Eksperiment.
Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh penderita hipertensi di
kelurahan mekar mulio dan sampel sebanyak 33 orang, pengambilan sampel
secara purposive sampling, metode pengumpulan data dengan mewawancarai
secara tidak langsung dengan menggunakan lembar Observasi, analisa data
dengan menggunakan uji t-test.
Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh Rerata skala pengukuran
nyeri pada responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian buli buli panas
didapatkan rata-rata 0,03 dengan standar deviasi (SD) 0,984. Dari hasil analisis
maka dapat disimpulkan ada pengaruh buah belimbing terhadap penurunan
tekanan darah pada penderita hipertensi di desa mekar mulio P value = 0,025 (α
= 0,05).
Disarankan kepada pasien hipertensi harus dapat menerapkan buah
belimbing karena dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
sebagai salah satu metode penanganan non farmakologi bila terjadi hipertensi.

Kata kunci : Jus Belimbing, Tekanan Darah
miskin. Hal ini dipengaruhi oleh
PENDAHULUAN gaya hidup yang kurang baik.
Akan tetapi pada populasi umum
1.1 Latar Belakang kejadian hipertensi atau sering
Hipertensi adalah penyakit disebut tekanan darah tinggi
yang bisa menyerang siapa saja, tidak terdistribusi secara merata,
baik muda maupun tua, baik dimana tidak diketahui gejala
orang kaya maupun orang hipertensi atau tidak tampak
gejala yang spesifik sehingga target tekanan darah yang
hipertensi lebih sering dijumpai diinginkan di bawah 140/90
pada usia 55 tahun dan lebih mmHg. Penelitian di Amerika
banyak ditemukan pada pria. oleh American Hypertension
Namun setelah terjadi Association (2006) ditemukan
menopause (biasanya setelah hanya 68% penderita hipertensi
usia 55 tahun), tekanan darah tahu bahwa mereka menderita
pada wanita meningkat terus, penyakit tersebut, sisanya
hingga usia 75 tahun tekanan mengatakan sama sekali tidak
darah tinggi lebih banyak tahu.
ditemukan pada wanita daripada Prevalensi hipertensi di
pria (Endang, 2014). Indonesia mencapai 31,7% dari
Organisasi Kesehatan populasi usia 18 tahun ke atas.
Dunia (WHO) mencatat pada Dari jumlah itu, 60% penderita
tahun 2012 sedikitnya sejumlah hipertensi mengalami
839 juta kasus hipertensi, komplikasi stroke. Sedangkan
diperkirakan menjadi 1,15 sisanya mengalami penyakit
milyar pada tahun 2025 atau jantung,gagal ginjal, dan
sekitar 29% dari total penduduk kebutaan. Hipertensi sebagai
dunia, dimana penderitannya penyebab kematian ke-3 setelah
lebih banyak pada wanita (30%) stroke dan tuberkulosis,
dibanding pria (29%). sekitar jumlahnya mencapai 6,8% dari
80% kenaikan kasus hipertensi proporsi penyebab kematian
terjadi terutama di negara-negara pada semua umur di Indonesia
berkembang. (Riskesdas, 2010).
Di Amerika, di perkirakan Hipertensi dapat
30% penduduknya (±50 juta menyerang hampir semua
jiwa) menderita tekanan darah golongan masyarakat di seluruh
tinggi (≥ 140/90 mmHg) dengan dunia. Jumlah mereka yang
persentase biaya kesehatan menderita hipertensi terus
cukup besar setiap tahunnya. bertambah dari tahun ke tahun.
Menurut National Health and Dari data penelitian terakhir di
Nutrition Examination survey kemukakan bahwa terdapat
(NHNES), insiden hipertensi sekitar 50 juta (21,7%) orang
pada orang dewasa di Amerika dewasa Amerika menderita
tahun 2010-2012 adalah sekitar hipertensi. Penderita hipertensi
39-51%, yang berarti bahwa juga menyerang Thailand
terdapat 58-65 juta orang sebesar 17% dari total
menderita hipertensi dan terjadi penduduk, Vietnam 34,6%,
peningkatan 15 juta dari data Singapura 24,9%, Malaysia
NHNES III. (Endang 2014). 29,9% dan Indonesia memiliki
Menurut (NHNESSIII), angka yang cukup tinggi, yaitu
paling sedikit 30% pasien 15%.
hipertensi tidak menyadari Dari 230 juta penduduk
kondisi mereka dan hanya 31% Indonesia terdapat 15% , berarti
pasien yang di obati mencapai hampir 35 juta penduduk
Indonesia terkena hipertensi. Kecendrungan perubahan
Jumlah yang biasanya banyak. tersebut dapat disebabkan
Bisa jadi kita termasuk salah meningkatnya ilmu kesehatan
satu dari jumlah penduduk yang dan pengobatan, serta perubahan
terkena hipertensi. Untuk kasus sosial ekonomi dan masyarakat
hipertensi di Indonesia, Indonesia yang berdampak pada
penyebaran jumlah penderita budaya dan gaya hidup
hipertensi sangat tidak merata. masyarakat. Dalam lingkup
Misanya saja hasil survei penyakit kardiovaskuler,
kesehatan menunjukkan bahwa hipertensi menduduki peringkat
jumlah penderita hipertensi yang pertama dengan penderita
sangat rendah terdapat di daerah terbanyak .
Lembah Baliem, pegunungan
Jaya Wijaya, Papua. Di daerah Data terkahir diperoleh
Lembah Baliem ini yang terkena dari Dinas Kesehatan Kota
hipertensi hanya 0,6%. Medan, penderita hipertensi
Sedangkan daerah yang (penyakit darah tinggi) pada
memiliki jumlah penderita 2013 mencapai 74.895 jiwa.
hipertensi paling tinggi terdapat Bahkan pada 2012, penyakit
di Talang, Sumatra Barat yaitu tersebut menempati urutan
sebesar 17,8%. Secara langsung ketiga dalam daftar 10 penyakit
kita dapat menduga paling menonjol di kota Medan
penyebabnya. Masyarakat dan sekitar. Kadis Kesehatan
Lembab Baliem hidup dengan Kota Medan Dr Umar Zein,
kultur alam yang kuat dengan DTM&H, SpPD-KPTI
makanan pokok mayoritas ubi menjelaskan, faktor yang
dan berbagai hasil bumilainnya. memicu terjadinya hipertensi
Sedangkan masyarakat Talang, yakni keturunan, usia (40 tahun
Sumatra Barat mayoritas ke atas), penyakit lain (diabetes
makanan pokoknya adalah melitus, kolesterol tinggi),
segala makanan yang makanan, gaya hidup dan stres.
mengandung kolestrol tinggi, Berdasarkan hasil
seperti makanan rendang, penelitian yang dilakukan oleh
santan, dan berbagai olahan Lailatul Muniroh (2009)
daging yang memicu kolestrol dinyatakan bahwa belimbing
tinggi serta membuat hipertensi sudah sejak dulu digunakan
lebih mudah datang sebagai obat tradisional yang
menghampiri (Yekti, 2011). bermanfaat untuk menurunkan
Di Indonesia dengan tekanan darah tinggi. buah
tingkat kesadaran akan belimbing merupakan sumber
kesehatan yang lebih rendah, vitamin dan mineral yang baik.
jumlah pasien yang tidak Belimbing merupakan sumber
menyadarin bahwa dirinya vitamin C yang baik, karena
menderita hipertensi dan yang mengkonsumsi satu buah
tidak mematuhi minum obat belimbing bermanfaat untuk
kemungkinan lebih besar. memenuhi 57% kebutuhan tubuh
akan vitamin C setiap harinya, dilakukan oleh peneliti terhadap
selain itu ia juga akan memenuhi responden yang menderita
14% kebutuhan tubuh akan serat hipertensi, selama ini mereka
pangan, dimana serat pangan hanya mengunakan terapi
sangat dibutuhkan tubuh untuk pengobatan farmakologis
menurunkan kadar kolesterol. (kimia), dan belum pernah
Buah ini juga mengandung kadar dilakukan terapi pengobatan
kalium tinggi dan natrium dengan nonfarmakologis yaitu
rendah, sehingga sesuai pemberian buah belimbing pada
dikonsumsi oleh penderita penderita hipertensi, dimana
hipertensi (Wirakusumah, buah belimbing sangat
20004). berpengaruh besar dalam
Tanaman buah belimbing penurunan tekanan darah pada
ini sering kita jumpai di penderita hipertesi. Oleh karena
lingkungan kita dan mempunyai hal yang mendukung diatas
manfaat yang besar pula, maka peneliti ingin meneliti
sehingga di harapkan dengan “efektifitas pemberian jus
melakukan pengobatan belimbing terhadap perubahan
hipertensi secara non Tekanan Darah pada penderita
farmakologis (buah belimbing), Hipertensi di Desa Mekar Mulyo
tekanan darah pada penderita Kecamatan Sei Balai Tahun
bisa menurun. Dengan demikian, 2014”.
masyarakat bisa meminimalisir
penggunaan obat-obatan 1.2 Masalah Penelitian
hipertensi secara farmakologis Berdasarkan latar belakang
yang cukup mahal. Buah diatas maka perumusan masalah
belimbing memiliki kadar dalam penelitian ini adalah
potasium (kalium) yang tinggi “Bagaimana efektifitas
sehingga sangat efektif pemberian jus belimbing
digunakan sebagai obat terhadap perubahan Tekanan
hipertensi, dengan demikian Darah pada penderita Hipertensi
dengan mengkomsumsi buah di Desa Mekar Mulyo
belimbing muda dengan kadar Kabupaten Batu bara 2014”.
100 gram air buah belimbing
dapat menurunkan tekanan darah 1.3 Tujuan Penelitian
sistolik sekitar 2 mmHg pada 1.3.1 Tujuan Umum
penderita hipertensi. Untuk mengetahui
Berdasarkan hasil survei perbedaan tekanan darah
yang dilakukan peneliti di Desa sebelum dan sesudah
Mekar Mulio Kabupaten Batu pemberian buah belimbing
Bara pada tanggal November terhadap penurunan tekanan
2014 diperoleh data penderita darah pada penderita
hipertensi berjumlah 33 orang, hipertensi di Desa Mekar
dimana perempuan berjumlah 12 Mulyo kabupaten batu bara
orang, dan pria sebanyak 21 2014.
orang. Dan wawancara yang 1.3.2 Tujuan Khusus
a. Untuk wawasan ilmu pengetahuan
mengidentifikasi serta menyusun suatu
karakteristik Penelitian melalui suatu
responden penelitian sebagai tugas akhir
berdasarkan umur, pembelajaran.
jenis kelamin, lama 1.4.2 Bagi Institusi
menderita Pendidikan
hipertensi. Sebagai masukan dan
b. Untuk referensi dalam proses belajar
mengidentifikasi mengajar, khususnya bagi
efektifitas tekanan dosen/pengajar mata kuliah
darah sebelum KMB, dapat meningkatkan
dilakukan kualitas pendidikan bagi
pemberian terapi mahasiswa/mahasiswi Haji
buah belimbing di Kisaran dan dapat digunakan
Desa Mekar mulyo sebagai masukan dalam
Kabupaten Batu melakukan penelitian
bara 2014. selanjutnya.
c. Untuk 1.4.3 Bagi Responden
mengidentifikasi Dapat dijadikan
efektifitas tekanan sebagai tambahan
darah setelah pengetahuan dalam
dilakukan penanganan hipertensi
pemberian terapi dengan tindakan yang
buah belimbing di dilakukan.
Desa Mekar Mulyo
Kabupaten Batu
bara 2014.
d. Untuk mengetahui
efektifitas
perubahan tekanan
darah sebelum dan
sesudah pemberian
terapi buah
belimbing di Desa
Mekar Mulyo
Kabupaten batu
bara 2014.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Peneliti
Sebagai sarana belajar
dalam mengaplikasikan ilmu
yang telah didapat selama
yang telah didapat selama
kuliah, untuk menambah
34

METODE PENELITIAN Waktu penelitian akan
dilakukan pada tanggal 16 s/d 23
Desember tahun 2014.
3.1 Jenis Penelitian Dan Desain
Penelitian
3.1.1 Jenis Penelitian
Desain penelitian 3.3 Populasi dan Sampel
merupakan rancangan 3.3.1 Populasi
penelitian yang disusun Populasi adalah sejumlah besar
sedemikian rupa sehingga subjek yang mempunyai
dapat menuntun peneliti untuk karakteristik tertentu. Subjek dapat
dapat memperoleh jawaban berupa manusia, hewan coba, data
terhadap pertanyaan penelitian. laboratorium , dan lain-lainnya,
(Sastroasmoro, 2013). Jenis Sedang karakteristik subjek
penelitian ini adalah Quasi ditentukan sesuai tanah dan tujuan
Experiment (satu kelompok di penelitian (Sastroasmoro 2013).
lakukan intervensi sesuai Populasi penelitian ini adalah
dengan metode yang seluruh penderita hipertensi di Desa
dikehendaki, kelompok lainnya Mekar Mulyo Kabupaten Batu Bara
dilakukan seperti biasanya). 2014. Adapun jumlah populasi
Berdasarkan penelitian ini dalam penelitian ini yaitu sebanyak
peneliti ingin mencari 33 orang penderita hipertensi di
pengaruh buah belimbing kelurahan Mekar Mulyo.
terhadap hipertensi. Desain 3.3.2 Sampel
penelitian ini menggunakan Sampel adalah bagian (subset)
quasi eksperimendengan dari populasi yang dipilih dengan
pendekatan control group pre- cara tertentu hingga dianggap dapat
test post test. mewakili populasi yang diteliti
Dalam penelitian (Saatroasmoro, 2013). Teknik
ini,peneliti membagi pengambilan sample dengan
responden menjadi dua menggunakan total sampling yaitu
kelompok , yaitu kelompok 01 seluruh populasi dijadikan sample
dan kelompok 02. Kelompok dalam penelitian.
01 , adalah kelompok yang
hanya memperoleh terapi 3.4 Variabel dan Defenisi
standar selanjutnya disebut Operasional
sebagai kelompok kontrol, dan 3.3.1 Variabel
kelompok 02 adalah kelompok Variabel adalah sesuatu yang
yang memperoleh kombinasi digunakan sebagai ciri, sifat, atau
terapi standar dari buah ukuran yang dimiliki atau didapat
belimbing selanjutnya disebut oleh satuan penelitian tentang
sebagai kelompok intervensi. sesuatu konsep pengertian tertentu,
misalnya : umur, jenis kelamin,
3.2.2 Waktu Peneliti pendidikan, status perkawinan,
pekerjaan, pengetahuan, pendapatan,
penyakit dan sebagainya.
35

(Notoatmodjo,2010). Jenis variabel
diklasifikasikan menjadi bermacam-
macam tipe untuk menjelaskan
penggunaannya dalam penelitian .
Variabel dalam penelitian ini adalah
variabel independen dan dependen.
Variabel independen adalah
variabel yang mempengaruhi dan
disebut juga dengan variabel bebas.
(Sugiono, 2010). Variabel
independen pada penelitian ini
adalah buah belimbing.
Variabel Dependen adalah
variabel yang dipengaruhi dan
disebut juga dengan variabel terikat
yang berubah karena variabel bebas.
Variabel dependen pada penelitian
ini adalah hipertensi.
3.4.1 Defenisi Operasional
Depenisi operasional adalah
uraian tentang batasan variabel yang
dimaksud, atau tentang apa yang
diukur oleh variabel yang
bersangkutan. Sedangkan
pengukuran adalah metode atau cara
yang digunakan peneliti untuk
mengukur atau memperoleh
informasi (data) untuk variabel yang
bersangkutan. (Notoadmodjo, 2010).
Tabel 4 Defenisi Operasional
N Variabel Definisi Cara Ukur Hasil Ukur Skala
o Operasional
Variabel Independen
1 Jus Pemberian terapi .Belimbing Diberikan buah
Belimbin jus belimbing .Air belimbing melalui
g untuk menurunkan . Lembar pendekatan
tekanan darah pada observasi asuhan
responden yang keperawatan
mengalami Dilakukan=1
tekanan darah Tidak dilakukan=
sejumlah 100 gr 0
buah belimbing
dalam 2 kali sehari
dan air 50 cc
Variabel Dependen
2 Tekanan Tekanan darah Pemeriksaan Menurun =2 Rasio
Darah yang diperoleh tekanan darah Tetap=1
pada responden dengan Meningkat=0
setelah menggunakan
mengkomsumsi jus Sphygmomanomet
belimbing setelah er
minum 2 kali
sehari yaitu pagi
dan sore hari
dilakukan
pengukuran setelah
1 jam meminum
jus buah belimbing
dengan
menggunakan
spynomanometer.
dengan ketinggian 500Mm dari
permukaan laut, dengan curah
HASIL PENELITIAN hujan 3000 Mm/Th. Secara
geografis Kelurahan Mekar
1. Gambaran Umum Lokasi Mulio berbatasan dengan :
Penelitian 1. Sebelah Utara :
Kelurahan Tanjung
Kelurahan Mekar Mulio Mulia
merupakan salah satu kelurahan 2. Sebelah Selatan :
yang terdapat di Kecamatan Sei Desa Sei Balai
Balai Kabupaten Batu Bara 3. Sebelah Barat :
yang memiliki luas wilayah 62 Kelurahan Kwala
Hu yang terletak 28 Km dari Sikasim
Ibukota Propinsi Sumatera Utara
4. Sebelah Timur : frekuensi responden hipertensi
Kelurahan Sei Muka yang menjadi terapi buah
belimbing berjenis kelamin laki-
2. Hasil Penelitian laki berjumlah 21 orang (63,6%),
4.1 Analisis Univariat dan jenis kelamin perempuan
a) Karakteristik terdapat 12 orang (36,4%).
Demografi responden
b) Frekuensi Dan Presentase
Responden dalam Responden Berdasarkan
penelitian ini adalah Sebelum Dan Sesudah
penderita Hipertensi di Pemberian Terapi Buah
Desa Mekar Mulio. Belimbing
Dikarenakan waktu
penelitian yang terbatas Tabel 4.2 Distribusi frekuensi
maka peneliti hanya dan presentase
mendapatkan jumlah responden
responden sebanyak 33 berdasarkan
responden yang sebelum dan
digambarkan menurut sesudah pemberian
umur dan jenis kelamin. terapi buah
belimbing
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi Variabel f %
dan presentase umur 1. TD Pre
dan jenis kelamin di a. Hiperte 10 30,3
desa Syahmad nsi 19 57,6
Lubuk Pakam Ringan 4 12,1
Variabel Frekuensi (orang) b. Persentase
Hiperte (%)
1. Umur nsi
. a. 40-55 12 Sedang36,4
b. 56-70 21 c. Hiperte 63,6
nsi
Total 33 Berat100,0
2. Jenis Kelamin Total 33 100,0
a. Laki-laki 21 2. TD Post 63,6
b. Perempuan 12 a. Hiperten36,4 14 42,4
Total 33 si 100,0 12 36,4
Ringan 7 21,1
Berdasarkan analisa b. Hiperten
data diatas diperoleh frekuensi si
responden yang mengalami Sedang
hipertensi berdasarkan umur yang c. Hiperten
lebih banyak mengalami si Berat
hipertensi pada umur 40-55 tahun Total 33 100,0
berjumlah 12 orang (36,4%) dan
umur 56-70 tahun berjumlah 21 Berdasarkan analisa
orang (63,6%), sedangkan diatas diperoleh frekuensi
responden sebelum pemberian orang (36,4%), dan responden
terapi buah belimbing yang lebih dengan hipertensi berat lebih
banyak terjadi yaitu hipertensi sedikit dengan jumlah 7 orang
sedang dengan jumlah 19 orang (21,1%).
(57,6%), responden dengan 4.2 Analisis Bivariat
hipertensi ringan berjumlah 10 Analisa bivariat
orang (30,3%), dan responden dilakukan untuk mengetahui
dengan hipertensi berat lebih Efektifitas Pemberian Jus
sedikit dengan jumlah 4 orang Belimbing Terhadap Perubahan
(12,1%). Sedangkan frekuensi Tekanan Darah Pada Penderita
responden sesudah pemberian Hipertensi Di Desa Mekar Mulio
terapi buah belimbing yang lebih Tahun 2014 dengan hasil seperti
banyak terjadi yaitu hipertensi tertera pada tabel di bawah ini:
ringan dengan jumlah 14 orang
(42,4%), responden dengan Tabel 4.3 Rata-Rata, Standar
hipertensi sedang berjumlah 12 Deviasi, Lower, Upper, P Value
Paired Samples Test

Paired Differences

95%
Confidence
Interval of the
Difference
Std. Std. Error Sig. (2-
Mean Deviation Mean Lower Upper T Df tailed)
Pair 1 TEKAN 12.222 6.468 1.524 9.006 15.438 8.0 32 .025
AN 18
DARAH
SEBEL
UM -
TEKAN
AN
DARAH
SESUD
AH

Hasil uji statistik PEMBAHASAN
didapatkan nilai p value < 0.05
berarti itu ditolak maka dapat
disimpulkan dan Ha diterima, Pada bab ini akan
Sehingga Pemberian Jus diuraikan pembahasan tentang
Belimbing Efektif Terhadap efektifitas pemberian jus belimbing
Perubahan tekanan darah pada terhadap perubahan tekanan darah
penderita hipertensi. pada penderita hipertensi di desa
mekar mulio tahun 2014.
1. Rerata Tekanan Darah
Sebelum Dilakukan
Pemberian Terapi Jus
Belimbing Di Desa Mekar
Mulio Kabupaten Batu umumnya diderita oleh kalangan usia
Bara. responden termasuk tua, dan mereka
tidak menyediakan waktu khusus
Hasil penelitian menunjukkan untuk melakukan olahraga, akan
bahwa dari 33 responden yang tetapi responden melakukan kegiatan
terbanyak adalah hipertensi sedang rumah tangga seperti menyapu,
berjumlah 19 orang (57,6%), mengepel, memasak, dan melakukan
hipertensi ringan berjumlah 10 orang aktivitas lainnya yang dapat
(30,3%), hipertensi berat 4 orang mengurangi energi. Membatasi
(12,1%). konsumsi lemak dilakukan agar
Menurut (Lailatul Muniroh, kolesterol darah tidak terlalu tinggi.
2009) mengindikasikan bahwa Kadar kolesterol darah yang terlalu
peningkatan konsumsi kalium dan tinggi dapat mengakibatkan
penurunan konsumsi natrium terjadinya endapan kolesterol dalam
mempunyai efek pada penurunan dinding pembuluh darah. Jika
tekanan darah. Bukti epidemiologis endapan kolesterol bertambah, akan
menunjukkan adanya korelasi negatif menyumbat pembuluh nadi dan
antara konsumsi kalium dengan mengganggu peredaran darah.
hipertensi, baik pada orang-orang Akibatnya akan memperberat kerja
yang tekanan darahnya normal jantung dan secara tidak langsung
maupun mereka yang bertekanan. memperparah hipertensi.
Gejala yang umum yang terjadi pada Hasil penelitian yang
penderita hipertensi adalah faktor dilakukan di desa mekar mulio dapat
stres, intake alkohol, merokok, diketahui bahwa jenis kelamin
lingkungan, demografi, dan gaya terbanyak adalah laki-laki berjumlah
hidup (Lewis, 2000). 21 orang (63,6%), dan yang terendah
Hasil penelitian yang adalah perempuan berjumlah 12
dilakukan di desa mekar mulio dapat orang (36,4%).
diketahui bahwa kelompok umur Hasil penelitian menunjukan
tertinggi adalah 40-55 tahun bahwa penyakit hipertensi banyak
sebanyak 12 orang (36,4%), diderita oleh laki-laki, diungkapkan
kelompok umur 56– 70 tahun bahwa merokok dapat menaikkan
sebanyak 21 orang (63,6%). tekanan darah. Nikotin yang terdapat
Berdasarkan hasil penelitian pada rokok dapat meningkatkan
dapat dilihat bahwa yang penggumpalan darah dalam
mendominasi pasien hipertensi di pembuluh darah dan dapat
desa mekar mulio adalah berusia 40 - menyebabkan pengapuran pada
55 tahun yaitu dikalangan dewasa tua dinding pembuluh darah.
. Hal ini diakibatkan ada perubahan
alami pada jantung, pembuluh darah
dan kadar hormon, jika perubahan ini 2. Rerata Tekanan Darah
disertai dengan faktor resiko lainnya Setelah Dilakukan
bisa memicu terjadinya hipertensi. Pemberian Terapi Buah
Hasil penelitian ini sejalan Belimbing Di Desa Mekar
dengan penelitian (Lailatul Mulio Kabupaten Batu
Muniroh,2009) kasus hipertensi Bara
signifikan antara pemberian terapi
Hasil penelitian menunjukkan buah belimbing sebelum dan
bahwa dari 33 responden dapat sesudah dilakukan pemberian
dilihat sesudah di lakukan pemberian terapi buah
terapi standar buah belimbing bahwa belimbing.Berdasarkan hasil
responden yang terbanyak adalah penelitian yang dilakukan oleh
Hipertensi ringan sebanyak 14 orang Lailatul Muniroh (2009)
(42,4%), Hipertensi sedang 12 orang dinyatakan bahwa belimbing
(36,4%), dan Hipertensi berat sudah sejak dulu digunakan
sebanyak 7 orang (21,1%). sebagai obat tradisional yang
Hipertensi sering di jumpai bermanfaat untuk menurunkan
pada orang dewasa dan merupakan tekanan darah tinggi. buah
masalah kesehatan yang umum belimbing merupakan sumber
terjadi di masyarakat, hipertensi vitamin dan mineral yang baik.
merupakan penyakit yang tidak dapat Belimbing merupakan sumber
disembuhkan melainkan hanya dapat vitamin C yang baik, karena
dikontrol, untuk itu perlu ketelatenan mengkonsumsi satu buah
dan biaya yang cukup mahal. Dalam belimbing bermanfaat untuk
mengontrol hipertensi kita dapat memenuhi 57% kebutuhan tubuh
memanfaatkan pengobatan secara akan vitamin C setiap harinya,
farmakologis dengan menggunakan selain itu ia juga akan memenuhi
obat-obatan sintesis yang belakangan 14% kebutuhan tubuh akan serat
ini cendrung mengalami hambatan pangan, dimana serat pangan
karena daya beli masyarakat yang sangat dibutuhkan tubuh untuk
semakin menurun, sehingga kita menurunkan kadar kolesterol.
dapat memanfaatkan pengobatan Buah ini juga mengandung kadar
secara non farmakologis dengan obat kalium tinggi dan natrium rendah,
alternatif berbahan baku buah sehingga sesuai dikonsumsi oleh
belimbing yang bisa di jangkau dari penderita hipertensi
segi materil (Putri, 2011). (Wirakusumah, 20004).
Tanaman buah belimbing
3. Rerata Efektifitas ini sering kita jumpai di
Tekanan Darah Sebelum lingkungan kita dan mempunyai
Dan Sesudah Pemberian manfaat yang besar pula,
Terapi Jus Belimbing Di sehingga di harapkan dengan
Desa Mekar Mulio melakukan pengobatan
Kabupaten Batu Bara hipertensi secara non
farmakologis (buah belimbing),
Berdasarkan hasil Hasil tekanan darah pada penderita
analisis nilai mean perbedaan bisa menurun. Dengan demikian,
antara observasi sebelum dan masyarakat bisa meminimalisir
sesudah 12,222 dengan standar penggunaan obat-obatan
deviasi (SD) 6,468 dengan standar hipertensi secara farmakologis
deviasi 6,468. Hasil uji statistik yang cukup mahal. Buah
didapatkan nilai 0,025 maka dapat belimbing memiliki kadar
disimpulkan ada pengaruh yang potasium (kalium) yang tinggi
sehingga sangat efektif membuktikan bahwa seiring
digunakan sebagai obat dengan pertambahan usia
hipertensi, dengan demikian sseseorang, maka tekanan darah
dengan mengkomsumsi buah seseorang jugaa akan
belimbing muda dengan kadar mengalami peningkatan.
100 gram air buah belimbing Dari gambar 4.1 telah
dapat menurunkan tekanan darah ditunjukkan bahwa hamper
sistolik sekitar 2 mmHg pada seluruh jenis kelamin responden
penderita hipertensi. atau sebesar 23 orang (76,7%)
berjenis kelamin perempuan.
Hal ini telah di jelaskan oleh
1. Analisa Tekanan Darah Beevers D (2000), bahwa
Penderita Hipertensi perbandigan antara pria dan
Sebelum Diberikan Terapi wanita, ternyata wanita lebih
Buah belimbing. banyak menderita hipertensi.
Berdasarkan hasiil penelitian Pada umumnya insiden pria
yang dilakukan, data lebih tinggi dari wanita, namun
menunjukkan nilai rata-rata pada usia pertengahan dan lebih
MAP pre test (Sebelum tua, insiden pada wanita akan
diberikan terapi buah belimbing) meningkat. Dengan demikian,
sebesar 126,45 mmHg. Variasi wanita lebih besar dari pada
nilai tekanan darah tersebut wanita untuk menderita
dapat dipengaruhi oleh beberapa hipertensi oleh karena pada usia
factor diantaranya adalah factor pertengahan wanita akan
usia, jenis kelamin, kegemukan mengalami menopause.
(obesitas), factor riwayat Dari gambar 4.3 di dapatkan
keluarga, kebiasaan/pola hidup bahwa hamper setengah
(komsumsi garam, merokok, responden atau sebesar 13 orang
komsumsi alcohol dan olahraga) (43,3%) berpendidikan SD.
serta stress (Beevers. D,2000). Tingkat pendidikan seseorang
Dari factor usia telat di dapat mempengaruhi tingkat
dapatkan data pada gambar 4.2 pengetahuannya. Pada
bahwa sebagian sebagian besar umumnya tingkat pengetahuan
responden yaitu sebanyak 17 yang lebih tinggi akan
orang (56,7 %) berumur antara memudahkan seseorang untuk
51-55 tahun. Tekanan darah memecahkan informasi dan
akan semakin meningkat dengan kemudian dapat menentukan
bertambahnya usia. Hal ini pilihan dalam pelayanan
sering disebabkan oleh karena kesehatan dan menerapkan
perubahan alamiah dari dalam hidup yang sehat dikemudian
tubuh yang mempengaruhi hari (Suwarno,2001). Dengan
jatung, pembuluh darah, dan demikian, apabila seseorang
hormon (Beevers. D,2000). berpendidikan kurang maka
Dengan demikian, banyaknya tidak menutup kemungkinan
responden penderita hipertensi pilihan yang tepat ketika
yang berusia 51-55 tahun telah menghadapi suatu penyakit.
Sedangkan dari gambar 4.4 mengkomsumsi makanan yang
didapatkan bahwa hamper rendah natrium dan kaya
seluruh responden yaitu sebesar kalium.
24 orang (80%) tidak bekerja. 2. Analisa efektifitas buah
Dalam hal ini, bekerja sama belimbing terhadap
halnya dengan beraktivitas atau penurunan tekanan darah
dapat pula dikatakan sebagian penderita hipertensi
olahraga. Beevers. D (2000), Dari hasil penelitian telah di
menyebutkan bahwa olahraga dapat hasil nilai rata-rata MAP
lebih banyak di hubungkan post test (setelah diberikan
dengan pengelolaan hipertensi terapi buah belimbing) sebesar
karena olahraga isotonik yang 112,78 mmHg. Setelah data
teratur akan menurunkan terkumpul kemudian dilakukan
tahanan perifer yang akan uji statistic paired t test yang
menurunkan tekanan darah. diperoleh hasil nilai signifikasi
Dengan demikian dapat (2-tailed)0,000 yang berarti
dikatakan bahwa seseorang yang bahwa buah belimbing efektif
tidak bias bekerja akan untuk penurunan tekanan darah
meningkatkan tahanan perifer pada penderita hipertensi di
oleh karena tubuh tidak sumolepen kelurahan banongsari
digunakan secara rutin untuk kota mojokerto.
melakukan aktivitas, sehingga Pada dasarnya buah
keadaan ini akan mampu belimbing mengandung kadar
meningkatkan tekanan darah. kalium yang lebih tinggi serta
Jenis kelamin, umur, natrium yang rendah sebagai
pendikan, dan juga pekerjaan obat anti hipertensi. Kandungan
dapat mempengaruhi kalium (potassium) dalam satu
peningkatan tekanan darah. buah belimbing mempunyai
Rendahnya pendidikan dan jumlah yang paling banyak dari
pengetahuan serta kuranganya jumlah mineral yang ada dalam
informasi akan berpengaruh kandungan 1 buah
terhadap pola hidup sehat.Selain belimbing.(Afrianti,2010)
factor tersebut, terjadinya Terjadinya penurunan
peningkatan tekanan darah juga tekanan darah responden
disebabkan oleh karena disebabkan oleh karena
responden dalam penelitian ini kandungan buah belimbing yang
masih belum mencoba kaya akan kalium dan rendah
menurunkan tekanan darahnya natrium.Dimana dalam hal ini
dengan cara alamiah atau non awal mula terjadinya hipertensi
farmakologis yang dalam hal ini adalah mulai terbentuknya
adalah buah belimbing. Karena Angiostensin 1 yang diubah
dalam pengontrolan hipertensi menjadi Angiostensin II oleh
selain dengan dengan terapi ACE (Angiostensin I-converting
farmakologis juga harus Enzyme) yang memiliki peran
didukung dengan terapi non dalam menaikan tekanan darah
farmakologis seperti melalui 2 aksi utama, yaitu
menurunkan cairan intraseluler distolik ini terjadi oleh karena
dan meningkatkan dan responden telah diberikan terapi
meningkatkan cairan belimbing, dan keadaan ini
ekstraseluler dalam tubuh. menunjukkan bahwa pemberian
Namun dengan pemberian terapi terapi jus belimbing efektif
buah belimbing yang tinggi untuk menurunkan tekanan
kalium dan rendah natrium darah responden yang menderita
kepada responden yang hipertensi.
menderita hipertensi,maka 2
aksi utama tersebut telah KESIMPULAN DAN SARAN
mengalami perubahan arah dari
semula.Dimana dengan 5.1 Kesimpulan
tingginya kalium akan mampu
menurunkan produksi atau Berdasarkan hasil uji
sekresi hormone antidiuretik statistik dan pembahasan tersebut
(ADH) dan rasa haus. Hormon diatas bahwa dapat disimpulkan
ini bekerja pada ginjal untuk bahwa perbedaan tekanan darah
mengatur osmolalitas dan sebelum dan sesudah pemberian
volume urune. Dengan buah belimbing terhadap
menurunya ADH, maaka urine penurunan tekanan darah pada
yang dieksresikan keluar tubuh penderita hipertensi di Desa
akan meningkat, sehingga Mekar Mulio Tahun 2014:
menjadi encer dengan 1. Karakteristik responden yaitu
osmolalitas yang rendah. Untuk berdasarkan umur maka
memekatkanya,volume cairan mayoritas responden yang
intraseluler akan ditingkatkan berumur 40-55 tahun
dengan cara menarik cairan dari sebanyak 12 orang (36,4%),
sebagian ekstraseluler. dan yang berumur 56-70
Sedangkan menurunya tahun sebanyak 21 orang
konsentrasi NaCl akan (63,6%), Responden yang
dipekatkan dengan cara berjenis kelamin laki-laki
menurunkan cairan ekstraseluler sebanyak 21 orang (63,6%),
yang kemudian akan dan responden yang berjenis
menurunkan tekanan darah kelamin perempuan sebanyak
(Astawan Made,2010) 12 orang (36,4%).
Dengan demikian, dapat 2. Rerata skala pengukuran
dinyatakan bahwa fakta adanya hipertensi pada responden
penurunan nilai rata-rata MAP sebelum intervensi adalah
post test penderita hipertensi sebelum 1,82 dengan standar
(responden) telah sesuai dengan deviasi (SD) 0,635.
teori yang menyatakan bahwa 3. Rerata skala pengukuran
buah belimbing dapat hipertensi pada responden
dimanfaatkan untuk sesudah dilakukan pemberian
menurunkan tekanan drah buli buli panas didapatkan
tinggi. Sehingga terjadinya rata-rata 1,79 dengan standar
penurunan rata-rata sistolik dan deviasi (SD) 0,781.
4. Rerata skala pengukuran
hipertensi pada responden DAFTAR PUSTAKA
sebelum dan sesudah
dilakukan pemberian buli buli
panas didapatkan rata-rata
0,03 dengan standar deviasi Andrianto, Catur (2013). Tips
(SD) 0,984. Memilih & Menyimpan
5. Ada pengaruh buah Buah-buahan. Suaka
belimbing terhadap Media, Yogyakarta.
penurunan tekanan darah
pada penderita hipertensi di Astawan, Made (2008). Sehat
desa syahmad lubuk pakam P Dengan Buah. Dian Rakyat,
value = 0,025 (α = 0,05). Jakarta.
5.2 Saran
1. Bagi Pasien Emayanti, Dea (2012). Super
Disarankan kepada pasien Lengkap Aneka Buah
hipertensi harus dapat Kaya Vitamin Berkhasiat
menerapkan buah belimbing obat. Pinang Merah,
karena dapat menurunkan Yogyakarta.
tekanan darah pada penderita
hipertensi sebagai salah satu Gardner, f.Samuel (2009). Smart
metode penanganan non Treatment For High Blood
farmakologi bila terjadi Pressure. Frestasi Pustaka,
hipertensi. Jakarta.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Harus dapat meningkatkan Junaedi, Edi (2013). Hipertensi
kemampuan mahasiswa Kandas Berkat Herbal. F.media,
dalam memberikan asuhan Jakarta.
keperawatan terutama dalam
menurunkan tekanan darah Notoatmodjo, Soekidjo (2009):
pada penderita hipertensi. Metodologi Penelitian
Hendaknya institusi Kesehatan. Rineka
pendidikan menambah Cipta,
referensi tentang buah Jakarta.
belimbing dan penyakit
hipertensi. Machfoedz, Ircham (2009):
3. Bagi Penelitian Metodologi Penelitian.
Selanjutnya Fitramaya, Yogyakarta.
Perlu dilakukan penelitian
lanjutan tentang pengaruh Ramayulis, Rita (2013). Jus super
buah belimbing terhadap ajaib. Penebar plus+, Jakarta.
penurunan tekanan darah
dengan lokasi penelitian yang Sastroasmoro, Sudigdo (2013).
berbeda dan populasi yang Dasar-dasar
lebih besar pula. Metodologi Penelitian
Klinis. Sagung Seto,
Jakarta.

Soebroto, Karina (2012). Aneka
Resep Buah Dan Sayuran
Pembasmi Beragam
Penyakit. Arsha,
Yogyakarta.

Susilo, Yekti (2011). Cara Jitu
Mengatasi Hipertensi. Andi,
Yogyakarta.

Triyanto, Endang (2014). Pelayanan
Keperawatan Bagi
Penderita Hipertensi
Secara Terpadu. Graha
Ilmu, Yogyakarta.